cover
Contact Name
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS
Contact Email
sosiolium@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sosiolium@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
First floor of C1 Building, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS
ISSN : -     EISSN : 26854929     DOI : https://doi.org/10.15294/sosiolium
Core Subject : Education,
This journal provides space for academic and critical thinking to explore social studies learning (Pendidikan IPS--Junior high school course). Subjects suitable for publication include but not limited to; - Social studies Education (Pendidikan IPS--Junior high school course) - Learning media issues in Social studies - Learning model issues in Social studies - Innovation in social studies learning.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober" : 10 Documents clear
MODAL SOSIAL MASYARAKAT HINDU DALAM PELAKSANAAN TRADISI UPACARA NGABEN (STUDI KASUS: DESA TRIMARTA JAYAKECAMATAN MADANG SUKU III KABUPATEN OKU TIMUR) Aisyah Mustika Janah; Lestari, Puji
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.19399

Abstract

Penelitian ini akan berfokus pada modal sosial yang terjadi dalam masyarakat hindu pada saat upacara Ngaben. Dari adanya tradisi upacara Ngaben ini muncul berbagai unsur dalam  modal sosial dalam masyarakat. Hal inilah yang  menarik untuk diteliti, karena dengan adanya tradisi upacara Ngaben maka secara otomatis akan banyak unsur-unsur modal sosial yang muncul dan berdampak dalam pelaksanaan upacara Ngaben secara kesinambungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji validitas data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Landasan teori yang digunakan dalam pelitian ini adalah teori modal sosial Jousairi Hassbullah dan Michael Woolcock. Hasil penelitain ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat Hindu ini memiliki modal sosial yang kuat dan solidaritas tinggi yang ditandai dengan adanya kerjasama dan gotong-royong dalam upacara Ngaben. Hal ini juga buktikan dengan adanya keterlibatan organisasi Sekaa Teruna Teruni yang menjadi wadah dan sarana masyarakat dalam mengeratkan hubungan kekerabatan dan menjalin jaringan dengan lingkungan luar yang memiliki perbedaan kepentingan. Unsur-unsur modal sosial dalam masyarakat Hindu meliputi 1) partisipasi masyarakat; 2) hubungan antar masyarakat dan organisasi Sekaa Teruna Teruni; 3) nilai dan norma dalam upacara Ngaben; 4) serta kepercayaan masyarakat hindu dengan adanya upacara Ngaben.    This study focuses on the social capital within Hindu communities during the Ngaben ceremony. Various elements of social capital emerge from this traditional ceremony, making it a compelling subject of research. The Ngaben tradition inherently generates numerous aspects of social capital, influencing the sustainable implementation of the ceremony. The research employs a descriptive qualitative method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data validation involves data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The theoretical framework is based on the social capital theories of Jousairi Hassbullah and Michele Woolcock. The findings indicate that Hindu communities possess strong social capital and high solidarity, as evidenced by collaboration and mutual assistance during the Ngaben ceremony. This is further supported by the active role of the Sekaa Teruna Teruni organization, which serves as a platform for fostering kinship and building networks with external parties with different interests. Elements of social capital identified within Hindu communities include 1) Community participation; 2) Relationships between community members and the Sekaa Teruna Teruni organization; 3) Values and norms observed during the Ngaben ceremony; 4) Trust within the Hindu community regarding the significance of the Ngaben ceremony.
IMPLEMENTASI DISCOVERY LEARNING, PENGEMBANGAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII PEMBELAJARAN IPS SMP NEGERI 21 SEMARANG Alfifi, Alfifi Ayu Romadhona; Arif Purnomo
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.1265

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi model pembelajaran discovery learning dalam pembelajaran IPS kelas VIII SMP Negeri 21 Semarang, untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran IPS menggunakan model pembelajaran discovery learning kelas VIII pada di SMP Negeri 21 Semarang dan untuk mengetahui refleksi guru terkait penggunaan model pembelajaran discovery learning dan pengembangan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPS di SMP Negeri 21 Semarang Penelitian ini menggunakan metode kualitataif fenomenologi. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara bersama guru IPS, siswa kelas VIII dan guru bidang kurikulum. Selain itu, sumber data juga diperoleh dari studi dokumen yaitu RPP, media pembelajaran, sarana dan prasarana, dokumentasi foto informan dan atau responden, kegiatan pembelajaran, keadaan sumber, serta lokasi penelitian. Implementasi model pembelajaran discovery learning pada pelajaran IPS kelas VIII di SMP Negeri 21 Semarang mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kondusif dan juga siswa mampu memenuhi semua indikator berpikir kritis. Pelaksanaan refleksi di akhir pembelajaran IPS dengan mengimplementasikan model pembelajaran discovery learning pada kelas VIII di SMP Negeri 21 Semarang dapat membantu mencapai tujuan pembelajaran dan membantu guru menjalankan perannya secagai fasilitator dalam pembelajaran.   The purpose of this research is to determine the implementation of the discovery learning learning model in social studies learning class VIII at SMP Negeri 21 Semarang, to determine students' critical thinking abilities in the social studies learning process using the discovery learning learning model for class VIII at SMP Negeri 21 Semarang and to find out the teacher's reflections regarding use of discovery learning models and development of critical thinking skills in social studies learning at SMP Negeri 21 Semarang. This research uses qualitative phenomenological methods. Data sources were obtained from interviews with social studies teachers, class VIII students and curriculum teachers. Apart from that, data sources were also obtained from document studies.. The implementation of the discovery learning learning model in class VIII social studies at SMP Negeri 21 Semarang is able to create active, conducive learning and students are able to meet all indicators of critical thinking. Implementing reflection at the end of social studies learning by implementing the discovery learning learning model in class VIII at SMP Negeri 21 Semarang can help achieve learning objectives and help teachers carry out their role as facilitators in learning.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL GAMES TGT (TEAMS GAMES TOURNAMEN) PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS VIII E SMP NEGERI 38 SEMARANG Septya Nurhayati; Arief Nurhidayat; Fajar
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.5448

Abstract

Motivasi belajar peserta didik menentukan berhasil tidaknya pelaksanaan pembelajaran.Karena belajar merupakan suatu proses yang terjadi dari dalam, maka faktor motivasi mempengaruhinya. Peserta didik di SMP Negeri 38 Semarang kelas VIII E ketika pembelajaran IPS asik bermain sendiri dengan temannya, bermalas-malasan saat pembelajaran IPS, membuat kegaduhan di kelas, mengganggu peserta didik lain yang ingin memperhatikan pembelajaran dengan sungguh-sungguh, mengantuk saat pembelajaran berlangsung bahkan ada yang tertidur saat pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Motivasi belajar IPS menggunakan TGT (Teams Games Tournament) pada kelas VIII E SMP Negeri 38 Semarang mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Hal tersebut dibuktikan dengan kategori tinggi awalnya sebesar 19% meningkat menjadi 58%, kategori sedang awalnya sebesar 36% menjadi 29% dan kategori kurang awalnya sebesar 45% menurun menjadi 13%. Pembelajaran dengan model TGT dapat memotivasi, menumbuhkan minat dan semangat peserta didik dalam pembelajaran. Students' learning motivation determines the success or failure of implementing learning. Because learning is a process that occurs from within, motivation factors influence it. Students at SMP Negeri 38 Semarang class VIII E when learning social studies have fun playing alone with their friends, lazing around while learning social studies, making noise in class, disturbing other students who want to pay serious attention to learning, getting sleepy during learning. who fell asleep while studying. The type of research used in this research is Classroom Action Research (PTK). Motivation to learn social studies using TGT (Teams Games Tournament) in class VIII E of SMP Negeri 38 Semarang has increased from cycle I to cycle II. This is evidenced by the high category initially being 19% increasing to 58%, the medium category initially being 36% to 29% and the low category initially being 45% decreasing to 13%. Learning with the TGT model can motivate, foster students' interest and enthusiasm in learning.
INQUIRY LEARNING DENGAN TIPE PICTURE AND PICTURE SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Nurul Shofiyaning Tyas; Harto Wicaksono
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.5987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan model inquiry learning dengan tipe picture and picture. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mengacu pada teori Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan pembelajaran di kelas dalam 2 siklus. Data penelitian yang didapatkan berupa ketuntasan tes hasil belajar kognitif pada setiap siklus yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar peserta didik kelas VII F SMP Negeri 31 Semarang pada siklus I sebesar 81,25 dan mengalami peningkatan rata-rata nilai hasil belajar peserta didik pada siklus II sebesar 86,81. Berdasarkan rata-rata nilai peserta didik pada siklus I dan siklus II tersebut peneliti menyimpulkan pembelajaran menggunakan inquiry learning dengan tipe picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.  This study aims to improve students' cognitive learning outcomes. This study was conducted using the inquiry learning model with the picture and picture type, which emphasizes student activity in observing, reasoning, and concluding learning material through image media. This study is a classroom action research based on Kemmis and Taggart's theory, which was implemented in the learning process in the classroom through two cycles, namely cycle I and cycle II. Each cycle consisted of the stages of planning, implementation of actions, observation, and reflection. The research data obtained were in the form of the completeness of the students' cognitive learning test results in each cycle, which were then analyzed using quantitative descriptive analysis techniques. The results showed that the average learning outcome score of students in class VII F of SMP Negeri 31 Semarang in cycle I was 81.25 and increased in cycle II with an average score of 86.81. Based on this increase in the average score, the researcher concluded that the inquiry learning model was effective in improving cognitive learning outcomes.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA ULAR TANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA VIII-C SMPN 27 SEMARANG Nadin Kalista Pratana; Wahyu Indah Lestari; Sriyono
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.22290

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar  siswa kelas VIII-C SMP Negeri 27 Semarang melalui model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media pembelajaran ular tangga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus dilakukan melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-C SMP Negeri 27 Semarang. Data penelitian ini diperoleh melalui melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media pembelajaran ular tangga pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-C SMP Negeri 27 Semarang pada setiap siklus. Hasil belajar  siswa mengalami peningkatan dari siklus I dengan persentase ketuntasan secara klasikal 62,50% dengan rata-rata siswa mencapai 79,38. Pada siklus II persentase ketuntasan secara klasikal meningkat menjadi 84,38% dengan rata-rata siswa mencapai 83,22. The research was conducted with the aim of improving the learning outcomes of students in class VIII-C of SMP Negeri 27 Semarang through the Problem Based Learning model assisted by snake and ladder learning media. The type of research used was classroom action research consisting of 2 cycles, each cycle carried out through 4 stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were all students in class VIII-C of SMP Negeri 27 Semarang. The research data were obtained through tests, observations, and documentation. Based on the results of the study, it was found that the application of the Problem-Based Learning model assisted by the snake and ladder learning media in social studies lessons could improve the learning outcomes of students in class VIII-C of SMP Negeri 27 Semarang in each cycle. Student learning outcomes improved from cycle I with a classical mastery rate of 62.50% and an average student score of 79.38. In cycle II, the classical mastery rate increased to 84.38% with an average student score of 83.22, as well as significant improvements in student activity, learning motivation, and involvement.  
POTENSI WADUK GEMBONG SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DAN PEMANFAATANNYA BAGI ANAK SEKOLAH DASAR Anisa Fitri Novia; Ika Oktavianti
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.28486

Abstract

Waduk Gembong adalah sumber daya alam yang memiliki potensi besar sebagai tempat belajar sejarah bagi siswa sekolah dasar. Selain berfungsi untuk mengelola air, waduk ini juga menyimpan nilai-nilai sejarah penting terkait pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi potensi Waduk Gembong sebagai sumber belajar sejarah dan bagaimana penggunaannya dapat membantu siswa memahami pentingnya konservasi dan pengelolaan lingkungan. Dengan pendekatan interaktif, siswa dapat belajar tentang sejarah pembangunan waduk, peran ekologisnya, dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Materi pembelajaran yang dikembangkan mencakup kunjungan lapangan, diskusi kelompok, dan proyek, sehingga siswa tidak hanya belajar tentang sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan serta meningkatkan kesadaran mereka tentang perlunya menjaga dan melestarikan lingkungan. Gembong Reservoir is a natural resource that has great potential as a place to learn history for elementary school students. In addition to its function to manage water, this reservoir also holds important historical values related to the development and management of natural resources in Indonesia. This study aims to explore the potential of Gembong Reservoir as a source of learning history and how its use can help students understand the importance of environmental conservation and management. With an interactive approach, students can learn about the history of the reservoir's construction, its ecological role, and its impact on the surrounding community. The learning materials developed include field visits, group discussions, and projects, so that students not only learn about history, but also foster a love for the environment and increase their awareness of the need to protect and preserve the environment. 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER JUJUR DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 5 SEMARANG Novir, Rico; Muh Sholeh
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v7i2.31468

Abstract

Globalisasi telah secara signifikan memengaruhi nilai-nilai moral generasi muda, khususnya kejujuran.Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi hal yang mendesak untuk diterapkan di lingkungan sekolah, salah satunya melalui pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter jujur di SMP Negeri 5 Semarang yang telah menjalankan program Sekolah Jujur Sekolah Saya (SJSS), strategi guru IPS dalam menanamkan nilai kejujuran, serta faktor pendukung dan penghambat program tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru IPS, koordinator program SJSS, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai jujur dilakukan melalui integrasi nilai karakter dalam pembelajaran, pelantikan agen SEMAI, serta berbagai program pendukung. Dukungan kepala sekolah, orang tua, dan antusiasme siswa menjadi faktor pendorong, sedangkan tantangan datang dari karakter siswa dan pengaruh lingkungan. Program SJSS menunjukkan dampak positif dalam membentuk budaya kejujuran di sekolah. Globalization has significantly affected the moral values of young generations, particularly honesty. Thus, character education becomes essential in schools, especially through Social Studies learning. This study aims to analyze the implementation of honest character education in SMP Negeri 5 Semarang through the “Honest School, My School” (SJSS) program. It investigates teachers’ strategies in instilling honesty and the supporting and inhibiting factors. This research applied a qualitative descriptive method using observations, interviews, and documentation. Informants included school principals, social studies teachers, SJSS program coordinators, and students. The findings revealed that honest character education was implemented through the integration of honesty values in learning, the inauguration of SEMAI agents, and various supporting programs. Support from school leaders, parents, and students' enthusiasm were significant enablers, while challenges stemmed from student diversity and external influences. The SJSS program positively influenced the cultivation of honesty in the school environment.   
INTEGRASI NILAI KEWARGANEGARAAN DAN TANGGUNG JAWAB DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA SEKOLAH DASAR Silalahi, Ayu Ida Royani; Allatiifah, Putri Abdillah; Yona Wahyuningsih
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.36524

Abstract

Kedisiplinan siswa Sekolah Dasar merupakan prasyarat utama terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis kerangka kerja implementasi nilai kewarganegaraan dan tanggung jawab melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) atau Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) guna meningkatkan disiplin siswa. Metode yang digunakan adalah kajian konseptual/tinjauan literatur sistematis terhadap temuan empiris dan teoretis terkini dalam pedagogi IPS. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan disiplin dipengaruhi oleh tiga pilar strategi: (1) internalisasi tanggung jawab sebagai kesadaran moral (amanah); (2) strategi guru sebagai agen moral melalui keteladanan dan bimbingan kontekstual; dan (3) penggunaan model pembelajaran inovatif seperti Problem-Based Learning (PBL) dan studi kasus yang menuntut akuntabilitas proses. Keberhasilan implementasi membutuhkan konsistensi pedagogis dan kolaborasi aktif antara sekolah, guru, dan orang tua.  Student discipline in Elementary School (SD) is a crucial prerequisite for creating a conducive learning environment. This study aims to synthesize an implementation framework integrating citizenship and responsibility values through Social Studies (IPS/IPAS) learning to enhance student discipline. The method employed is a conceptual review/systematic literature review of recent empirical and theoretical findings in IPS pedagogy. The findings indicate that discipline improvement is driven by three strategic pillars: (1) the internalization of responsibility as moral awareness (trust/mandate); (2) teacher strategies as moral agents through modeling and contextual guidance; and (3) the application of innovative learning models such as Problem-Based Learning (PBL) and case studies that demand process accountability. Successful implementation requires pedagogical consistency and active collaboration among the school, teachers, and parents.  
UPAYA MENJAGA WARISAN BUDAYA DI TENGAH ARUS GLOBALISASI Fahmi Zulfa Fadilla, Hikmah Alfiyah, Maftucha
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.39583

Abstract

Globalization brings complex changes that challenge the sustainability of cultural heritage in Indonesia. This raises concerns about cultural uniformity, the shift of traditional values towards more individualism, and the declining attention of the younger generation to local wisdom. This study aims to explore ways to preserve national cultural heritage amidst the rapid flow of globalization. The method used is desk research with qualitative data analysis through data reduction and drawing conclusions from various relevant sources. The research findings indicate that efforts to preserve cultural heritage require strong collaboration between government policies, such as Law No. 5 of 2017, active community involvement, and the role of cultural communities. In addition, the use of digital technologies such as 3D documentation, social media, and innovations such as Augmented Reality (AR) are important tools in promoting culture to generations Z and Alpha. The conclusion of this study is that with a comprehensive and adaptive approach, globalization does not have to destroy local identity, but can be a means of revitalization to ensure cultural heritage remains relevant for future generations.
PEMBELAJARAN IPS BERBASIS GAMIFIKASI DI SEKOLAH DASAR: SUATU TINJAUAN SISTEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR Wahiddin, Shafiyyah; Santosa, Sedya
Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sosiolium.v8i2.39830

Abstract

Pembelajaran IPS di sekolah dasar kerap dihadapkan pada permasalahan rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa yang berdampak pada hasil belajar. Salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah gamifikasi, yaitu penerapan elemen permainan dalam konteks pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan penelitian terdahulu mengenai dampak pembelajaran IPS berbasis gamifikasi terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti tahapan PRISMA. Artikel dikumpulkan dari beberapa basis data ilmiah bereputasi dan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif serta tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa gamifikasi dalam pembelajaran IPS cenderung meningkatkan hasil belajar kognitif siswa, seperti pemahaman konsep dan pencapaian akademik, serta memberikan dampak positif pada aspek afektif, termasuk motivasi, minat, dan partisipasi belajar. Namun demikian, keberhasilan penerapan gamifikasi sangat bergantung pada perencanaan pembelajaran dan kompetensi guru. Dapat disimpulkan bahwa gamifikasi berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar jika diimplementasikan secara tepat dan berkelanjutan. Social Studies learning in elementary schools often faces challenges related to low student motivation and engagement, which negatively affect learning outcomes. One approach developed to address these challenges is gamification, defined as the integration of game elements into learning contexts. This study aims to systematically analyze previous research findings on the impact of gamification-based Social Studies learning on elementary students’ learning outcomes. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method following the PRISMA guidelines. Articles were collected from several reputable academic databases and analyzed using descriptive and thematic approaches. The findings indicate that gamification in Social Studies learning tends to improve students’ cognitive learning outcomes, including conceptual understanding and academic achievement, while also having positive effects on affective aspects such as motivation, interest, and learning participation. However, the effectiveness of gamification largely depends on instructional planning and teachers’ pedagogical competence. It can be concluded that gamification has the potential to serve as an effective instructional strategy in elementary Social Studies learning when implemented appropriately and sustainably.

Page 1 of 1 | Total Record : 10