cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Pendidikan Kesehatan Deteksi Dini Tumbuh Kembang pada Anak di Paud Lab School UNPGRI Kediri Intan Fazrin; Deni Widiana; Indri Retno Trianti; Kristianus Jaha Baba; Miszar Nuralita Amalia; Mondry Yandri Smaut
Journal of Community Engagement in Health Vol. 1 No. 2 (2018): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v1i2.8

Abstract

Perkembangan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan seorang individu. Agar seorang anak memiliki perkembangan yang baik, maka perlu ada deteksi dini tumbuh kembang anak yang memiliki tujuan tercapainya optimalisasi perkembangan seorang anak. Sangat disayangkan masih sedikit orang tua yang memiliki kesadaran untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak ini. Melalui metode penyuluhan tentang deteksi dini tumbuh kembang anak orang tua diharapkan memiliki kesadaran dan keahlian dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan pertumbuhan status gizi ( 87,5 % ), lingkar kepala ( 100 % ), perkembangan menggunakan KPSP dengan hasil ( 100 %), perkembangan mental emosional ( 77,8 % ), tes daya dengar ( 100% ), tes daya lihat ( 100 % ) bahwa pasca penyuluhan, orang tua dan guru memiliki kesadaran yang lebih baik tentang pentingya melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak sebagai upaya optimalisasi perkembangan anak.
Konseling Hipertensi dan Komplikasinya pada Lansia di Kelurahan Tosaren RT 28 RW 10 Nita Dwi Astika Sari; Anna Maria Luturyali; Elena Sri Wilujeng; Maria Goreti Fidelis Koa; Maria Desi Sfunit; Yimna Azmawet Manune
Journal of Community Engagement in Health Vol. 1 No. 2 (2018): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v1i2.9

Abstract

Hypertension is a state of increased blood pressure that gives symptoms to a target organ resulting in damage as a stroke (occurs in the organ and effects the high mortality). Coronary heart disease (damage to the blood vessels of the heart). As well as constriction of the left ventricle or left ventricle (occuse in the heart muscle). In addition on disease, diabetes mellitus and others. Causes of hypertension include stress, obesity, lifestyle. Hormonal disorder. Symptoms of hypertension are usually dizziness, headache, neck stiffness, fatigue, nausea and vomiting, ringing ears, the world is spinning, blury vision and insomnia. Hypertension can be handles by weight loss for obesity, regulate diet, stop smoking, regular exercise, multiply eating fruits and vegetables, taking medicine according to doctors instruction.
Pendidikan Kesehatan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan pada Masyarakat di Kelurahan Dandangan Novita Ana Anggraini; Asna Mufidah; Danang Surono Putro; Irma Sartika Permatasari; Irwan Nur Ardhianata Putra; Mokhammad Arif Hidayat; Ruly Widya Kusumaningrum; Wardani Fahry Prasiwi; Andi Suryanto
Journal of Community Engagement in Health Vol. 1 No. 2 (2018): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v1i2.10

Abstract

Pertolongan pertama adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari dokter atau petugas kesehatan. Pertolongan tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanya berupa pertolongan sementara yang dilakukan oleh petugas First Aid (petugas medik atau orang awam) yang pertama melihat korban. Tujuan pertolongan pertama adalah mencegah kematian, mencegah cacat yang lebih berat, mencegah infeksi, mengurangi rasa sakit dan rasa takut. Tindakan pertolongan pertama yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan hingga menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan dilakukan tidak baik dan benar akan memperburuk kondisi akibat kecelakaan hingga membunuh korban. Dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi kecelakaan yang menimpa seseorang atau sekelompok orang. Kecelakaan bisa terjadi dimana saja, di rumah, jalan, tempat kerja atau ditempat lainnya. Untuk mengantisipasi masalah itu maka masyarakat perlu mengetahui prosedur dasar pertolongan pertama pada kecelakaan. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk melatih masyarakat menjadi penolong pertama agar mampu melakukan tindakan pertolongan pertama apabila diperlukan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Hipertensi terhadap Pengetahuan Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Manisrenggo Ratna Wardani; Kharisma Syahda Widyastika; Olivia Junita Ardiana; Ice Marselina Sila; Rindang Larose Tri Asri
Journal of Community Engagement in Health Vol. 1 No. 2 (2018): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v1i2.11

Abstract

Keluarga memiliki peran yang begitu penting bagi lansia yang menderita hipertensi khususnya dalam pemberian diet. Peran tersebut antara lain membimbing dan memecahkan masalah sehingga pemberian diet pada lansia dengan hipertensi dapat dikelola dengan baik oleh keluarga. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan perilaku keluarga dalam pemberian diet hipertensi pada lansia. Faktor-faktornya adalah pengetahuan, sikap, umur, jenis kelamin, pendidikan, ketersediaan fasilitas kesehatan, dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis kuantitatif dengan menggunakan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa (a) ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga dalam pemberian diet hipertensi pada lansia ; (b) ada hubungan antara sikap dengan perilaku keluarga dalam pemberian diet hipertensi pada lansia ; (c) ada hubungan antara umur dengan perilaku keluarga dalam pemberian diet hipertensi pada lansia; (d) tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan perilaku keluarga dalam pemberian diet hipertensi pada lansia; (e) tidak ada hubungan antara pendidikan dengan perilaku keluarga dalam pemberian diet hipertensi pada lansia; (f) tidak ada hubungan antara ketersediaan fasilitas kesehatan dengan perilaku keluarga dalam pemberian diet hipertensi pada lansia; (g) tidak ada hubungan antara tenaga kesehatan dengan perilaku keluarga dalam pemberian diet hipertensi pada lansia. Keluarga perlu menyadari tentang pentingnya perannya dalam menjaga atau memantau nutrisi yang diberikan pada lansia dengan hipertensi. Keluarga dan penderita hipertensi harus bekerja sama agar penderita hipertensi patuh menjalani diet rendah garam agar tekanan darah penderita hipertensi dapat terkontrol dengan baik. Pada penelitian ini bahwa tingkat Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Manisrenggo sebelum kita melakukan penyuluhan pada lansia dari 23 responden memiliki kategori cukup atau 43% dari 23 responden yaitu 10 responden. Namun, setelah kita melakukan penyuluhan tentang pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan lansia mengalami kenaikan dari 43% kategori cukup menjadi 52% memiliki kategori baik yaitu 12 orang.
Sosialisasi Deteksi Dini Kangker Payudara pada Remaja Putri dengan SADARI Anggrawati Wulandari; Indriana Budhi Giovani; Meliana Bianco Gomes; Losia Aulinda Hurulean; Widatul Jannah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i1.12

Abstract

Breast cancer is one of the frightening diseases for women. Although there is now the best treatment, but the fight against breast cancer does not always work. That's because the lack of attention from women in understanding breast cancer in order to avoid the attacks of breast cancer and how to do early detection In the delivery of materials the method used is the lecture method, question and answer, showing video, and discussion carefully about early detection of breast cancer. The results of the counseling we do is 85% participants understand what has been delivered and can practice it, and its benefits can provide this knowledge to others to be useful. So, the conclusion is that the counseling we did almost 100% meet the target and participants can practice themselves.
Pendidikan Kesehatan kepada Orang Tua untuk Pencegahan Penyakit ISPA dan Status Gizi pada Anak Ema Mayasari; Desilya Sari; Riris Adea Nikita; Rizki Prihartono; Bella Armelia
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i1.13

Abstract

ISPA: Infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. Yang dimaksud dengan saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ disekitarnya seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru. Tujuan: memberi tahu masyarakat untuk tidak merokok dan berperilaku bersih serta memberi makanan yang sehat dan bergizi untuk anak-anaknya. Supaya tidak ada lagi anak-anak yang mengalami penyakit ISPA dan kekurangan gizi. Bakteri penyebab ISPA: dari genus Streptokokus, Stafilokokus, Pneumokokus, Hemofillus, Bordetelia dan Korinebakterium. Virus penyebab ISPA: golongan Miksovirus, Adnovirus, Koronavirus, Pikornavirus, Mikoplasma, Herpesvirus dan lain-lain. Tanda dan gelaja ISPA: batuk, kesulitan bernafas, sakit tenggorokan, pilek, sakit telinga dan demam. Pencegahan: a. Menghindarkan anak dari kuman, b. Meningkatkan daya tahan tubuh anak, c. Memperbaiki lingkungan. Fungsi zat gizi: a. Memberi Energi, b. Pertumbuhan dan Pemeliharaan Jaringan Tubuh, c. Mengatur Proses Tubuh.
Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi Anak Usia Prasekolah Erma Retnaningtyas; Angela Yohana Hoar; Fitri Astutik; Nurul Hudawati; Try Fosa Nenabu; Aziza Ainur Qamaria
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i1.14

Abstract

Setiap hari anak-anak pasti melakukan cuci tangan, gosok gigi dan mengkomsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Maka dalam kesempatan ini kelompok kami memanfaatkan untuk mengajak perilaku hidup bersih dan sehat yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular dan infeksi pada usia dini. Dalam pembahasan ini kami menggunakan metode ceramah, tanya jawab, memperlihatkan video, serta diskusi dengan seksama mengenai bagaimana cara mencuci tangan yang baik, bersih dan benar, bagaimana menggosok gigi dengan benar, serta makanan 4 sehat 5 sempurna yang baik bagi kesehatan anak usia dini. Hasil penyuluhan yang kita lakukan yaitu peserta 80% mengerti apa yang telah di sampaikan dan dapat mempraktekannya, serta manfaatnya dapat memberikan ilmu ini terhadap orang lain agar berguna. Sehingga, kesimpulannya bahwa penyuluhan yang kami lakukan hampir 100% memenuhi target dan peserta dapat mempraktikan sendiri setiap hari dalam kegiatannya sehari-hari.
Pendidikan Kesehatan Bahaya Narkoba bagi Kesehatan Mental pada Siswa SMK Al Huda Kota Kediri Lingga Kusuma Wardani; Aan Sektiany; Agustinus Bali Matkusa; Ayu Budi Lestari; Deni Widiana; Elga Lela Nanda; Evi Lusita; Intan Ayu Kusuma; Kori’atun Ni’mah; Leni Agusti Wijayanti; Lesni B. R. B. L. Gadung; Liemazara Decky R; Mita Dwi Rahmawati; M. Ali Asadulloh; Jimri Herman Saudale; Mega A. D. Takubak
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 2 (2019): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i2.15

Abstract

Bahaya narkoba dan jumlah pengguna narkoba di Indonesia terus meningkat, sebagian besar penggunanya adalah para remaja. Dari masalah yang sudah banyak terjadi sekarang ini, banyak. Namun karena banyak penyalahgunaan narkoba jenis ini, akhirnya di dunia pengobatan tidak lagi digunakan. Jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketergantungan. Banyak orang yang tidak menyadari dampak narkoba terhadap kesehatan jiwanya. Narkoba tersebut tidak hanya mengakibatkan gangguan jiwa bahkan bisa mengakibatkan kematian. Orang yang biasanya menggunakan narkoba adalah, orang yang tidak bisa menyelesaikan masalahnya dengan kepala dingin. Laporan ini dibuat dengan menjabarkan apa itu bahaya narkoba, faktor penyebab narkoba di kalangan remaja, upaya mengatasi penggunaan narkoba dan Hasil penulisan menunjukan bahwa: faktor yang menyebabkan para remaja menyalahgunakan narkoba di antara faktor keluarga yang kurang memperhatikan anaknya,dan juga faktor lingkungan juga dapat berpengaruh besar. Dengan pendidikan dan pendidikan agama adalah sebagai tembok paling luar mencegah penyalagunaan narkoba.
Pelatihan Endorphin Massage bagi Mitra Dukun Pijat Tradisional guna Menurunkan Angka Morbiditas Ibu Hamil di Desa Banjar-Tanah Merah Bangkalan Miftahul Khairoh; Shinta Nur Rochmayanti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i1.16

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pendampingan dukun pijat tradisional yang umumnya dijadikan mitra pijat oleh Ibu hamil dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pijat secara benar dan aman. Para dukun diberikan pengetahuan tentang fisiolpgis perubahan fisik ibu hamil serta keluhan fisik penyerta seiring pertambahan usia kehamilan. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan pelatihan keterampilan endorphin massase kepada mitra dukun secara berkala sampai bisa dan mampu melakukan secara mandiri. Pengabdian ini dilakukan di desa Banjar Kecamatan tanah Merah, karena di wilayah tersebut masih banyak praktik dukun pijat tradisional. Pengabdian ini bekerjasama juga dengan Puskesmas Banjar untuk mengajarkan para mitra dukun teknik pijat endorphin massage pada ibu hamil. Sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah seluruh ibu hamil baik TM I, II dan III yang ada di desa Banjar, Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan Madura. Sasaran adalah kelompok wanita dengan resiko kesakitan dan kematian yang tinggi, oleh karena proses kehamilan merupakan kejadian alamiah namun memiliki resiko. Baik resiko rendah, sedang maupun resiko tinggi. Keberadaan tenaga medis dan mitra dukun dalam pengabdian ini, diharapkan dapat menjadi mediator penurunan AKI. Pada masa kehamilan hampir seluruh sistem tubuh Ibu hamil berubah, baik sistem reproduksi, sistem muskoleskeletal, sistem syaraf, sistem perkemihan, sistem peredaran darah, dll. Perubahan sistem tubuh tersebutlah yang kemudian menimbulkan beberapa ketidaknyamanan pada Ibu hamil, misal nyeri punggung, kesulitan tidur/insomnia, lelah, mudah capek, dsb. Ketersedian tenaga ahli dalam proses pendampingan ibu hamil yang tidak sesuai rasio, serta masih banyaknya jumlah dukun yang masih aktif membuat kesenjangan pelayanan pada ibu hamil, khususnya dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu hamil. Sehingga dibutuhkan kerjasama dan simbiosis mutualisme antara tenaga medis, mitra dan pasien. Sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu (AKI). Pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu diawali dengan penyampaian materi dan demonstrasi teknik memijat endorphin massage pada ibu hamil. Kemudian, mitra dukun akan diajari langsung bagaimana teknik yang benar dan aman dalam melakukan endorphin massage pada ibu hamil. Setelahan dijarkan langsung, maka mitra dukun akan di evaluasi bagaimana teknik saat melakukan endorphin massage. Mitra dukun akan terus dibimbing sampai mahir melakukan pijat endorphin massage pada ibu hamil.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Balita melalui Pelatihan Pijat Bayi dalam rangka Meningkatkan Tumbang Kembang Bayi di Posyandu Flamboyan Desa Kandang Semangkon Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Arkha Rosyaria Badrus; Kholifatul Ummah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 2 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v2i1.17

Abstract

Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SKDI) mengungkatkan rata – rata di Indonesia terdapat 401 bayi yang meninggal sebelum umurnya mencapai 1 tahun. Angka kematian ibu dan balita di Indonesia masih tergolong tinggi dan belum mencapai target pencapaian nasional. Angka kematian ibu di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih jauh dari pencapaian target nasional yaitu sebanyak 102 per 100.000 kelahiran hidup. Berdasarkan hasil survey demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan bahwa angka kematian neonatus pada tahun 2012 adalah 19 per 1000 kelahiran hidup. Penyebab terbanyak pada periode ini disebabkan oleh sepsis (infeksi sistemik) kelainan bawaan, dan Infeksi saluran pernafasan akut. Anak usia 0-5 tahun adalah generasi emas (Golden periods) dimana anak pada usia tersebut terjadi proses tumbuh kembang nya bisa maksimal. Orang yang harus mengetahui tumbuh kembanga anak adalah orang tua, selaian itu petugas Posyandu balita yang menimbang dan memeriksa kesehatan anak. Kader kesehatan Posyandu balita yang memberikan penyuluhan kepada ibudan anak harus punya ilmu yang cukup tentang tumbuh kembang dan bagaimana cara mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Orang tua khususnya Ibu sebaiknya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anaknya, dengan cara melakukan pijat bayi yang benar. Pijat merupakan salah satu bentuk dari terapi sentuh yang berfungsi sebagai salah satu tehnik pengobatan penting. Menurut penelitian modern, pijat bayi secara rutin akan membantu tumbuh kembang fisik dan emosi bayi, di samping mempertahankan kesehatannya.Melihat kondisi ini dibutuhkan suatu upaya pengabdian masyarakat berupa pelatihan kader posyandun balita sebagai suatu strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Posyandu Flamboyan Desa Kandang Semangkon Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Kegiatan dilaksanakan beberapa tahap yang meliputi Sosialisasi tentang pentingnya pijat bayi , pelatihan kader posyandu balita, pelatihan kader posyandu balita dan kunjungan keluarga dengan ibu yang memiliki balita.