cover
Contact Name
Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani
Contact Email
jarsistikesrsbk@gmail.com
Phone
085156896840
Journal Mail Official
jarsistikesrsbk@gmail.com
Editorial Address
Jl. Panjaitan No. 3B, Bangsal, Kec. Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, 64102, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JARSI
ISSN : -     EISSN : 28294939     DOI : -
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia (JARSI) diinisiasi oleh Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKES RS Baptis Kediri. Sebagai jurnal ilmiah, JARSI memiliki fokus di bidang administrasi dan manajemen pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dan masyarakat. Artikel atau naskah ilmiah yang dimuat dalam JARSI mencakup ranah manajemen pelayanan kesehatan, manajemen mutu, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, keselamatan pasien dan lain-lain, baik berupa penelitian, studi kasus maupun review literatur.
Articles 60 Documents
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT INAP Wahyuningsih, Aries; Wahyudi, Zefanya Adinda Viola
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i2.965

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan memiliki pengaruh besar terhadap tingkat kepuasan pasien, khususnya dalam pelayanan BPJS Kesehatan di Indonesia. Beragam penelitian telah dilakukan untuk menguraikan elemen-elemen yang memengaruhi mutu pelayanan serta dampaknya terhadap pengalaman pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review, dengan menganalisis lima jurnal yang menyoroti mutu pelayanan dan tingkat kepuasan pasien di rumah sakit. Jurnal-jurnal tersebut mencakup berbagai dimensi pelayanan dan pengalaman pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi mutu pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit, mengukur tingkat kepuasan pasien, serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pelayanan di beberapa rumah sakit berada pada kategori baik, meskipun ada juga yang belum memenuhi standar yang memadai. Variasi tingkat kepuasan pasien teridentifikasi, di mana beberapa laporan menyebutkan tingkat kepuasan yang tinggi, sementara lainnya menunjukkan ketidakpuasan yang cukup signifikan, terutama terkait aspek waktu tunggu dan kualitas komunikasi. Kesimpulan penelitian ini adalah menekankan pentingnya peningkatan mutu pelayanan sebagai upaya untuk meningkatkan kepuasan pasien.
GAMBARAN PELAKSANAAN STRATEGIC COST MANAGEMENT INSTALASI BEDAH SENTRAL (STUDI DI SEBUAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH) Puspita, Mariana; Fitria, Indraningrum
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i2.966

Abstract

Pelayanan bedah di IBS bersifat kompleks dan padat modal. Kegiatan operasional di instalasi ini melibatkan sumber daya manusia dengan kompetensi tinggi, teknologi medis canggih, serta penggunaan bahan habis pakai dan obat-obatan yang mahal. . Oleh karena itu, IBS menjadi salah satu pusat biaya (cost center) dengan kontribusi besar terhadap biaya operasional rumah sakit. Efisiensi manajemen di IBS akan berdampak signifikan terhadap keberlanjutan finansial dan kualitas pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. Pengelolaan biaya yang efisien di Instalasi Bedah Sentral bertujuan untuk menjamin kelangsungan operasional rumah sakit dan menjaga kualitas layanan dengan cara mengelola biaya dengan bijak dan memastikan bahwa rumah sakit dapat beroperasi meskipun terdapat fluktuasi dalam jumlah pasien atau prosedur bedah, meskipun pengendalian biaya dilakukan, rumah sakit harus tetap memastikan bahwa kualitas layanan bedah yang diberikan tidak terganggu (Irawan, 2020). Penekanan pada cost containment menjadi solusi untuk mengurangi beban biaya tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Hal ini dapat dicapai melalui strategi efisiensi manajemen, pemeliharaan prediktif, dan pengadaan berbasis nilai (value-based procurement) (Basuki & Prihatin, 2021). Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Gambaran SCM yang dilakukan Instalasi Bedah Sentral dalam mengendalikan biaya. Desain penelitian ini adalah menggunakan desain analisis deskriptif. SCM yang dilakukan di Instalasi Bedah Sentral mencakup cost containment dan cost reduction dalam hal Bangunan, SDM, dan bahan habis pakai.
ANALISIS PENANGANAN KECURANGAN ASURANSI DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW Kurnia, Erlin; Susanto, Lenora Zefin Wahyu
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i2.968

Abstract

Program Asuransi Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan bertujuan untuk menyediakan sistem kesehatan yang adil bagi seluruh masyarakat Indonesia. Namun, program ini menghadapi tantangan besar, termasuk masalah penipuan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pencegahan penipuan dalam JKN, mengidentifikasi hambatan, dan mengevaluasi strategi yang digunakan. Meskipun Indonesia telah membentuk tim anti-penipuan, kinerjanya belum optimal karena kurangnya pengetahuan tentang pencegahan penipuan. Penipuan dalam JKN terjadi ketika pihak tertentu berusaha memperoleh keuntungan finansial dengan cara curang. Bentuk-bentuk penipuan ini dapat dilakukan oleh individu, kelompok, atau fasilitas kesehatan, dan dapat merugikan banyak pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah. Studi ini juga menganalisis pengaruh Pengendalian Internal, Komitmen Organisasi, dan Moral Individu dalam pencegahan penipuan. Hasil menunjukkan bahwa Pengendalian Internal memiliki peran penting dalam pencegahan penipuan.
LITERATURE REVIEW: UPAYA PENCEGAHAN HIV MELALUI PENINGKATAN EFIKASI DIRI DAN MONITORING ORANG TUA Kurniajati, Sandy; Puspita, Mariana; Alphatelanie, Gracia; Amelia, Imelda
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i2.974

Abstract

Perilaku remaja dengan perilaku kenakanan remaja seperti penyalahgunaan NAPZA dan perilaku sex bebas sangat berisiko terjadinya penularan HIV. Membentengi remaja dari perilaku tersebut sangatlah pentimng dalam mencegah penularan HIV pada remaja. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh peningkatan efikasi diri remaja dan peran monitoring orang tua dalam mencegah penularan HIV pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur atau literature review untuk mengumpulkan informasi terkait pencegahan HIV di Indonesia. Pencarian literatur dilakukan melalui beberapa platform akademik seperti Google Scholar dan jurnal ilmiah lainnya. Kata kunci yang dipakai mencakup "Pencegahan HIV, Health Education". Pada tahap awal pencarian, didapatkan enam jurnal relevan yang diterbitkan antara tahun 2021 sampai 2025. Analisis dengan menggunakan tabel ekstraksi. Hasil penelitian efikasi diri memiliki peran penting dalam pencegahan perilaku berisiko HIV pada remaja 100%. peran orang tua, baik melalui pola asuh, pengetahuan, maupun keterlibatan dalam edukasi, memiliki kontribusi besar terhadap pencegahan HIV/AIDS pada remaja, Disimpulkan bahwa edukasi, promosi kesehatan melalui media video, dan pola asuh orang tua yang suportif secara signifikan meningkatkan efikasi diri remaja dalam mencegah perilaku berisiko HIV
PENGURANGAN RISIKO INFEKSI PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT X YOGYAKARTA Sundoro, Totok
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v5i1.963

Abstract

Rumah sakit (RS) merupakan sumber infeksi bagi petugas kesehatan, pasien dan juga pengunjung. Risiko terjadinya infeksi nosokomial dapat diminimalkan dengan melaksanakan PPI. Program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) wajib dilaksanakan sebagai upaya pengurangan risiko infeksi dirumah sakit dan menjadi salah satu elemen penilaian dalam standar akreditasi rumah sakit. Salah satu indikator patient safety adalah pengurangan resiko infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan. Kejadian infeksi di RSUD Kota Yogyakarta tahun 2024 sebanyak 0,47%, pelaksanaan program sudah berjalan tapi belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi upaya pengurangan risiko infeksi di RS melalui studi kebijakan bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, telaah observasi dokumen dan FGD. Komponen input yang diteliti adalah (kebijakan, pelaksanaan dan hambatan). Hasil penelitian menunjukkan rumah sakit telah tersedia kebijakan dan pelaksanaan pengurangan risiko infeksi sudah tepenuhi lengkap dengan nilai skor 10 (100%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih ada masih ditemukan adanya kasus Infeksi Daerah Operasi (IDO) setelah tindakan pasien operasi di RSUD Kota Yogyakarta. Kasus ini dapat disebabkan oleh tidak patuhnya pemakaian Antibiotik (AB) Profilakasis dan temuan sampah infeksius seperti masker di area Poliklinik rawat jalan yang dibuang tidak pada tempatnya. Regulasi dan pelaksanaan pengurangan risiko infeksi sudah sesuai standar akreditasi RS hanya perlu penguatan komitmen oleh seluruh staf RS. Memberikan edukasi kepada petugas RS khususnya petugas di ruang operasi pentingnya hand hygiene sebelum kontak ke pasien serta penyediaan anggaran dana, pengelolaan, serta penyediaan tempat sampah disetiap unit/bagian di RS.
PENGARUH KOMPETENSI DIGITAL PEJABAT STRUKTURAL TERHADAP EFEKTIVITAS ORGANISASI RSI NYAI AGENG PINATIH Ashfiyah, Siti; Wiliyanarti, Pipit Festi; Cahyadi, Rachmad
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v5i1.1046

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan menuntut pejabat struktural pelayanan medis memiliki kompetensi digital yang memadai untuk mengelola sistem informasi, integrasi klaim JKN, serta pengambilan keputusan berbasis data secara efektif. Kapasitas digital pimpinan struktural berpotensi memengaruhi efektivitas organisasi rumah sakit, terutama dalam aspek koordinasi pelayanan, efisiensi proses, dan kualitas tata kelola. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi digital pejabat struktural pelayanan medis terhadap efektivitas organisasi di RSI Nyai Ageng Pinatih. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 14 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin yang mengukur dimensi literasi digital, pemanfaatan sistem informasi, keamanan data, dan kepemimpinan digital, serta indikator efektivitas organisasi. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana setelah memenuhi uji normalitas Shapiro–Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital berpengaruh signifikan terhadap efektivitas organisasi. Nilai koefisien regresi menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi digital diikuti peningkatan efektivitas organisasi. Disimpulkan bahwa kompetensi digital pejabat struktural merupakan determinan penting efektivitas organisasi rumah sakit. Manajemen disarankan mengintegrasikan penguatan kompetensi digital dalam kebijakan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
LITERATUR REVIEW: PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMEGANG POLIS ASURANSI JIWA DI INDONESIA Kurnia, Erlin; Jannah, Ayla Miftakhul
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v5i1.1049

Abstract

Asuransi jiwa merupakan instrumen penting untuk perlindungan finansial, namun pemegang polis sering kali berada pada posisi tawar yang lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perlindungan hukum bagi pemegang polis serta kendala yang dihadapi dalam industri asuransi jiwa di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan menganalisis enam sumber jurnal ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi melalui UU No. 40 Tahun 2014 dan aturan OJK sudah tersedia, perlindungan nasabah belum optimal. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat terhadap isi polis, kurangnya transparansi produk unit-link, serta belum adanya Lembaga Penjamin Polis (LPP). Kesimpulannya, diperlukan langkah nyata untuk memperkuat posisi hukum nasabah. Saran penelitian ini adalah mempercepat pembentukan LPP yang setara dengan penjaminan di perbankan dan meningkatkan pengawasan terhadap agen asuransi. Sinergi antara regulasi yang ketat dan edukasi konsumen diharapkan mampu menciptakan industri asuransi yang lebih adil dan terpercaya.
LITERATURE REVIEW: PENGARUH SISTEM KEBIJAKAN KESEHATAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN Wahyuningsih, Aries; Floreantina, Cherys
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v5i1.1050

Abstract

Sistem kebijakan kesehatan di Indonesia, khususnya melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Kesehatan, berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini merupakan literature review deskriptif yang menganalisis enam artikel terindeks Sinta 3-4 tahun 2021-2025, mencakup pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed-method. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif yang signifikan, seperti peningkatan kepuasan masyarakat dengan skor mutu 82/100 melalui kebijakan berbasis kinerja, kemudahan akses melalui aplikasi Mobile JKN, serta peningkatan pemanfaatan tempat tidur rumah sakit (BOR) hingga 81,74% setelah implementasi KRIS-JKN. Faktor pendukung meliputi tingkat pengetahuan peserta, sikap petugas, dan ketersediaan fasilitas, dengan mutu layanan berkontribusi sebesar 42,3% terhadap kepuasan berdasarkan analisis regresi. Namun, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, tingginya biaya investasi, sosialisasi yang belum merata, serta kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Secara keseluruhan, kebijakan ini mendukung Universal Health Coverage (UHC), namun memerlukan penguatan sumber daya manusia, anggaran, dan sosialisasi. Rekomendasi meliputi peningkatan pelatihan tenaga kesehatan dan kampanye edukasi untuk mewujudkan layanan yang inklusif dan berkelanjutan.
ANALISIS MANAJEMEN LOGISTIK BAGIAN PENGADAAN ALAT KESEHATAN Lyana, Omega Happy Putri; Kurniajati, Sandy
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v5i1.1051

Abstract

Pengadaan alat kesehatan adalah usaha pihak manajemen logistik rumah sakit dalam pemenuhan kebutuhan rumah sakit dan user akan alat kesehatan untuk peningkatan mutu pelayanan rumah sakit. Untuk pemenuhan kebutuhan ini diperlukan pertimbangan efisiensi, efektifitas dan pemanfaatan alat kesehatan yang diadakan tersebut. RSUD Padang Pariaman masih bermasalah dalam pelaksanaan pengadaan alat kesehatan dimana masih adanya alat kesehatan yang diadakan belum dimanfaatkan dalam memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pada komponen proses, perencanaan dan penerimaan/pemeriksaan masih ada masalah sedangkan pada komponen pengadaan pemilihan penyedia sudah sesuai dengan Perpres RI No 4 Tahun 2015. Pada komponen output, pelaksanaan pengadaan alat kesehatan di RSUD Padang Pariaman belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan rumah sakit dan user. Pengadaan adalah kegiatan membeli dan menerima barang atau jasa, proses ini dimulai dari persiapan barang atau jasa apa yang ingin dibeli hingga persetujuan untuk melakukan pembayaran ke pihak ketiga. Hasil penelitian dari komponen input, sarana dan prasarana gudang dan distribusi masih kekurangan tempat untuk menyimpan barang, Prosedur masih menggunakan SOP lama tahun 2009 dan 2011. Komponen proses pengadaan kendala di dana, dan proses penerimaan kendala di waktu penerimaan barang.
LITERATURE REVIEW: ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM BPJS KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN Y, Fransisca Ivana; Kurnia, Erlin
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v5i1.1052

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan upaya strategis pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Implementasi kebijakan BPJS Kesehatan yang telah berjalan sejak 2014 mengalami berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, kendala administrasi, dan kurangnya kesadaran masyarakat. Namun, program ini telah memberikan manfaat signifikan dengan meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih merata dan pembiayaan yang lebih terjangkau. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka dari literatur jurnal selama lima tahun terakhir terhadap delapan jurnal ilmiah yang diterbitkan. Dan menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi memerlukan sinergi antara sumber daya, komunikasi, koordinasi pelaksana, dan dukungan lingkungan sosial-politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi BPJS Kesehatan secara umum berdampak positif terhadap perluasan akses layanan, namun belum berjalan optimal. Keberhasilan implementasi sangat ditentukan oleh sinergi komunikasi, kesiapan sumber daya manusia, efisiensi birokrasi, serta dukungan lingkungan sosial-politik guna mencapai Universal Health Coverage (UHC).