cover
Contact Name
Abd. Hannan
Contact Email
nahnujurnal@gmail.com
Phone
+6281703803541
Journal Mail Official
nahnujurnal@gmail.com
Editorial Address
Kantor Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LEKPESDAM) MWC NU Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jalan Raya Kacok, Kecamatan Palengaan KM, 12, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur 69362.
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 30262100     DOI : -
NAHNU; Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies menyajikan artikel ilmiah berkualitas tinggi, baik berupa artikel penelitian lapangan, studi kepustakaan, maupun konseptual. Jurnal ini menitikberatkan kajian utamanya (grand issue) pada isu atau topik seputar keislaman kontemporer yang muncul di kalangan masyarakat Nadlatul Ulama, baik dalam konteks keindonesiaan maupun di ranah internasional dengan spesialisasi kajian pada: Nadlatul Ulama, Islam dan demokrasi; Nadlatul Ulama, Islam dan politik; Nadlatul Ulama, Islam dan HAM; Nadlatul Ulama, Islam dan kebangsaan; Nadlatul Ulama, Islam dan ketatanegaraan; Nadlatul Ulama, Islam dan lingkungan; Nadlatul Ulama, Islam dan moderasi beragama; Nadlatul Ulama, Islam dan kebudayaan; Nadlatul Ulama, Islam dan kehidupan publik; Nadlatul Ulama, Islam dan ritual lokal; Nadlatul Ulama, Islam dan hubungan antaragama; Nadlatul Ulama, Islam dan Interreligius; Nadlatul Ulama, Islam dan gender; Nadlatul Ulama, Islam dan ilmu pengetahuan; Nadlatul Ulama, Islam dan filsafat; Nadlatul Ulama, Islam dan gerakan sosial; Nadlatul Ulama, Islam dan pendidikan; Nadlatul Ulama, Islam dan pemberdayaan; Nadlatul Ulama, Islam dan ekonomi NAHNU; Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies adalah wadah publikasi ilmiah bagi para akademisi, peneliti, mahasiswa, profesional, praktisi, aktivis sosial untuk mendiskusikan dan berbagi pengetahuan dalam bentuk artikel ilmiah dari berbagai perspektif, meliputi: Sosiologi; Ilmu pemikiran politik Islam Hukum (Islam) Sosiologi agama; Sosiologi politik; Studi gender; Ilmu politik; Islamic studies; Antropologi; Hukum; Filsafat agama; Ekonomi Islam; Sejarah Islam.
Articles 30 Documents
Faktor Pendorong Nahdlatul Ulama dalam Mengadopsi Konsep Demokrasi Terpimpin dari Presiden Soekarno (1959-1965) Yuwono, Ardi Tri; Basara, Mustafa
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2024): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v2i2.48

Abstract

The political and social dynamics in Indonesia continued to change during the old order which encouraged Nahdlatul Ulama (NU) to adopt the concept introduced by President Soekarno, namely guided democracy. Guided democracy in Indonesia occurred from 1959 to 1966, which placed all government power in the hands of President Sukarno. The aim of this research is to dig deeper into the reasons why NU adopted the concept of guided democracy. The methodology used in this research is a qualitative approach equipped with historical methods and political analysis methods. The findings of this research show that there are two factors that encouraged NU to adopt guided democracy, namely: (1) Overcoming threats from the Indonesian Communist Party in the Soekarno government, and; (2) Maintaining and expanding the position of Nahdlatul Ulama (NU) in politics and the Soekarno government.   Dinamika politik dan sosial di Indonesia yang terus berubah pada masa orde lama mendorong Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengadopsi konsep yang diperkenalkan oleh Presiden Soekarno, yaitu demokrasi terpimpin. Demokrasi terpimpin di Indonesia terjadi pada tahun 1959 hingga 1966, yang menempatkan seluruh kekuasaan pemerintah di tangan Presiden Sukarno. Tujuan penelitian ini adalah menggali lebih dalam mengenai alasan NU mengadopsi konsep demokrasi terpimpin. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang dilengkapi dengan metode sejarah dan metode analisis politik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang mendorong NU untuk mengadopsi demokrasi terpimpin, yaitu: (1) Menanggulangi ancaman dari Partai Komunis Indonesia (PKI) di dalam pemerintah Soekarno, serta; (2) Mempertahankan dan memperluas posisi Nahdlatul Ulama (NU) dalam politik dan Pemerintah Soekarno.
Digital Da'wah Transformation of Nahdlatul Ulama: Religious Moderation Strategies in the Technological Era Muhammad Yusuf Pratama; Ahmad Nabil Annuha
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2024): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v2i2.53

Abstract

NU's classical da'wah method, dominated by lectures, is often seen as less relevant in the modern era. Meanwhile, other religious groups have adopted da'wah approaches that are more suited to contemporary society. Seeing these conditions, it is necessary to update NU's da'wah strategy that integrates digital technology and the internet to spread the message of religious moderation more effectively. This research uses the literature study method to develop a new understanding and approach to religious moderation through digital da'wah. The main focus is examining how NU can utilize easy internet and digital media access in its da'wah strategy. The results of the study contribute to providing concrete solutions for technology-based da'wah methods, particularly in spreading the values of religious moderation that suit the conditions of modern Islamic society.   Metode dakwah klasik NU yang didominasi ceramah sering dipandang kurang relevan di era modern. Sementara itu, kelompok keagamaan lain telah mengadopsi pendekatan dakwah yang lebih sesuai dengan masyarakat kontemporer. Melihat kondisi tersebut, diperlukan pembaruan strategi dakwah NU yang mengintegrasikan teknologi digital dan internet untuk menyebarkan pesan moderasi beragama secara lebih efektif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengembangkan pemahaman dan pendekatan baru dalam moderasi beragama melalui dakwah digital. Fokus utamanya adalah mengkaji bagaimana NU dapat memanfaatkan kemudahan akses internet dan media digital dalam strategi dakwahnya. Hasil penelitian berkontribusi dalam memberikan solusi konkret untuk metode dakwah berbasis teknologi, khususnya dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama yang sesuai dengan kondisi masyarakat Islam modern.
Religious Moderation Representation on Nu Online Instagram Account; Teun A. Van Dijk’s Critical Discourse Analysis Mukminin, Muhamad Saiful; Yafuz, Labiq
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2024): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v2i2.55

Abstract

The present research employs a descriptive qualitative approach to analyze religious moderation in the content of the Instagram account @nuonline_id. The research data consists of four posts that contain elements of religious moderation, focusing on national commitment, tolerance, anti-violence, and acceptance of tradition. The theoretical approach used is Teun A. Van Dijk's critical discourse analysis, which allows the researcher to explore the ideologies and values embedded in the texts. The research findings highlight four aspects of religious moderation: national commitment, tolerance, anti-violence, and acceptance of tradition. This study concludes that @nuonline_id serves as a source of information and a catalyst for positive change in society by emphasizing the values of moderation in religious practice. The recommendations of this study include the need for further research on the role of social media in promoting the values of religious moderation in Indonesia.   Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis moderasi beragama dalam konten Instagram @nuonline_id. Data penelitian terdiri dari empat postingan yang mengandung unsur moderasi beragama, dengan fokus pada komitmen nasional, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan tradisi. Pendekatan teori yang digunakan adalah analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian menyoroti empat aspek moderasi beragama yaitu komitmen nasional, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan tradisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa @nuonline_id berfungsi sebagai sumber informasi dan katalis perubahan positif dalam masyarakat dengan menekankan nilai-nilai moderasi dalam praktik beragama. Rekomendasi penelitian ini mencakup perlunya studi lebih lanjut tentang peran media sosial dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama di Indonesia.
Transformasi Komunikasi Dakwah dan Pengaruhnya terhadap Praktik Keagamaan Masyarakat Muslim di Indonesia Ulfa, Marwa
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2024): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v2i2.58

Abstract

Effectiveness in conveying da'wah messages is also influenced by the media used by Da'i, especially in the digital era. The focus of the study in this research is the transformation of digital da'wah communication which has an impact on the religious practices of Indonesian society. The findings show a significant change in the methods and media of da'wah which are now dominated by digital platforms, such as social media and internet-based applications, which enable the delivery of religious messages to be more interactive and easily accessible. Apart from that, this transformation also creates a new interaction space where people can participate in direct religious discussions, connecting religious leaders and communities virtually. However, challenges to the authority and authenticity of religious messages on digital platforms need to be considered, considering the increasingly diverse content of preaching. The recommendation for further research is to be able to study it in more depth, such as a case study that focuses on the psychological impact of digitalization of preaching and transcendental communication among Muslims.   Fokus kajian dalam penelitian ini adalah transformasi komunikasi dakwah digital berdampak pada praktik keagamaan masyarakat Indonesia. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan dan mengklasifikasikan berbagai bentuk pergeseran praktik keagamaan masyarakat Indonesia yang di sebabkan karena adanya perubahan dalam metode dan media dakwah yang kini didominasi oleh platform digital, seperti media sosial dan aplikasi berbasis internet, yang memungkinkan penyampaian pesan agama lebih interaktif dan mudah diakses. Selain itu, transformasi ini juga menciptakan ruang interaksi baru di mana masyarakat dapat berpartisipasi dalam diskusi keagamaan secara langsung, menghubungkan tokoh agama dan komunitas secara virtual. Namun, tantangan otoritas dan keaslian pesan agama dalam platform digital perlu diperhatikan, mengingat konten dakwah yang semakin beragam. Harapannya penelitian ini mampu meningkatkan khazanah pengetahuan umat muslim terutama di Indonesia.
Model Pendidikan Terpadu Aswaja Nusantara sebagai Inovasi Pendidikan Multikultural untuk Membentuk Generasi Toleran Agus Santoso, Aris Prio; Ahmad, Norkhairi
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v3i1.65

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Aswaja Nusantara Integrated Education Model (Pendidikan Terpadu Aswaja Nusantara/PTAN) in pesantren. Using a descriptive-analytical approach with qualitative methods, data was obtained through questionnaires from santri at Pondok Pesantren Salafiyah Daarul Huda Sukoharjo and related literature. The findings show that PTAN is a multicultural educational innovation based on the Nahdlatul Ulama tradition, integrating moderate Aswaja values with the challenges of the digital era and societal diversity. PTAN combines religious, general knowledge, and technology in a holistic curriculum, producing religious, tolerant, and adaptable students. The implementation of PTAN in the pesantren shows positive results in the internalisation of Aswaja values, although there is still a need for strengthening digitalisation, parental involvement, and industry collaboration.     Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Model Pendidikan Terpadu Aswaja Nusantara (PTAN) di pesantren. Menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan metode kualitatif, data diperoleh melalui kuesioner kepada santri di Pondok Pesantren Salafiyah Daarul Huda Sukoharjo dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTAN adalah inovasi pendidikan multikultural berbasis tradisi Nahdlatul Ulama, yang mengintegrasikan nilai moderat Aswaja dengan tantangan digital dan keberagaman masyarakat. PTAN menggabungkan ilmu agama, umum, dan teknologi dalam kurikulum holistik, menghasilkan peserta didik yang religius, toleran, dan adaptif. Implementasi PTAN di pesantren menunjukkan hasil positif dalam internalisasi nilai Aswaja, meskipun masih perlu penguatan dalam digitalisasi dan keterlibatan orang tua serta kolaborasi industri.
Pendidikan Karakter Berbasis Aswaja Nahdlatul Ulama di Era Disrupsi: Antara Tantangan dan Inovasi Yugo, Tri Yugo
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v3i1.70

Abstract

This article highlights the role of the Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) curriculum released by Nahdlatul Ulama (NU) in shaping students' character amid the digital era. The Aswaja curriculum includes not only theological aspects, but also moral, social, and spiritual values such as moderation (tawassuth), balance (tawazun), tolerance (tasamuh), and justice ('i'tidal). This research uses a qualitative approach with the library research method. The study results show that NU educational institutions have started innovation by integrating Aswaja values into digital-based, contextual, and 21st-century soft skill strengthening. This article reflects that although the challenges of disruption are enormous, the Aswaja curriculum remains relevant and has excellent potential in fostering moderate, religious, and patriotic characters, as long as creative and adaptive updates are made to the context of the times.   Artikel ini mengkaji peran kurikulum Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah) yang dirilis oleh Nahdlatul Ulama (NU) dalam membentuk karakter siswa dalam tengah-tengah era digital. Kurikulum Aswaja tidak hanya mencakup aspek teologis, tetapi juga nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual seperti moderasi (tawassuth), keseimbangan (tawazun), toleransi (tasamuh), dan keadilan (‘i’tidal). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan NU telah memulai inovasi dengan mengintegrasikan nilai-nilai Aswaja ke dalam pembelajaran berbasis digital, kontekstual, dan penguatan soft skill abad 21. Artikel ini refleksikan bahwa walaupun tantangan disrupsi sangat besar, kurikulum Aswaja tetap relevan dan berpotensi besar dalam menumbuhkan karakter moderat, religius, dan cinta tanah air.
Reorientasi Metodologi Istinbāṭ Hukum Nadhlatul Ulama: dari Pendekatan Tekstual Menuju Respons Sosial-Kontekstual Muhammad Rusdi bin Muhammaddiah; Salman Nurdin; Yusra Umami
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v3i1.73

Abstract

This research examines the transformation of legal istinbāṭ methodology within Nadhlatul Ulama (NU) from a textual approach to a contextual-adoptive approach. The study focuses on the dynamics of methodological change in the Baḥtsul Masāʾil forum and the implementation of social fiqh as a manifestation of this transformation. By using a qualitative-descriptive approach and the perspective of the sociology of Islamic law, this study aims to analyze the factors that encourage transformation, form of methodological change, and their impact on the relevance of contemporary Islamic law. The research findings show that the transformation of istinbāṭ methodology in NU took place gradually through the integration of textual-contextual approaches, which was strengthened by the birth of the idea of social fiqh. The Baḥtsul Masāʾil forum plays a strategic role in implementing this adaptive approach, although it still faces epistemological and methodological challenges. The research recommends the need to strengthen the capacity of scholars in social analysis, revitalize the classical scientific tradition, and develop an integrative methodological framework to ensure the sustainability of the transformation of adaptive istinbāṭ methodological in the future.   Penelitian ini mengkaji transformasi metodologi istinbāṭ hukum di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) dari pendekatan tekstual menuju pendekatan kontekstual-adaptif. Fokus kajian diarahkan pada dinamika perubahan metodologis dalam forum Baḥtsul Masāʾil dan implementasi fikih sosial sebagai manifestasi transformasi tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan perspektif sosiologi hukum Islam, penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mendorong transformasi, bentuk-bentuk perubahan metodologis, serta dampaknya terhadap relevansi hukum Islam kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi metodologi istinbāṭ di NU berlangsung secara gradual melalui integrasi pendekatan tekstual-kontekstual, yang diperkuat dengan lahirnya gagasan fikih sosial. Forum Baḥtsul Masāʾil berperan strategis dalam mengimplementasikan pendekatan adaptif ini, meskipun masih menghadapi tantangan epistemologis dan metodologis. Penelitian merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas ulama dalam analisis sosial, revitalisasi tradisi keilmuan klasik, dan pengembangan kerangka metodologis integratif untuk menjamin keberlanjutan transformasi metodologi istinbāṭ yang adaptif di masa depan.
Collaboration between Nahdlatul Ulama and Higher Education in Improving the Quality of Islamic Education in Indonesia Siregar, Rahmad Ramadhan; Guntara, Peter; Effendi, Irwan
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v3i1.76

Abstract

This research is a descriptive qualitative study that discusses collaboration and strategies to improve the quality of higher education managed by Nahdlatul Ulama (NU) with the New Institutionalism theory approach as an analytical framework. NU as the largest socio-religious organisation in Indonesia has developed a higher education model that integrates pesantren tradition, moderate Islamic science, and an institutional approach (LPTNU) that is adaptive to the challenges of the times. Innovative strategies in the form of integration of keulamaan research and global santri academic networks are designed to strengthen academic capacity, expand international collaboration, and promote Islamic values in the global academic space. The results of this study show that the synergy between institutional foundation, value-based strategy and international cooperation is a strategic combination in creating a sustainable, competitive and socially relevant transformation of Islamic higher education.   Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang membahas kolaborasi dan strategi peningkatan kualitas pendidikan tinggi yang dikelola oleh Nahdlatul Ulama (NU). NU  sebagai organisasi sosial-keagamaan terbesar di Indonesia telah mengembangkan model pendidikan tinggi yang mengintegrasikan tradisi pesantren, keilmuan Islam moderat, dan pendekatan kelembagaan (LPTNU) yang adaptif terhadap tantangan zaman. Strategi inovatif berupa integrasi riset keulamaan dan jejaring akademik santri global yang dirancang untuk memperkuat kapasitas akademik, memperluas kolaborasi internasional, serta mempromosikan nilai-nilai Islam dalam ruang akademik global. Hasil dari penelitian ini  menunjukkan bahwa sinergi antara landasan institusional, strategi berbasis nilai dan kerja sama internasional merupakan kombinasi strategis dalam menciptakan transformasi pendidikan tinggi Islam yang berkelanjutan, berdaya saing, dan relevan secara sosial.
Habitus Tensions between NU's Santri and Students: Religious Education Cultural Transformation in the Disruption Era Muhammad Azlan Lubis; Annuha , Ahmad Nabil
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v3i1.84

Abstract

Technological disruption has created a new arena for the distribution of religious knowledge and authority, bringing together two distinct habitus: the pesantren-based traditional habitus of santri and the academic habitus of NU university students shaped by higher education. This study aims to explore the symbolic and epistemological conflicts between the two groups, as well as the reproduction and contestation of cultural and symbolic capital in the digital context. Using a qualitative approach and Pierre Bourdieu’s theoretical framework, data were collected through social media observation and semi-structured interviews. The findings reveal that NU students utilize digital media to renegotiate religious identity, while pesantren institutions retain traditional authority structures. This tension reflects a hysteresis effect and a shift in symbolic authority within the NU community.   Disrupsi teknologi menciptakan arena baru distribusi pengetahuan dan otoritas keagamaan, mempertemukan dua habitus berbeda: habitus santri berbasis pesantren dan habitus akademik mahasiswa NU yang dibentuk oleh perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan memahami konflik simbolik dan epistemologi antar keduanya, serta reproduksi dan kontestasi modal kultural-simbolik dalam konteks digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dan teori Pierre Bourdieu, data dikumpulkan melalui observasi media sosial dan wawancara semi-struktural. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa NU memanfaatkan media digital untuk menegosiasikan identitas keagamaan, sedangkan pesantren bertahan pada otoritas tradisional. Ketegangan ini menunjukkan hysteresis effect dan pergeseran otoritas simbolik dalam komunitas NU.
A Bibliometric Analysis of Nahdlatul Ulama’s Role in Promoting Moderate and Inclusive Islamic Education Syafii, Hisyam; Husain Azhari; Alaldaya, Rudyn
NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): NAHNU
Publisher : LAKPESDAM MWCNU Palengaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63875/nahnu.v3i1.88

Abstract

This study investigates the intellectual contribution of Nahdlatul Ulama to the development of moderate Islamic educational epistemology during the period 1990-2024 using a comprehensive bibliometric approach. The results show a paradigmatic shift from the classical knowledge transmission approach to an inclusive epistemological framework that combines revealed knowledge, rational reasoning, and the wisdom of the masters. Between 2010 and 2015, the concept of neo-ijtihad as a reconstructive methodology emerged. The intellectual structure shows that figures from the National University have built a broad academic collaboration network, strengthening their epistemological position in global discourse. According to the study, NU has succeeded in developing an epistemology of Islamic education that overcomes the dichotomy between tradition and modernity by using contextual hermeneutics.   Studi ini menyelidiki kontribusi intelektual Nahdlatul Ulama terhadap perkembangan epistemologi pendidikan Islam moderat selama periode 1990-2024 dengan menggunakan pendekatan bibliometrik komprehensif.  Hasilnya menunjukkan pergeseran paradigmatis dari pendekatan transmisi pengetahuan klasik menuju kerangka epistemologi inklusif yang menggabungkan pengetahuan wahyu, penalaran rasional, dan kebijaksanaan.  Struktur intelektual menunjukkan bahwa tokoh-tokoh dari Universitas Nasional telah membangun jaringan kerja sama akademik yang luas, yang memperkuat posisi epistemologi mereka dalam diskursus global.  NU berhasil mengembangkan epistemologi pendidikan Islam yang mengatasi dikotomi antara tradisi dan modernitas dengan menggunakan hermeneutika kontekstual. Ini menawarkan opsi untuk mengatasi polarisasi dalam pendidikan agama dan memberikan kontribusi signifikan untuk pengembangan pendidikan Islam inklusif di era modern.

Page 3 of 3 | Total Record : 30