cover
Contact Name
Agus Dian Mawardi
Contact Email
yptbkalsel@gmail.com
Phone
+6285654963323
Journal Mail Official
yptbkalsel@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pematon No.10 Komplek Pembangunam I RT.18 RW.02 Banjarmasin Barat, Kode Pos 70116
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
JIS: Journal ISLAMIC STUDIES
ISSN : -     EISSN : 29632072     DOI : https://doi.org/10.71456/jis
JIS : Journal ISLAMIC STUDIES adalah jurnal peer-review sebagai publikasi multi-disiplin yang didedikasikan untuk studi ilmiah tentang semua aspek keislaman dan dunia Islam, khususnya pada karya-karya yang berhubungan dengan pendidikan islam, sejarah islam, politik islam, ekonomi islam, sosiologi islam, hukum islam, Psikologi islam, filsafat islam.
Articles 197 Documents
Desain Pembelajaran Berbasis Deep Learning dalam Mewujudkan Pembelajaran Mindful, Meaningful, dan Joyful Munawarah; Mutmainah; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2016

Abstract

Desain pembelajaran dalam Kurikulum Deep Learning merupakan pendekatan yang berorientasi pada penguasaan konsep secara mendalam, pengembangan berpikir kritis, dan pembelajaran yang bermakna. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep desain pembelajaran dalam Kurikulum Deep Learning, implementasi prinsip-prinsipnya, serta peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang mindful, meaningful, dan joyful. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui analisis berbagai buku, artikel ilmiah, dan dokumen yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran berbasis Deep Learning menekankan penyederhanaan materi esensial, pembelajaran berbasis inkuiri, asesmen autentik, dan keterkaitan pembelajaran dengan konteks nyata. Guru berperan sebagai perancang, fasilitator, inovator, dan evaluator yang mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Penerapan pendekatan ini berpotensi meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kemandirian belajar sehingga mendukung pembelajaran yang lebih berkualitas dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Metode Pembelajaran oleh Guru Pendidikan Agama Islam Indah Rahmawati; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan metode pembelajaran oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas tiga guru PAI di MIS (Madrasah Ibtidaiyah Swasta), MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri). Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi modul ajar. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang paling sering digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi. Pemilihan metode pembelajaran dipengaruhi oleh karakteristik anak didik, tujuan pembelajaran, situasi pembelajaran, fasilitas, dan faktor guru. Selain itu, ditemukan faktor tambahan yaitu dukungan institusi sekolah yang juga memengaruhi pemilihan metode pembelajaran oleh guru. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan metode pembelajaran tidak hanya dipengaruhi oleh aspek pedagogis, tetapi juga oleh konteks institusional di sekolah.
Reorientasi Kebijakan Pendidikan Agama Islam: (Pengembangan Kurikulum Di Perguruan Tinggi Umum) Abdurrazak; Faisal; Nuryadin; Nadzmi Akbar
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2032

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji reorientasi kebijakan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berfokus pada pengembangan kurikulum di Perguruan Tinggi Umum (PTU). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, artikel penelitian, serta dokumen kebijakan, seperti Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi terkait pengembangan kurikulum PAI. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) untuk menelaah orientasi, pendekatan, struktur, dan capaian pembelajaran kurikulum PAI di PTU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI di PTU berorientasi pada pembentukan karakter religius, moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan melalui pendekatan normatif-praktis yang mengintegrasikan nilai moderasi beragama. Kurikulum tersebut mengalami perubahan paradigma dari pendekatan doktriner menuju pendekatan historis-kontekstual serta menerapkan Outcome-Based Education (OBE) yang selaras dengan KKNI dan SN-Dikti. Nilai moderasi beragama diintegrasikan secara eksplisit maupun implisit, sedangkan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) memberikan fleksibilitas pembelajaran lintas disiplin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reorientasi kebijakan PAI perlu diarahkan pada penguatan moderasi beragama, integrasi ilmu dan nilai, literasi digital, serta pengembangan kemampuan berpikir kritis dan etika kewargaan. Kolaborasi PTU dengan perguruan tinggi keagamaan menjadi strategi penting untuk mewujudkan kurikulum PAI yang relevan dengan tantangan masyarakat modern.
Desain Pembelajaran PAI dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC): Rekonstruksi Pedagogis Menuju Pendidikan yang Humanis dan Afektif Rukayah; Hilmi Mirzani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi paradigma baru dalam dunia Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui implementasi Desain Pembelajaran dalam Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Realitas pendidikan modern sering kali terjebak dalam pragmatisme pencapaian nilai akademik dan standarisasi kompetensi teknis yang kaku, sehingga mengabaikan aspek emosional dan spiritual peserta didik. KBC hadir sebagai alternatif pedagogis yang menempatkan cinta (mahabbah), empati, humanisme, dan koneksi batin religi sebagai fondasi utama interaksi instruksional. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur, artikel ini merumuskan lima prinsip dasar KBC dalam PAI, langkah-langkah konkret perancangan pembelajaran yang humanis, serta model evaluasi hasil belajar yang menjaga martabat peserta didik.
Kontekstualisasi Pemahaman Hadis dalam Penyelesaian Konflik Sosial Kontemporer: (Manajamen Konflik Dalam Perspektif Hadis) Radiana Rosada; Ahmad Sagir; Adi Ansari
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2036

Abstract

Artikel ini mengkaji manajemen konflik dalam lembaga pendidikan Islam melalui perspektif hadis Nabi Muhammad saw. dengan fokus pada relevansi keteladanan profetik sebagai kerangka resolusi konflik yang kontekstual dan berbobot nilai. Konflik merupakan realitas yang tak terelakkan dalam setiap organisasi, termasuk institusi pendidikan. Apabila tidak dikelola secara tepat, konflik berpotensi menggerus produktivitas, merusak harmoni hubungan antarindividu, dan menghambat pencapaian visi kelembagaan. Di tengah dominasi teori manajemen konflik modern yang bersifat teknis hingga prosedural, kajian ini menawarkan sudut pandang alternatif dengan menggali kekayaan khazanah hadis sebagai sumber nilai yang holistik, kontekstual, dan berakar pada dimensi spiritual. Penelitian ini mengidentifikasi lima gaya manajemen konflik yang relevan dengan praktik kepemimpinan pendidikan Islam, yaitu kolaborasi (musyawarah), mengakomodasi (tasamuh), mendominasi (tahkim), menghindari (tabayyun), dan kompromi (wasatiyyah). Masing-masing gaya memiliki basis dalil yang kokoh dari hadis Nabi dan sejarah kepemimpinan profetik. Temuan kajian menekankan bahwa kepemimpinan pendidikan yang efektif dan bermartabat meniscayakan pemimpin yang tidak sekadar berperan sebagai manajer administratif, melainkan juga sebagai mediator inklusif yang meneladani sikap lemah lembut (rifq), kejujuran, dan kebijaksanaan Rasulullah Saw. Integrasi antara ketegasan manajerial dan kelembutan mediasi terbukti mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang stabil, produktif, dan harmonis.
Model-Model Kurikulum Klasik dan Kontemporer: Tinjauan Perspektif dan Integrasi dalam Pendidikan Agama Islam Rukayah; Syaifuddin Sabda; Salamah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2040

Abstract

Pendidikan berada di persimpangan jalan antara pelestarian nilai masa lalu melalui kurikulum klasik dan adaptasi masa depan digital melalui kurikulum kontemporer, dimana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, landasan filosofis, serta relevansi metodologis kurikulum klasik dan kontemporer, sekaligus meninjau bentuk integrasinya dalam perspektif Pendidikan Agama Islam (PAI). Kurikulum klasik berakar pada perenialisme dan esensialisme yang menekankan penguasaan disiplin ilmu secara mendalam. Sebaliknya, kurikulum kontemporer berakar pada pragmatisme dan konstruktivisme yang berpusat pada siswa (student-centered), pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), serta fleksibilitas pembelajaran. Dalam perspektif PAI, kedua model ini dapat diintegrasikan melalui kurikulum eklektik tanpa adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Integrasi kurikulum eklektik mampu menyelaraskan aspek ketauhidan (turats) dengan kebutuhan praktis modern (sains dan teknologi) guna mencetak profil peserta didik yang memiliki kematangan spiritual sekaligus adaptif terhadap disrupsi global.
Telaah Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar: Analisis Konsep, Struktur, dan Implementasinya M. Rifki Rahman; Syarifuddin Sabda
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2043

Abstract

Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Kurikulum tidak hanya berfungsi sebagai pedoman pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen untuk mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah konsep, struktur, serta implementasi kurikulum PAI di Sekolah Dasar dalam konteks perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber pustaka, seperti buku, artikel ilmiah, dokumen kurikulum, peraturan perundang-undangan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahap reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI merupakan seperangkat rencana pembelajaran yang dirancang untuk mengembangkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran Islam pada peserta didik. Struktur kurikulum PAI di SD mencakup tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, dan evaluasi pembelajaran yang saling berkaitan. Materi pembelajaran meliputi Al-Qur’an dan Hadis, akidah, akhlak, fikih, serta sejarah kebudayaan Islam yang disusun sesuai tahap perkembangan peserta didik. Implementasi kurikulum PAI pada era Kurikulum Merdeka menunjukkan pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik dibandingkan Kurikulum 2013. Namun, keberhasilan implementasinya masih dipengaruhi oleh kompetensi guru, ketersediaan sarana, dan pemerataan sumber daya pendidikan. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum PAI perlu terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar ajaran Islam.
Merumuskan Media dalam Desain Pembelajaran Muhammad Fadhilah; Muhaimin; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2047

Abstract

Pembelajaran konvensional yang hanya mengandalkan metode ceramah semakin terbukti tidak mampu mengakomodasi kebutuhan generasi digital dalam memahami materi yang bersifat abstrak, terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep merumuskan media pembelajaran secara sistematis dalam kerangka desain pembelajaran, mengidentifikasi langkah-langkah perumusan media yang tepat, serta menelaah prinsip-prinsip pemilihan media berdasarkan karakteristik tujuan, materi, dan peserta didik. Melalui kajian literatur kritis terhadap teori ciri-ciri media menurut Gerlach dan Ely, penelitian ini menemukan bahwa media pembelajaran memiliki tiga ciri strategis: fiksatif, manipulatif, dan distributif, yang menjadikannya bukan sekadar alat bantu, melainkan komponen integral dalam sistem pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa perumusan media yang berbasis analisis kebutuhan pembelajaran mampu menjembatani penyampaian nilai-nilai keislaman secara lebih konkret, efektif, dan bermakna, sekaligus mendukung pencapaian kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotorik secara holistik.
Integrasi Pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pendidikan Agama Islam: Sebuah Model Struktural untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Pembentukan Karakter, dan Pembelajaran Bermakna Muhammad Alfi Hidayat; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model struktural yang mengintegrasikan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pendidikan Agama Islam guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pembentukan karakter, dan pembelajaran bermakna peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa sekolah menengah atas yang mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Model yang diusulkan terdiri atas lima konstruk utama, yaitu Deep Learning, Kurikulum Berbasis Cinta, Kemampuan Berpikir Kritis, Pembentukan Karakter, dan Pembelajaran Bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deep Learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik, sedangkan Kurikulum Berbasis Cinta memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter. Selain itu, Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta secara langsung berpengaruh terhadap pembelajaran bermakna. Kemampuan berpikir kritis dan pembentukan karakter juga terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pembelajaran bermakna serta berperan sebagai variabel mediasi dalam model yang diusulkan. Evaluasi model struktural menunjukkan nilai R² dan Q² yang memuaskan, yang mengindikasikan kemampuan penjelasan dan prediksi model yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat mendorong pendekatan Pendidikan Agama Islam yang lebih holistik dengan memperkuat secara simultan dimensi kognitif, afektif, dan moral dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengajuan model konseptual baru dalam Pendidikan Agama Islam serta menawarkan implikasi praktis bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam merancang pengalaman belajar yang lebih humanis, reflektif, dan bermakna.
Penerapan Kerangka Mindful, Meaningful, dan Joyful dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kontemporer Mutmainah; Munawarah; Hilmi Mizani; Syaiful Bahri Djamarah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.2077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekonstruksi konseptual desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kontemporer melalui integrasi tiga pilar kurikulum Deep Learning, yaitu Mindful, Meaningful, dan Joyful. PAI di era modern kerap menghadapi tantangan berupa "obesitas kurikulum" yang menekankan keluasan materi tekstual daripada kedalaman pemahaman, sehingga memicu krisis kesadaran religius pada peserta didik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis kritis-konseptual, penelitian ini membedah reposisi komponen instruksional PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pilar Mindful berhasil membangkitkan kesadaran eksistensial keagamaan (muraqabah); pilar Meaningful menjembatani teks teologis dengan fenomena sosial kontemporer melalui pembelajaran berbasis fenomena; dan pilar Joyful menumbuhkan kepuasan intelektual (ladzah al-ma'rifah) melalui tantangan kognitif yang seimbang. Implementasi kerangka ini merekonstruksi peran guru PAI dari sekadar penyampai materi administratif menjadi perancang instruksional (instructional designer) menggunakan pendekatan Understanding by Design (UbD), serta menggeser model evaluasi dari yang bersifat kaku berbasis produk menuju asesmen otentik berbasis proses (evidence of thinking). Kesimpulannya, model pembelajaran ini menawarkan transformasi pedagogis keagamaan yang tidak hanya mencetak kecerdasan kognitif, melainkan juga memanusiakan ruang kelas dan menginternalisasikan nilai-nilai spiritual secara mendalam.