cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
ISSN : -     EISSN : 30891973     DOI : -
AL-IKTIAR, Journal of Islamic Studies is to publish original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, covering a wide range of issues on Islamic studies in a number of fields including as below. 1. Islamic Education 2. Islamic Thought 3. Islamic Law 4. Islamic Theology 5. Islamic Politics 6. Islamic History and Civilization
Articles 168 Documents
Evaluasi Pembelajaran PAI dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di MI Miftahul Ulum Wirowongso Ajung Muhammad Tis Asuh Sobirin; Moh. Sahlan
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/exjvy944

Abstract

This study aims to evaluate the Islamic Religious Education (PAI) learning program in shaping the religious character of students at MI Miftahul Ulum Wirowongso Ajung. The study used a qualitative approach with an evaluative research type through the Context, Input, Process, Product (CIPP) model. Research informants consisted of the madrasah principal, Islamic Religious Education teachers, homeroom teachers, and students who were selected purposively. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña which includes data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the PAI learning program has run well in the aspects of context, input, process, and results. The program is supported by the madrasah's vision that is oriented towards the formation of religious character, teacher competence and adequate learning tools, as well as the implementation of learning that integrates role models, worship habits, and formative and summative assessments. The impact of the program is seen in the increase in worship habits, discipline, honesty, responsibility, and politeness of students. This study recommends strengthening innovation in learning strategies, developing digital-based learning media, and optimizing collaboration between madrasas, parents, and the community so that the formation of students' religious character takes place sustainably. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius peserta didik di MI Miftahul Ulum Wirowongso Ajung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif melalui model Context, Input, Process, Product (CIPP). Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembelajaran PAI telah berjalan dengan baik pada aspek konteks, masukan, proses, dan hasil. Program didukung oleh visi madrasah yang berorientasi pada pembentukan karakter religius, kompetensi guru dan perangkat pembelajaran yang memadai, serta pelaksanaan pembelajaran yang mengintegrasikan keteladanan, pembiasaan ibadah, dan asesmen formatif maupun sumatif. Dampak program terlihat dari meningkatnya kebiasaan beribadah, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap santun peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan inovasi strategi pembelajaran, pengembangan media pembelajaran berbasis digital, serta optimalisasi kolaborasi antara madrasah, orang tua, dan masyarakat agar pembentukan karakter religius peserta didik berlangsung secara berkelanjutan.
Inovasi Asesmen Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Digital dan Deep Learning dalam Meningkatkan Higher Order Thinking Skills Peserta Didik Ahmad Salim Ulul Albab; Moh. Sahlan
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/gy4jer97

Abstract

The development of digital technology has driven the transformation of various aspects of education, including learning assessment systems. Islamic Religious Education (PAI) is required to develop assessment models that not only measure mastery of religious material but also enhance students' Higher Order Thinking Skills (HOTS). This study aims to analyze innovations in Islamic Religious Education assessments based on digital technology and deep learning in improving students' HOTS. The study employed library research with a descriptive qualitative approach. Data were obtained through a review of various literature sources, including books, scientific journals, articles, proceedings, and relevant documents related to digital assessment, deep learning, Islamic Religious Education, and HOTS. Data analysis was conducted using content analysis techniques through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The study results indicate that digital technology-based assessments facilitate learning evaluation through the use of digital platforms, Learning Management Systems (LMS), e-portfolios, interactive quizzes, and various learning applications, enabling an effective, flexible, and sustainable assessment process. Meanwhile, the deep learning approach encourages students to deeply understand Islamic concepts, engage in critical reflection, connect knowledge to the realities of life, and develop analytical, evaluation, and creative skills. The integration of digital technology and deep learning results in an assessment model that is more authentic, contextual, and oriented toward developing HOTS (Highest Level of Understanding). In addition to enhancing critical thinking and problem-solving skills, this assessment innovation also contributes to strengthening students' religious character, ethics, and social responsibility. Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi berbagai aspek pendidikan, termasuk dalam sistem asesmen pembelajaran. Pendidikan Agama Islam (PAI) dituntut untuk mengembangkan model asesmen yang tidak hanya mengukur penguasaan materi keagamaan, tetapi juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi asesmen Pendidikan Agama Islam berbasis teknologi digital dan deep learning dalam meningkatkan HOTS peserta didik. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui kajian berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, prosiding, dan dokumen relevan yang berkaitan dengan asesmen digital, deep learning, Pendidikan Agama Islam, dan HOTS. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen berbasis teknologi digital memberikan kemudahan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran melalui penggunaan platform digital, Learning Management System (LMS), e-portfolio, kuis interaktif, dan berbagai aplikasi pembelajaran yang memungkinkan proses penilaian berlangsung secara efektif, fleksibel, dan berkelanjutan. Sementara itu, pendekatan deep learning mendorong peserta didik untuk memahami konsep keislaman secara mendalam, melakukan refleksi kritis, menghubungkan pengetahuan dengan realitas kehidupan, serta mengembangkan kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi. Integrasi teknologi digital dan deep learning menghasilkan model asesmen yang lebih autentik, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan HOTS. Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, inovasi asesmen ini juga berkontribusi terhadap penguatan karakter religius, etika, dan tanggung jawab sosial peserta didik.
Penggunaan Kitab Prakom Untuk Meningkatkan Kemampuan Minat Membaca Kitab Kuning Di Pondok Pesantren MIftahul Ulum Yosorati Sumbeberu Jember Abdus Salam; Moh Sahlan
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 3 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/n8bxvn14

Abstract

This study aims to describe and analyze the use of the Prakom Book to improve the reading skills and interest of students at the Miftahul Ulum Yosorati Islamic Boarding School in Sumberbaru, Jember. This research is motivated by the importance of reading the yellow books as a basic competency that students must possess in understanding classical Islamic knowledge. However, in reality, some students still experience difficulties in reading the yellow books and have a relatively low interest in reading. Therefore, the use of the Prakom Book is seen as an alternative learning method that can help students understand the basic rules of reading the yellow books more easily and systematically. This study used a qualitative approach with field research. The research subjects consisted of the boarding school supervisor, the ustaz (teacher) teaching the Prakom Book, and the students participating in the learning. Data collection techniques were conducted through interviews, observation, and documentation. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested through source triangulation and technical triangulation. The research results show that the use of the Prakom Book positively contributes to improving the reading ability of Islamic boarding school students. Through systematic, step-by-step, and easy-to-understand material, students more easily master the basics of nahwu and sharaf, which form the foundation for reading Islamic boarding school books. Furthermore, the use of the Prakom Book also increases students' interest in reading, as indicated by increased active participation in learning, enthusiasm for studying Islamic boarding school books, and motivation to deepen Islamic knowledge. Supporting factors for the successful use of the Prakom Book include the competence of the ustaz (teacher), a conducive Islamic boarding school environment, and supportive learning facilities. Inhibiting factors include differences in students' basic abilities and limited learning time. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penggunaan Kitab Prakom dalam meningkatkan kemampuan dan minat membaca kitab kuning santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Yosorati Sumberbaru Jember. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan membaca kitab kuning sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki santri dalam memahami khazanah keilmuan Islam klasik. Namun, pada kenyataannya masih terdapat santri yang mengalami kesulitan dalam membaca kitab kuning serta memiliki minat baca yang relatif rendah. Oleh karena itu, penggunaan Kitab Prakom dipandang sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang dapat membantu santri memahami kaidah-kaidah dasar membaca kitab kuning secara lebih mudah dan sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri atas pengasuh pesantren, ustaz pengampu pembelajaran Kitab Prakom, dan santri yang mengikuti pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kitab Prakom memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan membaca kitab kuning santri. Melalui materi yang disusun secara sistematis, bertahap, dan mudah dipahami, santri lebih mudah menguasai dasar-dasar nahwu dan sharaf yang menjadi fondasi dalam membaca kitab kuning. Selain itu, penggunaan Kitab Prakom juga mampu meningkatkan minat membaca santri yang ditandai dengan meningkatnya keaktifan dalam pembelajaran, antusiasme dalam mengkaji kitab kuning, serta motivasi untuk memperdalam pengetahuan keislaman. Faktor pendukung keberhasilan penggunaan Kitab Prakom meliputi kompetensi ustaz, lingkungan pesantren yang kondusif, serta dukungan sarana pembelajaran. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan kemampuan dasar santri dan keterbatasan waktu pembelajaran
Pengaruh Game Online Pubg Mobile Mobile Legend Dan Aplikasi Tiktok Terhadap Rusaknya Ahklakul Karimah Peserta Didik Pada Mata Pelajaran PAI Di SMP Nusa Dua Bali M Zainal Abror
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 3 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/36vcc989

Abstract

Perkembangan teknologi informasi pada abad ke-21 telah membawa perubahan besar dalam pola interaksi sosial masyarakat, khususnya di kalangan remaja. Kehadiran game online seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends, serta aplikasi media sosial TikTok, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan peserta didik. Intensitas penggunaan platform digital tersebut menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif, termasuk terhadap pembentukan akhlakul karimah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak serta besarnya pengaruh game online PUBG Mobile, Mobile Legends, dan aplikasi TikTok terhadap rusaknya akhlakul karimah peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Nusa Dua Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 185 siswa, sedangkan sampel sebanyak 66 siswa ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi TikTok berpengaruh negatif dan signifikan terhadap akhlakul karimah siswa dengan koefisien regresi sebesar -0,875 dan nilai signifikansi 0,004. Sebaliknya, penggunaan game online PUBG Mobile dan Mobile Legends tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap akhlakul karimah siswa, dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,167 dan 0,745. Namun demikian, hasil uji simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap rusaknya akhlakul karimah siswa dengan nilai F-hitung sebesar 4,482 dan signifikansi 0,016. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,428 mengindikasikan bahwa 42,8% variasi kerusakan akhlakul karimah dapat dijelaskan oleh penggunaan PUBG Mobile, Mobile Legends, dan TikTok, sedangkan 57,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Abstract The development of information technology in the 21st century has brought about significant changes in social interaction patterns, particularly among adolescents. The presence of online games such as PUBG Mobile and Mobile Legends, as well as the social media application TikTok, has become an integral part of students' lives. The intense use of these digital platforms has various impacts, both positive and negative, including on the development of students' noble character. This study aims to determine the impact and extent of the influence of the online games PUBG Mobile, Mobile Legends, and the TikTok application on the deterioration of students' noble character in Islamic Religious Education (PAI) at Nusa Dua Junior High School, Bali. This study used a quantitative approach with a descriptive approach. The study population was 185 students, while a sample of 66 students was determined using a purposive sampling technique. Data collection was conducted using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed using multiple linear regression. The results showed that the use of the TikTok application had a negative and significant effect on students' noble character, with a regression coefficient of -0.875 and a significance value of 0.004. In contrast, the use of the online games PUBG Mobile and Mobile Legends did not significantly influence students' morality, with significance values ​​of 0.167 and 0.745, respectively. However, the results of the simultaneous test showed that all three variables together significantly influenced the decline in students' morality, with an F-value of 4.482 and a significance level of 0.016. The coefficient of determination (R²) of 0.428 indicates that 42.8% of the variation in morality decline can be explained by the use of PUBG Mobile, Mobile Legends, and TikTok, while 57.2% is influenced by other factors outside the study.
Pengaruh Lingkungan Sekolah Dan Orang Tua Terhadap Pengembangan Karakter Islami Peserta Didik Di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Khoir Tasikmlaya Yeti Asyiqiah Wasiqoh
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 3 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/hwnp7668

Abstract

This study aims to analyze the influence of the school environment and the role of parents on the development of Islamic character in students at MTs Miftahul Khoir Tasikmalaya. Islamic character is a crucial aspect of education because it serves as a moral and spiritual foundation that shapes students' behavior in accordance with Islamic values. This study used a quantitative approach with descriptive methods to obtain an empirical picture of the relationship between the school environment, the role of parents, and students' Islamic character. Data were collected through a questionnaire using a Likert scale and then analyzed using IBM SPSS Statistics. The study population included all students at MTs Miftahul Khoir Tasikmalaya, with a total of 100 respondents. The results showed that the school environment had a significant influence on students' Islamic character, with an effect size of 24.4%. These findings indicate that a religious, disciplined school environment supported by Islamic culture contributes to the formation of students' character. Furthermore, the role of parents was also shown to have a significant influence on Islamic character, with an effect size of 25.0%, demonstrating the importance of parenting styles, role models, and the instilling of religious values ​​within the family. Simultaneously, the school environment and parental role significantly influenced students' Islamic character, with a coefficient of determination (R²) of 0.656, or 65.6%. These results indicate that most of the variation in students' Islamic character can be explained by these two variables. Thus, all research hypotheses were accepted. This study emphasizes the importance of synergy between schools and parents in optimally developing students' Islamic character through ongoing and targeted collaboration. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sekolah dan peran orang tua terhadap pengembangan karakter Islami peserta didik di MTs Miftahul Khoir Tasikmalaya. Karakter Islami merupakan aspek penting dalam pendidikan karena berfungsi sebagai landasan moral dan spiritual yang membentuk perilaku peserta didik sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran empiris mengenai hubungan antara lingkungan sekolah, peran orang tua, dan karakter Islami peserta didik. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert yang kemudian dianalisis dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Populasi penelitian meliputi seluruh peserta didik MTs Miftahul Khoir Tasikmalaya dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap karakter Islami peserta didik dengan nilai effect size sebesar 24,4%. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan sekolah yang religius, disiplin, dan didukung oleh budaya Islami berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik. Selain itu, peran orang tua juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap karakter Islami dengan nilai effect size sebesar 25,0%, yang menunjukkan pentingnya pola asuh, keteladanan, dan pembiasaan nilai-nilai keagamaan dalam keluarga. Secara simultan, lingkungan sekolah dan peran orang tua berpengaruh signifikan terhadap karakter Islami peserta didik dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,656 atau 65,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar variasi karakter Islami peserta didik dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Dengan demikian, seluruh hipotesis penelitian diterima. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mengembangkan karakter Islami peserta didik secara optimal melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan terarah.
Fenomena Ketertarikan Orang Tua Pada Rumpun Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Khoir Kabupaten Tasikmalaya Muhamad Nur
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 3 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/4q2sx354

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of parental interest in the Islamic Religious Education (PAI) cluster at Miftahul Khoir Middle School in Tasikmalaya Regency and identify the factors influencing these preferences in choosing an education for their children. The study used a qualitative approach with a phenomenological approach to explore the experiences, perceptions, and meanings parents attach to PAI cluster learning. The research informants consisted of parents of students, the madrasah principal, PAI cluster teachers, and students selected purposively. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Then, they were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data was tested through triangulation of sources and techniques. The results indicate that parental interest in PAI clusters is driven by the belief that religious education is the primary foundation for the formation of students' faith, morals, worship, and character. Furthermore, increasing moral challenges resulting from the development of digital technology, social media, and changes in the social environment encourage parents to prioritize religious education. Other factors that strengthen this interest include teacher competence, the madrasah's religious culture, religious habituation programs, and good communication between the madrasah and parents. Research findings indicate that parents' decisions in choosing a madrasah are influenced not only by academic quality but also by the institution's ability to shape students' religious character through the integration of learning and school culture. Therefore, strengthening the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning, enhancing teacher professionalism, and ongoing collaboration between the madrasah, families, and the community are important strategies for increasing parental trust in Islamic education and supporting the formation of a generation with faith, noble character, and the ability to face the challenges of modern development. These findings also align with various studies showing that parental preference for Islamic schools is influenced by the quality of religious education, the school's religious culture, and family involvement in the educational process. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ketertarikan orang tua terhadap rumpun Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah Miftahul Khoir Kabupaten Tasikmalaya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi tersebut dalam memilih pendidikan bagi anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi untuk menggali pengalaman, persepsi, dan makna yang diberikan orang tua terhadap pembelajaran rumpun PAI. Informan penelitian terdiri atas orang tua peserta didik, kepala madrasah, guru rumpun PAI, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan orang tua terhadap rumpun PAI didorong oleh keyakinan bahwa pendidikan agama merupakan fondasi utama dalam pembentukan akidah, akhlak, ibadah, dan karakter peserta didik. Selain itu, meningkatnya tantangan moral akibat perkembangan teknologi digital, media sosial, dan perubahan lingkungan sosial mendorong orang tua untuk memberikan prioritas yang lebih besar terhadap pendidikan agama. Faktor lain yang memperkuat ketertarikan tersebut adalah kompetensi guru, budaya religius madrasah, program pembiasaan keagamaan, serta terjalinnya komunikasi yang baik antara madrasah dan orang tua. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keputusan orang tua memilih madrasah tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh kemampuan lembaga dalam membentuk karakter religius peserta didik melalui integrasi pembelajaran dan budaya sekolah. Dengan demikian, penguatan mutu pembelajaran rumpun PAI, peningkatan profesionalisme guru, serta kolaborasi yang berkelanjutan antara madrasah, keluarga, dan masyarakat menjadi strategi penting dalam meningkatkan kepercayaan orang tua terhadap pendidikan Islam dan mendukung terbentuknya generasi yang beriman, berakhlakul karimah, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. Temuan ini juga selaras dengan berbagai kajian yang menunjukkan bahwa preferensi orang tua terhadap sekolah Islam dipengaruhi oleh kualitas pendidikan agama, budaya religius sekolah, dan keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan.  
Dialektika Politik Islam Di Indonesia Juhrana Susilo; Zasmita Auliah Wardani; Kurniati
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 3 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/z9s7j259

Abstract

The dialectic of Islamic politics in Indonesia is a phenomenon that demonstrates the dynamic relationship between Islamic values, political power, and national realities in a pluralistic society. This study aims to analyze the development of the dialectic of Islamic politics in Indonesia, the factors influencing it, and its implications for democracy and national life. This study employed library research with a qualitative-descriptive approach. Data were obtained from various sources, such as books, scientific journals, academic articles, official documents, and previous research relevant to the study's theme. Data analysis was conducted using content analysis techniques by reviewing, classifying, interpreting, and summarizing various pieces of information related to the development of Islamic politics in Indonesia. The results show that the dialectic of Islamic politics in Indonesia has been ongoing since the colonial period, the struggle for independence, the era of parliamentary democracy, the Old Order, the New Order, and the Reformation era. This dynamic is characterized by processes of interaction, negotiation, compromise, and contestation between the political aspirations of Muslims and the national political system. Islamic politics in Indonesia has developed in various forms, including through political parties, community organizations, social movements, and community participation in the public sphere. Research findings also indicate that Islamic politics in Indonesia tends to move toward moderation, prioritizing the values ​​of democracy, tolerance, and nationalism without abandoning Islamic principles. On the other hand, the development of information technology and the strengthening of identity politics pose new challenges that influence the interaction between religion and politics in society. Abstrak Dialektika politik Islam di Indonesia merupakan fenomena yang menunjukkan hubungan dinamis antara nilai-nilai keislaman, kekuasaan politik, dan realitas kebangsaan dalam masyarakat yang plural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan dialektika politik Islam di Indonesia, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta implikasinya terhadap kehidupan demokrasi dan kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber pustaka, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dokumen resmi, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema kajian. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan menelaah, mengklasifikasikan, menginterpretasikan, dan menyimpulkan berbagai informasi yang berkaitan dengan perkembangan politik Islam di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialektika politik Islam di Indonesia telah berlangsung sejak masa kolonial, masa perjuangan kemerdekaan, era demokrasi parlementer, Orde Lama, Orde Baru, hingga era Reformasi. Dinamika tersebut ditandai oleh proses interaksi, negosiasi, kompromi, dan kontestasi antara aspirasi politik umat Islam dengan sistem politik nasional. Politik Islam di Indonesia berkembang dalam berbagai bentuk, baik melalui partai politik, organisasi kemasyarakatan, gerakan sosial, maupun partisipasi masyarakat dalam ruang publik. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa politik Islam di Indonesia cenderung bergerak ke arah moderasi dengan mengedepankan nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan kebangsaan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip ajaran Islam. Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi dan menguatnya politik identitas menjadi tantangan baru yang memengaruhi pola interaksi antara agama dan politik dalam kehidupan masyarakat.
Nilai Strategis Keadilan Islam bagi Pemerintahan Modern Aisyah Shada; Fadlia Mubakkira; Kurniati
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 3 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/wbm8tf27

Abstract

This study aims to analyze the strategic value of Islamic justice and its relevance to modern governance. Justice is a fundamental principle in Islamic teachings and plays a crucial role in realizing effective, transparent, accountable, and public-benefit-oriented governance. Amidst the various challenges facing modern governance, such as corruption, socio-economic inequality, legal discrimination, and declining public trust in state institutions, Islamic values ​​of justice offer an ethical and normative foundation that can be used to strengthen the governance system. This study employed a qualitative approach with library research. Data were obtained from the Quran, Hadith, books, scholarly articles, and various other literature related to the concept of Islamic justice and modern governance. Data collection was conducted through documentation studies, while data analysis employed descriptive-analytical content analysis. The results indicate that Islamic justice has strategic value in building government legitimacy, upholding the rule of law, strengthening the principles of good governance, promoting equitable distribution of economic prosperity, and preventing corruption and abuse of power. Furthermore, Islamic values ​​of justice, such as trustworthiness, deliberation, equal rights, responsibility, and protection of vulnerable groups, have proven to be strongly relevant to the needs of a modern, democratic and inclusive government. Therefore, implementing Islamic values ​​of justice can be a crucial foundation for realizing a government with integrity, justice, and a focus on sustainable public welfare. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai strategis keadilan Islam serta relevansinya dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Keadilan merupakan salah satu prinsip fundamental dalam ajaran Islam yang memiliki peran penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintahan modern, seperti korupsi, ketimpangan sosial-ekonomi, diskriminasi hukum, dan menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi negara, nilai-nilai keadilan Islam menawarkan landasan etis dan normatif yang dapat digunakan untuk memperkuat sistem pemerintahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur'an, Hadis, buku, artikel ilmiah, serta berbagai literatur yang berkaitan dengan konsep keadilan Islam dan pemerintahan modern. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan Islam memiliki nilai strategis dalam membangun legitimasi pemerintahan, menegakkan supremasi hukum, memperkuat prinsip good governance, mendorong pemerataan kesejahteraan ekonomi, serta mencegah praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Selain itu, nilai-nilai keadilan Islam seperti amanah, musyawarah, persamaan hak, tanggung jawab, dan perlindungan terhadap kelompok rentan terbukti memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pemerintahan modern yang demokratis dan inklusif. Dengan demikian, implementasi nilai-nilai keadilan Islam dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang berintegritas, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
طريقة تعليم مادة الإملاء لدى طلاب الصف الثالث المتوسط بمعهد النور بادنج سيدمبوان Abdul Wahab Lubis
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 3 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/k6f0zz76

Abstract

أهداف البحث هي )1) لوصف الطريقة المستخدمة فى مادة الإملاء لدى طلاب الصف الثالث للمدرسة المتوسطة بمعهد النور بادنج سيدمبوان ، )2) لوصف نتائج الطلاب في مادة الإملاء لدى طلاب الصف الثالث  للمدرسة المتوسطة بمعهد النور بادنج سيدمبوان ، )3) لوصف المشكلات في تعليم  الإملاء لدى طلاب الصف الثالث للمدرسة المتوسطة بمعهد النور بادنج سيدمبوان. طريقة البحث التي يستخدمها الباحث هي دراسة وصفية مع التقريب النوعي في الصف الثالث الثانوي بمعهد النور بادنج سيدمبوان. وطريقة جمع البيانات هي المقابلة، الملاحظة. نتيجة البحث تدل على عملية التعلّم في طريقة تدريس الإملاء بمعهد النور مختص جدا لأن لديهم مدرسين خبراء في مجالاتهم خاصة في مادة الإملاء وطلاب الصف الثالث الثانوي بمعهد النور لديهم قدرات ضعيفة في كتابة النصوص العربية، و تدل على عدة أسباب لضعف الطلاب في كتابة النصوص العربية منها، (1) قلة تركيز الطلاب عند عملية التعليم، (2) عدم الاهتمام الطلاب في كتابة النصوص العربية. فيما يتعلق بالحلول التي تهدف إلى تحسين قدرة الطلاب على كتابة النصوص العربية هي، (1) تشجيع الطلاب على التعود الليد في كتابة النصوص العربية يوميا، (2) كثرة حفظ المفردات العربية وتطبيقهامع الكتابة في كلامهم يوميا. Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui metode-metode apa yang dipakai dikelas III Tsanawiyah pondok pesantern An-Nur padang sidimpuan  (2) mengetahui kemampuan siswa kelas III Tsanawiyah Pondok Pesantren An-Nur padang sidimpuan dalam Pembelajaran Imla, (3) dan mengetahui apa saja permasalahan siswa kelas III Tsanawiyah dalam pembelajaran imla’. Metode penelitian yang digunanakan peneliti adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di kelas I Aliyah Pondok Pesantren Modern Alkausar Panei Tongah Simalungun. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu wawancara, obeservasi, dan ujian di akhir pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan proses metode pembelajaran  di pesantren annur padang sidimpuan sangat berkompeten kerena memiliki guru yang ahli mengajar di bidangnya khususnya di pelajaran imla,ini, dan siswa kelas tiga Tsanawiyah di pesantren annur padang sidimpuan memiliki kemampuan yang kurang bagus dalam menulis teks berbahasa arab, dan beberapa penyebab lemahnya siswa itu dalam menulis teks berbahasa arab diantaranya, (1) kurangnya perhatian siswa ketika pembelajaran sedang berlangsung, (2) kurangnya minat siswa dalam menulis teks berbahasa arab. Adapun solusi yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berbahasa arab diantaranya adalah, (1) memberi semangat kepada siswa untuk mebiasakan tangannya dalam menulis teks berbahasa arab setiap hari, (2) siswa harus banyak menghafal mufrodat dan mempraktikkannya dengan menulis dalam bahasa arab setiap harinya.
Makna Dan Asal Usul Tasawuf Takhalli Tahalli, Dan Tajalli Serta Hubungannya Dengan Maqamat Dan Ahwal Ferlita Anggreni; Rahmi Damis; Afifuddin Haritsah
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 3 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/36bvkg79

Abstract

This study aims to comprehensively examine the meaning and origins of Sufism, the concepts of takhalli, tahalli, tajalli, and their relationship to the maqamat and ahwal. Using a qualitative approach with a library method that examines classical and contemporary books, this study found that Sufism is an esoteric dimension of Islam that fundamentally emphasizes the purification of the soul through tazkiyat al-nafs. The concept of takhalli is interpreted as a process of emptying oneself from all despicable traits such as arrogance, riya, and hasad. Tahalli is the stage of adorning oneself with praiseworthy morals such as patience, gratitude, and tawakkul. Meanwhile, tajalli is the revelation of Divine light which is a gift for a purified soul. These three stages form a systematic and sequential spiritual process, where takhalli is a prerequisite for tahalli, and both pave the way for tajalli.  Furthermore, these three stages are closely correlated with maqamat, which are spiritual stations that can be achieved through sincere effort and struggle, and ahwal, which are inner states that come as gifts and blessings from Allah alone. The relationship between the two is dynamic, because a solid maqamat will give birth to stable ahwal, while ahwal can strengthen the achievement of higher maqamat. An integrative understanding of these six concepts is crucial for those who travel the spiritual path, because it provides a complete picture of the spiritual journey map in Islam, from the effort of self-purification to the attainment of ma'rifatullah. This research contributes to formulating a theoretical framework that connects the practical and theological aspects of Islamic spirituality, while also offering guidance for modern Sufism practitioners in actualizing these values ​​in the midst of contemporary life. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif makna dan asal usul tasawuf, konsep takhalli, tahalli, tajalli, serta hubungan ketiganya dengan maqamat dan ahwal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan yang menelaah kitab-kitab klasik dan kontemporer, penelitian ini menemukan bahwa tasawuf merupakan dimensi esoterik Islam yang secara fundamental menekankan penyucian jiwa melalui tazkiyat al-nafs. Konsep takhalli dimaknai sebagai proses pengosongan diri dari segala sifat tercela seperti takabur, riya, dan hasad. Tahalli merupakan tahap penghiasan diri dengan akhlak terpuji seperti sabar, syukur, dan tawakal. Sementara itu, tajalli adalah penyingkapan cahaya Ilahi yang merupakan anugerah bagi jiwa yang telah suci. Ketiga tahap ini membentuk proses spiritual yang sistematis dan berurutan, di mana takhalli menjadi prasyarat bagi tahalli, dan keduanya membuka jalan bagi tajalli. Lebih lanjut, ketiga tahapan tersebut berkorelasi erat dengan maqamat yang merupakan stasiun-stasiun spiritual yang dapat dicapai melalui usaha dan perjuangan sungguh-sungguh, serta ahwal yang merupakan keadaan batiniah yang datang sebagai pemberian dan karunia dari Allah semata. Hubungan antara keduanya bersifat dinamis, karena maqamat yang kokoh akan melahirkan ahwal yang stabil, sementara ahwal dapat memperkuat pencapaian maqamat yang lebih tinggi. Pemahaman integratif terhadap keenam konsep ini sangat penting bagi para penempuh jalan spiritual, karena memberikan gambaran utuh tentang peta perjalanan ruhani dalam Islam, mulai dari upaya pembersihan diri hingga pencapaian ma'rifatullah. Penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan kerangka teoretis yang menghubungkan aspek praktis dan teologis dalam spiritualitas Islam, sekaligus menawarkan panduan bagi praktisi tasawuf modern dalam mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut di tengah kehidupan kontemporer