cover
Contact Name
Asep Rahman
Contact Email
aseprahman@ybli.or.id
Phone
+6281527083919
Journal Mail Official
aseprahman@ybli.or.id
Editorial Address
Jalan Lentera, Lingkungan 2, Kelurahan Pandu
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Lentera Farma
ISSN : -     EISSN : 29634334     DOI : 29634334
Core Subject : Health,
Jurnal Lentera Farma mempublikasikan hasil penelitian di bidang farmasi yang mencakup ilmu farmasi dasar, farmasi klinik dan komunitas, farmakologi, farmasetika, kimia farmasi, bioteknologi farmasi, serta pengembangan obat berbasis bahan alam. Jurnal ini juga menerima kajian terkait kebijakan farmasi, teknologi farmasi, serta inovasi dalam pelayanan kefarmasian. Lentera Farma berkomitmen menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dalam berbagi ilmu serta temuan terbaru yang berkontribusi pada kemajuan ilmu farmasi dan kesehatan masyarakat.
Articles 56 Documents
Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Dispepsia di Instalasi Rawat Jalan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Chandra, A Salsabila Stefani; Mpila, Deby Afriani; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/q7d91713

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna dengan prevalensi tinggi yang berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani secara tepat, sehingga penting untuk memastikan penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat pada pasien dispepsia di Instalasi Rawat Jalan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis pasien periode Juli–September 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 80 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kriteria rasionalitas indikasi, pasien, dan obat masing-masing mencapai 100%. Namun, pada kriteria tepat dosis masih ditemukan ketidaksesuaian sebesar 8,75%, sementara yang sesuai sebesar 91,25%. Kesimpulannya, sebagian besar ketepatan penggunaan obat pada pasien dispepsia sudah baik, namun perlu adanya penyesuaian dosis sesuai standar terapi untuk meningkatkan kualitas pengobatan.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Sumaa, Ivona Katrin; Wiyono, Weny Indayany; Sambou, Christel Nataniel
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/na35x007

Abstract

IVONA KATRIN SUMAA. Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Dibimbing oleh WENNY INDAYANY WIYONO dan CHRISTEL NATANIEL SAMBOU. Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronik yang sering disertai dengan hipertensi sebagai komorbid. Penggunaan obat antihipertensi pada pasien diabetes melitus tipe 2 perlu dievaluasi untuk memastikan kesesuaian terapi berdasarkan kondisi klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien diabetes melitus tipe 2 meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis, di instalasi rawat inap RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif non-eksperimental, dengan pengambilan data secara retrospektif berupa data rekam medik pasien sebanyak 75 pasien yang diambil sebagai sampel dianalisis berdasarkan standar terapi yang digunakan yaitu The Eight Joint National Committee (JNC 8). Hasil penelitian ini menunjukkan tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 98.6%, dan tepat dosis 100%. Penggunaan obat antihipertensi pada pasien diabetes melitus tipe 2 secara umum sudah tergolong baik, meskipun masih ditemukan ketidaktepatan pada aspek tepat obat. Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, hipertensi, antihipertensi, evaluasi penggunaan obat
Perbandingan Efektivitas Antibiotik Terhadap Luaran Klinis Pasien Dengan Penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado Pangemanan, Christian; Mpila, Deby Afriani; Rundengan, Gerald Edward
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/29532j68

Abstract

Infeksi Saluran kemih (ISK) merupakan penyakit infeksi bakteri pada bagian kandung kemih hingga sistem organ ginjal. Penggunaan antibiotik ceftriaxone dan ciprofloxacin sering kali menjadi pilihan utama dalam tatalaksana penyakit ISK, sehingga perlu dilakukan perbandingan efektivitas antibiotik yang efisien dalam penanganan ISK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas antara antibiotik ceftriaxone dengan ciprofloxacin terhadap luaran klinis pasien dengan penyakit ISK yang dirawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Manado. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 70 pasien, pengambilan sampel berasal dari data rekam medis pasien ISK menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik Mann-Whitney digunakan untuk melihat perbandingan efektivitas antibiotik berdasarkan rata-rata lama rawat inap yang menghasilkan nilai  p = 0.451 (p > 0.05), pada uji statistik Chi-Square digunakan untuk melihat perbandingan efektivitas antibiotik berdasarkan kadar leukosit pasien setelah menerima terapi antibiotik yang menghasilkan nilai p = 0.743 ( p > 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada kedua jenis antibiotik berdasarkan nilai signifikansi pada parameter lama rawat inap dan kadar leukosit pasien infeksi saluran kemih.
Efektivitas Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Dagusibu Obat Pada Lansia di Desa Tember Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa Sondakh, Damai; Lolo, Widya Astuty; Dian Parwati
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/pgx55q52

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami kesalahan penggunaan obat karena rendahnya tingkat pengetahuan. DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat) merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan obat yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan DAGUSIBU obat pada lansia di Desa Tember Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 93 lansia yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah edukasi, dengan perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi DAGUSIBU efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan lansia terkait pemahaman penggunaan obat yang baik dan benar.
Perbandingan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa  Farmasi dan Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi  tentang Penggunaan Antibiotik yang Rasional Kumolontang, Dheya; Lolo, Widya Astuty; Parwati, Dian
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/5rq0mq16

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional meningkatkan resistensi bakteri sebagai masalah kesehatan global, sehingga diperlukan pemahaman yang baik mengenai penggunaannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan mahasiswa Farmasi dan Non Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi terkait penggunaan antibiotik secara rasional. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 85 responden angkatan 2022 yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney (α = 0,05). Hasil menunjukkan seluruh mahasiswa Farmasi (100%) memiliki pengetahuan kategori baik, sedangkan mahasiswa Non Farmasi didominasi kategori baik (66,6%), cukup (30,7%) dan kurang (2,5%). Uji Mann–Whitney menunjukkan p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Disimpulkan bahwa mahasiswa Farmasi memiliki tingkat pengetahuan lebih baik dibandingkan Non Farmasi terkait penggunaan antibiotik rasional
Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Data Hasil Laboratorium Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Padangan Rachma, Nur Isnaini Alfiyatur; Hutahaen, Titi Agni; Pitaloka, Ria Indah Kusuma
Jurnal Lentera Farma Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/qq97e449

Abstract

Mycobacterium tuberculosis is the infectious agent that causes tuberculosis (TB), which is still a serious public health concern in Indonesia. Patients' adherence to Anti-Tuberculosis Drug (ATD) therapy is crucial to the success of tuberculosis treatment because non-adherence can result in treatment failure, disease recurrence, and drug resistance. The purpose of this study was to ascertain the degree of medication adherence among tuberculosis patients at Padangan Public Health Center and to examine the connection between medication adherence and laboratory result data. This study used a cross-sectional design, a quantitative method, and an analytical observational design. Thirty tuberculosis patients who satisfied the inclusion criteria made up the sample. The Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5) questionnaire was used to measure medication adherence, and patient medical records were used to gather laboratory results, such as Molecular Rapid Test (TCM) and Acid-Fast Bacilli (AFB) examination results. The Chi-Square test with a 95% confidence level was used to examine the data. According to the findings, 7 respondents (23.3%) were classified as non-adherent, whereas 23 respondents (76.7%) were classified as adherent. Compared to non-adherent individuals, the majority of adherent patients showed superior test results. Medication adherence and laboratory results data among tuberculosis patients at Padangan Public Health Center are significantly correlated, according to the Chi-Square test, which produced a significance value of p = 0.001 (p < 0.05). In conclusion, among tuberculosis patients, medication adherence was substantially correlated with laboratory results. Therefore, to increase adherence and maintain the effectiveness of tuberculosis therapy, ongoing education, monitoring, and patient care are required. Mycobacterium tuberculosis adalah agen infeksius penyebab tuberkulosis (TB), yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kepatuhan pasien terhadap Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) sangat penting untuk kemanjuran pengobatan TB karena ketidakpatuhan dapat mengakibatkan kegagalan terapi, kekambuhan, dan resistensi obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan pengobatan dan meneliti korelasi antara kepatuhan pengobatan dan data laboratorium pasien tuberkulosis di Puskesmas Padangan. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan desain analitik observasional. Tiga puluh pasien tuberkulosis yang memenuhi kriteria inklusi menjadi sampel penelitian. Hasil tes Molecular Rapid Test (TCM) dan Acid-Fast Bacilli (AFB) diperoleh dari rekam medis pasien, dan kuesioner Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5) digunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan. Uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan temuan, 7 responden (23,3%) tidak patuh, sedangkan 23 responden (76,7%) patuh. Dibandingkan dengan individu yang tidak patuh, mayoritas pasien yang patuh memiliki hasil tes yang membaik. Tingkat kepatuhan pengobatan dan data laboratorium pasien tuberkulosis di Puskesmas Padangan berkorelasi signifikan, menurut hasil uji Chi-Square, yang menunjukkan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan pengobatan sangat berkorelasi dengan data laboratorium pasien tuberkulosis, sehingga memerlukan edukasi, pemantauan, dan dukungan pasien lebih lanjut.