cover
Contact Name
Awardin
Contact Email
awardin@umkendari.ac.id
Phone
+6285241717409
Journal Mail Official
awardin@umkendari.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 10 Kota Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : 30890209     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.51454/religi.v1i1
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam merupakan jurnal berkala ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari, terbit dua kali setahun yaitu Juni dan Desember. Fokus jurnal ini adalah isu-isu penting dan aktual tentang pendidikan agama Islam seperti pendidik ditinjau dari pendidikan Islam, peserta didik ditinjau dari pendidikan Islam, kurikulum pendidikan Islam, manajemen pendidikan Islam, metode pembelajaran ditinjau dari pendidikan Islam, media pembelajaran ditinjau dari pendidikan Islam, lembaga pendidikan Islam, sejarah pendidikan Islam, kajian tafsir tarbawi, dan kajian hadits tarbawi
Articles 69 Documents
Manusia Sebagai Subjek dan Objek Pendidikan (Kajian Pedagogis) Achmad, Rafli; Buchori, Achmad Imam; Yazid, Syamsurizal; Amin, Amin
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1177

Abstract

Pendidikan dalam Islam memandang manusia sebagai entitas yang memiliki peran ganda, yakni sebagai subjek dan objek dalam proses pendidikan. Sebagai subjek, manusia memiliki tanggung jawab untuk mencari, mengembangkan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Hal ini sesuai dengan kedudukannya sebagai khalifah di bumi yang dibekali akal, hati, dan kemampuan berpikir untuk mencapai derajat yang tinggi di sisi Allah Swt. Sebaliknya, sebagai objek, manusia memerlukan proses pendidikan yang berkelanjutan guna membentuk akhlak, spiritualitas, serta kecerdasan intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif bagaimana peran manusia sebagai subjek dan objek pendidikan dalam perspektif Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari berbagai referensi seperti Al-Qur'an, hadis, tafsir, serta penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam menekankan keseimbangan antara upaya manusia dalam mencari ilmu dengan bimbingan ilahiah melalui proses pendidikan. Pendidikan tidak hanya ditujukan untuk transformasi pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk karakter yang mulia sesuai fitrah insani. Oleh karena itu, pendidikan Islam harus dirancang untuk mendukung kedua peran manusia tersebut, baik dalam konteks formal maupun informal. Pemahaman akan dua dimensi manusia jasmani dan ruhani merupakan kunci dalam pelaksanaan pendidikan yang holistik, sehingga tercipta generasi yang berilmu, beriman, dan bertanggung jawab terhadap tugas kekhalifahan di muka bumi.
Etika Mencari Ilmu Dalam Islam (Kajian Psikologis-Sosiologis) Muhayar, Asep Roni; Muslih, Mochamad; Yazid, Syamsurizal
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1183

Abstract

Penelitian ini membahas etika mencari ilmu dalam Islam dari perspektif psikologis dan sosiologis. Dalam konteks ini, ilmu bukan hanya sarana untuk memperoleh pemahaman, tetapi juga sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kehidupan masyarakat. Proses pencarian ilmu di dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari etika, yang berperan penting untuk memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat yang luas bagi individu dan komunitas. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber seperti Al-Qur'an, hadis, dan literatur terkait yang membahas tema etika dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika dalam mencari ilmu menciptakan hubungan sosial yang harmonis, meningkatkan kesehatan mental individu, serta berkontribusi pada pembangunan peradaban yang lebih baik. Selain itu, makalah ini juga mengidentifikasi nilai-nilai utama dalam etika mencari ilmu, seperti niat yang ikhlasb, sikap rendah hati, dan pentingnya menghormati guru. Dengan demikian, memahami etika mencari ilmu dalam Islam menjadi sangat penting untuk membentuk individu yang berakhlak mulia dan masyarakat yang beradab.
Bunuh Diri Bukan Solusi: Fenomena Jembatan Teluk Kendari dalam Perspektif Psikologi dan Edukasi Hadist Ahmad Baiquni
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1386

Abstract

Fenomena bunuh diri yang berulang di Jembatan Teluk Kendari menunjukkan adanya krisis psikologis dan rapuhnya ketahanan keluarga yang membutuhkan pendekatan multidisipliner untuk dipahami dan ditangani. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena bunuh diri dari perspektif psikologi dan edukasi hadist, guna menawarkan solusi preventif dan kuratif yang berorientasi pada kesehatan mental dan spiritualitas Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus deskriptif, melalui analisis berita, artikel ilmiah, kitab, dan literatur psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunuh diri dipengaruhi oleh faktor tekanan psikologis, kurangnya dukungan sosial, impulsivitas, dan lemahnya pemaknaan religius. Dari perspektif psikologi, intervensi yang relevan meliputi cognitive behavioral therapy (CBT), penguatan berbasis keluarga, psikoedukasi, serta pemanfaatan media digital untuk penyebaran informasi positif. Sementara itu, edukasi hadist berkontribusi dalam membentuk kesadaran kritis, bukan sekadar larangan tekstual, tetapi sebagai penanaman nilai kasih sayang, iman, dan harapan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam pendidikan Islam, dengan menegaskan pentingnya integrasi psikologi dan studi hadist dalam membangun ketahanan keluarga, memperkuat pendidikan karakter, serta menciptakan pendekatan pembelajaran yang reflektif terhadap isu kesehatan mental.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Team Games Tournament (TGT) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IV di Sdit Al-Kubro Wakatobi Meliyana, Jayanti; Safei, Suhardin; AlHaqq, Nur Rahma
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1391

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI) pada siswa kelas IV di SDIT Al-Kubro Wakatobi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa dalam mata Pelajaran PAI yang disebabkan oleh kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan oleh guru, di mana metode cerama masih mendominasi. Hal ini menyebabkan siswa  menjadi cepat bosan, pasif dan kurang  focus terhadap Pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiapa siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDIT Al-Kubro Wakatobi yang berjumlah 13 orang. Teknik pengumupalan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan terhasil belajar.   Kata Kunci: Team Games Tournament (TGT); Cooperative Learning; Islamic Religious Education (PAI); Learning Outcomes; Classroom Action Research  
Living Hadis "Berkata yang Baik atau Diam" dalam Komunikasi Mahasiswa: Studi Etika dan Pengamalan Hadis Fatma, Jutika; Marhumah
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Religi, Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v3i2.1502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hadis “berkata yang baik atau diam” hidup dalam praktik komunikasi mahasiswa, baik di lingkungan kampus maupun ruang digital. Perkembangan teknologi dan intensitas penggunaan media sosial telah mengubah pola komunikasi mahasiswa, sehingga pesan moral hadis mengenai etika berkomunikasi menemukan relevansi baru dalam konteks era digital. Meskipun hadis tersebut banyak dikaji secara tekstual dan normatif, kajian yang menyoroti bagaimana mahasiswa benar-benar memahami, menginternalisasi, dan mengamalkannya masih jarang dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menangkap pengalaman subjektif mahasiswa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi ringan, dan dokumentasi terhadap lima mahasiswa PAI sebagai informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap hadis pada umumnya sesuai dengan makna literal yang dijelaskan ulama, meskipun tingkat kedalamannya berbeda. Dalam praktiknya, mahasiswa mengimplementasikan hadis tersebut melalui kontrol ucapan dalam diskusi kelas, pengendalian emosi dalam organisasi, dan sikap dalam berkomunikasi di media sosial. Faktor internal seperti kesadaran religius dan pengalaman spiritual menjadi pendorong utama pengamalan hadis, sedangkan tekanan pergaulan, budaya komunikasi digital yang impulsif, serta tren meme dan roasting menjadi penghambatnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hadis “berkata baik atau diam” tetap sangat relevan dalam membentuk etika komunikasi mahasiswa modern, sekaligus menampilkan bagaimana nilai hadis hidup dan bertransformasi dalam konteks sosial-digital generasi muda Muslim. Temuan ini berkontribusi pada kajian living hadis dan menegaskan pentingnya penguatan akhlak lisan dalam pendidikan agama Islam.
The Revitalization of the Yellow Book of Turath in the Malay Islamic Education Curriculum: Between Tradition, Modernity, and Scientific Transformation Nugraha, Hafizh Maulana; Damayanti, Anna; Sukardi, Ismail; Soraya, Nyanyu
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Religi, Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v4i1.1713

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam proses revitalisasi kitab kuning turath sebagai infrastruktur epistemologis utama dalam kurikulum pendidikan Islam Melayu di tengah tekanan modernitas global yang kian akseleratif. Marjinalisasi sistematis terhadap kitab kuning di berbagai lembaga pendidikan Islam kontemporer menimbulkan problematika epistemologis yang fundamental, yaitu terputusnya silsilah intelektual (sanad keilmuan) yang selama berabad-abad menjadi tulang punggung tradisi keilmuan Islam Nusantara. Dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif berbasis library research dan teknik content analysis inferensial, penelitian ini menganalisis secara mendalam bagaimana rekonstruksi epistemologis dapat menjadi jembatan konseptual antara dikotomi tradisi turath dan modernitas pendidikan. Kerangka teoretis penelitian dibangun di atas epistemologi Islam Syed Muhammad Naquib al-Attas, teori integrasi keilmuan Azyumardi Azra, perspektif tradisi pesantren Zamakhsyari Dhofier, serta pemikiran modernisasi Islam Nurcholish Madjid. Temuan menunjukkan bahwa revitalisasi kitab kuning bukan sekadar ikhtiar konservasi kultural, melainkan strategi transformatif dalam membangun kurikulum yang integratif, epistemologis, dan responsif terhadap kompleksitas tantangan zaman. Novelty penelitian ini terletak pada konstruksi model revitalisasi berbasis tiga pilar rekonstruksi epistemologis, integrasi metodologis, dan transformasi pedagogis yang secara konseptual melampaui kajian-kajian terdahulu yang cenderung bersifat deskriptif-historis.
Peran Mitos Dan Narasi Dalam Sains: Studi Perbandingan Antara Cerita AlQur'an Dan Teori-Teori Ilmiah Amril, Amril; Fanayan, Indra
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Religi, Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v4i1.1725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan pemahaman lebih dalam tentang hubungan atau perbandingan antara agama dan ilmu pengetahuan serta membuktikan bahwa ajaran Islam dapat berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini menggunakan metode literatur yang bertujuan untuk mendapatkan informasidan mengintegrasikan ilmu sains dan islam. Langkah-langkah yang dilakukan diantaranya pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta membandingkan literatur untuk kemudian diolah dan menghasilkan kesimpulan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari textbook, jurnal, artikel ilmiah, literature review yang berisikan tentang konsep yang diteliti. Ilmu pengetahuan dan agama sering dipandang sebagai dua ranah yang bertolak belakang. Ilmu pengetahuan diyakini bertumpu pada rasionalitas dan eksperimentasi, sementara agama dianggap berlandaskan pada kepercayaan dan spiritualitas. Namun, dalam kajian lebih mendalam keduanya memiliki titik temu yang saling mendukung, terutama dalam konteks penemuan ilmiah yang terdapat dalam kitab suci Al-Quran. Al-Quran sebagai sumber ajaran utama agama Islam mengandung ayat yang menunjukan bukti kejadian ilmiah dan fenomena alam yang kini telah dibuktikan oleh penemuan modern. Sejak abad pertengahan hingga era modern, banyak penemuan ilmiah yang berpotensi memperkuat teori ilmiah dalam Al-Quran. Teori ilmiah dalam Al-Quran ini menjadi landasan penting untuk menumbuhkan pandangan bahwa agama dan ilmu pengetahuan dapat berjalan berdampingan.
Project-Based and Research-Based Islamic Religious Education Curriculum Innovation Design: Stages of PAI Curriculum Innovation and Internalization of Research Results in Curriculum Development Saliha, Sitti Rachmatia; Obaid, Moh. Yahya; Herman, Herman; Samsuri, Samsuri
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Religi, Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v4i1.1763

Abstract

Artikel ini bertujuan merumuskan desain inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis proyek dan riset dengan fokus pada tahapan inovasi kurikulum PAI dan internalisasi hasil riset dalam pengembangan kurikulum. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembaruan kurikulum PAI agar tidak hanya berorientasi pada transmisi pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang religius, kritis, kreatif, kolaboratif, dan responsif terhadap perubahan sosial-keagamaan kontemporer. Artikel ini menggunakan metode kajian pustaka integratif dengan menelaah literatur mutakhir tentang inovasi kurikulum PAI, Project-Based Learning, kurikulum berbasis riset, digitalisasi pembelajaran PAI, Kurikulum Merdeka, dan asesmen autentik. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi kurikulum PAI berbasis proyek dan riset dapat dikembangkan melalui delapan tahapan, yaitu diagnosis kebutuhan, formulasi tujuan, rekonstruksi materi, desain proyek-riset, implementasi kolaboratif, asesmen autentik, evaluasi berbasis data, serta revisi kurikulum. Internalisasi hasil riset dilakukan dengan menerjemahkan temuan empiris ke dalam tujuan, materi, strategi, media, asesmen, budaya sekolah, dan pengembangan profesional guru PAI. Artikel ini menawarkan model I-PRO, yaitu Identification of Needs, Project and Problem Mapping, Research-Based Curriculum Action, dan Outcome Internalization sebagai kerangka konseptual inovasi kurikulum PAI berbasis proyek dan riset. Model ini menegaskan bahwa kurikulum PAI perlu dikembangkan secara adaptif, berbasis nilai Islam, dan berorientasi pada transformasi pembelajaran. Kata kunci: Inovasi Kurikulum, Pendidikan Agama Islam, pembelajaran berbasis proyek, kurikulum berbasis riset, internalisasi hasil riset.
Diffusion and Innovation of Islamic Religious Education Curriculum Boy, La; Obaid, Moh. Yahya; Herman, Herman; Samsuri, Samsuri
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Religi, Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v4i1.1766

Abstract

This study aims to analyze the diffusion and innovation of Islamic Religious Education (PAI) curriculum through a synthesis of innovation diffusion theory and Islamic ecotheological perspectives. The study is grounded in the need to reconstruct the PAI curriculum not merely as a technical or digital innovation agenda, but as an epistemological transformation responsive to social change, ecological crises, and civilizational challenges. This research employed a qualitative approach using a library research design based on conceptual-synthetic analysis. Data were analyzed through content analysis, thematic analysis, and conceptual synthesis to formulate a new theoretical model. The findings reveal that PAI curriculum innovation constitutes a multidimensional transformation encompassing innovation in educational goals, integrative content, transformative pedagogy, and authentic assessment. The success of curriculum innovation is significantly influenced by the effectiveness of innovation diffusion through change agents, communication channels, institutional culture, and adoption mechanisms. This study proposes a novelty in the form of the Integrative Eco-Theological Diffusion Model, which integrates tawhid, khalifah, amanah, and sustainability values as normative inputs, with Islamic value compatibility functioning as a mediating variable in innovation adoption. This model extends classical diffusion of innovation theory by incorporating theological dimensions as a crucial factor in the adoption of curriculum innovation in Islamic education. The study implies that the development of PAI curriculum should move from technology-driven innovation toward value-driven transformative innovation oriented toward sustainability and Islamic civilizational transformation.