cover
Contact Name
Rizki Wahyudi
Contact Email
rizki.key@gmail.com
Phone
+6285711000715
Journal Mail Official
aguna@amikompurwokerto.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjend Pol. Soemarto No.127, Watumas, Purwanegara, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53127
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 27466558     EISSN : 2746654X     DOI : 10.35671/aguna
Jurnal Ilmu Komunikasi AGUNA merupakan salah satu media penyebarluasan hasil penelitian dan pemikiran yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan maupun di luar Universitas Amikom Purwokerto. Jurnal Komunikasi AGUNA diterbitkan oleh Universitas Amikom Purwokerto. Kata AGUNA berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya berguna atau bermanfaat. Merujuk pada makna AGUNA tersebut, diharapkan artikel ilmiah yang diterbitkan dalam Jurnal Ilmu Komunikasi AGUNA mempunyai manfaat teoretis dan praktis bagi kalangan akademisi maupun masyarakat. Jurnal Ilmu Komunikasi AGUNA diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Januari dan Juli
Articles 65 Documents
Strategi Komunikasi Simpatisan Politik Anies Baswedan: Studi Etnometodologi Pada Akun @chozin di Pilpres 2024 Zakaria, Rendra; Zulzilah, Siti
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2: Juli (2024)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v5i2.2959

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna sosial dan konstruksi realitas melalui analisis mendalam terhadap tindakan dan interaksi yang terjadi dalam kelompok simpatisan Anies Baswedan di akun media sosial Instagram @chozin.id. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan teori pendekatan etnometodologi yang melibatkan satu narasumber dan lima informan untuk melakukan validasi. Akun Instagram @chozin.id berhasil membangun citra politik Anies Baswedan di Instagram sebagai pemimpin yang transparan, berkomitmen, dan dekat dengan masyarakat. Makna positif tersebut tak hanya menumbuhkan kepercayaan, namun juga menjadikan Anies Baswedan sebagai sosok yang disegani dan diapresiasi masyarakat. Akun Instagram @chozin.id mengukur keberhasilannya meningkatkan citra Anies Baswedan dengan melihat jumlah viewer di akun Instagram miliknya. Strategi komunikasi politik simpatisan Anies Baswedan pada Pilpres 2024, khususnya melalui Instagram @chozin.id, berhasil menciptakan citra positif dan mendukung peningkatan popularitas Anies Baswedan dalam konteks pesta demokrasi. Namun demikian, penting untuk terus memantau dan menyikapi tantangan yang mungkin muncul agar citra positif yang telah dibangun dapat tetap terjaga
Hubungan Antara Loyalitas Pelanggan Dengan Brand Trust Mie Gacoan Di Kota Bogor Pasca Isu Kehalalan Salma Syaqra Nisa; Valencia Angeline; Amelia Samawanti
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1: Januari (2026)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v7i1.3283

Abstract

ABSTRAK Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam konsumsi mie. Hal ini mencerminkan besarnya peluang sekaligus tantangan bagi industri kuliner seperti Mie Gacoan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara loyalitas pelanggan dengan brand trust Mie Gacoan di Kota Bogor pasca munculnya isu negatif terkait kehalalan produk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling terhadap 96 responden yang berdomisili di Bogor dan mengetahui isu tersebut. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kedua variabel dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,742 dan tingkat signifikansi 0,001. Temuan deskriptif mengungkapkan bahwa 83,3% responden tetap memilih Mie Gacoan meskipun diterpa isu negatif, yang menunjukkan adanya trust resilience yang tinggi. Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan merek merupakan fondasi utama yang menjaga loyalitas pelanggan bahkan di tengah krisis informasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengalaman konsumsi yang positif dan keterikatan emosional mampu memitigasi dampak rumor negatif. Peneliti menyarankan manajemen Mie Gacoan untuk memperkuat komunikasi krisis yang transparan dan secara proaktif mengedukasi publik mengenai status sertifikasi halal secara konsisten. Langkah ini penting untuk menjaga reputasi jangka panjang dan meminimalisir skeptisisme konsumen di era digital yang sensitif terhadap isu-isu kehalalan. Kata-kata Kunci: Loyalitas Pelanggan; Kepercayaan Brand; Mie Gacoan; Isu Negatif; Isu Kehalalan
Hadir Tapi Tak Terlihat: Mediatisasi Kesehatan Mental pada Program Televisi Publik Indonesia A.A.I Prihandari Satvikadewi
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1: Januari (2026)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v7i1.3290

Abstract

ABSTRAK Isu kesehatan mental semakin penting dan strategis saat ini, seiring meningkatnya prevalensi gangguan mental dan masih kuatnya stigma di masyarakat. Televisi publik, dengan mandat pelayanan publik dan legitimasi institusional yang kuat, memiliki peran penting dalam membangun literasi, menurunkan stigma, dan membuka ruang diskursus kesehatan mental yang inklusif. Namun, dalam ekosistem media yang terdigitalisasi dan terfragmentasi, kehadiran isu kesehatan mental di televisi publik kerap bersifat sporadis dan kurang terlihat secara kultural. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana isu kesehatan mental diproduksi, diformat, dan diposisikan dalam program televisi publik Indonesia dalam kerangka teori mediatisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan teknik analisis isi kualitatif model Mayring. Data diperoleh dari program kesehatan mental di TVRI Nasional dan TVRI Daerah yang dipilih secara purposif, mencakup program nasional dan lokal dengan variasi format, segmentasi audiens, dan konteks produksi. Analisis difokuskan pada bentuk program, logika produksi, kepatuhan regulasi, serta inovasi daerah dalam relasi dengan logika mediatisasi. Temuan menunjukkan bahwa program kesehatan mental di TVRI didominasi format talkshow dengan logika keamanan dan kepatuhan regulatif yang kuat. Pada level nasional, mediatisasi cenderung bersifat akomodatif dan normatif, menghasilkan kehadiran simbolik tanpa visibilitas kultural (symbolic presence-without cultural visibility) yang luas. Sebaliknya, TVRI daerah memperlihatkan praktik mediatisasi mikro yang lebih adaptif melalui inovasi digital, pendekatan lokal, dan format partisipatif, meskipun masih terfragmentasi. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa mediatisasi dalam televisi publik tidak hanya terjadi lintas media, tetapi juga secara internal dalam organisasi media publik. Kata-kata Kunci: televisi publik; kesehatan mental; mediatisasi; TVRI; analisis isi kualitatif
Pengaruh Konten Instagram Fomoplaces Terhadap Minat Berkunjung Followers Ke Kopi Slushy by Kopi Tuku Maghvira Tuzzahra; Lidya Wati Evelina
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1: Januari (2026)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v7i1.3288

Abstract

ABSTRAK  Keberadaan media sosial saat ini mengubah cara hidup masyarakat. Media sosial memudahkan masyarakat  mencari rekomendasi tempat dan memanfaatkan fitur foto dan video sehingga memberikan gambaran lebih jelas tentang tempat tersebut. Salah satu akun Instagram yang memiliki jenis konten rekomendasi tempat makan ataupun kafe adalah @fomoplaces. Dari banyaknya konten  akun Instagram @fomoplaces, peneliti memilih konten Kopi Slushy by Kopi Tuku untuk dikaji karena konten tersebut memiliki engagement paling tinggi dibandingkan konten lainnya dalam periode 2 Januari – 15 Mei 2025. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh  konten Instagram terhadap minat berkunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan survei pada pengikut (followers) akun Instagram @fomoplaces dengan jumlah  followers sebanyak 92.400. Analisis data menggunakan software SPPS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan konten Instagram (X) memiliki pengaruh terhadap minat berkunjung (Y) sebesar 13,1%. Pada variabel (X) konten Instagram, dimensi factors menjadi dimensi yang mendapatkan nilai indeks paling tinggi. Artinya, akun Instagram @fomoplaces harus bijak mempertahankan nilai kebermanfaatan dalam membuat konten rekomendasi tempat makan dan kafe. Sedangkan, dimensi persuasion mendapat nilai indeks paling rendah. Artinya, akun Instagram @fomoplaces perlu mempertimbangkan visual konten yang ditampilkan pada unggahan Kopi Slushy by Kopi Tuku. Pada variabel (Y) minat berkunjung, minat referensial mendapatkan nilai indeks paling tinggi. Maka itu, akun Instagram @fomoplaces perlu konsisten  membuat konten sehingga semakin banyak followers membagikan konten  akun Instagram @fomoplaces. Sedangkan, minat eksploratif mendapat nilai indeks paling rendah. Artinya, akun Instagram @fomoplaces perlu membuat konten lebih informatif sehingga mendorong followers untuk mencari tahu lebih lanjut di internet. Kata-kata Kunci: Coffee shop; Followers; Instagram; Konten; Minat kunjung
Peran Strategi Komunikasi Visual dalam Membangun Personal Branding Generasi Z di Media Sosial Dila Aulia; Wajar Bimantoro
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1: Januari (2026)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v7i1.3285

Abstract

ABSTRAK Perkembangan media sosial telah mengubah cara Generasi Z membangun identitas diri dan reputasi personal di ruang digital. Komunikasi visual, yaitu penggunaan elemen visual seperti warna, tipografi, komposisi, dan gaya tampilan sebagai media penyampaian pesan, kini menjadi elemen strategis dalam menciptakan personal branding yang konsisten, autentik, dan kredibel. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategi komunikasi visual dalam membangun personal branding Generasi Z di media sosial dengan meninjau bagaimana mereka mengelola impresi, menerapkan keterampilan komunikasi digital, serta mengekspresikan diri secara autentik dalam menciptakan citra personal yang positif. Pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap delapan informan Generasi Z yang aktif di Instagram dan TikTok, serta analisis konten visual terhadap unggahan media sosial mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi visual berperan signifikan dalam membentuk persepsi publik melalui konsistensi warna, tone (suasana visual secara keseluruhan), dan gaya visual untuk menampilkan citra profesional dan menarik. Keterampilan komunikasi digital, khususnya storytelling, penulisan caption persuasif, dan interaksi aktif dengan audiens, memperkuat efektivitas personal branding. Pengalaman ekspresi diri yang autentik menjadi dasar kepercayaan dan kedekatan emosional dengan pengikut sehingga meningkatkan reputasi dan daya saing profesional di dunia kerja digital. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi visual bukan sekadar aspek estetika, tetapi juga alat strategis dalam membangun citra diri dan kepercayaan publik di era digital serta menekankan pentingnya literasi digital bagi Generasi Z agar dapat menciptakan personal branding yang etis, konsisten, dan relevan dengan perkembangan media sosial modern. Kata-kata Kunci: komunikasi visual; personal branding; Generasi Z; media sosial; strategi digital
Komunikasi Intrapersonal sebagai Bentuk Resiliensi Diri Atlet Pencak Silat dalam Mengelola Kecemasan Pra-Pertandingan Putri Aulia; Siti Zulzilah; Bella Amalia; Widiastiana Vista Wijaya
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1: Januari (2026)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v7i1.3287

Abstract

ABSTRAK  Kecemasan pra-pertandingan merupakan kondisi yang umum dialami atlet pencak silat dan berpotensi memengaruhi fokus, motivasi, serta kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi. Dalam situasi tersebut, atlet tidak hanya mengandalkan komunikasi eksternal dengan pelatih atau lingkungan, tetapi juga mengaktifkan komunikasi intrapersonal sebagai proses internal untuk menata pikiran, emosi, dan kesiapan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi intrapersonal sebagai bentuk resiliensi diri atlet pencak silat dalam mengelola kecemasan pra-pertandingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Subjek penelitian adalah atlet pencak silat Perguruan Pencak Silat Mustika Bagawat pada kategori usia pra-remaja dan remaja. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi intrapersonal berperan strategis dalam membantu atlet mengelola dialog batin, menata emosi, menjaga fokus, serta mempertahankan motivasi menjelang pertandingan. Ditinjau melalui Self-Determination Theory, komunikasi intrapersonal berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan kemandirian, kompetensi, dan keterhubungan yang memperkuat resiliensi diri atlet dalam menghadapi tekanan pra-pertandingan. Kata-kata Kunci: komunikasi intrapersonal, Self-Determination Theory, resiliensi diri, kecemasan pra-pertandingan, atlet pencak silat
KOMUNIKASI KAMPANYE LINGKUNGAN DI MEDIA INSTAGRAM OLEH CARBONETHICS INDONESIA Bonny Perkasa Halim; Aprilianti Pratiwi; Ahmad Badari Burhan
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1: Januari (2026)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v7i1.3289

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi kampanye lingkungan yang dilakukan oleh CarbonEthics Indonesia melalui media sosial Instagram, dengan fokus pada kesenjangan antara tingginya eksposur visual konten dan rendahnya keterlibatan audiens dalam tindakan keberlanjutan yang nyata. Meskipun CarbonEthics berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan offline dengan tingkat partisipasi yang tinggi, keterlibatan audiens di Instagram masih terbatas pada interaksi pasif seperti likes dan jarang berkembang menjadi partisipasi aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ajakan bertindak (call to action), kolaborasi dengan influencer, serta karakter interaktivitas konten dalam mendorong keterlibatan audiens terhadap isu keberlanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi kegiatan kampanye, wawancara mendalam dengan pengikut Instagram CarbonEthics, dan analisis konten unggahan Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten kampanye lingkungan yang informatif dan menarik secara visual belum cukup efektif dalam mendorong tindakan nyata apabila tidak disertai ajakan bertindak yang spesifik dan mudah diimplementasikan. Selain itu, keterlibatan influencer yang kredibel terbukti memperkuat resonansi pesan, namun belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam strategi komunikasi digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara kampanye offline dan strategi komunikasi Instagram yang interaktif, partisipatif, serta berorientasi pada perubahan perilaku audiens. Kata-kata Kunci: komunikasi kampanye; keberlanjutan; Instagram; influencer; ajakan bertindak; keterlibatan audiens
PHUBBING SEBAGAI KRISIS KEHADIRAN SOSIAL DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL SANTRI DAN ORANG TUA PERSPEKTIF DISONANSI KOGNITIF Anggita Melviana; Nurma Yuwita
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2: Juli (2026)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v7i2.3447

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah pola komunikasi interpersonal, termasuk relasi antara santri dan orang tua di lingkungan pondok pesantren. Fenomena phubbing, yaitu perilaku mengabaikan lawan bicara karena lebih memilih fokus pada telepon genggam, berpotensi memunculkan krisis kehadiran sosial (social presence crisis) pada momen kunjungan orang tua yang semestinya menjadi ruang pemulihan kedekatan emosional antara santri dan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana phubbing memunculkan krisis kehadiran sosial dalam komunikasi interpersonal santri dan orang tua di Pondok Pesantren Ngalah, mengkaji pengalaman kedua pihak terhadap dampak phubbing, serta menganalisis disonansi kognitif yang dialami santri ketika melakukan phubbing. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretatif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap sebelas informan yang terdiri atas pengurus asrama, santri, dan wali santri, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi pesantren memberi pengecualian tanpa batasan waktu penggunaan telepon genggam pada momen kunjungan, sehingga membuka ruang bagi santri untuk mengabaikan orang tua yang datang. Kehadiran fisik santri tidak selalu diikuti oleh kehadiran psikologis dan emosional, yang pada beberapa kasus berkembang menjadi perubahan pola komunikasi anak dalam jangka panjang. Fenomena ini turut menimbulkan disonansi kognitif pada santri, yang direduksi melalui dua strategi utama, yaitu rasionalisasi dan perubahan perilaku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi pesantren perlu diperjelas dengan batasan waktu penggunaan telepon genggam saat kunjungan, disertai edukasi adab digital, agar momen kunjungan tetap bermakna sebagai ruang pemulihan komunikasi interpersonal antara santri dan orang tua.Kata-kata Kunci: phubbing; kehadiran sosial; komunikasi interpersonal; disonansi kognitif; pondok pesantren
STRATEGI PENGELOLAAN KONTEN TIKTOK DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS (STUDI KASUS PADA AKUN @LUMECOLORS) Mochammad Mirza; Ari Suseno
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2: Juli (2026)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v7i2.3445

Abstract

Meningkatnya persaingan dalam industri kecantikan mendorong setiap merek untuk mengembangkan strategi komunikasi digital yang mampu membangun kesadaran merek secara efektif. TikTok menjadi salah satu platform yang banyak dimanfaatkan karena memiliki karakteristik konten yang interaktif, cepat menyebar, dan mampu menjangkau audiens yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan konten TikTok dalam membangun brand awareness pada akun @lumecolors . Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Informan penelitian terdiri atas empat konten Creator internal Lumecolors dan enam pengguna aktif TikTok yang mengikuti akun @lumecolors, yang dipilih melalui teknik purposive sampling . Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan konten yang memadukan konten berbasis tren, storytelling , dan Employee-generated content mampu meningkatkan jangkauan, keterlibatan audiens, serta memperkuat pengenalan merek. Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh kemampuan pembuat dalam menghasilkan konten yang relevan dengan karakteristik audiens dan mengikuti dinamika algoritma TikTok. Meskipun demikian, perubahan tren yang cepat, tuntutan konsistensi produksi konten, dan tingginya persaingan antarkonten menjadi tantangan utama dalam mempertahankan efektivitas strategi komunikasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan konten yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada kebutuhan audiens merupakan faktor penting dalam membangun brand awareness melalui media sosial, sekaligus memberikan pentingnya praktis bagi perusahaan dalam merancang strategi komunikasi pemasaran digital yang lebih efektif.Kata-kata Kunci: TikTok, strategi pengelolaan konten, kesadaran merek , komunikasi pemasaran digital, studi kasus
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH BAGI PENYANDANG DISABILITAS UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK DI KABUPATEN BANTUL Nailan Sofiah Siregar; Alfian Muhazir; Herlambang Jati Kusumo
AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2: Juli (2026)
Publisher : AGUNA: Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/aguna.v7i2.3441

Abstract

Berdasarkan data rekapitulasi partisipasi pemilih penyandang disabilitas yang dihimpun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul pada Pemilu 2024, tingkat partisipasi pemilih penyandang disabilitas tercatat hanya berkisar 32,42–33,00% untuk seluruh jenis pemilu, jauh di bawah target partisipasi pemilih penyandang disabilitas yang ditetapkan KPU sebesar 85–100%. Rendahnya angka tersebut diduga berkaitan dengan belum terpenuhinya kebutuhan media sosialisasi pemilih pendidikan yang sesuai dengan karakteristik komunikasi setiap ragam disabilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan media sosialisasi pendidikan pemilih bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bantul, mengidentifikasi kesesuaian media yang telah digunakan KPU dengan karakteristik beragam disabilitas, serta merekomendasikan rekomendasi media yang lebih aksesibel. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap delapan informan dari komunitas CIQAL dan HIDIMU Bantul serta KPU Kabupaten Bantul, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan media berbeda secara signifikan antarragam disabilitas. Penyayang netra total membutuhkan media audio yang kompatibel dengan TalkBack dan penghambatan oleh format running text, sementara penyandang netra ringan masih dapat mengandalkan media berbasis teks namun menghadapi hambatan aksesibilitas fisik di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Penyayang Tuli/Rungu membutuhkan Juru Bahasa Isyarat (JBI) dan subtitle terstruktur; Penumpang fisik/daksa lebih memerlukan aksesibilitas fisik daripada adaptasi media; Seorang psikolog psikologis memerlukan pendekatan berjenjang sesuai tingkat keparahan; dan penyandang intelektual membutuhkan media bergambar sederhana dengan pendampingan. Penelitian ini juga menemukan bahwa komunitas difabel menjadi saluran informasi paling efektif, namun berisiko menciptakan eksklusi bagi yang tidak berorganisasi, serta bahwa rendahnya partisipasi lebih disebabkan oleh hambatan struktural daripada rendahnya motivasi pemilih. Rekomendasi utama penelitian ini adalah pengembangan video yang mencakup satu format untuk semua yang memadukan audio, visual, teks, dan JBI secara bersamaan.Kata-kata Kunci: media sosialisasi; pemilih pendidikan; penyandang disabilitas; partisipasi politik; aksesibilitas