cover
Contact Name
NURUL KUSUMA DEWI
Contact Email
kusuma.dewi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
KUMARA CENDEKIA
ISSN : 2338008X     EISSN : 2716084X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 306 Documents
PENERAPAN PERMAINAN LARI ESTAFET MODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MOTORIK ANAK USIA 5-6 TAHUN Aminatun, Khontri; Rasmani, Upik Elok Endang; Syamsuddin, Muhammad Munif
Kumara Cendekia Vol 8, No 4 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v8i4.43818

Abstract

ABSTRAKKompetensi motorik merupakan aspek penting yang harus dikembangkan pada anak usia dini sebagai persiapan pada kompetensi selanjutnya. Kompetensi motorik dapat dikembangkan melalui permainan lari estafet modifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi motorik anak usia 5-6 tahun melalui penerapan permainan lari estafet modifikasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah anak dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui unjuk kerja, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan permainan lari estafet modifikasi terdapat peningkatan pada kompetensi motorik anak yaitu pada pratindakan sebesar 47%, siklus I sebesar 60% dan siklus II sebesar 87%. Peningkatan tersebut dapat dibuktikan dengan keberhasilan anak dalam kompetensi motorik seperti berlari pada jalur zig-zag, melompat pada bidang engklek dan berjalan maju pada garis lurus. Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui penerapan permainan lari estafet modifikasi dapat meningkatkan kompetensi motorik anak usia 5-6 tahun.ABSTRACTMotor competence is an important aspect that must be developed in early childhood as preparation for further competencies. Motor competence can be developed through modified relay running games. This study aims to improve motor competence in children aged 5-6 years TK Pertiwi 02 Gedong Karanganyar through the application of modified relay running games. This research employed Classroom Action Research (CAR) was quantitative and qualitative approach. The data sources in this study were children and teacher. Data collection techniques are carried out using performance methods, observation, interviews and documentation. The data validity tes technique used was source triangulation and technical triangulation. The result of the study showed that through the application of the modified relay running gamehas an increase in the child’s motor competence in the pre-action was 47%, in cycle I was 60% and in cycle II was 87%. This increase was proved by the child’s success in motor competence such as running on the zig-zag track, jumping on the crank and going forward in a straight line. Based on the data above, it can be concluded that through the application of modified relay running games can improve children’s motor competence aged 5-6 years.
MODEL-MODEL PERMAINAN AUD DI RUMAH (STUDI DESKRIPTIF DI TK AISYIYAH KP DADAP SELAMA MASA PANDEMI COVID-19) rahmat rifai lubis; Nurhayati Hasibuan; Rina Winarsih; Irawati Irawati
Kumara Cendekia Vol 8, No 3 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v8i3.44224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, (1) model-model permainan AUD di rumah selama masa pandemi Covid-19 di TK Aisyiah Medan, (2) Hambatan yang dialami oleh guru dalam menerapkan kegiatan bermain AUD di rumah selama masa pandemic Covid-19. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kesemua teknik pengumpulan data tersebut dilakukan secara online. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Model permainan untuk pengembangan aspek Bahasa di antaranya ialah bercerita pengalaman, dan bernyanyi individu. Model permainan untuk pengembangan aspek sosio emosional ialah permainan tebak raut wajah dan permainan saling berpasangan. Model permainan untuk pengembangan aspek motorik anak ialah permainan engklek dan lompat garis. (2) Adapun hambatan yang dihadapi ialah: hambatan jaringan internet yang membuat akses pembelajaran menjadi terganggu, kurangnya antusias orang tua dalam pembelajaran daring, timbulnya sikap jenuh pada diri anak, kesulitan dalam menilai hasil kegiatan bermain.
PENERAPAN PENDIDIKAN SEKSUALITAS MELALUI MEDIA LAGU PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN SEKSUALITAS Riska Ayu Kurniawati; Siti Wahyuningsih; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Kumara Cendekia Vol 8, No 3 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v8i3.42740

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini guna meningkatkan pengetahuan seksualitas melalui media lagu. Pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini. Jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama dua siklus. Subjek penelitian yakni anak usia 5-6 tahun di TK At Tamyiz Surakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan unjuk kerja, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan uji validitas data kuantitatif menggunakan validitas konstruk. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan analisis data deskriptif komparatif dan analisis data kualitatif menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa terdapat peningkatan pada pengetahuan seksualitas anak yaitu persentase ketuntasan pada indikator membedakan laki-laki dan perempuan sebesar 100%, indikator membedakan organ intim laki-laki dan perempuan sebesar 77,78% dan indikator melindungi diri dari kekerasan seksual dan bullying sebesar 88,89%. Peningkatan tersebut ditandai dengan keberhasilan anak dalam membedakan laki-laki dan perempuan, mampu menyebutkan organ intim laki-laki dan perempuan, dan menyebutkan cara melindungi diri dari kekerasan seksual dan bullying. kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pendidikan seksualitas melalui media lagu dapat meningkatkan pengetahuan seksualitas pada anak usia 5-6 tahun.Kata kunci: pendidikan seksualitas, lagu, pengetahuan seksualitas, anak usia 5-6 tahunAbstractThe purpose of this research is to increase knowledge of sexuality through song media. Quantitative and qualitative approaches used in this study. This type of classroom action research conducted for two cycles. Research subjects are children aged 5-6 years at TK Tamyiz Surakarta. Data collection techniques using performance, observation, interviews, and documentation. The validity test of qualitative data uses triangulation of sources and techniques, whereas the validity test of quantitative data uses construct validity. Quantitative data analysis techniques use comparative descriptive data analysis and qualitative data analysis using interactive model analysis. The results described that there was an increase in the knowledge of child sexuality that is the percentage of completeness in the indicators of distinguishing men and women by 100%, indicators of distinguishing intimate organs of men and women by 77.78% and indicators of protecting themselves from sexual violence and bullying by 88 , 89%. The increase was marked by the success of children in distinguishing between men and women, being able to mention male and female intimate organs, and mentioning ways to protect themselves from sexual violence and bullying. The conclusion of this research is the application of sexuality education through song media can increase sexuality knowledge in children aged 5-6 years.Keyword: sexuality education, song, sexuality knowledge, children aged 5-6 years
PENGARUH MEDIA LIFT THE FLAP BOOK TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK ANAK USIA 5-6 TAHUN Ifa Ningrum; Ruli Hafidah; Nurul Dewi
Kumara Cendekia Vol 9, No 1 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i1.47897

Abstract

Menyimak merupakan salah satu aspek perkembangan bahasa yang berkembang pertama kali dan paling sering untuk dipraktekkan. Keterampilan menyimak anak usia 5-6 tahun jika tidak dicapai dengan baik maka proses belajar tidak akan mendapatkan perbaikan. Lift the flap book adalah sebuah media pembelajaran yang memunculkan dua tampilan halaman berbeda yang mendorong pembaca untuk berhenti sejenak, melihat dan bertanya-tanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari media lift the flap book terhadap keterampilan menyimak anak usia 5-6 tahun yang dilaksanakan di TK Aisyiyah Kadipiro I Banjarsari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental design dengan bentuk non equivalent control group design. Desain ini memiliki 2 kelompok yang tidak dipilih secara random, dimana masing-masing kelompok diberikan perlakuan yang serupa mulai dari pretest, treatment dan posttest. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun yang terdiri dari 52 anak dengan rincian  26 anak sebagai kelompok eksperimen dan 26 anak sebagai kelompok kontrol. Validitas instrumen menggunakan brivate pearson. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi yang digunakan untuk mengukur keterampilan menyimak anak. Uji normalitas dan homogenitas menggunakan kolmogorov smirnov dan levene test for equality. Uji hipotesis menggunakan rumus independent sample t-test dengan bantuan SPSS 15 for Windows dengan nilai signifikansi < 0,05. Hasil uji hipotesis diketahui nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.004 < 0.05, maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji independent sample t-test dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan atau nyata antara rata-rata hasil belajar anak pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Nilai rata-rata dari kelompok eksperimen mendapatkan peningkatan yang lebih tinggi dari kelompok kontrol setelah dilakukannya perlakuan. Kelompok eksperimen dengan nilai pretest 10,27 sedangkan nilai posttestnya naik menjadi 14,08. Pretest kelompok kontrol mendapatkan nilai 10,12 sedangkan nilai posttestnya adalah 12,23. Hal ini membuktikan bahwa media lift the flap book berpengaruh terhadap keterampilan menyimak anak usia 5-6 tahun. Lift the flap memiliki keunggulan mampu memunculkan dua tampilan dalam satu halaman sehingga menarik perhatian dan memberikan pengalaman belajar yang tidak biasa. Pengaruh yang diberikan adalah anak menjadi lebih memperhatikan pada saat guru menyampaikan materi, anak lebih mampu mengingat dan memahami isi dari materi yang telah disampaikan. Kata Kunci: keterampilan menyimak, lift the flap book, anak usia dini  
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI MEDIA SHADOW PUPPET PADA ANAK KELOMPOK B Rima Isnaini Hidayah; Warananingtyas Palupi; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 8, No 4 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v8i4.44185

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan bercerita melalui media shadow puppet pada anak kelompok B. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan data kuantitatif dan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 24 anak, terdiri dari 13 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, unjuk kerja, dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan  triangulasi teknik. Metode dalam penelitian ini menggunakan model siklus Kemmis dan Taggart melalui empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui media shadow puppet terjadi peningkatan kemampuan bercerita anak pada setiap siklusnya. Pada siklus I meningkat sebesar 58% atau 14 anak dan siklus II meningkat sebesar 83% atau 20 anak. Peningkatan tersebut ditunjukkan anak dalam pembelajaran bercerita menggunakan media shadow puppet yaitu anak dapat menyusun kalimat lengkap subjek-predikat-keterangan, dapat melanjutkan cerita/dongeng yang telah diperdengarkan sebelumnya dan dapat berekspresi dalam bercerita. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui media shadow puppet dapat meningkatkan kemampuan bercerita anak kelompok B TK Aisyiyah Manggis Tahun Ajaran 2019/2020. Kata kunci: kemampuan bercerita, media shadow puppet, anak kelompok BABSTRACT                                                           The purpose of this study was to improved the ability to tell stories through shadow puppet media in group B children of Kindergarten Aisyiyah Manggis Karanganyar in academic year of 2019/2020. This type of research was classroom action research (CAR) and used quantitative and qualitative as an approach. The subjects of this study were children of group B Kindergarten Aisyiyah Manggis with the total amount 24 children, consisting of 13 boys and 11 girls. Data collection techniques are carried out through observation, interview, performance, and documentation. The data validity test technique used was source triangulation and technical triangulation. The method used in this research is the Kemmis and Taggart cycle model through four stages namely planning, implementation, observation, and reflection. This research was carried out in two cycles, each of which consisted of three meeting. In the first cycle improved by 58% or 14 children and the second cycle improved by 83% or 20 children. This improvement is shown by children in learning to tell stories using shadow puppet media, that is, children can compose complete sentences of subject-predicate-description, can continue stories / fairy tales that have been heard before and can express themselves in storytelling. Based on the data above, it can be concluded that through the shadow puppet media can improve the storytelling ability of children in group B Kindergarten Aisyiyah Manggis in the academic year of 2019/2020.Keywords: ability to tell stories, media shadow puppet, group B children
ANALISIS GANGGUAN PSIKOSOSIAL DAN EMOSIONAL AUD DI RA NURUL IMAN MEDAN BELAWAN SELAMA PEMBELAJARAN BERBASIS DARING Fauziah, Ismi; Ernita, Ernita; Octavia, Diah Rini; Dwiyanti, Muzliani
Kumara Cendekia Vol 8, No 3 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v8i3.44282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Ragam gangguan psikososial dan emosional AUD selama pembelajaran berbasis daring, (2) upaya penanganan gangguan psikososial dan emosional AUD. Penelitian ini dilaksanakan di RA Nurul Iman Medan Belawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif berbasis studi kasus, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini Siswa, Guru dan Orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perubahan sikap tersebut di antarnya, untuk psikososial adanya sikap Pembangkangan (Negativism), Agresi (Aggression), Mementingkan Diri Sendiri (Selfishness), sedangkan untuk gangguan psikoemosional Sikap Pemalu, Emosi berlebihan (arogansi). Adapun upaya atau solusi yang dilakukan terhadap gangguan itu ialah sebagai berikut Mengalihkan anak dengan kegiatan bermain, Metode keteladanan, Kegiatan bermain kelompok dan Metode Nasihat.
HUBUNGAN ANTARA RELASI GURU-ANAK DENGAN KEMAMPUAN KEAKSARAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Hapsari, Pudagiwa Nur Fitri; Rahmawati, Anayanti; Jumiatmoko, Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 8, No 3 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v8i3.42603

Abstract

ABSTRAK Relasi guru-anak merupakan interaksi antara guru dengan anak yang terjadi dalam lingkungan sekolah. Jalinan interaksi guru dengan anak penting karena dapat mempengaruhi capaian kemampuan anak dalam berbagai aspek perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara relasi guru-anak dengan kemampuan keaksaraan. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 121 anak TK Kelompok B Se-Gugus 8 Jasmine Laweyan Surakarta. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang diisi oleh guru kelas. Analisis data menggunakan uji korelasi. Uji hipotesis penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman rho yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara relasi guru-anak dengan kemampuan keaksaraan anak. Koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,350 yang menunjukan arah hubungan positif. Kondisi ini berarti relasi guru-anak yang baik berhubungan dengan peningkatan kemampuan keaksaraan anak, artinya apabila terdapat relasi dengan dimensi kedekatan antara guru-anak memiliki intensitas yang tinggi dan dimensi konflik antara guru-anak memiliki intensitas yang rendah maka kemampuan keaksaraan anak akan dapat berkembang dengan baik. Kata kunci : relasi guru-anak, keaksaraan, anak usia 5-6 tahunABSTRACT Teacher-child relationships were interaction between teacher and children in the school. Interaction of teacher and children was very important because teacher could affect achievement of developmental aspects. The purpose of this study was to find out whether was a correlation between teacher-child relationships with early literacy children. This research was correlation quantitative.  This research sample included 121 children of kindergarten Group B at 8 Jasmine Cluster Laweyan Surakarta. Data collection techniques in this study used questionnaires answered by class teacher. Data analysis used by correlation. Hypothesis test of this research used Spearman rho correlation analysis showed that the significamce value was 0,000 < 0,05 which meant the hypothesis was accepted, namely the correlation between the teacher-child relationships with early literacy children. Correlation coefficient of 0,350, the direction of the correlation showed a positive sign.This condition meant that a good teacher-child relationships related to the improvement of childrens early literacy, This means that if there was a relationship with the dimension of closeness between teacher-child had a high intensity and the dimension of conflict between teacher-child had a low intensity, the child's literacy ability would develop.Keywords: teacher-child relationships, early Literacy, 5-6 Years Old Children
UPAYA PENANAMAN KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI CERITA RAKYAT PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Pratiwi, Ruli Wahyu; Palupi, Warananingtyas; Dewi, Nurul Kusuma
Kumara Cendekia Vol 9, No 1 (2021): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v9i1.48107

Abstract

Karakter adalah perilaku yang sudah terpatri dalam diri seseorang dan telah menjadi kebiasaan di kehidupan sehari-hari. Penanaman karakter diharapkan dapat menghasilkan kepribadian yang beradab dan berakhlakul karimah. Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan karakter pada anak usia 4-5 tahun dengan penerapan cerita rakyat. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek yang digunakan di penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun. Teknik dalam mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Uji validitas menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Sedangkan teknik analis menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang optimal pada penanaman karakter anak melalui penerapan cerita rakyat. Penanaman karakter terlihat dari indikator yang dinilai yaitu berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, mengucapkan kata-kata santun, tidak mudah mengeluh dan cengeng, dapat merapikan peralatan/ mainan. Hasil keseluruhan penanaman karakter setelah diterapkannya cerita rakyat pada siklus I, 12 anak sudah menunjukkan penanaman nilai karakter dengan baik. Siklus II mencapai 19 anak, dan siklus III mencapai 23 anak yang menunjukkan penanaman karakter dengan baik. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui bercerita dengan cerita rakyat dapat digunakan sebagai upaya penanaman karkater pada anak berusia 4-5 tahun. Kata Kunci: cerita rakyat, penanaman karakter, anak usia dini 
Meningkatkan Kemampuan Seriasi Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Papan Flanel Ghina Rizqi Ashihah; Muhammad Ismail Sriyanto; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 8, No 4 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v8i4.45225

Abstract

ABSTRAKKemampuan seriasi merupakan kemampuan untuk mengurutkan atau menempatkan dua objek atau lebih sesuai urutan yang ditentukan. Kemampuan ini sebagai dasar pembelajaran matematika anak usia dini sehingga sangat penting untuk diberikan stimulasi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seriasi mengurutkan benda berdasarkan ukuran melalui penggunaan media papan flanel pada anak usia 4-5 tahun TK BA At-Taqwa Wonogiri. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas oleh model Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini dilakukan selama dua siklus yang tiap siklusnya terdiri atas tiga pertemuan. Subjek dalam penelitian ini yaitu anak usia 4-5 tahun dengan jumlah 20 anak yang terdiri 13 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik uji validitas kualitatif dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik serta uji validitas data kuantitatif menggunakan expert judgement. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan teknik deskriptif komparatif dan analisis data kualitatif menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media papan flanel dapat meningkatkan kemampuan seriasi anak dalam mengurutkan benda berdasarkan ukuran berat-ringan, panjang-pendek, dan berat-ringan. Hasil peningkatan persentase pada siklus I diperoleh ketuntasan sebesar 55% kemudian mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 80%. Uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media papan flanel dapat meningkatkan kemampuan seriasi anak.Kata kunci: seriasi, media papan flanel, anak usia 4-5 tahunABSTRACTSeriation ability is the ability to sorted or placed two or more objects based on a certain order. This ability is the basic for early childhood mathematics learning so it’s very important to stimulated children. This study aimed to improve the seriation ability to sort objects by size through the use of flannel board media in children aged 4-5 years at TK BA At-Taqwa Wonogiri in the 2019/2020 school year. The approach in this study uses qualitative and quantitative approaches with this type of research is classroom action research with Kemmis and Mc Taggart's model. This research was conducted in two cycles with each cycle consisting of three meetings. Subjects in this study were children aged 4-5 years with 20 childrens consisting of 13 boys and 7 girls. Data collection techniques used were interviews, observation, documentation, and tests. Qualitative validity test techniques in this study used triangulation of sources and triangulation of techniques and quantitative data validity testing using expert judgment. Quantitative data analysis techniques using comparative descriptive techniques and qualitative data analysis using interactive model analysis. The results of this study indicate that the use of flannel board media can improve children's seriation ability in sorting objects based on the size of light-weight, long-short, and light-weight. The results of the percentage increase in cycle I obtained 55% completeness then increased in cycle II by 80%. The description can be concluded that the use of flannel board media can improve the ability of seriation of children.Keywords: seriation, flannel board media, children aged 4-5 year.
PENGARUH KREASI ECOBRICK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN Fajar Setya Wulandari; Warananingtyas Palupi; Novita Eka Nurjanah
Kumara Cendekia Vol 8, No 3 (2020): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sehari-hari anak melibatkan gerak motorik halus, oleh karena itu keterampilan motorik halus anak usia dini sangat penting untuk distimulasi dengan kegiatan kreasi ecobrick. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kreasi ecobrick terhadap perkembangan motorik halus  anak usia 5-6 tahun TK Aba Thoyibah dan TK Mujahidin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental Design berbentuk Non Equivalent Control Grup Design, yaitu membandingkan hasil kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang diberikan perlakuan berbeda. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu dilakukan dengan memilih secara sengaja sesuai dengan tujuan peneliti. Subyek penelitian berjumlah 43 anak yang terdiri dari kelompok eksperimen 22 anak dan kontrol 21 anak. Analisis data terdiri dari uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasil uji prasyarat menggunakan Shapiro Wilk dan Levene Test for Equality of Variance,  sedangkan uji hipotesis  menggunakan Independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan. rata-rata pretest kelompok eksperimen 25,5 dan kontrol 23,47 dengan nilai signifikansi 0,124. Sedangkan rata-rata posttest kelompok eksperimen 33,77 dan kontrol 28,04 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi posttest kedua kelompok 0,000 ≤ 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol yang artinya kreasi ecobrick berpengaruh terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Hal tersebut dibuktikan dengan terdapat peningkatan keterampilan motorik halus anak dalam menggunting, menempel, dan bereksplorasi dengan berbagai media. Guru dapat menggunakan kegiatan ini secara rutin dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak.