cover
Contact Name
Joko Priyanto Wibowo
Contact Email
jp.wibowo@umbjm.ac.id
Phone
+6281258971240
Journal Mail Official
journal@umbjm.ac.id
Editorial Address
KOTA BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Borneo Community Development
ISSN : -     EISSN : 28096185     DOI : -
Borneo Community Development (BCD) is a journal that publishes scientific articles in the field of community service. This journal accepts articles from community development activities from various fields.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 2 (2026)" : 14 Documents clear
Implementasi QRIS pada UMKM Galuh Darat sebagai Upaya Digitalisasi Sistem Pembayaran di Desa Binjai Muhammad Fikri; Fithria Ulfah; Melda; Anisa Tri Rahmawati; Enggelia Jelita; Nashwa Nuur Fazra; Siti Norhalisa Sholeha; Retno Juwita Mayliyanto; Muhammad Rezza Pahlevi; Siti Almeida Maryam
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1645

Abstract

Digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu bentuk adaptasi UMKM terhadap perkembangan transaksi nontunai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada UMKM Galuh Darat, produsen akar pinang khas Desa Binjai, serta memberikan edukasi dasar mengenai penggunaan pembayaran digital. Kegiatan dilaksanakan pada 2-16 Februari 2026 melalui tahap persiapan, edukasi, pendampingan pendaftaran dan aktivasi QRIS, simulasi transaksi, serta monitoring awal. Hasil kegiatan berupa tersedianya QRIS pada UMKM Galuh Darat dan terlaksananya pendampingan penggunaan sistem. Selama proses pendampingan, mitra mampu mengikuti tahapan aktivasi dan simulasi transaksi dengan arahan tim. Karena tidak tersedia data frekuensi transaksi, perubahan omzet, atau pengukuran literasi sebelum-sesudah, hasil tidak ditafsirkan sebagai peningkatan literasi digital atau efisiensi transaksi secara kuantitatif. Program menunjukkan bahwa pendampingan teknis dapat menjadi langkah awal penerapan pembayaran digital pada UMKM desa.
The Digitalisasi Titik Fasilitas Publik dan UMKM melalui Google Maps di Desa Baruh Bahinu Muhammad Anshari; Adhik Nazwa Awlia; Dimas Satya Nugraha; Khairunnisa Khairunnisa; Marsita Ananda Jaya Pratama; Meilani Novianti; Melysa Agustina; Muhammad Agus Syamsuddin; Muhammad Majid; Nella Khalisyah Awaliyah; Putri Dara Permata; Sherly Setio Wulandari
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1649

Abstract

Digitalisasi informasi geografis dapat digunakan untuk memperkuat dokumentasi lokasi fasilitas publik dan usaha lokal. Berdasarkan observasi awal di Desa Baruh Bahinu, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, ditemukan fasilitas umum dan UMKM yang belum memiliki penanda digital serta ketidaksesuaian posisi pada sebagian titik yang telah tersedia di Google Maps. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi lokasi yang memerlukan penambahan atau koreksi, menentukan posisi berdasarkan kondisi lapangan, dan mengajukan pembaruan informasi melalui Google Maps. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif implementatif melalui observasi lapangan, identifikasi nama dan jenis lokasi, penentuan posisi geografis, penambahan atau koreksi titik, serta dokumentasi hasil. Luaran kegiatan berupa pengajuan penambahan titik fasilitas umum dan UMKM, termasuk warung dan toko bangunan, serta koreksi posisi kantor desa. Karena status verifikasi platform dan evaluasi pengguna tidak terdokumentasi secara rinci, hasil kegiatan dibatasi pada proses pemetaan dan pembaruan informasi lokasi. Pemutakhiran data secara berkala dan peningkatan kemampuan pengelolaan informasi digital diperlukan agar informasi lokasi tetap relevan.
Implementasi Kanal Pengaduan Digital Berbasis Google Form dan QR Code di Desa Murung Abuin Kamarudin Kamarudin; Alfani Rahman; Ahmad Rizki Rahman Kamil; Yaskia Ariani; Erna; Luthfi Indrajid; Nazwa Audila Nassalwa; Wafikul Izah; Hana Rosita; Syarifah Nabila
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1650

Abstract

Transformasi digital pada tingkat desa dapat digunakan untuk memperbaiki pencatatan dan akses terhadap kanal pelayanan publik. Di Desa Murung Abuin, penyampaian keluhan dan aspirasi masyarakat sebelumnya dilakukan secara langsung atau melalui komunikasi informal dan belum memiliki kanal digital yang terdokumentasi secara terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan kanal pengaduan dan aspirasi masyarakat berbasis Google Form yang dapat diakses melalui QR Code. Pelaksanaan dilakukan melalui identifikasi permasalahan, perancangan formulir, sosialisasi, simulasi penggunaan, implementasi, dan evaluasi deskriptif bersama aparatur desa. Luaran kegiatan berupa formulir pengaduan digital, QR Code yang ditempatkan di kantor desa, posyandu, dan kantor Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta stiker akses yang dibagikan pada kegiatan masyarakat. Sistem memungkinkan data aduan masuk ke penyimpanan digital secara terstruktur, tetapi naskah belum menyediakan data kuantitatif mengenai jumlah penggunaan, waktu respons, atau penyelesaian aduan. Dengan demikian, program ini diposisikan sebagai langkah awal penyediaan kanal pengaduan digital yang masih memerlukan tata kelola akun, perlindungan data, monitoring penggunaan, dan mekanisme tindak lanjut yang konsisten.
Pelestarian Permainan Tradisional BAKULA di Wisata Pasar Budaya Racah Mampulang Desa Balida Herda Ariyani; Ari Eka Setiawan; Nur Annisa Humaira; Sawitri Sawitri; Anisa Nazwa; Mifta Eka Febriantina Rahayu; Fitri Widyaiwara; Syabila Rizki Aulia; Reizal Putra Wijaya; Azka Dinda Salsabila; Nabila Khansa; Fauzan Azima
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1656

Abstract

Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang dapat diperkenalkan kembali melalui kegiatan berbasis partisipasi masyarakat. Di Wisata Pasar Budaya Racah Mampulang, Desa Balida, fasilitas permainan tradisional untuk anak masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menambah sarana permainan tradisional BAKULA (Bagasing, Badaku, dan Balogo Kita) serta melibatkan anak-anak dalam praktik permainan sebagai bentuk pengenalan budaya lokal. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan Pokdarwis, pembuatan balogo dari bahan bekas, penyediaan alat permainan, pelatihan dan pendampingan bermain BAKULA, permainan kebersamaan, serta penyerahan alat kepada pemerintah desa. Kegiatan diikuti oleh anak-anak Desa Balida dan menghasilkan tambahan sarana permainan tradisional, aktivitas praktik bagasing, badaku, balogo, batungkau sebagai permainan pendukung, serta dokumentasi keterlibatan peserta selama kegiatan. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi partisipasi, kemampuan mengikuti aturan permainan, serta tanggapan pemerintah desa dan Pokdarwis. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengenalan kembali permainan tradisional Banjar di kawasan wisata budaya; keberlanjutannya memerlukan pengelolaan, perawatan alat, dan pemanfaatan rutin oleh Pokdarwis serta pemerintah desa.
Implementasi Website Desa sebagai Strategi Transformasi Digital menuju Smart Village di Desa Mundar Kabupaten Balangan Muhammad Fariz Akmal; Latifah Latifah; Astika Fauziah Ananda; Fathimah Fathimah; Rachel Cici Angelica Rasmadi; Alya Nurpasha; Muhammad Rosad; Tamara Hadi Permata; Husnul Khatimah; Muhammad Rifaini; Suci Fitriani; Viola Georgyna Angel
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1657

Abstract

Transformasi digital desa dapat didukung melalui penyediaan media informasi resmi yang mudah diperbarui dan diakses secara daring. Desa Mundar, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, belum memiliki media informasi digital yang menghimpun profil desa, potensi wilayah, UMKM, dan informasi layanan secara terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan website Desa Mundar sebagai langkah awal transformasi digital menuju smart village. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, pengumpulan data, pengembangan website, uji fungsi, sosialisasi, dan pendampingan teknis kepada perangkat desa. Hasil kegiatan berupa website desa yang memuat profil, informasi pendidikan dan kesehatan, struktur pemerintahan, peta lokasi, data UMKM, serta dokumentasi kegiatan. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui monitoring awal dan diskusi dengan perangkat desa. Karena belum tersedia data penggunaan masyarakat dan pengukuran sebelum-sesudah kegiatan, hasil tidak dijadikan sebagai peningkatan transparansi, akses informasi, atau kapasitas aparatur secara kuantitatif. Keberlanjutan website memerlukan pengelola yang konsisten melakukan pembaruan konten dan pemeliharaan teknis.
Implementasi Smart Village melalui Family Fun Day, QRIS, dan Perbaikan Fasilitas di Kelurahan Paringin Kota Mahendra Adi Kusuma; gladis corinna marsha; Alfina Damayanty; Aprilianti Mayang Efendi; Muhammad Al Farisi; Gustina Nur Hasanah; Auliah Ramadhani; Mahpuza; Muhammad Ridho Alfajar; Nadifa Aulia Agustina; RA Yuniar Henny Windaryanti
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1658

Abstract

Transformasi digital di tingkat kelurahan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga dengan pemanfaatan aset sosial, ekonomi, dan fisik yang telah tersedia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program smart village di Kelurahan Paringin Kota melalui Family Fun Day (FFD), pendampingan pembuatan dan penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM, serta perbaikan fasilitas kelurahan. Metode menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) melalui pemetaan aset, perancangan kegiatan, pelaksanaan program prioritas, dan evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan berupa terlaksananya FFD di Taman Martasura, pendampingan teknis QRIS, serta pembenahan fasilitas fisik kantor kelurahan. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tanggapan mitra; karena tidak terdapat pengukuran sebelum-sesudah yang seragam, hasil tidak ditafsirkan sebagai peningkatan partisipasi sosial, daya saing UMKM, atau efektivitas pelayanan secara kuantitatif. Program menunjukkan bahwa pendekatan berbasis aset dapat digunakan untuk menghubungkan kegiatan sosial, ekonomi digital, dan pemeliharaan fasilitas dalam satu rangkaian pengabdian yang memerlukan tindak lanjut dari pemerintah kelurahan dan masyarakat.
Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Pola Asuh Suportif di Desa Pupuyuan Anggi Evi Safitri; Uni Afriyanti; Muhammad Nasir; Haura' Tsabitah Rais; Giovanza Kemala Dewi; Siti Rahma; Wahidah Wahidah; Luthfi Musyaffa Rahmatullah; Athaya Nandana Zayyan Chandraningtyas; Nanda Risky Amalia; Wahdatun Nisa; Yona Repalia
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1659

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi isu sosial yang berpotensi memengaruhi pendidikan, kesehatan, dan kesiapan psikologis remaja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi kepada orang tua dan remaja mengenai risiko pernikahan dini serta pentingnya pola asuh dan komunikasi yang suportif dalam keluarga. Program dilaksanakan di Desa Pupuyuan, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, melalui pendekatan edukatif partisipatif berupa penyampaian materi interaktif dan diskusi terbuka. Materi mencakup batas usia perkawinan, faktor dan dampak pernikahan dini, jenis pola asuh, serta komunikasi orang tua-remaja. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan keterlibatan peserta, respons diskusi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Kegiatan menghasilkan ruang diskusi yang mempertemukan perspektif orang tua dan remaja serta memunculkan refleksi mengenai praktik pernikahan usia muda dan komunikasi keluarga. Kegiatan dapat menjadi langkah awal edukasi komunitas yang memerlukan tindak lanjut secara berkelanjutan.
Integrasi Program Smart Village dan Pemberdayaan Multidisiplin di Desa Bihara Muhammad Akmal Fadillah; Dyan Zafira; Yuliana Amanda Nabila; Mawardah Mawardah; Putri Ayu Indah Sari; Nazhira Rahmah; Lutfia Hasanah; Nursyifa Mahriyani; Kamaliah Kamaliah; Krisna Krisna; Setara Merdekawati; Saparudin Saparudin; Daipadli Daipadli
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1661

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Bihara, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, dilaksanakan untuk mendukung pengembangan smart village melalui program multidisiplin yang memadukan digitalisasi informasi desa, pemetaan spasial, perencanaan infrastruktur, edukasi kesehatan, dan penguatan psikososial anak. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, diskusi kelompok, perencanaan kolaboratif, implementasi, evaluasi deskriptif, dan serah terima luaran. Program menghasilkan website desa, peta batas administrasi dan jalur evakuasi, papan penanda jalur dan titik kumpul, dokumen desain serta rencana anggaran gapura, edukasi pencegahan pernikahan dini dan anemia, serta kegiatan psikologi anak. Evaluasi dilakukan melalui observasi keterlaksanaan, tanggapan peserta, dan pemeriksaan luaran. Karena data evaluasi kuantitatif tidak tersedia secara lengkap, hasil dibatasi pada keterlaksanaan kegiatan dan luaran yang dihasilkan. Program ini menunjukkan bentuk kolaborasi lintas disiplin yang dapat menjadi dasar bagi pengembangan layanan, informasi, perencanaan, dan edukasi desa, dengan keberlanjutan yang memerlukan pengelola dan pendampingan lanjutan.
Smart Village Berbasis Kolaborasi Multidisiplin di Desa Kapul Noor Baiti; Daryhan Rafifi; Asmawi; Gabriella Rilova; Luqman Nurrahman; Farris Aryanda; Norhafizah; Nur Hafifah; Puspa Tsaghina; Rahma Meina Riwanda; Rokhimah; Sarina Oktavia Nurdin; Ika Oktavia Rahmadania
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1666

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, pada 19 Januari–25 Februari 2026 untuk mendukung penerapan konsep smart village melalui kolaborasi multidisiplin. Permasalahan mitra meliputi belum optimalnya pengelolaan informasi dan layanan berbasis digital, promosi potensi wisata, pengembangan keterampilan ekonomi kreatif, serta literasi digital anak. Pelaksanaan kegiatan menggunakan tahapan asesmen kebutuhan melalui observasi dan wawancara, perancangan program, pelatihan dan pendampingan, dokumentasi, serta serah terima luaran kepada pemerintah desa. Capaian kegiatan berupa penyusunan sistem e-Keuangan desa, pembuatan 20 konten promosi budaya dan wisata, pemetaan sedikitnya 15 unit usaha, pelatihan merangkai buket bunga kepada 12 peserta, serta enam sesi psikoedukasi yang menjangkau lebih dari 80 anak sekolah dasar. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui pengamatan keterlaksanaan, dokumentasi luaran, praktik peserta, dan tanggapan lisan mitra. Program menghasilkan luaran awal yang dapat dimanfaatkan pemerintah desa dan masyarakat, tetapi keberlanjutannya memerlukan penetapan pengelola, pemutakhiran data, pendampingan teknologi, dan integrasi dengan kelembagaan desa.
Implementasi Administrasi Digital Berbasis Google Form di Desa Padang Raya Ahmad Kailani; Farah Nur Rahmah; Triana Safitri; Nadella; Hanna Aisyah Qotrunnada; Rico Ahmad Surya Putro Budiyantoro; Nihayatie Swasticha Devie; Rizma Nurhaliza; Lusi Syifa Arifin; Jamil Mahdi; Dycky Ramdhan; Muhammad Rifky Zainul Royan; Ulya Karimah
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1667

Abstract

Transformasi digital desa merupakan salah satu upaya untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih tertata melalui pemanfaatan teknologi informasi. Desa Padang Raya, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, masih menggunakan pencatatan manual dalam sebagian layanan administrasi dan pengarsipan data. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan sistem administrasi digital berbasis Google Form sebagai langkah awal digitalisasi pelayanan publik desa. Metode pelaksanaan meliputi observasi kondisi awal, koordinasi dengan perangkat desa, perancangan formulir digital, uji coba internal, perbaikan sistem, serta pendampingan teknis. Hasil kegiatan berupa tersedianya formulir digital yang terintegrasi dengan Google Spreadsheet sehingga data dapat dicatat, disimpan, dan direkap dalam format yang lebih terstruktur. Uji coba internal menunjukkan bahwa alur penginputan dan pengelolaan data dapat dijalankan oleh perangkat desa dengan pendampingan. Sistem ini belum dievaluasi menggunakan pengukuran kuantitatif dan belum disosialisasikan secara luas kepada masyarakat. Oleh karena itu, implementasi Google Form diposisikan sebagai fondasi awal pengembangan administrasi digital yang masih memerlukan pengelolaan akun, keamanan data, pemeliharaan, dan evaluasi lanjutan.

Page 1 of 2 | Total Record : 14