cover
Contact Name
Isrida Yul Arifiana
Contact Email
isrida@untag-sby.ac.id
Phone
08113542006
Journal Mail Official
jiwauntag1745@untag-sby.ac.id
Editorial Address
JIWA: Indonesian Journal of Psychology Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Telp. 0315990029
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30319897     DOI : https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i01
Core Subject : Social,
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles 271 Documents
Citra tubuh Dan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder: Seberapa pentingkah penampilan fisik bagi remaja ? Putri, Dwi Amalia; Nainggolan, Eben Ezer; Ul Haque, Sayidah Aulia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10844

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between body image and body dysmorphic disorder tendencies in teenagers in Surabaya. This study used a correlational quantitative research method. The participants in this study were all teenagers in Surabaya with the age range of 18-21 years. The number of participants in this study was 272 participants taken with reference to the Krejcie table with a confidence of 90%. The sample technique used was Accidental Sampling. The data analysis used is Spearman Rho. The results of this study showed a rho correlation coefficient value of -0.616 with a significance level of 0.000 (p≤0.05). Thus, there is a negative relationship between the two variables which shows that the higher the body image owned, the lower the tendency of body dysmorphic disorder, conversely the lower the body image owned, the higher the tendency of body dysmorphic disorder. Keywords: Body Dysmorphic Disorder; Body Image; Teenagers Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dan kecenderungan body dysmorphic disorder pada remaja di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan dalam penelitian ini adalah seluhruh remaja di Surabaya dengan rentan usia 18-21 tahun. Jumlah partisipan pada penelitian ini adalah sebanyak 272 partisipan yang diambil dengan mengacu pada tabel krejcie dengan confidence sebesar 90%. Teknik sampel yang digunakan adalah Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan adalah Spearman Rho. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai koefisien korelasi rho sebesar -0,616 dengan taraf signifikansi 0,000 (p≤0,05). Dengan demikian, terdapat hubungan negatif antara dua variabel yang menunjukkan bahwa semakin tinggi body image yang dimiliki maka semakin rendah kecenderungan body dysmorphic disordernya, sebaliknya semakin rendah body image yang dimiliki maka semakin tinggi kecenderungan body dysmorphic disorder nya. Kata kunci: Body Dysmorphic Disorder; Body Image; Remaja
THE INFLUENCE OF THE ROLE AND INVOLVEMENT OF PARENTS ON THE MENTAL HEALTH OF JUNIOR HIGH SCHOOL (SMP) CHILDREN Ahdana, Mutiara
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.10893

Abstract

The large number of bullying cases that occur among junior high school (SMP) students in Indonesia can have a negative impact on the victim's mental health. One important factor that can support adolescent mental health is the role played by parents. The role and involvement of parents in the mental health of middle school children has a crucial influence on children's social emotional development. This research aims to understand more about the role, influence and importance of parenting patterns implemented by parents and their impact on the mental health of teenagers (junior high school students). The data collection technique in this research uses the library study method, namely by collecting data by collecting books and documents as well as other means of information from various sources related to this research problem. The results of the research show that there are two factors that support adolescent mental health, the first factor is the role and involvement of parents in the mental health of middle school children and the second factor is appropriate parenting patterns that can help growth and development and shape children's mental characteristics well, etc.
Pengalaman Pelecehan Seksual Pada Cosplayer di Komunitas Ichiverse Project Surabaya Sofiana, A. Meika
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.11134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk pelecehan seksual yang pernah dialami oleh cosplayer. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif fenomenologis untuk mamahami makna dari suatu peristiwa yang pernah dialami oleh individu. Teknik analisis data dilakukan dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk mengungkap lebih dalam terkait pengalaman individu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur dengan subjek berjumlah tiga orang cosplayer yang merupakan anggota dari komunitas Ichiverse Project Surabaya. Uji kebsahan data dilakukan dengan member checking dan triangulasi sumber terhadap para asisten cosplayer. Penelitian ini menghasilkan 3 (tiga) tema utama, yaitu gambaran umum terkait cosplay, pengalaman pelecehan seksual, dan perubahan yang terjadi setelah mengalami pelecehan seksual. Penelitian ini menghasilkan bahwa bentuk-bentuk pelecehan seksual yang terjadi pada cosplayer cukup beragam, seperti objektifikasi seksual, sentuhan tanpa izin, diintai, permintaan foto dengan pose seksual, catcalling, hingga diskriminasi. Dari banyaknya pelecehan seksual yang telah dialami para partisipan menghasilkan beberapa respon sekaligus membentuk beberapa perubahan dalam diri mereka, seperti perubahan psikologis, meningkatnya keadaran diri serta menjadi lebih asertif terhadap perilaku yang tidak diinginkan.
Perbedaan Kepuasan Pernikahan Ditinjau dari Peran dalam Pernikahan pada Individu yang Menikah Muda Zym, Nibras Adila Abrar; Dahlia, Dahlia; Afriani, Afriani; Sari, Novita
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.11149

Abstract

The phenomenon of divorce in couples who marry young is considered related to marital satisfaction. Marital satisfaction is both a husband and wife's subjective evaluation of marriage. One factor that affects marital satisfaction is the role in the marriage. This study used quantitative research methods with a comparative approach. This research aims to see differences in marital satisfaction in terms of roles in marriage in individuals who married young. Sampling using nonprobality sampling techniques with a total of 120 research respondents. Normality test using Kolmogorov-Smirnov and obtained significance value (p)=0.000 (p<0.05). The homogeneity test uses the Test of Homogeneity of Variances (Levene Test) and obtained a significance value p=0.062 (p>0.05). The hypothesis test was carried out using the Mann-Whitney technique and obtained a significance value (p)=0.046 (p<0.05). The results of the study showed that there were differences in marital satisfaction in terms of the role of marriage in individuals who married young.
Kesulitan Pengambilan Keputusan Karir: Bagaimana Peranan Determinasi Diri pada Siswa Sasabila, Bella; Pratitis, Niken Titi; Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.11324

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara determinasi diri dengan kesulitan pengambilan keputusan karir siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu quota sampling dengan sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 155 siswa. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala determinasi diri dan skala kesulitan pengambilan keputusan karir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi spearman rho. Berdasarkan hasil analisis data dibuktikan bahwa terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara determinasi diri dengan kesulitan pengambilan keputusan karir pada siswa. Hasil penelitian menggambarkan bahwa semakin tinggi determinasi diri pada siswa maka semakin rendah kesulitan pengambilan keputusan karirnya.
Peer attachment: Kunci mengurangi perilaku agresif pada anak sekolah dasar Muna, Hanifa Wafiqul; Noviekayati, IGAA; Ananta, Aliffia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 03 (2024): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i03.11449

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between peer attachment and aggressive behavior in elementary school children. Aggressive behavior refers to an individual's response or reaction to their environment that hurts other individuals. Aggressive behavior is characterized by behaviors that individuals do that hurt other individuals in verbal and non-verbal forms. This study used 92 subjects with age variations of 9-11 years old who are elementary school students. Data collection was conducted at school using a questionnaire in the form of a guttman scale, using measurement instruments consisting of The Aggression Questionnaire and Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA). Spearman's Rho analysis shows that Aggressive Behaviour and Peer Attachment have a negative linear association. That is, the stronger the peer relationship, the less aggressive the behaviour of elementary school students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan teman sebaya dengan perilaku agresif pada anak sekolah dasar. Perilaku agresif merupakan respon atau reaksi individu terhadap lingkungannya yang menyakiti individu lain. Perilaku agresif ditandai dengan perilaku yang dilakukan individu yang menyakiti individu lain dalam bentuk verbal maupun non verbal. Penelitian ini menggunakan 92 subjek dengan variasi usia 9-11 tahun yang merupakan siswa sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan di sekolah dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk skala guttman, dengan menggunakan alat ukur yang terdiri dari Kuesioner Agresi dan Inventori Kelekatan Orangtua dan Teman Sebaya (IPPA). Analisis menggunakan Spearman's Rho yang menunjukkan adanya hubungan negatif dan linier antara Perilaku Agresif dengan Peer Attachment. Artinya, semakin tinggi Peer Attachment, maka semakin rendah perilaku agresif anak sekolah dasar.
Peran Work-Life Balance dengan Burnout pada Karyawan PT X Wicaksono, Lugas; Noviekayati, IGAA; Rina, Amherstia Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.11504

Abstract

AbstractThe COVID-19 pandemic had a significant impact on the manufacturing industry, reducing demand for goods and causing production instability. Many companies experienced losses and were unable to pay employees, resulting in layoffs. Now, as COVID-19 has become endemic, companies are striving to recover and ambitiously cover the losses caused by the pandemic by increasing overtime and demanding employees work outside their usual roles due to staff shortages from previous layoffs. On the other hand, companies are neglecting employees' Work-Life Balance, causing excessive pressure and stress as personal time is consumed by work. Prolonged stress can ultimately lead to Burnout. This study aims to examine the relationship between Work-Life Balance and Burnout among employees at PT X. This is a correlational quantitative study involving all 52 employees of PT X, selected using saturated sampling techniques. Data collection was carried out by distributing online questionnaires via Google Forms. The study used two instruments: the Work-Life Balance scale and the Burnout scale. Data were analyzed using the Spearman rank correlation test. The results showed a significant negative relationship between Work-Life Balance and Burnout. Thus, the higher the employees' Work-Life Balance, the lower the Burnout experienced, and vice versa. AbstrakPandemi COVID-19 berdampak besar pada industri manufaktur, menurunkan permintaan barang dan menyebabkan ketidakstabilan produksi. Banyak perusahaan mengalami kerugian, tidak bisa memenuhi gaji karyawan akhirnya perusahaan melakukan PHK. Kini, saat COVID-19 menjadi endemi, perusahaan berusaha bangkit hingga berambisi menutup kerugian yang disebabkan pandemi covid-19 dengan menambah jam lembur dan menuntut karyawan bekerja di luar bidangnya imbas dari perusahaan kekurangan karyawan karena PHK yang dilakukan. Di sisi lain, perusahaan mengabaikan Work-Life Balance karyawan, menyebabkan tekanan berlebih dan stres pada karyawan karena waktu pribadinya terkuras habis untuk bekerja. Pada akhirnya stres berkepanjangan dapat mengakibatkan Burnout. Penelitian ini bertujuang untuk mengetahui hubungan antara Work-Life Balance dengan Burnout pada karyawan PT X. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Subjek penelitian menggunakan seluruh karyawan PT X berjumlah 52 karyawan yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar kuisioner online menggunakan google form. Penelitian ini menggunakan dua instrumen yaitu skala Work-Life Balance dan Burnout. Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara Work-Life Balance dan Burnout. Maka dari itu, semakin tinggi Work-Life Balance karyawan, maka semakin rendah Burnout yang akan dialami karyawan, dan sebaliknya.
Peran Persepsi Kepemimpinan Transformasional Dengan Burnout Pada Karyawan PT X Amin, Abd Rozaqqil; Noviekayati, IGAA; Rina, Amherstia Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.11505

Abstract

Abstract The rapid development in the current era of globalization in the industrial sector. causing companies to face increasingly serious problems due to increasing work demands. Employees often experience mental health problems and prolonged stress (burnout) which will have an impact on their lives and work. The success or failure experienced by an organization is largely determined by the quality of leadership it possesses. Transformational leadership style is considered a leadership model that is able to overcome problems that occur in an organization or company. This research aims to determine the relationship between perceptions of transformational leadership and burnout among employees at PT. X. The method applied in this research is a correlational design with a quantitative approach, involving all 62 employees of PT. The instruments used were the transformational leadership scale and the burnout scale by applying the Spearman Brown correlation test analysis technique. The results of the analysis show that both variables have a significant negative relationship between perceptions of transformational leadership and burnout, meaning that the higher the perception of transformational leadership, the lower the burnout experienced by employees. Conversely, the lower the perception of transformational leadership, the higher the burnout experienced by employees. Abstrak Pesatnya perkembangan di era globalisasi bidang industri masa kini. menyebabkan perusahaan menghadapi masalah yang semakin berat karena tuntutan pekerjaan yang semakin meningkat.Seringkali karyawan mengalami gangguan kesehatan mental dan stress berkepanjangan (burnout) yang akan berdampak pada kehidupannya maupun pekerjaannya. Kesuksesan ataupun kegagalan yang dialami organisasi sebagian besar ditentukan oleh kualitas kepemimpinan yang dimiliki. Gaya kepemimpinan transformasional dianggap sebagai model kepemimpinan yang mampu mengatasi masalah yang terjadi di suatu organisasi atau perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi kepemimpinan transformasional dengan burnout pada karyawan di PT. X.Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah desain korelasional dengan pendekaataan kuantitatif, yang melibatkan seluruh karyawan PT.X sebanyak 62 karyawan. Instrumen yang digunakan yaitu dengan skala kepemimpinan transformasional dan skala burnout dengan menerapkan teknik analisis uji korelasi spearman brown. Hasil analisis menunjukkan kedua variabel memiliki hubungan negatif signifikan antara persepsi kepemimpinan transformasional dengan burnout, artinya semakin tinggi persepsi kepemimpinan transformasional maka akan semakin rendah burnout yang dialami karyawan. Sebaliknya, apabila semakin rendah persepsi kepemimpinan transformasional maka akan semakin tinggi burnout yang dialami karyawan.
Organizational Citizenship Behavior pada karyawan: Bagaimana Peranan Psychological Capital dan Work Engagement ? Tansatrisna, Syam Chaqul; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.11527

Abstract

Abstract Organizational citizenship behavior is behavior that is optional and not part of an employee's formal work obligations. This research aims to determine between psychological capital and work engagement and organizational citizenship behavior. The subjects of this research were employees of PT. X in Lamongan. The number of respondents in this study was 127 respondents. Data collection in this research used a questionnaire entered into a Google form. This research method uses multiple regression techniques. The research results show that there is a relationship between psychological capital and work engagement and organizational citizenship behavior. There is a relationship between psychological capital and organizational citizenship behavior. However, in the last hypothesis there is no relationship between work engagement and organizational citizenship behavior. Abstrak Perilaku organizational citizenship behavior adalah perilaku yang sifatnya pilihan tidak menjadi bagian dari kewajiban kerja formal dari seorang karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antara psychological capital dan work engagement dengan organizational citizenship behavior. Subjek penelitian ini adalah karyawan PT. X di Lamongan. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 127 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan kuesioner yang di masukan dalam google formulir. Pengukuran dilakukan menggunakan skala organizational citizenship behavior dari organ, skala psychological capital menggunakan aspek-aspek milik luthanss dan yang terakhir skala work engagament mengadaptasi skala UWES-17. Metode penelitian ini menggunakan teknik regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara psychological capital dan work engagement dengan organizational citizenship behavior, terdapat hubungan antara psychological capital dengan organizational citizenship behavior. namun pada hipotesis terakhir tidak ada hubungan antara work engagement dengan organizational citizenship behavior.
Agresivitas Verbal pada Remaja: Peran Konformitas dan Intensitas Bermain Cahyadi, Andhika Fernando; Prasetyo, Yanto; Farhanindya, Hikmah Husniyah
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 2 (2024): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i2.11599

Abstract

Abstract Verbal aggressiveness is a form of behaviour that aims to hurt other individuals through words or gestures. This negative behaviour indicates that individuals are emotionally immature. Conformity can affect the onset of verbal aggressiveness behaviour because individuals tend to imitate the negative actions of their group members. Play intensity can also affect the onset of verbal aggressiveness behaviour because the higher the level of play intensity experienced by individuals, the more frequent the obstacles experienced by these individuals. This study aims to determine the relationship between conformity and play intensity with verbal aggressiveness. This research is a correlational quantitative research. The method of collecting respondent data in this study is a non-probability sampling method using purposive sampling. The number of respondents in this study was 223 people. The results of this study were tested using Spearman Rho data analysis. The correlation test results show that there is a very significant positive relationship between conformity and verbal aggressiveness, in other words, the higher the conformity, the higher the verbal aggressiveness. The results of the correlation test between the play intensity variable and the verbal aggressiveness variable show that there is a very significant positive relationship between the play intensity variable and verbal aggressiveness so that the higher the play intensity, the higher the verbal aggressiveness. Keywords: Conformity, Play Intensity, Verbal Aggressiveness Abstrak Agresivitas verbal merupakan suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai individu lain melalui kata atau gestur tubuh. Perilaku negatif ini menunjukkan bahwa individu belum matang secara emosional. Konformitas dapat mempengaruhi timbulnya perilaku agresivitas verbal karena individu cenderung meniru perbuatan negatif dari anggota kelompoknya. Intensitas bermain juga dapat mempengaruhi timbulnya perilaku agresivitas verbal karena semakin tinggi tingkat intensitas bermain yang dialami individu maka semakin sering juga hambatan yang dialami oleh individu tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dan intensitas bermain dengan agresivitas verbal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Metode pengambilan data responden dalam penelitian ini merupakan metode non probability sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah responden dalam penleitian ini sebanyak 223 orang. Hasil penelitian ini diuji menggunakan analisis data Spearman Rho. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif sangat signifikan antara konformitas dengan agresivitas verbal dengan kata lain semakin tinggi koformitas maka semakin tinggi agresivitas verbal. Hasil uji korelasi antara variabel intensitas bermain dengan variabel agresivitas verbal menunnjukkan terdapat hubungan positif sangat signifikan antara variabel intensitas bermain dengan agresivitas verbal sehingga semakin tinggi intensitas bermain maka semakin tinggi pula agresivitas verbal. Kata Kunci : Konformitas, Intensitas Bermain, Agresivitas Verbal