cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
POTENSI MIKROORGANISME SEBAGAI AGEN BIOREMIDIASI DALAM MENURUNKAN KADAR CR (VI) DALAM LIMBAH CAIR TEKSTIL HASIL PEWARNAAN Fatmawati, Umi; Sajidan, Sajidan; Suranto, Suranto
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.247 KB)

Abstract

ABSTRACT Hexavalent chrom (Cr(VI)) is recognized as toxic heavy metal, produced from textile printing manufacture. Negatif effect  of Cr(VI) shuold be reduced towards biotic environtment, so it is important to reduce Cr(VI) become Cr(III) which little hazard. Pseudomonas aeruginosa, Pseudomonas putida, Klebsiella pneumonia, Pantoea sp and Saccharomyces cerevisieae. They are including as resistent Cr(VI) microorganism and they have ability to reduce Cr(VI). The aim of the research is to know the ability of microorganism in reducing Cr(VI) and knowing protein band pattern between Cr(VI) resistent microorganism and microorganism which is inoculated on LB broth without Cr(VI).  Electrophoresis SDS-PAGE is the methode which is used to indentified protein expression. While, for knowing concentration Cr(VI) in liquid medium is used by 1,5 difenilkarbazid methode. The quantitative data is obtained being analyzed by ANAVA two factorial continued with Duncan test at 1% level test. The qualitative data include protein expression analyzed by Relative mobility (Rf) and for knowing molecular weight of protein is used protein marker. The qualitative data had been analyzed by descriptive qualitative methode.The result of the research shows that  in Cr(VI) concentration after being treat by the microorganisms at the initial concentration 0, 5ppm, 1 ppm, 5 ppm and 10 ppm and compared  the reduce Cr(VI) capability from the average procentage data each microorganism are: P. putida (65%) > S. cerevisieae (64,45%) > P. aeruginosa (60,73%) > Pantoea sp (50,22%) > K. pneumonia (47,82%) > without microorganism (34,25%). The adding microorganisms have influence toward reduction of Cr(VI). Key word: Cr heavy metal, microorganism, protein, electrophoresis
PENERAPAN DVD 6M PENDIDIKAN KEPADA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN MEDIA TELEVISI Henie, Mimien; Al Muhdhar, Irawati
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.822 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian pengembangan ini merupakan penelitian tahun ketiga yaitu uji coba lapangan skala luas terhadap produk E-Media DVD 6M berbasis elektronik televisi melalui J-TV. Tujuan penelitian adalah meningkatkan pemahaman dan pembudayan masyarakat Jawa Timur dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui penerapan E-Media DVD 6M berbasis elektronik televisi. Ujicoba dirancang sebagai penelitian tindakan. Subyek penelitian adalah sekelompok masyarakat di satu kota kecil Lumajang,  satu kota besar Malang, dan satu kota metropolitan Surabaya. Instrumen pengumpulan data adalah tes pemahaman dan checklist pembudayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Setelah diberi tindakan DVD 6M melalui media Televisi dan dibantu dengan DVD player di rumah, menunjukkan terjadinya peningkatan nilai pemahaman ataupun pembudayaan 6M oleh masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Rata-rata nilai pemahaman sebelum tindakan dari masyarakat di kota kecil Lumajang adalah 75 meningkat setelah tindakan menjadi 82. Nilai rata-rata masyarakat kota kecil Lumajang dalam pembudayaan 6M sebelum tindakan adalah 40 meningkat setelah tindakan menjadi 78.  Rata-rata nilai pemahaman sebelum tindakan dari masyarakat di kota besar Malang adalah 77 meningkat setelah tindakan menjadi 86 dan nilai rata-rata pembudayaan masyarakat dalam 6M sebelum tindakan adalah 49 meningkat setelah tindakan menjadi sebesar 81. Untuk masyarakat kota metropolitan Surabaya, rata-rata nilai pemahaman sebelum tindakan adalah 84 meningkat setelah tindakan menjadi sebesar 89 dan nilai rata-rata pembudayaan masyarakat dalam 6M sebelum tindakan adalah 44 meningkat setelah tindakan menjadi sebesar 90.   Kata Kunci: DVD 6M, sampah rumah tangga, media televisi, pemahaman, pembudayaan
STRATEGI RQA DALAM PEMBELAJARAN GENETIKA BERBASIS METAKOGNITIF DAN RETENSI: SATU SISI LAHIRNYA GENERASI EMAS Sumampouw, Herry Maurits
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.23 KB)

Abstract

Indonesia akan memiliki SDM  unggul di tahun 2045 dan dapat menentukan jati diri dan nasib bangsa. Keadaan ini dapat dilakukan bila ditunjang oleh bidang pendidikan  sains yang  merupakan skala prioritas saat ini. Perkembangan biologi dewasa ini ditentukan oleh genetika dan perkembangannya sangat spektakuler, untuk itu pembelajaran harus menggunakan strategi yang baik dan tepat, agar pebelajar memahami konsep dengan tepat, benar dan mendalam. Keberadaan ini, jika  terpenuhi, kita  dapat mengikuti, mengantisipasi perkembangan dan menguasai IPTEKS. Salah satu cara yang tepat dalam pembelajaran genetika adalah dengan strategi RQA,  karena pebelajar dapat  memberdayakan kemampuan metakognitif dan pengembangan keterampilan metakognitif pebelajar adalah suatu tujuan pendidikan yang berharga, serta dapat bertanggung jawab kemajuan belajarnya sendiri. Hal ini berdampak pada  retensi pebelajar karena selang beberapa waktu tertentu pebelajar dapat mengingat kembali konsep-konsep apa yang pernah didapat dan bukan tidak mungkin dapat mengimplementasikannya dalam kegiatan kesehariannya. Kegiatan ini hanya dapat diperoleh melalui pendidikan sains. Bangsa Indonesia pada 32 tahun kedepan akan memperingati 100 tahun Indonesia merdeka. Sewajarnya dan tidak boleh ditunda lagi kita mempersiapkan generasi emas yang berkarakter, lewat pembelajaran genetika yang berbasis metakognitif dan retensi agar generasi emas kita mampu bersaing di era global.  Kata kunci: RQA, metakognitif, retensi, generasi emas
HUBUNGAN KEKERABATAN FENETIK MARGA TARENNA DI SUMATERA Indah, Novita Kartika
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.292 KB)

Abstract

Tarenna merupakan kerabat dekat dari  Ixora atau soka yang keberadaannya  belum dikenal masyarakat luas karena marga ini hanya dijumpai di hutan. Selain itu  Tarenna  tidak memiliki variasi warna bunga  yang menarik seperti   Ixora. Keanekaragaman  jenis Tarenna tidak dikenal  di Indonesia, hanya masyarakat yang tinggal di sekitar hutan seperti masyarakat pulau Sumatra yang mengenal  Tarenna  dengan nama seperti kayu tabu (Lampung) kepala tupai dan pelaju (Riau), jalung (Jambi), kayu urat dan melinjung (Palembang) dan masih banyak lagi. Berpijak dari hal tersebut, penelitian ini mencoba mengenalkan Tarenna melalui mendeskripsikan hubungan kekerabatan fenetik 13 jenis Tarenna  (T. adpressa. T. bancana, T. confusa, T. constata, T. dasyphylla, T. fragrans. T. incerta, T. kobusii, T. longiflora, T macroptera, T. mollis, T. sumatrana, T. winkleri)  di Sumatera.  Penelitian ini menggunakan spesimen herbarium yang telah dikoleksi dari berbagai daerah di Sumatera yang tersimpan di Herbarium Bogoriense. Setelah spesimen dideskripsikan secara morfologi dengan menggunakan program clad97, akan dihasilkan fenogram yang digunakan  mengetahui hubungan kekerabatan fenetik deskripsi 13 jenis dengan indeks similaritas. Penelitian ini meggunakan 45 karakter morfologi.  Hasil fenogram tersebut yaitu terdapat dua kelompok besar. Kelompok pertama yang terdiri  T. adpressa. T. confusa, T. constata, T. dasyphylla, T. fragrans. T. incerta, T. kobusii, T. longiflora, T macroptera, T. mollis, T. sumatrana, T. winkleri mempunyai indeks similaritas   dengan T. bancana  sebesar 0, 58 dan ini merupakan indeks terkecil, sedangkan similaritas  tertinggi  (0,87) antara T. fragrans  dengan T. confusa.   Kata kunci: Hubungan Kekerabatan, Fenetik, Tarenna, Sumatera, Program Clad97
APLIKASI METODE PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR ZAT ADIKTIF DAN PSIKOTROPIKA PADA MATA PELAJARAN SAINS DI SMP MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA Khoiriyah, Siti
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5575.335 KB)

Abstract

Abstrak Di tengah keprihatinan penulis terhadap bahaya zat adiktif dan psikotropika di kalangan generasi muda (siswa), penulis rnencoba untuk berperan aktif melalui upaya peningkatan pemahaman siswa terhadap zat adiktif dan psikotropika. Hasil penelitian di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta terhadap hasil ulangan di kelas VIII D, dari 38 siswa hanya 23,7% atau 9 siswa yang mencapai batas nilai ketuntasan yaitu 60. Sedangkan 76,3% atau 29 siswa belum tuntas pada kompetensi dasar mendeskripsikan sifat pengaruh zat adiktif dan psikotropika dalam sains. Melalui penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pembelajaran Contectual Teaching and Learning (CTL), lebih menekankan pada pemberdayaan siswa sehingga hasil belajar bukan sebatas pengenalan nilai, akan tetapi penghayatan dan penerapan nilai-nilai dalam kehidupan nyata. Salah satu metode pembelajaran CTL yang dapat diberikan pada siswa adalah metode problem based instruction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar zat adiktif dan psikotropika dengan aplikasi pembelajaran model problem based instruction, pada siswa kelas  VIII SMP Muharnmadiyah l Surakarta. Jenis penelitian tindakan kelas yang akan mengungkap kompetensi dasar mendeskripsikan sifat dan menghindarkan diri dari pengaruh zat adiktif dan psikotropika. Pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara pustaka, dokumentasi dan tes hasil belajar. Prosedur penelitian tindakan kelas terdiri dari tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan tindakan, observasi, refleksi dam evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan, melalui metode problem based instruction, terbukti meningkatkan hasil belajar zat adiktif dan psikotropika dalam mata pelajaran sains dengan hasil pada evaluasi tiap siklus selalu meningkat. Dari ulangan awal ke evaluasi siklus III mengalami peningkatan 94,7% yaitu dari 38 siswa, 36 siswa tuntas, sedangkan 2 siswa atau 5,2% belum mencapai ketuntasan kompetensi dasar zat adiktif dan psikotropika dalam bidang kesehatan dalam mata pelajaran Sains. Tanggapan siswa terhadap pembelajaran problem based instruction 95,2% menyatakan menarik, mudah dipahami, merupakan pembelajaran aktif, menyenangkan dan inovatif. Untuk itu disarankan kepada para guru sains kiranya dapat mengadopsi model pembelajaran problem based instruction siswa dalam melaksanakan pembelajaran materi sains lain yang memiliki karakteristik seperti materi zat adiktif dan psikotropika * Guru Sains SMP Muhammadiyah 1 SKA Kata Kunci : problem based instruction; hasil belajar; zat adiktif dan psikotropika.
PENGGUNAAN JURNAL BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP EMBRIOLOGI HEWAN MAHASISWA PRODI P.BIOLOGI FKIP UNS Harlita, Harlita; Probosari, Riezky Maya
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.85 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian  untuk mengetahui apakah penggunaan jurnal belajar  dapat meningkatkan penguasaan konsep  embriologi hewan mahasiswa prodi P. Biologi FKIP UNS.            Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dimulai dengan identifikasi permasalahan yang ada di kelas. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan berupa penyusunan langkah-langkah pembelajaran melalui penerapan penggunaan jurnal belajar metakognisi, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, analisis serta refleksi untuk tindakan berikutnya. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester VI Prodi P. Biologi  Tahun Pelajaran 2007/2008. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Kualitas pembelajaran dilihat dari penguasaan konsep mahasiswa. Refleksi belajar mahasiswa diukur menggunakan angket, sedangkan penguasaan konsep mahasiswa diukur melalui tes kognitif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jurnal belajar metakognisi dapat meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa dalam mata kuliah Embriologi Hewan. Hal ini  terbukti dengan meningkatnya mahasiswa yang mendapat nilai A dan B,  dengan prosentase nilai A dan B sebesar 80%. Kata kunci: jurnal belajar, penguasaan konsep, embriologi Hewan
GREEN EDUCATION IN BRIDGE CARD GAME: ALTERNATIF METODE PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK KELAS 4 SEKOLAH DASAR PADA POKOK BAHASAN SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA Santoso, Agus Muji; Setyowati, Elly; Budiretnani, Dwi Ari; Nurmilawati, Mumun
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.079 KB)

Abstract

ABSTRAK   Terbatasnya beberapa daya dukung satuan pendidikan, pembelajaran lingkungan hidup pada jenjang dasar di Kota Kediri masih dilaksanakan secara konvesional. Selain itu, kajian penggunaan kartu bridge dalam dunia pendidikan belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menransformasikan fungsi kartu bridge menjadi media edukasi penanaman nilai lingkungan hidup untuk peserta didik sekolah dasar kelas 4 pada materi saling ketergantungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif - kualitatif. Sintesis produk diawali dari studi kasus yang dilanjutkan uji coba satu kali di SDN Mojoroto I, Kediri. Produk diujicobakan dan disempurnakan sebanyak tiga kali, pada tiga sekolah dasar berbeda di Kota Kediri (SDN Mojoroto II, SDN Blabak III, SDN Rejomulyo). Efektifitas metode diketahui dengan menggunakan indikator tes ranah kognitif dan afektif melalui pre dan post test, kemudian dianalisis dengan uji t berpasangan. Data ranah psikomotor diperoleh dengan observasi non partisipan dan terstruktur, selanjutnya dianalisis dengan membandingkan skor perolehan dengan skor kriterium kemudian dibandingkan dengan KKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai tes ranah kognitif (df=11, n=12) pada tahap pengujian I tidak signifikan (thit 1,185< ttabel 1,796), sedangkan tahap II dan III ada perbedaan yang signikan (secara berurutan: thit 2,4391 > ttabel 1,796 dan thit 2,3592 > ttabel 1,796) dengan rata-rata N-Gain tahap I, II, III sebesar 0,02; 0,08; dan 0,15; (2) hasil tes ranah afektif (df=11,n=12) pada tahap I, II, dan III menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (pada ttabel 1,796) secara berurutan: 0,4939; 1,4776; 0,8013, sedangkan N-Gain nya berurutan 0; 0,08; 0,06; (3) ketuntasan ranah psikomotor  tahap I, II, III sebesar 85%, 85%, 83%. Adapun rata-rata validasi metode yang dilakukan sebanyak tiga kali sebesar 97,53. Kompleksitas aspek-aspek pembentukan nilai pada ranah afektif peserta didik menjadi salah satu faktor bahwa produk ini belum memberikan hasil yang lebih optimal pada ranah afektif.   Kata kunci:  bridge card game, pembelajaran lingkungan hidup, siswa sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS BIOLOGI MELALUI BERMAIN DI TAMAN KANAK-KANAK Palenewen, Evie
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.069 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran sains biologi melalui aktivitas  bermain di Taman Kanak-kanak. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian pengembangan dengan 4 (empat) tahapan: (1) tahap pra-penelitian: studi literatur, wawancara guru dan observasi pembelajaran, (2) tahap pengembangan awal: perancangan awal dan uji-coba-revisi desain, (3) tahap pengembangan: uji-lapangan dan revisi desain, dan (4) tahap pengembangan akhir: evaluasi penerapan desain model pada kegiatan pembelajaran sains di TK.  Penelitian dilaksanakan pada Taman Kanak-kanak di Jakarta Timur, dengan melakukan pengamatan dan kajian pembelajaran sains biologi di 3 (tiga) TK sebagai sampel penelitian, pada tahapan pra-pengembangan penelitian, dan implementasi desain model pembelajaran yang dikembangkan dilaksanakan pada 1 (satu) TK di Jakarta Timur. Kesimpulan dari hasil penelitian pengembangan ini adalah: (1) model pembelajaran sains melalui bermain di TK yang dikembangkan efektif diterapkan pada pembelajaran sains TK, (2) rancangan model dikembangkan berdasarkan hasil studi literatur dan survei pembelajaran sains di TK, bahwa keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh guru, namun sebagian besar guru menyadari pengetahuan dan kecakapan mereka tentang sains terbatas, (3) struktur model pembelajaran sains melalui bermain di TK, sebagai hasil yang dikembangkan, mencakup:  deskripsi tema-tema sains, rumusan kompetensi dan  indikator hasil belajar, tujuan pembelajaran terfokus pada keterampilan proses dan sikap sains, jaring konseptual aktivitas bermain sambil belajar, deskripsi materi sains esensial untuk guru, dan skenario dan evaluasi pembelajaran sains melalui bermain. Kata Kunci:  Model Pembelajaran Sains Melalui Bermain, Proses Sains, Materi Esensial Sains Untuk Guru
PROFIL “EMBUNG” DAN SUMBERDAYA AIR DI WILAYAH PERBATASAN KABUPATEN BELU – NTT Widiyono, Wahyu
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.766 KB)

Abstract

ABSTRACT ?Embung? is one of the collected and served water constructions for domestic consumption, cattle drinking and irrigation in the border area and dry climate of Belu District, East Nusa Tenggara (ENT) Province. The others are water source from shallow soil-water digging and natural springs.  There are 26 small ?embungs? which have 11,700 ? 96,830 m3 water volume  and the biggest ?embung?  which has 1,860,000 m3 water volume; 276 springs, and some shallow soil-water digging.  ?Embungs? sustainability are influenced by some aspects such as technical problem since construction developed, utilization, social and management.  Due to the natural resources and budget handicap, generally in one village just exist one type of the three water collected constructions. However, it is possible in one village there are three constructions, i.e.: ?embung? is particularly for cattle drinking and irrigation; and the shallow soil-water digging and natural springs are specially for water domestic consumption. These man made and natural water source are very valuable to serve farmers in the Belu-ENT village area.   Key words : sustainability, ?embung?, border area, dry climate, Belu-NNT.   ABSTRAK   Embung merupakan salah satu bentuk bangunan penampungan dan pelayanan air untuk rumah tangga penduduk, minum ternak dan irigasi di wilayah perbatasan dan beriklim kering Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT). Bentuk bangunan yang lain adalah sumur air tanah dangkal (kedalaman kurang dari 30 m) dan sumber-sumber air alam.  Terdapat 26 embung-embung kecil dengan kapasitas tamping  11,700 ? 96,830 m3 air  dan, sebuah embung paling besar dengan kapasitas tampung 1,860,000 m3 air; 276 sumber air alam dan beberapa sumur air tanah dangkal.  Kelestarian embung-embung, dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti faktor teknis saat embung dibangun, pemanfaatan, sosial dan pengelolaan.  Oleh karena keterbatasan sumberdaya alam dan anggaran, pada umumnya di sebuah desa hanya terdapat satu tipe sumber air.  Meskipun demikian, dimungkinkan pada sebuah desa terdapat tiga bangunan sumber air, yakni:  embung khusus hanya untuk minum ternak dan pertanian;  sumur gali air tanah dangkal dan sumber air alam untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.  Baik sumber air alam maupun buatan tersebut sangat bermanfaat untuk melayani kebutuhan petani di wilayah perbatasan Belu-NTT.   Kata kunci : pelestarian, embung, wilayah perbatasan, iklim kering, Belu-NTT.
KADAR KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA DARAH PADA DIABETES MELALUI PERLAKUAN EKSTRAK DAUN KLUWIH ARTOCARPUS ALTILIS PARK (BLOOD COLESTEROL AND TRIGLYCERID LEVEL ON DIABETES WITH TREATMENT OF BREADNUT (ARTOCARPUS ALTILIS PARK) LEAF EXTRACT) Indrowati, Meti; Ariyanto, Joko
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.933 KB)

Abstract

ABSTRAK   Gangguan metabolism lipid atau dislipidemia berupa hipokolesterol dan hipertrigliserida biasa dijumpai pada penderita Diabetes mellitus (DM), mengikuti adanya gangguan metabolism karbohidrat sebagai manifestasi utama penyakit diabetes, yang mana dislipidemia tersebut dapat memacu timbulnya penyakit lain seperti jantung koroner dan aterosklerosis. Hasil dari beberapa penelitian dan kajian pustaka menunjukkan bahwa daun kluwih diduga dapat menjadi alternative pengendali diabetes. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kadar kolesterol dan trigliserida darah tikus putih (Rattus norvegicus L.) yang dibebani glukosa sebagai manifestasi kondisi diabetic,setelah pemberian ekstrak daun kluwih Artocarpus altilis Park. Penelitian menggunakan 12 ekor tikus putih yang dibebani glukosa 4,5 g/kg BB per oral. Tiap sampel dibagi dalam empat kelompok yaitu K1 dibebani glukosa tanpa perlakuan, K2  glibenklamid, K3 jelompok uji ekstrak etanol daun kluwih dan K4 kelompok uji ekstrak air daun kluwihPengukuran kadar kolesterol total darah dengan metode CHOD PAP dan kadar kolesterol total darah dengan metode GPO PAP.  Perlakuan dilakukan selama 14 hari. Data dianalisa secara statistic dengan program MINITAB 14 untuk mengetahui pengaruh perlakuan pada tiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kluwih dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah tikus putih yang dibebani glukosa, dimana kedua bentuk ekstrak yaitu ekstrak etanol dan ekstrak air memiliki kemampuan relative sama dalam menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida.   Kata Kunci:  Diabetes mellitus, daun kluwih Artocarpus altilis Park., kolesterol,trigliserida   ABSTRACT   The aims of this research are to know blood colesterol and triglycerid level of rat Rattus norvegicus L. glucose loaded with treatment of breadnut leaf extract. The research was carried out which use 12 rats were oral glucose loaded 4,5 g/kg BW. Each samples was decided in four groups, K1 glucose group, K2 glibenclamide group, K3 etanol extract of breadnut leaf, and K4 water extract of breadnut leaf. Measurement of colesterol and triglycerid level were taken by CHOD PAP and GPO PAP method. The result show that extract of breadnut leaf can decrease blood colesterol and blood triglicerida level, where etanol extract of breadnut leaf same effective as water extract to decrease colesterol and tryglicerid level.   Kata Kunci:  colesterol, triglyceride, Diabetes mellitus, breadnut leaf, Artocarpus altilis Park