cover
Contact Name
Gallusia Marhaeny Nur Isty
Contact Email
josae@polbangtanmanokwari.ac.id
Phone
+6281393794478
Journal Mail Official
josae@polbangtanmanokwari.ac.id
Editorial Address
Jalan SPMA Reremi, Manokwari Barat, Kecamatan Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat 98312
Location
Kab. manokwari,
Papua barat
INDONESIA
Journal of Sustainable Agriculture Extension
ISSN : 29875234     EISSN : 29875234     DOI : https://doi.org/10.47687/josae
Core Subject : Social,
Journal of Sustainable Agriculture Extension (JoSAE) is a scientific open access journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, aims to publish original research results and reviews such as agriculture, animal husbandry and plantation. Journal of Sustainable Agriculture Extension (JoSAE) encompasses a broad range of research topics in extension and socio-economic. Journal of Sustainable Agriculture Extension (JoSAE) is published every six months (March and September). The entire process from submission to publication is done FREE of charge. All articles can be viewed on an OPEN ACCESS basis.
Articles 33 Documents
Respon Petani Sayur di Pettuadae terhadap Penyuluhan Pemanfaatan Feses Sapi menjadi Pupuk Kompos Okti Widayati; Wian Sarira; Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 2 No 2 (2024): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v2i2.1039

Abstract

Latar belakang: Mata pencaharian masyarakat Pettuadae sebagian besar adalah petani sayur. Mereka sangat tergantung dengan penggunaan pupuk kimia untuk produksi tanaman. Di sisi lain, para petani juga memlihara ternak sapi yang dapat menghasilkan kotoran dan limbah peternakan yang memiliki potensi sebagai pupuk organik. Petani belum memanfaatkan potensi tersebut disebabkan oleh kurangnya informasi dan pelatihan cara pembuatan pupuk dari limbah peternakan khususnya feses sapi. Metode: Pelaksanaan penyuluhan diikuti oleh 30 responden. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi cara. Metode ini bertujuan untuk merangsang responden penyuluhan agar bisa aktif bertanya selama kegiatan berlangsung, dengan menggunakan alat bantu media yaitu folder dan tayangan dari power point. Hasil evaluasi penyuluhan dianalisis menggunakan aplikasi MS Excel dan SPSS versi 15.0. Hasil: Respon petani terhadap penyuluhan pada penelitian ini dilihat dari peningkatan pengetahuan. Pengukuran peningkatan pengetahuan dengan membandingkan nilai tes awal dan tes akhir, evaluasi penyuluhan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 29,3. Berdasarkan uji t berpasangan (paired t test) penyuluhan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat, maka dari itu efektivitas penyuluhan pada aspek pengetahuan sebesar 81,48%. Kesimpulan: Penyuluhan pemanfaatan feses sapi menjadi pupuk kompos di Kelurahan Pettuadae memiliki efektivitas penyuluhan pada kategori efektif dengan ditunjukkan adanya peningkatan pengetahuan berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Penyuluhan mendapatkan respon positif dari petani yang ditunjukkan dengan adanya adopsi pengolahan feses sapi menjadi pupuk kompos dan aplikasinya di tanaman pertanian.
Nilai Ekonomis Pakan Kelinci dari Limbah Pertanian Berbasis Hay Multinutrient Waffle Lutfiaji Syaefullah, Bangkit; Muhammad Fachry Hidayat; Susan Carolina Labatar; Okti Widayati; Gallusia Marhaeny Nur Isty
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 2 No 2 (2024): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v2i2.1066

Abstract

Latar belakang: Limbah pertanian memiliki potensi yang baik untuk dijadikan pakan ternak kelinci. Karena beberapa limbah pertanian masih memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagus, sehingga bagus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak kelinci. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, dan menggunakan 4 parameter penelitian, yaitu, BEP Produksi, BEP harga, R/C, dan Rentabilitas rasio. Hasil: Hasil dari BEP produksi P1, P2, P3, berturut-turut 5,64, 5,66, 5,67. BEP produksi yang paling menguntungkan terdapat pada P1 dengan berat 5,64 kg. Hasil dari BEP harga P1, P2, P3, berturut turut Rp. 4.702, Rp. 4.713, Rp. 4.726. BEP harga yang paling menguntungkan terdapat pada P1 dengan harga Rp. 4.702. Hasil dari R/C rasio P1, P2, P3, berturut-turut 3,77, 3,74, 3,71. Nilai R/C rasio paling layak diusahakan terdapat pada P1 yaitu 3,77. Hasil Rentabilitas P1, P2, P3 berturut-turut 2,77, 2,74, 2,71. Nilai Rentabilitas paling layak diusahakan terdapat pada P1 yaitu 2,77. Dari 3 percobaan analisis ekonomi hay multinutrient waffle, menunjukan semua percobaan menguntungkan dan layak diusahakan, namun dari 3 komposisi percobaan, ada percobaan yang paling ekonomis yaitu terdapat di P1 karena BEP produksi menunjukan produksi paling rendah yaitu 5,64 kg, kemudian untuk BEP harga mempunyai nominal harga lebih rendah dari percobaan lainnya yaitu Rp.4.702/kg, sehingga lebih cepat untuk mencapai titik impas, kemudian mempunyai nilai R/C rasio 3,77 maka usaha tersebut layak di usahakan, dan Rentabilitas memiliki nilai 2,77 sehingga layak untuk diusahakan. Kesimpulan: Penggunaan limbah pertanian kacang tanah bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan baku pembuatan pakan hay.
Penerapan Ekonomi Sirkular melalui Sistem Pertanian Terpadu Berbasis Zero Waste untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan di Desa Sendangtirto, Berbah, Kabupaten Sleman Yogyakarta Ajat Sudrajat; Djaelani Susanto; Gallusia Marhaeny Nur Isty
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 1 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i1.1238

Abstract

Background: The circular economy is one of the best ways to implement an integrated agricultural system based on zero waste to increase food security. This service aims to provide knowledge to the community about the concept of circular economy by utilizing household waste, as a feed material for maggots which later can be used as high-protein feed materials for laying hens and is expected to produce high-omega egg production in Sendangtirto Village, Berbah, Sleman Regency, D.I. Yogyakarta. Methods: This study will be conducted from October 12 to November 6, 2023. This service has been carried out and attended by 20 participants. The implementation method is by providing education and practice directly. The implementation stage began with the distribution of a pre-test questionnaire before the activity, the presentation of material on the introduction of circular economy and integrated agriculture (maggot and laying hen cultivation), the distribution of post test questionnaires to participants and ended with a question and answer session for participants and resource persons. Results: Furthermore, the introduction of feed in the form of household waste and maggots, which can be given with the potential availability in the area. The results of the service show that community knowledge has increased based on post tests and direct practice, so it is hoped that with this education, the people of Sendangtirto Village can utilize waste optimally and can be one of the solutions for processing waste into good feed ingredients to produce omega-rich chicken eggs. Conclusion: It was concluded that the community's knowledge increased, gaining skills in Black Soldier Fly (BSF) maggot cultivation and laying hen cultivation.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Peternak Ayam Ras Petelur di Kabupaten Lima Puluh Kota Afelia Anzani; John Nefri; Yuliandri Yuliandri
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 1 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i1.1251

Abstract

Latar belakang: Sentra produksi usaha ternak ayam petelur di Sumatera Barat adalah kota Payakumbuh dan kabupaten Lima Puluh Kota. Keberlanjutan usaha ternak ayam petelur perlu diketahui faktor produksi apa yang menyebabkan peternak mampu bertahen. Penelitian ini menganalisis satu periode produksi kegiatan usaha ternak ayam petelur dan faktor-faktor produksi apa yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak ayam ras petelur serta posisi produksi dalam siklus produksi. Metode: Metode penelitian dilakukan dengan metode survei, yang dilakukan kepada 38 peternak ayam ras petelur yang berlokasi di kecamatan Payakumbuh, Harau dan Guguak. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Analisis data mengungkap beberapa variabel faktor-faktor produksi sebagai penentu pendapatan peternak ayam petelur. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan peternak ayam ras petelur dikabupaten lima puluh kota dibagi menjadi 5 kelas interval. Dimana setiap kelas berbeda jumlah peternaknya yaitu kelas interval I yang terdiri dari 26 orang peternak dengan pendapatan Rp. 2,068,830,000 – Rp. 3,468,122,000, kelas in terval II terdiri dari 3 orang peternak dengan pendapatan Rp. 3,468,122.001 – Rp. 4,867.414,000, kelas interval III terdiri dari 3 peternak yaitu Rp. 4,867,414,001 – Rp. 6,266,706,000, kelas interval IV terdiri dari 3 peternak yaitu RP. 6,266,706,001 – Rp. 7,665,998,000 dan kelas interval V terdiri dari 3 peternak yaitu Rp. 7,665,998,000 – Rp. 9,065,290,000. Kesimpulan: Hasil pendugaan model variabel bebas secara simultan positif dan signifikan mempengaruhi pendapatan. Pendugaan variabel produksi dalam model ternyata 89,9% bisa menjelaskan variabel pendapatan. Secara empirik model pendugaan memperlihatkan posisi produksi usahaternak ayam petelur adalah increasing return to scale.
Penerapan Flushing Pakan untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Domba di Abita Farm Magelang Setyo Utomo; Nur Rasminati; Ajat Sudrajat; Allycia Ayu Pusparatri; Wawan Riyadi
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 1 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i1.1275

Abstract

Latar belakang: Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) “Abita Farm” berada di dusun Dayogo, Desa Banyusidi kecamatan Pakis, kabupaten Magelang. Permasalahan yang dihadapi oleh CV Abita farm adalah kinerja reproduksi ternak domba belum mencapai efisiensi reproduksi yang baik, sehingga perkembangan populasinyapun menjadi rendah, sehingga target penjualan anakan (cempe) siap potong (umur 5-6 bulan) kurang. Biaya protein yang tinggi menjadi kendala di pedesaan, namun bisa di atasi dengan menggunakan bahan-bahan local yang murah dan tersedia setiap waktu seperti kuning telur, ikan lele, rebung, jantung pisang, dengan starter nasi (MOL). Metode: Pengabdian dilaksanakan pada bulan Mei-November 2024, di Abita Farm Desa Banyusidi, Kecamatan pakis, Kabupaten Magelang, Jawa tengah. Metode pelaksanaan dengan cara memberikan edukasi dan praktik secara langsung. Tahapan pelaksanaan dimulai pemaparan materi dan diakhiri dengan sesi tanya jawab peserta dan narasumber. Selanjutnya dilakukan praktik aplikasi flushing pakan. Pelaksanaan PPM meliputi orientasi wilayah, kesepahaman dengan mitra, penyadaran dan peningkatan motivasi sesuai tema kegiatan, pelatihan teknis dan evaluasi kegiatan flushing. Hasil: Hasil penerapan flushing pakan menunjukan bahwa dari 30 ekor mengalami birahi (estrus) setelah flushing selama 10 hari, kemudian dilakukan IB (inseminasi Buatan) dan hasilnya adalah 80% mengalami kebuntingan dan beranak. Tingkat pemahaman anggota (5 orang) mengaku paham akan Teknik flushing pakan local (100%) namun pemahaman proses pembuatan bahan flushing sebanyak 4 orang paham (80%). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa penerapan teknologi flushing pada UMKM Abita Farm berhasil meningkatkan efisiensi reproduksi, yaitu mampu beranak 3 kali per tahun dari semula 2 kali dalam 2 tahun.
Penyuluhan Pertanian: Pendekatan, Metode dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Pertanian Dalam Mendukung Swasembada Pangan Ebit Eko Bachtiar; Triman Tapi; Helmi Saputra; Muhammad Eko Budicahyono; Esau Konyep
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 1 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i1.1364

Abstract

Latar belakang: Penyuluhan pertanian memainkan peran krusial dalam meningkatkan kapasitas petani dan mendukung swasembada pangan melalui transfer pengetahuan, pemberdayaan, dan adopsi teknologi. Namun, tantangan seperti keterbatasan tenaga penyuluh kompeten, resistensi terhadap teknologi, dan infrastruktur yang kurang memadai menghambat efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendekatan, metode, dan dampak penyuluhan pertanian terhadap pembangunan pertanian dalam mendukung program swasembada pangan. Metode: Penelitian menggunakan metode literature review kualitatif dengan menganalisis jurnal ilmiah dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar (5 tahun terakhir). Kata kunci seperti "penyuluhan pertanian", "metode penyuluhan pertanian", "pembangunan pertanian", dan "swasembada pangan" digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis konten diterapkan untuk mengidentifikasi tema terkait penyuluhan pertanian dengan pendekatan, metode, dan dampaknya dalam mendukung program swasembada pangan. Hasil: Pendekatan partisipatif meningkatkan keterlibatan petani dalam perencanaan dan evaluasi, sementara pendekatan digital mempercepat diseminasi teknologi melalui e-learning dan aplikasi berbasis AI. Kemitraan multipihak mendukung akses finansial dan inovasi. Metode seperti demonstrasi lapangan, sekolah lapang, dan kunjungan penyuluh terbukti meningkatkan produktivitas, efisiensi sumber daya, dan kesejahteraan petani. Namun, keberhasilan bergantung pada infrastruktur digital, kompetensi penyuluh, dan relevansi materi dengan kebutuhan. Kesimpulan: Kombinasi pendekatan partisipatif, digital, dan kemitraan efektif mendukung swasembada pangan. Untuk optimalisasi, diperlukan penguatan infrastruktur digital, pelatihan penyuluh, dan evaluasi berkala program. Sinergi antar-pemangku kepentingan dan diversifikasi metode penyuluhan menjadi kunci dalam mendukung program swasembada pangan. Kata kunci: penyuluhan pertanian, Pembangunan pertanian, swasembada pangan
Persepsi Petani terhadap Peran Kelompok Tani di Kampung Lebauw, Manokwari Utara, Papua Barat Simon Miosido; Latarus Fangohoi; Indah Pratiwi
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 1 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i1.1366

Abstract

Latar belakang: Kelompok tani memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani, khususnya melalui fungsi sebagai kelas belajar mengajar, unit produksi, dan wahana kerja sama. Namun, efektivitas kelompok tani dalam menjalankan peran ini sangat bergantung pada persepsi dan partisipasi anggotanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap peran kelompok tani di Kampung Lebauw, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 19 responden anggota kelompok tani. Hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif, dengan kategorisasi skor untuk menilai persepsi petani terhadap fungsi kelompok tani. Hasil: Dalam perannya sebagai kelas belajar mengajar, kelompok tani dinilai baik (52,63%) dan sangat baik (47,37%). Sebagai unit produksi, sebanyak 57,89% responden memberikan penilaian baik, sedangkan 42,11% menilai sangat baik. Sementara itu, sebagai wahana kerja sama, mayoritas petani menilai baik (57,89%) dan sangat baik (42,11%). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok tani di Kampung Lebauw telah menjalankan perannya dengan baik. Untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan penguatan dalam manajemen kelompok tani, peningkatan akses terhadap sarana produksi, serta diversifikasi usaha tani. Dengan demikian, kelompok tani dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Tingkat Kepuasan Petani terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Polewali Mandar Sulawesi Barat Muhajir; Masdar Fatman; Bangkit Lutfiaji Syaefullah
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 2 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i2.1399

Abstract

Latar belakang: Kinerja penyuluh selama ini menjadi sorotan utama dalam keberhasilan pertanian, sedangkan kinerja penyuluh sudah diatur berdasarkan standar yang tertuang di Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006. Berdasarkan peraturan tersebut diperlukan evaluasi kinerja penyuluh pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang ada di Kelurahan Taramanu Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar. Kelurahan Taramanu dipilih karena merupakan daerah dengan jumlah petani aktif paling banyak di Kabupaten Polewali Mandar, sedangkan dengan jumlah petani yang banyak tapi jumlah penyuluhnya terbatas, sehingga diperlukan evaluasi kinerja penyuluh berdasarkan tingkat kepuasan petani. Metode: Penentuan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) dengan mengambil 10% dari 420 populasi petani di Kelurahan Taramanu Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar sehingga jumlah responden petani sebanyak 42 orang responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil: Kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kelurahan Taramanu Kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar mengenai kemampuan kinerja penyuluh didasarkan pada indikator kinerja secara berturut-turut adalah Indikator Jumlah kerja (rendah/1,60), Kualitas kerja (sedang/2,05), Pengetahuan (sedang/2,28), Gagasan (sedang/2,30), Kerjasama (sedang/2,16), Kepercayaan (sedang/1,80), Tanggung jawab (sedang/1,97), dan kepribadian penyuluh pertanian (tinggi/2,57). Kesimpulan: Secara keseluruhan indikator, petani merasa cukup puas terhadap kinerja penyuluh pertanian (sedang). Berdasarkan hasil rata-rata seluruh indikator, tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian tergolong dalam kategori sedang yang menunjukkan bahwa layanan penyuluhan belum sepenuhnya memenuhi harapan petani.
Daging Rusa sebagai Pangan Konvensional: Studi Kasus Konsumsi di Papua Barat dan Implikasinya terhadap Konservasi Bangkit Zaidaan Fadlullah; Sritiasni; Gallusia Marhaeny Nur Isty
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 2 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i2.1474

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan daging rusa masih menjadi kontroversi di Indonesia dikarenakan jumlah ternak rusa sudah masuk kedalam hewan dilindungi tetapi diwilayah timur termasuk Papua Barat perburuan rusa masih banyak ditemui. Tanpa dilakukannya domestifikasikan ternak rusa menjadi semakin sedikit setiap tahunnya. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah daging rusa dapat menjadi pangan konvensional dan pengaruhnya terhadap peraturan pemerintah. Sehingga dapat diketahu apakah peredaraan daging rusa di wilayah Papua Barat diperbolehkan oleh pemerintah dan bagaimana pandangan pemerintah bila rusa di domestifikasikan Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data wawancara, kuisoner dan Focus Group Discusion (FGD) yang dilanjut dengan analisis SWOT dengan beberapa tahapan.Jumlah populasi mencapai 22 orang dan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh. Hasil: Hasil penelitian mendapatkan bahwa rusa di Pulau Papua termasuk kedalam satwa buru, dengan penjualan rusa yang cukup luas dikarenakan harganya yang dibawah pasar serta kurangnya ketersediaan daging rusa dipasaran, dikarenakan banyaknya pertambangan dan pembangunan rumah. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa konsumsi daging rusa di Papua Barat dipengaruhi oleh ketersediaan alami, nilai gizi tinggi, dan budaya lokal. Daging rusa memiliki potensi menjadi pangan nasional melalui pengembangan penangkaran yang didukung kebijakan pemerintah dan permintaan pasar. Strategi analisis SWOT agar dapat mencapai hal tersebut yaitu menggunakan strategi pertumbuhan (Growth Strategy) didesain untuk mencapai pertumbuhan, baik dalam pembudidayaan dan kandungan gizi. Hal ini dapat dicapai dengan cara membuka peluang pasar baru secara nasional dan mendapat bantuan regulasi dari pemerintah. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa daging rusa berpotensi menjadi sumber pangan alternatif yang legal dan bernilai gizi tinggi di Papua Barat, namun pengelolaannya memerlukan regulasi yang jelas dan dukungan terhadap penangkaran agar menjaga kelestarian populasi rusa liar.
Potensi Pengembangan Peternakan Ayam Petelur di Kabupaten Bantul Devi Radhatul Thoyibah; Thalula Salma Murman; Musabran Nawawi; Muh. Emillul Fata; Fakhri Alfarizi; Meita Puspa Dewi
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 3 No 2 (2025): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v3i2.1503

Abstract

Latar belakang: Kabupaten Bantul memegang peran strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat melalui produksi telur ayam ras. Tingginya tingkat konsumsi dan kecenderungan peningkatan permintaan telur dari tahun ke tahun mencerminkan peluang yang besar bagi pengembangan sektor peternakan ayam petelur secara berkelanjutan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, serta berbagai sumber literatur ilmiah dan laporan kelembagaan yang relevan dalam rentang waktu 2019–2024. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi potensi, permasalahan, dan arah pengembangan peternakan ayam petelur di wilayah studi. Hasil: Kabupaten Bantul menunjukkan jumlah populasi ayam petelur yang signifikan dengan volume produksi telur yang tinggi. Tren konsumsi dan pengeluaran rumah tangga terhadap telur ayam menunjukkan peningkatan yang konsisten. Faktor pendukung lainnya mencakup keberadaan kebijakan pemerintah daerah yang proaktif, kelompok tani ternak yang aktif, serta kolaborasi dengan institusi pendidikan dan penelitian. Kesimpulan: Kabupaten Bantul memiliki prospek kuat sebagai sentra pengembangan peternakan ayam petelur di Daerah Istimewa Yogyakarta. Optimalisasi dukungan kebijakan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan stabilitas pasar menjadi elemen penting dalam mendorong ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Page 3 of 4 | Total Record : 33