cover
Contact Name
Yos Nofendri
Contact Email
jurnal.metalik@uhamka.ac.id
Phone
+6221-87782739
Journal Mail Official
jurnal.metalik@uhamka.ac.id
Editorial Address
JL. Tanah Merdeka No 6, Kp. Rambutan, Pasar Rebo , Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
ISSN : -     EISSN : 28283899     DOI : https://doi.org/10.22236/metalik.v1i1
METALIK: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik is a journal published by the Department of Mechanical Engineering of Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka which contains scientific articles in the fields of Energy Conversion, Mechanical Design, Production Engineering, Materials Science and other fields related to Mechanical Engineering. All accepted manuscripts in METALIK: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik will be electronically published worldwide. The results of the research published in this journal are expected to enrich the knowledge in the field of Mechanical Engineering as well as become a forum for professionals from the business world, education, or researchers to disseminate the development of science and technology in the field of Mechanical Engineering through the publication of research results.
Articles 48 Documents
Perancangan Turbin Angin Sumbu Vertikal Lima Sudu Untuk Aplikasi Penerangan Jalan Raya Daya 200 Watt Meta, Alif; Mahjoedin, Yovial; Marthiana, Wenny
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 2 No. 2 (2023): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v2i2.12825

Abstract

Pada makalah ini dibuat model desain Turbin Angin Sumbu Vertikal (TASV) tipe Savonius. Model CADD dari TASV disiapkan. Pokok masalahnya adalah turbin angin sumbu vertikal dirancang untuk kondisi jalan raya ramai lancar dengan kecepatan angin berubah-ubah arah dan dengan konstruksi sederhana, turbin angin sumbu vertikal dirancang dengan jumlah sudu sebanyak 5 buah. Tujuannya adalah merancang turbin angin sumbu vertikal untuk operasi pada unstable speed (kecepatan tidak stabil), menghitung dan melakukan proses perancangan turbin angin sumbu vertikal dengan 5 buah sudu. Metode pengaplikasian TASV ini ditempatkan di median jalan raya. Kendaraan dari kedua sisi median mempercepat angin sehingga meningkatkan energi kinetiknya yang memaksa sudu turbin berputar searah jarum jam. Ini menggerakkan rotor yang terhubung ke generator DC, sehingga menghasilkan listrik. Listrik ini dapat digunakan untuk berbagai aplikasi seperti penerangan jalan raya. TASV ini juga berfungsi sebagai penghalang lampu jauh yang dipancarkan oleh kendaraan dari jalur berlawanan, sehingga mengurangi risiko kecelakaan. Data yang didapatkan untuk merancang TASV ini adalah TASV dibuat dengan menggunakan bahan yang mudah didapat seperti, dua pelat baja tahan karat dengan bantalan bola, pipa PVC setengah potong, dasar baja ringan dll. Daya rencana sebesar 200 Watt dengan kecepatan angin 8.4 m/s. Perancangan ini dilakukan dengan tujuan untuk bisa merencanakan dan menghitung dimensi sudu turbin, poros, puli, V-belt, dan bantalan yang bertujuan sebagain alat untuk pembangkit energi listrik.
Effect of Capillary Pipe Length on Performance Coefficient of Refrigerator by Testing on Two Kinds of Refrigerant Febriansyah, Fikri; Rifky, Rifky
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 2 No. 2 (2023): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v2i2.13061

Abstract

Abstrak Penggunaan pipa kapiler sebagai pengekspansi pada mesin pendingin skala kecil lebih menguntungkan. Kerja mesin pendingin dipengaruhi oleh bentuk dan dimensi pipa kapiler. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan CoP refrigerator yang menggunakan bahan refrigeran R-22 dan R410a dengan panjang pipa kapiler yang berbeda. Metode penelitian ini eksperimental dengan dilakukan pengambilan data melalui pengukuran. Penelitian ini menggunakan refrigeran R-22 dan R-410a untuk kebutuhan daya kompresor sebagai parameter penentu nilai CoP mesin pendingin. Variabel yang digunakan yaitu pipa kapiler yang terbuat dari tembaga dengan dimensi 3 m dan 4 m. refrigerator dioperasikan selama 70 menit, dimana setiap 10 menit dilakukan pengambilan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tertinggi koefisien prestasi (CoP) untuk panjang pipa kapiler 3 m dengan refrigeran R-22 sebesar 2,509 dan dengan refrigeran R-410a sebesar 4,326. Untuk panjang pipa kapiler 4 m dengan refrigeran R-22 sebesar 2,752 dan dengan refrigeran R-410a sebesar 4,326. Temperatur keluaran evaporator terendah yang didapat adalah 20,5 dengan ukuran panjang pipa kapiler 3 m untuk refrigeran R-22. Abstract The use of capillary tubes as expanders in small-scale refrigeration machines is more profitable. Cooling machine work is influenced by the shape and dimensions of the capillary tube. The purpose of this study was to obtain a CoP refrigerator using refrigerants R-22 and R410a with different lengths of capillary tubes. This research method is experimental by taking data through measurements. This study uses refrigerants R-22 and R-410a for compressor power requirements as a parameter determining the CoP value of the refrigeration machine. The variable used is a capillary tube made of copper with dimensions of 3 m and 4 m. refrigerator is operated for 70 minutes, where every 10 minutes data is collected. The results showed that the highest value of the coefficient of achievement (CoP) for a capillary tube length of 3 m = 2.509208491 (R-22) and 4.326262393 (R-410a). For a capillary tube length of 4 m = 2.752102768 (R-22) and 4.326262393 (R-410a). The lowest evaporator output temperature obtained is 20.5 with a capillary tube length of 3 m for refrigerant R-22.
Perancangan Alat Pembuat Pelet Pakan Ternak Portable Cahyono, Fajar Nur; Rifky, Rifky; Nofendri, Yos
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 2 No. 2 (2023): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v2i2.13105

Abstract

Abstrak Penelitian pembuatan alat pelet pakan ternak portable diperutukan sebagai alternatif pakan ternak kambing ketika musim kemarau tiba, dimana ketika musim kemarau tiba menyebabkan kelangkaan rumput pakan untuk kebutuhan pakan kambing ternak masyarakat. Teknologi yang digunakan untuk pembuatan alat ini menggunakan mesin penggerak motor bensin 4 langkah kerja dengan kecepatan maksimal 3800 rpm, kapasitas tangki bensin 3,1 liter, dan daya 5.5 HP. Mesin penggerak ini akan menghasilkan daya untuk memutar pulley dan daya tersebut akan diteruskan v-belt ke pulley extruder, extruder yang berfungsi sebagai alat penekan bahan baku untuk pelet yang kemudian dialirkan menuju die. Untuk kapasitas dari alat pencetak pelet pakan ternak ini dapat menghasilkan pelet dengan kapasitas tertentu yang dimana semakin tinggi putaran rpm dari mesin penghasil daya makan akan cepat juga perputaran screw di dalam extruder yang bilamana semakin cepat perpuatan keduanya akan semakin cepat juga bahan pelet yang akan dicetak menjadi pelet. Hasil penelitian mendapatkan bahwa alat pembuat pelet pakan ternak portable sudah dibuat dan hasil pengujian menunjukan bahwa dalam waktu 105 menit dapat menghasilkan pelet sebanyak 125,5 kg dengan produktivitas 1,2 kg/ menit. Abstract Research on making portable animal feed pellets which are intended as an alternative to animal goat feed when the dry season arrives, where when the dry season arrives it causes a scarcity of forage grass for the community's livestock goat feed needs. The technology used to manufacture this tool uses a 4 stroke gasoline engine with a maximum speed of 3800 rpm, a gas tank capacity of 3.1 liters, and a power of 5.5 HP. This driving machine will generate power to rotate the pulley and the power will be transmitted by the v-belt to the pulley extruder, the extruder which functions as a pressing device for raw materials for pellets which are then flowed to the die. For the capacity of this animal feed pellet printer, it can produce pellets with a certain capacity where the higher the rpm rotation of the feeding power-producing machine, the faster the rotation of the screw in the extruder, the faster the rotation of the two, the faster the pellet material to be printed will become. pellets. The results showed that a portable animal feed pellet maker had been made and the test results showed that within 105 minutes it could produce 125.5 kg of pellets with a productivity of 1.2 kg/minute.
Analisa Perbandingan Variasi Coolant Untuk Radiator Sepeda Motor 150 CC Imanda, Reza Luthfi; Fikri, Agus; Mujirudin, M; Avorizano, Arry
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 2 No. 2 (2023): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v2i2.13108

Abstract

Abstrak Secara umum cairan pendingin (coolant) ialah cairan yang digunakan untuk mendinginkan atau menstabilkan suhu mesin pada saat bekerja dan menjaga suhu kerja mesin secara baik dan optimal. Tujuan pada penelitian ini adalah temperatur dari cairan pendingin dan waktu pendinginan yang dihasilkan oleh cairan pendingin tersebut di sistem pendingin, untuk menurunkan temperatur dari efektivitas kinerja mesin di sepeda motor kapasitas 150cc. Pada saat pengujian temperatur yang dihasilkan oleh cairan pendingin menggunakan thermostat kemudia pada proses waktu pendinginan dilakukan dengan alat pencatat waktu dan tiga jenis cairan pendingin sebagai coolant radiator. Kemudian dibuat grafik untuk menunjukkan nilai terendah dan nilai tertinggi lalu dianalisis pada kondisi tersebut. Grafik temperatur tersebut menunjukan bawah cairan pendingin Coolant C memiliki temperatur lebih besar daripada cairan pendingin Coolant A dan Coolant B. Dan grafik waktu pendinginan memperlihatkan bahwa cairan pendingin Coolant B lebih cepat pada proses waktu pendinginan dibandingkan dengan cairan pendingin Coolant A dan Coolant C. Abstract In general, coolant is a coolant that is used to cool or stabilize the temperature of the engine when working and maintain the working temperature of the engine properly and optimally. The purpose of this study is the temperature of the coolant and the cooling time produced by the coolant in the cooling system, to reduce the temperature of the effectiveness of engine performance on 150cc capacity motorbikes. When testing the temperature generated by the coolant using a thermostat, then during the cooling time process is carried out with a timer and three types of coolant as a coolant radiator. Then a graph is made to show the lowest value and the highest value and then analyzed under these conditions. The temperature graph shows that Coolant C has a higher temperature than Coolant A and Coolant B. And the cooling time graph shows that Coolant B coolant is faster in the cooling time process compared to Coolant A and Coolant C.
Analisis Perpindahan Panas Terhadap Penurunan Suhu Air Panas Pada Gelas Dengan Material Yang Berbeda Ilman Nadif Filsafah; Wilarso, Wilarso; Asep Saepudin; Asep Dharmanto
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 1 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i1.14272

Abstract

Ketika mendiamkan air panas pada gelas kemudian mengalami perubahan suhu dari awalnya panas lalu beberapa jam atau sejam kemudian suhu tersebut akan dingin, perpindahan panas tersebut dikarenakan adanya perbedaan suhu yang terdapat pada material. Perpindahan panas berlangsung melalui dari tiga cara yaitu ada konduksi yang disebut hantaran, konveksi yang disebut aliran, dan radiasi yang disebut pancaran. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui laju penurunan suhu air panas pada gelas dengan material gelas yang berbeda diantaranya pada material kaca, plastik, keramik dan aluminium. Metode penelitian yang digunakan yaitu adalah menggunakan metode eksperimen yang menyiapkan gelas dengan material kaca, plastik, keramik dan aluminium. Kemudian mengisi gelas dengan air panas secara bersamaan dengan ukuran air sebanyak 180 ml. kemudian dicatat perubahan suhunya yang diukur dengan termometer digital setiap 5 menit sekali. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa setiap bahan memiliki penurunan suhu yang berbeda, dikarenakan adanya konduktivitas termal pada material gelas kaca, plastik, keramik, dan aluminium. perbedaan penurunan suhu pada masing-masing material berkisar 2-3℃. Ketika suhu pada gelas mendekati suhu ruangan laju penurunan suhunya melambat. Penurunan suhu gelas kaca lebih cepat dibandingkan pada gelas plastik yang lebih lambat. Dan pada gelas keramik, penurunan suhunya lebih lambat dibandingkan pada gelas, aluminium yang suhunya turun lebih cepat. Material dengan konduktivitas yang tinggi memiliki penurunan laju suhunya lebih lambat dari material dengan konduktivitas yang rendah namun penurunan suhunya lebih cepat
Analisis Penyebab Kerusakan CDI Pada Mesin Motor Beat 110CC Bayu Hamengku Rizkiansyah; Wilarso, Wilarso; Hilman Sholih; Aswin Domodite; Awang Surya
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 1 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i1.14274

Abstract

Besar atau kecilnya performa dalam suatu mesin salah satunya dapat dipengaruhi oleh sistem pengapiannya. CDI (Capacitor Discharge Ignition) adalah Sebuah komponen dalam sistem pengapian motor, yang bertugas menghasilkan percikan api pada busi dengan waktu yang tepat untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder mesin. Dalam system kerjanya CDI memiliki 2 type CDI DC dan CDI AC. CDI yang rusak dapat mempengaruhi kinerja motor dan keamanan pengendara. Seperti yang dialami pada customer kendaraan motor Beat 110CC dengan CDI DC pada bengkel AGC, dengan keluhan kendaraan motornya susah menyala dan sering mogok saat dikendarai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dari kerusakan CDI pada mesin motor Beat 110CC. Pada penelitian tersebut menggunakan metode eksperimental yang melibatkan pengujian langsung terhadap CDI yang rusak tersebut. Hasil dari metode eksperimental bahwa penyebab CDI rusak pada motor Beat 110CC disebabkan Over Voltage di Kiprok pada arus pengisian ke baterai. Baterai yang menerima tegangan berlebih secara otomatis mengirimkan tegangan yang berlebih pada CDI. Normal nya output dari kiprok 12V-14V ketika sudah melebihi angka tersebut maka dapat menyebabkan tegangan aki tidak stabil dan menyebabkan CDI rusak. Berdasarkan analisis penelitian dan pembahasan, dapat menyimpulkan hasil penelitian. Bahwa untuk mengatasi rusaknya CDI pada kasus tersebut dengan mengganti kiprok agar arus yang di input oleh baterai tetap stabil. Ketika kendraan sudah mengalami masalah segera bawa ke bengkel agar dapat terhindar dari kerusakan yang serius dan memastikan kinerja motor tetap dalam kondisi optimal
Kajian Kekuatan Tarik dan Lentur Komposit Serat Kulit Kayu Balik Angin (Mallotus Paniculatus) Prayoga, Dodo Solyus; Mahjoedin, Yovial; Marthiana, Wenny; Iqbal
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 1 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i1.15553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kekuatan tarik dan lentur pada komposit serat kayu balik angin (mallotus paniculatus) yang diperkuat dengan campuran polyester. Penelitian ini menggunakan variasi komposisi mengikut fraksi berat (%wt), yaitu 0% :100%, 10% : 90%, 20% : 80%, dan 30% : 70%. Bahan pengisi yang digunakan adalah serat kulit kayu balik angin. Pengujian uji tarik dilakukan dengan standar ASTM D-3039 dan uji lentur dengan standar ASTM D-790. Hasil perhitungan diperoleh adanya peningkatan kekuatan tarik seiring bertambahnya serat. Kekuatan tarik tertinggi didapati pada komposit dengan komposisi 30% : 70% yaitu 182,222 MPa. Begitu juga pada pengujian lentur diperoleh kekuatan tertinggi pada variasi 30% : 70% sebesar 71,78 MPa.
Analisa Sifat Mekanis Komposit Serat Pelepah Pisang Kepok dan Talk dengan Matriks Polyester untuk Aplikasi Helm SNI Helmiansyah, Dio; Fikri, Agus; Mujirudin, Mohammad; Avorizano, Arry
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 1 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i1.15591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanis dari komposit serat pelepah pisang kepok dan filler talk dengan matriks polyester untuk aplikasi helm SNI. Variasi yang di lakukan adalah 0% serat, 100% resin, katalis; 5% serat, 95% resin, katalis, talk; 7% serat, 93% resin, katalis, talk; dan 10% serat, 90% resin, katalis, talk. Pengujian mekanis yang dilakukan adalah pengujian tarik dan impak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi volume serat dan pencampuran talk memberikan pengaruh terhadap kekuatan tarik komposit. Spesimen dengan variasi 5% serat, 95% resin, talk mencapai nilai kekuatan tarik maksimal sebesar 44,277 MPa dan modulus elastisitas senilai 3361,6 MPa. Selain itu, variasi 10% serat, 90% resin, katalis, talk menunjukkan peningkatan energi serap dan harga impak pada pengujian impak, dengan nilai maksimal energi serap sebesar 4 Joule dan harga impak 0,028 J/ . Data ini mendukung potensi aplikasi komposit sebagai bahan pembuatan helm sesuai standar SNI. This research aims to determine the mechanical properties of a composite of kepok banana stem fiber and talc filler with a polyester matrix for SNI helmet applications. The variations used are 0% fiber, 100% resin, catalyst; 5% fiber, 95% resin, catalyst, talc, 7% fiber, 93% resin, catalyst, talc; and 10% fiber, 90% resin, catalyst, talk. The mechanical tests carried out are tensile and impact tests. The test results showed that increasing the fiber volume fraction and talc mixing had an influence on the tensile strength of the composite. Specimens with variations of 5% fiber, 95% resin, talc achieved a maximum tensile strength value of 44.277 MPa and an elastic modulus of 3361.6 MPa. In addition, the variation of 10% fiber, 90% resin, catalyst, talc shows an increase in absorption energy and impact value in impact testing, with a maximum value of absorption energy of 4 Joules and an impact value of 0.028 J/mm2. This data supports the potential application of composites as materials for making helmets according to SNI standards.
Pendayagunaan Energi Matahari sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif Menggunakan Generator Termoelektrik Rifky; Nofendri, Yos
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 1 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i1.15592

Abstract

Abstrak Energi surya adalah energi terbarukan yang potensinya besar untuk dimanfaatkan. Bentuk energi surya yang telah lama dimanfaatkan manusia adalah energi termalnya. Mulai dari pengeraing hasil bumi, perikanan, sampai pemanas air. Sementara termoelektrik adalah material yang berberntuk modul yang dapat mengubah perbedaan temperatur menjadi energi listrik. Kedua hal inilah yang dipadukan dalam penelitian ini. Penelitian memanfaatkan energi surya sebagai sumber energi listrik menggunakan generator termoelektrik. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan daya luaran semaksimal mungkin dari sistem generator termoelektrik yang susunan modulnya dirangkai dengan sambungan seri dan paralel. Dari daya luaran yang dihasilkan akan didapatkan kelayakan generator termoelektrik untuk dijadikan sumber energi pada model bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, yang didahului dengan perancangan dan pembuatan alat penelitian. Model bangunan dirancang sederhana yang berupa kerangka dengan atapnya adalah sistem generator termoelektrik. Variabel dalam penelitian ini adalah susunan rangkaian sambungan modul termoelektrik secara seri dan secara paralel. Data masukan generator termoelektrik adalah intensitas radiasi, kelembaban udara, temperatur (lingkungan, penyerap panas, sisi panas termoelektrik, sisi dingin termoelektrik, sistem pendingin, air pendingin), dan aliran alir; sedangakan data luarannya adalah tegangan listrik dan arus listrik. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sistem generator pada atap model bangunan dengan susunan modul termoelektrik dengan rangkaian sambungan seri menghasilkan daya sebesar 1,029 watt. Sementara sistem generator termoelektrik untuk sambungan modul termoelektrik dengan rangkaian sambungan paralel menghasilkan daya sebesar 0,028 watt. Abstract Background: Solar energy is a renewable energy that has great potential to be utilized. The form of solar energy that humans have long used is thermal energy. Starting from drying agricultural products, fisheries, to water heaters. Meanwhile, thermoelectrics are materials in the form of modules that can convert temperature differences into electrical energy. These two things are combined in this research. Research utilizes solar energy as a source of electrical energy using a thermoelectric generator. The aim of this research is to obtain the maximum possible output power from a thermoelectric generator system whose modules are assembled using series and parallel connections. From the resulting output power, the suitability of the thermoelectric generator will be obtained to be used as an energy source in building models. The research method used is experimental, which is preceded by designing and manufacturing research tools. The building model is designed simply in the form of a frame with a thermoelectric generator system on the roof. The variables in this research are the arrangement of thermoelectric module connection circuits in series and in parallel. The input data of the thermoelectric generator are radiation intensity, air humidity, temperature (environment, heat absorber, thermoelectric hot side, thermoelectric cold side, cooling system, cooling water), and flow rate; while the output data is electric voltage and electric current. The research results showed that the generator system on the roof of the building model with a thermoelectric module arrangement with a series connection produced 1,029 watts of power. Meanwhile, the thermoelectric generator system for connecting thermoelectric modules with a parallel connection circuit produces 0.028 watts of power
Pengaruh Penggunaan Pengaduk Pada Alat Pengering Gabah Terhadap Waktu Pengeringan Dan Kualitas Gabah Ardiansyah, Dicky Syahril; Yos Nofendri
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 1 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i1.15616

Abstract

Abstrak Beras merupakan sumber makanan utama bagi penduduk Indonesia. Namun ironisnya, Indonesia masih mengandalkan beras impor dari negara lain. Hal ini terjadi karena terhambatnya produksi beras di Indonesia yang disebabkan proses pengeringan gabah masih menggunakan cara tradisional dengan memanfaatkan cahaya matahari. Pengeringan tradisional membutuhkan waktu minimal 3 hari untuk mencapai kadar air yang dibutuhkan gabah untuk penggilingan yang tepat. Mesin pengering gabah dapat menjadi solusi meningkatkan produktivitas pertanian dan kualitas gabah. Mesin ini dapat mengeringkan gabah dalam waktu yang lebih singkat, sehingga petani dapat menghemat waktu dan biaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan pengaduk pada pengering gabah terhadap waktu dan juga kualitas gabah. Mekanisme mesin pengering yaitu udara dipanaskan oleh pemanas kemudian ditiupkan menggunakan blower ke gabah, selanjutnya gabah akan diaduk dengan komponen pengaduk yang terdapat didalam mesin, sehingga gabah yang diletakkan di dalamnya akan menjadi kering. Penelitian ini hanya terfokus pada sistem kontrol pengaduk, objek yang dikontrol adalah motor AC 1 fasa ¼ HP yang terhubung dengan pengaduk. Variabel yang digunakan adalah variasi kecepatan putaran pengaduk kecepatan 15 rpm, 30 rpm, dan 45 rpm dan tanpa pengaduk membutuhkan waktu 225 menit, dengan kecepatan putaran pengaduk 15 rpm membutuhkan waktu 75 menit, lalu kecepatan putaran pengaduk 30 rpm membutuhkan waktu 60 menit dan terakhir dengan kecepatan 45 rpm membutuhkan waktu 45 menit. pengering, gabah, pengaduk, kecepatan, kelembaban. Abstract Rice is the main food source for the Indonesian population. However, ironically, Indonesia still relies on imported rice from other countries. This occurs because rice production in Indonesia is hampered because the grain drying process still uses traditional methods using sunlight. Traditional drying takes a minimum of 3 days to reach the moisture content the grain requires for proper milling. Grain drying machines can be a solution to increase agricultural productivity and grain quality. This machine can dry grain in a shorter time, so farmers can save time and costs. This research uses an experimental method with the aim of determining the effect of the stirrer speed in the grain dryer on time and also the quality of the grain. The mechanism of the drying machine is that the air is heated by a heater then blown using a blower onto the grain, then the grain will be stirred with a stirrer component contained in the machine, so that the grain placed in it will become dry. This research only focuses on the stirrer control system, the object being controlled is a 1 phase ¼ HP AC motor connected to the stirrer. The variables used are varying stirrer rotation speeds of 15 rpm, 30 rpm and 45 rpm and without a stirrer it takes 225 minutes, with a stirrer rotation speed of 15 rpm it takes 75 minutes, then a stirrer rotation speed of 30 rpm takes 60 minutes and finally with speed of 45 rpm takes 45 minutes. dryer, grain, mixer, speed, humidity.