cover
Contact Name
Karto Wijaya
Contact Email
jurnalarsitekturarcade@gmail.com
Phone
+6281220697972
Journal Mail Official
kartowijaya@ukri.ac.id
Editorial Address
Jln. Terusan Halimun No.37 (Pelajar Pejuang 45) Bandung 40263, Jawa Barat, Indonesia (+62) 22-7301987
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur ARCADE
ISSN : 25808613     EISSN : 25973746     DOI : 10.31848
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arcade is Open Journal System published by Prodi Architecture (UKRI) in 2023 has migrated to the link: https://e-journal.ukri.ac.id/arcade. This journal is a means of research publications that concentrate on the study of architecture to accommodate authors interested in the field of heritage architecture, built environment, urban design, housing and settlement, Building Technology, Interior Design. Jurnal Arsitektur Arcade was published for the first time in 2017 for its e-ISSN 2597-3746 (Online) and p-ISSN 2580-8613 (Print) publications which are published 3 times a year in March, July and November. The Editorial Board of Jurnal Arsitektur ARCADEÂ starting in 2023 publishes an e-ISSN 2597-3746 (Online) edition which will be published every 3 months, namely in March, June, September and December each year.
Articles 448 Documents
KEPUASAN PENYEWA TERHADAP FAKTOR-FAKTOR PEMILIHAN KANTOR SEWA KELAS A FUNGSI MAJEMUK DI SURABAYA Nurzukhrufa, Antusias; Setijanti, Purwanita; Dinapradipta, Asri
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The growth of the supply and demand index of rental offices in Surabaya is the highest in Indonesia. However, the occupancy rate has decreased except in class A rental offices. Decrease in occupancy rate is influenced by dissatisfaction of tenants to the high rental price factor and causes the tenant not to extend the rent. The quality services of class A rental offices multifunction in Surabaya can be considered successful because the tenants have persisted in extending the leases. Therefore, it is necessary to know about the level of satisfaction of tenants to the factors that influence the choosing of class A rental offices multifunction in Surabaya. This research is included in the positivism paradigm with quantitative methods. The analysis technique uses quantitative descriptive statistics by calculating the mean and standard deviations mapped to the Cartesian diagram. This research results two findings. First, the three most satisfied factors i.e. "name of the famous building and its reputation is good", "responsive building management" and "the presence of good security, hygiene and fire protection facilities". Second, three factors that are most dissatisfied i.e. "access to recreational and sports facilities", "noise level" and "building age".Keyword: Rental Offices, Tenants Satisfaction, Real EstateAbstrak: Pertumbuhan indeks supply dan demand kantor sewa di Surabaya termasuk paling tinggi di Indonesia. Namun, tingkat okupansinya mengalami penurunan kecuali pada kantor kelas A. Penurunan tingkat okupansi dipengaruhi oleh ketidakpuasan penyewa terhadap faktor harga sewa yang tinggi dan menyebabkan penyewa tidak memperpanjang sewa. Kualitas layanan kantor sewa kelas A fungsi majemuk di Surabaya dinilai berhasil karena penyewa tetap bertahan untuk memperpanjang sewa. Maka, perlu diketahui tingkat kepuasan penyewa terhadap faktor-faktor pemilihan kantor sewa kelas A fungsi majemuk di Surabaya. Penelitian ini termasuk dalam paradigma positivisme dengan metode kuantitatif. Teknik analisis menggunakan statistik deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai mean dan standar deviasi yang dipetakan ke diagram kartesius. Penelitian ini menghasilkan dua temuan. Pertama, tiga faktor paling puas yaitu “nama gedung terkenal dan reputasinya baik”, “pengelola gedung yang responsif” serta “keberadaan fasilitas keamanan, kebersihan dan perlindungan kebakaran yang baik”. Kedua, tiga faktor paling tidak puas yaitu “kedekatan dengan fasilitas rekreasi dan olahraga”, “tingkat kebisingan” dan “usia gedung”.Kata Kunci: Kantor Sewa, Kepuasan Penyewa, Real Estate
MENGIDENTIFIKASI VARIABEL KONSEP TAMAN RAMAH DIFABEL Studi Kasus : Taman Nostalgia Kota Kupang Longa, Johanes M. Taka
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Nostalgia Park is one of the efforts of the City of Kupang in fostering the enthusiasm of all City residents to create a culture of planting. The presence of this park is also the only park that has become a public space in the city of Kupang. The function of the City's public space is as a place for citizens to release the boredom of routine in life in the Cities. This place is not accessed by only a group of City residents, but it can be accessed as a whole including people with disabilities who have special abilities. In this study, researchers wanted to identify facilities and accessibility based on universal design principles as a variable concept of a park that is difable-friendly in Nostalgia parks. The method used is descriptive qualitative and then compared the existing data with the literature to determine the strengths and weaknesses of the facilities and accessibility of the Nostalgia park. The results of the analysis found that out of the 6 variable variables of the diffable-friendly concept there are 5 variables that have been applied to the Nostalgia park, but still do not meet the standard of application that is accessible and 1 variable that is not yet available at all.Key words: Variables, Park Concept, Diffable FriendlyAbstrak: Taman Nostalgia adalah salah satu upaya pemerintah Kota Kupang dalam  menumbuhkan semangat seluruh warga Kota untuk menciptakan budaya menanam. Kehadiran taman ini juga menjadi satu-satunya taman yang menjadi ruang publik di Kota Kupang. Fungsi dari ruang publik Kota adalah sebagai tempat bagi  warga masyarakat untuk melepaskan kebosanan akan rutinitas dalam kehidupan di Kota-Kota. Tempat ini tidak diakses oleh sekelompok warga Kota saja, tetapi dapat di akses secara menyeluruh termasuk kaum difabel yang memiliki kemampuan khusus. Dalam kajian ini, peneliti ingin mengidentifikasi fasilitas dan aksesibilitas berdasarkan prinsip desain universal sebagai variabel konsep taman yang ramah difabel pada taman Nostalgia. Metode yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif kemudian dikomparasikan data yang ada dengan literatur untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan fasilitas dan aksesibilitas taman Nostalgia. Hasil analisis ditemukan bahwa dari 6 variabel konsep ramah difabel terdapat 5 variabel yang sudah diterapkan pada taman Nostalgia, namun masih belum memenuhi standar penerapan yang aksesibel dan 1 variabel yang belum tersedia sama sekali.Kata kunci : Variabel, Konsep taman, Ramah difabel.
PENGARUH VARIASI DIMENSI & PENGELOMPOKAN BUKAAN TERHADAP PERGERAKAN DAN KECEPATAN ANGIN DI DALAM GEDUNG KANTOR (OPENPLAN LAYOUT) Ulum, Muhamad Shoful; Ekasiwi, Sri Nastiti Nugrahaini; Antaryama, I Gusti Ngurah
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Implementation of cross ventilation in highrise office building will face wind speed problem due to differences in elevation and system capabilities in creating wind distribution in the room. This paper examines the influence of apertures with configured distance on building facades against wind speed and wind flow distribution. It generated by using computational fluid dynamics. Performance of cross ventilation in hipotetical models were tested using calculation model k-e RNG. Enlarge the apertures dimension up to 40% window to wall ratio increase wind velocity in building without decrease wind distribution quality. Apertures with equal distance create good distribution of wind of up to 85% depth of building.Keyword: cross ventilation, tropical, cooling effect                                                                           Abstrak: Implementasi ventilasi silang di gedung kantor bertingkat akan menghadapi masalah kecepatan angin karena perbedaan ketinggian dan kemampuan sistem dalam menciptakan distribusi angin di ruangan. Penelitian ini meneliti pengaruh celah dengan jarak yang dikonfigurasi pada fasad bangunan terhadap kecepatan angin dan distribusi aliran angin. Penelitian dilakukan dengan menggunakan software CFD (computatuonal Fluid Dynamics). Kinerja ventilasi silang dalam model hipotetis diuji menggunakan model perhitungan k-e RNG. Simulasi menunjukkan, memperbesar dimensi lubang hingga rasio jendela ke dinding 40% meningkatkan kecepatan angin di gedung tanpa menurunkan pemerataan distribusi angin. Lubang dengan jarak yang sama membuat distribusi angin yang baik hingga 85% kedalaman bangunan.Kata Kunci: ventilasi silang, tropis, efek pendinginan
PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP TINGKAT KEPENTINGAN ELEMEN RUANG TERBUKA PUBLIK DI KOMPLEK ALUN-ALUN UTARA SURAKARTA Arsyad, Ghufroni; Sarwadi, Ahmad
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This Study aims to understand the level of interest of public space element based on user perception who are categorized by visitor and traders in complex of north alun-alun surakarta. The study was conducted with a questionnaire of 100 visitors and 33 traders from the average population in the field divided into 4 segments to find out more in detail. Questionnaire data were analyzed with Multidimensional Scaling in SPSS to determine the ranking of the interests of 21 elements of public open space. Findings with double scaling according to visitors' perceptions that Pedestrian (Rank 1), Parking (rank 2) and Vegetation (Rank 3) while according to Pedestrian traders (rank 1), Places to Eat and drink (rank 2), Kiosk (Rank 3). In conclusion, the Pedestrian became the most important element in the public open space in Surakarta's northern plaza complex. The influence of the level of importance of elements of public open space varies depending on the settings and character of the open space itself.Keyword: Perception, Public Open Space, Multidimensionl ScalingAbstrak: Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepentingan elemen ruang terbuka publik bedasarkan persepsi pengguna yang dikategorikan pengunjung dan pedagang di komplek alun-alun utara Surakarta. Studi dilakukan dengan kuisioner sejumlah 100 pengunjung dan 33 pedagang dari populasi rata-rata di lapangan yang di bagi 4 segmen untuk mengetahui lebih detail. Data kuisioner dianalisa dengan Multidimensional Scaling pada SPSS untuk mengetahui peringkat kepentingan dari 21 elemen ruang terbuka publik. Hasil Temuan dengan penskalaan ganda menurut persepsi pengunjung bahwa Pedestrian (Peringkat 1), Parkir (peringkat 2) dan Vegetasi (Peringkat3) sedangkan menurut pedagang Pedestrian (peringkat1), Tempat Makan/minum (peringkat2), Kios (Peringkat3). Kesimpulanya Pedestrian menjadi elemen yang paling penting di ruang terbuka publik di komplek alun-alun utara Surakarta. Pengaruh tingkat kepentingan elemen dari ruang terbuka publik berbeda-beda tergantung seting dan karakter dari ruang terbuka itu sendiri.Kata Kunci: Persepsi, Ruang terbuka publik, Multidimensional Scaling
SIRKULASI MANUSIA DAN KENDARAAN PADA PEDESTRIAN TERHADAP KONEKSITAS SIMPANG LIMA SEMARANG Santoso, Rohman Eko; Sari, Suzanna Ratih; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Simpang Lima area is a city center with a variety of activities, the center of circulation, publik space, green space, religion, sports, economy, social and culture. In the regulation of vehicle and human circulation sistems it is very important and requires an impact analysis as well as very long projections. The intersection of five Semarang City known as the center of the economic area as well as the green open space that used as a publik space so that many activities and activities that occur in the area. In addition to being a business district and office intersection, there is also a weekly car free day event, becoming a very large center of activity on Sundays and a publik space in Semarang.The influence of the five intersections in this area will focus on humans who are in front of the five intersection (ciputra mall stop) with the intersection of five because the location is the number of people passing through more roads. So in this study two recommendations will emerge, the first of which relates to humans who crossed at one point, the second is recommendations for the entire region.Keyword: Circulation, Pedestrian, ConnectivityAbstrak: Kawasan Simpang Lima merupakan pusat kota yang terdapat berbagai macam kegiatan, pusat sirkulasi, ruang publik, ruang hijau, agama, olahraga, ekonomi, sosial dan budaya. Dalam pengaturan sistem sirkulasi kendaraan maupun manusia sangatlah penting dan memerlukan suatu analisa dampak juga proyeksi yang sangat panjang. Simpang lima Kota Semarang diketahui sebagai pusat kawasan ekonomi maupun ruang terbuka hijau yang dijadikan ruang publik sehingga banyak kegiatan dan aktifitas yang terjadi dikawasan tersebut. Selain menjadi kawasan bisnis dan perkantoran simpang lima juga terdapat event mingguan car free day, menjadi pusat aktifitas yang sangat besar pada saat hari minggu dan menjadi ruang publik di kota semarang. Pengaruh simpang lima pada kawasan ini akan focus terhadap manusia yang berada di depan simpang lima (halte ciputra mall) dengan lapangan simpang lima tersebut karena pada lokasi tersbut jumlah manusia yang melewati jalanlebih banyak. Maka dalam penelitian ini akan muncul dua rekomendasi, yang pertama terkait manusia yang menyebrang pada datu titik tersebut, yang kedua rekomendasi seluruh kawasan.Kata Kunci: Sirkulasi, Pedestrian, Koneksitas
EVALUASI KONSEP RAMAH PEJALAN KAKI PADA PEDESTRIAN MALIOBORO DENGAN PENDEKATAN KONSEP WALKABILITY Uak, Alexianus Thomas
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Malioboro Pedestrian is located in the tourist area of Malioboro, which has been arranged by the Yogyakarta Regional Government. The arrangement carried out applies the concept of the Cultural Terrace which basically has the purpose of creating a tourist area of Malioboro that is visitor-friendly, including pedestrians. Many facilities are provided for pedestrians to support this concept, for example the provision of benches, special diffable lanes and other facilities. The purpose of this paper is to evaluate the pedestrian-friendly concept applied to the Malioboro pedestrian with the walkability concept approach. The method used in this study uses descriptive qualitative method, which is direct observation to the study location to find out, understand and directly identify the actual conditions that exist in Malioboro pedestrian. In addition to knowing the comfort level of actual conditions, the concept of walkability is used as a comparison concept. The results of this study indicate that the arrangement of the Malioboro pedestrian carried out by the government has met the criteria of pedestrian friendliness in accordance with the concept of walkability, namely accessibility, aesthetics, safety and security criteria and comfort aspects. Although structuring has met the criteria, the existing facilities have not been used and utilized properly by Malioboro pedestrian users, so that there are some negative impacts that cause discomfort, such as waste problems and mastery of pedestrian space for other activities that are not in accordance with pedestrian functions.Keyword: Malioboro, Malioboro pedestrian, pedestrian friendly, cultural terrace, the concept of walkabilityAbstrak: Pedestrian Malioboro berada pada kawasan wisata Malioboro yang telah ditata oleh Pemerintah Derah Istimewah Yogyakarta. Penataan yang dilakukan menerapkan konsep Teras Budaya yang pada dasarnya memiliki tujuan untuk menciptakan kawasan wisata Malioboro yang ramah pengunjung, termasuk pejalan kaki. Banyak fasilitas yang disediakan pada pedestrian untuk mendukung konsep ini, misalnya pengadaan bangku, jalur khusus difabel dan fasilitas lainnya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengevaluasi konsep ramah pejalan kaki yang diterapkan pada pedestrian Malioboro dengan pendekatan konsep walkability. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yakni melakukan observasi langsung ke lokasi studi untuk mengetahui, memahami serta mengidentifikasi secara langsung kondisi aktual yang ada pada pedestrian Malioboro.Selain itu untuk mengetahui tingkat kenyamanan kondisi aktual maka digunakan konsep walkability sebagai konsep pembanding. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penataan pedestrian Malioboro yang dilakukan pemerintah telah memenuhi kriteria ramah bagi pejalan kaki sesuai konsep walkability, yakni kriteria aksesibilitas, estetika, keselamatan dan keamanan serta aspek kenyamanan. Meskipun secara penataan telah memenuhi kriteria, fasilitas yang ada belum digunakan dan dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna pedestrian Malioboro, sehingga muncul beberapa dampak negatif yang menimbulkan ketidaknyamanan, misalnya masalah sampah dan penguasaan ruang pejalan kaki untuk aktivitas lainnya yang tidak sesuai dengan fungsi pedestrian.Kata Kunci: Malioboro, pedestrian Malioboro, ramah pejalan kaki, teras budaya, konsep walkability
PERAN HUNIAN VERTIKAL SEBAGAI SOLUSI TERHADAP KAWASAN KUMUH DI KOTA BATAM KEPULAUAN RIAU Murtiono, Hendro; Sari, Suzanna; Pandelaki, Edward Endrianto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Simpang Lima area is a city center with a variety of activities, the center of circulation, publik space, green space, religion, sports, economy, social and culture. In the regulation of vehicle and human circulation sistems it is very important and requires an impact analysis as well as very long projections. The intersection of five Semarang City known as the center of the economic area as well as the green open space that used as a publik space so that many activities and activities that occur in the area. In addition to being a business district and office intersection, there is also a weekly car free day event, becoming a very large center of activity on Sundays and a publik space in Semarang.The influence of the five intersections in this area will focus on humans who are in front of the five intersection (ciputra mall stop) with the intersection of five because the location is the number of people passing through more roads. So in this study two recommendations will emerge, the first of which relates to humans who crossed at one point, the second is recommendations for the entire region.Keyword: Circulation, Pedestrian, ConnectivityAbstrak: Kawasan Simpang Lima merupakan pusat kota yang terdapat berbagai macam kegiatan, pusat sirkulasi, ruang publik, ruang hijau, agama, olahraga, ekonomi, sosial dan budaya. Dalam pengaturan sistem sirkulasi kendaraan maupun manusia sangatlah penting dan memerlukan suatu analisa dampak juga proyeksi yang sangat panjang. Simpang lima Kota Semarang diketahui sebagai pusat kawasan ekonomi maupun ruang terbuka hijau yang dijadikan ruang publik sehingga banyak kegiatan dan aktifitas yang terjadi dikawasan tersebut. Selain menjadi kawasan bisnis dan perkantoran simpang lima juga terdapat event mingguan car free day, menjadi pusat aktifitas yang sangat besar pada saat hari minggu dan menjadi ruang publik di kota semarang. Pengaruh simpang lima pada kawasan ini akan focus terhadap manusia yang berada di depan simpang lima (halte ciputra mall) dengan lapangan simpang lima tersebut karena pada lokasi tersbut jumlah manusia yang melewati jalanlebih banyak. Maka dalam penelitian ini akan muncul dua rekomendasi, yang pertama terkait manusia yang menyebrang pada datu titik tersebut, yang kedua rekomendasi seluruh kawasan.Kata Kunci: Sirkulasi, Pedestrian, Koneksitas
FAKTOR – FAKTOR PENGARUH PREFERENSI PENGGUNA PASAR PETEROGAN SEMARANG PASCA REVITALISASI Fitriana, Mira; Sari, Suzanna Ratih; Rukayah, Siti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Declining visitor interest in traditional markets is one of the problems currently faced by traditional markets. The form of government effort to maintain the existence of traditional markets is by conducting a revitalization program. Semarang Peterongan Market is one of the Semarang City public facilities located on Jl. MT. Haryono No.936, Peterongan, Kec. South Semarang. Before burned, the conditions were very poor namely slums, dirty, irregular arrangement of shanties and unavailability of parking lots. This study aimed to identify the factors that caused traders not to occupy the 2nd and 3rd floors of the Peterongan Market , identifying buyer preferences to the efforts of the revitalization program that have been carried out at the Peterongan Market and to evaluate the physical, non-physical components and infrastructure that exist in the Peterongan Market. The study used a descriptive qualitative approach. Data collection is done by means of observation and interviews with market agencies, visitors and traders. The results showed that there were factors that caused traders not to occupy the 2nd and 3rd floors, buyers were reluctant to go up to the 2nd and 3rd floors, there was worst accessibility for traders or buyers, there were obstacles in the circulation of merchandise, design and size of kiosks and booths. accommodate the needs of traders. Buyers and traders' preferences are access and circulation that can accommodate their needs in the market, design kiosks and booths that are suitable for their trade. Based on the analysis results of the Semarang Peterongan Market building evaluation analyzed with regulations that apply to the physical component, it is generally appropriate.Keyword: zoning, circulation, user preferences,revitalizationAbstrak: Menurunya minat pengunjung terhadap pasar tradisional menjadi salah satu masalah yang sedang dihadapi pasar tradisional sekarang ini. Bentuk usaha pemerintah untuk menjaga eksistensi pasar tradisional yaitu dengan melakukan program revitalisasi. Pasar Peterongan Semarang merupakan salah satu fasilitas publik Kota Semarang yang berlokasi di Jl. MT. Haryono No.936, Peterongan, Kec. Semarang Selatan. Sebelum mengalami kebakaran,kondisi pasar sangat memprihatinkan yaitu kumuh,kotror,penataan lapak yang tidak teratur serta tidak tersedianya lahan parkir.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pengaruh preferensi pengguna tentang apa saja penyebab pedagang tidak menempati lantai 2 dan lantai 3 Pasar Peterongan Semarang,mengidentifikasi preferensi pembeli terhadap upaya program revitalisasi yang sudah dilakukan di Pasar Peterongan serta mengevaluasi komponen fisik,non fisik serta prasarana yang ada pada Pasar Peterongan. Penelitian menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif . Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara dengan dinas pasar,pengunjung serta pedagang. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor-faktor penyebab pedagang tidak menempati lantai 2 dan lantai 3 adalah pembeli enggan naik ke lantai 2 dan 3,tidak adanya aksesbilitas yang baik untuk pedagang maupun pembeli,terdapat kendala dalam sirkulasi barang dagangan,desain serta ukuran kios dan los tidak mengakomodasi kebutuhan pedagang. Preferensi pembeli dan pedagang cenderung dengan adanya akses serta sirkulasi yang dapat mengakomodasi kebutuhan mereka didalam pasar,desain kios serta los yang sesuai dengan jenis dagangan mereka. Berdasarkan hasil analisis  evaluasi bangunan Pasar Peterongan Semarang dianalisis dengan peraturan yang berlaku pada komponen fisik,umumnya sesuai.Kata Kunci: zoning,sirkulasi,preferensi pengguna,revitalisasi
GENIUS LOCI PERMUKIMAN NELAYAN PANTAI UTARA TUBAN JAWA TIMUR (Studi Kasus: Kelurahan Kingking Dan Kelurahan Karangsari) Santri, Tyas -; Putri, Tika Novis
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:. Tuban Regency is one of the regencies in East Java that has fishermen settlements along the north coast or on the northern coast line. The object of this study is the Kingking and Karangsari fishermen settlements located on Jalan Panglima Sudirman in Tuban Regency. The purpose of this study is to trace the genius loci which is formed from the activities of the local community where as the majority of the population earn a livelihood as a fishermen. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. Genius loci from the location of the study is seen from the image, space, character that is formed from community activities. Data collection is done by literature study, direct observation and unstructured interviews. Image as a fishermen settlement producing smoked and fresh fish. Space there is temporel space that occurs due to new activities in places that should have certain functions for certain activities but can define other functions with other activities. The most inherent character in this study area is where the fishermen settlements that sell various types of smoked fish along the settlements are on the edge of the highway. The results of this study indicate that the existing genius loci is expected to support the development of tourism in the region.Keyword: Genius loci, fishermen settlements.Abstrak: Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten yang berada di Jawa Timur yang memiliki permukiman nelayan di sepanjang pantai utara atau di jalur pantura. Objek studi kajian ini adalah pemukiman nelayan Kingking dan Karangsari yang berada di jalan Panglima Sudirman Kabupaten Tuban. Tujuan kajian ini untuk menelusuri genius loci yang terbentuk dari aktifitas mayarakat setempat dimana sebagai mayarakat yang mayoritas bermata pencaharian nelayan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Genius loci dari lokasi kajian dilihat dari image, space, character yang terbentuk dari aktifitas masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, observasi langsung serta wawancara tidak tersetruktur. Image sebagai permukiman nelayan penghasil ikan asap dan ikan segar. Space terdapat space temporel yang terjadi akibat adanya aktifitas baru pada tempat-tempat yang seharusnya memiliki fungsi tertentu untuk aktifitas tertentu namun dapat mendefinisikan fungsi lain dengan aktifitas lain. Character yang paling melekat di kawasan studi ini adalah dimana permukiman nelayan yang menjual beragam jenis ikan asap di sepanjang permukiman ditepi jalan raya. Hasil kajian ini menunjukan genius loci yang ada diharapkan dapat menunjang pengembangan wisata kawasan tersebut.Kata Kunci: Genius loci, permukiman nelayan.
POLA PERGERAKAN WISATAWAN DI KAWASAN WISATA TUAN KENTANG Asriana, Nova; Syahriyah, Dewi Rachmaniatus
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Tuan Kentang is a district that is located in downstream of Palembang City, South Sumatera. Geographically, Tuan Kentang has a potential position which is in capital city of Palembang and bordered by Musi river and Ogan river. This location is very unique because of the traditional houses which are well-known from Sriwijaya Kingdom, especially the tradition of handwoven which is called by Jumputan. According to this potential evidence, the various of tourism attractions stimulate the pedestrian and tourist movement. This goal of study aims to investigate the spatial pattern of pedestrian movement in Tuan Kentang village where this investigation will be recommended and design strategy to develop tourism attractions in this area. This research is formed by qualitative method descriptively. In addition, collecting data and observing area is executed by surveying in certain time. This sample of this study is non-random purposive sampling technically, such as local people and tourist who visit in this area. This analysis depicts tourist movement patterns in Tuan Kentang which have spatial goal-oriented on focusing to final destination. Keyword: Movement, Tourism, Tuan KentangAbstrak: Tuan Kentang adalah sebuah kelurahan yang berada di kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Secara geografis, Kelurahan Tuan Kentang berada di Pusat kota Palembang, tepatnya bagian hulu Kota dan berbatasan langsung dengan Sungai Ogan. Selain kondisi geografisnya yang unik, Kawasan Tuan Kentang ini juga terkenal dengan peninggalan rumah – rumah tradisional Kota Palembang, seperti Rumah Limas Gudang dan budaya turun menurun dalam pembuatan kerajinan tenun tradisional Jumputan. Uniknya objek wisata serta banyaknya variasi objek wisata yang tersebar di wilayah kawasan wisata tuan kentang memicu adanya pergerakan wisatawan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola keruangan yang terbentuk dari pergerakan wisatawan di Kawasan Wisata Tuan Kentang. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam pengembangan titik-titik objek wisata di Kawasan Wisata Tuan Kentang. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan survei dan observasi dalam kurun waktu tertentu. Sampel dipilih dengan teknik non-random purposive sampling, yaitu masyarakat lokal setempat serta wisatawan yang datang untuk mengunjungi kawasan wisata Tuan Kentang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola Pergerakan wisatawan di kawasan wisata Tuan Kentang saat ini memiliki tipe spasial goal oriented, yaitu berorientasi pada tujuan.Kata Kunci: Pergerakan, Pariwisata, Tuan Kentang

Page 8 of 45 | Total Record : 448


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024 Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Desember 2023 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023 Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal arsitektur ARCADE Juli 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2018 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2017 More Issue