cover
Contact Name
Ira Puspita Dewi
Contact Email
irapuspitadewi@ulm.ac.id
Phone
+6282250285465
Journal Mail Official
mcsi.jurnal@ulm.ac.id
Editorial Address
https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/mcs/about/contact
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
MCSIJ (Marine, Coastal and Small Islands Journal) : Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Ilmu Kelautan
ISSN : -     EISSN : 25990454     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Marine, Coastal and Small Islands Journal adalah jurnal yang berisikan hasil-hasil penelitian mahasiswa kelautan tentang wilayah, ekosistem pantai dan lautan: oseanografi, bio-ekologi pesisir dan laut, instrumentasi dan akustik kelautan, remote sensing dan SIG kelautan.
Articles 110 Documents
ANALISIS POLA SEBARAN TSS (TOTAL SUSPENDED SOLID) MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BARITO Akbar, Hassanal; Baharuddin, Baharuddin; Syahdan, Muhammad
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/mcsij.v8i1.15062

Abstract

Partikel sedimen tersuspensi atau Total Suspended Solid (TSS) merupakan material zat padat tersuspensi yang terdiri atas lumpur, pasir halus. Keberadaan TSS berada pada kolom perairan dapat dipengaruhi oleh faktor angin, gelombang, curah hujan, serta pasang surut yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi konsentrasi serta distribusi dari TSS. Keberadaan TSS pada kolom perairan dapat mempengaruhi tingkat kecerahan yang dapat menyebabkan sedimentasi atau pendangkalan. Pengamatan konsentrasi TSS pada suatu perairan dapat menggunakan Teknik pengindraan jarak jauh yang mana informasi yang didapatkan akan lebih efisien tanpa melakukan pengecekan secara langsung dengan jangkauan wilayah kaji yang luas yang salah satunya yaitu dengan menggunakan citra sentinel-2. Tujuan dan kegunaan dari penelitian adalah untuk mengetahui distribusi dari TSS pada musim barat dan memberikan informasi serta bahan rujukan serta pertimbangan pengambilan kebijakan dalam pengelolaan dan pemanfaatan pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukan nilai TSS pada wilayah Sungai Barito berkisar antara 26 mg/l – 175 mg/l. kandungan TSS yang tinggi di wilayah hulu dan badan sungai sekitar 166 mg/l – 175 mg/l akibat curah hujan yang tinggi yang membawa volume run off  hingga ke muara dan yang terendah berkisar antara 26 mg/l – 35 mg/l pada bagian  muara yang semakin kearah laut semakin mengecil nilainya.
ANALISIS SEBARAN TINGKAT PENCEMARAN BERDASARKAN METODE INDEKS PENCEMARAN DI MUARA SUNGAI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Hayati, Norlaila; Baharuddin, Baharuddin; Dewi, Ira Puspita
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i2.11677

Abstract

Penentuan tingkat pencemaran air dilakukan untuk melakukan pemantauan pencemaran kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran spasial status mutu air dan penentuan tingkat pencemaran di perairan muara Sungai Kapuas berdasarkan metode Indeks Pencemaran.  Penelitian ini pada dilaksanakan bulan Juli 2017, pengumpulan data berupa pengambilan sampel kualitas air fisika, kimia dan biologi dengan menggunakan metode Porposiv Sampling dari 13 lokasi sampling, masing-masing nilai parameter diklasifikasikan mengacu pada “Kepmen LH No 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota laut” sehingga terbentuk sebaran spasial status mutu air. Tahap berikutnya melakukan analisis data berupa pengisian data dan atribut dari masing-masing parameter dengan mengacu pada “Kepmen LH No 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air” sehingga menghasilkan tingkat pencemaran di perairan muara Sungai Kapuas.  Sebaran spasial parameter kualitas air yang memenuhi baku mutu diantaranya DO, BOD5, pH. Sedangkan tidak memenuhi baku mutu diantaranya yaitu Suhu, TSS,  Kecerahan, Salinitas, Fosfat dan Nitrat. Keadaan fitoplankton di lokasi penelitian mempunyai tingkat keanekaragaman sangat stabil, keseragaman sangat merata dengan kategori sangat baik.  Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Pencemaran disimpulkan bahwa kondisi perairan Muara Sungai Kapuas tergolong dalam kategori tercemar sedang.
BIODIVERSITAS IKAN GELODOK (Periophthalmus sp) DI KAWASAN MANGROVE KECAMATAN ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR Gani, M Zaini; Nursalam, Nursalam; Lestarina, Putri Mudhlika
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v3i1.11763

Abstract

Penelitian ini bertujuan sebagai mengetahui kepadatan, mengetahui keanekaragaman, menganalisis indeks keseragaman, menganalisis indeks dominasi ikan gelodok. Penelitian ini dilakukan di kawasan mangrove Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. Parameter yang di ambil meliputi parameter Biologi, Fisika dan Kimia. Parameter Biologi yaitu ikan gelodok, Parameter fisika yaitu suhu. Parameter kimia yaitu DO, pH dan Salinitas. Faktor-faktor yang mempengaruh kepadatan, keanekaragaman, keseragaman dan dominasi yakni suhu, pH, DO dan salinitas maupun kondisi lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukan kepadatan populasi terendah pada Stasiun 2 sebesar 0,79 ind/m2 dan yang tertinggi pada Stasiun 9 sebesar 2,47 ind/m2. Indeks keanekaragaman ikan Gelodok di kawasan mangrove Kecamatan Aluh-Aluh dengan nilai 0,46 sampai 0,66 keanekaragaman spesiesnya rendah, penyebaran jumlah individu spesies rendah, kestabilan komonitas rendah. Indeks keseragaman ikan gelodok stabil di kawasan mangrove Kecamatan Aluh-Aluh terdapat pada Stasiun 2 yaitu dengan nilai 0,96 dan keseragaman yang labil terdapat pada Stasiun 6 yaitu dengan nilai 0,66. dan indeks dominasi ikan gelodok di kawasan mangrove Kecamatan Aluh-Aluh yang berada pada Stasiun 2 sebesar 0,53 sampai 0,71. Bisa dikatakan bahwa indeks dominasi ikan Gelodok sedang atau tidak ada yang mendominasi.
KEANEKARAGAMAN PERIFITON PADA DAUN LAMUN JENIS HALOPHILA OVALIS DAN ENHALUS ACOROIDES DI PERAIRAN DESA TANJUNG SUNGKAI KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Sirojudin, Sindyan; Salim, Dafiuddin; Nursalam, Nursalam
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v5i1.11796

Abstract

Perifiton adalah salah satu organisme yang memiliki hubungan erat dengan tumbuhan lamun. Perifiton berfungsi sebagai produsen utama bagi organisme akuatik dalam rantai makanan di laut. Perifiton melimpah dikarenakan banyaknya nutrien yang ada di ekosistem lamun. Namun, kelimpahan perifiton pada daun lamun dapat menyebabkan degradasi ekosistem lamun karena dapat menghambat proses fotosintesis. Kondisi ekosistem lamun sangat menentukan keberadaan perifiton, dimana lamun dengan kesuburan dan kerapatan yang tinggi menjadi media yang baik bagi penempelan perifiton. Jenis perifiton yang menempel pada lamun jenis  Enhalus acoroides dan Halophila ovalis yaitu sebanyak 17 jenis yang terdiri dari 10 famili. Kelimpahan perifiton pada setiap stasiun sebanyak 395 - 513 individu/cm2. Indeks keanekaragaman yang terdapat di semua stasiun yakni sebesar 1,145 - 1,192, sedangkan indeks keseragaman pada setiap stasiun sebanyak 0,413 - 0,430, dan indeks dominasi pada setiap stasiun antara 0,069 - 0,083. Hubungan kerapatan dengan kelimpahan lamun di Perairan Desa Tanjung Sungai terbilang kuat, yaitu 95 %.
IDENTIFIKASI JENIS DAN KARAKTERISTIK SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) DI PANTAI TAKISUNG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Kurniawan, Ade Dwi; Nursalam, Nursalam; Yuliyanto, Yuliyanto
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v7i2.11830

Abstract

Sampah laut atau dikenal juga sebagai Marine Debris merujuk pada materi padat yang bertahan lama, dihasilkan atau diproses, yang sengaja atau tidak sengaja dibuang atau ditinggalkan di lingkungan laut. Penelitian mengenai identifikasi sampah laut ini menggunakan metode transek yang difokuskan pada daerah pesisir Pantai Takisung di Provinsi Kalimantan Selatan. Tiap stasiun memiliki panjang 100 meter yang kemudian dibagi menjadi 5 jalur dengan jarak 20 meter masing-masing. Sampah laut diambil secara acak dari 5 sub-transek saat kondisi air mencapai surut terendah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jenis sampah yang paling umum di lokasi penelitian adalah plastik, dan dari segi ukuran sampah laut dengan tipe ukuran Macro-debris mendominasi.
PEMODELAN SIRKULASI ARUS PASANG SURUT DI PERAIRAN SUNGAI DUA LAUT KABUPATEN TANAH BUMBU Nury, Ahmad Sulthan; Baharuddin, Baharuddin; Amri, Ulil
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v2i2.11695

Abstract

Arus merupakan perpindahan.massa air dari satu tempat ketempat lain yang disebabkan oleh pasang surut, hebusan angin dan gelombang. Perairan Sungai Dua Laut merupakan salah satu perairan yang berhadapan dengan Laut Jawa dan disisi timur terdapat Selat Laut. Perairan Sungai Dua Laut memiliki kedalaman dangkal dan topografi yang datar, serta memiliki karakteristik pasang surut yang berbeda dan terdapat beberapa sungai yang bermuara ke laut. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pola dan kecepatan arus pasang surut di perairan Sungai Dua Laut, dengan pendekatan model hidrodinamika menggunakan perangkat lunak MIKE 21 Flow Model FM. Hasil simulasi arus dengan gaya pembangkit angin dan pasang surut menunjukan kecepatan arus bekisar 0,02 m/s hinga 0,24 m/s. Pola arus pada saat pasang menuju surut dominan bergerak dari arah barat daya menuju arah timur laut, sedangkan untuk pola arus pasang surut saat surut menuju pasang dominan bergerak dari arah selatan ke arah utara. Arus di perairan Sungai Dua Laut dominan dipengaruhi oleh arus pasang surut.
ANALISIS HUBUNGAN TUTUPAN KARANG DENGAN KELIMPAHAN IKAN FAMILY CHAETODONTIDAE DI PERAIRAN SUNGAI CUKA KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN Septiady, M Riza; Rifa'i, Muhammad Ahsin; Lestarina, Putri Mudhlika
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v4i2.11787

Abstract

Penelitian ini memiliki Tujuan yaitu: 1. Kondisi terumbu karang dan kelimpahan ikan karang jenis Chaetodontidae di perairan Sungai Cuka, 2. Mengetahui hubungan antara kondisi terumbu karang dengan keberadaan ikan Chaetodontidae. Lokasi sampling dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling, Di dapatkan hasil penelitian Keanekaragaman ikan karang di Perairan Sungai Cuka termasuk dalam kategori rendah, dan tidak ada komunitas yang mendominasi dalam tiap stasiun. Untuk jenis ikan yang ditemukan Family Chaetodontidae yaitu 5 spesies diantaranya adalah Chaetodonbaronessa, Coradion chrysozonus, Chaetodon octofasciatus, Chaetodon vagabundus, Chelmon rostratus. Life form Non acropora yang ditemukan tiap stasiun sebanyak 4 jenis diantaranya adalah Coral brancing(CB), Coral massive(CM), Coral encrusting(CE) dan Coral foliose(CF). Pengukuran parameter ini masih dalam toleransi bakumutu, kecuali salinitas yang ditemukan paling tinggi di angka 40‰ dan rendahnya nilai kecerahan yaitu berkisah antara 36-57% yang berarti bahwa tingkat kekeruhan perairan disana sangat tinggi dan juga berpengaruh pada pertumbuhan karang. 
PEMETAAN GARIS PANTAI PESISIR TANJUNG KEMUNING KABUPATEN KOTABARU Attijani, Fatur Rahmat; Syahdan, Muhammad; Baharuddin, Baharuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v7i1.11820

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang nomor 4 tahun 2011 tentang informasi geospasial, garis pantai terdiri atas garis pantai surut terendah (LAT), garis pantai pasang tertinggi (HAT) dan garis pantai tinggi muka air laut rata-rata (MSL). Berdasarkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2022, Pesisir Tanjung Kemuning sedang dilakukan kegiatan reklamasi. Kegiatan reklamasi pantai ini pada dasarnya akan menyebabkan perubahan posisi garis pantai, sehingga mempengaruhi batas pengelolaan ruang darat dan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kedudukan garis pantai Tanjung Kemuning pada saat HAT, MSL dan LAT. Berdasarkan hasil analisis nilai muka air laut Perairan Tanjung Kemuning pada saat muka air laut rata-rata (MSL) sebesar 218,33 cm, pasang tertinggi (HAT) sebesar 361,85 cm atau 143,52 cm terhadap MSL, dan nilai LAT sebesar 74,80 cm atau -143,52 cm terhadap MSL. Posisi garis pantai di wilayah Timur penelitian pada saat HAT dengan MSL berkisar 140 – 170 meter, sedangkan beda jarak antara MSL dan LAT berkisar 160 – 200 meter. Kemudian posisi garis pantai di wilayah Barat penelitian pada saat HAT dengan MSL memiliki jarak sebesar 10 – 70 meter, sedangkan posisi garis pantai pada saat LAT terhadap MSL memiliki jarak sekitar 15 – 120 meter.  Adapun posisi garis pantai di area reklamasi dan jetty pada saat HAT memiliki selisih jarak sejauh 9 – 20 meter terhadap MSL, sedangkan perbedaan selisih jarak antara garis pantai pada saat MSL dan LAT yaitu sebesar 10 – 100 meter.
ANALISIS TEKSTUR DAN POLA DISTRIBUSI SEDIMEN DI PERAIRAN TELUK TAMIANG KABUPATEN KOTABARU Pratiwi, Martini Dwi; Baharuddin, Baharuddin; Hamdani, Hamdani
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v4i1.11778

Abstract

Perairan Teluk Tamiang merupakan perairan yang memiliki aspek distribusi sedimen. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mengetahui tekstur dan pola distribusi sedimen, serta hubungan karakteristik kedalaman dengan distribusi sedimen di perairan Teluk Tamiang. Menggunakan metode megaskopis untuk mengetahui jenis dan sumber sedimen. Serta metode granulometri untuk mengetahui sebaran ukuran butir sedimen dengan persamaan D50 dan sortasi kemudian dilakukan analisis spasial dan overlay dengan karakteristik kedalaman. Berdasarkan hasil analisis megaskopis, jenis sedimen yang ditemui dominan pasir halus berwarna abu – abu yang termasuk kategori biogeneus. Hasil analisis granulometri menunjukkan nilai D50 yang dominan yakni tipe sedimen sand, nilai sortasi yang dominan yakni pada kategori terpilah buruk. Dari hasil analisis tersebut diduga bahwa distribusi sedimen di perairan Teluk Tamiang dominan dipengaruhi dari energi laut. Hubungan sebaran D50 dengan karakteristik kedalaman memiliki kaitan yang erat terhadap distribusi sedimen, sedangkan sebaran sortasi tidak memiliki kaitan yang erat akibat dari faktor hidrodinamika perairan Teluk Tamiang.
KLASIFIKASI SUBSTRAT DASAR HABITAT BENTIK MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-2 DI PULAU DENAWAN KABUPATEN KOTABARU Risman, Risman; Syahdan, Muhammad; Tony, Frans
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v6i1.11811

Abstract

Habitat bentik pada perairan dangkal di daerah tropis didominasi oleh substrat lumpur, pasir, pecahan karang, batu, alga, karang mati, karang lunak, karang keras dan lamun. Beberapa fungsi habitat bentik diantaranya sebagai tempat mencari makan, bertelur dan berpijah biota laut, pelindung pantai dari gelombang, menyerap karbon, serta sebagai tempat pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan klasifikasi substrat dasar habitat bentik di Pulau Denawan mengguanakan data citra Sentinel-2B dengan metode Object Based Image Analysis dan data lapangan berupa persentase tutupan substrat dasar menggunakan metode Rapid Reef Inventory yang diklasifikasikan dengan metode Agglomerative Hierarchical Clustering. Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 kelas dominan penyususn habitat bentik di Pulau Denawan yaitu kelas campuran (rubble, sand dan dead coral alga) dengan luasan 20,49 Ha; makro alga 7,53 Ha; dead coral 7,23 Ha; hard coral 23,53 Ha. Nilai total akurasi yang dihasilkan yaitu 90,48%.

Page 6 of 11 | Total Record : 110