cover
Contact Name
Abubakar
Contact Email
abubakar.bna54@mail.com
Phone
+6281360436675
Journal Mail Official
abubakar@serambimekkah.ac.id
Editorial Address
Jln. Blang Beringin, Lr. Turi Utama, Desa Cot Mesjid Kota Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Serambi Ilmu
ISSN : 16934849     EISSN : 25492306     DOI : https://doi.org/10.32672/si.v24i2
Core Subject : Education,
Serambi Ilmu will published an orginil manuscript sourced from research results, conceptual ideas, studies and application of theory or literature review that has never been sent or published in other journals anywhere. The scope of the fields contained in Serambi Ilmu Journal covers the following areas: • Educational; • Learning; • Instructional; • Curriculum; • Issues and Trends; • Teacher Education; • Education Policy; • Education Evaluation; • Administration Education; • The conceptual ideas education; • Study application of educational theory; • Education Books Reviews.
Articles 185 Documents
Evaluation of the Implementation of Inclusive Education Policy at Piyeung State Elementary School, Aceh Besar District Insan Nuhari; Jalaluddin; Putra Ilhamsyah; Azwir
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 26 No. 1 (2025): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v26i1.2503

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the implementation of inclusive education policies at SD Negeri Piyeung, Aceh Besar Regency. This study uses a qualitative evaluative approach to the research subjects of SD Negeri Piyeung, Aceh Besar Regency. In-depth interviews, document studies, and observations were used to collect data which were then analyzed using the Edwards III implementation model which looked at communication, resources, and disposition. The results of the study showed that the implementation of inclusive education policies at SD Negeri Piyeung, Aceh Besar Regency was considered good, with an achievement of 65%. Communication is an aspect that still needs a lot of improvement, as is disposition which has not been implemented properly. Meanwhile, the aspect that is already the best is resources. The impact of this policy can be seen from the increasing number of students in regular schools from year to year and the reduction in discrimination experienced by students with special needs by peers, teachers, and the community. Keywords ; evaluation, inclusive education, policy implementation
Generasi Muda Dan Tantangan Kebudayaan Di Era Society 5.0 Abdul Manan; Septian Fatianda
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 26 No. 1 (2025): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v26i1.2523

Abstract

Penelitian ini membahas tentang persoalan yang dialami oleh generasi muda Indonesia dan tantangannya dalam melestarikan kebudayaan di Era Society 5.0. Dalam perkembangannya Era Society 5.0 ini diartikan sebagai era dimana semua teknologi menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini internet digunakan tidak hanya untuk berbagi informasi tetapi juga untuk menjalani kehidupan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Sumber data diperoleh dari studi kepustakaan dan hasil pengamatan terhadap fenomena yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda merupakan kelompok yang paling siap untuk menghadapi perubahan ke Era Society 5.0. Salah satu perubahan yang terjadi adalah pada aspek kebudayaan. Dengan masifnya perkembangan teknologi memunculkan banyak problematika bagi kebudayaan seperti pengaruh globalisasi dan krisis identitas lokal. Namun hadirnya era ini memiliki sisi positif yang bisa dimanfaatkan khususnya bagi generasi muda. Usaha untuk melakukan digitalisasi warisan budaya, pemanfaatan platform media sosial, kolaborasi antar budaya, hingga menyelenggarakan festival kebudayaan menjadi beberapa hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda untuk menjaga kebudayaan mereka tetap eksis di tengah masifnya perubahan di Era Society 5.0
Studi Korelasi Pola Asuh Orang Tua Terhadap Tingkat Kemandirian Anak Ella Fitriana; Kusmawati Hatta; Nur Izah Hastuti; Cut Alfidhatul Nadhirah; Mulia Mardi
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 26 No. 1 (2025): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v26i1.2723

Abstract

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pola asuh memang sangat berpengaruh. Pola asuh terdiri dari tiga jenis yang sudah diketahui, yaitu pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif. Ketiga pola asuh ini memiliki sisi positif dan negatifnya masing-masing. Namun, dari ketiga jenis pola asuh tersebut, yang paling baik adalah pola asuh demokratis. Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang menerima dan melibatkan anak sepenuhnya. Orang tua dengan tipe ini memiliki tingkat pengendalian yang tinggi dan mengharuskan anak-anak bertindak pada tingkat intelektual dan sosial sesuai dengan usia dan kemampuan mereka. Namun, orang tua juga memberikan kehangatan, bimbingan, dan komunikasi dua arah. Mereka memberikan alasan atas hukuman dan larangan yang mereka berikan, sehingga anak lebih paham, tidak hanya diberi hukuman tetapi juga penjelasan mengenai alasan tersebut. Temuan ini mengidentifikasi bahwa pola asuh yang memberikan kebebasan yang bertanggung jawab dan dukungan emosional kepada anak cenderung mendukung perkembangan kemandirian pada anak. Namun, perlu juga diingat bahwa faktor-faktor lain seperti karakteristik anak, lingkungan sosial, dan konteks kebudayaan juga dapat mempengaruhi tingkat kemandirian anak. Berdasarkan hasil penelitian ini, sangat dipahami bahwa masih banyak kekurangan dari berbagai sisi, sehingga disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan berbagai budaya untuk menganalisis temuan. Selain itu, untuk penelitian selanjutnya, dapat dikembangkan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh dan aspek-aspek lain dari perkembangan anak, seperti yang berkaitan dengan prestasi akademik dan kesehatan emosional
Pengaruh LKPD Berbasis Inkuiri Terbimbing Terhadap Pengembangan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik Dalam Pembelajaran Sains mahyuna muhammad; Muhamad Saleh; M. Chalish
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 26 No. 1 (2025): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jsi.v26i1.3059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis inkuiri terbimbing terhadap pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher-Order Thinking Skills/HOTS) peserta didik dalam pembelajaran sains. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IA SMA Negeri 4 Banda Aceh, yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian mencakup tes HOTS yang telah divalidasi, lembar observasi, dan angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis inkuiri terbimbing secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Analisis data menggunakan uji t menunjukkan nilai signifikansi < 0,05. Selain itu, peserta didik memberikan respons positif terhadap penggunaan LKPD ini, terutama terkait dengan kemudahan pemahaman konsep, peningkatan keterlibatan aktif, dan motivasi belajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa LKPD berbasis inkuiri terbimbing efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik dalam pembelajaran sains. Penelitian ini merekomendasikan penerapan LKPD serupa untuk mendukung pembelajaran aktif dan meningkatkan kualitas pendidikan sains.
Rehabilitasi Sosial Sebagai Upaya Pendidikan Informal dan Nonformal Bagi Pelaku Klithih di Yogyakarta Ida Wahyuningtyas Ida; Adji Suradji Muhammad
Jurnal Serambi Ilmu Vol. 26 No. 1 (2025): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klithih merupakan kejahatan jalanan yang marak terjadi di Kota Pelajar Yogyakarta akhir-akhir ini. Pelaku klitih yang mendapat putusan pengadilan untuk menjalani rehabilitasi sosial tetap dilindungi oleh Undag-Undang  dan mepmeroleh hak-haknya sebagai anak. Rehabilitasi sosial Anak yang berhadapan dengan Hukum (ABH) bertujuan agar mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan Masyarakat, sehingga Upaya pendidikan informal dan nonformal dilakukan dalam proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana. Balai PRSR melakukan upaya pendidikan dalam mempersiapkan remaja ABH dalam mendukung kepulihannya dan mempunyai komptensi khusus sebagai bekal kembali ke masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan penelitian eksploratif dan di dukung dengan data yang akurat baik berdasarkan hasil wawancara, studi dokumentasi dan observasi partisipan diperoleh hasil sebagai berikut; Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan berupa therapi fisik, mental, spiritual dan psikososial dengan beberapa tenaga ahli dan instruktur yang berkomepten dalam bidangnya. Sedangkan pendidikan nonformal yang telah dilakukan adalah dalam bentuk ketremapilan vokasional berupa ketrampilan las, montir motor, menjahit, sablon dan kerajinan kayu. Bentuk kegiatan berbagai ketrampilan tersebut dialnjutkan dengan pelatihan Praktek Belajar Kerja di tempat yang telah ditentukan. Faktor pendukung berupa telah terciptanya collaborative governance antar instnasi terkait dan tersedinaya instruktur yang ahli dalam bidangnya. Faktor penghambat dalam rehabilitasi sosial sebagai upaya pendidikan informal dan nonformal bagi pelaku Klitih di Yogyakarta adalah kurangnya dukungan keluarga, tekanan tema sebaya dan stigma masyarakat. Oleh karena itu, sangat diperlukan pendampingan yang kuat antara instansi Dinas Sosial Kabupaten / Kota, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kepolisian, Tokoh Masyarakat dan Balai Pemasyarakatan (BAPAS) dalam menyiapkan, membimbing, mendampingi dan mengedukasi keluarga akan pentingnya perhatian kepada remaja, sehingga lingkungan remaja manjadi pendukung kepulihan. Katakunci; rehabilitasi,l social, pendidikan, informal, nonformal