cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
journal@idpublishing.org
Phone
+628111304014
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30893968     DOI : https://doi.org/10.47134/jpbsi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a forum for researchers, students, and professionals who want to publish their writing or research. The focus and scope of Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia include: Indonesian language for foreigners, Indonesian language, Indonesian language teaching; Linguistics; Applied Linguistics, and; Literature Teaching.
Articles 37 Documents
Urutan Subjek, Predikat, Dan Objek Dalam Kalimat Berita Online Bahasa Indonesia Sahibul Munada; Dzaky Maula; Agung Pranoto Kadiatmaja
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urutan subjek, predikat, dan objek dalam kalimat berita online bahasa Indonesia. Penelitian ini juga mengidentifikasi bentuk-bentuk kesalahan struktur sintaksis yang masih sering muncul dalam praktik penulisan jurnalistik daring. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan berupa kalimat-kalimat dari berita online yang kemudian dianalisis berdasarkan kaidah tata bahasa Indonesia yang baku. Sumber data diambil dari beberapa media berita online nasional yang aktif mempublikasikan informasi aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kalimat dalam berita online telah mengikuti pola dasar Subjek-Predikat-Objek (S-P-O). Namun demikian, masih ditemukan berbagai penyimpangan, seperti penghilangan subjek yang menyebabkan ketidakjelasan pelaku, penggunaan predikat yang tidak tepat, dan penempatan objek yang tidak sesuai dengan struktur kalimat baku. Selain itu, ditemukan pula kalimat yang terlalu panjang dan kompleks sehingga mengaburkan hubungan antarunsur dalam kalimat. Kesalahan tersebut berpotensi menurunkan kualitas informasi dan menyulitkan pembaca dalam memahami isi berita secara cepat dan tepat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan kaidah sintaksis yang benar dalam penulisan berita online. Hal ini akan membuat informasi yang disampaikan lebih efektif, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Klasifikasi Kalimat Efektif dalam Tulisan Akademik Mahasiswa: Analisis Makalah Mata Kuliah Pancasila Sandy Akbar; Muhammad Afif Zahran; Agung Pranoto Kadiatmaja
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2561

Abstract

Penggunaan Kalimat Efektif dalam Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan kalimat efektif dalam makalah mahasiswa STAI Ali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diambil secara random terhadap 10 Latar Belakang dari makalah mahasiswa. Hasil akhir menunjukkan penggunaan kalimat efektif pada skripsi mahasiswa cukup baik. Dari 10 makalah mahasiswa terdapat 75% kalimat efektif dan cukup efektif dari total 60 kalimat. Dan berdasarkan unsur kalimat efektif, mahasiswa mendapatkan 86,7% pada unsur kesatuan, 75% dalam unsur ketepatan, 70% dalam unsur kejelasan, 66,7% dalam unsur kepaduan, 63,3% dalam bidang kecermatan,46,7% dalam unsur kehematan. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan kalimat efektif pada mahasiswa sudah cukup baik dan bisa dijadikan bahan evaluasi dalam menulis karya tulis ilmiah di kampus.
Analisis Kesalahan Ragam Bahasa Baku dalam Karya Ilmiah Mahasiswa Muhammad Arsyad Qurbani; Kurnia Avandi; Agung Pranoto Kadiatmaja
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan pemakaian ragam bahasa baku dalam karya ilmiah mahasiswa serta menentukan jenis kesalahan yang paling dominan. Ragam bahasa baku merupakan ciri utama penulisan ilmiah yang mencakup aspek ejaan, morfologi, dan sintaksis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis dokumen. Sumber data berupa karya tulis ilmiah mahasiswa (makalah dan artikel) dari beberapa perguruan tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, catat, dan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan terbanyak terjadi pada tataran ejaan (40%–45%), khususnya pemakaian huruf kapital, penulisan kata depan, dan penggunaan tanda baca. Kesalahan pada tataran morfologis (32,5%) didominasi oleh afiksasi yang tidak tepat, sedangkan kesalahan sintaksis (21,7%) meliputi ketidaklengkapan unsur kalimat dan penggunaan konjungsi yang tidak baku. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pembelajaran bahasa Indonesia baku dan pelatihan penyuntingan mandiri (swasunting) di lingkungan akademik.
Karakteristik Ragam Bahasa Baku dalam Dunia Pendidikan Adnan Nawawi Surianto; Abdurrahman Abdurrahman; Agung Pranoto Kadiatmaja
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2571

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada analisis ciri-ciri ragam bahasa baku di ranah pendidikan beserta kontribusinya dalam memperlancar komunikasi akademik yang berkualitas. Ragam bahasa baku adalah varian bahasa yang patuh pada aturan tata bahasa, penulisan ejaan, serta pemilihan diksi yang selaras dengan norma standar bahasa. Di dunia pendidikan, bahasa baku punya peran krusial sebagai wadah utama menyampaikan pengetahuan, entah lewat ucapan maupun tulisan. Pendekatan yang dipakai adalah deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data via studi literatur dan pemeriksaan beragam sumber tulis seperti buku teks, artikel jurnal, plus dokumen terkait bahasa baku di pendidikan. Temuan utama mengungkap bahwa ciri khas bahasa baku di pendidikan mencakup susunan kalimat yang terstruktur rapi, diksi formal dan presisi, ejaan yang taat kaidah bahasa Indonesia, serta penyajian informasi yang lugas, efisien, dan gampang dicerna. Tak hanya itu, bahasa baku juga jadi pemersatu dalam interaksi akademik, sekaligus membentuk iklim belajar yang lebih disiplin dan profesional. Penerapan bahasa baku yang mantap bisa meninggkatkan mutu dialog antara guru dan murid, serta membantu raih sasaran pendidikan secara optimal. Dari hasil tersebut, bisa dirangkum bahwa ragam bahasa baku esensial banget di pendidikan karena mendukung komunikasi yang lancar, terorganisir, dan sesuai etika bahasa yang berlaku.
Dinamika Penggunaan Bahasa Indonesia di Era Digital: Analisis pada Media Sosial di Kalangan Generasi Z Sufyan Al-Mubarok; Ahmad Mufarrid Hanif; Agung Pranoto Kadiatmaja
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penggunaan Bahasa Indonesia di media sosial di kalangan Generasi Z pada era digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi terhadap penggunaan bahasa pada berbagai platform media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z cenderung menggunakan bahasa yang lebih fleksibel dan kreatif, seperti bahasa gaul, singkatan, campur kode dengan bahasa asing, serta penggunaan emoji dalam komunikasi digital. Fenomena ini mencerminkan kemampuan bahasa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan komunikasi modern. Namun, penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah juga berpotensi mengurangi penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Di sisi lain, media sosial turut berperan dalam memperluas penggunaan Bahasa Indonesia dan memperkenalkan kosakata baru kepada masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika penggunaan Bahasa Indonesia di media sosial merupakan bentuk adaptasi bahasa terhadap era digital yang perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga kaidah bahasa sebagai bagian dari identitas nasional.
Meme Politik di TikTok: Perspektif Pragmatika Humor sebagai Kritik Sosial Digital Hidayah Uswatun; Anas Ahmadi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2625

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pragmatika humor dalam meme politik TikTok sebagai bentuk kritik sosial digital pada konteks Pemilu Presiden Indonesia 2024. Maraknya meme politik selama periode tersebut mencerminkan pergeseran signifikan dalam cara warganet, khususnya Generasi Z, terlibat dalam wacana politik di ruang digital yang semakin terbuka dan partisipatif. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tiga kerangka teori: implikatur percakapan Grice (1975), teori relevansi Sperber dan Wilson melalui Yus (2021), dan fungsi humor Harpriyanti dkk. (2023). Data dikumpulkan melalui purposive sampling berupa 20 meme politik TikTok dari 15 akun berbeda selama Januari–Desember 2024, dengan pengambilan data pada Maret 2026 menggunakan tagar-tagar politik yang relevan. Analisis mengungkap empat strategi humor utama: ironi (40%), parodi (25%), sarkasme (25%), dan satire (10%), yang secara sistematis memanfaatkan pelanggaran maksim kualitas dan relevansi Grice untuk membangun implikatur percakapan kritis. Pelanggaran maksim tersebut menyematkan kritik sosial-politik dalam konten yang tampak humoris. Ironi mendominasi melalui kontras audiovisual khas TikTok; parodi memanfaatkan budaya remiksiasi via fitur duet dan stitch; sarkasme menyalurkan frustrasi sosial-politik yang tersublimasi; dan satire beroperasi sebagai mekanisme koreksi sosial kolektif yang diterima secara kultural. Penelitian menyimpulkan bahwa meme politik TikTok menjalankan tiga fungsi sosial sekaligus: wahana kritik sosial yang demokratis, alat pembentukan identitas kolektif bagi Generasi Z, dan ruang katarsis emosional di tengah dinamika demokrasi Indonesia. Temuan ini menegaskan relevansi kerangka GTVH Attardo (1994) pada objek multimodal digital serta menekankan pentingnya literasi digital kritis dalam memanfaatkan meme sebagai ekspresi politik yang bertanggung jawab.
Analisis Keterampilan Membaca Anak Disabilitas dan Strategi Pembelajaran di SLB ACD Pertiwi Rani Jayanti; Amilatus Sholikah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan membaca anak disabilitas serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang diterapkan guru dalam mendukung perkembangan kemampuan membaca siswa di SLB ACD Pertiwi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tujuh siswa kelas IV yang meliputi tiga siswa tunagrahita, dua siswa tunarungu, dan dua siswa autisme, serta seorang guru kelas sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah menguasai keterampilan membaca dasar, meliputi kemampuan mengenal huruf, menghubungkan huruf dengan bunyi, mengeja kata, dan membaca kalimat sederhana. Namun, siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan dan mempertahankan konsentrasi selama proses pembelajaran. Guru menerapkan strategi pembelajaran adaptif melalui metode bermain serta penggunaan media visual berupa gambar dan huruf berwarna yang terbukti meningkatkan perhatian, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan keterampilan membaca anak disabilitas memerlukan strategi pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan berpusat pada karakteristik individual peserta didik agar kemampuan literasi berkembang secara bertahap dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan praktik pembelajaran membaca yang lebih efektif dalam pendidikan khusus.

Page 4 of 4 | Total Record : 37