Articles
203 Documents
PENINGKATAN PEMAHAMAN KESETARAAN GENDER MELALUI METODE ROLE-PLAYING PADA ANAK KELOMPOK B
Niken Suci Dwi Anggraini Apriana;
Warananingtyas Palupi;
Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 12, No 3 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v12i3.73035
Kesetaraan gender merupakan hal yang masih menjadi polemik dikalangan Masyarakat Indonesia dikarenakan budaya patriarki yang masih melekat. Oleh karena itu penelitian bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kesetaraan gender melalui metode role playing pada anak kelompok B. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini meliputi anak kelompok B, informan (guru kelas B), dan dokumen (RPPH, buku penilaian, instrument penilaian anak, analisis hasil evaluasi belajar anak, dan rekaman proses pembelajaran). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil dari tindakan penelitian yang telah dilakukan tentang peningkatan pemahaman kesetaraan gender anak kelompok B, yaitu anak yang mendapatkan nilai tuntas pada kondisi awal (pratindakan) sebanyak 9% (2 anak), sedangkan pada siklus I 46% (10 anak), dan pada siklus II 82% (18 anak). Hasil tersebut sudah melebihi target indikator yang ditetapkan peneliti yaitu 80%. Hal ini membuktikan bahwa adanya peningkatan pemahaman kesetaraan gender setelah diberikan stimulasi melalui metode role playing pada anak kelompok B.
PENGARUH PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI ANAK 4-5 TAHUN
Daffa Rizky Widhyadiani;
Ruqoyyah Fitri;
Eka Cahya Maulidiyah;
Nurhenti Dorlina Simatupang
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i3.91239
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 4-5 tahun di beberapa taman kanak-kanak yang berada di kota Surabaya. Ditemukan penyebab dari rendahnya kemampuan mengenal betuk geoemetri anak usia 4-5 tahun yang disebabkan pembelajaran berpusat pada guru dan tidak melibatkan anak secara langsung sedangkan model pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran kelompok dengan sudut bermain. Dimana kita ketahui bahwa anak belajar sambil bermain sehingga penting untuk melibatkan anak dalam kegiatan pembelajarannya. Selain itu, model pembelajaran kooperatif terkhusus model pembelajaran kooperatif tipe talking stick masih begitu asing bagi guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 4-5 tahun. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun yang memiliki karakteristik sama sebanyak 50 anak yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji Mann-Whitney U dengan SPSS 25 For Windows menunjukkan asymp. Sig (2-tailed) bernilai 0,000 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 4-5 tahun.
PROFIL KEMAMPUAN MENGElOMPOKKAN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN
Irfan Nurdiansyah;
Upik Elok Endang Rasmani;
Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v12i1.60458
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei dan teknik pengumpulan data yaitu kuesioner. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan mengelompokkan pada anak usai 4-5 tahun di TK Gugus Kenanga, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. Sampel penelitian di sini adalah anak usia 4-5 tahun di TK Gugus Kenanga Kecamatan Kerjo yang berjumlah 88 anak dan seluruh anak dijadikan populasi penelitian karena jumlahnya yang kurang dari 100. Setelah pengumpulan data, lalu diuji menggunakan uji validitas data dengan expert judgement dan teknik analisis data menggunakan model analisis statistik deskriptif yang dijelaskan melalui persentase indikator. Berdasarkan perolehan persentase pada masing-masing indikator dimana indikator tersebut adalah mengelompokkan tiga warna berbeda, mengelompokkan bentuk dua dan tiga dimensi, mengelompokkan panjang-pendek dan berat-ringan, mengelompokkan jenis yang berbeda (jenis buah, sayuran dan binatang), dan mengelompokkan variasi fungsi berbeda. Data tersebut diolah kembali menggunakan rumus dari Purwanto (2006) dan mendapatkan hasil bahwa sebanyak 12,5% (11 anak) yang masuk kategori capaian perkembangan kemampuan mengelompokkan yang masih kurang, sebanyak 36,36% (32 anak) termasuk dalam kategori perkembangan yang cukup, dan sisanya sebanyak 51,13% (45 anak) dari sampel termasuk dalam kategori perkembangan kemampuan mengelompokan baik. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengelompokkan pada anak usia 4-5 tahun di TK Gugus Kenanga termasuk dalam kategori baik.
PENGARUH USIA GURU TERHADAP KUALITAS PEMBELAJARAN LEMBAGA PAUD DI KECAMATAN GUNUNG PATI
Zulfia Khairunnisa;
Neneng Tasu'ah
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i3.102780
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi mengenai usia guru TK terkait kualitas pembelajaran pada lembaga pendidikan anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh usia guru TK terhadap kualitas pembelajaran pada lembaga PAUD di Kecamatan Gunung Pati Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post-facto. Data dikumpulkan melalui angket yang terdiri dari 58 butir pernyataaan yang diisi oleh 62 responden guru TK. Instrumen disusun berdasarkan enam aspek kualitas pembelajaran, yaitu kurikulum, sarana dan prasarana, pengelolaan sekolah, proses pembelajaran, kemitraan, dan evaluasi. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh antara usia guru TK sebagai variabel bebas terhadap kualitas pembelajaran sebagai variabel terikat. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara usia guru TK dengan kualitas pembelajaran. Baik guru yang berusia 20-39 tahun (dewasa awal) maupun guru berusia 40-60 tahun (dewasa tengah) sama-sama menunjukkan tingkat kualitas pembelajaran yang relatif seimbang. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa dalam konteks pendidikan anak usia dini, kualitas pembelajaran lebih ditentukan oleh pendekatan pedagogis, sensivitas terhadap perkembangan anak, serta kemampuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap perumusan kebijakan pengembangan profesional guru yang lebih menekankan pada kompetensi dan pendekatan pengajaran.
PENGARUH BERMAIN PERAN TERHADAP KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 4-6 TAHUN DI PAUD QIRAATI AL-MUNAWAROH CIBITUNG
Nuraida Nuraida; Ika Nurul Amalia; Baiq Sabilla Berliana; Alya Shafira; Fidrayani Fidrayani
Kumara Cendekia Vol 12, No 2 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v12i2.87584
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bermain peran terhadap kemampuan sosial emosional anak usia 4-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain one group pretest-postest. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak usia 4-6 tahun di Paud Qiraati Al- Munawaroh Cibitung Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan pada tujuan tertentu adalah kelas A, yang berjumlah 8 anak. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi sebagai metode pokok, wawancara dan dokumentasi sebagai metode pelengkap. Teknik analisis data menggunakan rumus t – test. Dari hasil pengujian t-test, dimana nilai t-test yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 2,551. Berdasarkan nilai tabel dengan taraf signifikan 5% = N-1= 8-1= 7 adalah 1,894 dalam hal ini menunjukkan bahwa nilai t-test yang diperoleh dalam penelitian ini adalah lebih besar daripada nilai tabel atau 2,551>1,894. Maka dapat dikemukakan bahwa hipotesis Nol (Ho) ditolak dan Hipotesis Alternatif (Ha) diterima, maka kesimpulan analisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Adanya pengaruh Bermain Peran Terhadap Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia 4-6 Tahun Di PAUD Qiraati Al-Munawaroh Cibitung Tahun Pengajaran 2023/2024.
PENGEMBANGAN BUKU CERITA PERMACIL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Galuh Resa Wulandari;
Nurhenti Dorlina Simatupang;
Yes Matheos Lasarus Malaikosa;
Melia Dwi Widayanti
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i2.101104
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peluang untuk meningkatkan kemampuan literasi budaya anak kelompok B TK Negeri Pembina Surabaya melalui program kegiatan Gerbaku (Gerakan Baca Buku). Di samping itu, literasi budaya anak di sekolah tersebut juga masih perlu ditingkatkan karena beberapa anak tumbuh dengan paparan budaya yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan, validitas, dan efektivitas media buku cerita Permacil untuk meningkatkan literasi budaya anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media buku cerita Permacil yang dikembangkan termasuk dalam kategori valid dan sangat layak digunakan dengan perolehan validasi dari ahli materi sebesar 96% dan ahli media sebesar 92,5%, sementara untuk uji kepraktisan oleh guru dan anak masing-masing memperoleh 100% dan 97%, sehingga dikategorikan sangat praktis. Selanjutnya, hasil output pada uji N-gain skor nilai mean yang didapatkan sebesar 0,8782 yang berarti bahwa efektivitas penggunaan media buku cerita Permacil tinggi. Selain itu, N-gain persennya memperoleh nilai rata-rata 87,82%, sehingga dapat ditafsirkan sebagai efektif. Dapat disimpulkan bahwa media buku cerita Permacil efektif digunakan untuk meningkatkan literasi budaya anak usia 5-6 tahun.
BOARD GAME PIRING SEHATKU: EDUKASI KONSEP GIZI SEIMBANG PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Rianggra Dini Pratiwi; Pramono Pramono; Munaisra Tri Tirtaningsih
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i4.101004
Pendidikan gizi pada anak usia dini memegang peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, baik dari aspek fisik, kognitif, sosial-emosional, maupun motorik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat permainan edukatif berupa board game “Piring Sehatku” sebagai media pembelajaran interaktif dalam mengenalkan konsep porsi makanan sehat sesuai Pedoman Gizi Seimbang (PGS) kepada anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, yang meliputi enam tahapan: analisis kebutuhan, identifikasi model permainan, perancangan produk awal, validasi oleh ahli, uji coba skala kecil, dan uji coba lapangan. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 4 ahli (materi dan permainan),6 anak pada uji coba skala kecil, dan 27 anak pada uji coba lapangan dari dua lembaga PAUD di Kota Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa board game “Piring Sehatku” sangat layak digunakan sebagai media edukatif yang mampu meningkatkan pemahaman anak mengenai konsep porsi makanan sehat serta mendukung pembelajaran yang menyenangkan di lembaga PAUD.
IDENTIFIKASI PENYEBAB STRESS PADA ANAK USIA DINI
Anayanti Rahmawati;
Riezky Maya Probosari;
Nugraha Arif Karyanta
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i4.115550
Fenomena kerentanan stres pada remaja saat ini menjadi isyu yang mendesak, ditengarai banyak gangguan emosional masa remaja yang bersumber pada pengalaman traumatis di masa kanak-kanak. Pengalaman traumatis anak terbentuk dari akumulasi perasaan khawatir yang tidak tertangani secara tuntas, yang kemudian mengendap secara laten dan muncul kembali saat individu memasuki masa remaja. Faktor-faktor penyebab stres anak usia dini yang dapat menimbulkan pengalaman traumatis masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi penyebab stres pada anak usia dini. Metode penelitian menggunakan survey dengan menyebar kuisioner melalui link google form pada 55 orangtua yang memliliki anak usia 4-6 tahun (30 anak laki-laki dan 25 anak perempuan). Kuisioner yang digunakan adaptasi Preschoolers Daily Stress Scale for Parents, yang terdiri dari lima faktor yaitu fantasies and fear, conflict with peers sibling conflict, conflict at school dan conflict in relation with parents. Analisis data menggunakan bantuan SPSS statistik deskriptif melalui perbandingan antar nilai rata-rata pada masing-masing faktor. Hasil penelitian menunjukkan identifikasi penyebab kekhawatiran anak yang dapat memicu terjadinya stres dari urutan paling tinggi ke terendah adalah faktor fantasies and fear sebesar 89,08%; sibling conflict sebesar 89,08%; conflict in relation with parents sebesar 87,26%; conflict at school sebesar 85,45% dan conflict with peers sebesar 78,17%.
SELF-AWARENESS SEBAGAI PREDIKTOR PERILAKU TANGGUNG JAWAB PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Dian Pertiwi Agustin;
Adriani Rahma Pudyaningtyas;
Muhammad Munif Syamsuddin
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v13i3.95847
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-awareness dengan perilaku tanggung jawab anak usia 5-6 tahun dan untuk mengetahui prediktor bagi perilaku tanggung jawab pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif noneksperimen yang menggunakan analisis regresi linear sederhana. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 anak usia 5-6 tahun yang berasal dari dua TK di daerah Kartasura yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner/angket untuk kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu variabel self-awareness akan menyebabkan kenaikan variabel perilaku tanggung jawab sebesar 0,681. Sumbangan efektif prediktor self-awareness terhadap perilaku tanggung jawab sebesar 69,6% dan sisanya 30,4% dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil uji hipotesis dapat diputuskan bahwa hipotesis H0 ditolak dan hipotesis H1 diterima yang berbunyi “self-awareness memiliki hubungan dengan perilaku tanggung jawab anak usia 5-6 tahun dan dapat dijadikan sebagai prediktor perilaku tanggung jawab anak usia 5-6 tahun”. Self-awareness dapat memprediksi munculnya tanggung jawab, sehingga diperlukan upaya dalam menstimulasi self-awareness agar perilaku tanggung jawab pada anak sejak usia dini dapat meningkat.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN EMOTION DIARY SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PADA ANAK
Hanna Theodora Tito; Muhammad Munif Syamsuddin; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/kc.v12i1.69216
Emosi merupakan pusat dalam kehidupan manusia. Sejak usia dini anak-anak sudah menunjukkan berbagai emosi dalam situasi sosial melalui pesan non verbal (misalnya menangis, berteriak, memukul). Untuk mengelola emosi yang kuat ini, anak-anak perlu belajar bagaimana mengatur emosi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada kemampuan regulasi emosi anak sebelum dan sesudah menggunakan emotion diary. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental. Penelitian eksperimental ini mengikuti one group pre-test post-test design dengan partisipasi dua puluh dua siswa TK usia 4-5 tahun. Regulasi emosi anak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (ρ ≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotion diary cukup efektif untuk 2 siswa, kurang efektif untuk 12 siswa, dan tidak efektif untuk 8 siswa. Selain itu skor n-gain dalam penelitian ini mencapai 41,99 yang berarti emotion diary mampu meningkatkan regulasi emosi anak dalam kategori sedang. Hal ini mengindikasikan penggunaan emotion diary memiliki banyak manfaat yang dapat meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada anak usia 4-5 tahun. Maka penting bagi pelaku pendidikan di bidang anak usia dini untuk mendukung dan membantu anak dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi mereka.