cover
Contact Name
Ning Mukaromah
Contact Email
jurnalashlachunu@gmail.com
Phone
+628563600978
Journal Mail Official
mukaromah@staispasuruan.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Warungdowo, Pohjentrek, Pasuruan. 67171, Indonesia
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Ashlach : Journal of Islamic Education
ISSN : 29881277     EISSN : 29881285     DOI : https://doi.org/10.55757/ashlach.v3i1
Ashlach : Journal of Islamic Education (p-ISSN: 2988-1277, e-ISSN: 2988-1285) is a biannually published journal in April and October. This journal was published by Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan Indonesia. This journal is intended as a vehicle for critical thinking and opened to all circles (academics, religionists, intellectuals and students) with specifications of studies and research in the fields of Islam Education, Islamic Education, and even Management of Islamic Education. Ashlach this Islamic Education Journal was published online for the first time in April 2023. This journal can be accessed openly by anyone, the content inside can be downloaded without having to tell the author and institution. Content can also be copied, distributed, printed, or cited to full text and does not have to ask permission from the publisher or the author. Address of Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan.
Articles 56 Documents
Penerapan Metode Isyarat Tangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal Kosakata Bahasa Arab Di Paud Roudhotul Ilmi Muhammad Syauqi Syahid; Warsito Warsito
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 01 (2026): Ashlach: Journal Of Islamic Education (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v4i01.1416

Abstract

Kemampuan menghafal kosakata bahasa Arab merupakan fondasi penting dalam pengembangan keterampilan berbahasa pada anak usia dini. Namun, pembelajaran kosakata bahasa Arab di PAUD sering menghadapi kendala berupa rendahnya daya ingat peserta didik serta penggunaan metode pembelajaran yang kurang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan metode isyarat tangan dalam meningkatkan kemampuan menghafal kosakata bahasa Arab pada peserta didik PAUD Roudhotul Ilmi. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persentase ketuntasan belajar meningkat dari 46% pada pra-siklus menjadi 75% pada siklus I dan mencapai 93% pada siklus II; (2) nilai rata-rata peserta didik meningkat dari 58,4 pada pra-siklus menjadi 74,6 pada siklus I dan 89,2 pada siklus II; serta (3) aktivitas peserta didik dan guru mengalami peningkatan yang signifikan selama proses pembelajaran. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa metode isyarat tangan efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran kosakata bahasa Arab karena mampu mengintegrasikan aspek visual, auditori, dan kinestetik secara bersamaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan metode isyarat tangan dalam pembelajaran kosakata bahasa Arab pada anak usia dini di lingkungan PAUD berbasis Islam melalui pendekatan multisensori yang sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik
Penguatan Pendidikan Akhlak Melalui Pendekatan Trauma-Informed Teaching Pada Anak Usia Dini Di Bangkalan Moh. Toyyib; Abd. Azis
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Ashlach: Journal of Islamic Education (Oktober)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v3i2.711

Abstract

Pendidikan akhlak pada anak usia dini masih menghadapi tantangan karena pembelajaran lebih berfokus pada pembentukan perilaku melalui aturan dan pembiasaan, sementara aspek emosional anak belum menjadi perhatian utama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik pendidikan akhlak, menganalisis penerapan trauma-informed teaching, serta mengkaji integrasi nilai-nilai pendidikan akhlak Islam dengan pendekatan tersebut pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilaksanakan di RA Mambaul Ulum Galis dan TK Raudlatus Sibyan Konang, Kabupaten Bangkalan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan akhlak dilaksanakan melalui pembiasaan, keteladanan, komunikasi empatik, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan suportif. Pendekatan trauma-informed teaching membantu guru memahami perilaku anak berdasarkan pengalaman emosionalnya sehingga pembinaan akhlak lebih berorientasi pada pendampingan daripada hukuman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendidikan akhlak Islam dengan trauma-informed teaching mendukung perkembangan sosial emosional dan internalisasi nilai-nilai akhlak pada anak usia dini. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya penerapan pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan emosional anak dalam praktik pendidikan Islam usia dini.
Pengalaman Belajar Siswa dan Teori Perkembangan Jean Piaget: Studi Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ishak Syairozi; Nur Irsyadiah; Syahrullah
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 01 (2026): Ashlach: Journal Of Islamic Education (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v4i01.778

Abstract

Tujuan: Penelitian ini menggali perkembangan proses belajar mengajar di SDIT Al-Barkah Bekasi dan SDIT As-Sa’adah Condet Jakarta Timur dengan landasan komponen tersebut dan pengamatan pengalaman belajar siswa melalui teori perkembangan Jean Piaget. Metode: Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif untuk menggali gambaran pengalaman belajar siswa di sekolah tersebut. Teknik yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung dengan data kepustakaan yang relevan dengan judul penelitian. Selanjutnya data-data terkumpul diolah, dianalisis, disimpulkan dan dideskripsikan untuk memberikan makna. Untuk memperoleh hasil yang benar dan baik dalam menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis isi, yaitu pembahasan mendalam terhadap semua informasi data. Temuan: Penelitian ini menggambarkan perkembangan siswa sekolah dasar pada; 1) Fase pra operational, siswa kelas I-II telah memasuki ranah kognitif C1, awal C2 dengan belajar mengenal dan berbicara merespon informasi guru, dan pada siswa kelas II-III mulai pada C2 dan C3 dalam konsep pembelajaran meski baru tingkatan rendah. 2) Fase concrete operational thought, siswa kelas III-IV sudah masuk tingkat C4 dan C5 dengan menafsirkan suatu masalah dari berbagai dimensi dan membandingkan objek yang ada. 3) Fase operational formal, siswa kelas V-VI sudah dapat berpikir tentang objek yang bersifat abstrak dan mampu berpikir secara kritis. Implikasi: Penelitian ini meneguhkan perlunya pengembangan teori dalam praktik pembelajaran di SDIT Al-Barkah Bekasi dan SDIT As-Sa’adah Condet Jakarta Timur. Orisinalitas: Penelitian ini memberikan kontribusi dalam konstruk pembelajaran ranah kognitif pada setiap jenjang kelas pada setiap fasenya.
Penguatan Karakter Santri Melalui Kitab Minhajul Abidin Karya Imam Al-Ghazali Di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kaliacar Ahmad Zainun Nuri; Kustiana Arisanti; Moch Yunus
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 01 (2026): Ashlach: Journal Of Islamic Education (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v4i01.841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penguatan karakter santri melalui pembelajaran Kitab Minhajul Abidin, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut, serta mendeskripsikan karakter santri setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala pondok, ustadzah, ustadz, santri, alumni, dan wali santri. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter santri dilaksanakan melalui pembelajaran Kitab Minhajul Abidin yang diintegrasikan dengan keteladanan, pembiasaan ibadah, pengawasan, serta budaya kehidupan pesantren. Nilai-nilai karakter yang berkembang meliputi religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, kesabaran, keikhlasan, kemandirian, dan kepedulian sosial. Proses tersebut didukung oleh lingkungan pesantren yang kondusif, keteladanan guru, pembiasaan kegiatan keagamaan, serta dukungan keluarga, sedangkan hambatan yang ditemukan meliputi perbedaan latar belakang santri, pengaruh media sosial, dan lingkungan sosial di luar pesantren. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Kitab Minhajul Abidin berperan sebagai salah satu media internalisasi nilai yang mendukung penguatan karakter santri melalui proses pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan secara berkelanjutan sehingga nilai-nilai tersebut tetap tercermin dalam kehidupan alumni setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Implementasi Program Tahfiz Qur’an Dalam Meningkatkan Minat Membaca Al-Qur’an Siswa Di MAN Tapanuli Selatan Sanusi Siregar; Zulhammi; Zainal Efendi Hasibuan
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 01 (2026): Ashlach: Journal Of Islamic Education (April)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v4i01.941

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Program Tahfiz Qur’an di MAN Tapanuli Selatan, mengetahui respon dan partisipasi siswa terhadap program tersebut, serta menganalisis dampaknya dalam meningkatkan minat membaca Al-Qur’an siswa. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di MAN Tapanuli Selatan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Tahfiz Qur'an di MAN Tapanuli Selatan telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi dalam kurikulum madrasah. Respon siswa terhadap program ini sangat positif, ditandai dengan tingginya ketertarikan, partisipasi, dan antusiasme dalam mengikuti kegiatan tahfiz. Program ini juga terbukti meningkatkan minat membaca Al-Qur'an melalui peningkatan kemampuan membaca, pembentukan kebiasaan membaca secara rutin, serta meningkatnya motivasi untuk membaca dan muroja'ah secara mandiri. Implikasi: Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Program Tahfiz Qur'an yang terintegrasi dalam kurikulum dan dilaksanakan secara sistematis dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan minat membaca Al-Qur'an sekaligus membangun budaya literasi Al-Qur'an di madrasah. Orisinalitas: Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengkaji keterkaitan antara implementasi Program Tahfiz Qur'an, respons siswa, dan peningkatan minat membaca Al-Qur'an sebagai budaya belajar, yang masih jarang dikaji secara khusus pada konteks Madrasah Aliyah Negeri.
Kontekstualisasi Pendidikan Agama Islam melalui Nilai Aswaja An-Nahdliyah pada Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Makhfud Syawaludin; Pinctada Putri Pamungkas; Mohd Syaubari bin Othman
Ashlach : Journal of Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2025): Ashlach: Journal of Islamic Education (Oktober)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ashlach.v3i2.1246

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian memaknai dan menginternalisasikan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah, yaitu tawassuth, tawazun, i'tidal, dan tasamuh, dalam menghadapi tantangan industri pangan halal, transformasi digital, dan keberagaman masyarakat Indonesia. Metodologi: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan strategi studi dokumentasi terhadap tiga jawaban esai mahasiswa pada mata kuliah Aswaja, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Temuan: Diperoleh empat tema utama, yaitu (1) Aswaja sebagai landasan etika profesional yang tercermin dalam kejujuran ilmiah dan tanggung jawab keamanan pangan; (2) internalisasi nilai Aswaja dalam menghadapi industri halal dan era digital yang menumbuhkan sikap kritis-adaptif terhadap teknologi; (3) Aswaja sebagai fondasi moderasi beragama dalam kehidupan multikultural; dan (4) implikasinya bagi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang lebih kontekstual. Implikasi: Temuan ini relevan bagi pengembangan metode pembelajaran Aswaja berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi, baik pada pendidikan tinggi vokasi maupun pendidikan menengah kejuruan. Orisinalitas: Penelitian ini mengisi kesenjangan kajian internalisasi Aswaja yang selama ini didominasi konteks pesantren dan organisasi kemahasiswaan, dengan menelusurinya pada mahasiswa bidang sains terapan.