cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 448 Documents
ANALISIS POLA PERMUKIMAN KAMPUNG PENELEH SURABAYA Suwarlan, Stivani Ayuning
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Settlement patterns in an area can change due to population growth and activity from year to year, thereby increasing the need for housing. The increased need for housing has caused local residents to build buildings without regard to initial land boundaries / initial house plots, so that building compaction occurs. As a result of building compaction can change the pattern of settlements and even create new patterns of settlement in the area. Knowing changes in patterns and the existence of new patterns is very necessary, especially for local governments as material for study in making regulations / policies. This case occurred in Surabaya Peneleh Village, which used to have settlements on the riverbank transformed into an area that had an elongated pattern following the street network and clustered pattern due to compaction of buildings.Keywords: settlement, settlement patterns, building compactionAbstrak: Pola permukiman pada suatu wilayah dapat mengalami perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan dan aktivitas penduduk dari tahun ke tahun sehingga meningkatkan kebutuhan rumah tinggal. Kebutuhan rumah yang meningkat ini menyebabkan penduduk setempat mendirikan bangunan tanpa memperhatikan batas lahan/ kavling awal, sehingga terjadilah pemadatan bangunan. Hasil dari pemadatan bangunan ini dapat merubah pola permukiman bahkan menciptakan pola permukiman baru pada wilayah tersebut. Diketahuinya perubahan pola dan keberadaan pola baru sangat diperlukan terutama bagi pemerintah setempat sebagai bahan kajian dalam pembuatan peraturan/ kebijakan. Hal ini terjadi pada Kampung Peneleh Surabaya yang awalnya hanya memiliki permukiman di pinggiran sungai bertransformasi menjadi wilayah yang memiliki pola permukiman memanjang mengikuti jaringan jalan dan pola mengelompok akibat pemadatan bangunan.Kata Kunci: permukiman, pola permukiman, pemadatan bangunan
STRATEGI POTENSI DALAM PENGEMBANGAN WISATA ICE SKATING DI DALAM MALL JAKARTA (Studi Kasus: Sky Rink Taman Anggrek Jakarta) Etenia, Annica; Rukayah, R Siti; Wijayanti, Wijayanti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Ice skating is a winter sport that is rarely in demand by Indonesians mainly because of the tropical climate, and the lack of knowledge about the sport around the community. This phenomenon has aroused the public's curiosity in winter sports. Therefore several malls in Jakarta have implemented ice skating tours in recreational entertainment facilities provided to attract the attention of visitors, one of which is Sky Rink in Mall Taman Anggrek. The trend is an exciting thing to study as potential in the concept of ice sports tourism in the mall. In this study explains the possibilities of this ice tourism. The method used is a qualitative SWOT approach by explaining the potential, weaknesses, opportunities and threats while the results of the study are descriptive explanations of the potential in developing ice skating tours in the mall.Keyword: ice skating, mall, wisata, ice rinkAbstrak: Ice skating merupakan olahraga musim dingin yang jarang diminati oleh orang Indonesia terlebih karena iklim yang tropis, serta kurang tahunya masyarakat sekitar tentang olahraga ini. Fenomena ini menimbulkan penasaran masyarakat dalam olahraga musim dingin tersebut, oleh sebab itu beberapa mall di Jakarta telah menerapkan wisata ice skating dalam fasilitas hiburan rekreasi yang disediakan untuk menarik perhatian pengunjung, salah satunya Sky Rink yang ada di Mall Taman Anggrek. Trend tersebut menjadi hal yang menarik untuk dikaji sebagai potensi dalam konsep wisata olahraga es di dalam mall. Dalam penelitian ini menjelaskan mengenai potensi-potensi tentang wisata es ini. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan SWOT kualitatif dengan memberikan penjelasan mengenai potensi, kelemahan, kesempatan dan ancaman. Sedangkan hasil dari penelitian berupa penjelasan deskrptif mengenai potensi dalam mengembangkan wisata ice skating di dalam mall.Kata Kunci: ice skating, malls, sport tourism, ice rinks
TRANSFORMASI ADAPTASI BANGUNAN DI PERMUKIMAN INFORMAL TEPI SUNGAI KAHAYAN Murti, Nindita Kresna; Suprapti, Atiek; Sardjono, Agung Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Many informal settlements in Indonesia have been unable to survive, this is due to changes that occur in the neighborhood. This change resulted in the not surviving of informal settlements, but this did not affect the informal settlements in the city of Palangkaraya, settlements on the banks of the Kahayan river were even more developed, and began to develop towards the mainland.As climate change and the global environment increase, there is a tendency for people to conceptualize adaptation in residential buildings as a process of survival and how adaptation is practiced by people who face the negative impacts of climate change, for example in informal settlements on the Kahayan river bank, where residents adapt to building their homes to be able to withstand environmental changes. Where the neighborhood is located there are tides of the river, as well as other environmental factorsThis study is to find out how the Kahayan River settlement communities can survive, with changes that occur in the environment by analyzing using 6 strategies in building adaptation, namely: Adjustable, Versatile, Refitable, Convertible, Scalable, and Movable (Robert Schmid, 2009). Adaptation that occurs in these settlements, namely on building houses that follow climate change, times, and the environment.Keyword: Informal Settlements, Kahayan River Edge, Adaptation, Transformation.Abstrak: Permukiman Informal di Indonesia banyak yang sudah tidak dapat bertahan, hal ini di karenakan adanya perubahan yang terjadi di lingkungan permukiman tersebut. Perubahan ini berakibat tidak bertahannya permukiman informal, namun hal ini tidak mempengaruhi permukiman informal di Kota Palangkaraya, permukiman yang berada di tepi sungai kahayan ini malah semakin berkembang, dan mulai berkembang menuju ke daratan.Seiring dengan meningkatnya perubahan iklim dan lingkungan global, ada kecenderungan masyarakat untuk membuat konsep adaptasi pada bangunan rumah tinggal sebagai proses untuk bertahan dan bagaimana adaptasi dipraktikkan oleh orang-orang yang menghadapi dampak negatif perubahan iklim, sebagai contoh pada permukiman informal yang berada di tepi sungai Kahayan, di mana warga beradaptasi pada bangunan rumah mereka untuk dapat bertahan terhadap perubahan lingkungan. Di mana lingkungan permukiman ini terdapat pasang surut air sungai, serta faktor lingkungan lainnya.Penelitian ini untuk mengetahui cara masyarakat permukiman tepi Sungai Kahayan dapat bertahan, dengan perubahan yang terjadi di lingkungan dengan menganalisa menggunakan 6 strategi dalam adaptasi bangunan, yaitu: Adjustable, Versatile, Refitable, Convertible, Scalable, dan Movable (Robert Schmid, 2009). Adaptasi yang terjadi pada permukiman ini, yaitu pada bangunan rumah yang mengikuti perubahan iklim, jaman, dan lingkungan.Kata Kunci: Permukiman Informal, Tepi  Sungai Kahayan, Adaptasi, Transformasi.
PEMANFAATAN JALUR PEDESTRIAN PADA AREA MIXED-USE DI JL. MT HARYONO (KORIDOR PETERONGAN-PEREMPATAN BANGKONG) Kinasih, Kania; Purwanto, Edi; Suprapti, Atiek
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is based on a new design on the pedestrian ways on MT. Haryono Street corridor of the Peterongan-Bangkong intersection, because the Semarang City Government made several changes to the pedestrian lane design in several locations, one of which was on MT. Haryono Street. Through this new pedestrian ways design, researchers will associate with mixed areas or mixed-use areas in the corridor that will be examined based on factors and indicators of the mixed area and pedestrian ways design. The purpose of this study is to determine the utilization of pedestrian ways in the mixed-use area which gets the highest priority based on pedestrian path users. Field data and interview results on pedestrian path users obtained were then analyzed using a qualitative deductive method combined with quantitative through sampling with purposive sampling. And it was concluded that the highest utilization of the new design of pedestrian ways in the MT Haryono Street is a function and activity.Keyword: Pedestrian ways’ utilization, mixed-use area, MT. Haryono street corridor, fuction and activityAbstrak: Penelitian ini didasari oleh desain baru pada jalur pedestrian di Jalan MT. Haryono koridor Peterongan-Perempatan Bangkong, karena Pemerintah Kota Semarang melakukan beberapa perubahan terhadap desain jalur pedestrian di beberapa lokasi, salah satunya di Jalan MT. Haryono. Melalui desain jalur pedestrian yang baru ini, peneliti akan mengkaitkan dengan area campuran atau mixed-use area pada koridor tersebut yang akan diteliti berdasarkan faktor-faktor dan indikator area campuran dan desain jalur pedestrian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan jalur pedestrian pada area mixed-use manakah yang mendapat prioritas paling besar berdasarkan pengguna jalur pedestrian. Data lapangan dan hasil wawancara pada pengguna jalur pedestrian yang didapat kemudian dianalisa menggunakan metode deduktif kualitatif yang dikombinasikan dengan kuantitatif melalui pengambilan sample dengan purposive sampling. Dan didapatkan kesimpulan pemanfaatan paling tinggi dari desain baru jalur pedestrian Jalan MT. Haryono adalah fungsi dan aktivitas.Kata Kunci: Pemanfaatan jalur pedestrian, area mixed-use, koridor Jalan MT. Haryono, fungsi dan aktivitas
HUBUNGAN SETING KORIDOR ANJASMORO RAYA DENGAN AKTIVITAS PEDAGANG KAKI LIMA Ibrahim, Stefanus Peter; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The presence of Jenderal Ahmad Yani Semarang International Airport, caused many tourists to come to Semarang, and the impact of one of them was on Anjasmoro Raya corridor whose activities were growing.  This phenomenon can be found with the presence of shops as formal sector activities and the development of pedagang kaki lima activities as a sector informal.  This informal activity uses the shoulder space of the road which should fuction to support the transportation activities in the corridor, but is used as a place of sale by pedagang kaki lima, so there is a strength of property that supports the activities of pedagang kaki lima.  This study aims to find the relationship between the setting of the Anjasmoro Raya corridor and pedagang kaki lima activity through the strength of property in the Anjasmoro Raya corridor.  The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques in the form of place centered mapping.  The result showed that there was a relationship between the setting of the Anjasmoro Raya corridor and the activities of street vendors.Keyword: Settings, Pedagang Kaki Lima Activities, Anjasmoro Raya CorridorAbstrak: Kehadiran Bandar Udara International Jenderal Ahmad Yani Semarang membuat banyaknya wisatawan yang datang ke kota semarang, dan dampak salah satunya pada koridor Anjasmoro Raya yang semakin berkembang aktivitasnya, dimana gejala ini dapat dijumpai dengan hadirnya pertokoan sebagai aktivitas sector formal dan berkembangnya aktivitas pedagang kaki lima sebagai sektor informal.  Aktivitas informal ini menggunakan ruang bahu jalan yang seharusnya berfungsi untuk mendukung aktivitas transportasi yang ada di koridor, namun dimanfaatkan sebagai tempat jualan oleh pedagang kaki lima, sehingga terdapat kekuatan property yang mendukung aktifitas pedagang kaki lima.  Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan seting koridor Anjasmoro Raya dnegan pola aktivitas pedagang kaki lima, melalui kekuatan properti yang ada di koridor Anjasmoro Raya.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik analisa data berupa place centered mapping.  Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan seting koridor Anjasmoro Raya dengan aktivitas pedagang kaki lima.Kata Kunci: Seting, Aktivitas Pedagang Kaki Lima, Koridor Anjasmoro Raya
TRANSFORMASI RUANG HUNIAN TRANSMIGRAN BALI AKIBAT AKULTURASI DI DESA BASARANG JAYA, KALIMANTAN TENGAH Sutrisno, Herwin; Susi, Theresia
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Balinese transmigrants in Basarang Jaya Village, Central Kalimantan indirectly brought their tradition and culture. The meeting of Balinese culture elements with the local culture elements (the Dayak Ngaju tribe) has caused acculturation in the village. In the point of view of architecture, such acculturation is implemented in the residence of Balinese transmigrants in the form of changes or adjustments based on the characteristics of both cultures, and one of the examples is the transformational changes in the Balinese residences. This research aims to identify the physical transformation of Balinese residences that happened because of acculturation in Basarang Jaya. This research employed the qualitative descriptive research, and the data were collected from field observations, documentation, and in-depth interviews with key resources and residential owners. The result has shown that the kind of transformation occurring at Balinese residences in Basarang Jaya Village is the transformation in the residences’ basic form, masses, and room elements.Keyword: Spatial transformation, balinese residence, Basarang Jaya Abstrak: Transmigran Bali yang berpindah ke Desa Basarang Jaya, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah secara tidak langsung membawa serta tradisi dan budayanya. Bertemunya unsur-unsur budaya yang dibawa oleh transmigran Bali dengan unsur-unsur budaya masyarakat lokal (suku Dayak Ngaju) menyebabkan terjadinya akulturasi di Desa Basarang Jaya. Dari segi arsitektur, akulturasi tersebut terimplementasi pada hunian transmigran Bali. Dalam hunian transmigran Bali terjadi berbagai perubahan atau penyesuaian antara budaya yang mereka bawa dengan lingkungan tempat tinggalnya, salah satunya tampak pada transformasi ruang hunian transmigran Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi transformasi ruang hunian yang terjadi pada hunian transmigran Bali akibat akulturasi di Desa Basarang Jaya. Metode penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan di lapangan, dokumentasi dan wawancara mendalam dengan nara sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa transformasi hunian yang terjadi pada hunian transmigran Bali di Desa Basarang Jaya adalah perubahan bentuk hunian berupa perubahan bentuk dasar hunian, perubahan massa hunian dan perubahan jenis ruang.Kata Kunci: Transformasi Ruang, Hunian Transmigran Bali, Basarang Jaya
LOCAL WISDOM ARSITEKTUR TRADISIONAL DAN KENYAMANAN TERMAL TROPIS Pamungkas, Luhur Sapto; Ikaputra, Ikaputra
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Thermal in buildings are always interesting to discuss, especially in tropical climate countries, more in related to the traditional architecture that many are around us today. This study aims to present the actual information related to the thermal comfort of traditional buildings in current conditions. This research tries to prove public opinion which still believes that traditional buildings are always comfortable and able to survive with the existing climate conditions. The method used is literature review on the results of research in journals that discuss the thermal comfort of traditional buildings in Indonesia. Some previous studies have claimed that traditional architecture has been design in such a way as to compromise climate conditions. However, recent research trends show that traditional architecture is no longer able to maintain thermal comfort, so design intervention is absolutely necessary. Thermal discomfort is influenced by tropical climate pressures that tend to be very hot, changes in the environment, buidling system, materials, design, and orientation of the building.Keyword: Traditional Architecture, Thermal, Local Wisdom, Tropical ClimateAbstrak: Termal bangunan akan selalu menarik dibahas khususnya pada negara iklim tropis, terlebih dikaitkan dengan arsitektur tradisional yang masih bertahan di sekitar kita saat ini. Penelitian ini bertujuan menyajikan informasi aktual terkait kenyamanan termal bangunan tradisional saat ini. Upaya membuktikan pendapat umum yang masih beranggaoan bahwa bangunan tradisional selalu nyaman dan mampu bertahan dengan kondisi iklim yang ada. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka pada hasi-hasil penelitian di jurnal yang membahas tentang kenyamanan termal bangunan tradisional di Indonesia. Beberapa waktu sebelumnya banyak penelitian yang mengklaim bahwa arsitektur tradisional telah dikonsepkan sedemikian rupa untuk bertahan terhadap iklim. Akan tetapi tren penelitian terbaru memperlihatkan bahwa arsitektur tradisional sebenarnya sudah tidak lagi mampu mempertahankan kenyamanan termal, sehingga intervensi desain mutlak diperlukan. Ketidaknyamanan termal dipengaruhi oleh tekanan iklim tropis yang cenderung sangat panas, perubahan lingkungan di sekitar, sistem bangunan, material, desain, dan orientasi bangunan.Kata Kunci: Arsitektur Tradisional, Kenyamanan Termal, Kearifan lokal, Iklim Tropis.
AKULTURASI BUDAYA PADA MASJID JAMI’ SHIRATAL MUSTAQIEM SEBAGAI OBJEK DESTINASI WISATA RELIGI DI SAMARINDA Thamrin, Nur Husniah; Putra, Hatta Musthafa Adham
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In its development of mosque architecture, various forms and styles of mosque buildings emerged throughout the Islamic world, including Indonesia. The shape is diverse, depending on various factors, including geographical conditions, local culture, mixing culture and technology. Thus the building of the Islamic world mosque shows its own image due to the different climate, building materials, technology, or expertise of artists. The Jami ’Shirathal Mustaqiem Mosque is one of the oldest religious buildings now incorporated by the East Kalimantan cultural heritage body as a religious tourism object in Samarinda.Based on the results of preliminary observations on the Shirathal Mustaqim mosque building, there are seen a number of cultural blends both from interior ornaments and facade elements.This mixing of cultures forms a harmony that contains aesthetic values. The research was limited only to interior ornaments and facade elements namely the shape of the mosque, and ornaments on the roof. The method used is a qualitative method with regard to conditions on the object, conformity to the theory and data available in the field. The results of this study are the influence of external forces on local culture, in this case the culture of the people of East Kalimantan, namely the culture of Kutai and foreign cultures such as Java, as well as foreign cultures such as the Netherlands.
PRESERVATION AND MODELLING FORM OF KUTAI ORIGINAL HOUSE TO MAINTAIN TRADITIONAL ARCHITECTURE Putra, Hatta Musthafa Aham; Thamrin, Nur Husniah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The traditional house of Kutai is one of the traditional houses located in the region of Kutai Kartanegara, East Borneo, which is currently almost extinct in population. Various houses have adapted to changes in physical shape due to the impact of technology and the needs of their residents. If this problem is not immediately concerned, there is a tendency to be more difficult to recognize the characteristics and character of the Kutai traditional house. The architectural character of the Kutai traditional house including to the structure and construction system used, building materials, cultural ornaments attached to the outside and inside of the building, and the colors. This research is directed to get the formulation of the architectural character of the Kutai traditional house. It is urgent to conserve the Kutai House‘s identity in the future, by considering to preserve the existence and the uniqueness of these traditional building. Keyword: Kutai Architecture, Kutai House, Kutai Traditional House Abstrak: Rumah adat Kutai merupakan salah satu rumah adat yang berlokasi di wilayah Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang saat ini telah hampir punah populasinya. Berbagai rumah telah beradaptasi dengan perubahan bentuk fisik dikarenakan dampak teknologi dan kebutuhan penghuninya. Apabila hal ini tidak segera diperhatikan, ada kecenderungan akan lebih sulit mengenali ciri khas dan karakter rumah adat Kutai tersebut. Karakter arsitektur tersebut berupa ruang-ruang pada bangunan rumah adat Kutai, sistem struktur dan konstruksi yang digunakan, material bangunan, ornamen budaya yang melekat pada luar maupun dalam bangunan, hingga warna-warna. Penelitian ini difokuskan untuk mendapatkan rumusan karakter bentuk dari rumah tradisional Kutai. Hal penting yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjaga keberadaan dan keunikan dari bangunan Rumah Tradisional Kutai.Kata Kunci: Arsitektur Kutai, Rumah Kutai, Rumah Tradisional Kutai
PEMANFAATAN URBAN FARMING MELALUI KONSEP ECO-VILLAGE DI KAMPUNG PARALON BOJONGSOANG KABUPATEN BANDUNG Wijaya, Karto; Permana, Asep Yudi; Hidayat, Syarip; Wibowo, Heru
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Bojongsoang Village as one of the areas in Bojongsoang District is a densely populated area, where there is a shift and transfer of green functions to built up land (such as: new housing, industry / factories and others). Land for the green lane has become built up land (built into a house), this makes what should be productive land become unproductive land. In addition, with the increasing pressure of green land into developed land, demanding the community to optimize the land they have as productive land.The understanding of space which is only understood as a horizontal plane as land that can be used as productive land must be changed. Space is not only implemented in the horizontal plane but can also utilize the vertical plane to have high flexibility as land that can be processed as productive land. The urban farming model as an urban agriculture program that has long been developing is a potential activity in supporting the sustainability and survival of a district.The purpose of this study is to determine the Eco Village model in the Paralon village area as an Eco-Architecture concept in supporting the development of Sustainable Cities, as one of the eco-architecture models in urban villages by utilizing their respective land and space.Keyword: Eco-Architecture, Eco Village, Green SettlementAbstrak: Desa Bojongsoang sebagai salah satu wilayah di Kecamatan Bojongsoang merupakan kawasan yang padat penduduk, di mana terdapat pergeseran dan pengalih fungsilahan hijau menjadi lahan terbangun (seperti: perumahan baru, industri/pabrik dan lain-lain). Lahan-lahan untuk jalur hijau menjadi lahan terbangun (dibangun menjadi rumah tinggal), hal inilah menjadikan yang seharusnya menjadi lahan produktif menjadi lahan yang tidak produktif. Di samping itu dengan semakin tertekannya lahan hijau menjadi lahan terbangun, menuntut masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang dimiliki sebagai lahan produktif. Pemahaman ruang yang hanya dipahami sebagai bidang horizontal sebagai lahan yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan produktif harus sudah mulai dirubah. Ruang tidak hanya diimplementasikan ke dalam bidang horizontal akan tetapi juga bisa memanfaatkan bidang vertikal menpunyai fleksibilitas yang cukup tinggi sebagai lahan yang bisa diolah sebagai lahan produktif. Model urban farming sebagai salah satu program pertanian perkotaan yang sudah lama berkembang merupakan aktivitas yang cukup potensial dalam menunjang keberlanjutan (sustainable) dan kebertahanan (survival) dari sebuah kabupaten.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan model Eco Village di wilayah desa Paralon sebagai konsep Eco-Architecture dalam mendukung pengembangan Kota Berkelanjutan, sebagai salah satu model eco-architecture di desa-desa perkotaan dengan memanfaatkan lahan dan ruang masing-masing.Kata Kunci: Arsitektur Ramah Lingkungan, Desa Ramah Lingkungan, Permukiman hijau  

Page 9 of 45 | Total Record : 448


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue