cover
Contact Name
Yos Nofendri
Contact Email
jurnal.metalik@uhamka.ac.id
Phone
+6221-87782739
Journal Mail Official
jurnal.metalik@uhamka.ac.id
Editorial Address
JL. Tanah Merdeka No 6, Kp. Rambutan, Pasar Rebo , Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
ISSN : -     EISSN : 28283899     DOI : https://doi.org/10.22236/metalik.v1i1
METALIK: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik is a journal published by the Department of Mechanical Engineering of Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka which contains scientific articles in the fields of Energy Conversion, Mechanical Design, Production Engineering, Materials Science and other fields related to Mechanical Engineering. All accepted manuscripts in METALIK: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik will be electronically published worldwide. The results of the research published in this journal are expected to enrich the knowledge in the field of Mechanical Engineering as well as become a forum for professionals from the business world, education, or researchers to disseminate the development of science and technology in the field of Mechanical Engineering through the publication of research results.
Articles 48 Documents
Analisis Patahnya Batang Piston Pada Mesin Wheel Loader SDLG 933L Barlan Tahiti Saufa; Wilarso, Wilarso; Hilman Sholih; Aswin Domodite; Awang Surya
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 2 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i2.16420

Abstract

Batang piston merupakan komponen mesin sebagai penghubung piston ke poros engkol untuk menerima tenaga dari piston yang diproses dari pembakaran dan meneruskannya ke poros engkol. Pada saat ingin mengoperasikan unit wheel loader SDLG 933l mesin tidak bisa start atau mati total, maka dari itu penelitian ini melakukan overhaul atau pembongkaran mesin unit wheel loader SDLG 933l, pada saat pembongkaran mesin ditemukan komponen batang piston yang patah sehingga mesin tidak bisa hidup, maka dari itu harus melakukan penggantian batang piston yang patah agar mesin bisa hidup kembali dengan normal. Tujuan dari penelitian ini ingin menganalisa penyebab terjadinya batang piston yang patah, agar tidak terjadi lagi patahnya pada komponen batang piston. Penelitian ini menggunakan metode fishbone analysis. Dari hasil penelitian patahnya batang piston yang terjadi disebabkan oleh kekurangan volume oli mesin, penyumbatan pada saluran pompa oli mesin, dan masuknya air radiator coolant ke ruang pembakaran. Maka dari itu solusi dalam penelitian ini adalah melakukan perawatan mesin yang maksimal
Menentukan Varian Arus Pengelasan Plat (A36) Las SMAW Dengan Elektroda E7018 Firman Gunawan; Wilarso, Wilarso; Hilman Sholih; Aswin Domodite; Awang Surya; Asep Dharmanto; Asep Saepudin
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 2 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i2.16422

Abstract

Kekuatan hasil sambungan las dapat dipengaruhi oleh masukan panas, masukan panas yang baik akan mengakibatkan logam las berdifusi dengan baik atau tidak, sehingga akan berpengaruh terhadap kekuatan sambungan las. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan arus 100A, 120A, 140A Pengelasan Terhadap Kekuatan Uji Lengkung (Bending Test), Uji Kekerasan, dan Uji Makroskopik Las SMAW Dengan Elektroda E7018. Penelitian ini menggunakan bahan baja jenis A36 ketebalan 10 mm Bahan diberikan perlakuan pengelasan dengan variasi arus 100 Ampere, 120 Ampere, 140 Ampere dengan menggunakan las SMAW arus AC (Alternating Current) dengan elektroda E 7018 diameter 3,2 mm. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 70°. Spesimen dilakukan pengujian Lengkung (Bending Test), Uji Kekerasan, dan Uji Makroskopik. Pada hasil pengujian bending dengan metode face bending, Maka hasil uji bending yang dinyatakan memenuhi kriteria atau lulus kriteria adalah pada benda uji 100A, Sedangkan pada benda uji 120A dan 140A mengalami retak pada bagian weld metal, maka dinyatakan not good. Pada pengujian kekerasan vickers nilai kekerasan tertinggi pada daerah las terdapat pada arus 140A sebesar 202 Kg/mm2, dan nilai kekerasan tertinggi pada daerah HAZ terdapat pada arus 140A sebesar 142 Kg/mm2, sedangkan nilai kekerasan pada material semua sama yakni 175 Kg/mm2. Pada hasil pengujian macro maka dapat dilihat daerah weld metal, base metal, dan daerah HAZ. Pengujian macro pada arus 100A penetrasi antara weld metal dengan base metal terjadi cukup baik, sedangkan pada 120A dan 140A penetrasi yang terjadi kurang baik antara weld metal dengan base metal
Kajian Pengaruh Pack Carburizing Dengan Sumber Karbon Arang Bambu Terhadap Kekerasan dan Ketangguhan Impak Baja AISI 1040 chiesa, alesandro; Mahjoedin, Yovial; Marthiana, Wenny; Ghifari
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 2 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i2.16460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan unsur karbon memakai arang bambu sebagai bahan karbon terhadap kekerasan dan nilai impak material baja AISI 1040 melalui pack carburizing. Pada penelitian terdapat 4 kelompok spesimen uji, yaitu raw material, material dengan perlakuan pack carburizing pada temperatur 800°C, 900°C, 1000°C. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan meningkatnya kekerasan bahan seiring peningkatan temperatur carburizing dengan kenaikan sebesar 67,32% dari raw material. Kekerasan tertiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan unsur karbon memakai arang bambu sebagai bahan karbon terhadap kekerasan dan nilai impak material baja AISI 1040 melalui pack carburizing. Pada penelitian terdapat 4 kelompok spesimen uji, yaitu raw material, material dengan perlakuan pack carburizing pada temperatur 800°C, 900°C, 1000°C. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan meningkatnya kekerasan bahan seiring peningkatan temperatur carburizing dengan kenaikan sebesar 67,32% dari raw material. Kekerasan tertinggi 50,53 HRA dijumpai pada spesimen carburizing dengan suhu 1000 ºC, dan nilai kekerasan terendah pada bahan tanpa treatment (raw material) dengan nilai 30,2 HRA. Hal ini menandakan meningkatnya unsur karbon pada bagian permukaan spesimen. Hal yang sama ditunjukkan pada pengujian impak yaitu meningkatnya energi impak seiring meningkatnya suhu treatment. Raw material memiliki energi impak 93,13 Joule, sementara energi impak, berturut-turut, pada suhu 800°C sebesar 260,44 J, 900°C sebesar 279,99 J, dan 1000°C sebesar 165,91 J. Hal ini menunjukkan bahwa ketangguhan spesimen menurun pada suhu carburizing tinggi seiring dengan meningkatnya kekerasan bahannggi 50,53 HRA dijumpai pada spesimen carburizing dengan suhu 1000 ºC, dan nilai kekerasan terendah pada bahan tanpa treatment (raw material) dengan nilai 30,2 HRA. Hal ini menandakan meningkatnya unsur karbon pada bagian permukaan spesimen. Hal yang sama ditunjukkan pada pengujian impak yaitu meningkatnya energi impak seiring meningkatnya suhu treatment. Raw material memiliki energi impak 93,13 Joule, sementara energi impak, berturut-turut, pada suhu 800°C sebesar 260,44 J, 900°C sebesar 279,99 J, dan 1000°C sebesar 165,91 J. Hal ini menunjukkan bahwa ketangguhan spesimen menurun pada suhu carburizing tinggi seiring dengan meningkatnya kekerasan bahan
Pengaruh Temperatur Terhadap Shrinkage Hasil Cetakan Model Cup pada Proses Injection Molding Andriansyah, Septian; Daryus, Asyari; Ardi Wiradinata, Trisna; Susanto, Herry; Sugiyanto, Didik
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 2 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i2.16574

Abstract

Injeksi plastik merupakan proses pembentukan produk dari material plastik dengan variasi bentuk dan ukuran. Hasil injeksi plastik harus memenuhi tuntutan antara lain, bentuk ukuran dan tampilan yang baik atau tidak boleh ada cacat pada permukaan misalnya shinkmark, air trap danpermukaan yang tidak halus. Material plastik yang digunakan antara lain polypropylene, polysterene, plastik campuran. Proses pembentukan produk plastik membutuhkan variasi parameter suhu pemanas, pendinginan, waktu tahan dan kecepatan injeksi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen berupa variasi suhu 270°C, 300°C dan 330°C yang diberikan pada tiga kali percobaan disetiap suhunya. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil nilai shrinkage panjang dan shrinkage diameter pada mesin injeksi molding. Nilai dari hasil pengujian variasi suhu bersifat fluktuaktif dengan nilai shrinkage ketebalan terbesar 1,3 mm, nilai shrinkage tinggi 3,7 mm. Setelah dilakukan pengujian semakin besar suhu maka semakin besar nilai shrinkage
Analisis Variasi Waktu Tekan Terhadap Sambungan Pengelasan Rotary Friction Welding Menggunakan SEM EDX Al Farizi, Salman; Agus Fikri; Mujirudin, Mohammad; Avorizano, Arry
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 2 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i2.16765

Abstract

Rotary friction welding adalah teknik pengelasan yang memanfaatkan panas yang dihasilkan dari gesekan. Prosesnya melibatkan dua logam yang dipertemukan pada ujung-ujungnya, kemudian kedua permukaan ditekan menggunakan gaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu tekan terhadap pembentukan senyawa intermetalik antara aluminium dan tembaga. Waktu tekan pada penyambungan aluminium dan tembaga ditetapkan sebesar 60, 120, dan 180 detik. Selanjutnya untuk mengidentifikasi distribusi dan konsentrasi senyawa intermetalik yang terbentuk pada masing-masing waktu tekan tersebut digunakan SEM-EDX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi dan komposisi zona sambungan sangat dipengaruhi oleh waktu tekan. Tembaga berdifusi ke dalam aluminium pada waktu tekan yang lebih singkat yaitu 60 detik, menciptakan lapisan intermetalik tipis dan rata. Sebaliknya dengan waktu tekan yang lebih lama 120 dan 180 detik, maka konsentrasi tembaga di zona sambungan cenderung turun karena mekanisme self cleaning dan redistribusi material, yang menghasilkan lapisan intermetalik yang lebih tebal tetapi dengan distribusi yang tidak merata. Rotary friction welding is a welding technique that utilizes heat generated from friction. The process involves two metals that are brought together at their ends, then both surfaces are pressed using force. The aim of this research is to determine the effect of pressing time on the formation of intermetallic compounds between aluminum and copper. The pressing time for joining aluminum and copper was set at 60, 120, and 180 seconds. Furthermore, SEM-EDX was used to identify the distribution and concentration of intermetallic compounds formed at each pressing time. The results showed that the morphology and composition of the joint zone were greatly influenced by the pressing time. Copper diffused into aluminum at a shorter pressing time of 60 seconds, creating a thin and even intermetallic layer. In contrast, with a longer pressing time of 120 and 180 seconds, the copper concentration in the joint zone tended to decrease due to the self-cleaning mechanism and material redistribution, which resulted in a thicker intermetallic layer but with an uneven distribution
Pengaruh Pendinginan terhadap Daya Keluaran dan Efisiensi Sistem Panel Surya Efendi, M Shofriyan; Rifky, Rifky; Nofendri, Yos; rohman, Nur
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 3 No. 2 (2024): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v3i2.16777

Abstract

Salah satu aplikasi energi terbarukan yang memanfaatkan energi matahari adalah panel surya atau sistem fotovoltaik. Kinerja sistem fotovoltaik dipengaruhi oleh besarnya intensitas cahaya matahari dan temperatur permukaan panel surya itu sendiri. Penelitian ini mencoba mengatasi masalah temperatur tersebut dengan membuat sistem pendingin yang dirangkai pada bagian bawah panel surya. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mendapatkan daya keluaran dan efisiensi sistem fotovoltaik yang maksimal dengan memasang sistem pendingin. Sistem fotovoltaik diekspos ke arah utara sepanjang hari. Sistem fotovoltaik tanpa menggunakan sistem pendingin dan yang menggunakan sistem pendingin dioperasikan dengan waktu pengukuran parameter yang sama. Parameter yang diukur adalah intensitas cahaya, kecepatan angin, debit air, temperatur lingkungan, temperatur panel surya, temperatur pendingin, tegangan listrik dan arus listrik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa daya keluaran (P_out) tanpa sistem pendingin sebesar 44,439 watt dan daya keluaran (P_out) dengan sistem pendingin sebesar 49,181 watt. Efisiensi sel surya tanpa sistem pendingin sebesar 13,541% dan sel surya dengan sistem pendingin sebesar 14,162%. . Hal ini menunjukkan bahwa sistem pendingin dapat meningkatkan kinerja sel surya. One of the applications of renewable energy that utilizes solar energy is solar panels or photovoltaic systems. The performance of the photovoltaic system is influenced by the amount of sunlight intensity and the surface temperature of the solar panel itself. This research tries to solve the temperature problem by making a cooling system that is strung at the bottom of the solar panel. The research objectives to be achieved are to obtain the maximum output power and efficiency of the photovoltaic system by installing a cooling system. The photovoltaic system is exposed north throughout the day. Photovoltaic systems without the use of cooling systems and those using a cooling system are operated with the same parameter measurement time. The parameters measured are light intensity, wind speed, water discharge, environmental temperature, solar panel temperature, cooling temperature, electric voltage and electric current. The results of the research show that the output power (P_out) without a cooling system of 44.439 watts and an output power (P_out) with a cooling system of 49.181 watts. The efficiency of solar cells without a cooling system was 13,541% and a solar cell with a cooling system was 14,162%. . This shows that the cooling system can improve the performance of solar cells.
Kajian Korosi Pada Retak Tegang Material AISI 304 Dengan Variasi Pembebanan Menggunakan Media Air Laut Adriyanto, Betrand; Mahjoedin, Yovial; Duskiardi; Marthiana, Wenny
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 4 No. 1 (2025): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v4i1.19775

Abstract

Penelitian ini melakukan analisis terhadap laju korosi yang disebabkan oleh retak tegang pada pipa baja AISI 304 yang direndam dalam akuarium berisi air laut alami dan mengamati masalah retakan yang muncul pada sampel pipa baja AISI 304 setelah diuji korosi. Metode pengujian menggunakan C-ring, dengan variasi pembebanan 0 kN, 3 kN, dan 5 kN. Material dicelup dalam media air laut selama 5 hari, 10 hari, dan 15 hari. Pengujian dilakukan dengan mengambil kehilangan berat sampel, perhitungan laju korosi dan pengamatan retak yang terjadi dengan mikroskop optik. Kehilangan berat dan laju korosi dipengaruhi oleh besarnya beban dan lamanya waktunya pencelupan. Pengujian menunjukkan kehilangan berat dan laju korosi terbesar terjadi pada spesimen dengan beban 5 kN dan waktu pencelupan 15 hari dengan nilai kehilangan beratnya 20 gram dan laju korosinya 0,14740 mm/y dan yang terkecil terjadi pada beban 0 kN dengan kehilangan berat 17 gram dengan laju korosi 0,04625 mm/y.
Pengaruh Lubang Kerucut Pada Aluminium Terhadap Sifat Mekanik Pada Pengelasan Gesek Aluminium dan Tembaga Amin, Syahrul; Fikri, Agus; Mujirudin, Mohammad; Avorizano, Arry
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 4 No. 1 (2025): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v4i1.20038

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi sudut lubang cone pada aluminium (30°, 45°, dan 60°) terhadap kekuatan tarik dan kekerasan hasil pengelasan rotary friction welding antara aluminium 6061 dan tembaga murni. Pengelasan gesek dipilih sebagai metode yang efektif dalam menyambungkan material dengan sifat termal berbeda. Proses pengujian meliputi uji tarik untuk menentukan kekuatan tarik dan uji kekerasan Vickers pada beberapa posisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut cone yang lebih kecil (30°) menghasilkan kekuatan tarik lebih tinggi (2.0 kgf/mm²), sementara kekerasan tertinggi (93,8 HV) diperoleh pada sudut cone 45° di zona sambungan (welding zone). Abstract This study aims to determine the effect of variations in the cone hole angle on aluminum (30°, 45°, and 60°) on the tensile strength and hardness of rotary friction welding between aluminum 6061 and pure copper. Friction welding was selected as an effective method for joining materials with different thermal properties. The testing process includes a tensile test to determine the ultimate tensile strength and a Vickers hardness test at several positions. The results show that a smaller cone angle (30°) produces higher tensile strength (2.0 kgf/mm²), while the highest hardness (93.8 HV) was obtained at a 45° cone angle in the welding zone.
Kajian Eksperimental Kinerja Photovoltaic dengan Penambahan Thermoelectric Generator Rifky; Saputra, Ferdyan Arif Mawanda
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 4 No. 1 (2025): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v4i1.20041

Abstract

Abstrak Salah satu faktor yang mempengaruhi efisiensi sistem photovoltaic adalah temperatur permukaan sel. Pada penelitian ini digunakan thermoelectric untuk mengambil panas dari permukaan sel yang diharapkan dapat menurunkan temperatur sel sehingga dapat meningkatkan efisiensinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan peningkatan efisiensi dari hasil penuruan temperatur permukaan sel. Metodologi penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dengan cara perbandingan efisiensi pada sistem photovoltaic tanpa thermoelectric generator dan sistem photovoltaic dengan thermoelectric generator. Sistem photovoltaic yang digunakan adalah photovoltaic polycristalin (Si) dengan daya sebesar 50 Wp sedangkan untuk sistem thermoelectric menggunakan thermoelectric generator tipe TEG SP1848-27145 SA. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran yang dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB. Hasil penelitian mendapatkan bahwa efisiensi maksimum yang dihasilkan sistem photovoltaic tanpa thermoelectric generator sebesar 5,64 % sedangkan hasil efisiensi maksimum pada photovoltaic dengan thermoelectric generator sebesar 5,39 %. Abstract One of the factors that affect the efficiency of the photovoltaic system is the cell surface temperature. In this research, thermoelectric is used to take heat from the cell surface which is expected to lower the cell temperature so as to increase its efficiency. The purpose of this study was to obtain an increase in efficiency from the decrease in cell surface temperature. The research methodology used is experimental, by comparing the efficiency of the photovoltaic system without a thermoelectric generator and the photovoltaic system with a thermoelectric generator. The photovoltaic system used is a photovoltaic polycristalin (Si) with a power of 50 Wp, while the thermoelectric system uses a thermoelectric generator type TEG SP1848-27145 SA. Data collection was carried out by measuring starting from 08.00 WIB to 15.00 WIB. The results showed that the maximum efficiency of the photovoltaic system without a thermoelectric generator was 5.64%, while the maximum efficiency of the photovoltaic system with a thermoelectric generator was 5.39%.
Perancangan Pendorong Singkong pada Mesin Perajang Singkong Menggunakan Pneumatic Wibowo, Faldi; Gunawan, Pancatatva Hesti
METALIK : Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik Vol. 4 No. 1 (2025): Metalik: Jurnal Manufaktur, Energi, Material Teknik
Publisher : Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Fakultas Teknik – Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/metalik.v4i1.20043

Abstract

Abstrak abstrak: Perancangan sistem pendorong singkong pada mesin perajang berbasis pneumatik bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, presisi, dan kecepatan dalam proses pemotongan singkong. Mesin perajang singkong digunakan dalam industri makanan dan pertanian untuk menghasilkan irisan yang seragam, yang berpengaruh terhadap kualitas produk akhir. Dalam penelitian ini, dirancang mekanisme pendorong menggunakan sistem pneumatik yang bekerja dengan tekanan udara untuk menggerakkan silinder dan mengontrol pergerakan singkong menuju pisau pemotong. Metode yang digunakan dalam perancangan ini meliputi analisis kebutuhan, studi literatur, serta pembuatan model desain dengan pendekatan diagram morfologi. Komponen utama yang digunakan mencakup silinder pneumatik, katup solenoid, regulator tekanan, dan sistem kontrol otomatis. Dengan sistem ini, gerakan pendorong dapat diatur sesuai kebutuhan, sehingga menghasilkan irisan singkong yang lebih seragam dan meminimalkan kesalahan pemotongan. Keunggulan teknologi pneumatik dalam hal respons cepat, daya tahan tinggi, serta kemudahan pengoperasian dan perawatan menjadikannya solusi yang tepat untuk sistem pendorong ini. Hasil perancangan menunjukkan bahwa sistem pendorong berbasis pneumatik mampu meningkatkan produktivitas serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual. Selain itu, teknologi ini dapat diterapkan untuk berbagai jenis bahan baku dengan penyesuaian tekanan dan kecepatan dorongan. Dengan demikian, penerapan sistem ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam otomatisasi proses produksi di industri pangan. Abstract abstract: The design of a cassava pushing system on a pneumatic-based chopping machine aims to increase efficiency, precision and speed in the cassava cutting process. Cassava chopping machines are used in the food and agricultural industries to produce uniform slices, which affects the quality of the final product. In this research, a driving mechanism was designed using a pneumatic system that works with air pressure to move the cylinder and control the movement of cassava towards the cutting knife. The methods used in this design include needs analysis, literature study, and creating a design model using a morphological diagram approach. The main components used include pneumatic cylinders, solenoid valves, pressure regulators, and automatic control systems. With this system, the pusher movement can be adjusted as needed, resulting in more uniform cassava slices and minimizing cutting errors. The advantages of pneumatic technology in terms of fast response, high durability and ease of operation and maintenance make it the perfect solution for this propulsion system. The design results show that the pneumatic-based propulsion system is able to increase productivity and reduce dependence on manual labor. In addition, this technology can be applied to various types of raw materials by adjusting the pressure and pushing speed. Thus, the implementation of this system is expected to make a positive contribution to the automation of production processes in the food industry.