cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 2,799 Documents
Transparency, Social Media Exposure and Citizen Engagement: Evidence From Indonesia’s Free Nutritious Meal Program in Bogor City Annory Langga'o; Roni Jayawinangun; Feri Ferdinan Alamsyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20174

Abstract

Indonesia's Free Nutritious Meal Program (Makan Bergizi Gratis, MBG) has generated intense public discourse, yet it remains unclear whether public participation rests more on the perceived transparency of official information or on the volume of programme-related content citizens encounter on social media. This study compares the two pathways within a single explanatory model. A cross-sectional survey of 243 residents of Bogor City measured perceived government information transparency, social media content exposure, and a composite participation index covering programme acceptance, participation intention, and digital participation. The data were analysed using Pearson correlation, standard multiple regression, and a Hotelling-Williams test for the difference between two dependent, overlapping correlations. Both transparency and exposure independently predicted participation, but transparency held a significantly stronger association with participation than exposure did, and this ordering was preserved when extreme scores were trimmed. Beneficiary status, whether direct or through a family member, did not differentiate participation. The findings indicate that the clarity, accuracy, and accessibility of official information matter more than the sheer volume of online content in shaping public participation, offering practical guidance for allocating public communication resources around flagship social programmes.
Panenteisme, Ekologi, dan Mitologi Nyi Roro Kidul: Refleksi Citra Destinasi Parangtritis Faltias Khenat Patriabara; Meitolo Hulu; Rudy Pramono
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20262

Abstract

Pariwisata modern kerap terikat dengan tegangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lanskap ekologis serta kultural, dimana di Indonesia tegangan tersebut diperparah oleh dominasi sudut pandang teknokratis dalam manajemen lingkungan hidup yang mengabaikan kerangka kebudayaan dan spiritual. Penelitian ini menelaah bagaimana panenteisme, pandangan teologis dimana Tuhan hadir di dalam seluruh aspek dunia namun tidak dilimitasi olehnya, dapat menjadi kerangka hermeneutika untuk merevitalisasi mitologi Nyi Roro Kidul di Parangtritis, Yogyakarta, sebagai basis keberlanjutan lingkungan hidup. Menggunakan desain kualitatif studi kasus interpretatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap enam informan (abdi dalem, operator wisata, pemilik losmen, staf Dinas Pariwisata Bantul, dan dua wisatawan), dilengkapi observasi lapangan dan analisis dokumen. Analisis tematik menghasilkan empat tema: ontologi relasional sebagai praktik hidup, Traditional Ecological Knowledge dalam praktik sosial, komodifikasi dan krisis autentisitas, serta kontradiksi internal yang tidak direduksi demi koherensi teori. Temuan menunjukkan konsep lokal secara struktural konsisten dengan panenteisme; norma ekologis berbasis mitologi efektif mengatur komunitas namun kehilangan daya regulasi terhadap wisatawan; dan distorsi narasi melalui media sosial menciptakan algorithmic commodification. Penelitian ini juga menemukan ketidakselarasan antara citra kognitif-afektif organik Parangtritis yang kaya mitologis dengan citra anorganik dan lingkungan hidupnya yang masih lemah, serta berkontribusi mekanisme tiga tahap: relokasi kosmologis, ekstensi etis, dan translasi perilaku
Analisis Hambatan dan Pendukung Terapi Perilaku Anak ADHD: Perspektif Orang Tua Tunggal Luh Kadek Pande Ary Susilawati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20463

Abstract

Penanganan anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada usia prasekolah (5 tahun) sangat bergantung pada konsistensi pengasuhan di rumah. Bagi orang tua tunggal, menjalankan peran sebagai penyedia ekonomi sekaligus pelaksana terapi perilaku utama menghadirkan kompleksitas tersendiri. Memahami faktor-faktor yang menghambat dan mendukung proses terapi dari perspektif orang tua tunggal menjadi krusial untuk efektivitas intervensi klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam hambatan dan faktor pendukung yang dialami orang tua tunggal dalam mengimplementasikan terapi perilaku pada anak ADHD usia 5 tahun. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari dua orang ibu tunggal yang memiliki anak laki-laki berusia 5 tahun dengan diagnosis ADHD dan sedang menjalani program terapi perilaku. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi klinis. Hasil Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama dari narasi subjek. Analisis tematik mengidentifikasi tiga hambatan utama: (1) Kelelahan peran (role strain) akibat beban ganda, (2) Keterbatasan finansial dalam mengakses layanan pendukung berkepanjangan, dan (3) Ketidakkonsistenan lingkungan saat anak berada di luar pengawasan orang tua. Di sisi lain, faktor pendukung utama yang ditemukan adalah: (1) Efikasi diri pengasuhan yang muncul dari pemahaman literasi ADHD yang baik, (2) Kualitas ikatan (attachment) yang kuat antara orang tua dan anak, serta (3) Dukungan instrumental dari keluarga inti/orang terdekat. Kesimpulan Temuan menunjukkan bahwa bagi orang tua tunggal, dukungan emosional sama pentingnya dengan dukungan teknis dalam menjaga keberlangsungan terapi sehingga keberhasilan keberhasilan terapi perilaku pada anak ADHD usia 5 tahun dapat dioptimalkan melalui penguatan efikasi diri dan penyediaan sistem pendukung (support system) yang tepat.
Peran Sistem Pengendalian Manajemen, Partisipasi Anggaran, Dan Komitmen Organisasi Dalam Meningkatkan Kinerja Manajerial Sri Sumantri; Yuni Nuardi Tasmita; Iip Irawan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20492

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyintesis bukti empiris mengenai peran sistem pengendalian manajemen, partisipasi anggaran, dan komitmen organisasi dalam meningkatkan kinerja manajerial. Kajian menggunakan systematic literature review yang pelaporannya mengacu pada PRISMA 2020 dan PRISMA-S. Penelusuran mencakup artikel Scopus dan jurnal nasional terakreditasi periode 2016–2026, dengan 35 artikel masuk ke korpus akhir. Hasil menunjukkan bahwa sistem pengendalian manajemen berkaitan dengan kinerja ketika digunakan secara diagnostik, interaktif, enabling, dan berorientasi pembelajaran untuk menyelaraskan strategi serta menyediakan informasi yang relevan. Partisipasi anggaran cenderung mendukung kinerja melalui jalur kognitif-informasional, seperti pertukaran informasi dan kejelasan sasaran, serta jalur motivasional-afektif, seperti efikasi diri, keterlibatan kerja, psychological capital, kepercayaan, kepuasan, dan komitmen sasaran. Komitmen organisasi paling konsisten berperan sebagai mediator, sedangkan perannya sebagai moderator lebih bergantung pada konteks. Kepemimpinan, budaya, desentralisasi, keadilan prosedural, dan kualitas informasi menjadi kondisi penting yang memperkuat atau melemahkan hubungan tersebut. Kajian ini menegaskan bahwa kinerja manajerial lebih tepat dipahami sebagai hasil kesesuaian antara arsitektur pengendalian, partisipasi yang substantif, dan keterikatan terhadap tujuan organisasi.
Perlindungan Hukum Konsumen terhadap Keputusan Otomatis dalam Proses Klaim Asuransi Berbasis Artificial Intelligence Anisa Berliana Salsa; Dian Arianto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20493

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam industri perasuransian semakin berkembang melalui otomatisasi proses klaim, analisis risiko, dan pengambilan keputusan. Meskipun teknologi ini meningkatkan efisiensi, penggunaan keputusan otomatis juga menimbulkan persoalan hukum ketika konsumen dirugikan oleh proses yang tidak transparan atau sulit dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kerangka perlindungan hukum bagi konsumen terhadap keputusan klaim berbasis AI serta tanggung jawab perusahaan asuransi atas kerugian yang ditimbulkan. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia belum memiliki pengaturan khusus dan komprehensif mengenai keputusan otomatis berbasis AI dalam sektor asuransi. Perlindungan konsumen masih bertumpu pada rezim hukum perlindungan konsumen, perasuransian, pelindungan data pribadi, dan regulasi jasa keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa perusahaan asuransi tetap memikul tanggung jawab hukum atas keputusan yang dihasilkan sistem AI. Oleh karena itu, diperlukan penguatan transparansi algoritmik, akuntabilitas, human oversight, serta mekanisme keberatan dan peninjauan ulang untuk menjamin perlindungan konsumen yang efektif.
Transformasi Penelusuran Informasi Akademik Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UINSU dalam Menggunakan AI ChatGPT Syakila Dwi Yanti Lubis; Franindya Purwaningtyas
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20555

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan generatif, khususnya ChatGPT, telah mengubah cara mahasiswa menelusuri informasi akademik. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada persepsi pengguna dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran, sehingga belum banyak menjelaskan bagaimana teknologi ini memengaruhi mekanisme Information Search Process (ISP). Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku penelusuran informasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melalui integrasi teori Information Search Process (ISP) Kuhlthau dan Human-Machine Communication (HMC) Guzman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, dokumentasi, dan wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap enam informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT mengubah mekanisme pelaksanaan ISP menjadi lebih dialogis dan interaktif. Aktivitas selection dan exploration cenderung berlangsung secara terintegrasi pada tahap awal pencarian, sementara proses verifikasi terhadap jurnal ilmiah dan buku akademik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas informasi. Temuan ini menunjukkan bahwa ChatGPT berfungsi sebagai mitra pendukung dalam mempercepat pemahaman dan sintesis informasi, tanpa menggantikan otoritas sumber ilmiah. Penelitian ini menawarkan proposisi konseptual awal bahwa AI generatif mengelaborasi mekanisme pelaksanaan ISP melalui pola komunikasi manusia–AI, sekaligus menegaskan pentingnya literasi informasi dan verifikasi kritis dalam penelusuran informasi akademik pada era kecerdasan buatan.
Perlindungan Kepastian Hukum di Era Digital: Penegakan Hukum atas Framing Media Digital yang Mengarahkan Persepsi Publik Danu Ega; Amaliasyifa Agustina
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20621

Abstract

Framing media digital memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan persepsi publik. Media digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian fakta, tetapi juga melakukan proses seleksi, penekanan, dan konstruksi informasi melalui judul, pilihan diksi, visual, serta alur narasi. Proses tersebut dapat memengaruhi cara publik memahami suatu peristiwa sehingga informasi yang diterima tidak selalu sepenuhnya netral dan objektif. Dalam era digital, pengaruh framing semakin kuat karena informasi dapat disebarluaskan secara cepat dan masif melalui berbagai platform, termasuk media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi hukum framing media digital terhadap pembentukan persepsi publik dan prinsip kepastian hukum. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing media digital yang bersifat subjektif dan tendensius dapat menimbulkan konsekuensi hukum, terutama apabila informasi berkaitan dengan individu, kelompok, kebijakan publik, maupun proses hukum. Persepsi publik yang terbentuk melalui framing tertentu berpotensi memengaruhi penilaian sosial, reputasi, serta legitimasi terhadap proses hukum. Dengan demikian, framing media digital tidak hanya merupakan persoalan komunikasi, tetapi juga memiliki implikasi yuridis terhadap perlindungan hak, objektivitas informasi, dan kepastian hukum.
Implementasi Kebijakan Kokurikuler Dalam Mendukung Pencapaian SDG 4 Di Sma Negeri 15 Surabaya Dwi Ayu Ijayanti; Deris Llilian Fisfia; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan kegiatan kokurikuler dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 4 di SMA Negeri 15 Surabaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu guru yang terlibat dalam kegiatan kokurikuler. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan kokurikuler telah berjalan cukup baik dan didukung oleh komunikasi yang dilakukan melalui pelatihan dan sosialisasi Kurikulum Merdeka. Sumber daya seperti fasilitas pembelajaran berbasis teknologi juga telah tersedia, meskipun masih terdapat kendala dalam kemampuan guru dalam memanfaatkannya secara optimal. Disposisi atau sikap pelaksana menunjukkan dukungan positif terhadap kebijakan, yang tercermin dari keterlibatan aktif guru dalam pelaksanaan kegiatan. Struktur birokrasi memberikan fleksibilitas kepada sekolah dalam mengembangkan kurikulum, namun masih terdapat hambatan berupa perubahan kebijakan yang sering terjadi dan kurangnya konsistensi. Dengan demikian, implementasi kebijakan kokurikuler berkontribusi dalam mendukung pencapaian SDG 4, meskipun masih memerlukan peningkatan dalam aspek sumber daya manusia dan stabilitas kebijakan.
Implementasi Kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Untuk Mengendalikan Alih Fungsi Lahan di Kota Denpasar Katarina Maria Gelu Unaraja; Dewa Ayu Trisna Adhiswari Wedagama; Ni Wayan Widhiasthini; Dewa Ayu Putu Adhiya Garini Putri
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20681

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan meningkatnya konversi lahan pertanian di kota Denpasar terutama di Subak Sembung yang menyebabkan luas sawah menurun dan mengancam ketahanan pangan. Kebijakan Lahan Pertanian untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan (LP2B) dirancang untuk mengatur konversi lahan namun masih ada beberapa masalah yang menghalangi pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan LP2B dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambatnya. Metode kualitatif deskriptif digunakan, dengan mengandalkan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Analisis dilakukan menggunakan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn (1975), yang menggunakan enam indikator sebagai alat ukur. Studi ini menunjukkan bahwa kebijakan LP2B di Kota Denpasar belum diimplementasikan secara efektif. Hal ini terutama berkaitan dengan komunikasi antar organisasi, masalah sumber daya, dan tekanan sosial-ekonomi dan lingkungan yang menyebabkan konversi lahan. Kurangnya sumber daya, pengawasan yang lemah, dan rendahnya partisipasi masyarakat merupakan beberapa faktor yang menghambat implementasi kebijakan LP2B. Selain itu juga terdapat faktor pendukung seperti regulasi yang jelas dan komitmen pemerintah mendukungnya. Studi ini menemukan bahwa untuk meningkatkan efektivitas kebijakan LP2B dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian, koordinasi yang lebih baik, peningkatan sumber daya, dan penegakan peraturan yang konsisten sangat penting.