cover
Contact Name
NURUL KUSUMA DEWI
Contact Email
kusuma.dewi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
KUMARA CENDEKIA
ISSN : 2338008X     EISSN : 2716084X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 203 Documents
Improving Fine Motor Skills in Children Aged 4-5 Years through Paper Tearing Activity Pingky Nur Azizah; Warananingtyas Palupi; Glenn Webforges D. Ricardos
Kumara Cendekia Vol 14, No 1 (2026): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i1.108924

Abstract

This study was motivated by the problem of underdeveloped fine motor skills among children aged 4–5 years in one kindergarten in Serengan District, Surakarta City, although these skills are one of the main prerequisites for early childhood academic readiness. This study aimed to improve children’s fine motor skills through paper-tearing stimulation. The study employed both quantitative and qualitative approaches. The research design was classroom action research based on the Kemmis and McTaggart model, consisting of three stages: planning, action, observation, and reflection. The participants were 21 children aged 4–5 years, and data were collected from children and teachers. Data were collected through observation, interviews, tests, and documentation. Qualitative data validity was examined through source and technique triangulation, while quantitative data validity was examined through construct validity based on expert judgment. Qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Quantitative data were analyzed using the mastery learning formula for children. The results showed that paper-tearing activity improved children’s fine motor skills. In the finger strength and flexibility indicator, 19 children (90.5%) achieved mastery. In the hand–eye coordination indicator, mastery reached 100%. In the finger movement accuracy indicator, 20 children (95.2%) achieved mastery. These findings indicate that paper-tearing activity can improve the fine motor skills of children aged 4–5 years.
PENGGUNAAN MEDIA DADU LITERASI TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN Sela Selviana; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 13, No 1 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i1.99395

Abstract

Kemampuan berbicara pada anak usia dini dilakukan untuk bersosialisasi dengan cara komunikasi secara lisan untuk mengutarakan ide dan gagasannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan berbicara anak belum optimal ketika pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media dadu literasi terhadap kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain eksperimen One Group Pre-test-Post-test Design. Subjek penelitian terdiri dari 17 anak berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes lisan dan tes unjuk kerja. Hasil tes dianalisis dengan menggunakan uji normalitas dan uji Paired Sample t-Test  pada taraf signifikansi 0,05 dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 23.0. Hasil penelitian menunjukkan media dadu literasi memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan berbicara dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 (sig<0,05). Penggunaan media ini juga menyebabkan peningkatan rata-rata nilai pre-test dari 14,00 menjadi 21,12 pada post-test. Berdasarkan data tersebut, media dadu literasi terbukti berpengaruh terhadap kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun sehingga dinilai efektif.
ACTIVITY BOOK 2P FUN MATH DALAM MENINGKATKAN KONSEP PENGUKURAN DAN PERBANDINGAN ANAK Rossalia Amanda; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.103559

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kurangnya pemahaman anak usia 5–6 tahun terhadap materi konsep pengukuran dan perbandingan. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk menghasilkan activity book 2P fun math untuk meningkatkan pemahaman konsep pengukuran dan perbandingan pada anak usia 5–6 tahun serta mengetahui tingkat kelayakan produk media activity book 2P fun math yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode R & D atau research and development dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis Design Development Implementation and Evaluation). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, angket dan tes. Hasil dari penelitian dan pengembangan media activity book 2P fun math menunjukkan kategori sangat layak diujicobakan dengan memperoleh persentase kelayakan dari para validator ahli yaitu ahli materi sebesar 91%, ahli media sebesar 88% dan ahli praktisi sebesar 94%. Pada saat uji coba activity book 2P fun math hasil post-test yang dikerjakan anak setelah mengerjakan activity book 2P fun math rata-rata memperoleh kategori nilai sangat bagus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa anak dapat meningkatkan pemahaman konsep pengukuran dan perbandingan dengan menggunakan activity book 2P fun math.
INTEGRASI ENERGI TERBARUKAN UNTUK PEMBELAJARAN KEMANDIRIAN ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER BERBASIS SDGs Upik Elok Endang Rasmani; Kartika Chrysti Suryandari; Nugroho Agung Pambudi
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.110908

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas integrasi energi terbarukan sebagai media pembelajaran kemandirian anak usia dini dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest control group, penelitian melibatkan 60 anak ASD usia 4-6 tahun di Gugus II Aster Kota Surakarta yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=30) dan kontrol (n=30). Kelompok eksperimen mendapat pembelajaran berbasis integrasi energi terbarukan selama 12 minggu, sedangkan kelompok kontrol mendapat pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan menggunakan Skala Kemandirian Anak ASD dalam Konteks Hemat Energi (SKAAHE) dan dianalisis dengan Independent Sample t-Test. Hasil menunjukkan perbedaan sangat signifikan (p<0.05) dengan effect size sangat besar (Cohen's d=2.92). Kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor kemandirian 52.8% dibandingkan 11.8% kelompok kontrol. Temuan ini relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya SDGs 4 melalui penyediaan pembelajaran inklusif dan bermutu yang mendorong keterampilan hidup anak berkebutuhan khusus, SDGs 7 melalui internalisasi perilaku penggunaan energi bersih dan berkelanjutan sejak usia dini, serta SDGs 10. melalui penguatan kesempatan yang setara bagi anak ASD untuk mengembangkan kapasitas fungsional dan partisipasi sosial secara mandiri.
ANALISIS PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 4-5 TAHUN DITINJAU DARI PENERAPAN APE JEPIT BAJU Dwi Ambar Sari
Kumara Cendekia Vol 12, No 3 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i3.93640

Abstract

Perkembangan kognitif anak usia 4-5 tahun adalah kunci untuk membentuk dasar pembelajaran yang akan mendukung anak sepanjang hidup. Penelitian ini mengkaji bagaimana penggunaan Alat Permainan Edukatif (APE) berupa jepit baju dapat mempengaruhi perkembangan kognitif anak di TK TA Bangsri 05, yang sering menghadapi keterbatasan media pembelajaran dan ketergantungan pada lembar kerja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian kualitatif, melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis perkembangan kognitif anak usia 4-5 tahun ditinjau dari penerapan APE jepit baju di sekolah TK TA Bangsri 05. Temuan menunjukkan bahwa penggunaan jepit baju meningkatkan kemampuan anak dalam mengenali warna, bentuk, pola, angka, dan huruf, serta merangsang kreativitas dan keterampilan berpikir kritis. Aktivitas yang melibatkan jepit baju memberikan stimulasi belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan dibandingkan dengan lembar kerja. Penelitian ini menekankan pentingnya keberagaman media pembelajaran dan merekomendasikan penggunaan alat sederhana namun efektif seperti jepit baju untuk mendukung perkembangan kognitif anak usia dini.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA LOOSE PARTS TERHADAP PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN Risya Amelia; Asih Budi Kurniawati; Devi Nawangsasi
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i2.101593

Abstract

Pembelajaran di sekolah masih menggunakan metode berceramah konvensional dan berpusat pada guru. Saat belajar, anak belum menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan selalu bertindak menunggu arahan dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media loose parts dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini (5-6 tahun). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi experiment dengan desain penelitian one-group pretreatment-posttreatment, yaitu dengan satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Sampel penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 16 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi berupa checklist dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikan U hitung = 0,000 ˂ U tabel = 0,05 maka menghasilkan hipotesis Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh dari penggunaan media loose parts terhadap pengembangan kreativitas anak usia dini (5-6 tahun). Penelitian ini melakukan kegiatan pembelajaran menggunakan media loose parts, yaitu anak-anak dapat bebas berkreasi menghasilkan karya baru sesuai dengan imajinasinya sehingga kreativitas anak dapat berkembang.
PROFIL PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ANAK USIA 5-6 TAHUN Indarini Ihsani; Ruli Hafidah; Novita Eka Nurjanah
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.63828

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan serangkaian sikap dari hasil belajar yang menjadi kecakapan hidup di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil perilaku hidup bersih dan sehat anak usia 5-6 tahun pada masa pandemi Covid-19 di PAUD Kelurahan Cangkol dengan menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif. Data dari 58 anak dari TK Desa Cangkol, BA Aisyiyah Kepoh, dan RA Al Hidayah dikumpulkan menggunakan angket berskala nominal dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan persentase, sedangkan hasil wawancara digunakan untuk mendukung hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan profil perilaku hidup bersih dan sehat anak berada pada kategori sangat baik meliputi kebersihan diri sebesar 93,9%, makan dan minum sebesar 90,8%, tindakan terhadap sakit penyakit sebesar 86,6%, dan kebersihan lingkungan sebesar 83,6%, sedangkan keseimbangan (kebutuhan tidur dan aktivitas) sebesar 61,2% berada pada kategori baik. Simpulan pada penelitian ini bahwa perilaku hidup bersih dan sehat anak usia 5-6 tahun pada masa pandemi Covid-19 di PAUD Kelurahan Cangkol dilaksanakan dengan sangat baik.
PENGARUH METODE STORYTELLING TERHADAP PERILAKU SOPAN SANTUN ANAK USIA 5-6 TAHUN Widyastuti Widyastuti; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.106648

Abstract

Perubahan sosial dan budaya merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam masyarakat yang terus berkembang. Penelitian ini dilakukan karena adanya perilaku sopan santun pada anak usia dini yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode storytelling terhadap perilaku sopan santun anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental research) dengan pendekatan kuantitatif serta menggunakan desain one group pretest posttest design. Sumber data penelitian ini meliputi perilaku sopan santun anak usia 5-6 tahun serta pengaruh metode storytelling dengan menggunakan boneka jari. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 30 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik observasi behavioral checklist untuk mengamati dan mencatat perilaku sopan santun anak sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Teknik uji validitas yang digunakan adalah uji validitas isi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum diberikan treatment atau perlakuan dan sesudah diberikan treatment atau perlakuan. Implikasinya, teknik bercerita adalah cara yang ampuh untuk membentuk karakter anak dan dapat berpengaruh pada perkembangan pribadi anak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode storytelling berpengaruh positif terhadap perilaku sopan santun terhadap anak usia 5-6 tahun.
PENGARUH METODE PROYEK SPIN WATER TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK USIA 5-6 TAHUN Kurnia Agustina; Sri Setyowati; Mallevi Agustin Ningrum; Melia Dwi Widayanti
Kumara Cendekia Vol 12, No 4 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i4.90135

Abstract

Keterampilan proses sains merupakan proses sains yang meliputi keterampilan dalam mengamati, membandingkan, mengklasifikasikan, mengukur, dan mengkomunikasikan. keterampilan proses sains penting dilakukan anak agar memiliki kemampuan mengamati berbagai perubahan yang terjadi. Metode proyek spin water memberikan pengetahuan dan keterampilan anak dalam bereksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya pengaruh metode proyek spin water terhadap keterampilan proses sains anak usia 5-6 tahun yang dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan proses sains. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan jenis one group pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun dengan sampel berjumlah 23 anak. Instrumen penelitian yang diamati ada empat, yakni kemampuan mengetahui cara mengamati suatu benda, kemampuan mengetahui cara bereksperimen, kemampuan mengetahui cara mengukur suatu benda, dan kemampuan mengetahui cara mengkomunikasikan hasil proyek. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Match and Pairs melalui program komputer IBM SPSS 25. Hasil analisis penelitian sangat signifikan yaitu diketahui Asymp. Sig (2- tailed) sebesar 0,001 bahwa nilai tersebut lebih kecil dari nilai 0,05, (0,001 <0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode proyek spin water terhadap keterampilan proses sains anak usia 5-6 tahun.
CERIA: Gagasan Pedagogi Bermain untuk Stimulasi Perkembangan Moral Anak Usia Dini Jumiatmoko Jumiatmoko; Harun Harun; Amir Syamsudin
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i3.105396

Abstract

Belum ada stimulasi perkembangan moral berbasis kegiatan bermain dengan tahapan yang sistematis dalam konteks PAUD di Indonesia. Penelitian ini mengidentifikasi teori dan praktik stimulasi perkembangan moral pada anak usia dini berbasis kajian pustaka. Penelitian ini mengadaptasi prosedur penelitian yang terdiri dari identifikasi, analisis, strukturalisasi, dan penyimpulan. Analisis tematik digunakan untuk mengonstruksi tema-tema yang relevan dengan hasil identifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa teori yang relevan dalam stimulasi perkembangan moral anak usia dini antara lain: socio-cultural constructivism, social learning, moral stage development, dialogic scaffolding, cooperative play, ecological system, dan parental involvement. Stimulasi yang relevan dengan perkembangan moral anak usia dini antara lain melalui kegiatan bercerita, bermain kooperatif, dukungan guru, dan dukungan orang tua. Proses strukturalisasi menghasilkan gagasan pedagogi berupa tahapan kegiatan bermain untuk stimulasi perkembangan moral anak usia dini yang terdiri dari Cerita, Eksplorasi, Refleksi, Inferensi, dan Adaptasi (CERIA). Gagasan pedagogi bermain ini relevan dengan karakteristik perkembangan moral anak usia dini. Diperlukan pengembangan lebih lanjut ke dalam model pembelajaran, pengujian teoretis, dan pengujian praktis untuk stimulasi perkembangan moral anak usia dini.

Page 8 of 21 | Total Record : 203