cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,799 Documents
Peran Guru dan Ulama dalam Tradisi Pendidikan Islam Melayu Laila Rahmi Hasanah; Mona Alyaa Sausan; Maryamah Maryamah; Zulhijra Zulhijra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dan ulama dalam tradisi pendidikan Islam Melayu serta relevansinya dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui penelusuran literatur berupa buku, jurnal, artikel, dokumen sejarah, dan sumber digital yang relevan. Data primer berasal dari karya akademik yang membahas langsung peran guru dan ulama dalam pendidikan Islam Melayu, sedangkan data sekunder berupa artikel pendukung dan media daring. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi nilai dan pesan pendidikan Islam, serta analisis deskriptif untuk menjelaskan keterkaitan peran guru dan ulama dengan dinamika pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi pendidikan Islam Melayu berakar dari sistem halaqah sederhana, berkembang menjadi pesantren dan surau, hingga bertransformasi menjadi madrasah dan sekolah Islam modern. Guru dan ulama berperan sebagai pengajar, teladan moral, penggerak tradisi, dan pembaharu sistem pendidikan, mulai dari masa Walisongo hingga pembaruan oleh KH. Ahmad Dahlan melalui Muhammadiyah. Di era global, peran guru dan ulama tetap sentral dalam menghadapi tantangan kurikulum, teknologi, serta krisis identitas moral generasi muda, sehingga pendidikan Islam Melayu tetap relevan sekaligus kokoh secara spiritual.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Moderasi Beragama Siswa sebagai Upaya Membentuk Sikap Penerimaan Terhadap Tradisi Lokal Mona Alyaa Sausan; Laila Rahmi Hasanah; Saipul Annur; Afriantoni Afriantoni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam penguatan moderasi beragama sebagai upaya membentuk sikap penerimaan terhadap tradisi lokal pada peserta didik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya penghargaan terhadap nilai-nilai kearifan lokal di kalangan pelajar akibat pengaruh arus globalisasi dan munculnya paham keagamaan ekstrem. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Palembang dengan melibatkan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa sebagai informan utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan dalam delapan aspek utama, yakni sebagai pendidik, pembimbing, informator, teladan, inspirator, sumber belajar, fasilitator, dan pelaksana kegiatan keagamaan. Implementasi peran tersebut dilakukan melalui pembelajaran kontekstual, kegiatan keagamaan, serta proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Faktor pendukung meliputi kebijakan Kurikulum Merdeka, kreativitas guru, kolaborasi lintas mata pelajaran, dan dukungan fasilitas sekolah. Adapun faktor penghambat berasal dari latar belakang keluarga, minat siswa, dan lingkungan sosial yang eksklusif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peran guru PAI memiliki kontribusi signifikan dalam membangun karakter peserta didik yang moderat, toleran, dan menghargai tradisi lokal sebagai bagian dari identitas keislaman dan kebangsaan.
Mrs. Elm as a Literacy Sponsor and Its Impacts on Nora Seed's Self-Transformation in Matt Haig's The Midnight Library Nur Fitria Sholehah; Much. Koiri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18584

Abstract

The present study examines the character of Mrs. Elm as a literacy sponsor in the character development of Nora Seed, particularly in relation to her conflict with despair and her internal struggle between life and death. Through the analysis of the relationship between these two characters, the study shows that literacy guidance by Mrs. Elm helps Nora transform from a person full of regret and despair into a more reflective individual who comes to terms with her life. In addition, the study investigates how Nora Seed’s self-transformation through the literacy process affects her self-perception, acceptance of life’s imperfections, and reinterpretation of past decisions that were previously considered failures. This study also contributes to literary studies by emphasizing the significance of literacy and the role of literacy sponsorship in shaping character development and psychological transformation in literary works.
Peran Media Sosial Instagram Dalam Pembentukan Identitas Wibu Di Palembang Muhammad Rizky Pratama; Fera Indasari; Chairunnisah Putri Ayu Ningsih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18591

Abstract

Perkembangan media sosial telah menciptakan ruang baru bagi pembentukan identitas dan praktik komunikasi budaya, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satu fenomena yang berkembang melalui media sosial adalah subkultur WIBU, yaitu komunitas penggemar budaya populer Jepang yang aktif mengekspresikan identitasnya di ruang digital. Instagram, sebagai platform berbasis visual, menjadi medium utama dalam penyebaran simbol budaya, interaksi sosial, dan pembentukan identitas kolektif komunitas WIBU. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Instagram dalam membentuk identitas subkultur WIBU di Kota Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap anggota komunitas WIBU. Kerangka analisis yang digunakan adalah New Media Theory oleh Pierre Lévy dan S-O-M-E Framework (Share, Optimize, Manage, Engage). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram berperan sebagai ruang komunikasi budaya yang memungkinkan anggota komunitas WIBU memproduksi, menyebarkan, dan mengelola representasi identitas melalui konten visual dan interaksi digital. Aktivitas berbagi konten, optimalisasi fitur platform, pengelolaan identitas digital, serta keterlibatan antaranggota komunitas membentuk identitas kolektif yang bersifat hibrida antara budaya global dan lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai arena pembentukan identitas dan transformasi budaya di era digital.
Peran Strategis Host Live Streaming Dalam Mendorong Purchase Intention Audiens Pada Tiktok Live Shopping Asma Nur Adilah; Iman Sofian Suriawinata
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis host live streaming dalam mendorong purchase intention (niat beli) audiens pada fitur TikTok Live shopping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana informan ditentukan dengan metode purposive yang terdiri atas host live streaming, koordinator host, dan audiens. Observasi dilakukan secara fisik (offline) di Anymind Live Stream Studio dan secara virtual (online) pada tiga akun merek, yaitu Unicharm, Kerastase, dan Xiaomi. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara mendalam, serta dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya menggunakan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi host yang disesuaikan dengan karakteristik merek secara efektif mampu memicu niat beli audiens. Kapabilitas host dalam penguasaan produk dan regulasi emosi berfungsi sebagai substitusi pengalaman fisik audiens untuk membangun kepercayaan secara real-time. Selain itu, interaksi antara host dan audiens menciptakan parasocial interaction dan social presence yang memicu kompresi corong pemasaran sehingga mempercepat keputusan pembelian impulsif. Keberhasilan peran host ini turut ditopang secara signifikan oleh faktor kontekstual berupa keandalan infrastruktur teknis studio dan orkestrasi operasional tim produksi di balik layar (backstage).
Efektivitas Model Pembelajaran Membaca Permulaan Pass Terhadap Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Kelas II SD R.R Zakiyah Munawaroh; Muhardila Fauziah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18663

Abstract

This research examines the impact of the Planning, Attention, Simultaneous, and Successive Processing (PASS) instructional model on second-grade students' reading aloud performance. This research utilized a quantitative approach with a pre-experimental design employing a One Group Pretest-Posttest framework. The participants consisted of second-grade students at SD Muhammadiyah Ambarbinangun. Data were gathered through pretest and posttest instruments specifically designed to assess students' initial reading abilities and reading aloud proficiency. Analysis of the data was conducted through descriptive statistics, normality tests, N-Gain calculations, and hypothesis testing. The findings revealed a significant enhancement in students' reading aloud skills following the implementation of the PASS model. The mean posttest score exceeded the pretest score, and the N-Gain results demonstrated a moderate to high improvement category. Through hypothesis testing, it was confirmed that the PASS learning model effectively enhanced students' reading aloud skills. Consequently, the PASS model can be recommended as an alternative instructional strategy to develop early reading and reading aloud skills among lower-elementary grade students.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication Dan Collaboration): Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI SMA Negeri 2 Singaparna Tahun Ajaran 2024/2025 Dina Andriani; Ai Nur Solihat; Ati Sadiah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.11008

Abstract

This problem in this study is the low level of students' 4C skills in economics learning, as evidenced by the continued use of lecture-based teaching methods. This has led to students being less active during the learning process. The aim of this study is to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model on students’ 4C skills (critical thinking, creativity, communication, and collaboration). The research method used in this study is a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. The population in this study consisted of all 11th-grade students at SMAN 2 Singaparna in the 2024/2025 academic year. The sample used included class XI-7, consisting of 33 students as the control group, and class XI-8, consisting of 34 students as the experimental group, which was taught using the PBL model. The instruments used in this study were pretest-posttest assessments and observation sheets. The data analysis techniques used in this study included normality test, homogeneity test, paired sample t-test, Wilcoxon test, and Mann-Whitney test. The results of the data analysis showed a significance value of 0.000 < 0.005, indicating that H₀ is rejected and H₁ is accepted. This means that there is a significant improvement in the 4C skills of students who were taught using the Problem Based Learning model. The effectiveness of this improvement is evidenced by the N-Gain score of the experimental class, which was 0.74, indicating a high category. It can be concluded that the Problem Based Learning model has a significant effect on improving students’ 4C skills (critical thinking, creativity, communication, and collaboration) in economics learning for 11th-grade students at SMAN 2 Singaparna.
Persepsi Pelanggan Terhadap Keandalan Aplikasi PLN Mobile di Kabupaten Sidoarjo Mona Alecya Ardianche; Fitrotun Niswah; Meirinawati Meirinawati; Eva Hany Fanida
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.15352

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik mendorong PT PLN (Persero) mengembangkan aplikasi PLN Mobile sebagai platform layanan kelistrikan terpadu yang berorientasi pada pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi pelanggan terhadap keandalan aplikasi PLN Mobile pada pengguna di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden pengguna aktif aplikasi PLN Mobile yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pelanggan berpengaruh signifikan hanya terhadap dua dimensi keandalan aplikasi, yaitu stabilitas sistem dan akurasi proses, dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,035 dan 0,000 (α < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin positif persepsi pelanggan, semakin baik stabilitas sistem dan ketepatan proses layanan yang dirasakan dalam penggunaan Aplikasi PLN Mobile. Sementara itu, persepsi pelanggan tidak berpengaruh signifikan terhadap dimensi ketersediaan layanan, daya tanggap sistem, dan keamanan sistem. Hasil ini menegaskan bahwa pengaruh persepsi pelanggan terhadap keandalan Aplikasi PLN Mobile bersifat parsial dan lebih kuat pada aspek performa inti aplikasi yang dirasakan secara langsung oleh pengguna.
Pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Stres Kerja dengan Work-Life Balance Tenaga Kesehatan Puskesmas Malinau Aswan Aswan; Budi Hasyim; Kriston Kriston
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16078

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap stres kerja tenaga kesehatan di Puskesmas Malinau Kota, dengan work‑life balance sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif survei dengan 104 tenaga kesehatan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja. Selain itu, beban kerja dan lingkungan kerja juga berpengaruh signifikan terhadap work‑life balance, yang selanjutnya memediasi hubungan keduanya dengan stres kerja. Temuan ini menegaskan bahwa work‑life balance berperan sebagai mekanisme protektif yang membantu mengurangi tekanan psikologis meskipun tuntutan pekerjaan tinggi atau lingkungan kerja kurang mendukung. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengaturan beban kerja yang proporsional, perbaikan fasilitas dan iklim kerja, serta program yang mendukung keseimbangan kerja-pribadi. Intervensi ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan primer di wilayah terpencil
From Sacred Ritual to Cultural Festival: The Transformation of the Dreadlocked Hair Ruwatan Tradition in Dieng as a Cultural Practice Fitri Rosanti; M. Fadhilah; Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16110

Abstract

The Hair Dreadlocks Ruwatan Ritual in the Dieng Plateau, particularly in Dieng Kulon Village, is a sacred tradition of Javanese society that represents a complex relationship between spirituality, local cosmology, ritual arts, and social structure. Dreadlocked hair is not understood merely as a biological phenomenon, but as a symbol of an individual’s connection with ancestors and supernatural forces, thus requiring a ruwatan ritual to restore physical, emotional, and spiritual balance. This study aims to examine the spiritual and philosophical meanings of dreadlocked hair, the structure and stages of the ruwatan ritual, the role of art and cultural expression, and the dynamics of social transformation in the context of modernization and cultural tourism. This research employs a descriptive qualitative approach using a case study method. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with traditional leaders and cultural practitioners, and documentation, and were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that the dreadlocks ruwatan ritual has multidimensional meanings as a purification rite, a medium of cosmological communication, and a mechanism for strengthening the cultural identity of the Dieng community. The ritual structure is carried out systematically based on genealogical legitimacy and the spiritual authority of customary leaders, while artistic elements such as gamelan music, Javanese chanting (kidungan), traditional attire, and ritual spatial arrangements reinforce the sacred atmosphere and collective spiritual experience. At the same time, the ritual has undergone a transformation from a private family practice into a public festival that functions both as a sacred rite and a cultural attraction, giving rise to negotiations between sacred values, cultural economy, religious discourse, and digital media representation. This study concludes that the dreadlocks ruwatan ritual is a living and adaptive tradition that is able to maintain its spiritual core while responding to contemporary social dynamics without losing its cultural and religious significance.