cover
Contact Name
NURUL KUSUMA DEWI
Contact Email
kusuma.dewi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
KUMARA CENDEKIA
ISSN : 2338008X     EISSN : 2716084X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 203 Documents
Teachers’ Strategies for Fostering Social Character in Early Childhood within the School Environment Zadela Putri Amalia; Rahmah Novianti
Kumara Cendekia Vol 14, No 1 (2026): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i1.103774

Abstract

This study aims to analyze the strategies employed by teachers to cultivate social character among young children Social character development in early childhood serves as a critical foundation for fostering positive social interactions within educational environments. Utilizing a descriptive qualitative approach, this research involved five experienced teachers as the primary informants. Data were gathered through participatory observation, semi-structured interviews, and intensive documentation over a two-month. Data analysis was conducted using the Miles & Huberman model, encompassing data reduction, display, and verification through triangulation. The findings indicate that the primary strategies—comprising modeling, cooperative play, positive reinforcement, and effective communication—significantly enhance children's cooperation and empathy. However, the implementation of these strategies often faces challenges stemming from the heterogeneity of the children's backgrounds and a lack of synergy with parental involvement. Consequently, this study recommends strengthening school-family collaboration and implementing differentiated pedagogical training for teachers to optimize the development of adaptive social character in diverse early childhood settings.
The Effect of Traditional Games on the Development of Patriotism Character in Children Aged 5-6 Years Riska Wulandari; Bukman Lian; Rahmah Novianti
Kumara Cendekia Vol 14, No 1 (2026): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i1.104819

Abstract

This study was motivated by the importance of instilling a sense of patriotism from an early age through enjoyable activities that are aligned with children’s developmental characteristics. The aim of this study is to examine the effect of traditional games on the development of patriotism in children aged 5-6 years. This research employed a quantitative experimental method with sampe of 20 students. The results indicate that traditional games have a significant effect on enhancing children’s patriotism, as evidenced by the hypothesis testing results, where the calculated t-value (22,568) is greater than the t-table value (1,729). The improvement in children’s abilities after the treatment shows that through traditional games, children can learn to preserve culture, develop a sense of care, and build togetherness with peers and their environment. These findings are beneficial for early childhood education as an alternative strategy that is both effective and enjoyable in fostering character values, particularly patriotism, through contextual and culturally based play activities.
Analysis of Persuasive Communication between Teachers and Parents in Foresting Independence in Six Years Old Children Eka Dewi Wulandari; Melia Dwi Widayanti; Sri Setyowati; Mallevi Agustin Ningrum
Kumara Cendekia Vol 14, No 1 (2026): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i1.100873

Abstract

Independence in early childhood is an important aspect of character development. Among 13 children, Ananda EAS demonstrated the most prominent level of independence. Communication plays a crucial role in fostering children's independence. This study aims to analyze the implementation of persuasive communication by teachers and parents in developing children's independence. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The results show that teachers and parents apply persuasive communication in different but complementary ways. Teachers use a fun and structured approach in learning activities, while parents apply a gentle and emotional approach in daily life. The consistent use of persuasive communication contributes to the development of children's independence, particularly in responsibility and discipline. However, the aspect of sharing at school and responsibility at home still needs improvement.
HUBUNGAN SOCIAL MEDIA PARENTING DENGAN HARGA DIRI PADA ANAK USIA DINI Hanifah Dwi Oktaviana; Anayanti Rahmawati
Kumara Cendekia Vol 13, No 1 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i1.100029

Abstract

Harga diri merupakan sikap individu terhadap dirinya sendiri yang mencerminkan penilaian positif atau negatif secara keseluruhan. Anak-anak mulai mengembangkan harga diri sejak usia 3-6 tahun, orang tua memegang peran penting dalam perkembangan harga diri anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara social media parenting dengan harga diri pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Penelitian melibatkan 55 orang tua dengan anak usia 3-6 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan di lima TK yang berada di Surakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert. Instrumen alat ukur sebelum digunakan dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas dilakukan menggunakan metode Pearson Product Moment. Uji validitas menunjukkan hasil tidak ditemukan item gugur pada alat ukur skala social media parenting dan harga diri. Uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Alpha Cronbach, yang menunjukkan bahwa kedua instrumen reliabel, dengan skor reliabilitas social media parenting 0,866 dan harga diri sebesar 0,612. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan SPSS 25, dan hasil analisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,001, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara social media parenting dengan harga diri pada anak.
EFEKTIVITAS PRACTICAL LIFE SKILLS TERHADAP SIKAP KEMANDIRIAN ANAK USIA 4-5 TAHUN Elok Cahyaning Ndaru; Siti Wahyuningsih
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i2.100539

Abstract

Rendahnya tingkat kemandirian anak usia dini menjadi tantangan dalam mendukung perkembangan anak secara optimal. Kurangnya pembiasaan kegiatan sehari-hari yang terstruktur membuat anak masih bergantung pada bantuan orang dewasa dalam menyelesaikan tugas-tugas sederhana. Aspek kemandirian pada anak tidak hanya penting untuk kehidupan anak usia dini saat ini, tetapi juga berpengaruh besar terhadap masa depan anak saat dewasa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mengetaui tingkat kemandirian merawat diri anak usia 4-5 tahun di Taman Kanak-kanak Kota Surakarta, dengan berpedoman pada indikator kemandirian anak usia dini. Penelitian terdiri dari 16 anak usia 4-5 tahun. Pengumpulan data menggunakan observasi. Uji validitas memenuhi kriteria valid, uji normalitas menghasilkan nilai signifikan berada di atas 0,05 sehingga data berdistribusi normal, dan uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t berpasangan untuk melihat signifikansi perbedaan antara hasil pre-test dan post-test. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) dan nilai t hitung sebesar 13,175, yang lebih besar dari t tabel 1,753. Hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari kegiatan practical life skills terhadap peningkatan kemandirian anak usia 4-5 tahun. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, dapat disimpulkan bahwa kegiatan practical life skills berpengaruh signifikan terhadap kemandirian anak usia 4-5 tahun Taman Kanak-kanak Kota Surakarta.
PENGARUH MEMBATIK JUMPUTAN DENGAN PEWARNA ALAM TERHADAP KREATIVITAS ANAK Malleagrina Margaritiviera; Nurul Khotimah; Achmad Sya’dullah; Sri Widayati
Kumara Cendekia Vol 12, No 3 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i3.88838

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kreativitas anak yang sering kurang terstimulasi dengan metode pembelajaran konvensional. Membatik jumputan, terutama dengan pewarna alami seperti buah naga, kunyit, daun suji, bunga telang, dan kayu secang, dinilai mampu meningkatkan aspek kreativitas melalui eksplorasi kegiatan yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kegiatan membatik jumputan terhadap kreativitas anak usia dini kelompok B di TK Labschool Unesa 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen pre-eksperimental dan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Seluruh peserta didik kelompok B berusia 5-6 tahun sebanyak 30 anak dijadikan sampel dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu pre-test, perlakuan dengan membatik jumputan, dan post-test. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan dokumentasi. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan validasi ahli dan teknik Cronbach Alpha, yang menghasilkan nilai 0,645. Uji normalitas menggunakan uji shapiro-wilk dan uji homogenitas menggunakan uji levene. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test menggunakan uji independent sample t-test. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Dengan kata lain, aktivitas membatik jumputan dengan pewarna alami terbukti efektif untuk meningkatkan kreativitas anak. Selain itu, peningkatan kreativitas anak diketahui mencapai 36,66%, yang diperoleh dari perbandingan hasil pre-test dan post-test. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan membatik jumputan dapat menjadi metode pembelajaran alternatif yang efektif dalam merangsang kreativitas anak usia dini, sehingga diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai lembaga pendidikan.
PEMBELAJARAN KONSEP MATEMATIKA PERMULAAN MELALUI MEDIA EDUKATIF ANAK USIA 4-5 TAHUN DI PAUD TUNAS MULIA Tsabita Nuha Mumtaza; Zaskia Khoirul Nikmah; Maisah Maisah; Yuni Dwi Suryani; windi Dwi Andika
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i2.101202

Abstract

Guru di PAUD Tunas Mulia memanfaatkan media pembelajaran untuk membantu anak memahami konsep matematika awal secara lebih mudah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi media yang digunakan dalam pembelajaran matematika di PAUD dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Penelitian dilakukan di PAUD Tunas Mulia, Desa Tunas Aur, Indralaya. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan media konkret yang sesuai dengan tahap perkembangan anak dapat menstimulasi kemampuan kognitif seperti pengenalan angka dan pola pikir logis. Peran guru yang aktif dan responsif serta pemberian motivasi terbukti mendukung keterlibatan anak dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
PENGGUNAAN MEDIA KARTU HURUF DALAM PEMBELAJARAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Alwia Alhamid; Nurul Kusuma Dewi; Nurul Shofiatin Zuhro
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.63769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan persiapan penggunaan media kartu huruf dalam pembelajaran kelompok usia 5-6 tahun, (2) mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaan penggunaan media kartu huruf dalam pembelajaran kelompok usia 5-6 tahun, (3) menganalisis dampak penggunaan media kartu huruf dalam pembelajaran kelompok usia 5-6 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif naraatif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa observasi kegiatan pembelajaran kelompok TK B, wawancara informan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi analisis dokumen, dan wawancara. Teknik validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil analisis data yakni: (1) Perencanaan dan persiapan media pembelajaran. Pertama, peerancangan RPPH yang mengacu pada RPPM, membuat silabus materi pembelajaran pengenalan huruf, memilih strategi pelaksanaan pembelajaran dan menentukan media pembelajaran. (2) Pelaksanaan penggunaan media pembelajaran berupa pemembuatn media kartu huruf. Penggunaan media kartu huruf dilakukan dengan sebuah permainan tentang nama-nama hewan. (3) Dampak penggunaan media pembelajaran kartu huruf terhadap siswa. Media kartu huruf dapat meningkatkan minat dan kemampuan terhadap materi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya perkembangan siswa dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
BODY AWARENESS SEBAGAI FONDASI REGULASI DIRI: EKSPLORASI PERILAKU ANAK USIA DINI DALAM BERMAIN KELOMPOK Miratul Hayati; Dewi Salistina
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.109853

Abstract

Body awareness atau kesadaran tubuh, memungkinkan anak mengenali batasan fisik, memahami sinyal tubuh, serta mengintegrasikan pengalaman sensori dalam pengambilan keputusan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran body awareness sebagai fondasi regulasi diri dalam perilaku anak usia dini saat bermain kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif terhadap aktivitas bermain anak dan wawancara mendalam dengan guru PAUD di sebuah TK di Depok. Seluruh data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis tematik, yang melibatkan proses mengkodekan, mengkategorikan, dan mengidentifikasi pola temuan yang relevan dengan konsep body awareness dan regulasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki kesadaran tubuh yang baik lebih mampu mengatur emosi, menjaga batasan fisik, dan menyelesaikan konflik secara konstruktif dalam permainan kelompok. Guru berperan dalam membentuk body awareness melalui kegiatan reflektif, permainan sensori, dan komunikasi empati. Temuan ini menjelaskan bahwa body awareness merupakan bagian penting dalam pendidikan sosial-emosional anak usia dini. Penelitian merekomendasikan integrasi body awareness ke dalam kurikulum PAUD secara eksplisit, serta pelatihan guru untuk mendukung pengembangan regulasi diri anak melalui pendekatan berbasis tubuh dan pengalaman bermain.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI YOGA KIDS Lailatun Nafizah; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.106326

Abstract

Keterampilan motorik kasar melibatkan gerakan otot besar yang penting untuk aktivitas fisik anak, seperti berjalan, berlari, dan melompat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui yoga kids sebagai aktivitas fisik yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas dengan subjek 20 anak usia 5-6 tahun. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja, observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dengan indikator keberhasilan minimal 75% dari total anak. Hasil siklus I menunjukan peningkatan rata-rata keterampilan motorik kasar sebesar 66,25% dengan 45% anak mencapai ketuntasan. Setelah perbaikan tindakan, siklus II menunjukan hasil yang lebih tinggi yaitu 90% dengan 80% anak tuntas. Penerapan yoga kids terbukti efektif meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Aktivitas berbasis yoga memberi pengalaman belajar yang menyenangkan, melibatkan gerakan terstruktur, dan mendukung perkembangan fisik anak. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa yoga dapat dijadikan strategi alternatif dalam pembelajaran anak usia dini untuk mengoptimalkan kemampuan motorik kasar mereka.

Page 5 of 21 | Total Record : 203