cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Upaya Peningkatan Status Gizi Ibu Hamil di Masa Pandemi Covid-19 melalui Program Penyuluhan Rawat Jalan (PENYU RAJA) di Puskesmas Mojosari Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Dyah Siwi Hety; Ika Yuni Susanti; Dhonna Anggreni
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.247

Abstract

Kehamilan merupakan masa kritis di mana gizi ibu yang baik adalah faktor penting yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak. Masa kehamilan merupakan salah satu masa kritis tumbuh-kembang manusia yang singkat (window of opportunity). Kekurangan gizi yang terjadi di masa tersebut akan menimbulkan kerusakan awal pada kesehatan, perkembangan otak, kecerdasan, kemampuan sekolah, dan daya produksi yang bersifat menetap, tidak dapat diperbaiki. Salah satu upaya yang diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan gizi pada ibu hamil, adalah dengan melaksanakan penyuluhan kesehatan tentang gizi ibu hamil melalui Antenatal Care (ANC) Terpadu. Pelayanan ANC Terpadu di batasi hanya hari selasa saja, tidak seperti sebelum ada pandemic covid-19 setiap hari selasa dan rabu. Hal ini untuk antisipasi penyebaran virus covid-19 di Puskesmas Mojosari.Tujuan Pengabmas ini adalah adanya peningkatan pemahaman, sikap serta perilaku ibu hamil tentang pentingnya kebutuhan gizi ibu hamil di masa pandemic Covid-19. Pertemuan penyuluhan rawat jalan ini dilakukan 4-5 kali pertemuan pada ibu hamil yaitu pemberian materi tentang Gizi Ibu Hamil di masa pandemi Covid-19. Setelah pemberian materi di lanjutkan evaluasi. Evaluasi dilakukan sebanyak kurang lebih 2-3 kali untuk melihat kesesuaian dengan hasil kesepakatan fasilitator dengan peserta. Waktu pertemuan disesuaikan dengan jadwal ANC terpadu di Puskesmas Mojosari, yaitu setiap hari selasa. Keberhasilan dari program ini di harapkan ibu hamil secara bersama-sama terus berkesinambungan serta selalu berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan ibu hamil khususnya tentang pentingnya kebutuhan gizi ibu hamil di masa pandemi Covid-19 yang telah dibimbing oleh fasilitator.
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Teluk Batang secara Mandiri melalui pembuatan Handsanitizer dan Desinfektan berbasis Eco-Enzyme dari Limbah Sayuran dan Buah Ikha Safitri; Agus Yuliono; Mega Sari Juane Sofiana; Shifa Helena; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Warsidah Warsidah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.248

Abstract

Kesehatan adalah salah satu berkah yang sangat berharga dalam kehidupan. Kondisi pandemi Covid-19 telah melahirkan budaya 3M dalam kehidupan sehari-hari, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Mencuci tangan menggunakan handsanitizer merupakan cara yang praktis untuk membunuh mikroorganisme. Namun, handsanitizer yang tersedia di pasaran memiliki variasi bahan baku yang mengandung Alkohol 96% dan peroksida. Pemakaian yang sering dan dalam jangka waktu yang lama dapat memberikan efek samping iritasi pada kulit tangan. Selain itu, upaya lain untuk menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan larutan desinfektan. Larutan ini dapat membebaskan lantai, dinding rumah, peralatan rumah tangga, dan udara sekitar dari mikroorganisme. Namun, desinfektan umumnya mengandung komponen kimia yang sangat korosif. Oleh karena itu, kondisi ini mendorong pencarian sumber bahan ramah lingkungan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Teluk Batang secara mandiri melalui pembuatan handsanitizer dan desinfektan berbasis eco-enzyme dari limbah sayuran dan buah. Eco-enzyme dibuat dari 5kg sampah campuran sayur dan buah yang difermentasi selama 3 bulan, dihasilkan cairan enzim sebanyak 9 kg dan ampas fermentasi sebanyak 6 kg. Kemudian, handsanitizer diproduksi menggunakan rasio 10% : 40% dengan mencampur 100 mL eco-enzyme dan 400 mL air bersih. Sedangkan larutan desinfektan dibuat menggunakan rasio 50% : 50% dengan mencampur 250 mL eco-enzyme dan 250 mL air bersih. Produk yang dihasilkan kemudian diberi label dan dapat digunakan langsung oleh peserta pelatihan.
Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat menghadapi Masa New Normal melalui Ceramah Edukatif Covid 19 dan Praktek Pembuatan Hand Sanitizer Warsidah Warsidah; Mega Sari Juane Sofiana; Apriansyah Apriansyah; Asri Mulya Azhari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.250

Abstract

Pandemi Covid-19 secara global telah berdampak pada semua sektor kehidupan. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dikenal dengan slogan 3M telah menjadi protokol utama kesehatan dalam usaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Mencuci tangan dilakukan dengan menggunakan sabun dan membilas di air mengalir, untuk tujuan mematikan kuman di tangan sebelum dan setelah beraktivitas. Penggunaan hand sanitizer adalah alternatif lain mensterilkan tangan yang lebih praktis untuk tujuan yang sama yaitu mematikan kuman. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ditujukan untuk mengedukasi warga masyarakat Kuala II dalam memahami tentang penyakit Covid-19 dari gejala, pengobatan sampai pencegahan atau pemutusan mata rantai penyebarannya. Selain itu, dilakukan praktek pembuatan hand sanitizer berbahan tambahan gel aloe vera sebagai komoditas lokal yang ada di Kuala II. Metode kegiatan pelaksanaan PKM antara lain adalah dengan ceramah edukatif tentang Covid-19, demonstrasi dan praktek pembuatan handsanitizer pada warga masyarakat Kuala II. Hasil kegiatan menunjukkan respon dan antusiasme warga masyarakat sangat tinggi. Sebanyak 13 peserta yang hadir sebagai perwakilan masing-masing RT di desa tersebut menunjukkan peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang Covid-19 terkait dengan gejala dan pengobatan serta pencegahannya, sekaligus juga sudah memiliki keterampilan membuat hand sanitizer dengan cara yang praktis dan peralatan sederhana.
Peningkatan Sistem Imunitas Keluarga di Masa New Normal melalui Konsumsi Kerang-Kerangan dan Diversifikasi Pengolahannya bagi Masyarakat Pesisir Pantai Mutiara Shifa Helena; Lucky Hartanti; Asri Mulya Azhari; Warsidah Warsidah; Mega Sari Juane Sofiana
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.251

Abstract

Kerang-kerangan adalah salah satu komoditas perairan tawar dan laut dengan dengan kelezatan dan kandungan nutrisi yang tinggi sehingga diminati sebagai konsumsi masyarakat. Pantai Mutiara merupakan salah satu wilayah pesisir di wilayah Kayong Utara dengan potensi hasil laut yang sangat besar, khususnya kekerangan. Pemanfaatan kekerangan sebagai pangan fungsional yang dapat dijadikan sebagai makanan peningkat imunitas tubuh dalam masa pandemi Covid19 ataupun di masa new normal belum optimal, demikian juga dengan pengolahan kerang yang selain memenuhi kebutuhan juga dapat dijadikan sebagai obyek dagangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk mensosialisaikan makanan kekerangan sebagai bahan pangan yang sangat berperan dalam meningkatkan system imunitas tubuh sehingga dapat terhindar dari penyakit terutama infeksi virus Covid 19, sekaligus menambah keterampilan peserta dalam mengolah berbagai jenis kekerangan untuk konsumsi keluarga. Metode kegiatan ini adalah dengan ceramah edukatif tentang manfaat mengkonsumsi kekerangan terhadap kesehatan dan praktek mengolah kekerangan sebagai lauk untuk konsumsi keluarga. Kegiatan ini dihadiri oleh 15 peserta terdiri dari ibu rumah tangga dan putri remaja, yang antusias mengikuti kegiatan dari ceramah ilmiah edukatif sampai dengan praktek membuat aneka olahan lauk dari kerang darah(Anadara granosa) dan kerang bambu (Solen sp). Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan soal pretest dan post test, menunjukkan bahwa pemahaman materi oleh peserta kegiatan mengalami kenaikan dari persentase 30-45% menjadi 80-90%.
Pemanfaatan Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus) sebagai Cairan Spray Anti Nyamuk (Repellant) pada Murid SD Muhammadiyah Pontianak Mega Sari Juane Sofiana; Asri Mulya Ashari; Warsidah Warsidah; Agus Yuliono
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.252

Abstract

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium dengan perantara nyamuk anopheles dan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue fever dengan perantara nyamuk Aedes aegepty. Kedua penyakit ini rawan mewabah di wilayah tropis ataupun subtropics terutama saat musim hujan yang menyebabkan terjadinya genangan air di mana-mana. Upaya pemerintah dalam mengintervensi mewabahnya penyakit DBD dan malaria adalah dengan usaha prefentif dan kuratif dari dinas terkait tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan dari gigitan nyamuk yang berpotensi menularkan penyakit malaria dan DBD. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini sebagai salah satu implementasi dari tri dharma perguruan tinggi, dilakukan melalui pelatihan pemanfaatan sereh wangi sebagai cairan spray anti nyamuk pada siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah 2 Pontianak. Metode kegiatan didasarkan pada pembuatan cairan antinyamuk berbahan baku ekstrak minyak atsiri sereh wangi (Cymbopogon nardus) yang dapat diaplikasikan pada botol spray untuk disemprotkan ke dalam suatu ruangan agar tidak dikunjungi oleh nyamuk. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anak SD Muhammadiyah 2 Pontianak dalam memformulasi minyak antinyamuk cair yang dapat digunakan sebagai pengusir nyamuk. Minyak atsiri sereh wangi dibuat dengan metode destilasi uap air di mana sejumlah bobot sampel minyak sereh wangi dipotong kecil disari dalam panci destilasi menggunakan uap air panas, menghasilkan uap panas yang kemudian terkondensasi menjadi tetes-tetes minyak. Tetes minyak yang dihasilkan selanjutnya di larutak dalam sejumlah kecil alkohol agar tercampur homogen antara minyak sereh wangi dengan air yang dengan mudah dapat diaplikasikan ke dalam botol spray. Selanjutnya dilakukan pengujian tentang kemampuan minyak sereh spray dalam mengusir nyamuk dari suatu ruang pengujian. Dari kegiatan PKM yang dihadiri oleh 15 anak SD menunjukkan ada perhatian dan keterampilan baru bagi anak SD dalam mengekstraksi minyak sereh wangi dan memformulasikannya sebagai obat cair yang siap disemprotkan ke dalam ruangan untuk mengusir nyamuk.
Penerapan IPTEK melalui Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah sebagai Sabun Cuci Piring pada Masyarakat Kecamatan Teluk Batang Ikha Safitri; Arie Antasari Kushadiwijayanto; Mega Sari Juane Sofiana; Agus Yuliono; Warsidah Warsidah; Apriansyah Apriansyah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.253

Abstract

Kecamatan Teluk Batang mengalami pertumbuhan penduduk setiap tahunnya, dimana salah satu dari sembilan bahan pokok yang dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakatnya adalah minyak goreng. Pada umumnya, minyak goreng yang dikonsumsi adalah minyak kelapa yang dapat digunakan sebanyak 1-3 kali penggorengan. Namun, penggunaan secara berulang-ulang akan mengakibatkan perubahan warna dan mengakibatkan asam lemak dalam minyak tersebut menjadi semakin jenuh. Jumlah penduduk yang semakin bertambah, peningkatan kapasitas berbagai industri makanan, restoran, serta usaha kedai fastfood memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah limbah minyak goreng bekas (jelantah). Minyak jelantah dianggap sudah tidak mempunyai nilai ekonomis sehingga sering dibuang langsung ke lingkungan dan tidak diolah kembali. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun merupakan salah satu cara yang dapat dikembangkan untuk mengurangi limbah rumah tangga. Pelatihan ini bertujuan untuk menerapkan IPTEK dalam pemanfaatan limbah minyak jelantah sebagai sabun cuci piring pada masyarakat Kecamatan Teluk Batang. Pelatihan diawali dengan proses penjernihan sampel minyak jelantah, dilanjutkan dengan proses bleaching, menghilangkan bau (deodorasi) menggunakan karbon aktif, dan proses penyabunan. Untuk memberikan warna dan aroma yang menarik pada produk sabun yang dihasilkan, ditambahkan minyak sereh wangi. Produk sabun cuci piring yang dihasilkan dapat langsung digunakan untuk keperluan pribadi rumah tangga.
Edukasi Pintar Learning Interactive Modul Cara Mencuci Tangan Dengan Sabun Pada Anak Sekolah Dasar Pelita Bangsa Surabaya Kili Astarani; Fidiana Kurniawati; Erva Elli Kristanti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.254

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2 (Kemenkes, 2020). Terus melonjaknya kasus terkonfirmasi Covid-19 terkhususnya pada anak usia 6-18 tahun pada tanggal 3 Maret 2021 didapatkan hasil 9,2 % anak diseluruh Indonesia terpapar virus Covid-19. Terus melonjaknya kasus terkonfirmasi Covid-19 terkhususnya pada anak usia 6-18 tahun pada tanggal 3 Maret 2021 didapatkan hasil 9,2 % anak diseluruh Indonesia terpapar virus Covid-19. Dalam situasi dan kondisi seperti ini, protocol kesehatan pada anak perlu untuk ditingkatkan agar anak dapat terhindar dari berbagai macam penyakit ataupun virus terkhusus virus Covid-19. Namun pada kenyataannya protocol tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat, contoh sederhana mencuci tangan dengan sabun yang merupakan aktivitas penting dalam mencegah dan mengontrol penularan infeksi (Suryaningsih & Poerwati, 2020). Tujuan kegiatan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan anak dalam mencegah Covid-19 melalui pemberian edukasi cara mencuci tangan dengan sabun. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini Learning Interactive Modul menggunakan media video tentang Protokol Kesehatan bagi anak siswa Sekolah Dasar sangat diperlukan sehingga resiko infeksi covid 19 bisa dikurangi, keselamatan kesehatan semua pihak dapat ditingkatkan. Hasil pengabdian terdapat minat yang besar dari Siswa Sekolah Dasar Pelita Bangsa Surabaya untuk memahami isi materi, sehingga edukasi penerapan Cara Mencuci Tangan dengan Sabun meningkatkan Capability Anak dengan nilai rata-rata post test sebesar 76,27. Terjadi peningkatan sebesar 25,50 Keywords: Anak, Covid 19, Edukasi Pintar, Cuci tangan
Deteksi Dini Pencegahan CA Servik dengan Pemeriksaan IVA Pap Smear di Rumah Cantik Almira Beauty Desa Tunggalpager Kec. Pungging Kab. Mojokerto Bekerja Sama dengan PKBI Kabupaten Mojokerto Siti Fithrotul Umami; Risna Zubaidah; Titiek Idayanti; Widya Anggraeni
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.255

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasan yang berasal dari serviks dan merupakan salah satu penyebab kematian pada wanita. Penyebab dari kanker serviks adalah infeksi Human Vapiloma Virus (HPV). HPV ditularkan melalui hubungan seksual dan ditemukan pada 95% kasus kanker serviks. Data dari WHO (World Health Organization), kanker merupakan penyebab kematian nomor 2 di dunia. Kurangnya pengetahuan wanita usia subur tentang kanker serviks dapat berdampak pada tidak adanya perilaku untuk melakukan pemeriksaan dini dengan tindakan IVA. Dampak kanker serviks jika tidak segera dilakukan pemeriksaan pada organ reproduksi serviks beresiko keadaan kesehatannya telah menjadi kritis atau penyakit sudah mencapai pada tahap stadium lanjut sehingga dapat berunjung pada kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan membantu semua wanita usia subur yang ada di Desa Tunggalpager Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto untuk dapat menditeksi secara dini adanya kelainan atau kondisi yang menunjukkan adanya tanda – tanda kearah kanker servik dengan melakukan pemeriksaan IVA dan Pap Smear. Kegiatan ini bertempat di RumahCantik Almira Beauty, yang di ikuti sejumlah 38 peserta. Sebelum pasien dilakukan pemeriksaan IVA & Pap Smear, pasien dikumpulkan untuk diberikan edukasi tentang pengertian CA Servik, factor penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya. Setelah itu, setelah itu peserta di bagi 2 kelompok, masing – masing kelompok terdiri dari 14 oarang. Dari 14 peserta yang dilakukan pemeriksaan IVA didapatkan hasil 3 peserta terdapat kelainan servik yang dicurigai kea rah CA Servik. Sedangkan 14 peserta yang dilakukan pemeriksaan Pap Smear didapatkan hasil 6 pasien mengalami vaginitis. Keberhasilan dari kegiatan ini diharapkan dengan mengetahui secara dini hasil pemeriksaan IVA Pap Smear, dan telah mendapatkan edukasi tentang CA Servik, diharapkan ibu – ibu aau peserta yang ikut dapat menjaga kesehatan reprodukasinya dan menerapakan pola hidup bersih dan sehat agar dapat meminimalkan dan mencegah terjadinya CA Servik. Setalah memahami pentingnya diteksi dini CA Servik dengan melakukan pemeriksaan IVA Pap Smear ini, diharapkan pula semua wanita usia subur tidak perlu takut untuk melakukan pemeriksaan IVA Pap Smear dan dapat melakukannya secara rutin setiap 1 tahun sekali.
Transfer IPTEK Bahaya penyalahgunaan Obat pada Remaja dan pencegahannya di Pondok Muqorrobin Jalan Raya Brangkal-Mojokerto Riska Aprilia Wardani; Yufi Aris Lestari; Kurnia Indriyanti P.S
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.256

Abstract

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dan Badan Nasional Narkotika (BNN) Jatim menunjukan bahwa jumlah mencapai 238.680 orang atau 27,3 persen dari pengguna narkoba Jatim sebanyak 884.000 orang (Jatim newaroom, 2017). Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, menemukan peningkatan penyalahgunaan narkoba dalam dua tahun terakhir. Di tahun 2016 di temukan 84 pelajar di kota surabaya menjadi pengguna narkoba dan sedang menjalani proses rehabilitasi. Dari jumlah itu menunjukan peningkatan pada tahun 2017 yaitu 101 pelajar dengan kecanduan narkoba dan pil dobel L. Kebanyakan dari mereka adalah pelajar dari 4 SD, 63 SMP, 34 SMA (Jatimtimes,Surabaya 2018). Semakin meningkatnya penyalahgunaan napza dikalangan remaja di sebabkan oleh faktor-faktor pencetus seperti depresi, kegagalan dalam pencapaian harapan, kondisi fisik, psikologis, sedangkan untuk faktor pendukung diantaranya: perpisahan orang tua, pengaruh lingkungan sekitar dan sekolah, gaya pergaulan, adanya pembulian, dan pengaruh teman sebaya. Remaja merupakan usia rentan terpengaruhi oleh hal baru tidak terkecuali rasa ingin tahu mengenai banyak hal yang menurutnya menarik untuk di coba, seperti (alkohol, sabu, narkoba, obat/pil terlarang). Mereka menganggap bahwa dengan mengonsumsi itu semua kan membuatnya merasakan sensasi seperti fly atau melayang dan menghilangkan sedikit pikiran dalam otak yang selama ini menumpuk. Pencegahan pengguna napza pada remaja sebagian besar bias dilakukan dengan menggunakan mekanisme koping yang positif antara lain olahraga, bercanda, dan bercerita. Untuk meningkatkan kemampuan mekanisme koping pada remaja dibutuhkan sosialisasi yang maksimal, sehingga dapat menggunakan mekanisme koping yang benar dalam pengambilan keputusan suatu permasalahan.
Promosi Kesehatan Praktik Mencuci Tangan 6 Langkah Sesuai Panduan WHO Pada Santri TPA An-Nur Ciputat Tangerang Selatan Guna Mencegah Penularan Covid-19 Aisyiah Aisyiah; Karmina Mustakima
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.257

Abstract

Tangan adalah bagian tubuh kita yang paling banyak tercemar kotoran dan bibit penyakit. Ketika memegang sesuatu, dan berjabat tangan, tentu ada bibit penyakit yang melekat pada kulit tangan kita. Sebagaimana telah menjadi pengetahuan umum (well-known) tangan adalah anggota badan yang kerap membawa dan menularkan bibit penyakit. Bahkan penyebaran COVID 19 ini juga salah satunya melalui tangan. Mencuci tangan dengan sabun menurut WHO adalah cara yang tepat sesuai kesehatan, karena sabun dapat membunuh kuman atau virus yang menempel di tangan. Maka usaha yang paling sederhana untuk menegakkan pilar hidup sehat adalah dengan gemar cuci tangan. Pada saat pandemic COVID 19 seperti sekarang ini, anak usia sekolah sangat riskan terserang penyakit COVID 19. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya penularan COVID 19 di kalangan anak maka diperlukanya promosi kesehatan. Pemberian promosi kesehatan sangatlah penting untuk mewujudkan PHBS pada anak. TPA An-Nur merupakan salah satu tempat pendidikan di wilayah Ciputat Timur yang masih beroperasi selama pandemic COVID 19. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan berdasarkan observasi dan wawancara dengan beberapa santri kelas SD dan guru ngaji serta ketua Yayasan didapatkan bahwa masih banyak anak santri yang belum tahu bagaimana cara mencuci tangan dengan benar dan masih belum patuh melakukan praktek mencuci tangan terutama saat baru masuk dan pulang dari belajar dan mengaji di TPA An-Nur. Oleh karena itu, pentingnya kegiatan pemberian Promosi kesehatan kepada santri di TPA AN-Nur guna mencegah terjadinya penularan COVID 19 Cluster Tempat Pendidikan. Hasil pengabdian masyarakat juga didapatkan bahwa pengetahuan peserta PKM tentang cara dan praktek mencuci tangan meningkat 78% dari kegiatan pre test dan pos test yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan dan 100% dapat melakukan praktik mencuci tangan dengan enam langkah. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada anak santri TPA di TPA An-Nur dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam mencuci tangan sesuai dengan panduan WHO