cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6282211345348
Journal Mail Official
jurnalcendekiailmiah@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
J-CEKI
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28285271     DOI : 10.56799
Core Subject : Humanities, Social,
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. J-CEKI terbit 6 kali dalam setahun atau tiap 2 bulan sekali. J-CEKI menerbitkan artikel bidang Humaniora dan Ilmu Sosial. Humaniora: Bahasa dan Linguistik, Sejarah, Sastra, Seni Pertunjukan, Filsafat, Agama, Seni Rupa. Ilmu Sosial: Ekonomi, Antropologi, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pendidikan, Ilmu Politik, Hukum, Psikologi, Geografi, Studi Budaya dan Etika, Studi Gender dan Seksualitas, Studi Area, Arkeologi, dan bidang terkait lainnya.
Articles 343 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1: Desember 2025" : 343 Documents clear
Memetakan Lanskap Intelektual Literasi Informasi Kesehatan tentang Jerawat pada Remaja: Sebuah Analisis Bibliometrik dan Visualisasi VOSviewer Andini Zahra Susanto; Yunus Winoto; Samson, Samson
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13100

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan kondisi dermatologis umum yang memiliki dampak psikososial signifikan pada remaja, mendorong mereka untuk mencari informasi kesehatan secara masif di lingkungan digital yang kompleks. Kemampuan untuk menavigasi lingkungan ini secara efektif, yang dikenal sebagai literasi informasi kesehatan, menjadi determinan krusial bagi kesejahteraan mereka. Meskipun demikian, lanskap penelitian yang menghubungkan jerawat, literasi kesehatan, dan remaja masih terfragmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara sistematis lanskap penelitian global pada domain interdisipliner ini menggunakan analisis bibliometrik. Dengan mengekstraksi data dari basis data Web of Science (WoS) dan Scopus, penelitian ini mengidentifikasi struktur intelektual, tren tematik, dan jaringan kolaborasi yang ada. Metode analisis mencakup analisis kinerja untuk mengukur produktivitas dan dampak entitas penelitian (penulis, institusi, negara, jurnal) serta pemetaan ilmiah menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan jaringan ko-okurensi kata kunci, ko-penulisan, dan ko-sitasi. Hasil analisis kinerja menunjukkan konsentrasi produktivitas penelitian di negara-negara Amerika Utara dan Eropa, dengan beberapa institusi dan penulis yang menjadi pusat pengaruh. Pemetaan ilmiah melalui ko-okurensi kata kunci mengidentifikasi empat klaster tematik utama: (1) Inti Klinis & Patofisiologis, (2) Dampak Psikososial, (3) Literasi & Edukasi Kesehatan, dan (4) Lingkungan Informasi Digital. Analisis visual menunjukkan adanya "silo penelitian" atau keterpisahan antara klaster klinis dengan klaster psikososial dan literasi digital, yang mengindikasikan kurangnya integrasi dalam riset yang ada. Analisis temporal lebih lanjut mengungkap pergeseran fokus penelitian dari patogenesis dasar menuju tema-tema kontemporer seperti peran media sosial dan mikrobioma kulit. Kesimpulannya, penelitian ini menyediakan peta berbasis data pertama dari domain ini, menyoroti celah penelitian yang signifikan, dan mengusulkan agenda penelitian masa depan yang berfokus pada intervensi literasi kesehatan digital yang terintegrasi dan berkonteks budaya, khususnya untuk konteks Indonesia.
Perjanjian Jasa Titip (Jastip) Online: Tinjauan Elementer Pemberian Kuasa dan Jual Beli dalam Hukum Perikatan Indonesia Dinda Delfina; Adinda Dwi Larasat
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13103

Abstract

As a Mandate agreement (regulated under Article 1792 et seq. of the Civil Code), the customer often entrusts the Jastip provider with the authority to purchase goods on their behalf. The provider acts as an agent, undertaking an action for and on behalf of the customer, for which they receive a fee or commission. Conversely, the transaction often culminates in a final exchange resembling a Sale and Purchase agreement (regulated under Article 1457 et seq. of the Civil Code), where the provider transfers the purchased goods to the customer for an agreed-upon price, which includes the cost of the item and the service fee. This duality leads to ambiguity concerning the precise rights, obligations, and legal liability of each party, particularly in cases of non-performance (wanprestasi), defects in the product, or losses during transit. The current legal uncertainty necessitates a clear delineation of the underlying contract to ensure legal certainty (kepastian hukum) and consumer protection within this growing sector. The agreement's validity, like any contract, relies on the fulfillment of the four requirements of a valid contract stipulated in Article 1320 of the Civil Code. Ultimately, this analysis suggests that while the Jastip agreement predominantly functions as a specialized form of Mandate involving intermediary services, its practical execution carries substantial elements of a Sale and Purchase transaction. A clearer legal framework or standardized contractual template is essential to mitigate potential disputes and afford adequate legal protection to both Jastip service providers and consumers in the digital era.
Representasi Peran Perempuan dalam Film Barbie Live Action (2023) Khaerunnisa, Khaerunnisa; Sakka, Abdul Rahman; Darmayanti, Dyan Paramitha
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13118

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi peran perempuan dalam film Barbie Live Action (2023) yang menampilkan kritik terhadap konstruksi sosial dan budaya patriarkal. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk memahami makna naratif, simbol visual, dan persepsi penonton terhadap tokoh perempuan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 13 informan yang telah menonton dan memahami isu gender yang diangkat dalam film ini. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: kebebasan menjadi diri sendiri, perlawanan terhadap ekspektasi sosial, kesetaraan dalam relasi gender, serta simbolisme visual sebagai bentuk penolakan terhadap standar patriarkal. Film ini menampilkan perempuan bukan lagi sebagai sosok pasif, tetapi sebagai individu yang berdaya dan mampu menentukan identitasnya sendiri Temuan ini menegaskan bahwa Barbie bukan sekadar film hiburan, melainkan media reflektif yang menumbuhkan kesadaran akan kesetaraan dan kebebasan identitas perempuan di masyarakat modern.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Media Cetak Dan Media Elektronik Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Di Desa Leminggir Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Purwati, Heni
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13131

Abstract

Remaja berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yang cepat secara fisik, psikologis, intelektual, sosial, dan seksual. Hal ini menyebabkan rasa ingin tahu yang besar dan kecenderungan mengambil risiko tanpa pertimbangan yang cukup. Hal ini mengarah pada berbagai konsekuensi termasuk IMS dan kehamilan yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan efektivitas pendidikan kesehatan reproduksi dengan media cetak dan media elektronik terhadap tingkat pengetahuan remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan dua kelompok perlakuan tanpa kelompok kontrol. Total sampel yang diambil adalah 60 remaja, yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Setiap kelompok perlakuan diberikan perlakuan dengan media yang berbeda, yaitu media cetak dan media elektronik, yang terdiri dari 60 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre dan post dan kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat signifikansi p<0,005. Kemudian akan dilihat effect Size nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas jenis media cetak dan media elektronik terhadap Tingkat pengetahuan memiliki nilai signifikansi yang sama p=0,000 (<0,005) dengan eff size 0,030. Kesimpulan dari penelitian ini menyetakan bahwa jenis media elektronik lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan dibandingkan dengan jenis media cetak, karena media elektronik yang lebih interaktif dan dinamis, serta lebih mudah diakses oleh remaja putri di era digital saat ini.
Analisis Perlindungan Hukum Komprehensif: Menjamin Hak Anak Usia Dini dalam Ekosistem Pendidikan Inklusif di Indonesia Nurhayati, Farihah; Aisyah, Eny Nur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13139

Abstract

Perlindungan hukum komprehensif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) diperlukan agar mereka bisa belajar bersama di sekolah inklusif tanpa diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap hak anak usia dini dalam pendidikan inklusif di Indonesia, dengan fokus pada penerapan prinsip non-diskriminasi, aksesibilitas, serta pemenuhan hak belajar yang layak. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis yuridis-normatif dengan meninjau kerangka hukum internasional dan nasional, seperti Konvensi Hak Anak (CRC), Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (CRPD), serta Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 dan Juknis PPKSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap hak anak dalam PAUD inklusif telah memiliki dasar hukum yang kuat, namun implementasinya masih menghadapi kendala, terutama pada kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), ketersediaan sarana dan prasarana yang aksesibel, serta lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan Individual Education Program (IEP). Selain itu, masih ditemukan praktik diskriminasi halus seperti pengucilan sosial terhadap ABK di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan kebijakan melalui sertifikasi kompetensi guru inklusif, audit kepatuhan IEP, serta pelatihan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) agar hak anak dapat terlindungi secara menyeluruh dalam lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
Evaluasi Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali dalam Pengembangan Infrastruktur Irigasi Subak dan Implikasinya terhadap Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Pasca-Program Erik Wahyu Palguna; Diajeng Sekar Shaliha; Via Azizul Saputri Khalifah; Iola Abigail; Indra Rio Saputro
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13152

Abstract

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terlaksana sejak tahun 2013-saat ini. Berdasarkan Ringkasan Pelaksanaan P3-TGAI, presentase realisasi nasional pelaksanaan P3-TGAI mengalami fluktuasi. Pemeliharaan pasca kegiatan P3-TGAI sepenuhnya tanggung jawab Petani (Subak). Karangasem merupakan salah satu kabupaten yang paling sering menerima bantuan P3-TGAI. Penelitian ini bertujuan, menganalisis tingkat kesesuaian capaian tahapan pelaksanaan P3-TGAI di Karangasem sesuai SE DirJen SDA No.02/SE/D/2021, dan menghitung biaya pemeliharaan. Menganalisis tingkat kesesuaian capaian menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Dalam menghitung Rencana Biaya Pemeliharaan riil bangunan irigasi menggunakan AHSP PUPR no 20 tahun 2016, harga satuan Peraturan Bupati Karangasem nomor 6 tahun 2024, dan disusun dalam konsep hasil wawancara dan masukan dari seluruh Ketua Subak dan Tim Ahli P3-TGAI. Berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif terhadap 20 responden, ditemukan bahwa seluruh tahapan kegiatan telah "terlaksana dengan baik". Rincian skor yang dicapai secara berturut-turut adalah 90% untuk tahap persiapan, 90% untuk perencanaan, 80% untuk pelaksanaan, dan 80% untuk penyelesaian. Hasil tersebut menunjukan bahwa tahapan P3-TGAI terlaksana sesuai SE DirJen SDA No.02/SE/D/2021. Hasil tersebut menunjukan pelaksanaan P3-TGAI di Kabupaten Karangasem berpengaruh positif terhadap Presentase Realisasi Nasional Pelaksanaan P3-TGAI. Rencana Biaya Pemeliharaan sebesar Rp. 1.793.500,00 (Biaya inventarisasi alat dan bahan pertahun), biaya tersebut dibagi 12 dan dibagi dengan jumlah anggota Subak (dijadikan iuran rutin perbulan untuk biaya pemeliharaan bangunan irigasi). Untuk prinsip P3-TGAI berkesinambungan perlu diperhatikan pemeliharaan rutin saluran irigasi. Materi pemeliharaan jaringan irigasi pasca kegiatan P3-TGAI dan pembaruan SE DirJen SDA dimasukan kedalam materi sosialisasi.
Perlindungan Hukum Korban Cyber Crime Phising Data Nasabah Bank Dihubungkan Dengan Undang-Undang No 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Fratama, Tomi Agi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13163

Abstract

Perkembangan digital banking secara cepat meningkatkan eskalasi risiko cybercrime dalam transaksi keuangan daring. Tujuan penelitian mengkaji perlindungan hukum nasabah bank pada kasus phishing dalam kerangka hukum Indonesia untuk membangun doktrin komprehensif terkait pertanggungjawaban hukum pada tata kelola keuangan digital. Penelitian menggunakan desain kepustakaan dengan pendekatan peraturan perundang-undangan serta interpretasi kualitatif dalam menelaah norma hukum pada struktur hukum positif nasional. Temuan penelitian menegaskan kedudukan data pribadi sebagai objek hukum terlindungi berdasarkan rezim regulasi eksplisit dalam infrastruktur keuangan digital. Diskursus empiris mengidentifikasi kewajiban sentral lembaga perbankan menjaga keamanan data sepanjang siklus pemrosesan data pribadi berlandaskan tujuan sah, kontrol keamanan, akuntabilitas risiko, serta pertanggungjawaban dapat ditegakkan. Tata kelola hukum dan kewajiban kepatuhan formal membentuk kewajiban pencegahan terhadap akses tanpa kewenangan dan manipulasi informasi elektronik. Arah penelitian lanjutan diarahkan pada pengembangan model hukum komparatif untuk standarisasi operasional penegakan keamanan data pribadi lintas sistem hukum.
Evaluasi Faktor Pendukung dan Penghambat Difusi Artificial Intelligence (AI) dalam Pendidikan Dasar dan Menengah: Pendekatan Teori Difusi Inovasi Nur Alamsyah; Yeni Handayani; Suhendra, Suhendra
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13196

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kepustakaan sistematis mengenai difusi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan dengan menggunakan kerangka Diffusion of Innovation Theory (DoI). Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memiliki Keunggulan Relatif yang tinggi, terutama dalam meningkatkan efisiensi kerja guru dan menyediakan pembelajaran yang dipersonalisasi bagi siswa. Namun, proses adopsi AI terhambat oleh tingginya tingkat Kompleksitas dan rendahnya Kompatibilitas dalam sistem pendidikan. Hambatan utama muncul dari kurangnya kesiapan sumber daya manusia (SDM), terutama literasi digital dan kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan teknologi AI. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya dukungan institusi seperti fasilitas pelatihan berkelanjutan, kesiapan infrastruktur digital, serta resistensi antar rekan kerja. Adopsi yang lambat mencerminkan kegagalan sistem dalam menyediakan saluran komunikasi yang efektif untuk mengurangi persepsi kesulitan penggunaan AI meskipun manfaatnya mudah diamati. Penelitian ini merekomendasikan tiga arah kebijakan utama: (1) mitigasi kompleksitas melalui pelatihan hibrida yang terstruktur dan berkelanjutan, (2) peningkatan kompatibilitas institusional melalui pembangunan ekosistem kolaboratif seperti forum berbagi praktik baik, serta (3) penguatan regulasi etika dan inklusivitas untuk pemerataan akses teknologi, menjamin integritas akademik, dan mengatasi kesenjangan digital.
Penerapan Model Pendidikan Inklusif di SMA IT Darul Fikri Makassar Ardini, Muthia Syafira; Ansar, Ahlun; Salzabila, Salzabila; Rahayu, Nur Misba; Arismunandar, Arismunandar
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13232

Abstract

Pendidikan inklusif di SMA Darul Fikri dilaksanakan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Sekolah ini memiliki kebijakan khusus yang diatur oleh Departemen Inklusi, yang bertanggung jawab terhadap proses observasi, asesmen, pendampingan, dan evaluasi perkembangan siswa ABK. Setiap siswa dengan kebutuhan khusus didampingi oleh guru pendamping khusus (GPK) yang berperan dalam menyesuaikan kurikulum, metode pembelajaran, serta penilaian agar sesuai dengan kemampuan individu siswa. SMA Darul Fikri juga menyediakan fasilitas pendukung seperti ruang terapi, alat bantu belajar, dan ruang bermain yang ramah bagi siswa inklusif. Meskipun pelaksanaan pendidikan inklusif berjalan baik, sekolah masih menghadapi tantangan dalam hal konsistensi dukungan dari orang tua di rumah, terutama terkait penggunaan gadget dan pola makan anak. Namun demikian, komunikasi dan kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan adaptif bagi seluruh siswa.
Strategi Komunikasi Mahasiswa Ikmasti di UKSW dalam Mengangkat Budaya Lokal melalui Feed Instagram @Ikmasti Salatiga Jordan Tanggela Ndamanuna; Sri Suwartiningsih; Amir Machmud
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13239

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah cara generasi muda dalam mengekspresikan dan melestarikan budaya lokal. Media sosial kini menjadi ruang strategis bagi komunitas mahasiswa daerah untuk mempertahankan identitas kultural di tengah arus globalisasi. Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Mahasiswa IKMASTI di UKSW dalam Mengangkat Budaya Lokal melalui Feed Instagram @ikmasti_salatiga”, yang dilatarbelakangi oleh meningkatnya kreativitas mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana representasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan IKMASTI dalam memperkenalkan, melestarikan, dan mengadaptasi budaya lokal NTT melalui media digital, khususnya Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi pengurus, anggota aktif, penasihat, serta pengikut akun @ikmasti_salatiga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi digital, dan dokumentasi konten, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi IKMASTI terbagi menjadi lima pola utama, yaitu: (1) representasi budaya, (2) partisipasi digital, (3) komunikasi nilai budaya, (4) adaptasi digital, dan (5) jurnalisme budaya digital. Strategi ini sejalan dengan teori Cultural Representation (Hall, 1997), Participatory Culture (Jenkins, 2006), dan Komunikasi Partisipatif (Servaes, 2008). Kesimpulannya, Instagram berfungsi tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai ruang jurnalisme budaya yang efektif, adaptif, dan kolaboratif dalam menjaga identitas serta memperkuat eksistensi budaya lokal NTT di era digital.