cover
Contact Name
Ardina Rezky Noeraini
Contact Email
abhipraya@unpkdr.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
abhipraya@unpkdr.ac.id
Editorial Address
Jln. KH. Ahmad Dahlan No. 76, Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Dan Sains
ISSN : 30320321     EISSN : 30267781     DOI : https://doi.org/10.29407/abhipraya
ABHIPRAYA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains adalah jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains, Universitas Nusantara PGRI Kediri, Indonesia. Jurnal ini berisi tentang kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat pada bidang Kesehatan dan Sains meliputi bidang keperawatan, kebidanan, peternakan, pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi, pendidikan biologi, dan pendidikan matematika.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Desa Krenceng melalui Edukasi Siklus Hidup dan Pengendalian Aedes aegypti Suci Anjarwati; Darsono Darsono
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i2.28645

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga Desa Krenceng melalui peningkatan pengetahuan mengenai siklus hidup nyamuk dan teknis pembasmian sarang nyamuk secara mandiri. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai tempat pembiakan dan perilaku nyamuk sering kali menjadi faktor penyebab utama penularan DBD di lingkungan pemukiman. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi lapangan mengenai pengenalan ciri-ciri dan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. Materi edukasi difokuskan pada upaya pengendalian vektor, yaitu tindakan sistematis untuk membatasi atau menekan populasi organisme pembawa penyakit (vektor) guna memutus rantai penularan. Strategi yang ditekankan adalah penerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan menguras, menutup, mengubur, serta tindakan pencegahan tambahan (3M Plus) dan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat Desa Krenceng dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Dengan memahami siklus hidup nyamuk, masyarakat diharapkan mampu melakukan identifikasi dini dan eliminasi tempat perkembangbiakan nyamuk guna memutus rantai penularan virus dengue di tingkat desa.
Pemberdayaan Ibu Balita dalam Pemantauan Mandiri Status Gizi Melalui Buku KIA Sundari Sundari; Rury Narulita Sari; Lutfiah Indriyani
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i2.28704

Abstract

Status gizi yang baik pada balita berperan penting dalam mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk memantau kondisi tersebut adalah Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Meskipun demikian, pemanfaatan Buku KIA oleh masyarakat masih belum sepenuhnya optimal, yang terlihat dari masih adanya buku yang belum diisi secara lengkap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas ibu dalam melakukan pemantauan status gizi balita secara mandiri melalui pemanfaatan Buku KIA. Program dilaksanakan menggunakan metode edukasi kesehatan dengan desain pretest–posttest pada 10 ibu yang memiliki balita. Kegiatan mencakup penyampaian materi, demonstrasi penggunaan Buku KIA, serta pendampingan praktik dalam membaca kurva pertumbuhan anak. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 5,2 menjadi 8,2, sedangkan skor keterampilan meningkat dari 22,6 menjadi 38,8. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai praktik dan pendampingan mampu meningkatkan kompetensi ibu dalam melakukan pemantauan pertumbuhan balita. Optimalisasi penggunaan Buku KIA dapat menjadi salah satu strategi pemberdayaan keluarga untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan masalah gizi pada anak.
Intervensi Edukatif Berbasis Pangan Lokal (Sari Kedelai) Untuk Mencegah Dismenore Primer Pada Remaja Putri Fatmawati; Siti Fatimah; Galih Puspita Citra Mahardhika; Indri Primalia Putri
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i2.28717

Abstract

Dismenore primer merupakan nyeri haid yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar serta kualitas hidup. Di Indonesia, kejadian dismenore mencapai 64,25%, yang terdiri dari dismenore primer 54,89% dan sekunder 9,36%. Dismenore dapat menimbulkan berbagai dampak seperti nyeri perut bagian bawah, mual, pusing, lemas, serta gangguan aktivitas sehari-hari hingga ketidakhadiran di sekolah. Di Desa Dapurkejambon, Dusun Banggle, Kabupaten Jombang, dari 22 remaja putri terdapat 14 remaja yang mengalami dismenore. Metode yang digunakan adalah edukatif partisipatif melalui penyuluhan dan demonstrasi pembuatan sari kedelai. Kegiatan diawali dengan pemberian pretest untuk mengukur pengetahuan awal selanjutnya dilaksanakan penyuluhan tentang penanganan disminore dan demonstrasi pembuatan sari kedelai, di akhir kegiatan dilakukan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan remaja. Upaya yang dilakukan berupa intervensi edukatif berbasis pangan lokal (sari kedelai) sebagai alternatif penanganan dismenore primer karena kandungan protein dan isoflavon yang bermanfaat bagi kesehatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah edukasi, dimana pada posttest diperoleh kategori pengetahuan baik sebesar 86%, cukup 14%, dan kurang 0%. Disimpulkan bahwa intervensi edukatif partisipatif melalui penyuluhan dan demonstrasi pembuatan sari kedelai sebagai alternatif penanganan disminore secara non farmakologi.
Penyuluhan untuk meningkatkan Pengetahuan Lansia tentang Posyandu Lansia Lexy Oktora Wilda; Heru Wahyudi; Yesita Febriani
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i2.28725

Abstract

Posyandu Lansia merupakan pelayanan berbasis UKBM (Uji Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) berbentuk pelayanan pemeriksaan status gizi, pemeriksaan kesehatan fisik dan status mental emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua) menit yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini). Pengetahuan lansia menjadi faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan motivasi lansia dalam mengunjungi pelayanan posyandu lansia. Lansia yang mempunyai pengetahuan tinggi akan termotivasi dalam mendatangi Posyandu Lansia. Banyak lansia yang memiliki keterbatasan pengetahuan tentang posyandu, keterbatasan pengetahuan ini akan mengakibatkan dampak yang kurang baik dalam pemeliharaan kesehatannya. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan lansia tentang posyandu lansia di Desa Sumberwindu Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk dengan melibatkan 189 Lansia. Desainnya menggunakan Deskripstif menggunakan instrument kuisioner. Data menunjukkan berpengetahuan baik 45 %, cukup 40 %, dan  kurang 15 %. Temuan ini membuktikan bahwa Faktor yang paling mempengaruhi tingkat pengetahuan lansia yaitu usia serta sumber informasi. Usia 60-74 tahun, semakin bertambahnya usia maka semakin bertambah pengetahuannya. Namun pada lansia, semakin bertambah umur akan mengalami kemunduran fisik sehingga mengakibatkan kemampuan dalam mengingat berkurang. Informasi serta dukungan keluarga menjadikan lansia rutin mengikuti posyandu.
Pendidikan Kesehatan Tentang Pentingnya Menjaga Pola Makan Pada Remaja Usia 14-16 Tahun di SMPN 1 Gondang Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Rahayu Budi Utami; Puji Astutik; Aprillia Dhea Zahira
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i2.28733

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun psikologis. Pada periode ini, remaja sering kali kurang memperhatikan pola makan sehat sehingga berpotensi menghambat proses tumbuh kembang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga pola makan seimbang. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 1 Gondang, Kabupaten Nganjuk, dengan melibatkan 410 remaja usia 14–16 tahun. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan diskusi interaktif bersama siswa, guru, dan orang tua. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Sebelum kegiatan, mayoritas remaja berada pada kategori pemahaman rendah (39,0%) dan sedang (42,7%), sedangkan kategori tinggi hanya 18,3%. Setelah kegiatan, terjadi peningkatan signifikan pada kategori tinggi menjadi 59,7%, dengan penurunan pada kategori rendah (11,0%) dan sedang (29,3%). Analisis uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,001) antara skor pre-test dan post-test. Edukasi kesehatan berbasis sekolah dengan pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan makan sehat remaja. Keterlibatan guru dan orang tua memperkuat keberhasilan program, sehingga dapat dijadikan model intervensi serupa di sekolah lain.
Edukasi Persiapan Proses Persalinan pada Ibu Hamil Trimester III di Desa Candimulyo Kabupaten Madiun Rury Narulita; Mufida Dian Hardika; Lutfiah Indriani
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i2.28741

Abstract

Menghadapi proses persalinan membutuhkan persiapan yang matang, terutama pada ibu primipara. Persiapan yang baik dapat menghindari terjadinya keterlambatan penanganan saat terjadi risiko komplikasi persalinan.  Persiapan persalinan dapat dibantu keluarga atau suami sebagai pendamping. Sasaran kegiatan ini adalah ibu hamil trimester III di Wilayah Desa Candimulyo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesiapan ibu dan keluarga dalam menghadapi proses persalinan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif melalui penyuluhan dan diskusi interaktif menggunakan buku KIA. Edukasi meliputi waktu dan tempat persalinan, pendamping persalinan, biaya serta jaminan kesehatan, dokumen yang diperlukan, donor darah, kendaraan, amanat P4K, serta rencana KB. Kegatan dilakukan di Kelas Ibu Hamil Desa Candimulyo, Dolopo, Kabupaten Madiun yang dilakukan pada tanggal 19 April 2026. Peserta yang mengikuti sebanyak 12 orang ibu hamil trimester III. Pelaksanaan pengabdian menggunakan daftar pertanyaan pretest dan posttest yang merujuk dari Buku KIA versi 2024. Analisis menggunakan retest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dari rerata nilai dari 61,9 menjadi 90,8. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III dalam persiapan persalinan sehingga dapat berperan sebagai upaya preventif terhadap penanganan komplikasi persalinan.
Pengabdian Masyarakat Berbasis Event Olahraga: Studi pada “Nusantara Cup – The Journey of Champions” Via diah rohmana; Weda Weda; Dwi Kurnia Shandy
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i2.28859

Abstract

Pengembangan karakter dan literasi olahraga pada generasi muda memerlukan media terstruktur yang mengintegrasikan kompetisi dengan edukasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pemberdayaan berbasis event olahraga melalui "Nusantara Cup – The Journey of Champions." Metode yang digunakan adalah pendekatan kolaboratif partisipatif yang meliputi perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 17 tim bola basket tingkat SMA dan komunitas olahraga lokal di Kediri. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam sportivitas peserta, dengan 88% peserta melaporkan peningkatan pemahaman karakter dan kerjasama tim. Lebih lanjut, acara ini berhasil memperkuat kolaborasi antara Universitas Nusantara PGRI Kediri dan institusi pendidikan daerah. Evaluasi melalui survei kepuasan peserta menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi (92%) dalam manajemen acara dan nilai edukatif. Kesimpulannya, Nusantara Cup berfungsi sebagai platform efektif untuk pengembangan masyarakat, pendidikan karakter, dan promosi sport tourism.
Pendampingan Checklist Preventif untuk Menekan Klaim Pending Rawat Jalan di Rumah Sakit X Delsa Dezolla; Intan Kamala Aisyiah; Raihannah Putri; Naela Cahaya Putri; Romzi Yadi; Habib Alifri
ABHIPRAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains Vol 3 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/abhipraya.v3i2.29006

Abstract

Klaim pending BPJS Kesehatan di Rumah Sakit X masih cukup tinggi pada pelayanan rawat jalan, yaitu 13,3%–15,8% dalam tiga bulan pengamatan dengan rata-rata 14,6%. Kondisi ini berkaitan dengan tingginya volume kunjungan rawat jalan, ketidaklengkapan dokumen pendukung, variasi ketelitian petugas, belum adanya standar pemeriksaan rinci antarunit, serta keterbatasan sistem validasi otomatis. Checklist administrasi yang digunakan sebelumnya hanya berfokus pada identitas dan data layanan pasien sehingga belum berfungsi sebagai alat kontrol preventif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi penyusunan checklist administrasi klaim BPJS rawat jalan yang lebih rinci, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan unit pelayanan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di unit casemix dan administrasi rawat jalan Rumah Sakit X selama dua minggu (2–16 Februari 2026). Subjek kegiatan terdiri atas 7 orang petugas, yaitu 2 petugas casemix dan 5 petugas administrasi rawat jalan yang terlibat dalam pemeriksaan dan pengajuan klaim BPJS. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan partisipatif, dan pendampingan teknis. Tahap awal berupa analisis kelengkapan berkas klaim untuk mengidentifikasi dokumen yang sering tidak lengkap, seperti surat kontrol, buku KIA, hasil laboratorium, hasil radiologi, dan dokumen penunjang lainnya. Tahap berikutnya meliputi penyuluhan mengenai alur klaim BPJS, pelatihan pemeriksaan berkas menggunakan contoh kasus, penyusunan draft checklist bersama petugas, serta uji coba checklist pada berkas klaim rawat jalan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa penyebab utama klaim pending adalah ketidaklengkapan dokumen penunjang, ketidaksesuaian diagnosis dan tindakan, serta kekurangan autentikasi dokter. Melalui pendampingan, dihasilkan satu format checklist preventif yang memuat enam item verifikasi utama, yaitu surat rujukan, surat kontrol atau lembar konsultasi, buku KIA, hasil laboratorium, hasil radiologi, dan dokumen penunjang lain sesuai kasus. Hasil uji coba menunjukkan checklist membantu petugas mengidentifikasi kekurangan dokumen sebelum berkas dikirim ke unit casemix. Secara kualitatif, checklist dinilai praktis dan membantu meningkatkan ketertiban pemeriksaan dokumen. Checklist preventif ini berpotensi menekan angka klaim pending melalui pencegahan ketidaklengkapan dokumen sejak tahap awal.