cover
Contact Name
Sumianto
Contact Email
sumianto1982@gmail.com
Phone
+6285274742619
Journal Mail Official
sumianto1982@gmail.com
Editorial Address
https://pesona.tpi.or.id/index.php/pesona/EditorialTeams
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal Pesona Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30646448     DOI : https://doi.org/10.71436/pesona
Core Subject :
Jurnal Pesona Indonesia (JPI), diterbitkan oleh Institut Teknologi Pendidikan Indonesia E-ISSN: 3064 - 6448, adalah jurnal multidisiplin yang menjadi platform bagi peneliti dan akademisi untuk mempublikasikan hasil penelitian orisinal, ulasan ilmiah baru, dan analisis mendalam yang relevan secara sosial. Terbit empat kali setahun (Maret, Juni, September, dan Desember), jurnal ini meliputi bidang ilmu sosial, humaniora, budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi, dengan tujuan memperluas wawasan akademis lintas disiplin serta mendorong kolaborasi yang berdampak. Setiap naskah yang diterima melalui proses penilaian oleh mitra bestari ahli dari perguruan tinggi dan lembaga riset, memastikan bahwa hasil penelitian yang diterbitkan berkualitas dan relevan dalam memecahkan berbagai tantangan masyarakat modern. JPI juga menggunakan sistem Turnitin untuk mengecek orisinalitas, manajemen referensi dengan Mendeley, serta dukungan Crossref (DOI) dalam pengelolaan sitasi. Dengan pendekatan interdisipliner, JPI menyajikan karya yang tidak hanya teoritis namun aplikatif, mendorong solusi inovatif untuk permasalahan global yang dihadapi masyarakat saat ini.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): JPI 2025" : 15 Documents clear
The Influence of Digital Competencies and AI Integration on Islamic Teachers’ Functional Skills in Southern Pakistan Majeed, Muhammad Kashif; Ahmad, Tunku Badariah Binti
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i2.28

Abstract

In this study, we investigate digital competencies and their interaction with AI in Islamic secondary schools of Southern Pakistan, as well as their impact on teachers’ functional skills. The integration of artificial intelligence and digital skills into the education process can address critical questions related to teacher performance and skill development. This quantitative study analyzes responses from a sample of 450 Islamic school teachers using SPSS 22, based on the study criteria. The impact of digital competencies and AI usage on functional teaching skills was evaluated using multiple linear regression.The results reveal that the use of AI tools did not significantly affect communication skills, as the significance value (0.073 > 0.05) exceeded the threshold. However, digital competencies had a significant influence on all functional skills, with a significance value of 0.000 < 0.05. These findings highlight the importance of digital skills in contemporary education and identify gaps in AI adoption among rural Islamic school teachers. This study contributes to understanding teacher digital readiness, AI adaptation, and professional skill enhancement. The insights provide recommendations for improving educational practices, technology integration policies, and teacher development programs in Southern Pakistan, offering valuable guidance for implementation in this context.
Meningkatkan Hasil Belajar IPS melalui Media Interaktif Word Wall Siswa Kelas IV SDN Inpres Kowo Syafruddin, Syafruddin; Jannah, Miftahul; Jahara, Aulia; Aulia, Kaila Dwi; Wijaya, Resti
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i2.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SDN Inpres Kowo dalam mata pelajaran IPS dengan menggunakan media pembelajaran interaktif bernama Word Wall. Latar belakangnya adalah karena banyak siswa merasa pelajaran IPS membosankan dan sulit dipahami karena disampaikan dengan cara yang monoton. Penelitian dilakukan dengan metode tindakan kelas (PTK) selama dua siklus, melibatkan 25 siswa sebagai peserta. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan catatan kegiatan belajar. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan Word Wall membuat siswa lebih mudah memahami materi, lebih aktif di kelas, dan lebih banyak yang mencapai nilai minimal yang ditentukan. Dengan kata lain, Word Wall terbukti efektif untuk membantu siswa belajar IPS dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan.
Pengaruh Flipped Classroom terhadap Hasil Belajar IPS di EraDigital Siswa Sekolah Dasar Syafruddin, Syafruddin; Raihan, Nur; Astri, Astri; Fitri, Dian; Najrah, Najrah
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i2.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur dampak model flipped classroom terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa kelas VI di era digital. Desain kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol nonekuivalen digunakan untuk membandingkan dua kelas: satu kelas menggunakan strategi flipped classroom (kelompok eksperimen) dan satu kelas dengan metode tradisional (kelompok kontrol). Data kuantitatif dikumpulkan melalui pretes dan postes, kemudian dianalisis dengan uji-t sampel independen. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan (p < 0,05) pada kelompok eksperimen dengan rata-rata kenaikan nilai 16,5 poin, dibandingkan 7,8 poin di kelompok kontrol. Pendekatan flipped classroom memperkuat keterlibatan siswa, berpikir kritis, dan pemahaman materi IPS melalui kombinasi pembelajaran mandiri berbasis digital (misalnya video instruksional) dan aktivitas interaktif di kelas. Tantangan meliputi keterbatasan akses teknologi dan pelatihan guru. Temuan ini membuktikan flipped classroom sebagai alternatif efektif untuk pembelajaran tradisional, khususnya bagi generasi digital native.
Peran Pembelajaran IPS dalam Membentuk Nilai–nilai SosialSiswa Sekolah Dasar Marliana, Marliana; Anugrah, Elfira; Jariah, Nur Ainun; Saputra, Imam; Syafruddin, Syafruddin
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i2.31

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam membentuk nilai-nilai sosial siswa kelas 5 sekolah dasar. IPS memiliki fungsi strategis dalam memperkenalkan siswa pada kehidupan bermasyarakat dan menanamkan nilai sosial seperti gotong royong, toleransi, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, yang mengkaji berbagai sumber jurnal ilmiah, artikel pendidikan, serta buku ajar yang relevan. Fokus kajian meliputi: (1) makna nilai sosial dalam konteks pembelajaran IPS, (2) bentuk pembelajaran yang efektif dalam menumbuhkan nilai sosial, dan (3) peran guru dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui proses pembelajaran di kelas 5 SD. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS mampu menanamkan nilai-nilai sosial secara bertahap dan kontekstual melalui pendekatan tematik, diskusi kelompok, studi kasus, serta kegiatan berbasis proyek sosial. Guru berperan penting dalam membentuk perilaku sosial siswa melalui keteladanan, pemberian tugas kolaboratif, serta pembiasaan kegiatan sosial di kelas dan lingkungan sekolah.
Peran Mata Pelajaran IPS dalam Menanamkan Nilai Sosial danBudaya pada Siswa Sekolah Dasar Angriani, Ika; Nurfina, Nurfina; lestari, Citra; Marisa, Marisa; Syafruddin, Syafruddin
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i2.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan budaya pada siswa kelas 4 Sekolah Dasar. IPS merupakan mata pelajaran yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan tentang kehidupan sosial, tetapi juga berfungsi sebagai media pembentukan karakter dan penguatan identitas budaya sejak dini. Melalui pendekatan yang tepat, IPS mampu menanamkan nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode literatur review yang mengkaji berbagai sumber akademik seperti jurnal, buku, dan laporan penelitian terdahulu yang relevan. Fokus kajian meliputi: (1) kontribusi IPS dalam pembentukan nilai sosial dan budaya siswa, (2) strategi pembelajaran kontekstual berbasis nilai, serta (3) tantangan dan peluang dalam implementasi pembelajaran IPS yang bermuatan nilai sosial dan budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS memiliki potensi besar dalam menumbuhkan kesadaran sosial dan budaya siswa, terutama jika dirancang secara kontekstual dan interaktif. Pembelajaran yang dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa mendorong keterlibatan aktif dan internalisasi nilai yang lebih mendalam. Namun demikian, pelaksanaan pembelajaran berbasis nilai memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kompetensi guru, sumber belajar yang sesuai, serta kebijakan sekolah yang mendukung integrasi nilai budaya lokal dalam kurikulum. Kesimpulannya, mata pelajaran IPS dapat menjadi sarana strategis dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan budaya pada siswa SD kelas 4 apabila dirancang secara kontekstual dan berorientasi pada penguatan karakter dan identitas budaya.
Penerapan Model Pembelajaran CTL Berorientasi Kearifan Lokaluntuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Putri, Inda; Nurkifayati, Nurkifayati; Lisfani, Lisfani; Inayah, Al; Syafruddin, Syafruddin
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i2.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) yang berorientasi pada kearifan lokal dalam meningkatkan hasil belajar siswa Sekolah Dasar. CTL merupakan pendekatan pembelajaran yang mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa, sehingga dapat membangun pemahaman yang lebih bermakna. Ketika dikombinasikan dengan kearifan lokal, CTL tidak hanya memperkuat penguasaan konsep, tetapi juga membentuk sikap menghargai budaya sekitar. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur yang mengkaji berbagai hasil penelitian sebelumnya, jurnal ilmiah, serta dokumen kurikulum pendidikan dasar. Fokus kajian mencakup: (1) prinsip CTL dalam pembelajaran SD, (2) integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran kontekstual, dan (3) dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Hasil studi menunjukkan bahwa model CTL berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan motivasi, pemahaman konsep, dan keterampilan sosial siswa. Siswa lebih aktif dan antusias saat pembelajaran dikaitkan dengan lingkungan sosial-budaya yang mereka kenal. Dukungan guru yang memahami konteks lokal, serta lingkungan belajar yang memungkinkan eksplorasi budaya, menjadi faktor penting keberhasilan penerapan CTL ini. Kesimpulannya, penerapan CTL berbasis kearifan lokal merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa SD, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Pengaruh model PJBL untuk Meningkatkan Kemampuan BerpikirKritis Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar Nuris, Nuris; Mar'ah, Mar'ah; Rahmania, Rahmania; Kurnia, Kurnia; Ihlas, Ihlas; Syafruddin, Syafruddin
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i2.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model Project Based Learning (PJBL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa SD kelas 4. PJBL merupakan model pembelajaran yang menekankan aktivitas belajar berbasis proyek nyata, yang dapat mendorong siswa untuk mengeksplorasi, menalar, dan membuat keputusan secara mandiri maupun kelompok. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menganalisis jurnal-jurnal dan studi relevan. Fokus kajian meliputi: (1) karakteristik PJBL dalam pembelajaran SD, (2) hubungan PJBL dengan kemampuan berpikir kritis, serta (3) implementasi PJBL dalam konteks siswa kelas 4. Hasil kajian menunjukkan bahwa PJBL secara signifikan mampu meningkatkan aspek berpikir kritis siswa, seperti kemampuan menganalisis masalah, merancang solusi, dan merefleksi hasil kerja. PJBL mendorong siswa untuk aktif dan terlibat secara mendalam dalam proses belajar, serta relevan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penerapan PJBL memerlukan dukungan guru yang kompeten, perencanaan yang matang, serta lingkungan belajar yang kolaboratif.
Peningkatan Pemahaman Materi IPS melalui PendekatanKontekstual di Sekolah Dasar Nurlaela, Nurlaela; Diana, Putri; Sulastri, Sulastri; Nawar, Fauzia
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i2.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam efektivitas pendekatan kontekstual dalam meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap materi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Pendekatan kontekstual dipilih karena dianggap mampu mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata siswa, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang relevan dalam rentang 10 tahun terakhir. Fokus utama kajian meliputi prinsip dasar pendekatan kontekstual, strategi penerapannya dalam pembelajaran IPS, serta dampaknya terhadap peningkatan pemahaman konseptual dan motivasi belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual secara signifikan meningkatkan kualitas pemahaman siswa karena pembelajaran berbasis pengalaman nyata merangsang aktivitas berpikir kritis dan reflektif. Selain itu, strategi ini juga memperkuat hubungan antara siswa dan lingkungan sosial-budaya mereka, menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Meskipun demikian, penerapan pendekatan ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pelatihan guru dan integrasi ke dalam kurikulum. Kajian ini memberikan rekomendasi agar pendekatan kontekstual dijadikan salah satu strategi utama dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar, guna menciptakan pendidikan yang aktif, menyenangkan, dan membentuk karakter peserta didik. Dengan demikian, pendekatan kontekstual menjadi sarana penting dalam menjembatani teori dengan praktik kehidupan sehari-hari siswa.
Analysis of heavy metal concentrations of ofia-imoka river inAwka town Southeast Nigeria for domestic purposes Nwanna, Emmanuel Chukwudi; Maduegbuna, John Ikedinachukwu; Odeh, Calistus Princewill; Ekwueme, Godspower Onyekachukwu; Okadigwe, Emmanuel Igwebudu
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i2.39

Abstract

Recognizing the heavy metal attributes of water is essential when handling resources, evaluating its purity, as well as tackling environmental issues. Water is an essential part of life and a vital resource for industrial, residential, and environmental uses. Because of the possible connections to cancer and other illnesses, the presence of heavy metal poisoning in rivers poses major health hazards through ingestion and skin exposure. The river's typical usage for drinking, cooking, and other domestic tasks are restricted since it flows via a channel that may have become polluted by manufacturing, agriculture, among other human activity. The sample was gathered, and its degree of contamination by heavy metals as well as appropriateness for household use were assessed. Lead (Pb), cadmium (Cd), mercury (Hg), chromium (Cr), iron (Fe), molybdenum (Mo), manganese (Mn), arsenic (As), cobalt (Co), nickel (Ni), silver (Ag), and calcium (Ca) are among the characteristics that were examined. Atomic Absorption Spectrometer (AAS) were used to analyze the metal content in water samples and contrasted with World Health Organization (WHO) permissible limits. All of the metrics, with the exception of nickel mg/l (0.011) and mercury mg/l (0.003), were found to be below WHO permissible levels. The administration of agricultural chemical products, growth in urbanization, industrialization, mining for minerals, and natural factors such as weathering of rocks are the main causes of this contamination. As a means to tackle pollution from heavy metals and safeguard human health, the study highlights the need for ongoing surveillance and focused mitigation techniques. Given the recommended values, the Ofia-Imoka river is unfit for human consumption since the levels of nickel, and mercury exceeded what the WHO considers safe.
Assessment of Paddy Rice Farmers’ Perception of theValue ChainDevelopment Programme Implementation in Anambra State,Nigeria N, Ibekilo Jennifer; Nenna, M. G.; C, Okpaliwu Chinedu
Jurnal Pesona Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): JPI 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71436/jpi.v2i2.40

Abstract

This study examined the impact of the Value Chain Development Programme (VCDP) on paddy rice farmers in Anambra State, Nigeria. A multi-stage sampling technique was used to select 120 beneficiaries, and data were collected via questionnaires. Descriptive statistics and mean scores were employed for analysis. Results showed that most rice farmers were male (59.17%), aged 31–40 years (34.17%), married (67.5%), and had secondary education (42.5%). Household sizes of 6–10 people (67.5%) and farming experience of 11–20 years (67.5%) were common. Farmers sourced information mainly through farmers’ associations (mean=2.71), fellow farmers (mean=2.66), and extension agents (mean=2.53). Key programme activities included improved seed provision (mean=2.82), training (mean=2.71), and farmer group formation (mean=2.65). Farmers expressed satisfaction with programme objectives (mean=3.80), input disbursement (mean=3.61), and training frequency (mean=3.48). Challenges included poor credit access (mean=3.75), corruption among staff (mean=3.56), late input distribution (mean=3.32), and insufficient milling machines (mean=3.11). A significant increase in rice production (t=-9.735, p≤0.05) was observed post-programme. Recommendations included government and stakeholder collaboration to address milling machine shortages through subsidized partnerships with manufacturers.

Page 1 of 2 | Total Record : 15