cover
Contact Name
Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani
Contact Email
jarsistikesrsbk@gmail.com
Phone
085156896840
Journal Mail Official
jarsistikesrsbk@gmail.com
Editorial Address
Jl. Panjaitan No. 3B, Bangsal, Kec. Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, 64102, Indonesia
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JARSI
ISSN : -     EISSN : 28294939     DOI : -
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia (JARSI) diinisiasi oleh Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKES RS Baptis Kediri. Sebagai jurnal ilmiah, JARSI memiliki fokus di bidang administrasi dan manajemen pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dan masyarakat. Artikel atau naskah ilmiah yang dimuat dalam JARSI mencakup ranah manajemen pelayanan kesehatan, manajemen mutu, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, keselamatan pasien dan lain-lain, baik berupa penelitian, studi kasus maupun review literatur.
Articles 54 Documents
ANALISIS IMPLEMETASI KEBIJAKAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS) DI INDONESIA: SCOPING REVIEW Afianto, Rery; Renaldi
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i1.872

Abstract

Latar Belakang: Implementasi kebijakan Promosi kesehatan di rumah sakit merupakan aspek penting dalam meningkatkan pemahaman pasien terhadap kondisi kesehatan dan tindakan medis yang diterima. Namun, efektivitas pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan. Metode: Tinjauan ini menggunakan database Google shoolar dengan menggunakan kata kunci utama “Promosi Kesehatan Rumah Sakit” dan kata kunci bantuan. Artikel-artikel yang digunakan adalah teks lengkap, terbatas pada lima tahun terakhir dan negara dan akses gratis. Hasil: Hasil tinjauan sistematis menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif antara tenaga kesehatan dan pasien berperan penting dalam keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan kesehatan. Selain itu, ketersediaan sumber daya, seperti tenaga medis terlatih dan fasilitas yang memadai, menjadi faktor pendukung utama. Sikap dan komitmen tenaga kesehatan (disposisi) juga berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan kebijakan ini. Namun, struktur birokrasi yang kompleks sering kali menjadi kendala dalam implementasi yang optimal.
GAMBARAN SISTEM PELAYANAN ADMINISTRASI PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2024 Gulo, Rivortus Famonaha; Pujiati, Purwani; Hartono, Risky Kusuma
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i1.873

Abstract

Ketidaklengkapan administrasi pelayanan pasien sering kali disebabkan oleh sistem pelayanan yang belum berjalan dengan baik. Hal ini berdampak pada proses layanan yang dapat memperlambat pekerjaan, salah satunya pada pelayanan administrasi pasien jkn rawat inap di Rumah Sakit X Kabupaten Tangerang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sistem pelayanan administrasi pasien jaminan kesehatan nasional (JKN) rawat inap di Rumah Sakit X Kabupaten Tangerang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini dilakukan obserasi dan wawancara mendalam kepada informan. Cara pengumpulan data dilakukan dengan cara menanyakan pada setiap informan yaitu staf Rumah Sakit X Kabupaten Tangerang dan memastikan dengan benar bahwa pasien tersebut adalah benar sesuai dengan kriteria responden penelitian. Hasil penelitian ini diantaranya pelayanan melibatkan tenaga kesehatan yang cukup dan terlatih, prosedur operasional yang sesuai, serta sarana-prasarana dan teknologi informasi yang mendukung. Pelaksanaan administrasi mulai dari pendaftaran hingga klaim berjalan terstruktur dengan sistem HINAI yang terintegrasi. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kelengkapan berkas, meskipun ada kendala seperti jaringan komputer dan kelalaian dalam pengisian berkas medis. Peneliti menyimpulkan bahwa Rumah Sakit X Kabupaten Tangerang telah menyediakan layanan medis dan pelayanan administrasi yang lengkap dengan panduan yang jelas, mengikuti prosedur dan pedoman yang ditetapkan hanya saja masih terdapat kendala pada jaringan komputer yang memperlambat proses juga ditemukan kendala pada kelengkapan berkas yang disebabkan oleh kelalaian petugas yang belum mengupload sesuai dengan sistem.
GAMBARAN STRATEGIC COST MANAGAMENT DI INSTALASI RADIOLOGI (STUDI DI RUMAH SAKIT SWASTA DI KEDIRI) Fitria, Indraningrum; Sabatina, Sindy
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i1.877

Abstract

Instalasi Radiologi merupakan salah satu instalasi penunjang medik yang menyediakan pelayanan radiologi, baik untuk screening maupun pelayanan terapi radiasi. Operasional instalasi radiologi memerlukan pembiayaan yang tinggi, mulai dari pengadaan alat, penggunaan alat berteknologi tinggi, desain ruangan dan pembiayaan untuk sumber daya manusia yang mengoperasionalkan peralatan radiologi tersebut. Selisih pembiayaan instalasi radiologi dibanding dengan instalasi lain adalah sekitar 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran Strategic Cost Management (SCM) yang dilakukan Instalasi Radiologi di sebuah rumah sakit swasta dalam mengendalikan biaya yang timbul dari kegiatan operasional. Desain penelitian ini adalah menggunakan desain analisis deskriptif. SCM yang dilakukan di Instalasi Radiologi mencakup cost containment dan cost reduction dalam hal bangunan, SDM, alat medis dan non medis serta bahan habis pakai.
LITERATURE REVIEW: IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DI FASILITAS KESEHATAN Wahyuningsih, Aries; Dewantoro, Christoper Antony
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i1.880

Abstract

Kebiasaan merokok menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, termasuk di Indonesia, yang memiliki jumlah perokok ketiga terbesar di dunia. Implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di fasilitas kesehatan bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di fasilitas kesehatan dengan fokus pada efektivitas komunikasi, sumber daya, sikap pelaksana, dan struktur birokrasi. Metode penelitian menggunakan literature review, sebanyak lima jurnal yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir. Hasil review menunjukkan bahwa pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) belum optimal. Beberapa kendala utama adalah lemahnya sosialisasi, kurangnya fasilitas pendukung seperti area khusus merokok, minimnya jumlah tenaga pengawas, dan rendahnya kesadaran masyarakat. Di beberapa lokasi, meskipun kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sudah diterapkan, pelanggaran masih sering terjadi, baik oleh pengunjung maupun tenaga kesehatan, yang mencerminkan kurangnya pengawasan dan sanksi tegas. Kesimpulan dari literatur review ini menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) membutuhkan peningkatan sosialisasi melalui media yang mudah dipahami, penyediaan anggaran khusus, pembentukan tim pengawas yang kompeten, dan penegakan aturan yang konsisten. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan partisipasi masyarakat, kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dapat berjalan lebih efektif, menciptakan lingkungan yang bebas asap rokok, dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS: LITERATURE REVIEW Wahyuningsih, Aries; Yolanda, Ocha; Sabatina, Sindy
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i1.881

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular serius yang menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus TB tertinggi kedua di dunia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan kebijakan penanggulangan TB melalui analisis literatur dari berbagai sumber, termasuk kebijakan nasional seperti Permenkes No. 67 Tahun 2021, serta implementasinya di tingkat lokal, dengan menggunakan metode literatur review yang menganalisis tujuh jurnal terkait kebijakan, implementasi, tantangan, dan kendala. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun kebijakan telah dirumuskan, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan, seperti kurangnya pelatihan bagi tenaga kesehatan, terbatasnya infrastruktur, dan masalah distribusi sarana, sementara kesadaran masyarakat yang rendah serta stigma terhadap pasien TB menjadi tantangan besar dalam edukasi publik. Beberapa wilayah, seperti Puskesmas Matiti dan Kampung Dalam, memperlihatkan kesenjangan dalam pelaksanaan program, meskipun ada daerah lain yang menunjukkan kemajuan berkat kolaborasi lintas pihak. Penelitian ini menekankan pentingnya koordinasi yang kuat, edukasi komprehensif, pelatihan berkesinambungan bagi tenaga kesehatan, serta dukungan regulasi lokal untuk memperkuat kebijakan dan implementasi program penanggulangan TB guna mencapai target eliminasi pada tahun 2030.
LITERATURE RIVIEW : MANAJEMEN LOGISTIK DALAM PENGADAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI Kurniajati, Sandy; Pakpahan, Helen
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i1.883

Abstract

Ketersediaan obat yang tidak memadai dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan pasien yang mengakibatkan penyakit tidak terobati dan terjadi kesalahan pengobatan akibat upaya penggantian obat yang tidak tersedia. Kajian literatur revieuw ini bertujuan untuk mengetahui kondisi manajemen logistik dalam pengadaan obat di instalasi farmasi, dan juga mengetahui permasalah yang dihadapi manajemen logistik dalam pengadaan obat di instalasi farmasi, mengetahui cara untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam pengadaan obat di Instalasi farmasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan literature review terhadap 5 jurnal yang terkait dengan pengadaan obat di instalasi farmasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan obat di banyak fasilitas kesehatan masih belum optimal dan memerlukan perbaikan yang signifikan.
LITERATUR REVIEW: KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI INDONESIA Jannah, Ayla Miftakhul; Kurnia, Erlin; Yulianto, Wahyu
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i1.884

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang mengancam kualitas hidup dan pencapaian SDGs di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi implementasi kebijakan pencegahan stunting, memahami kendala yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan metode literature review dengan meninjau penelitian dan laporan terkait kebijakan, program, serta tantangan dalam mengatasi stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan stunting melibatkan intervensi gizi spesifik seperti pemberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang balita, dan pemberian vitamin, serta intervensi gizi sensitif seperti perbaikan sanitasi, pendidikan orang tua, dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Namun, keberhasilan program dipengaruhi oleh dukungan regulasi, alokasi anggaran yang memadai, serta koordinasi lintas sektor. Tantangan yang dihadapi meliputi regulasi yang tidak selaras, keterbatasan tenaga kesehatan, rendahnya pengetahuan masyarakat, serta dampak pandemi COVID-19. Kesimpulannya, penanganan stunting membutuhkan pendekatan multidimensi melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif, edukasi berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor yang kuat agar upaya penanggulangan stunting lebih efektif.
LITERATURE REVIEW: KEBIJAKAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI DI RUMAH SAKIT Guritna, Kartika Ayu; Kurnia, Erlin
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i1.885

Abstract

Pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) merupakan langkah penting untuk menurunkan angka infeksi nosokomial di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program PPI di rumah sakit di Malang, Tebet, Tondano, Tomohon, dan Surakarta. Metode yang digunakan adalah literature review berdasarkan analisis data dari berbagai sumber literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program PPI dipengaruhi oleh dukungan manajemen, ketersediaan anggaran, pelatihan tenaga kesehatan, dan kepatuhan terhadap protokol. Meskipun terkendala keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas, beberapa rumah sakit berhasil menurunkan angka infeksi nosokomial melalui peningkatan kesadaran dan pelatihan berkelanjutan. Kesimpulannya, keberhasilan program PPI membutuhkan dukungan manajemen dan sumber daya yang memadai, perlunya rumah sakit meningkatkan meningkatkan pelatihan, alokasi anggaran, dan evaluasi rutin program PPI.
DAMPAK KEBIJAKAN BPJS TERHADAP DISTRIBUSI PERSALINAN DI BIDAN MANDIRI DAN RUMAH SAKIT KOTA BANDAR LAMPUNG Rosmawati, Dwi; Windari, Fitri; Anggraini, Heni; Anggraini, Silvia; Ningsih, Tri Riwayati
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i2.945

Abstract

Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan telah meningkatkan akses layanan kesehatan, termasuk persalinan. Namun, kebijakan ini juga memicu pergeseran pola pelayanan, di mana jumlah persalinan di Bidan Praktik Mandiri (BPM) menurun, sementara di Rumah Sakit (RS) meningkat secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan BPJS terhadap distribusi layanan persalinan di Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif-komparatif, dengan sampel 30 BPM dan 10 RS mitra BPJS periode 2019–2024. Hasil menunjukkan penurunan jumlah persalinan di BPM sebesar 45% dan peningkatan di RS sebesar 61%. Sebanyak 58% persalinan di RS dilakukan melalui operasi caesar, sedangkan BPM hanya melayani persalinan normal. Perbedaan keberhasilan klaim dan persepsi terhadap sistem BPJS menjadi faktor utama. BPM menghadapi hambatan administratif, klaim yang sering tertunda, serta tarif klaim yang tidak memadai. Sementara itu, RS lebih mampu mengakses dan mengelola sistem klaim secara efisien. Uji beda menunjukkan pergeseran ini signifikan secara statistik. Temuan ini menegaskan perlunya reformasi sistem insentif dan penyederhanaan prosedur klaim agar BPM tetap berfungsi sebagai ujung tombak layanan maternal dalam sistem rujukan berjenjang JKN.
STRATEGY FOR THE IMPLEMENTING THE PATIENT AND FAMILY CENTERED CARE IN HEALTHCARE SETTING Buranda, Lucky Sarjono
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v4i2.955

Abstract

Patient and Family Centered Care (PFCC) is an import part of patient’s autonomy which is the basic human rights of decision-making on what the best they think for their own body. The approach of PFCC is involving not only the patient, but also the family members in providing the decision for their loved one. This article is a narrative literature review with aim to combine several literatures into a strategy for implementing the PFCC in a hospital. An article revealed 7 domains for implementing the PFCC. They are leadership, patient and family engagement, staff engagement, focus on innovations, alignment of staff roles and priorities, organizational structures and processes, and the environment of care. It started with rigorous discussion on the current situation of the organization, the mission and value that aligned with PFCC implementation initiatives. All policies and guidelines must accommodate the FPCC initiatives within the evidence-based medical practice. Piloting the system is the best way to start the implementation of FPCC before it is generally adopt by the entire hospital system. PDSA is one of the best tools to evaluate the pilot. There are two types of PDSA: Model For Improvement – PDSA and FOCUS PDCA. Both essentially offer similar PDSA system, but different in the process and setting.