cover
Contact Name
Sudikno
Contact Email
onkidus@gmail.com
Phone
+6281316350502
Journal Mail Official
redaksipgm@yahoo.com
Editorial Address
Grand Centro Bintaro Blok B2, Jl. Raya Kodam Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan 12320 Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research)
ISSN : 01259717     EISSN : 23388358     DOI : https://doi.org/10.36457
Core Subject : Health, Social,
Focus and Scope Penelitian Gizi dan Makanan is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health in the field of food and nutrition. This journal is intended as a medium for communication among stake holders on health research such asresearchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter. The journal is trying to meet the growing need to study health. Vision: Becoming a notable national journal in the field of food and nutritions towards a reputable international journal. Mission: Providing scientific communication media in food and nutritions research in order to advance science andtechnology in related fields. Organizes scholarly journal publishing in health research with an attempt to achieve a high impact factorin the development of science and technology.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "JILID 15 (1992)" : 15 Documents clear
CIRI-CIRI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN: KAITANNYA DENGAN KIE GIZI, PANGAN DAN KESEHATAN Djoko Susanto; Siti H. Soetedjo; Tjetjep S. Hidayat; Hermina Hermina; Triasari Andanwerti; Nurfi Afriansyah
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 15 (1992)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2243.

Abstract

CIRI-CIRI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN: KAITANNYA DENGAN KIE GIZI, PANGAN DAN KESEHATAN
KERAGAAN PENGETAHUAN GIZI DAN PENGETAHUAN PRAKTEK PEMBERIAN MAKANAN BAYI DAN ANAK DARI IBU DENGAN BALITA GIZI BURUK DI DAERAH BOGOR DAN SEKITARNYA Hermina Hermina
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 15 (1992)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2244.

Abstract

Dalam upaya menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk telah banyak dilakukan berbagai usaha misalnya melalui kegiatan Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK). Namun demikian sampai saat ini masih banyak ditemukan anak balita yang menderita gizi kurang dan gizi buruk serta masih tetap merupakan masalah utama dalam bidang gizi dan kesehatan. Temuan dari telaahan terdahulu menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi konsumsi pangan dan status gizi anak balita. Tujuan penelitian ini: menggali keragaman di lapangan berkenaan dengan pengetahuan gizi dan pengetahuan praktik pemberian makanan bayi dan anak dari ibu balita gizi buruk guna meningkatkan program KIE gizi dalam penyusunan model penyuluhan terarah untuk mencegah terjadinya gizi kurang dan gizi buruk pada usia dini. Penelitian dilakukan di daerah Bogor dan sekitarnya. Responden penelitian adalah ibu-ibu dari anak balita penderita gizi buruk (n=32) yang berobat di Klinik Gizi Puslitbang Gizi, Bogor. Sebagai kontrol diambil 30 responden yang mempunyai anak balita gizi baik dan menjadi tetangga dari anak balita gizi buruk dengan dasar pelayanan kesehatan yang sama yaitu Puskesmas dan Posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu dengan balita gizi buruk berbeda dan lebih rendah dibandingkan dengan ibu balita gizi baik, sementara pengetahuan praktik cara pemberian makanan bayi dan anak dari ibu balita gizi buruk juga berbeda dan lebih rendah dibandingkan dengan ibu balita gizi baik. Pengetahuan gizi yang kurang dan pengetahuan praktik pemberian makanan bayi dan anak dari ibu-ibu balita yang cenderung kurang tepat cukup berperan dan menentukan keadaan gizi yang kurang dan kemungkinan akan bertambah buruk jika hal-hal tersebut tidak segera mendapat pelayanan kesehatan yang tepat guna baik di Puskesmas maupun di Posyandu.
PENGETAHUAN GIZI MURID SEKOLAH DASAR (SD) DAN SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT PERTAMA (SLTP) DI KOTAMADYA BOGOR Anies Irawati; Damanhuri Damanhuri; Fachrurrozi Fachrurrozi
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 15 (1992)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2245.

Abstract

Penelitian tingkat pengetahuan gizi murid SD dan SLTP telah dilakukan di Kotamadya Bogor. Sampel terdiri dari 270 murid SD dan 270 murid SLTP yang berasal dari 6 SD dan 6 SLTP. Pengetahuan yang ingin diketahui meliputi guna makanan dan zat gizi, bahan makanan sumber zat gizi, empat sehat lima sempurna, kebiasaan makan, serta sumber pengetahuan gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid SD maupun SLTA kurang memahami pengetahuan gizi dengan baik. Pengetahuan yang kurang dipahami adalah guna zat gizi dan bahan makanan sumber zat gizi. Pengetahuan gizi murid SLTP relatif lebih baik daripada pengetahuan gizi murid SD. Ada kaitan erat antara tingkat pengetahuan gizi orangtua murid (ayah dan ibu) dan materi ilmu gizi di sekolah (sumber pengetahuan gizi) dengan pengetahuan gizi murid SD dan SLTP.
KERAGAAN ANAK BALITA PASCA PEMULIHAN GIZI BURUK Arnelia Arnelia; Astuti Lamid; Sri Muljati; Paul Matulessy
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 15 (1992)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2246.

Abstract

Salah satu upaya penanggulangan KEP berat adalah kegiatan Pemulihan Gizi Buruk yang dikembangkan oleh Puslitbang Gizi Buruk. Sekitar 80% anak balita dapat pulih setelah mengikuti paket kegiatan selama enam bulan. Penelitian ini dilakukan pada tahun 1991 terhadap 60 anak usia balita dan telah selesai mengikuti pemulihan gizi buruk pada tahun 1987 sampai 1990, dengan tujuan untuk pengkajian keragaan mereka sekarang. Data yang dikumpulkan adalah berat badan, tinggi badan, umur, kondisi klinis dan sosial ekonomi. Status gizi ditentukan menurut baku Harvard serta gabungan indeks antropometri menurut baku WHO-NCHS. Sampel terbanyak berumur lebih dari empat tahun (40%) dan 2-3 tahun (30%), dengan umur terendah 18 bulan dan tertinggi 60 bulan. Tingkat pendidikan orang tua rata-rata SD, sebagian besar bekerja sebagai buruh dan tukang atau supir. Berdasarkan indeks Berat Badan/Umur, terlihat status gizi anak meningkat dibandingkan dulu (selesai pemulihan) yaitu gizi buruk turun dari 21.7% menjadi 18.3% dan gizi baik naik dari 3.3% menjadi 6.7%. Demikian pula indeks Berat Badan/Tinggi Badan, gizi buruk tetap 1.6% dan gizi baik naik dari  15.1% menjadi 36.7%. Sebaliknya, dampak gizi buruk waktu lampau terlihat lebih jelas dengan indeks Indeks Tinggi Badan/Umur, yaitu gizi buruk naik dari 33.3% menjadi 43.3% dengan gizi baik 5.0%. Jika digunakan gabungan ketiga indeks, keragaannya adalah 65% termasuk baik pernah kurang gizi, 20% gizi buruk dulu sampai sekarang, 8.3% normal. Pengelompokkan dalam gabungan indeks ini akan lebih memudahkan untuk menentukan langkah selanjutnya guna meningkatkan status gizi anak balita pasca pemulihan gizi buruk.
PENGGUNAAN GARAM BERIODIUM OLEH MASYARAKAT: STUDI KASUS DI 12 DESA DI PROPINSI JAWA TIMUR DAN NUSA TENGGARA BARAT Astuti Lamid; Tjetjep S. Hidayat; Arnelia Arnelia; Triasari Andanwerti; Nurfi Afriansyah
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 15 (1992)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2247.

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mempelajari penggunaan garam beriodium oleh masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan secara cross-sectional di enam desa Propinsi Jatim dan enam desa Propinsi NTB. Responden adalah 60 ibu rumah tangga per desa di Jatim dan 50 ibu rumah tangga per desa di NTB. Data yang dikumpulkan adalah keadaan sosial-ekonomi keluarga, konsumsi garam beriodium, pengetahuan tentang penyakit gondok endemik dan ketersediaan garam beriodium. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa lebih dari 86% responden di Jatim menggunakan garam beriodium sehari-hari sedangkan di NTB hanya 10-16%. Di Jatim nampaknya responden sudah mengetahui manfaat garam beriodium disamping ditunjang oleh ketersediaan garam beriodium di desa sehingga penggunaan garam beriodiium di Jatim lebih tinggi. Hanya sebagian kecil responden di Jatim yang tidak menggunakan garaam beriodium karena faktor kebiasaan dan harga garam beriodium yang dirasakan lebih mahal. Responden desa-desa penelitian di Jatim memperoleh pengetahuan tentang penyakit gondok dan manfaat garam beriodium dari kader Posyandu dan petugas Puskesmas. Di NTB persentase ibu rumah tangga yang menggunakan garam beriodium masih rendah. Hal ini disebabkan sebagian besar (78-90%) responden belum mengetahui manfaat garam beriodium karena di desa-desa penelitian di NTB belum ada kegiatan penyuluhan yang berkaitan dengan penyakit gondok endemik. Selain itu juga disebabkan oleh ketersediaan garam beriodium di NTB yang nampaknya masih kurang.
ANALISIS RISIKO TERJADINYA KKP PADA ANAK BATITA KARENA IBU MENDERITA ASMA Sri Muljati; Arnelia Arnelia; Basuki Budiman
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 15 (1992)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2248.

Abstract

ANALISIS RISIKO TERJADINYA KKP PADA ANAK BATITA KARENA IBU MENDERITA ASMA
PENGASUHAN DAN KEADAAN GIZI ANAK DARI IBU YANG BEKERJA DI DKI JAKARTA Heryudarini Harahap; Dyah Santi Puspitasari
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 15 (1992)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2249.

Abstract

PENGASUHAN DAN KEADAAN GIZI ANAK DARI IBU YANG BEKERJA DI DKI JAKARTA
LEMAK TUBUH KARYAWAN INDONESIA Y. Krisdinamurtirin; M. Saidin; Sri Murni Prastowo
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 15 (1992)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2250.

Abstract

LEMAK TUBUH KARYAWAN INDONESIA
POLA KEGIATAN DAN PENGGUNAAN ENERGI REMAJA PUTRI Y. Krisdinamurtirin; Yuniar R. Purwono
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 15 (1992)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2251.

Abstract

Penelitian mengenai pola kegiatan dan penggunaan energi remaja putri telah dilakukan pada tahun 1991/1992, dengan anggaran rutin. Sebagai subjek adalah siswi SLTA. Remaja putri daerah perkotaan 49 orang SLTA di Kodya Bogor, dan remaja putri daerah pedesaan 45 orang siswi SLTA Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ialah mendapatkan nilai penggunaan energi sehubungan dengan kegiatan yang dilakukan golongan remaja putri, baik dari daerah perkotaan maupun dari daerah pedesaan. Jumlah subjek perkotaan untuk analisis data 33 orang, untuk subjek pedesaan 37 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: rata-rata umur, berat badan, tinggi badan, Body Mass Index (BMI), keadaan gizi (% BB/TB), % lemak tubuh/BB, kedua kelompok perbedaannya tidak bermakna (P>0.05). Rata-rata Hb subjek perkotaan 12.5g%, subjek pedesaan 11.0g% (perbedaan bermakna, p<0.01). Rata-rata BMR subjek perkotaan 1104 Kkal/hari, atau 24.39 Kkal/kg BB/hari atau 0.017 Kkal/kg BB/mmenit atau 58.05 Kkal/BMI/24 jam. BMR subjek pedesaan 1238 Kkal/hari atau 27.3 Kkal/kg BB/hari, atau 0.019 Kkal/kg BB/hari, atau 65.73 Kkal/BMI/24 jam. Pola kegiatan kedua kelompok terdapat perbedaan terutama pada kegiatan occupational household task dan naik mobil, lebih banyak dilakukan oleh subjek pedesaan. Besarnya penggunaan energi untuk berbagai kegiatan sehari-hari, kelompok pedesaan lebih besar (39.7 Kkal/kg BB/hari) daripada penggunaan energi kelompok perkotaan (35.5 Kkal/kg BB/hari). Maka taksiran nilai kecukupan energi bagi remaja putri adalah 40 Kkal/kg BB/hari, sepadan dengan nilai anjuran kecukupan Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi tahun 1988.
PREVALENSI KKP ANAK BALITA DI WILAYAH INDONESIA BAGIAN TIMUR Dewi Permaesih; Atmarita Atmarita; Ignatius Tarwotjo; Muhilal Muhilal
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 15 (1992)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2252.

Abstract

Telah dianalisis data berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) anak Balita yang dikumpulkan pada waktu pelaksanaan Studi Prevalensi Defisiensi Vitamin A dan Zat-zat Gizi Lainnya di Wilayah Indonesia Timur pada tahun 1990/1991. Tujuan analisis ini terutama untuk mengetahui prevalensi Kurang Kalori Protein (KKP) di empat propinsi Wilayah Indonesia Bagian Timur (IBT) dan perbandingan antara prevalensi KKP menurut perhitungan berdasarkan median baku Harvard dengan Z-skor berdasarkan baku WHO-NCHS. Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi gizi buruk dan sedang (KKP) di wilayah IBT masing-masing 17% menurut indeks BB/U berdasarkan median baku Harvard dan 44% menurut indeks BB/U berdasarkan -2 SB baku WHO-NCHS. Prevalensi KKP menurut TB/U berdasarkan Z-skor WHO-NCHS hampir sama dengan prevalensi menurut indeks BB/U berdasarkan median bahan baku Harvard. Untuk mendapatkan prevalensi KKP yang hampir sama antara kedua indikator tersebut, batas ambang penentuan status KKP (gizi baik dan gizi kurang) menurut indeks BB/U berdasarkan baku WHO-NCHS adalah antara -2.6 SB dan -2.8 SB, atau rata-rata -2.75 SB.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

1992 1992


Filter By Issues
All Issue Vol. 47 No. 2 (2024): PGM VOL 47 NO 2 TAHUN 2024 Vol. 47 No. 1 (2024): PGM VOL 47 NO 1 TAHUN 2024 Vol. 46 No. 2 (2023): PGM VOL 46 NO 2 TAHUN 2023 Vol. 46 No. 1 (2023): PGM VOL 46 NO 1 TAHUN 2023 Vol. 45 No. 2 (2022): PGM VOL 45 NO 2 TAHUN 2022 Vol. 45 No. 1 (2022): PGM VOL 45 NO 1 TAHUN 2022 Vol. 44 No. 2 (2021): PGM VOL 44 NO 2 TAHUN 2021 Vol. 44 No. 1 (2021): PGM VOL 44 NO 1 TAHUN 2021 Vol. 43 No. 2 (2020): PGM VOL 43 NO 2 TAHUN 2020 Vol. 43 No. 1 (2020): PGM VOL 43 NO 1 TAHUN 2020 Vol. 42 No. 2 (2019): PGM VOL 42 NO 2 TAHUN 2019 Vol. 42 No. 1 (2019): PGM VOL 42 NO 1 TAHUN 2019 Vol. 41 No. 2 (2018): PGM VOL 41 NO 2 TAHUN 2018 Vol. 41 No. 1 (2018): PGM VOL 41 NO 1 TAHUN 2018 Vol. 40 No. 2 (2017) Vol. 40 No. 1 (2017) Vol. 39 No. 2 (2016) Vol. 39 No. 1 (2016) Vol. 38 No. 2 (2015) Vol. 38 No. 1 (2015) Vol. 37 No. 2 (2014) Vol. 37 No. 1 (2014) Vol. 36 No. 2 (2013) Vol. 36 No. 1 (2013) Vol. 35 No. 2 (2012) Vol. 35 No. 1 (2012) Vol. 34 No. 2 (2011) Vol. 34 No. 1 (2011) Vol. 33 No. 2 (2010) Vol. 33 No. 1 (2010) Vol. 32 No. 2 (2009) Vol. 32 No. 1 (2009) Vol. 31 No. 2 (2008) Vol. 31 No. 1 (2008) Vol. 30 No. 2 (2007) Vol. 30 No. 1 (2007) Vol. 29 No. 2 (2006): PGM VOL 29 NO 2 Desember Tahun 2006 Vol. 29 No. 1 (2006) Vol. 28 No. 2 (2005) Vol. 28 No. 1 (2005) Vol. 27 No. 2 (2004) Vol. 27 No. 1 (2004) Vol. 26 No. 2 (2003) Vol. 26 No. 1 (2003) Vol. 25 No. 2 (2002) Vol. 25 No. 1 (2002) JILID 24 (2001) JILID 23 (2000) JILID 22 (1999) JILID 21 (1998) JILID 20 (1997) JILID 19 (1996) JILID 18 (1995) JILID 17 (1994) JILID 16 (1993) JILID 15 (1992) JILID 14 (1991) JILID 13 (1990) JILID 12 (1989) JILID 11 (1988) JILID 10 (1987) JILID 9 (1986) JILID 8 (1985) Vol. 6 (1984): JILID 6 (1984) JILID 7 (1984) Vol. 5 (1982): JILID 5 (1982) JILID 4 (1980) JILID 3 (1973) JILID 2 (1972) JILID 1 (1971) More Issue