cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PROFIL MISKONSEPSI SISWA SD PADA KONSEP GAYA DAN CAHAYA Pujayanto, Pujayanto; Budiharti, Rini; Waskita, Sutadi; Raharjo, Trustho
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7687.088 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk mengetahui: 1). ada tidaknya miskonsepsi pada konsep Gaya dan Cahaya yang dimiliki siswa Kelas 5 SD di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar; 2). profil miskonsepsi  pada konsep Gaya dan Cahaya pada siswa Kelas 5 SD di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar.Penelitian ini dilakukan di SD yang berada di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar tahun ajaran 2005/2007, dengan menerapkan metode penelitian expost facto. Sumber data yang digunakan merupakan sumber data primer, karena peneliti menperoleh data langsung darisubjek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa Kelas 5 Sekolah Dasar di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Dalam menentukan sampel penelitian digunakan teknik stratified random sampling, yang terdiri dari 50 siswa. Digunakan tes diagnostik untukmengukur (menilai) miskonsepsi pada konsep Gaya dan Cahaya. Untuk menjawab hipotesis penelitian digunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif yaitu berupa analisis kualitatif tentang ada tidaknya miskonsepsi.Dari hasil analisis data ternyata terbukti bahwa siswa memiliki miskonsepsi pada konsep Gaya dan Cahaya. Pada sebagian besar konsep terjadi miskonsepsi, dengan tingkatan yang berbeda-beda. Adapun profil miskonsepsi yang dimiliki sebagian besar siswa (lebih dari 30%) adalah sebagai berikut: 1).Gaya hanya akan mempercepat gerak benda, tidak dapat memperlambat gerak; 2). Gaya tidak dapat membelokkan arah gerak benda; 3). Gaya magnet selalu berupa tarikan, sedangkan gaya gravitasi dapat berupa tarikan maupunl dorongan; 4). Berat benda di bumi sama dengan berat benda di bulan, karena massa benda di bumi sama dengan di bulan. 5). Setiap dua benda yang bersentuhan mengalami gaya gesekan; 6). Batang besi hanya dapat dijadikan magnet dengan digosok magnet dan batang besi tidak dapat dijadikan magnet dengan cara induksi); 7). Pesawat sederhana dapat memperkecil energi yang digunakan dalam bekerja; 8). Cahaya tidak dapat dipantulkan oleh setiap permukaan; 9). Di dalam sebuah medium cahaya dapat dibiaskan; 10). Benda dapat dilihat, jika ada cahaya dari mata sampai ke benda; 11). Benda dapat dilihat, apabila benda tersebut sumber cahaya; 12). Cahaya lampu neon dapat diurai menjadi cahaya warna pelangi, karena cahaya lampu neon adalah cahaya putih seperti cahaya putih matahari.Katakunci:miskonsepsi,profil miskonsepsi,konsep gaya dan cahaya.
AKLIMATISASI TUMBUHAN HASIL EKSPLORASI DAN PERBANYAKAN TANAMAN UNIT SELEKSI DAN PEMBIBITAN KEBUN RAYA PURWODADI Trimanto, Trimanto
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.484 KB)

Abstract

Kegiatan rutin yang dilakukan di unit seleksi dan pembibitan di Kebun Raya Purwodadi adalah aklimatisasi dan perbanyakan tanaman. Aklimatisasi merupakan pengadaptasian terhadap tumbuhan-tumbuhan yang akan ditanam sebagai koleksi Kebun Raya Purwodadi. Tahapan aklimatisasi tumbuhan umum non-anggrek meliputi penanaman material, penyungkupan, penjarangan, perawatan dan monitoring. Kegiatan rutin lain yang dilakukan unit ini adalah perbanyakan tanaman. Beberapa perbanyakan tanaman yang dilakukan adalah perbanyakan tanaman kritis koleksi kebun raya dan perbanyakan tanaman yang menunjuang pameran, dekorasi dan taman. Kegitaan rutin di unit seleksi dan pembibitan bertujuan dalam penyediaan bibit tanaman untuk keperluan pengelolaan koleksi, kebun koleksi dan kegiatan pendayagunaan tanaman koleksi. Kata kunci: Aklimatisasi, Perbanyakan Tanaman, Seleksi dan Pembibitan, Kebun Raya Purwodadi
TUGAS RUMAH BERBASIS HOME SCIENCE PROCESS SKILL (HSPS) PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS SISWA Sudarisman, Suciati
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.474 KB)

Abstract

ABSTRAK  Sains merupakan ilmu dasar yang melandasi pengembangan teknologi (technological and scientific advancement), sehingga memiliki peran penting dalam mendorong laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Oleh karenanya, sains harus terus dikembangkan dan dikenalkan baik secara formal melalui kegiatan pembelajaran di kelas maupun secara non-formal dalam kegiatan di luar kelas, agar terwujud masyarakat ?melek sains? (science literacy) khususnya di kalangan siswa.Dalam konteks pembelajaran biologi di kelas, guru masih mengalami hambatan dalam mengembangkan keterampilan proses sains. Keterbatasan waktu mendorong guru lebih berorientasi produk (tercapainya target kurikulum) daripada mengembangkan keterampilan proses sains siswa. Akibatnya pembelajaran biologi dimaknai hanya sebatas transfer of knowledge berupa sekumpulan konsep-konsep yang harus dihafal, akibatnya siswa menjadi pasif, pembelajaran monoton, tidak menarik, dan membosankan. Belum optimalnya prestasi belajar, lemahnya penguasaan keterampilan sains, serta buruknya perilaku moral peserta didik, merupakan bukti bahwa pembelajaran biologi belum mengacu pada proses, produk, dan sikap ilmiah. Kondisi ini perlu segera dicari solusinya jika tak ingin pembelajaran biologi kehilangan ruhnya sebagai sains yang seharusnya dikembangkan sesuai dengan hakikatnya yakni pembelajaran berbasis hands on, minds on, dan hearts on activities sesuai yang diamanahkan dalam Undang Undang No. 20 Tahun 2003 bahwa Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab.    Home Science Process Skill adalah keterampilan proses sains berbasis kehidupan sehari-hari (daily life) yang dapat dilakukan oleh peserta didik di rumah secara terbimbing. Menurut (Debbye Vitti & Angie Torres, 2006) proses sains dapat terjadi secara spontan dan alami dalam situasi dan kondisi apapun, dengan demikian keterampilan proses sains dapat dilatihkan melalui kegiatan sehari-hari dalam bentuk tugas rumah secara terstruktur. Melalui optimalisasi tugas rumah berbasis Home Science Process Skill diharapkan selain dapat meningkatkan literasi sains siswa, sekaligus merupakan solusi yang efektif untuk mengatasi hambatan guru dalam mengembangkan keterampilan proses sains terkait dengan terbatasnya waktu pembelajaran di kelas.  Berangkat dari hal tersebut, maka paparan yang berjudul:?TUGAS RUMAH BERBASIS HOME SCIENCE PROCESS SKILL (HSPS) PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS SISWA? menjadi fokus dalam makalah ini.  Kata kunci : Home Science Process Skill, literasi sains.
KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN DURIAN SUKUN (DURIO ZIBENTHINUS MURR.) Yuniastuti, Endang; Hartati, MP, Sri; Widodo, Sujud Rianggono
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.097 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi tanaman duriansukun (Durio zibenthinus Murr.). Penelitian dilaksanakan di Balai Benih TanamanHortikultura ?RANUKITRI? Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengahserta di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian UNS mulai bulanJuli 2008 hingga Maret 2010.Karakter morfologi diamati berdasarkan pengamatan langsung melaluipencatatan data primer dan sekunder, dan pendokumentasian bagian-bagiantanaman durian sukun dengan pemilihan sampel secara purposive randomsampling (secara sengaja). Data disajikan dan dianalisis secara deskriptif.Hasil pengamatan berdasarkan karakter morfologi tanaman durian sukunantara lain tinggi tanaman rata -rata ± 8 meter dengan bentuk kanopi segitiga samasisi, bangun daun oblongus, tepi daun integer, ujung daun acuminate, pangkaldaun obtusus, rumus daun 2/5, dan pangkal tangkai daun menggelembung.Tanaman durian termasuk dalam tumbuhan yang berbunga lengkap/banci, munculdari batang/ranting (flos caulis) dalam bunga payung majemuk. Bungamempunyai banyak simetri (actinomorf), berkelopak lima saling berlekatan,mempunyai lima mahkota tidak berlekatan, terdapat 5 kelompok benang sari tiapkelompok terdapat banyak benang sari dan berlekatan. Buah termasuk buah sejatitunggal yang kering dalam golongan buah kotak sejati. bentuk ovoid (bulat telur),tekstur buah muda keras sekali dan buah masak lembut agak keras, rasa duriantidak memperlihatkan rasa yang gurih dan manis seperti durian pada umumnya,bahkan seperti tidak berasa apapun atau dapat dikatakan lemah rasanya.Kata kunci : morfologi, sitologi, durian sukun
PROFIL PERANGKAT PEMBELAJARAN TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI BERBASIS PROYEK UNTUK MELATIH MAHASISWA BERPIKIR KREATIF Wisanti, Wisanti; Prastiwi, Muji Sri; Indah, Novita Kartika
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.146 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui profil  perangkat pembelajaran Taksonomi Tumbuhan Tinggi berbasis proyek untuk melatih  mahasiswa berpikir kreatif . Penelitian  tahun I  (2011) telah  menghasilkan perangkat pembelajaran berupa, (a) Hand out, (b) Lembar Kerja Mahasiswa berbasis proyek dan Panduannya, yang  layak untuk  diujicoba ke mahasiswa. Adapun tujuan khusus penelitian tahun II (2012) adalah (1) Mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa setelah menggunakan perangkat pembelajaran Taksonomi Tumbuhan Tinggi berbasis proyek. Perangkat tersebut diterapkan dengan menggunakan rancangan one shot case study, pada mahasiswa prodi Pendidikan Biologi angkatan 2010 jurusan biologi sebanyak dua  kelas, semester genap TA 2011/2012. Data yang diperoleh berupa hasil penilaian yang mengakses kreativitas mahasiswa dan respon mahasiswa terhadap penerapan perangkat pembelajaran berbasis proyek. Data ini dianalisis secara deskriptif. Mahasiswa memberikan respon yang baik terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek. Kreativitas yang dapat dilatihkan pada mahasiswa antara lain menghasikan produk orisinil, merancang, merumuskan hipotesis, menarik kesimpulan dan menciptkan gagasan baru. Hasilnya menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran Taksononomi Tumbuhan Tinggi berbasis proyek dapat melatih berpikir kreatif  pada aspek  menghasilkan produk orisinil, efektif dan  kompleks, inventif (mencipta atau merancang), merumuskan hipotesis,  dan pensintesis.   Kata Kunci: pembelajaran proyek, berpikir kreatif, taksonomi tumbuhan tinggi
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DAN THINK-PAIR-SHARE TERHADAP SIKAP SOSIAL SISWA SMA SAMARINDA MULTIETNIS Boleng, Didimus Tanah; Corebima, A. Duran; Susilo, Herawati; Ibrohim, H.
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.471 KB)

Abstract

Sebuah penelitian eksperimen semu dilakukan pada siswa kelas XI IPA SMA multietnis di kota Samarinda. Penelitian ditujukan untuk  mengetahui pengaruh strategi pembelajaran, etnis, dan interaksi strategi pembelajaran-etnis terhadap sikap sosial siswa. Strategi pembelajaran meliputi  Cooperative Script  (CS),  Think Pair Share  (TPS),  CS+TPS, dan pembelajaran konvensional. Sementara itu, etnis terdiri dari etnis Jawa, Bugis, Banjar, dan Kutai. Penelitian dilakukan selama semester ganjil, tahun pelajaran 2012/2013. Enam kelas yang digunakan pada penelitian ini adalah setara berdasarkan skor Ujian Akhir Nasional. Analisis data menggunakan ancova faktorial  pada taraf signikansi 5% (p<0,05). Berkaitan dengan interaksi antara strategi pembelajaran dan etnis, hasil analisis data menunjukkan bahwa interaksi berpengaruh terhadap sikap sosial; sikap sosial pada  kombinasi  TPS+CS  Kutai tertinggi, yaitu 39,9% lebih tinggi dari sikap sosial pada  kombinasi pembelajaran konvensional Jawa (terendah). Penelitian sejenis perlu dilakukan di masa yang akan datang disamping untuk mendapatkan informasi lebih. Kata Kunci: Cooperative Script, Think-Pair-Share, Sikap Sosial, IPA-Biologi, Siswa multietnis
KARAKTERISTIK TANAMAN BAMBU PETUNG (DENDROCALAMUS ASPER BACK.) DI DATARAN RENDAH DI DAERAH SUBANG, JAWA BARAT sutiyono, Sutiyono; Wardani, Marfu?ah
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.582 KB)

Abstract

ABSTRAK   Bambu petung (Dendrocalamus asper Back.) secara alami akan tumbuh baik pada tempat-tempat yang berada pada ketinggian >300 m dpl. Namun di desa Majasari, kecamatan Cibogo, kabupaten Subang , bambu petung ditanam di dataran rendah (<90 m dpl). Penelitian karakteristik pertumbuhan tanaman bambu petung di dataran rendah telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukan struktur kelompok umur batang bambu petung di desa Majasari terdiri dari 81,9%  tegakan rumpun berstruktur 3 kelompok umur batang, 17,8% tegakan rumpun  berstruktur 2 kelompok umur batang dan  0,3% tegakan rumpun  yang berstruktur hanya 1 kelompok umur batang.  Komposisi kelompok umur batang tersebut relatif berimbang antara batang umur 1, 2 dan 3 tahun masing-masing adalah 37,0%, 32,6% dan 30,4%. Karakteristik tegakan rumpun bambu petung dicirikan dengan rata-rata jumlah batang/rumpun ialah 30,2 batang/rumpun, keliling rumpunnya 8,8 m dan kerapatan rumpunnya 3,2 batang/meter. Karakteristik tegakan batang tergolong berukuran kecil dicirikan dengan rata-rata diameter batang 11,5 cm, tinggi batang 15,8 meter dengan tinggi bebas cabang 6,9 meter, berat batang segar 39,6 kg dan tebal dinding batang 3,9 cm. Angka permudaan tergolong cukup besar yaitu 81,9% sehingga potensi produktivitasnya juga besar.   Kata kunci : karakteristik, bambu petung (Dendrocalamus asper Back.), dataran rendah
EKSTRAK METANOL DAN ETANOL DAUN SIDAGURI (SIDA RHOMBIFILIA L.) MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIA TETAPI TIDAK TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Sastika, Agasta Ria; Mulyani, Sri
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.674 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrakmethanol, etanol dan kloroform dari daun Sidaguri (Sida rhombifolia L.) terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumouniaedanStaphylococcus Aureus. Serbuk daun Sidaguri diekstraksi secara bertingkat menggunakan metanol 90%, etanol 96% dan klorofom dengan metode maserasi. Masing-masing filtrat yang diperoleh diuapkan dengan rotary evaporator pada suhu 35ºC sehingga diperoleh ekstrak kering. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi agar dengan menggunakan bakteri uji K. pneumouniaedanS. Aureus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan etanol daun Sidaguri (Sida rhombifolia L.)dengan konsentrasi 6%mempunyai aktivitas antibakteri terhadap K. pneumouniae, yang ditunjukkan dengan adanya zona hambat masing-masing sebesar 31,61 mm dan 31,08 mm. Ekstrak metanol dan etanoldaun Sidaguri (Sida rhombifolia L.) ini tidak mempunyai aktivitas antibakteri terhadap S. Aureus karena tidak menunjukkan adanya zona hambat. Untuk ekstrak kloroform tidak menunjukkan aktivitas antibakteri baik terhadap K. pneumouniae maupun S. Aureus.   Kata Kunci: Sidaguri, Sida rhombifolia L., Klebsiella pneumouniae, Staphylococcus Aureus.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MODEL TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK MATERI EKOSISTEM KELAS VII D SMP NEGERI 3 KARTASURA SUKOHARJO TAHUNPELAJARAN 2011/2012 Puspitasari, Happy Suci; Suparti, Suparti; Asngad, Aminah
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.377 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif dan afektif dalam proses pembelajaran Biologi khususnya pokok materi ekosistem menggunakan pembelajaran model Talking Stick. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif antara peneliti yaitu sebagai pelaku yang memberikan tindakan kelas dengan guru mata pelajaran biologi sebagai subjek yang membantu dalam perencanaan dan pengumpulan data. Subjek penelitian tindakan yaitu siswa kelas VII D SMP Negeri 3 Kartasura, Sukoharjo yang berjumlahkan 35 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari  perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik dokumentasi, observasi, dan post test. Analisis data yang digunakan dengan teknik deskriptif kualitatif yang terdiri atas tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan banyaknya siswa yang tuntas KKM (?69) yaitu sebelum adanya tindakan terdapat 7 siswa (20%), pada siklus I meningkat menjadi 23 siswa (65,8%), dan setelah pelaksanaan siklus II menjadi 31 siswa (88,6%) tuntas. Peningkatan ketuntasan KKM siswa menjadikan rata-rata kelas turut meningkat yaitu dari sebelumnya 55,77 menjadi 73,06 dan meningkat lagi menjadi 74,77. Peningkatan pada aspek afektif dilihat dari hasil penskoran tiap indikator yang menunjukkan peningkatan minat belajar biologi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan prosentase ketuntasan siswa, yaitu pada siklus I sebanyak 25,7% menjadi 65,7% pada siklus II. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model Talking Stick terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok materi ekosistem kelas VII D SMP Negeri 3 Kartasura, Sukoharjo tahun pelajaran 2011/2012.   Kata kunci : Hasil belajar, Talking Stick, ekosistem.
MENGOPTIMALKAN MINAT, KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI, KETERAMPILAN METAKOGNITIF, DAN PENGUASAAN KONSEP DENGAN CLASSWIDE PEER TUTORING (CWPT) PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA SMA Sugiharto, Bowo; Prayitno, Baskoro Adi
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.257 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk 1) Meningkatkan minat siswa melalui pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention Tipe Classwide Peer Tutoring pada pembelajaran Biologi SMA, 2) Meningkatkan keaktifan siswa melalui pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention Tipe Classwide Peer Tutoring pada pembelajaran Biologi SMA, 3) Mengetahui adanya pengaruh pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention (PMII) Tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT) terhadap keterampilan metakognitif siswa pada pembelajaran Biologi SMA, dan 4) Mengetahui adanya pengaruh pembelajaran Peer Mediated Instruction And Intervention (PMII) Tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT) terhadap penguasaan konsep pada pembelajaran Biologi SMA. Penelitian ini dilakukan dengan dua seting yaitu penelitian tindakan kelas dan penelitian quasi eksperimen. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dengan dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada PTK ini, yang menjadi variabel masalah adalah minat dan keatifan komunikasi siswa dalam pembelajaran biologi. Variabel tindakan adalah pembelajaran Peer Mediated Instruction and Intervention (PMII) tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT). Selanjutnya dalam seting penelitian quasi eksperimen pembelajaran Peer Mediated Instruction and Intervention (PMII) tipe Classwide Peer Tutoring (CWPT) digunakan sebagai variabel bebas. Variabel terikatnya adalah keterampilan metakognitif dan penguasaan konsep dalam pembelajaran Biologi. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan rancangan pretes dan postes dengan kelompok pengendali tidak diacak. Hasil penelitian tindakan kelas menyimpulkan bahwa 1) pembelajaran PMII tipe CWPT dapat meningkatkan minat siswa, serta 2) pembelajaran PMII tipe CWPT dapat meningkatkan keaktifan berkomunikasi siswa pada pembelajaran biologi siswa SMA Batik 1 Surakarta tahun pelajaran 2008/2009. Hasil penelitian kuasi eksperimen menyimpulkan 1) tidak ada pengaruh pembelajaran PMII tipe CWPT terhadap penguasaan konsep biologi, 2) ada pengaruh pembelajaran PMII tipe CWPT terhadap keterampilan metakognitif pada siswa kelas X SMA Batik 1 Surakarta tahun pelajaran 2008/2009. Key word: CWPT, minat, keaktifan berkomunikasi, keterampilan metakognitif, penguasaan konsep, pembelajaran biologi