cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Upaya Pencegahan Seks Bebas dan Pemahaman Reproduksi Sehat pada Remaja Eka Sarofah Ningsih; Ida Susila; Oktavia Dian Safitri
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.169

Abstract

Remaja wajib tahu tentang kesehatan reproduksi sehat agar memiliki memiliki infromasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor masalah yang terjadi. Tujuan pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja yaitu remaja bisa mengetahui pentingnya kesehatan reproduksi remaja pada masa pubertas. dampak negatif, mengetahui berbagai penyakit pada alat reproduksi serta bisa menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri. Dengan mendapat informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab dalam proses reproduksi sehat. Metode pada pengabdian masyarakat saat ini yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pemberian pemahaman kepada orang tua untuk mengatasi masalah seks bebas pada remaja (2) Upaya pencegahan seks bebas dengan pemahaman pendidikan kesehatan reproduksi serta dampak penyakit yang ditimbulkan (3) Usaha pencegahan dalam menanggulangi problema seksualitas remaja (4) Layanan informasi dalam aplikasi tentang pemahaman reproduksi sehat pada remaja.
Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Hidup Lansia melalui Penerapan PHBS selama Pandemi Covid 19 di Belitang Amri Wulandari; Erma Nur Fauziandari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.170

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan Novel Coronavirus (2019-nCoV), atau yang kini dinamakan SARS-CoV-2 yang merupakan virus jenis baru dan belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Kelompok lanjut usia (lansia) adalah salah satu kelompok rentan yang memiliki morbiditas dan mortalitas tinggi dalam pandemi Covid-19. Lansia juga merupakan kelompok penduduk yang sangat membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan karena sebagian besar memiliki penyakit kronik/degeneratif. Tresnayanti (2015) menyatakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah tangga merupakan upaya memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Penerapan PHBS selama masa pandemi Covid-19. Metode pelaksanaan adalah dengan ceramah dan Praktek/simulasi. Setelah dilakukan kegiatan ceramah dan simulasi kegiatan senam lansia didapatkan bahwa peserta memahami cara melakukan PHBS dan mulai menerapkan aktivitas fisik dalam upaya meningkatkan kesehatan.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Senam Hamil sebagai upaya mengurangi kejadian Ruptur Perineum Khusnul Nikmah; Eka Sarofah Ningsih; Vita Yushofa
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.234

Abstract

Senam hamil merupakan suatu bentuk latihan guna memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, ligament-ligament, otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses persalinan. Persalinan seringkali mengakibatkan robeknya perineum atau ruptur perineum. Persalinan dengan ruptur perineum apabila tidak ditangani secara efektif menyebabkan perdarahan dan infeksi menjadi lebih berat, serta pada waktu panjang dapat mengganggu ketidaknyamanan ibu dalam berhubungan seksual. Salah satu hal untuk mencegah terjadinya ruptur perineum yaitu dengan menjaga keelastisan perineum. Peningkatan elastisitas perineum dapat dilakukan dengan senam hamil. Mengetahui Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil terhadap Senam Hamil sebagai Upaya Mengurangi Kejadian Ruptur Perineum di BPM Miftahul Khoiriyah Surabaya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk ceramah atau penyuluhan dan diskusi atau tanya jawab. Dengan kita memberikan penyuluhan dan melakukan senam hamil diharapkan pengetahuan ibu hamil dapat meningkat dan akan mencegah terjadinya rupture pada persalinan, hal ini sangat penting sekali untuk disosialisasikan kepada ibu - ibu hamil yang lain supaya lebih bersemangat jika hamil lebih baik melakukan senam hamil. Maka dari itu kita sebagai tenaga kesehatan (Bidan) harus memberikan penyuluhan dan motifasi yang banyak kepada pasien untuk melakukan senam hamil selama masa kehamilan agar memperkuat dan mempertahankan elastisitas saat mengejan pada waktu bersalin.
Sosialisasi SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) sebagai upaya awal pencegahan Ca Mamae Lilik Darwati; Khusnul Nikmah; Mersya Nur Avivah Aziz
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.236

Abstract

Ca mamae merupakan suatu jenis penyakit berupa pertumbuhan jaringan yang tidak terkendali kerena hilangnya mekanisme kontrol sel sehingga pertumbuhan menjadi tidak normal. Kegiatan penyuluhan diawali dengan pre test kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi serta pemutaran video terkait ca mamae, dan simulasi atau praktik secara langsung tehnik Kegiatan penyuluhan diawali dengan pre test kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi serta pemutaran video terkait ca mamae, dan simulasi atau praktik secara langsung tehnik SADARI (Periksa payudara sendiri) sebagai salah satu tehnik untuk deteksi dini ca mamae,. Kemudian melakukan diskusi tanya jawab dan diakhiri dengan post test sebagai evaluasi kegiatan penyuluhan. Kegiatan dipandu oleh narasumber sebagai fasilitator dengan dibantu peralatan dan perlengkapan pendukung pelatihan seperti leaflet, video, pantoom dan media visual/LCD. untuk mengevaluasi keterampilan peserta dalam melakukan tehnik SADARI, di evaluasi dengan melihat kemampuan peserta ibu fatayat secara langsung dalam mensimulasikan tehnik SADARI. Saat diskusi tanya jawab, disimpulkan ada keinginan dan antusias dari ibu fatayat muslimat untuk mengetahui lebih dalam tentang kanker payudara dan penatalaksanaan pengobatan, perawatan dan penegakan diagnosis, tidak hanya sebatas deteksi dini saja. hasil evaluasi kegiatan dengan bentuk penyuluhan dan untuk meningkatkan pengetahuan ibu fatayat tentang deteksi dini ca mamae. Setelah di beri penyulihan terjadi input kognitif pada peserta lalu perubahan konseptual dan setelah itu itu terdapat output, sehingga peserta dapat memahami pembelajaran dan peserta dapat menjawab soal postest dengan baik. Selain metode penyuluhan dalam bentuk video juga menjadi salah satu daya tarik sehingga peserta lebih antusias saat mengikuti materi penyuluhan.
Upaya Peningkatan Fase Perkembangan Industri Anak melalui Terapi Kelompok Terapeutik pada Anak Usia Sekolah Erwin Yektiningsih; Nugrahaeni Firdausi; Pratiwi Yuliansari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.237

Abstract

Anak usia sekolah merupakan generasi masa depan bangsa, sehingga diperlukan ketahanan dan kesehatan mental yang optimal supaya anak produktif sesuai dengan fase perkembangan industry. Jika hal tersebut tidak dilakukan maka akan mengalami gangguan perkembangan psikososial. Saat ini masih banyak keluarga di komunitas yang belum memahami mengenai cara menstimulasi perkembangan anak usia sekolah pada beberapa jenis perkembangan seperti motorik, kognitif dan bahasa, emosi dan kepribadian, moral dan spiritual, serta psikososial. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk menstimulasi anak usia sekolah pada perkembangan industry secara optimal melalui pendekatan terapi kelompok terapeutik (TKT) usia anak sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap adalah tahap persiapan, pelaksaanaan tindakan TKT yang terdiri dari lima (5) sesi dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan mayoritas peserta terjadi peningkatan tingkat perkembangan dengan baik pada anak usia sekolah setelah dilakukan TKT. Oleh karena itu, terapi kelompok terapeutik direkomendasikan sebagai promosi untuk menstimulasi perkembangan secara optimal yang mempengaruhi pada kesehatan jiwa anak usia sekolah pada tatanan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat.
Mereduksi Potensi Gangguan Psikososial Anak melalui Optimalisasi Pengetahuan Ibu tentang Stunting Ira Kusumawaty; Yunike Yunike; Podojoyo Podojoyo
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.238

Abstract

Kejadian stunting masih menghantui anak sebagai investasi bangsa dan jika tidak segera direduksi maka gangguan psikososial dapat menyerang anak pada pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya. Peran urgen ibu dalam melakukan upaya preventif, promotif terhadap stunting harus dioptimalkan sesegera mungkin, agar pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan optimal. Namun demikian, masih minim pemahaman ibu mengenai stunting dan akibat buruknya yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan psikososial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu dalam mengenal, mencegah stunting dan serta melakukan upaya perbaikan kondisi pada anak yang sudah mengalami stunting. Metoda ceramah, tanya jawab, diskusi dan demonstrasi disertai media video, slide serta flipchart digunakan dalam kegiatan pengabdian ini. Hasil kegiatan penyuluhan memberikan peningkatan rata-rata nilai pemahaman ibu mengenai stunting serta gangguan psikososial akibat tidak diatasinya stunting, meningkat dari 26 menjadi 69. Kegiatan penyuluhan bagi ibu yang memiliki balita mampu mengoptimalkan pemahaman ibu tentang dampak gangguan psikosial akibat stunting, cara mencegah serta upaya memenuhi kebutuhan kecukupan gizi anak. Dibutuhkan pendampingan dan pengawasan oleh kader kesehatan terhadap kondisi kesehatan anak agar tidak terjadi peningkatan jumlah stunting dan dapat memantau ketertinggalan pertumbuhan dan perkembangan anak yang sudah mengalami stunting.
Kelas Ibu Hamil dalam upaya Peningkatan Pengetahuan Perawatan Kehamilan dan Perawatan Bayi Baru Lahir di Prambanan Sleman Benny Karuniawati; Erma Nur Fauziandari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.239

Abstract

Peningkatan derajat kesehatan Ibu dan anak menjadi prioritas program pembangunan kesehatan di Indonesia. Terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal. Angka Kematian Ibu an Angka Kematian Bayi merupakan salah satu indicator derajat Kesehatan suatu negara. Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017, Angka Kematian Ibu di Indonesia adalah 305/100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Neonatus sebesar 15/1.000 kelahiran hidup, angka tersebut smelebihi target dari Millenium Development Goals ke-4 tahun 2020 yaitu 24/1000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu dan bayi adalah tiga terlambat. Tiga terlambat adalah terlabat mengambil keputusan, terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan dan terlambat dalam merujuk. Ketiga terlambat tersebut disebabkan oleh banyak factor. Salah satunya dalah kurangnya pengetahuan tentang bagaimana perawatan kehamilan maupun perawatan bayi baru lahir. Kelas Ibu Hamil adalah salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan kehamilan dan perawatan bayi baru lahir. Pengabdian masayarakat dilaksanakan di Prambanan, Sleman dengan jumlah peserta 15 orang ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil tentang perawatan kehamilan dan perawatan bayi baru lahir mengalami peningkatan setelah dilakukan pertemuan dalam kelas ibu hamil. Melalui program kegiatan Kelas Ibu Hamil, bidan dapat memberikan banyak pembelajaran yang lebih terarah dan mendukung upaya kemandirian ibu dalam perawatan kehamilan, persalinan dan perawatan bayi sehingga ibu mampu menentukan sikap berkenaan dengan hak reproduksinya secara mandiri.
Peningkatan Kesadaran Hidup Sehat untuk Pencegahan Covid -19 melalui Cuci Tangan dan memakai Masker Rahma Kusuma Dewi; Nara Lintan Mega Puspita; Mayasari Putri Ardela; Huda Rohmawati; Siti Aminah; Meirna Eka Fitriasnani; Fauzia Laili; Weni Tri Purnani; Lindha Kusumawati; Harnida Harnida; Nurul Istikvarini
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.242

Abstract

Peningkatan kesadaran hidup sehat merupakan langkah untuk mencapai derajat kesehatan yang baik bagi setiap orang. Masyarakat di RT 16 RW 04 Desa Gogorante Kabupaten Kediri merupakan tempat yang masyarakatnya masih kurang pengetahuan dan informasi sehingga masalah kesehatan masyarakat masih menjadi masalah yang cukup besar. Selain itu akhir-akhir ini sedang terjadi pandemi virus korona yang berbahaya bagi tubuh. Sehingga sangat dibutuhkan edukasi mengenai peningkatkan kesadaran hidup sehat sebagai pencegahan covid-19 salah satunya dengan melalui cuci tangan dan memakai masker yang benar. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat serta meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kepada 20 responden dengan tetap jaga jarak. Penyuluhan disampaikan dengan tema peningkatan kesadaran hidup sehat melalui cara cuci tangan yang benar, dan cara memakai masker yang benar. Selain itu dilakukan pembagian masker dan handsanitizer kepada warga. Hasil penyuluhan menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pemahaman masyarakat tentang masalah tersebut dari 38,15% menjadi 97,35%. Berdasarkan hasil ini diharapkan masyarakat dapat menerapkan pengetahuan tersebut dengan benar demi mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Pendampingan Pimpinan Keperawatan (Kepala Ruangan) dalam Implementasi Manajemen Bangsal di Rumah Sakit Islam Yatofa Teguh Achmalona; Haris Suhamdani; Ismiati Ismiati; Nur Intan Kaimudin
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.243

Abstract

Latar Belakang : Ruangan atau bangsal sebagai salah satu unit terkecil pelayanan kesehatan merupakan tempat yang memungkinkan bagi perawat untuk menerapkan ilmu dan kiatnya secara optimal. Sistem pengelolaan bangsal keperawatan di suatu rumah sakit akan berdampak terhadap kualitas pelayanan dan kinerja yang diberikan kepada pasien. Tujuan : kegiatan ini bertujuan agar pimpinan keperawatan dalam mengimplementasikan pengelolaan manajemen bangsal secara profesional. Metode : analisis situasi dilakukan dengan metode wawancara dan observasi untuk mengetahui pemasalahan yang dihadapi mitra. Dalam mengembangkan solusi alternative sebagai pemecahan masalah tim pengabdian menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, simulasi dan praktik. Hasil : Setelah diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang implementasi manajeman bangsal kepada kepala ruangan melalui ceramah, diskusi dan simulasi, selanjutnya semua peserta mengikuti postest. Nilai pretes paling rendah 55 dan yang paling tinggi 70, dengan rata-rata nilai pretest 58,25. Nilai postes paling rendah 70 dan yang paling tinggi 92. Rata-rata nilai postest adalah 85,23. Kesimpulan : adanya peningkatan pengetahuan kepala ruang tentang materi yang diajarkan hal ini ditunjukan dengan pemecahan masalah yang ada di bangsal saat dilakukan diskusi setelah pelatihan dibandingkan dengan tingkat pengetahuan diawal pelatihan.
Pelatihan Deteksi Dini Kelainan Tumbuh Kembang Anak bagi Kader Posyandu di Desa Bulubrangsi Kecamatan Solokuro Lamongan Kustini Kustini; Kaka Nursaida Sandana
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.246

Abstract

Kelainan atau penyimpangan tumbuh kembang anak dapat dikendalikan sejak awal. Istilah tumbuh kembang mencakup daua peristiwa yang sifatnya berbeda tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan.Pertumbuhan ( growth) berkaitan dnegan masalah perubahan ukuran, besar, jumlah atau dimensi tingkat sel, organ, maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran berat, ukuran panjang, umur tulang, dan keseimbangan metabolic ( retensi kalsium dan nitrogen dalam tubuh ). Perkembangan (development ) adalah pertambahan kemampuan ( skill) dalam struktur tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan Tujuan dari Pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan ibu – ibu dalam melakukan praktek pola asuh gizi anak balita melalui kegiatan pelatihan, mengembangkan keterampilan ibu – ibu dalam melakukan praktek penyusunan makanan higienis mengacu pedoman gizi seimbang khususnya pemenuhan kebutuahn protein menggunakan teknik komplementer zat gizi dan memanfaatkan pangan lokal melalui pelatihan, menambah wawasan ibu – ibu dalam hal kemampuan dasar manajeman curahan waktu ibu untuk pemeliharaan kesehatan balita dan stimulasi psiko- social Metode yang digunakan adalah Ceramah tentang kelainan tumbuh kembang anak serta pencegahan dan penaggulangannya, Diskusi dengan Tanya jawab materi yang telah dipaparan waktu ceramah dan Lomba dalam mengerjakan pre-test dan post-tes Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah Ada peningkatan pengetahuan ibu – ibu kader posyandu tentang deteksi dini kelainan tumbuh kembang anak, terbukti sebagian besar ibu – ibu peserta pelatihan mendapatkan nilai post –test lebih tinggi dibanding pre-test.