cover
Contact Name
Yogik Setia Anggreini
Contact Email
pppm@poltekkessorong.ac.id
Phone
+6281344755952
Journal Mail Official
pppm@poltekkessorong.ac.id
Editorial Address
Jalan Basuki Rahmat, Klawalu, Sorong Timur, Klawalu, Kec. Sorong, Kota Sorong, Papua Bar. 98416
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Nursing Arts
ISSN : 19786298     EISSN : 2686133X     DOI : https://doi.org/10.36741/na
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Nursing Arts (JNA) is an nursing journal which publishes scientific works for nurses, academics, and practitioners. JNA welcomes and invites original and relevant research articles in nursing, as well as systematic study and case report particularly in nursing. This journal encompasses original research articles, systematic review articles, and case studies. The scope of this journal includes, but is not limited to the research results of: Fundamentals of Nursing Emergency and Trauma Nursing Disaster nursing Gerontological nursing Community nursing Medical-surgical Nursing Critical Care Nursing Family Nursing Mental health nursing Pediatric nursing Maternity nursing Nursing leadership and management Complementary and Alternative Medicine (CAM) in nursing Education in nursing
Articles 98 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI DALAM PROSES REHABILITASI PADA REMAJA PENYALAHGUNAAN NARKOBA Resqi Nur Komala Dewi; Katrina Feby Lestari; Sintong H. Hutabarat
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.127

Abstract

Penyalahgunaan narkoba pada remaja merupakan masalah serius yang berdampak pada fisik, psikologis, dan sosial. Rehabilitasi menjadi langkah penting, dengan dukungan keluarga sering dianggap memengaruhi motivasi remaja untuk pulih. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan motivasi remaja dalam menjalani rehabilitasi penyalahgunaan narkoba di Kota Palu. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 45 remaja yang mengikuti rehabilitasi rawat jalan di BNN Kota Palu melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan motivasi yang telah tervalidasi dan reliabel. Analisis menggunakan uji Fisher Exact. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga tinggi (71,1%) dan motivasi tinggi (73,3%), dengan nilai p = 0,068 (>0,05). Kesimpulannya, tidak ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan motivasi remaja dalam rehabilitasi. Penelitian selanjutnya disarankan mempertimbangkan faktor lain seperti motivasi intrinsik, dukungan teman sebaya, lingkungan sosial, serta peran petugas rehabilitasi.
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA LANSIA DENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS Yunita Suriani Suardi; Eka Suprapti; Vivi Adriana Suardi; Yanti Mustarin
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.133

Abstract

Artritis reumatoid (AR) merupakan kondisi inflamasi kronis pada lansia yang menyebabkan nyeri sendi dan penurunan fungsi. Penelitian ini menilai pengaruh terapi kompres hangat terhadap nyeri sendi pada lansia dengan AR di layanan primer. Desain quasi-eksperimen digunakan dengan kelompok perlakuan yang menerima kompres hangat dan kelompok kontrol yang mendapat perawatan biasa. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale. Kompres hangat diberikan 20–25 menit pada suhu 40–45°C, tiga kali seminggu selama dua minggu. Hasil menunjukkan penurunan nyeri bermakna pada seluruh peserta kelompok perlakuan, dari nyeri ringan–sedang menjadi tanpa nyeri, sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan. Temuan ini mendukung manfaat fisiologis terapi panas dalam mengurangi nyeri sendi. Kompres hangat merupakan intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diakses, dan praktis untuk meningkatkan kenyamanan.
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG METODE IPSWICH TOUCH TEST (IpTT) DALAM MENDETEKSI NEUROPATI DIABETIC Halbina Famung Halmar; Eka Suprapti
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.134

Abstract

Neuropati diabetik adalah komplikasi saraf perifer dan otonom akibat diabetes melitus kronis yang ditandai mati rasa, kesemutan, nyeri dan merupakan penyebab utama ulkus kaki serta amputasi. Individu dengan pemahaman yang rendah mengenai diabetes melitus akan kesulitan dalam melakukan tindakan pencegahan, dan kurangnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat tentang metode IpTT untuk mendeteksi neuropati diabetik di Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional  dengan menggunakan teknik Non Probability Sampling dan  jumlah sampel 46 responden.  Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan distribusi frekuensi.  Hasil  penelitian mayoritas responden berusia 25-35 tahun (36.95%), jenis kelamin perempuan (60.86%), pekerjaan karyawan swasta yaitu (47.82%), dan tingkat pengetahuan kurang (78.26%). Kesimpulan minimnya informasi tentang IpTT sehingga masyarakat memiliki pengetahuan yang kurang dalam mendeteksi neuropati. Saran diperlukan penyuluhan yang lebih intens kepada masyarakat.
HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA LANSIA Galang Safari Yahya; Suaib Suaib; I Made Rio Dwijayanto
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.135

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia seiring penurunan kemampuan fisik dan meningkatnya risiko gangguan kesehatan. Keluhan ini umumnya dipicu aktivitas fisik yang melebihi kapasitas, postur tubuh yang tidak tepat, serta kebiasaan bekerja terlalu lama tanpa istirahat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kejadian nyeri punggung bawah pada lansia di Desa Makmur Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 70 lansia yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner GPAQ dan kuesioner nyeri punggung bawah, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dan nyeri punggung bawah (p=0,001). Temuan ini menegaskan perlunya pengaturan aktivitas fisik sesuai kapasitas tubuh untuk mencegah nyeri punggung bawah pada lansia. Disarankan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui edukasi dan pemantauan.
PENGARUH EDUKASI SELF-CARE TERHADAP PENINGKATAN MANAJEMEN DIRI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Beathris Novalia Marci Baitanu; Fitri Handayani; Mariana Oni Betan; Jane Leo Mangi; Irfan Irfan; Febtian Candradevi Nugroho
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.136

Abstract

Diabetes self-care merupakan salah satu upaya penting dalam penanganan dan pencegahan komplikasi Diabetes Melitus. Melalui peningkatan kemampuan serta pengetahuan yang memadai, penderita DM diharapkan mampu mengontrol kondisi kesehatannya secara mandiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi self-care dengan media video animasi terhadap peningkatan manajemen diri pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Metode Penelitian ini yaitu penelitan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one group pre-test post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 orang responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DSMQ (Diabetes Self-Management Questionnaire). Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan manajemen diri yang signifikan setelah diberikan intervensi edukasi self-care menggunakan media video animasi, dengan nilai p < 0,05. Ada pengaruh edukasi self-care menggunakan video animasi terhadap manajemen diri pada pasien DM Tipe II di Puskesmas Oesapa Kota Kupang.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Nur ‘Azmi Fauziyah; Rizqi Alvian Fabanyo; Serly Agustin Marcus
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.137

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kekurangan asupan gizi jangka panjang yang diperburuk oleh sanitasi dan lingkungan yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penggunaan air bersih, kepemilikan jamban sehat, dan status sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Malawili Kabupaten Sorong. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 33 ibu atau wali balita usia 0–59 bulan di Kampung Maibo yang dipilih menggunakan simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan air bersih (p = 0,031) dan kepemilikan jamban sehat (p = 0,013) dengan kejadian stunting. Namun, status sosial ekonomi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,534). Kesimpulannya, faktor sanitasi berperan penting terhadap kejadian stunting, sehingga diperlukan upaya peningkatan akses air bersih dan kepemilikan jamban sehat sebagai bagian dari pencegahan stunting.
HUBUNGAN PMO (PENGAWAS MINUM OBAT) DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MENGONSUMSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS Ikbal Sidik; Sisilia Rammang; Agnes Erlita Distriani Patade
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.139

Abstract

Pengawas Minum Obat (PMO) berperan penting dalam mengawasi, memotivasi, dan mengingatkan pasien agar patuh mengonsumsi obat hingga pengobatan Tuberkulosis selesai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan peran PMO dengan tingkat kepatuhan minum obat anti-Tuberkulosis pada pasien Tuberkulosis di RSUD Anutapura Palu. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 53 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Pearson Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara peran PMO dan tingkat kepatuhan minum obat anti-Tuberkulosis. Temuan ini menunjukkan bahwa peran PMO berkontribusi terhadap keberhasilan pengobatan Tuberkulosis. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan pertimbangan bagi rumah sakit dan instansi kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis.
HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Nur Hafni Hasyim; Alva Cherry Mustamu; Rizqi Alvian Fabanyo
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.140

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak usia dini yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu faktor risiko stunting adalah pernikahan dini, yang dapat memengaruhi kesiapan ibu dalam kehamilan dan pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian stunting pada anak usia 0–2 tahun di Kampung Maibo, wilayah kerja Puskesmas Malawili, Kabupaten Sorong. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 56 ibu yang memiliki anak usia 0–2 tahun dan dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 61,1% ibu menikah pada usia <18 tahun, dengan kejadian stunting sebesar 83,3% kategori pendek dan 16,7% sangat pendek. Terdapat hubungan signifikan antara pernikahan dini dan kejadian stunting (p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya pencegahan pernikahan dini sebagai strategi penurunan stunting.
PENGARUH EDUKASI VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI TUMMY TIME Vera Iriani Abdullah; Mochamad Bagoes Nata Samudra
Nursing Arts Vol. 20 No. 1 (2026): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v20i1.183

Abstract

Sekitar 250 juta anak mengalami keterlambatan perkembangan fisik, kognitif, dan motorik. Salah satu upaya pencegahan adalah stimulasi dini melalui Tummy Time, yang terbukti meningkatkan perkembangan motorik, mengurangi risiko keterlambatan motorik pada bayi dengan down syndrome, serta mencegah brachycephaly. Namun, pengetahuan ibu mengenai Tummy Time masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi stimulasi Tummy Time terhadap pengetahuan ibu. Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest. Penelitian dilakukan pada Oktober 2024–Januari 2025 di wilayah kerja Puskesmas Mariyat, Kabupaten Sorong, dengan melibatkan 30 ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu yang signifikan setelah edukasi (p = 0,000; p < 0,05). Edukasi stimulasi Tummy Time efektif meningkatkan pengetahuan ibu.
ANALISIS EPIDEMIOLOGI KASUS HIV/AIDS DI KOTA SORONG TAHUN 2004–2025 Yowel Kambu; Elisabeth Samaran; Yehud Maryen; I Made Raka; Jeny Isir
Nursing Arts Vol. 20 No. 1 (2026): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v20i1.231

Abstract

Penelitian ini menganalisis distribusi kasus HIV/AIDS di Kota Sorong berdasarkan pekerjaan, kelompok suku, dan wilayah distrik menggunakan data surveilans tahun 2004–2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan kasus tertinggi terdapat pada pekerja swasta (1.215 kasus), diikuti kelompok tidak bekerja (973 kasus) dan ibu rumah tangga (861 kasus). Kasus lebih banyak ditemukan pada kelompok Non-OAP dibandingkan OAP, dengan Distrik Sorong Barat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa mobilitas penduduk, aktivitas ekonomi, dan perilaku seksual berisiko berkontribusi terhadap penyebaran HIV/AIDS. Oleh karena itu, diperlukan penguatan deteksi dini, perluasan layanan terapi antiretroviral (ARV), dan intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan pengendalian HIV/AIDS.

Page 9 of 10 | Total Record : 98