cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
ojsjuragan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syiah Kuala, Kp. Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ragam Pengabdian
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : 30638011     EISSN : 3063802X     DOI : doi.org/10.62710/juragan
Core Subject : Education, Social,
Berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, ekonomi, agama, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 483 Documents
Purchase Intention on E-Commerce Application: The Effectiveness of Brand Equity as Mediation Fendy Cuandra; Jeferey Phang; Lily Purwianti; Listia Nurjanah; Stefhani Susanto
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/wnazrs11

Abstract

This study examines how brand equity functions as a mediator in the relationship between electronic word-of-mouth (E-WOM), Social Media Marketing (SMM), Brand Engagement (BENG), Brand Love (BL), Brand Equity (BEQ), and Purchase Intention (PI) in e-commerce. Currently there is no research with variables mentioned above that implemented the Theory of Planned Behavior (TPB) therefore represents novelty aspect. Data evaluated from 293 e-commerce consumers is examined using PLS-SEM. Result shows that BEQ significantly mediates the effect of SMM and E-WOM on PI. While SMM and E-WOM both increase BEQ, their direct impacts on PI are shown to be irrelevant. Furthermore, it has been demonstrated that BL significantly influences both BEQ and PI, but BEQ does not have a significant effect. The findings showed the importance of BEQ in connecting SMM to consumer PI in e-commerce while using the theory of planned behavior by Ajzen (1985) in Indonesia highlighting this research gap
The Role Of Guidance And Counseling Teachers In Assisting Twelfth-Grade Students In Developing Mature Career Planning Annisa Fadillah
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6q0h9r07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mendampingi siswa kelas XII di MAS Tahfidz Rokan Hulu untuk mematangkan perencanaan karir mereka. Masalah penelitian berangkat dari fenomena rendahnya kematangan karir siswa, yang terlihat dari kebingungan mayoritas siswa dalam menentukan jurusan kuliah dan pilihan pekerjaan, keterbatasan akses informasi karir yang akurat dan relevan, kurangnya kemampuan refleksi diri dalam mengenali potensi serta minat pribadi, hingga adanya pengaruh lingkungan keluarga yang sering kali menekan atau mengarahkan keputusan karir tanpa mempertimbangkan kesiapan siswa. Kondisi ini menunjukkan perlunya peran strategis guru BK dalam memberikan pendampingan yang sistematis, terarah, dan berkelanjutan. Sampel penelitian terdiri dari guru BK dan siswa kelas XII MAS Tahfidz Rokan Hulu yang dipilih secara purposive karena memiliki pengalaman langsung terkait proses pendampingan karir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang memungkinkan peneliti memahami proses, dinamika, dan makna pendampingan karir secara lebih mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan layanan BK, dan telaah dokumentasi program bimbingan karir di sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara terus- menerus hingga menghasilkan gambaran yang holistik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki peran penting dan multidimensional, yaitu sebagai fasilitator, konselor, mediator, dan motivator. Guru BK memfasilitasi siswa dengan menyediakan informasi karir yang komprehensif, memfasilitasi asesmen minat dan bakat, serta memberikan akses pada sumber belajar karir. Dalam perannya sebagai konselor, guru BK membantu siswa melakukan eksplorasi diri melalui konseling individual untuk mengenali nilai-nilai pribadi, potensi diri, minat, karakter, serta arah perkembangan karir yang sesuai dengan kepribadian dan spiritualitas siswa. Guru BK juga berperan sebagai motivator yang mendorong kepercayaan diri siswa dalam mengambil keputusan karir serta membangun efikasi diri. Selain itu, pendampingan dilakukan melalui bimbingan kelompok, layanan informasi karir, dan kolaborasi aktif dengan wali kelas serta orang tua untuk menciptakan lingkungan pendukung yang konsisten. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa layanan BK yang dirancang secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan mampu meningkatkan kematangan karir siswa, memperkuat kemampuan mengambil keputusan karir, serta memberikan kejelasan tentang tujuan pendidikan dan pekerjaan masa depan. Pendekatan humanistik yang diterapkan guru BK, terutama yang disinergikan dengan nilai-nilai spiritual khas sekolah tahfidz, terbukti efektif dalam membantu siswa mengintegrasikan potensi pribadi dengan tujuan hidup jangka panjang mereka. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar sekolah memperkuat program bimbingan karir dengan meningkatkan ketersediaan informasi karir, memperluas kerja sama dengan orang tua serta dunia pendidikan tinggi, dan memastikan guru BK mendapatkan dukungan untuk melaksanakan program secara konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru BK sangat strategis dalam mematangkan perencanaan karir siswa, dan pendampingan yang bersifat holistik mampu membekali siswa dengan kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi transisi menuju pendidikan tinggi maupun dunia kerja.
Implementasi Keadilan Restoratif dalam Penyelesaian Tindak Pidana Ringan (Studi Putusan Pn Tanjung Balai No.1/PID.C/2023/PN Tjb) Dias Lutfiyansyah; Boedi Prasetyo
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zzc86830

Abstract

Penelitian ini mengenai implementasi Keadilan Restoratif dalam Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Balai Nomor 1/PID.C/2023/PN Tjb atas perkara pencurian 11 tandan sawit milik PT Padasa. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan studi kasus. Temuan menunjukkan bahwa penerapan Keadilan Restoratif dalam putusan tersebut diwujudkan melalui proses mediasi yang difasilitasi majelis hakim, yang melibatkan pelaku, korban (perusahaan), dan masyarakat. Pertimbangan hakim bersifat multidimensi, mencakup aspek yuridis (nilai kerugian kecil dan terpenuhinya unsur Pasal 362 KUHP), filosofis (hukum sebagai alat keadilan substantif dan pemulihan), dan sosiologis (kondisi ekonomi pelaku, pengakuan jujur, serta dampak sosial pemidanaan). Putusan ini merepresentasikan pergeseran paradigma dari pendekatan retributif menuju restoratif, yang sejalan dengan teori hukum progresif dan menciptakan penyelesaian yang memuaskan semua pihak serta memulihkan harmoni sosial.
Social Perception of Watershed Degradation and Its Influence on Collective Conservation Behavior Asikin Muchtar
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1mctvx97

Abstract

The Rongkong Watershed (DAS) in North Luwu Regency is a strategic area in flash flood control, but it also represents a space of ecological and social trauma after the 2020 flash flood event. Until now, the management of the Rongkong watershed has tended to be dominated by technical and structural approaches, such as the construction of dams, hydrological monitoring stations, and the reforestation of critical land, while the social dimension of community perception and collective conservation behavior has not been the main focus. This study aims to analyze the social perception of the community towards the degradation of the Rongkong watershed and its influence on the formation of collective conservation behavior after the disaster. The study used a qualitative approach with a case study design, involving 12 key informants who were purposively selected from the upstream, middle, and downstream watersheds. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation, then analyzed using thematic analysis. The results show that the direct experience of flash floods shapes diverse social perceptions, ranging from reflective perceptions that view watershed degradation as a shared ecological threat to passive perceptions that place disasters as external phenomena. Reflective perceptions tend to encourage community participation in collective conservation activities, such as reforestation and environmental mutual cooperation, while passive perceptions underscore social engagement and reliance on structural interventions. This study concludes that the effectiveness of watershed management is not only determined by technical solutions, but is greatly influenced by how communities interpret watershed degradation and its social role in conservation efforts, so that the integration of social perception dimensions is key in community-based sustainable watershed management.  
Fenomena AI-Giarism Mahasiswa dalam Aktivitas Akademik: Kajian Tantangan dan Strategi Literasi Digital Raihana Salsabillah; Gustina Erlianti
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/pyd6j796

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memengaruhi cara mahasiswa menjalankan aktivitas akademik, sekaligus memunculkan fenomena AI-giarism sebagai tantangan etika baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan pola praktik AI-giarism dalam aktivitas akademik mahasiswa, mengidentifikasi tantangan literasi digital yang dihadapi dalam penggunaan AI, serta merumuskan strategi literasi digital untuk menghadapi praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap mahasiswa yang memiliki pengalaman menggunakan AI dalam penyusunan tugas akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI umumnya digunakan pada tahap awal penulisan, seperti pencarian ide, penyusunan kerangka, dan perumusan bahasa, dengan variasi tingkat keterlibatan kognitif mahasiswa. Tantangan utama literasi digital tidak terletak pada kemampuan teknis, melainkan pada kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan etis, serta adanya ambiguitas batas etis penggunaan AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi digital berperan penting dalam mencegah praktik AI-giarism dengan menempatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti proses berpikir, melalui penguatan kesadaran etika akademik dan tanggung jawab intelektual mahasiswa.
Rancang Bangun Aplikasi E-Learning Berbasis WebMenggunakan Framework Codeigniter Teuku Afriliansyah; Muhammad Kahfi Aulia; Salman Alfarisi
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/yd3t4y79

Abstract

E-Learning adalah sebuah proses pembelajaran yang dilakukan melalui jaringan komputer, biasanya menggunakan internet maupun intranet. E- Learning berarti proses transformasi pembelajaran dari yang berpusat pada pengajar kepada pembelajaran. Pembelajaran tidak tergantung pada pengajar, karena akses informasi yang ada saat ini jauh lebih luas dan lengkap sehingga pembelajar dapat belajar kapan saja dan dimana saja. Tujuan penelitian ini adalah membuat dan membangun sistem E–Learning berbasis web agar menjadi media pembelajaran yang efektif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan 3 metode yakni wawancara, kuesioner dan studi literatur. Dalam melakukan perancangan aplikasi berbasis website ini, peneliti menggunakan Unified Modeling Language (UseCase diagram, class diagram, Activity diagram dan Sequence diagram) dengan memanfaatkan perangkat lunak microsoft visio dan dibangun menggunakan framework code igniter menggunkan text editor visual studio code serta menggunakan database mysql. Pada penelitian ini sistem e-learning berbasis website diuji menggunakan pengujian Black Box sehingga diperoleh aplikasi yang berjalan dengan baik. Uji kelayakan pada sistem ini menggunakan kuesioner yang dihutung menggunakan skala likert didapatkan hasil presentasi sebesar 60,8% dikategorikan layak.
Mubazir dalam Tafsir dan Praktik Sosial: Studi Living Quran pada Fenomena Food Waste Saat Resepsi Pernikahan Muh. Mukhlish Abidin; Umi Farihah Arif
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/yaeqjx66

Abstract

The phenomenon of food waste at wedding receptions is a common social practice. This practice is interesting to study because it directly contradicts the Quranic prohibition against wasteful behavior and israf. This article aims to analyze how verses about wasteful behavior are understood, negotiated, and presented in the social practices of society at wedding receptions. This research uses a qualitative method with a living Quran approach through participatory observation and in-depth interviews with invited guests, reception organizers, and community leaders. The results show that society recognizes the prohibition on wasteful behavior, but specifically at wedding receptions, this understanding is negotiated with ethics, social norms, and the logic of abundance and consumer hedonism. From a living Quran perspective, this phenomenon demonstrates that the Quran lives in the public consciousness contextually and partially, not always in the form of textual adherence. This article contributes to the development of social interpretation studies by emphasizing the importance of contextual reading of Quranic consumption ethics in the cultural practices of contemporary Muslim communities
Pengaruh Akses Mudah Pinjaman Online Ilegal Dan Motivasi Peminjaman Terhadap Perilaku Keuangan Dimediasi Finansial Distress Generasi Milenial Dan Gen Z Desy Chandra Haryanti; Ratno Purwani Setyaningrum; Suryanti
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/h9hc5w97

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan pada berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor keuangan. Inovasi financial technology (fintech) memberikan kemudahan akses layanan keuangan kepada masyarakat melalui pemanfaatan platform digital. Salah satu produk fintech yang berkembang pesat di Indonesia adalah layanan pinjaman online. Layanan ini menawarkan proses pengajuan yang cepat, persyaratan yang mudah, serta pencairan dana dalam waktu singkat, sehingga menjadi alternatif pembiayaan yang banyak diminati oleh masyarakat, khususnya generasi milenial dan Generasi Z. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian kausal. Penelitian diarahkan untuk menguji secara empiris pengaruh akses mudah pinjaman online ilegal dan motivasi peminjaman terhadap perilaku keuangan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui financial distress sebagai variabel mediasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji pengaruh mediasi finasncial distress pada hubungan variabel akses mudah piajaman online terhadap Perilaku keuangan menunjukkan hasil T hitung sebesar 2.234 dan nilai p value sebesar 0,032 < 0,05 sehingga variabel finasncial distress dapat memediasi hubungan antara akses mudah piajamana online ilegal terhadap Perilaku keuangan. Kemudian hasil uji pengaruh mediasi finasncial distress pada hubungan variabel motivasi pinjaman terhadap Perilaku keuangan menunjukkan hasil T hitung sebesar 2.032 dan nilai p value sebesar 0,042 < 0,05 sehingga variabel finasncial distress dapat memediasi hubungan motivasi pinjaman terhadap Perilaku keuangan.
Literasi Digital dalam Konten Humor Ofensif di Tiktok Aldha Ananta Putri; Gustina Erlianti
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/83zwt457

Abstract

  Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui pengumpulan data berupa tanggapan tertulis responden terkait pengalaman dan pandangan mereka terhadap konten humor ofensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam memahami konteks humor, menilai batas kewajaran candaan, serta mempertimbangkan dampak sosial dari konten yang dikonsumsi dan dibagikan. Mahasiswa dengan literasi digital yang baik cenderung bersikap lebih kritis dan reflektif dalam menyikapi humor ofensif, tidak hanya memandangnya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pesan yang memiliki konsekuensi sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dalam membangun sikap bijak dan bertanggung jawab dalam berinteraksi dengan konten humor di media sosial
Kontribusi Stres Akademik Terhadap Munculnya Pemikiran Bunuh Diri Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Cristin; Nurmina
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/akx7b162

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk mengukur kontribusi stres akademik terhadap munculnya pemikiran bunuh diri (suicidal ideation) pada mahasiswa tingkat akhir di Sumatera Barat. Mahasiswa tingkat akhir menghadapi tekanan spesifik mulai dari beban pengerjaan tugas akhir, ekspektasi keluarga, hingga kecemasan akan masa depan. Pendekatan kuantitatif kausal diterapkan pada 96 partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil pengolahan data menggunakan regresi linear sederhana terhadap skala Perception of Academic Stress Scale (PAS) dan Beck Scale for Suicide Ideation (BSS) menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada kategori sedang, baik untuk stres akademik (79%) maupun ideasi bunuh diri (70%). Namun, analisis hipotesis mengindikasikan tidak adanya pengaruh signifikan stres akademik terhadap pemikiran bunuh diri (p = 0,953 > 0,05) dengan nilai determinasi R² sebesar 0,000. Hal ini mengindikasikan bahwa pada sampel mahasiswa tingkat akhir di Sumatera Barat, munculnya pemikiran bunuh diri dipengaruhi oleh faktor lain di luar tekanan akademik, seperti faktor protektif berupa dukungan sosial kolektif dan nilai religiusitas.