cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PERBEDAAN PENGARUH PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MODEL KUANTUM MENGGUNAKAN MEDIA KOMIK DAN MEDIA ANIMASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK Zainur, Amin; Sudarisman, Suciati
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.567 KB)

Abstract

ABSTRAKParadigma yang diterapkan guru dalam pembelajaran sains khususnya di SMP Negeri 2 Sumberlawang, Kabupaten Sragen adalah menerapkan teori tabularasa yang menganggap peserta didik sebagai kertas kosong yang menerima pengetahuan dari gurunya. Selama proses kegiatan pembelajaran peserta didik hanya duduk, diam, mendengar dan mencatat apa yang disampaikan oleh guru. Akibatnya peserta didik menjadi pasif  dan tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya. Penggunaan pembelajaran kuantum dimaksudkan dapat menjadi solusi permasalahan pembelajaran yang ada di SMP Negeri 2 Sumberlawang, Kabupaten Sragen.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahu perbedaan pengaruh penggunaan pembelajaran kuatum dengan menggunakan media komik dan media animasi terhadap prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Sumberlawang. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan media komik terdiri dari 36 peserta didik dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan media animasi terdiri dari 37 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan teknik tes untuk data prestasi belajar. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava dengan bantuan software SPSS 12.                Hasil penelitian didapatkan bahwa pembelajaran kuantum menggunakan media animasi menghasilkan prestasi yang lebih baik (75,6) dibandingkan pada pembelajaran kuantum menggunakan media komik (71,7). Kata kunci : Pembelajaran kuantum, media komik, media animasi, prestasi belajar
STUDY VARIASI MORFOLOGI DAN PROFIL POLA PITA PROTEIN PADA 3 VARIETAS LOKAL TANAMAN WALUH (CUCURBITA MOSCHATA) DARI JAWA TENGAH Suwarno, Suwarno; Suranto, Suranto
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.362 KB)

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia banyak varietas tanaman waluh yang dibudidayakan oleh petani. Tanaman waluh memiliki banyak sekali manfaat dan keunggulan sebagai bahan pangan alternative. Salah satu penghasil waluh yang ada di Indonesia adalah Jawa Tengah. Tanaman waluh biasanya dibudidayakan dilahan kering dan hanya sebagai tanaman sekunder ketika musim kemarau menjelang. Tanaman waluh memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan sangat mungkin dijadikan makanan alternative pengganti nasi sehingga jika dioptimalkan akan mampu menanggulangi krisis pangan yang sekarang melanda dunia.Tujuan penelitian ini adalah; 1) Untuk mengetahuai adanya variasi morfologi pada beberapa varietas tanaman waluh (Cucurbita moschata) yang ada di Jawa Tengah, 2) Untuk mengetahui adanya variasi genetic ( pola pita protein ) pada beberapa varietas tanaman waluh (Cucurbita moschata) yang ada di Jawa Tengah. Pendekatan morfologi yang digunakan dalam pengamatan morfologi yaitu dengan mengukur panjang dan  lebar dan diameter bunga, bentuk buah dan berat biji. Dan pola pita protein dengan pendekatan elektroforesis ( PCR ).Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pada ketiga varietas tanaman waluh. Waluh hijau ;panjang daun 25,46 cm, lebar 19,3 cm, diameter bunga 8,02 cm, bentuk buah bokor ( bulat ),warna kulit kuning hijau, daging buah kuning terang dan agak tipis, berat basah biji 21,5 gr/100 biji. Waluh klenting; panjang daun 25,08  cm, lebar 17,76 cm, diameter bunga 17,56 cm, bentuk buah, bokor warna kulit kuning polos, daging buah kuning terang dengan daging buah agak tipis, berat basah biji 19 gr/100gr. Waluh kuning; panjang daun 21,42  cm, lebar 15,88  cm, diameter bunga  17,36 cm, bentuk buah lonjong, warna kulit kuning polos, daging buah berwarna jingga, berat basah biji 14,5 gr/100gr. Kata kunci: waluh,morfologi,elektroforesis
PEMBERDAYAAN HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN INSTAD PADA KEMAMPUAN AKADEMIK BERBEDA Mumpuni, Kistantia Elok; Prayitno, Baskoro Adi; Karyanto, Puguh; Sugiharto, Bowo
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.031 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi strategi pembelajaran INSTAD dalam memberdayakan hasil belajar kognitif biologi. Rancangan penelitian quasi exsperiment dengan desain faktorial 2x2 dan prosedur penelitian pretest-postest non-equivalent control group design. Penelitian dilaksanakan di SMA Batik 1 Surakarta. Sampel penelitian dipilih melalui cluster random sampling. Hasil belajar kognitif diukur menggunakan tes esai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran INSTAD dapat meningkatkan hasil belajar kognitif biologi baik pada kemampuan akademik atas maupun bawah. Peningkatan siswa akademik atas dengan penerapan INSTAD sebesar 95,30% dan siswa akademik bawah sebesar 115,34%.   Kata Kunci: Hasil Belajar Kognitif, INSTAD, Kemampuan Akademik.
INTEGRASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA DENGAN PENERAPAN KURIKULUM 2013 D, Rahmawati
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.783 KB)

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi banyak dialami remaja, khususnya siswa SMA, seperti kehamilan yang tidak dikehendaki, aborsi, penyakit menular seksual, dan lain-lain. Permasalahan tersebut umumnya muncul dari ketidaktahuan siswa terhadap perkembangan fisik yang dialaminya ketika menginjak masa remaja, sedangkan orang tua dan guru tidak membahas hal tersebut karena masih dianggap tabu. Kenyataan ini membuat remaja berusaha mencari informasi tentang seksualitas dari sumber yang belum tentu benar, yang akhirnya membawa mereka pada tindakan yang salah. Oleh sebab itu, penyebaran informasi kesehatan kepada remaja harus diupayakan secara  tepat guna, agar dapat memberikan informasi yang benar. Salah satu upaya yang dianggap efektif terutama adalah perluasan informasi melalui  institusi pendidikan yang paling dekat dengan siswa, yaitu  sekolah, khususnya pada pembelajaran biologi. Upaya yang dapat dilakukan adalah mengintegrasikan pendidikan kesehatan reproduksi pada pembelajaran biologi di SMA, khususnya melalui penerapan kurikulum 2013. Hasil yang diharapkan adalah  kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan reproduksi, sehingga  remaja dapat  bertindak dengan bijaksana.  Integrasi pendidikan kesehatan reproduksi pada pembelajaran biologi di SMA  dibahas secara mendalam pada makalah ini, dan disesuaikan penerapannya dengan kurikulum 2013.  Kata Kunci: pendidikan kesehatan reproduksi, pembelajaran biologi SMA, kurikulum 2013
DIPTEROCARPUS HASSELTII BLUME (PALAHLAR): POHON KOMERSIAL TERANCAM PUNAH DI CAGAR ALAM YANLAPA, JAWA BARAT Wardani, Marfu?ah
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.924 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian untuk mendapatkan data dan informasi ilmiah tentang pohon terancam punah Dipterocarpus hasseltii Blume (palahlar) dilaksanakan di kawasan hutan Cagar Alam Yanlapa, Jasinga, Jawa Barat. Pengumpulan data melalui pembuatan plot-plot pengamatan berupa lingkaran dengan radius 7,32 m. Titik tengah lingkaran tersebut adalah pangkal batang pohon cuplikan. Di dalam setiap plot pohon cuplikan dibuat pula 1 subplot lingkaran dengan titik tengahnya pada azimut 90° berjarak 3,66 m dari titik pusat plot dengan radius 2,07 m untuk tingkat pancang dan untuk pengamatan tingkat semai dibuat 3 subplot bujur sangkar 1m x 1m berjarak 4,57 m masing-masing azimut 30°, 150° dan 270° dari titik pusat plot. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikatakan bahwa jenis pohon D. hasseltii di lokasi penelitian termasuk jenis terancam punah dengan kriteria kritis. Sebaran jenis pohon D. hasseltii tersebut mengelompok jarang pada bagian tertentu dan tidak tersebar ke seluruh bagian hutan. Potensinya relatif kecil, di lokasi penelitian ditemukan 10 individu pohon dengan pola regenerasi normal. Namun demikian, jenis D. hasseltii dihabitnya masih termasuk jenis pohon terancam punah dengan kriteria kritis. Dimana jumlah 10 pohon induk yang ada dalam kawasan, tidak sebanding dengan luas kawasan cagar alam yang 32 ha. Oleh karena itu, untuk menjaga kelestarian D. hasseltii di CA Yanlapa, perlu ditingkatkan upaya perlidungan terhadap populasinya dan monitoring secara berkelanjutan. Sosialisasi kepada Instansi terkait, stakeholder serta masyarakat untuk menyebarluaskan informasi bahwa di Cagar Alam Yanlapa tumbuh jenis pohon yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Kata kunci: Dipterocarpus hasseltii, terancam punah, morfologi, potensi, Jawa Barat
PEMILIHAN BAGIAN TANAMAN KAPAS GOSSYPIUM HIRSUTUM SEBAGAI BAHAN UNTUK ISOLASI DNA Nuraida, Dede
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.468 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian pada bidang molekuler saat ini telah banyak dilakukan untuk berbagai keperluan. Langkah awal yang sangat menentukan dalam keberhasilan penelitian molekuler yang berbasis pada DNA adalah kualitas DNA yang diperoleh dari tahapan isolasi. Tiga langkah utama dalam isolasi DNA adalah perusakan dinding sel atau lisis, pemisahan DNA dari bahan padat seperti selulosa, protein, dan senyawa lainnya, serta pemurnian DNA. Isolasi DNA genom dari tanaman kapas (Gossypium hirsutum) cukup sulit dilakukan karena kandungan yang tinggi dari senyawa-senyawa polisakarida, kuinon, fenol, tannin, dan senyawa lainnya. Co-presipitasi dari senyawa-senyawa tersebut dapat menghasilkan kualitas dan kuantitas DNA yang rendah sehingga tidak dapat diaplikasikan untuk keperluan penelitian molekuler. Kandungan senyawa-senyawa tersebut tidak sama pada setiap bagian tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan bagian tanaman kapas yang dapat menghasilkan DNA dengan kualitas yang baik dari hasil isolasi. Proses  isolasi dilakukan dengan menggunakan metode CTAB. Bagian tanaman kapas yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji  dan daun tanaman yang berumur tiga minggu. Untuk melihat kualitas DNA hasil isolasi dilakukan elektroforesis pada gel agarosa 0,8% dan untuk memvisualisasikannya dilakukan pewarnaan etidium bromide lalu difoto dengan menggunakan gel doc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara biji dan daun tanaman kapas yang dijadikan sebagai bahan untuk isolasi DNA, daun kapas dapat menghasilkan DNA dengan kualitas yang baik, ditandai dengan pita DNA yang bersih dan jelas. Sedangkan DNA yang diisolasi dari biji tidak menghasilkan DNA dengan kualitas yang baik yang ditandai oleh pita DNA yang kotor dan kabur/smear.   Kata Kunci: isolasi DNA, biji, daun, pita DNA
PENGARUH PENERAPAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA N I BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Mara Dewi, Winda Martyas; Santosa, Slamet; Maya P, Riezky
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.35 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan SAVI terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Boyolali tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini termasuk dalam quasi eksperiment dengan desain penelitian Posttest Only Control Design. Penelitian ini menerapkan pendekatan SAVI pada kelompok eksperimen dan pendekatan deduktif dengan metode diskusi, ceramah dan tanya jawab pada kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah seluruh siswa siswa kelas X SMA Negeri 1 Boyolali tahun pelajaran 2011/2012.  Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas X3 sebagai kelompok eksperimen dan X8 sebagai kelompok kontrol.  Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes pilihan ganda, lembar observasi, dan dokumen sekolah. Uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan SAVI berpengaruh nyata terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Boyolali baik pada ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik.   Kata Kunci : Pendekatan SAVI, Hasil Belajar Biologi
MIND MAP AS ALTERNATIVE TO DEVELOPING DESIGN MODEL OF BIOLOGY INSTRUCTION BASED ON MULTIPLE INTELLIGENCE Suciati, Suciati
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9086.953 KB)

Abstract

ABSTRAKBelum optimalnya hasil belajar dan prestasi siswa dalam mata pelajaran biologi mengindikasikan bahwa masih rendahnya kemampuan siswa dalam memaharni konsep-konsep biologi dikarenakan siswa masih mengalami hambatan dalam belajar. Meski pengembangan strategi pembelajaran biologi melalui penerapan berbagai model pembelajaran yang kreatif dan inovatif telah banyak dilakukan oleh guru, namun hasilnya cenderung belum efektif. Rendahnya efektivitas inovasi pengembangan rancangan model pembelajaran biologi umumnya mengabaikan prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mengacu pada pengembangan potensi peserta didik secara optimal seperti yang diamanatkan dalam KTSP 2006.Kecerdasan multiple intelligence merupakan potensi yang dimiliki peserta didik meliputi kecerdasan: logika matematika, linguistik (bahasa), spasial (ruang/bidang), kinestetik, musikal, interpersonal, dan intrapersonal, naturalis dan eksistensial selama ini belum banyak dikembangkan dalam pembelajaran. Oleh karenanya dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan rancangan model pembelajaran biologi.Mind Map merupakan petrbelajaran inovatif yang selain memiliki beberapa karakteristik keunggulan yang sangat relevan dengan pembelajaran biologi, juga memungkinkan untuk dapat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan multiple intelligence peserta didik. Oleh karenanya kepada guru biologi perlu memahami mekanisme kerja otak dalam melakukan pemrosesan Informasi ketika belajar untuk acuan dalam membuat rancangan model perrrbelajaran biologi yang efektif sebagai solusi terhadap hambatan peserta didik dalam memahami konsep-konsep biologi agar hasil belajar dapat lebih optimal.Kata kunci: Rancangan model pembelajaran biologi, multiple intelligence, Mind Map, kualitas pembelajaran, profesionalisme guru.
PROPORSI TITER ANTIBODI PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI DARI RESPONDEN HASIL RISKESDAS 2007 Pracoyo, Noer Endah
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.029 KB)

Abstract

Penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi sampai saat ini masih banyak terjadi di Indonesia meskipun sudah dilakukan pelaksanaan program imunisasi terhadap penyakit?penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Adapun penyakit 2 yang dapat dicegah dengan imunisasi  antara lain difteri dan campak. Menurut Badan Kesehatan Dunia pada tahun 2002, kematian akibat penyakit infeksi adalah 14,7 juta orang (25,9 %). Penduduk yang sudah menderita karier hepatitis diperkirakan sebanyak 10-25%.(1,2)  Sedangkan  Angka kematian akibat penyakit campak di negara berkembang mendekati satu kematian per seribu kasus. Di negara miskin, angka kematian berkisar 10%. Kejadian tersebut banyak dialami pada penduduk yang kurang gizi dan rendahnya perawatan kesehatan (6). Kasus campak di Indonesia masih sering terjadi meskipun telah berhasil direduksi  lebih dari 180.000 kasus di tahun 1990 menjadi sekitar 20.000 kasus di tahun 2010. Sebagai upaya mengurangi terjadinya penularan penyakit ini dilakukan pemberian imunisasi rutin dan pemberian imuisasi tahap-tahap melalui BIAS (Bulan Imuisasi Anak Sekolah)  sebagai booster dan menurunkan angka kematiannya sebesar 90 persen.(5)  Sedangkan penyakit difteri adalah  penyakit infeksi akut yang sangat menular, disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae yang dapat mengeluarkan racun. Di Indonesia masih terjadi kenaikan kasus terutama di daerah JawaTimur.(7) Kasus difteri pada tahun 2003 sebanyak 5 kasus, tahun 2004 sbanyak 15 kasus, tahun 2005 (33 kasus), tahun 2006 (43 kasus), tahun 2007 (86 kasus), tahun 2008 (77 kasus 11 kematian), tahun 2009 ( 140 kasus /8 kematian), tahun 2010 ( 304 kasus/21 kematian) dan tahun  2011 ( 333 kasus / 11 kematian).
PEMANFAATAN ASESMEN PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR Nurdin, Gusti
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.781 KB)

Abstract

 Artikel ini memaparkan hasil penelitian tentang pemanfaatan Asesmen Portofolio oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar Sains bagi siswa kelas 5 Sekolah Dasar. Untuk menentukan prestasi belajar siswa dalam Sains  guru menggunakan fakta-fakta tentang siswa selain tes/ulangan juga non tes. Dalam menggunakan Asesmen Portofolio guru banyak mengalami kendala seperti kesibukan guru saat memeriksa dan menilai tugas siswa dan mengarsipkannya, kesulitan guru saat merencanakan, menentukan tugas siswa. Hal ini dapat segera diatasi dengan meningkatkan disiplin guru dan siswa. Disiplin bagi guru terutama pada ketepatan waktu dan kejelasan tugas yang diberikan kepada siswa berikut sanksi bagi siswa yang melanggarnya dan penghargaan bagi yang mematuhinya. Disiplin bagi siswa adalah kesiapan dan ketepatan waktu untuk mengerjakan tugas sesuai dengan kesepakatan bersama antara guru dengan siswa. Dengan melakukan kolaborasi dengan peneliti, guru berperan sebagai guru sekaligus juga sebagai peneliti menerapkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), guru dengan segera dapat melakukan refleksi diri  berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi dengan peneliti Sehingga siswa akan terbiasa dengan belajar efektif terutama pada pelajaran Sains  yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajarnya. Kata kunci : Asesmen Portofolio, penilaian