cover
Contact Name
Rajiman Andrianus Sirait
Contact Email
jurnalkadesibogor@gmail.com
Phone
+628521533.6693
Journal Mail Official
jurnalkadesibogor@gmail.com
Editorial Address
Jl. Transyogi, Kp. Lamping Binong RT 002/RW. 001, Kel. Cibatutiga, Kec. Cariu, Kab. Bogor 16840
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi
ISSN : 30478367     EISSN : 30478375     DOI : 10.54765
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi merupakan sebuah publikasi ilmiah yang berfokus pada penelitian yang melalui proses peer review dan dapat diakses secara terbuka. Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pelayanan Pengembangan Masyarakat (LPPM - STT Kadesi Bogor). Dalam ruang lingkupnya, Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi memberikan kesempatan bagi penulis untuk menyajikan karya-karya asli yang berkaitan dengan Teologi Biblika, Teologi Sistematika, dan Misiologi. Karya tersebut ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, serta praktisi yang berasal dari berbagai belahan dunia. Platform ini diharapkan menjadi wadah yang mengakomodasi pemikiran-pemikiran terkini dan kontribusi-kontribusi signifikan dalam bidang studi ini, dengan tujuan untuk memperluas dan mendalami pemahaman kita terhadap aspek-aspek teologis dan misiologis secara luas.
Articles 37 Documents
Krisis Moral Dalam 2 Tawarikh: Pelajaran Untuk Etika Kontemporer Dalam Kepemimpinan Dan Pemerintahan Darmaka, Benediktus James Widya; Saragih, Etty Justiana; Deo, Yohanes De; Laksono, Joko Sapto Puji
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v3i1.115

Abstract

Artikel ini menganalisis krisis moral yang dihadapi oleh raja-raja dalam Kitab 2 Tawarikh serta implikasinya terhadap etika kepemimpinan dan pemerintahan kontemporer. Dengan menggali pelajaran dari sejarah, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana pemimpin modern dapat menghindari kesalahan yang sama dan membangun pemerintahan yang lebih etis dan bertanggung jawab. Metodologi yang digunakan meliputi analisis hermeneutik dan kajian literatur, dengan fokus pada teks-teks skriptural dan konteks sejarahnya. Temuan menunjukkan bahwa kegagalan moral sering kali berasal dari ketidakcocokan antara cita-cita kepemimpinan dan pemerintahan yang praktis, menekankan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam kepemimpinan. Studi ini memberikan kontribusi pada diskursus tentang pemerintahan etis dengan menarik paralel antara teks kuno dan tantangan kepemimpinan saat ini.
El-Shaddai dan Kehamilan Ajaib: Gema Sara (Kejadian 17) dalam Magnificat Maria (Lukas 1:49) Kristiawan, Ragil
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v3i1.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis gema intertekstual antara Lukas 1:49 dan Kejadian 17:1, khususnya melalui penggunaan gelar ὁ δυνατός (ho dynatos) yang mengacu pada El-Shaddai. Kajian ini berargumen bahwa kemunculan kembali gelar ini bukanlah kebetulan, melainkan strategi teologis Lukas yang disengaja untuk menghubungkan kehamilan supranatural Maria dengan janji keturunan Abraham. Metode yang digunakan adalah analisis tekstual-kritikal, historis-semantik, dan intertekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gema ini beroperasi pada tiga tingkat: (1) menegaskan kontinuitas identitas Allah yang setia pada perjanjian-Nya; (2) membangun paralel naratif yang ketat antara kelahiran Ishak dan Yesus; serta (3) mentransformasikan makna Inkarnasi sebagai penggenapan definitif janji El-Shaddai. Implikasi teologisnya adalah bahwa Yesus dipahami sebagai keturunan yang dijanjikan, dan kelahiran-Nya menandai dimulainya era baru umat perjanjian yang universal. Dengan demikian, Lukas 1:49 berfungsi sebagai kunci hermeneutis yang menghubungkan misi Yesus secara tak terpisahkan dengan rencana keselamatan Allah sejak perjanjian dengan Abraham.
Strategi Pedagogis Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen: Transformasi Konsep Teologis Pada Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Markus 4:1–33 Ulina, Febriani; Setiawan, Yusak Agus
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v3i1.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dalam menerjemahkan konsep-konsep teologis yang abstrak agar sesuai dengan perkembangan kognitif peserta didik usia sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penanaman iman sejak dini dalam keluarga sebagai ecclesia domestica, yang kemudian dilanjutkan secara sistematis dalam pendidikan formal. Namun, pada jenjang sekolah dasar, pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menghadapi tantangan karena materi teologis yang bersifat abstrak tidak selalu selaras dengan kemampuan berpikir anak. Berdasarkan teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak usia 7–12 tahun berada pada tahap operasional konkret, sehingga membutuhkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman nyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutika-pedagogis untuk menganalisis strategi pengajaran Yesus dalam Injil Markus 4:1–33. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus menerapkan strategi pembelajaran yang efektif melalui pengelolaan ruang belajar (spasial), penggunaan perumpamaan sebagai media naratif, serta pendekatan dialogis-partisipatif. Strategi ini memungkinkan terjadinya jembatan antara konsep abstrak Kerajaan Allah dengan realitas konkret kehidupan pendengar. Dengan demikian, integrasi antara pemahaman teks Alkitab dan pendekatan pedagogis yang sesuai dengan perkembangan kognitif menjadi kunci dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang efektif. Penelitian ini menegaskan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen perlu mengembangkan strategi kreatif dan kontekstual agar nilai-nilai iman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Dampaknya dalam Kalangan Akademik : Memperkuat Sikap Etis Teologis Kristen Novianti, Delpi
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v3i1.131

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) dalam kalangan akademik yang memiliki potensi untuk meningkatkan efesiensi proses pendidikan dan transformatif. Meskipun teknologi AI menawarkan berbagai peluang, pengintegrasian teknologi ini dalam konteks pendidikan khususnya dalam kalangan akademik menimbulkan berbagai tantangan yang perlu diatasi seperti ketergantungan pada AI, plagiasi, kecurangan, merosotnya cara berpikir kritis, kreativitas yang tidak berkembang, ketidakmampuan dalam mengatasi masalah dan krisis integritas. Dalam mengeksplorasi integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam kalangan akademik, penelitian ini menggunakan metode library research. Metode ini memberikan landasan yang kuat bagi penulis untuk mendalami pemahaman tentang tantangan dari penggunaan AI dalam kalangan akademik dan penerapan reflektif sikap etis teologis terhadap penggunaan AI. Dari penelitian ini ditemukan bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam kalangan akademik sangat berpotensi untuk mengembangkan pengetahuan dan ilmu manusia untuk mendatangkan kemulian-Nya, jika disertai dengan sikap etis teologis yang selaras dengan mandat budaya Allah seperti bertanggungjawab, jujur, transparansi, dan AI sebagai alat. Implementasi sikap etis teologis dalam kalangan akademik dimulai dari sekolah Kristen, pendidikan tinggi Kristen, pengajar Kristen, pelajar Kristen dan orang percaya pada umumnya adalah cara mempermuliakan Allah dengan teknologi yang disertai dengan hikmat.
Konstruksi Teologis Home Sweet Covenant: Revitalisasi Konsep Berit dan Hesed dalam Ketahanan Relasi Suami Istri di Era Kontemporer Sitinjak, Roslin Ratna Sari
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v3i1.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fondasi teologis pernikahan Kristen melalui lensa kovenan (covenant). Di tengah pergeseran paradigma pernikahan yang cenderung dipandang sebagai kontrak sosial yang rapuh, artikel ini menawarkan revitalisasi konsep Berit (Ibrani), Hesed (Ibrani), dan Agape (Yunani) sebagai pilar utama ketahanan keluarga. Menggunakan metode studi pustaka dan analisis leksikal, hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai kovenan mentransformasi relasi suami istri dari sekadar koeksistensi menjadi persekutuan yang berorientasi pada penatalayanan (stewardship) iman.
Yesus Dan Pemuda Kaya: Perspektif Teologi Perdamaian Dalam Konteks Ketimpangan Sosial Hardianta, Rbg Widhi Nugraha Agus Gembong; Wijaya, Michelle
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v3i1.133

Abstract

Penelitian ini mengkaji kisah perjumpaan Yesus dengan pemuda kaya dalam Injil Matius 19:16–30, Injil Markus 10:17–31, dan Injil Lukas 18:18–30 dalam perspektif teologi perdamaian dan keadilan sosial. Latar belakang penelitian ini bertolak dari realitas ketimpangan sosial-ekonomi yang semakin meningkat di era modern, yang ditandai oleh kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin serta kemiskinan struktural yang terus berlangsung. Dalam konteks tersebut, kisah Yesus dan pemuda kaya dipahami tidak hanya sebagai ajaran moral mengenai keterikatan terhadap harta, tetapi juga sebagai kritik profetis terhadap struktur sosial-ekonomi yang tidak adil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan hermeneutika kontekstual. Data primer diperoleh dari teks Alkitab dalam ketiga Injil Sinoptik, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur teologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep shalom dalam teologi perdamaian mencakup keadilan relasional, kesejahteraan sosial, dan solidaritas terhadap kaum marginal. Perintah Yesus kepada pemuda kaya untuk menjual hartanya dan membagikannya kepada orang miskin menunjukkan bahwa iman Kristen tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial. Kekayaan dipahami sebagai stewardship yang harus digunakan demi kesejahteraan bersama. Penelitian ini menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi agen transformasi sosial melalui praksis keadilan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan perdamaian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Indonesia yang plural dan masih menghadapi ketimpangan sosial-ekonomi.
Pembinaan Rohani Berdasarkan Kisah Para Rasul 4 : 23–31 Dalam Kelompok Sel Dan Aplikasinya Pada Masa Kini Hartati, Ineke Juni; Efvah, Efvah
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Silih Asuh: Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v3i1.134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pembinaan Rohani itu bisa dipakai dan diterapkan dalam Kelompok Sel. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan jenis data primer dan sekunder. Data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi. Data sekunder dilakukan dengan studi dokumentasi. Narasumber penelitian berjumlah 20 orang dengan rentang usia 29 tahun sampai dengan 65 tahun dalam Kelompok Sel. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembinaan rohani di kelompok sel telah membantu anggota untuk bertumbuh secara rohani dan menjaga stamina roh anggota. Selanjutnya, pembinaan rohani berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul 4 : 23-31 dalam Kelompok Sel selanjutnya memunculkan nilai-nilai yang diajarkan dalam Kisah Para Rasul 4:23-31 sangat relevan untuk diterapkan dalam kelompok sel. Melalui kesatuan dalam doa, keberanian untuk bersaksi, mengandalkan Tuhan dalam setiap tantangan, berserah sepenuhnya kepada Tuhan, saling menguatkan, dan memiliki mental pemenang, kelompok sel menjadi tempat di mana setiap anggota dapat bertumbuh dalam iman, mengalami kuasa Tuhan, dan siap diutus untuk memberitakan Firman Tuhan kepada dunia. Sementara itu, pembinaan rohani dalam kelompok sel memberikan pengaruh signifikan terhadap keimanan dan tindakan anggota. Selain mendalami Firman Tuhan, kelompok sel mendorong penerapan ajaran dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hubungan antar sesama. Anggota diajarkan untuk mengampuni, mengasihi, dan menjaga hati, serta terbuka dalam memperbaiki hubungan yang rusak.

Page 4 of 4 | Total Record : 37