cover
Contact Name
Gallusia Marhaeny Nur Isty
Contact Email
josae@polbangtanmanokwari.ac.id
Phone
+6281393794478
Journal Mail Official
josae@polbangtanmanokwari.ac.id
Editorial Address
Jalan SPMA Reremi, Manokwari Barat, Kecamatan Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat 98312
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Journal of Sustainable Agriculture Extension
ISSN : 29875234     EISSN : 29875234     DOI : https://doi.org/10.47687/josae
Core Subject : Social,
Journal of Sustainable Agriculture Extension (JoSAE) is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry and plantation. Journal of Sustainable Agriculture Extension (JoSAE) encompasses a broad range of research topics in extension and socio-economic. Journal of Sustainable Agriculture Extension (JoSAE) is published every six months (March and September). The entire process from submission to publication is done FREE of charge. All articles can be viewed on an OPEN ACCESS basis.
Articles 38 Documents
Potensi Rumput Brachiaria decumbens sebagai Hijauan Sapi Perah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Zuhotul Latifah; Devina Suwarni; Panji Umbara; Khoirul Wahidin; Meita Puspa Dewi
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 2 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i2.1568

Abstract

Latar belakang: Sebaran ternak sapi perah di Sleman cukup merata di beberapa kecamatan, namun konsentrasi tertinggi berada di kawasan lereng Gunung Merapi. Kebutuhan akan pakan hijauan yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor kunci dalam peningkatan produktivitas susu sapi perah di Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan pakan hijauan rumput Brachiaria bagi ternak sapi perah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari jurnal ilmiah, penelitian terdahulu, dan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018–2022. Data dianalisis secara kuantitatif dengan melakukan estimasi produktivitas hijauan berdasarkan luas lahan hutan dan semak, serta perhitungan kebutuhan pakan ternak. Data populasi sapi perah, luas lahan hijauan, dan jenis pakan juga dikompilasi untuk mendukung analisis potensi pengembangan Brachiaria decumbens. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas rumput Brachiaria decumbens pada lahan hutan dan semak di Kabupaten Sleman, dengan total produksi hijauan segar yang diperkirakan mencapai antara 335.240 hingga 391.244 ton per tahun, menunjukkan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai sumber pakan hijauan. Kesimpulan: Pakan hijauan rumput Brachiaria decumbens memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pakan ternak sapi perah di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.
Analisis Potensi Usaha Ternak Kambing di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Rahmat Sobirin; Lidya Rahma Viana Afifah; Istantri Khusni Nurillah; Kurniawan Kharis Khairuddin; Muh. Jalaluddin Assuyuthi; Meita Puspa Dewi
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 2 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i2.1573

Abstract

Latar belakang: Usaha peternakan kambing di Kabupaten Sleman menghadapi tantangan fluktuasi pasar, keterbatasan lahan, dan risiko biologis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), namun memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara ekonomi dan agroekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, kelayakan, dan tantangan usaha peternakan kambing di Sleman. Metode: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis data sekunder dari BPS, dinas terkait, serta literatur ilmiah tahun 2020–2025. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kombinasi kondisi geografis mendukung, ketersediaan pakan dari limbah pertanian, serta permintaan tinggi terhadap daging dan susu kambing, mendorong keberlanjutan usaha. Peternakan kambing perah (Peranakan Etawa) di Sleman memiliki kapasitas produksi hingga 21.075 liter/bulan, dengan dukungan pelatihan, vaksinasi, dan teknologi seperti zero grazing dan automatic milking machine. Sistem integrasi ternak-tanaman meningkatkan efisiensi dan nilai tambah. Kesimpulan: Kesimpulan menunjukkan bahwa usaha ini layak dan strategis secara ekonomi, dengan implikasi perlunya penguatan kelembagaan, perlindungan dari produk impor, serta diversifikasi produk olahan sebagai strategi keberlanjutan dan peningkatan daya saing.
Dampak Perubahan Iklim terhadap Usaha Tani Padi: Studi Adaptasi Petani Kampung Prafi Mulya, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari Sihotang, Josua Mareanto; Triman Tapi; Nurhayati
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 2 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i2.1646

Abstract

Latar belakang: Perubahan iklim berdampak signifikan terhadap sektor pertanian di Indonesia, termasuk di Kampung Prafi Mulya, Kabupaten Manokwari, yang merupakan salah satu wilayah sentra produksi padi. Dampak tersebut terlihat dari penurunan hasil panen serta meningkatnya kerugian akibat puso. Meskipun petani telah berupaya mengadopsi berbagai strategi adaptasi, efektivitasnya masih terkendala oleh tingginya harga pestisida, keterlambatan distribusi pupuk, serta terbatasnya akses terhadap informasi dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan adaptasi petani dalam merespons perubahan iklim. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 32 informan yang dipilih secara purposive, terdiri dari 13 petani padi aktif dan 19 pengamat (ketua/pengurus kelompok tani, tokoh lokal, serta penyuluh), observasi langsung di lapangan, serta telaah dokumen terkait kebijakan dan produksi pertanian. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber untuk menjamin validitas temuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani telah melakukan berbagai strategi adaptasi, seperti penyesuaian waktu tanam, penggunaan varietas tahan kekeringan, dan pemanfaatan kelompok tani sebagai sumber informasi dan dukungan. Namun, adaptasi tersebut belum sepenuhnya optimal akibat faktor internal (usia, pengalaman) dan eksternal (akses input, sarana produksi, dan pendampingan penyuluh). Kesimpulan: Studi ini merekomendasikan perlunya penguatan kelembagaan lokal dan dukungan kebijakan adaptif guna meningkatkan kapasitas adaptasi petani dalam menghadapi perubahan iklim.
Transformasi Sistem Pakan Ternak melalui Inovasi dan Teknologi Presisi: Membangun Kemandirian Pangan Hewani Berbasis SDM Unggul Amalyadi, Rezki
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 4 No 1 (2026): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v4i1.1698

Abstract

Latar belakang: Sistem pakan ternak merupakan faktor penting dalam mewujudkan swasembada pangan hewani yang berkelanjutan di Indonesia. Saat ini, sektor ini menghadapi berbagai tantangan serius, antara lain tingginya ketergantungan pada bahan baku impor seperti jagung dan bungkil kedelai, fluktuasi harga global, serta keterbatasan pemanfaatan sumber daya lokal. Permasalahan lain mencakup variabilitas kualitas dan keamanan pakan akibat standar mutu yang belum seragam, hambatan rantai pasok dan logistik terutama di daerah dengan infrastruktur terbatas, serta kesenjangan sumber daya manusia dan teknologi yang membatasi adopsi inovasi, khususnya di kalangan peternak kecil. Metode: Kajian ini disusun melalui pendekatan tinjauan pustaka dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah, laporan kebijakan, dan hasil penelitian terkini yang relevan dengan sistem pakan ternak di Indonesia maupun negara tropis lainnya. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi tantangan utama serta solusi inovatif yang berpotensi diterapkan. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi dalam formulasi dan produksi pakan, seperti fermentasi, probiotik, aditif alami, serta pemanfaatan produk samping agroindustri, mampu meningkatkan efisiensi nutrisi sekaligus mendukung keberlanjutan. Selain itu, penerapan teknologi presisi berbasis Internet of Things (IoT), sensor pintar, dan machine learning semakin berperan dalam manajemen pakan yang lebih cermat dan berbasis data. Agar transformasi ini optimal, diperlukan dukungan berupa pelatihan digital, kolaborasi lintas sektor, serta pemberdayaan generasi muda sebagai motor penggerak. Kesimpulan: Pembangunan sistem pakan ternak yang mandiri dan berdaya saing membutuhkan pendekatan integratif melalui inovasi teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan kebijakan nasional yang adaptif serta sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Edukasi Tatalaksana Kesehatan Hewan Kepada Peternak Sapi di Desa Pombulaa Jaya Kecamatan Konda Harapin Hafid; Pancar, Fadli Ma'mun; La Malesi; Fadilla, Zahra Jinan
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 4 No 1 (2026): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v4i1.1735

Abstract

Latar belakang: Desa Pombulaa Jaya sebagai salah satu sentra produksi sapi pedaging yang ada di Sulawesi Tenggara. Permasalahan tatalaksana manajemen kesehatan ternak sangat penting dalam upaya mendukung produksi dan reproduksi pada ternak sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan peternak melalui edukasi tata laksana kesehatan ternak sehingga diharapkan peternak dapat mengambil tindakan preventif yang efektif dalam mencegah kejadian penyakit pada sapi. Metode: Metode yang digunakan dalam pengambilan sampling adalah purposive sampling dengan kriteria peternak memiliki sapi minimal 2 ekor dan telah beternak minimal lebih dari 1 tahun. Jumlah peternak dalam kegiatan ini adalah sebanyak 20 peserta. Sumber data berdasarkan diskusi dan wawancara kepada peternak. Desain kegiatan meliputi survei awal kondisi pemeliharaan dan kesehatan, penyuluhan berbasis materi biosekuriti, sanitasi, vaksinasi, pengendalian parasit, dan manajemen pakan, serta pelatihan praktik. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pretest dan posttest berdasarkan hasil scoring dari kuisioner. Hasil: Hasil pemetaan menunjukkan 75 persen peternak menerapkan sistem intensif dan 25 persen semi intensif. Pola pakan mengandalkan hijauan cut and carry berbasis rumput gajah dan odot yang dilengkapi ampas tahu, dengan air minum ad libitum. Masalah kesehatan yang dominan mencakup gangguan reproduksi seperti kawin berulang dan kelahiran prematur, serta penyakit pencernaan akibat infestasi cacing, disertai laporan kasus klinis yang mengarah pada bovine ephemeral fever dan ancaman jembrana. Intervensi edukasi meningkatkan skor pengetahuan rata-rata dari 45,5 pada pretest menjadi 85,5 pada posttest. Kesenjangan pemahaman yang tersisa terkait program pencegahan penyakit, prosedur sanitasi kandang yang benar, dan langkah biosekuriti pintu masuk ternak. Kesimpulan: Edukasi tatalaksana manajemen kesehatan ternak sapi dapat meningkatkan pengetahuan peternak dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit pada sapi sehingga dapat meningkatkan produktivitas ternak sapi di Desa Pombulaa Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.
Edukasi Promosi Online kepada Peternak Kambing di Kecamatan Poasia Kota Kendari Harapin Hafid; Dedu, La Ode Arfan; Ananda, Siti Hadrayanti
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 4 No 1 (2026): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v4i1.1741

Abstract

Latar belakang: Tujuan dari kegiatan abdimas ini adalah memberikan pelatihan dan bimbingan teknis pembuatan media promosi secara online menggunakan Canva serta Meningkatkan pengetahuan kelompok ternak dalam menyusun konten visual yang menarik seperti poster, flyer, infografis, banner, hingga katalog produk untuk media sosial. Metode: Kegiatan pelatihan Canva ini dilaksanakan di Kecamatan Poasia Kota Kendari pada Hari Sabtu tanggal 14 Juni 2025. Mitra Kegiatan ini adalah masyarakat Kecamatan Poasia Kota Kendari. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah masyarakat mengenal, mengetahui dan menggunakan aplikasi Canva dengan mengevaluasi pengetahuan peserta dengan melaksanakan pretest dan posttest. Hasil: Hasil kegiatan Pengabdian menunjukkan bahwa mayoritas peserta belum pernah mendengar aplikasi Canva yaitu 19 orang atau 86,36% dan hanya 3 atau 13,63% orang yang pernah mendengar informasi tentang Canva, setelah pelatihan semua peserta sudah mendengar aplikasi Canva. Semua peserta belum pernah menggunakan aplikasi Canva tetapi setelah pelatihan peserta sudah merasakan dan mencoba sendiri penggunaan aplikasi Canva. sebelumnya peserta belum pernah mengikuti pelatihan aplikasi Canva tetapi setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini peserta sudah mengalami pengalaman mengikuti pelatihan aplikasi Canva. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa semua anggota kelompok ternak kambing di Kecamatan Poasia, Kota Kendari, yang berjumlah 22 orang sudah mendengar, menggunakan dan mengikuti pelatihan aplikasi canva serta dapat mengerti dan menguasai penggunaan aplikasi Canva. Hal ini didukung oleh fakta bahwa anggota kelompok tersebut tergolong mudah menerima inovasi baru dan sudah terbiasa menggunakan handphone.
Integrating Agribusiness Management, Product Downstreaming, and Consumer Behavior for Sustainable Livestock-Based Food Enterprises Widiarta, I Putu Gede Didik; Ananda Putra Agung; I Gede Arie Mahendra Putra; Muhammad Eriansyah Al Hakim; Made Hardinata Wijakesuma; A.A. Gde Agung Nanda Perwira
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 4 No 1 (2026): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v4i1.1801

Abstract

Latar belakang: Sistem pangan berbasis peternakan berkelanjutan memiliki peran penting dalam menjawab tantangan global terkait ketahanan pangan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Sektor ini masih menghadapi berbagai permasalahan seperti rendahnya efisiensi, keterbatasan nilai tambah, serta lemahnya kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keberlanjutan produk. Kondisi tersebut menuntut transformasi menyeluruh dari model produksi konvensional menuju sistem agribisnis terpadu yang menghubungkan kompetensi manajerial, inovasi produk, dan strategi berbasis perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan manajemen agribisnis, hilirisasi produk, dan perilaku konsumen untuk memperkuat keberlanjutan usaha pangan berbasis hasil ternak. Metode: Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka sistematis terhadap publikasi tahun 2020-2025, penelitian ini mensintesis temuan teoritis dan empiris dari konteks global dan Indonesia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen agribisnis yang efektif melalui kompetensi manajerial, integrasi rantai nilai sirkular, dan digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi dan ketahanan usaha. Hilirisasi produk mendorong penciptaan nilai tambah dan daya saing pasar melalui inovasi teknologi dan pengolahan ramah lingkungan. Sementara itu, perilaku konsumen yang dipengaruhi oleh kesadaran keberlanjutan, kepercayaan sensorik, dan keterikatan emosional berperan penting dalam membentuk preferensi pembelian dan loyalitas merek. Kesimpulan: Integrasi ketiga dimensi tersebut menghasilkan sistem sinergis yang mendorong inovasi, mengurangi limbah, serta memperkuat pertumbuhan pasar berkelanjutan. Kerangka ini berkontribusi pada pengembangan teori agribisnis berkelanjutan dan memberikan implikasi strategis bagi pembuat kebijakan, praktisi, serta wirausaha muda peternakan.
Peran Teknologi Presisi dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan: Systematic Literature Review Yunita Alfina Puspita Sari; Dinda Amalia Gumay
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 4 No 1 (2026): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v4i1.1802

Abstract

Latar belakang: Sektor pertanian di negara berkembang menghadapi tantangan akibat degradasi sumber daya, perubahan iklim, dan meningkatnya kebutuhan pangan, sehingga membutuhkan pendekatan produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kajian sebelumnya umumnya membahas teknologi presisi dan keberlanjutan secara terpisah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji keterkaitan jenis teknologi presisi, kontribusinya terhadap dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan, serta hambatannya dalam konteks negara berkembang. Metode: Kajian ini dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam basis data Scopus. Proses seleksi mengikuti pedoman PRISMA yang mencakup tahap identifikasi, penyaringan, penentuan kelayakan, dan inklusi dengan fokus pada publikasi yang membahas pertanian presisi di negara berkembang. Hasil penelusuran literatur mengidentifikasi 65 artikel ilmiah, dengan 17 artikel yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan pada periode publikasi 2020–2025. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi jenis teknologi yang digunakan, kontribusinya terhadap efisiensi usaha tani, serta dampak penerapannya dalam konteks keberlanjutan. Hasil: .Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi seperti remote sensing, drone dan Geographic Information System (GIS) berkontribusi terhadap efisiensi input dan keberlanjutan lingkungan, namun tingkat adopsinya masih rendah karena keterbatasan modal, infrastruktur dan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kesimpulan: Kajian ini menyimpulkan bahwa pertanian presisi memiliki potensi besar dalam mendukung usaha tani yang berkelanjutan melalui dukungan terhadap peningkatan akses teknologi, penguatan kapasitas petani dan kebijakan yang berpihak pada digitalisasi pertanian berkelanjutan.

Page 4 of 4 | Total Record : 38