cover
Contact Name
Monica Widyaswari
Contact Email
monicawidyaswari@unesa.ac.id
Phone
+6282231135605
Journal Mail Official
jplus@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Lidah Wetan: Terletak di Jl. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Kec. Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur 60213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J+Plus: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah
  • jurnal-pendidikan-luar-sekolah
  • Website
ISSN : 23379286     EISSN : -     DOI : -
Strategi, metode, dan model pembelajaran dalam Pendidikan Nonformal Teknologi dan media pembelajaran untuk Pendidikan Nonformal Pelatihan berbasis komunitas dan pengembangan keterampilan Inovasi dalam pendidikan masyarakat dan pendidikan seumur hidup Pendidikan vokasional dan pelatihan kerja Program pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan Kebijakan dan manajemen Pendidikan Nonformal Studi kasus implementasi Pendidikan Nonformal di berbagai wilayah Kolaborasi antar lembaga dalam mendukung Pendidikan Nonformal Evaluasi program dan dampak Pendidikan Nonformal
Articles 755 Documents
Peran Kader Surabaya Hebat dalam Mendorong Kesehatan Lansia di Kelurahan Gubeng Kota Surabaya Vivi Oktaviani; Heryanto Susilo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was motivated by the low participation of older adults in health programs and the heavy digital administrative burden faced by the Kader Surabaya Hebat (KSH) in Gubeng Subdistrict. The central issue of this study is the role of KSH in promoting elderly health, along with the supporting and inhibiting factors. The objective of this study is to analyze the strategic role of KSH as agents of elderly health empowerment at the community level. The benefits of this research include theoretical contributions to the development of Non-Formal Education (NFE) and practical benefits for improving the quality of life for the elderly as well as optimizing government services. The theoretical framework of this study utilizes Role Theory, the concept of Andragogy, and Ecological Systems Theory. This research employs qualitative approach using a case study design. Research subjects were selected through purposive sampling involving community health workers, the elderly, health workers, and neighborhood association (RW) officials. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model, which includes data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that KSHs perform a multidimensional role as health educators, facilitators of POSGA and R1N1 services, social motivators, and implementers of monitoring through the Sayang Warga (ASW) application. The effectiveness of these roles is driven by family support, intrinsic motivation, community solidarity through voluntary contributions (jimpitan), and interagency collaboration. However, there are obstacles in the form of digital administrative burdens (role overload), misalignment in coordination processes, and the declining physical condition of the elderly. The study concludes that strengthening the self-reliance of community health workers and simplifying the reporting system are crucial for sustainability.
Pengaruh Kompetensi Fasilitator Terhadap Partisipasi Masyarakat Program Sekolah Orang Tua Hebat di Kota Surabaya Clara Aritonang; Heryanto Susilo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community participation is a key determinant of the success of non-formal education programs, including the Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) program designed to enhance parents' capacity in child-rearing. Variations in community participation levels were found in Lidah Wetan Village, Surabaya, presumably related to differences in facilitator competence. This study aimed to determine the effect of facilitator competence on community participation in the SOTH program. A quantitative approach with simple linear regression analysis was used, involving all 58 active participants as the total sample. Data were collected using a closed questionnaire with a four-point Likert scale, tested for validity using Pearson Product Moment correlation and reliability using Cronbach's Alpha. The results showed that facilitator competence has a positive and significant effect on community participation, with a t-value of 2.036 > t-table 2.003 and significance value of 0.046 < 0.05. The regression equation is Y = 17.295 + 0.230X, with R² = 0.069, meaning facilitator competence contributes 6.9% to community participation. It is recommended that program organizers conduct continuous training and supervision on andragogy facilitation, participatory communication, and professional development to increase active community participation.
Pengelolaan Program Wisata Buku Sebagai Upaya Penguatan Literasi Di Perpustakaan Umum Kota Surabaya Inarotul Amania; Shobri Firman Susanto
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat baca dan kunjungan masyarakat ke perpustakaan umum mendorong Perpustakaan Umum Kota Surabaya untuk berinovasi melalui Program Wisata Buku. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan Program Wisata Buku sebagai upaya penguatan literasi yang mencakup aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh dari 14 informan, meliputi koordinator pelaksana, penanggung jawab kegiatan, pendongeng, pendamping tur, peserta program, dan guru pendamping, serta dokumen-dokumen terkait. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Wisata Buku dikelola secara terstruktur melalui: (1) perencanaan yang dirancang sesuai tujuan yang ditetapkan dengan strategi promosi yang disesuaikan dengan sasaran peserta; (2) pengorganisasian dengan pembagian tugas berdasarkan keahlian dan koordinasi yang fleksibel; (3) pelaksanaan melalui rangkaian kegiatan literasi interaktif berupa tur perpustakaan, membaca nyaring, mendongeng, dan permainan edukatif bertema literasi yang disesuaikan dengan jenjang peserta; serta (4) pengawasan melalui evaluasi pascakegiatan dan rapat koordinasi berkala. Program ini mampu menumbuhkan ketertarikan peserta untuk kembali ke perpustakaan sekaligus memperluas wawasan literasi mereka melampaui kemampuan membaca dan menulis. Penilaian keberhasilan program yang masih bersifat kualitatif perlu dikembangkan menjadi indikator yang lebih terukur agar evaluasi dapat dilakukan secara lebih sistematis.
Implementasi Pelatihan Marketing dalam Meningkatkan Praktik Kualitas Layanan Pelaku UMKM di Lapak Oro-Oro Ombo Nasrita Vina Safitri; I Ketut Atmaja Johny Artha
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah pelaku UMKM di Lapak Oro–Oro Ombo Kota Madiun yang belum diimbangi dengan kualitas layanan optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pelatihan marketing dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek pelaku UMKM, fasilitator, dan pengelola lapak. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan marketing meningkatkan kualitas layanan, terutama pada komunikasi, keramahan, dan kesadaran pelanggan. Faktor pendukung meliputi motivasi, materi, dan lingkungan. Faktor penghambatnya adalah keterbatasan pengalaman dan minimnya pendampingan.
Implementasi Community Learning dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo Sydney Amelia Wulandari; Ali Yusuf
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan limbah minyak jelantah yang belum dimanfaatkan secara optimal menjadi salah satu isu lingkungan bagi masyarakat, di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo, kondisi ini kemudian direspon melalui program community learning dalam bentuk pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi community learning dalam upaya pemberdayaan masyarakat di Kampoeng Sinaoe Sidoarjo, dengan fokus pada proses pembelajaran dan bentuk pemberdayaan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam proses implementasi program, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi community learning berlangsung melalaui perencanaan, sosialisasi, dan pelaksanaan yang bersifat partisipatif serta berbasis praktik langsung (experiential learning), dimana masyarakat terlibat aktif dalam seluruh proses kegiatan dan mengalami peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran lingkungan. Namun, dampak terhadap kemandirian ekonomi masih terbatas karena program belum berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan lanjutan dan pengembangan program agar pemberdayaan masyarakat dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.
Hubungan Partisipasi Program Sekolah Perempuan Dengan Resiliensi Perempuan Kepala Keluarga di Kecamatan Lakarsantri Kota Surabaya Angelia Anjani Telaum Banua; Wiwin Yulianingsih
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women-headed households (PEKKA) are vulnerable to various economic, social, and psychological pressures, so they need the ability to cope with daily life. One form of non-formal education is the Women’s School Program (SEKOPER), which helps build women’s capacity, independence, and resilience in facing various challenges. This program provides women not only with practical skills but also with mental and social empowerment that helps them become stronger. This study aims to analyze the significance of the relationship between the SEKOPER Program and resilience as empirical evidence of the effectiveness of community-based non-formal education in enhancing the psychosocial resilience of female heads of households. This study employed a quantitative approach, specifically a correlational study. The sample consisted of 50 participants who were actively involved in the SEKOPER Program and had passed validity and reliability tests. Pearson’s product-moment correlation and SPSS were used to analyze the data. The results of the study indicate a positive and significant correlation between participation in the SEKOPER Program and the level of resilience among PEKKA members in Lakarsantri Subdistrict (r = 0.639; p = 0.000). These findings suggest that PEKKA members who participate more actively in the SEKOPER Program tend to have higher levels of resilience. The SEKOPER Program has demonstrated that it not only helps people acquire skills and become more self-reliant, but also helps women maintain their psychosocial resilience when facing various life challenges.
Kecanduan Game Roblox dan Implikasinya terhadap Interaksi Sosial Generasi Z: Prespektif Pendidikan Informal di Kelurahan Simomulyo Shafira Aisyana; Desika Putri Mardiani
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi kecanduan game Roblox terhadap interaksi sosial Generasi Z serta peran pendidikan informal keluarga di Kelurahan Simomulyo Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan game Roblox ditandai dengan meningkatnya durasi bermain, sulit mengontrol waktu bermain, dan konflik dengan keluarga. Implikasinya terlihat pada menurunnya komunikasi tatap muka, berkurangnya partisipasi sosial, dan meningkatnya interaksi virtual. Keluarga berperan melalui pengawasan penggunaan gadget, pembatasan waktu bermain, dan komunikasi terbuka dengan anak. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kecanduan game Roblox berdampak pada interaksi sosial Generasi Z sehingga peran keluarga sebagai pendidikan informal sangat penting dalam membentuk kontrol diri remaja.
Implementasi Strategi Belajar dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Tanpa Mengeja dan Menulis pada Anak Usia Dini di Bimbingan Belajar Anak Hebat (AHE) Radegansari Kavita Alivia Rani; Widodo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca tanpa mengeja dan menulis pada anak usia dini merupakan keahlian dasar yang penting digunakan untuk mendukung keberhasilan belajar pada tahapan berikutnya. Penelitian yang digunakan ini memakai pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian yaitu terdiri dari pemilik lembaga, tutor mengajar, serta wali murid peserta didik yang ada di Bimbingan Belajar Anak Hebat (AHE) Radegansari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Teknik analisis data dijalankan melalui reduksi data, penyajian data, dan juga penarikan kesimpulan, sedangkan untuk keabsahan data memakai triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi belajar dilakukan melalui tiga tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pelaksanan kegiatan belajar dapat berjalan lancar melalui tahapan pembelajaran tutor memberikan bimbingan berulang sehingga peserta didik anak usia dini berhasil dalam meningkatkan kemampuan membaca tanpa mengeja dan menulis. Kegiatan belajar juga menunjukkan peningkatan peserta didik yang ditandai dengan meningkatnya kepercayaan diri, minat dalam belajar, serta kemampuan membaca dan menulis pada anak usia dini. Dengan demikian, implementasi strategi belajar membaca tanpa mengeja di Bimbingan Belajar Anak Hebat (AHE) Radegansari mampu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis anak usia dini secara bertahap dan efektif.
Peran Kader Surabaya Hebat (KSH) dalam Menumbuhkan Kualitas Kesehatan Keluarga di Kelurahan Wiyung Kota Surabaya Dinda Harsanica; Heryanto Susilo
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesehatan keluarga sebagai dasar kesejahteraan masyarakat, serta masih adanya keterbatasan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Kondisi tersebut mendorong perlunya peran pihak yang mampu melakukan pendampingan secara langsung, salah satunya Kader Surabaya Hebat (KSH). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran KSH dalam menumbuhkan kualitas kesehatan keluarga di Kelurahan Wiyung Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri dari KSH, petugas puskesmas, perangkat kelurahan, dan masyarakat yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KSH berperan sebagai pendamping, edukator, fasilitator, dan penghubung antara masyarakat dengan layanan kesehatan. Bentuk pendampingan meliputi kunjungan rumah, edukasi kesehatan, pendataan, dan pemantauan kondisi keluarga yang dilakukan secara berkelanjutan. Peran tersebut memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku hidup sehat keluarga. Meskipun terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu dan partisipasi masyarakat, dukungan pemerintah dan kedekatan kader dengan masyarakat menjadi faktor pendukung utama. Dengan demikian, KSH berkontribusi dalam menumbuhkan kualitas kesehatan keluarga secara bertahap.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Organisasi Fatayat NU Pimpinan Ranting (PR) Rejodadi untuk Mendukung Kemandirian Ibu Rumah Tangga di Dusun Rejodadi Maslahatul Bariroh; Rivo Nugroho
J+PLUS UNESA Vol. 15 No. 2 (2026): J+PLUS, Desember 2026 (In Press)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Women in rural areas continue to face gender inequality influenced by patriarchal culture and limited access to social and economic opportunities. In the context of the santri community in Rejodadi Hamlet, women are often positioned within the domestic sphere, resulting in limited social participation. Religious-based women’s organizations such as Fatayat NU play a strategic role as a medium of non-formal education in supporting the process of women’s empowerment. This study aims to describe the perspectives of Fatayat NU administrators and members regarding women’s positions, explain the forms of empowerment implemented, and analyze their impact on the independence of housewives. The study employed a descriptive exploratory qualitative approach using non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation involving seven informants. The findings reveal that Fatayat NU PR Rejodadi implements empowerment programs in religious, economic, social, and leadership sectors. These programs contribute to the improvement of members’ emotional, intellectual, social, and economic independence. This study demonstrates that women’s religious organizations at the hamlet level can serve as agents of empowerment that strengthen women’s capacities within the culture of santri communities.