AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Jurnal Ilmu Komunikasi AGUNA merupakan salah satu media penyebarluasan hasil penelitian dan pemikiran yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan maupun di luar Universitas Amikom Purwokerto. Jurnal Komunikasi AGUNA diterbitkan oleh Universitas Amikom Purwokerto. Kata AGUNA berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya berguna atau bermanfaat. Merujuk pada makna AGUNA tersebut, diharapkan artikel ilmiah yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Komunikasi AGUNA mempunyai manfaat teoretis dan praktis bagi kalangan akademisi maupun masyarakat. Jurnal Ilmu Komunikasi AGUNA diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Januari dan Juli
Articles
51 Documents
Analisis Film Ngeri-Ngeri Sedap: Pendekatan Metode Roland Barthes
Patria, Tegar Adhitama Dava;
Pamungkas, Bagus Aji;
Asadulloh, Hafidz
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1: Januari (2024)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35671/aguna.v5i1.2838
Penelitian ini menggali analisis konten visual dan dialog dalam film "Ngeri-Ngeri Sedap" dengan menggunakan kerangka teoritis analisis semiotik Roland Barthes. Penelitian ini bertujuan mengungkap pesan moral tersembunyi dalam film tersebut melalui pendekatan analisis semiotik Roland Barthes. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini memfokuskan pada adegan-adegan tertentu dalam film. Dalam pendekatan analisis ini, denotasi digunakan untuk mengidentifikasi tanda-tanda yang terlihat pada level permukaan, sementara konotasi dieksplorasi untuk mengungkap makna tersembunyi di balik tanda-tanda tersebut. Penelitian ini juga melibatkan analisis mitos untuk mengidentifikasi ide-ide implisit yang dipahami secara kolektif dalam konteks film tersebut. Dengan menerapkan pendekatan semiotik Roland Barthes, penelitian ini mengungkap struktur naratif yang rumit dan mendalam dalam "Ngeri-Ngeri Sedap". Temuan penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana film ini menyampaikan pesan moral kepada penonton melalui penggunaan tanda-tanda visual dan dialog. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam memahami representasi simbolis dan pesan tersembunyi dalam karya seni audiovisual, memperkaya pemahaman analisis semiotik dalam konteks film.
Grup Whatsapp Sebagai Sarana Diskusi Pada Panturapost (Studi Penggunaan Media Baru)
Reza Abineri
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1: Januari (2021)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35671/aguna.v2i1.1054
Pesatnya kemajuan teknologi memberikan dampak dalam pola komunikasi yang menjadi lebih praktis. Kemajuan teknologi yang berbasis kepraktisan memunculkan aplikasi pengiriman pesan, salah satunya adalah Whatsapp. Teknologi Whatsapp yang berbasis jaringan internet memungkinkan orang dapat berkomunikasi dengan tidak mengenal waktu, tempat, dan jarak. Nasrullah mengkategorikan Whatsapp sebagai media interaktif di mana antar anggotanya dapat saling memberikan timbal balik. Maka sebagai media interaktif, Whatsapp banyak digunakan orang termasuk dalam proses keredaksian jurnalistik professional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan Whatsapp di Redaksi Panturpost. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penggalian data observasi, wawancara yang disesuaikan dengan etnografi virtual. Metode penggalian etnografi virtual yang berbasis jaringan internet. Penelitian ini berfokus pada grup Whatsapp “Redaksi Panturapost” yang merupakan media siber jurnalistik di wilayah Tegal, Brebes, Pemalang hingga Batang. Panturapost sebagai media siber yang terdata di Dewan Pers, menggunakan sarana grup Whatsapp dalam seluruh proses pembuatan produk jurnalistiknya. Hasilnya adalah Whatsapp membantu dalam proses perencanaan, pengorganisasian, dan kontrol setiap produk jurnalistiknya.
Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film Pendek “Wedok”
Raja Satria Wibawa;
Ismah Aulia Shalsabila;
Bunga Asriandhini
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1: Januari (2021)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35671/aguna.v2i1.1216
Permasalahan kesetaraan gender di Indonesia masih sering terjadi. Pendidikan merupakan salah satu contoh tidak adilnya kesetaraan gender, di mana tugas perempuan tidak untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi. Film pendek dengan judul Wedok adalah salah satu film yang mengangkat permasalahan kesetaraan gender. Film tersebut mengisahkan seorang wanita yang sehari-hari hidup di dapur namun menginginkan kebebasan untuk mendapatkan pendidikan. Ia patuh dan tidak memiliki hak apapun sehingga hanya menjadi wanita dapur biasa. Karena hasrat dan keinginannya yang kokoh ia tetap belajar secara otodidak, ia tidak mewariskan larangan tersebut pada anak wanita pada generasi selanjutnya yang sudah bisa mendapatkan pendidikan. Diproduksi oleh Lanang Production Film Wedok telah banyak meraih penghargaan di kancah nasional maupun internasional. Film Wedok ini memuat simbol-simbol menarik yang disampaikan dalam film. Tujuan penelitin ini untuk menganalisis makna simbolik yang terkandung dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika dari Roland Barthes yang mengkaji mengenai makna denotasi, makna konotasi, dan makna mitos yang terkandung dalam film untuk membedah pesan simbolik yang terkandung dalam film. Dengan mengetahui semiotika dari film wedok maka masyarakat ataupun penonton dapat mengetahui, merasakan, serta kritis terhadap tekanan kesetaraan gender yang dialami khususnya kepada perempuan. Diharapkan adanya adanya Film Wedok ini dapat memunculkan film-film lanjutan mengenai kesetaraan gender sehingga dapat memberi edukasi serta mengurangi tindak ketidaksetaraan gender di Indonesia.
Represi Kepada LGBT Dalam Pemberitaan Media Online Larangan Dukungan One Love Di Piala Dunia Qatar
Lobodally, Altobeli
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1: Januari (2024)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35671/aguna.v5i1.2832
The Qatar 2022 Football World Cup with the issue of banning voicing support for LGBT has been in the spotlight for several mass media. Including the Indonesian mass media that packs German shut-up news that supports LGBT, with shades of Islamic breathing sentences. The choice of words and sentences is nothing more than an attempt to repress LGBT as folk devils and become a moral panic that is worth the profit. This research aims to uncover LGBT repression in the news of the ban on One Love's support at the 2022 Qatar World Cup. The research will use the theory of Moral panic and treat the news as a text that will decipher each word and sentence. Thus, the social semiotics of M.A.K. Halliday will be used as a research method. This study found that LGBT is only a means of fighting between the European camp and the Arab camp. LGBT advocates are labeled as frontal and defiant opposers. This news uses the figure of speech Pars Pro Toto, which seems to be on behalf of all parties even though it is not. This news adds to the hatred and repression of LGBT people who feel only profit.
Komunikasi Antarbudaya Delegasi India Dan Indonesia Dalam International Model United Nations (IMUN) 2021
Yulia, Damayanti;
Aan, Herdiana
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2: Juli (2023)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35671/aguna.v4i2.2628
Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi antarbudaya delegasi India dan Indonesia International Model United Nations 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma deskriptif interpretatif dan teori model komunikasi antarbudaya oleh William B. Gudykunst dan Young Yun Kim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam faktor budaya terdapat perbedaan karakteristik pada delegasi India dan delegasi Indonesia. Dalam aktor sosiobudaya adanya penataan sosial berkaitan dengan konsep diri pada delegasi India dan Indonesia saat berinteraksi satu sama lain yang saling mengaktualisasikan diri dan mengidentifikasikan diri mereka dengan peran-peran tertentu secara kuat. Dan faktor psikobudaya berupa penataan pribadi yang berkaitan dengan stereotipe dan etnosentrisme yang ditunjukkan oleh delegasi India dan Indonesia saat berinteraksi. Selain komunikasi verbal yang digunakan delegasi India dan Indonesia dalam menyampaikan pesan, melainkan juga komunikasi nonverbal berupa gestur tubuh, mimik wajah, nada suara, dan kontak mata. Kata kunci: Komunikasi Antarbudaya, Delegasi India dan Indonesia, International Model United Nations, Model Gudykunst dan Kim
Aktivitas Public Relations Universitas Amikom Yogyakarta Dalam Meningkatkan Citra Melalui Media Digital Podcast AMIKOMJOGJA
Permata, Elizabeth Diah;
Saputra, Erik Hadi
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1: Januari (2023)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35671/aguna.v4i1.2195
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai citra Universitas Amikom Yogyakarta melalui podcast Amikomjogja yang di dirikan oleh public relation Amikom. Obyek penelitian ini adalah podcast Amikomjogja yang menjadi media relation Universitas Amikom Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, untuk mengetahui citra yang dihasilkan podcast Amikomjogja digunakan konsep citra menurut Frank Jefkins (2003). Penelitian ini juga menggunakan metodelogi studi kasus untuk mengetahui dan mempelajari suatu kejadian yang berkaitan dengan objek penelitian tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan observasi. Narasumber wawancara dalam penelitian ini adalah Manager podcast Amikomjogja sekaligus staff public relation Amikom. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, serta triangulasi data penelitian dilakukan dengan mewawancarai Ketua BDPKN Yogyakarta dengan observasi pada pemberitaan mengenai podcast Amikomjogja. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa podcast Amikomjogja membantu membentuk serta mempertahakan citra dari Universitas Amikom Yogyakata.
Manajemen Produksi Program I-Tems Di Mata Milenial Indonesia Tv
Khoirdudin, Khoirdudin;
Vera, Nawiroh
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2: Juli (2023)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35671/aguna.v4i2.2591
Manajemen produksi program televisi adalah semua aktifitas atau proses pembuatan produksi program acara TV sesuai dengan rancangan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien atau tindakan memikirkan dan mencapai hasil yang diinginkan melalui usaha kerabat kerja yang terdiri dari tindakan mendayagunakan bakat bakat manusia dan sumber daya manusia televisi, manajemen produksi program televisi meliputi tiga hal yaitu praproduksi, produksi, pasca produksi. Dalam penelitian ini membahas mengenai manajemen produksi program i-tems pada tayangan mata milenial indonesia tv. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen produksi program i-tems pada tayangan mata milenial indonesia tv. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana peneliti ditempatkan sebagai instrument kunci, Teknik pengumpulan data dilakukan penggabungan dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui proses observasi dan wawancara dengan para informan, data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskripstif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen produksi yang terdapat pada program I-Tems di Mata Milenial Indonesia TV, pada dasarnya sama dengan sistem manajemen pada program produksi yang lainnya, hanya saja pastinya memiliki sedikit perbedaan-perbedaan dengan sistem manajemen dalam program lain. Program I-Tems terdiri dari tiga segmen dengan durasi tayangan program selama tiga puluh menit, dengan segemen satu dan dua Let’s talk about, untuk segmen tiga versus, disiarkan pada kanal YouTube Mata Milenial Indonesia TV dan Digital Terestrial Wilayah Jayapura Papua Kanal 43 UHF Digital Kanal 48 UHF Analog.
Analisis Makna Toxic Masculinity Pada Film The Power Of The Dog (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Dalail, Firdaus Alfhat;
Alfirahmi, Alfirahmi
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1: Januari (2024)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35671/aguna.v5i1.2865
Film The Power Of The Dog memiliki adegan-adegan dan unsur toxic masculinity, dengan tanda-tanda yang merepresentasikan superior laki-laki yang tidak boleh memiliki sifat feminin. Ada stereotip yang berkembang di masyarakat mengenai toxic masculinity, seperti pria tidak boleh menangis, pria harus tegap dengan segala situasi, pria tidak boleh lemah. Stereotip tersebut lahir dari budaya toxic masculinity. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis makna toxic masculinity pada film The Power Of Dog (Analisis Semiotika Roland Barthes). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik analisis semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaknaan denotasi pada film The Power of The Dog adalah pria kasar, dominan, dan menggunakan kekerasan dalam menguasai dan mendominasi orang lain. Konotasi dalam film ini dapat terlihat dari laki-laki menggunakan kekerasannya menciptakan lingkungan yang penuh ketakutan dan ketidakamanan, memperkuat konsep dominasi dan kontrol, serta merusak hubungan keluarga dan individu. Mitos toxic masculinity dalam film ini tercermin dalam persepsi bahwa kekerasan, dominasi, dan ketidakmampuan untuk menunjukkan emosi adalah bagian yang tidak terhindarkan dari maskulinitas yang kuat. Makna toxic masculinity film "The Power of the Dog" mengacu pada penekanan kekerasan dan dominasi laki-laki harus memiliki sifat yang kasar, agresif, dan dominan.
Strategi Komunikasi Humas Polda Jabar Dalam Menjalankan Aktivitas External Public Relations
Fitrananda, Charisma Asri;
Santika, Muhammad Adhi
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1: Januari (2023)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35671/aguna.v4i1.2187
Penelitian ini berjudul “STRATEGI HUMAS POLDA JABAR DALAM MENJALAKAN AKTIVITAS EXTERNAL PUBLIC RELATIONS”. Tujuan dan kegunaan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas external public relations di Humas Polda Jawa Barat.Penelitian ini menggunakan excellence theory dari Grunig, dkk. Excellence theory membahas tentang peran dan fungsi ideal humas yang harus dijalankan dalam sebuah organisasi melalui excellence communications. Excellence communications terdiri dari tiga aspek yang saling terkait, yaitu pengetahuan dasar, harapan bersama dan budaya partisipasi organisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan observasi dan tidak ada pengujian teori. Paradigma penelitian post-positivisme mengutamakan data verbal untuk diolah. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini, ketiga aspek dari excellence communication sudah diterapkan dengan baik pada aktivitas external public relations di Humas Polda Jawa Barat. Humas mampu mengelola arus informasi baik internal maupun eksternal, melakukan komunikasi dua arah antara Polda Jabar dengan masyarakat. Adanya harapan bersama antara humas dan pimpinan agar tidak sulit mendapatkan persetujuan dalam setiap perencanaan kegiatan kehumasan. Budaya komunikasi yang diterapkan dalam kegiatan external public relations adalah komunikasi terbuka yang meningkatkan partisipasi semua pihak terkait.
Makna Ritual dan Komunikasi Transendental pada Keyakinan Diri Seniman Lukis Banyumas
Maulida, Afiliasari;
Turistiati, Ade Tuti;
Sari, Rida Purnama
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No. 1: Januari (2025)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35671/aguna.v6i1.3099
Perkembangan seni lukis di Banyumas semakin mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dunia seni seringkali tidak lepas dari kegiatan ritual serta tradisi yang dilakukan oleh senimannya, termasuk seniman lukis Banyumas. Namun, kegiatan ritual yang dilakukan para seniman tersebut sering menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat tentang kemistisannya. Kenyataannya, banyak makna lain yang terkandung tentang nilai-nilai budaya serta makna keyakinan diri dari masing-masing seniman yang melakukan ritual. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami proses komunikasi transendental yang terjadi dalam ritual, pesan atau makna yang tersirat, dan proses terbentuknya keyakinan diri melalui ritual. Penelitian ini menggunakan konsep efikasi diri dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual yang dilakukan oleh seniman lukis Banyumas merupakan bentuk penghormatan pada leluhur budaya serta meningkatkan self-efficacy. Selain itu, ritual yang dilakukan membuat mereka lebih percaya diri dalam berkarya dan berkomunikasi menyampaikan pesan melalui seni. Self-efficacy yang tinggi berdampak positif pada proses penciptaan seni dan kehidupan lain di luar kesenian, menciptakan lingkungan penuh energi positif dan toleran. Kata Kunci: Seni lukis; komunikasi transcendental; self-efficacy; ritual; makna