cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,464 Documents
Peran Perencanaan, Pengorganisasian, dan Pengelolaan dalam Manajemen Pendidikan M. Irfansyah Afsalu Ramedhon; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1322

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peran perencanaan, pengorganisasian, dan pengelolaan dalam manajemen pendidikan sebagai faktor utama yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. Perencanaan pendidikan berfungsi sebagai proses sistematis dalam menetapkan tujuan, menentukan strategi, serta menyusun langkah-langkah yang diperlukan agar kegiatan pendidikan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Sementara itu, pengorganisasian berperan dalam mengatur sumber daya manusia, sarana, dan berbagai komponen pendidikan melalui pembagian tugas, wewenang, serta tanggung jawab yang jelas sehingga tercipta koordinasi kerja yang optimal. Pengelolaan pendidikan mencakup proses pengarahan, pengendalian, dan pengawasan terhadap seluruh aktivitas pendidikan agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan tujuan dan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, koordinasi menjadi unsur penting dalam menyelaraskan berbagai kegiatan dan kepentingan organisasi pendidikan sehingga seluruh komponen dapat bekerja secara terpadu. Kajian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen pendidikan yang baik mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, mendorong terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, serta mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan pembelajaran berdiferensiasi juga menjadi strategi yang relevan dalam meningkatkan kualitas hasil belajar sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing peserta didik. Oleh karena itu, integrasi perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan, dan pengawasan yang efektif menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi serta karakter peserta didik secara menyeluruh.
Manajemen Perencanaan Aset di SDN 2 Sukasari Kabupaten Ciamis sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan dan Kualitas Layanan Pendidikan Salma Kusuma Listiani; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1323

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen perencanaan aset di SDN 2 Sukasari, Kabupaten Ciamis, sebagai upaya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan kualitas layanan pendidikan. Latar belakang penelitian ini didasari kondisi infrastruktur pendidikan dasar di Indonesia yang masih memprihatinkan, ditambah lemahnya sistem perencanaan dan pencatatan aset yang masih manual di banyak sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif berbasis studi kasus, melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara, guru, dan komite sekolah, dengan analisis data model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana serta triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan aset di SDN 2 Sukasari masih bersifat reaktif, belum didukung dokumen perencanaan jangka menengah-panjang, dan terkendala keterbatasan dana BOS, sementara pengadaan, pemeliharaan, dan inventarisasi masih mengandalkan pencatatan manual. Ditemukan hubungan triadik yang saling memengaruhi antara kualitas perencanaan aset, kesejahteraan tenaga pendidik, dan kualitas layanan pendidikan, yang dirumuskan sebagai "Model Triadik Manajemen Perencanaan Aset". Penelitian merekomendasikan penyusunan masterplan aset jangka menengah, peningkatan kapasitas digital tenaga tata usaha, serta optimalisasi peran komite sekolah untuk mengatasi keterbatasan sumber daya sekolah.
Harga Diri Sebagai Penghubung Antara Karakteristik Individu Dan Pemanfaatan Teknologi Terhadap Caring Mahasiswa Kesehatan: Sebuah Artikel Konseptual Siti Kotijah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1324

Abstract

Latar Belakang: Transformasi digital telah mengubah pendidikan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran, simulasi virtual, kecerdasan buatan, dan berbagai platform digital. Meskipun teknologi meningkatkan akses informasi dan kompetensi profesional, terdapat kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kemampuan interpersonal dan perilaku caring mahasiswa kesehatan. Caring merupakan kompetensi inti yang menentukan kualitas hubungan terapeutik dan profesionalisme tenaga kesehatan. Namun, mekanisme psikologis yang menjelaskan hubungan antara karakteristik individu, pemanfaatan teknologi, dan caring masih belum banyak dikaji. Tujuan: Mengembangkan model konseptual yang menjelaskan peran harga diri sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara karakteristik individu dan pemanfaatan teknologi terhadap caring mahasiswa kesehatan. Metode: Artikel ini menggunakan pendekatan konseptual melalui telaah dan sintesis teori serta penelitian empiris terkini dari bidang pendidikan kesehatan, psikologi, teknologi pendidikan, dan keperawatan. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan Human Caring Theory, Social Cognitive Theory, Self-Determination Theory, dan teori self-esteem. Hasil: Model yang diusulkan menunjukkan bahwa karakteristik individu dan pemanfaatan teknologi berpengaruh terhadap harga diri mahasiswa kesehatan. Harga diri yang positif meningkatkan empati, kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan perilaku prososial yang pada akhirnya memperkuat caring. Harga diri berperan sebagai mekanisme psikologis yang menjembatani pengaruh faktor personal dan lingkungan digital terhadap perilaku caring. Kesimpulan: Harga diri merupakan faktor psikologis penting yang menjelaskan hubungan antara karakteristik individu, pemanfaatan teknologi, dan caring mahasiswa kesehatan. Model ini dapat menjadi dasar penelitian empiris serta pengembangan intervensi pendidikan kesehatan yang menyeimbangkan kompetensi teknologi dan nilai-nilai humanistik.
Analisis Pengendalian Keuangan Sekolah Berbasis Transparansi Dan Akuntabilitas Pada Lembaga Pendidikan Menengah Di Indonesia: Perspektif Manajemen Pendidikan Lathifatus Sa Diyyah; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1326

Abstract

Pengelolaan keuangan sekolah merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen pendidikan yang berpengaruh terhadap efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Dalam praktiknya, pengelolaan keuangan sekolah dituntut menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas guna mewujudkan tata kelola pendidikan yang baik. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep dan implementasi pengendalian keuangan sekolah berbasis transparansi dan akuntabilitas pada lembaga pendidikan menengah di Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai buku, jurnal ilmiah, dan regulasi yang berkaitan dengan manajemen keuangan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengendalian keuangan sekolah meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, pencatatan, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi. Transparansi diwujudkan melalui keterbukaan informasi keuangan kepada seluruh pemangku kepentingan, sedangkan akuntabilitas diwujudkan melalui pertanggungjawaban penggunaan dana sesuai ketentuan yang berlaku. Penerapan kedua prinsip tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat, efektivitas penggunaan anggaran, dan kualitas tata kelola sekolah. Oleh karena itu, penguatan sistem pengawasan dan peningkatan kompetensi pengelola keuangan menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengelolaan keuangan sekolah yang profesional.
Pengaruh Metode Bermain Konstruktif Pipe Block Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Anak Usia 5-6 Tahun Lia Hanifah; Rika Partikasari; Lidya Margaretha
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode bermain konstruktif pipe block terhadap kemampuan berpikir kreatif anak usia 5–6 tahun di PAUD Al-Fikri Kota Bengkulu. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya kemampuan berpikir kreatif anak yang ditandai oleh minimnya inisiatif memunculkan ide baru, keterbatasan mencari alternatif solusi, serta kecenderungan meniru karya teman tanpa modifikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen Pretest-Posttest Control Group Design, melibatkan 30 anak usia 5–6 tahun yang terbagi dalam kelas eksperimen (Kelompok B2, n=15) menggunakan media pipe block dan kelas kontrol (Kelompok B1, n=15) menggunakan media balok kayu. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur dengan empat indikator kreativitas: kelancaran, keluwesan, keaslian, dan elaborasi. Analisis data mencakup uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, dan uji hipotesis One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan nilai Fhitung kelas eksperimen sebesar 21,848 > Ftabel 4,67 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Rata-rata skor eksperimen meningkat dari 18,13 (Mulai Berkembang) menjadi 32,46 (Berkembang Sangat Baik), sementara kelas kontrol meningkat dari 15,13 menjadi 32,67. Dapat disimpulkan bahwa permainan konstruktif pipe block terbukti efektif dan signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif anak usia dini, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam kurikulum pembelajaran PAUD secara berkelanjutan.
Partisipasi Masyarakat Terhadap Perbaikan Jalan Di Kecamatan Kubu Babussalam Kabupaten Rokan Hilir Ziky Zakiah; Masrul Ikhsan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1328

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh kondisi Jalan Jendral Sudirman di Kecamatan Kubu Babussalam yang masih menunjukkan permukaan jalan kurang memadai. Adanya upaya perbaikan secara swadaya yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Berdasarkan teori partisipasi masyarakat menurut Tjokroamidjojo dalam Kumolontang et al. (2024), partisipasi dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, yaitu:Penentuan Arah Pembangunan (perencanaan), Pelaksanaan Kegiatan, dan Pemanfaatan Hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam perbaikan jalan di Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam perbaikan jalan di Kecamatan Kubu Babussalam cukup baik akan tetapi belum optimal dalam pelaksanaanya, mencakup tiga aspek dari teori Tjokroamidjojo: (1)Penentuan Arah Pembangunan (Perencanaan) melalui forum Musrenbang dan usulan maupun upaya perbaikan melalui forum UPIKA(Camat, Anggota Dewan ,Polsek, Masyarakat); (2)Pelaksanaan Kegiatan berupa usaha penimbunan secara mandiri, gotong royong dan pemliharaan berupa penimbunan mandiri yang dilakukan olehh masyarakat, (3)Pemanfaatan hasil, akses yang lancar, pemeliharaan berkelanjutan yang belum optimal. Dalam perbaikan jalan terdapat dua faktor kendala dalam partisipasi masyarakat terhadap perbaikan jalan di Kecamatan Kubu Babussalam, yaitu faktor dana yang terbatas dan faktor Kondisi Lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam optimalisasi partisipasi masyarakat, guna mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Analisis Fungsi Perencanaan dalam Manajemen Pendidikan sebagai Upaya Peningkatan Mutu Sekolah Anggun Setiani; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1329

Abstract

Perencanaan merupakan fungsi utama dalam manajemen pendidikan yang berperan sebagai dasar dalam menentukan arah, tujuan, serta strategi pengelolaan sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fungsi perencanaan dalam manajemen pendidikan sebagai upaya peningkatan mutu sekolah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai perencanaan pendidikan dan manajemen mutu sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi perencanaan meliputi identifikasi kebutuhan sekolah, penetapan visi, misi, dan tujuan, penyusunan program kerja, serta perencanaan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan anggaran. Implementasi perencanaan diwujudkan melalui penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS), program tahunan, program semester, serta keterlibatan aktif kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Perencanaan yang efektif memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu sekolah melalui peningkatan efektivitas pencapaian tujuan pendidikan, kualitas pembelajaran, optimalisasi pemanfaatan sumber daya, peningkatan prestasi peserta didik dan kinerja guru, serta penguatan budaya mutu sekolah. Meskipun demikian, pelaksanaan perencanaan masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya partisipasi stakeholder, dan perubahan kebijakan pendidikan yang dinamis. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang berbasis data, kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan agar mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan secara optimal.
Implementasi Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Pendidikan untuk Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Lembaga Pendidikan Berkualitas Ahmad Makhasin Ma’arif; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1330

Abstract

Peningkatan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan memerlukan implementasi fungsi manajemen yang dilaksanakan secara optimal, salah satunya adalah fungsi actuating (pelaksanaan atau penggerakan). Fungsi ini berperan dalam menggerakkan, mengarahkan, memotivasi, mengoordinasikan, dan membina seluruh sumber daya manusia agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi fungsi actuating dalam manajemen pendidikan serta kontribusinya terhadap peningkatan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (literature review) dengan mengumpulkan, menganalisis, membandingkan, dan mensintesis berbagai buku serta artikel ilmiah yang relevan mengenai fungsi actuating dalam manajemen pendidikan. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa implementasi fungsi actuating diwujudkan melalui kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, peningkatan motivasi guru dan tenaga kependidikan, komunikasi organisasi yang terbuka, koordinasi yang terarah, serta pelaksanaan supervisi akademik dan manajerial secara berkelanjutan. Implementasi fungsi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja guru, terbentuknya budaya organisasi yang kolaboratif, meningkatnya mutu layanan pendidikan, serta tercapainya tujuan pendidikan secara lebih efektif. Di sisi lain, perkembangan teknologi, perubahan kebijakan pendidikan, dan meningkatnya tuntutan mutu layanan menuntut lembaga pendidikan untuk menerapkan kepemimpinan yang adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi. Oleh karena itu, optimalisasi fungsi actuating melalui penguatan kepemimpinan transformasional, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, serta supervisi yang berkelanjutan menjadi strategi penting dalam mewujudkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan yang berkualitas.
Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Rahma Ihda Fatimah Azzahro
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1331

Abstract

Manajemen sarana dan prasarana merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang berpengaruh terhadap mutu pembelajaran dan kualitas layanan pendidikan. Namun, dalam praktiknya masih banyak lembaga pendidikan yang menghadapi berbagai permasalahan, seperti keterbatasan fasilitas, kurang optimalnya pemanfaatan sarana dan prasarana, rendahnya pemeliharaan aset, serta keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia dalam pengelolaannya. Kondisi tersebut berpotensi menghambat efektivitas proses pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep manajemen sarana dan prasarana pendidikan, menganalisis implementasinya di lembaga pendidikan, mengidentifikasi kontribusinya terhadap mutu pendidikan, serta mengkaji berbagai tantangan dan strategi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses pengumpulan, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis informasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana yang meliputi perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengawasan memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas proses pembelajaran, meningkatkan kinerja guru, serta meningkatkan hasil belajar peserta didik. Selain itu, pengelolaan yang baik juga berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif. Meskipun demikian, berbagai kendala seperti keterbatasan anggaran, kurangnya kompetensi pengelola, dan perkembangan teknologi yang cepat masih menjadi tantangan dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan guna mengoptimalkan manajemen sarana dan prasarana dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Perencanaan Pendidikan sebagai Fondasi Pengembangan Pesantren yang Berkualitas Reva Nur Aqila; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1332

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter, mengembangkan ilmu keislaman, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, perkembangan teknologi, globalisasi, serta meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap mutu pendidikan menuntut pesantren untuk terus melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas pengelolaan pendidikan. Salah satu aspek yang berperan penting dalam mewujudkan pesantren yang berkualitas adalah perencanaan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran perencanaan pendidikan sebagai fondasi pengembangan pesantren yang berkualitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan dengan manajemen pendidikan Islam, perencanaan pendidikan, dan pengembangan pesantren. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan konsep-konsep yang berkaitan dengan perencanaan pendidikan dalam pengembangan pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan arah pengembangan pesantren, meningkatkan mutu pembelajaran, mengembangkan sumber daya manusia, mengoptimalkan pengelolaan sarana dan prasarana, serta mendukung adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, perencanaan yang sistematis dan berorientasi pada mutu mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga serta memperkuat daya saing pesantren di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, perencanaan pendidikan dapat dipandang sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pesantren yang berkualitas, adaptif, dan berkelanjutan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi karakteristik utamanya.

Page 88 of 147 | Total Record : 1464