cover
Contact Name
Isrida Yul Arifiana
Contact Email
isrida@untag-sby.ac.id
Phone
08113542006
Journal Mail Official
jiwauntag1745@untag-sby.ac.id
Editorial Address
JIWA: Indonesian Journal of Psychology Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Telp. 0315990029
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30319897     DOI : https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i01
Core Subject : Social,
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles 271 Documents
Konsep Diri sebagai Kunci Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru Universitas 17 Agustsus 1945 Surabaya Prasetyo, Galang Adi; Arifiana, Isrida Yul; Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12517

Abstract

Penyesuaian diri merupakan proses dinamis yang melibatkan kemampuan individu untuk menghadapi perubahan lingkungan dan tantangan baru, sementara konsep diri mencerminkan evaluasi individu terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep diri dengan penyesuaian diri pada mahasiswa baru di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Dengan metode kuantitatif korelasional, penelitian ini melibatkan 312 mahasiswa baru sebagai partisipan yang dipilih menggunakan teknik sampling accidental. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert, yang dirancang untuk mengukur variabel konsep diri dan penyesuaian diri. Hasil analisis data spearman dengan taraf signifikasi p=0,001<0,05 yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan penyesuaian diri. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program orientasi mahasiswa baru yang berfokus pada penguatan konsep diri untuk mendukung penyesuaian diri yang lebih efektif.
Forgiveness pada Dewasa Awal Pasca Putus Cinta: Bagaimana Peran Emotional Intelligence? Putri, Maharani Luvinda; Pratikto, Herlan; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12525

Abstract

Putus cinta merupakan pengalaman emosional yang berat, terutama bagi individu yang berada pada tahap dewasa awal. Pada fase ini, individu sering kali merasakan emosi negatif yang akan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Salah satu aspek penting dalam proses penyembuhan yaitu forgiveness. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan emotional intelligence dengan forgiveness pada dewasa awal yang pernah mengalami putus cinta melalui pendekatan kuantitatif korelasional. Partisipan yang digunakan sebanyak 200 responden dengan teknik Purposive Sampling. Skala forgiveness diukur mengacu teori McCoullough, Root, Cohen (2006) dan skala Emotional Intelligence mengacu teori Goleman (2007) yang dikembangkan oleh peneliti. Teknik analisis yang diaplikasikan melalui korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan postif dan signifikan antara emotional intelligence dengan forgiveness pada dewasa awal yang pernah mengalami putus cinta, artinya semakin tinggi emotional intelligence juga semakin tinggi forgiveness yang dimilikinya.
Stres Kerja dan Work-Life Balance pada Karyawan di Kota Surabaya: Bagaimana Peran Komitmen Organisasi? Putri, Maydina Adinda; Nainggolan, Eben Ezer; Haque, Sayidah Aulia'ul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12527

Abstract

Karyawan dan organisasi saling membutuhkan. Karyawan dituntut untuk mampu bersaing agar tujuan organisasi tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dan work-life balance serta untuk mengetahui apakah komitmen organisasi merupakan variabel moderator dalam hubungan antara stres kerja dan work-life balance. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan jumlah responden 354 karyawan di Kota Surabaya yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan program JAMOVI versi 2.6.13. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara stres kerja dan work-life balance. Semakin tinggi stres kerja yang dimiliki karyawan, maka semakin rendah work-life balance, begitupun sebaliknya. Hasil penelian ini juga menunjukkan bahwa komitmen organisasi dapat memoderasi hubungan antara stres kerja dan work-life balance. Semakin tinggi komitmen organisasi yang dimiliki karyawan, maka semakin rendah tingkat stres kerja dan semakin tinggi tingkat work-life balance, begitupun sebaliknya.
Komunikasi Interpersonal dan Regulasi Emosi sebagai Prediktor Persepsi Hubungan Romantis pada Masa Dewasa Awal Setiawati, Yuni; Pratikto, Herlan; Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 01 (2025): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v3i01.12528

Abstract

The perception of romantic relationships is when individuals find meaning in a relationship that leads to emotional and physical bonds with their partner and efforts to build a long-term relationship. This study aims to determine the relationship between interpersonal communication and emotion regulation with the perception of romantic relationships among married couples. The research method used a correlational quantitative research method with a total of 139 participants selected through snowball sampling. The research scale uses the romantic relationship perception scale taken from Schaefer & Olson (1981), the interpersonal communication scale from Rubin et al. (1988), and the emotion regulation scale from Gratz & Roemer (2004). The research results indicate that there is a positive relationship between interpersonal communication and emotion regulation with the perception of romantic relationships. This means that the higher the interpersonal communication and emotion regulation, the higher the perception of romantic relationships. Conversely, if there is a decrease in interpersonal communication and emotional regulation, the perception of romantic relationships will also decline.
Antara Idola dan Konsumsi: Hubungan Parasocial Relationship dengan Perilaku Konsumtif Penggemar K-pop di Surabaya Makhfufa, Mita Amaliya; Arifiana, Isrida Yul; Efendy, Mamang
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12536

Abstract

Social media interactions allow fans to feel closer and more connected to their idols, even though these interactions are only virtual and one-sided, known as parasocial relationships. This relationship can build an emotional bond between idols and fans, which can encourage fans to spend money as a form of support for their idols, such as purchasing merchandise, albums, concert tickets, or branded items worn by the idols. This study aims to determine the relationship between parasocial relationships and consumptive behavior among K-pop fans in Surabaya. The research uses a correlational quantitative method with 256 K-pop fans in Surabaya as respondents, selected using purposive sampling with criteria explained during the data collection. The research scales used include a consumptive behavior scale with a Cronbach's alpha value of 0.941 and a parasocial relationship scale with a Cronbach's alpha value of 0.921, indicating good psychometric quality. Data analysis was performed using the Pearson Product Moment parametric correlation technique with the IBM SPSS 25.0 for Windows software. The results of the study show a significant positive relationship between parasocial relationships and consumptive behavior. Therefore, the hypothesis in this study is accepted. This means that the higher the parasocial relationship behavior, the higher the consumptive behavior among K-pop fans in Surabaya. Keywords: Consumptive Behaviour, Parasocial Relationships, K-pop Fans
Self Compassion dan Dukungan Sosial pada Teacher Well Being Guru Sekolah Dasar Jannah, Anjani Roudlotul; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12537

Abstract

Guru sekolah dasar sering menghadapi tekanan kerja yang dapat menurunkan kesejahteraan fisik dan mental. Tujuan penelitian ini untuk menguji apakah ada hubungan self-compassion dan dukungan sosial terhadap teacher well-being guru sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif korelational dengan melibatkan 130 guru sekolah dasar negeri di Kabupaten Blitar yang diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Instrument pengambilan data pada penelitian ini menggunakan skala likert yang terdiri dari skala teacher well-being Collie (2014), skala self-compassion Neff (2003), dan skala dukungan sosial Sarafino (2011). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda dengan bantuan program IBM SPSS versi 26 for windows. Hasil penelitian secara simultan maupun parsial menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif dari variabel self-compassion dan dukungan sosial dengan teacher well-being. Guru sekolah dasar yang memiliki self-compassion dan dukungan sosial yang baik maka teacher well-being yang didapatkan akan meningkat meskipun beban kerja tinggi. Kata kunci: teacher well-being, self compassion, dukungan sosial, guru sekolah dasar
Mengatasi Quarter Life Crisis: Loneliness dan Religiusitas pada Mahasiswa Rantau Fitriyanti, Aida Nur; Efendy, Mamang; Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara loneliness (kesepian) dan religiusitas dengan quarter life crisis pada mahasiswa rantau. Fokus utama penelitian ini adalah pada hubungan antara loneliness dan religiusitas dengan quarter life crisis yang dialami individu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 212 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari skala quarter life crisis, loneliness, dan religiusitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loneliness berhubungan negatif dengan quarter life crisis, yang berarti semakin tinggi tingkat kesepian, semakin rendah tingkat quarter life crisis yang dialami. Sebaliknya, religiusitas ditemukan memiliki hubungan positif dengan quarter life crisis, yang menunjukkan bahwa individu dengan tingkat religiusitas yang lebih tinggi cenderung mengalami quarter life crisis yang lebih besar. Temuan ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai dinamika yang terkait dengan quarter life crisis dan memberikan wawasan untuk pengembangan intervensi psikologis bagi individu yang mengalaminya.
Efikasi Diri sebagai Upaya Mengurangi Quarter Life Crisis Mahasiswa Tingkat Akhir Sandraini, Ika; Suroso, Suroso; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12540

Abstract

Quarter life crisis sering dialami oleh individu pada usia 20 hingga 30 tahun khususnya mahasiswa tingkat akhir yang menghadapi transisi dari pendidikan ke dunia kerja. Perasaan kebingungan, cemas, dan kelelahan terkait masa depan menjadi ciri khas dari kondisi ini. Ketika menghadapi quarter life crisis, efikasi diri memainkan peran penting dalam menangani kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara efikasi diri dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di Surabaya. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan 202 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui Skala Likert; skala efikasi diri yang digunakan adalah buatan Bandura (1997) dan skala quarter life crisis dari Robbins dan Wilner (2001). Analisis data dilakukan dengan teknik Korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif signifikan antara efikasi diri dan quarter life crisis. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan efikasi diri dapat mengurangi dampak quarter life crisis pada siswa tingkat akhir. Mahasiswa perlu menyadari pentingnya membangun efikasi diri untuk mengurangi kecemasan dan kebingungan terkait masa depan.
Cinderella Complex pada Remaja Berpasangan: Adakah Peranan Fatherless dan Loneliness? Fadhillah, Hanifah Nur; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi krusial yang ditandai oleh tuntutan kemandirian dan tantangan perkembangan, termasuk membangun hubungan romantis yang sehat. Salah satu fenomena yang terjadi adalah cinderella complex, yaitu ketergantungan perempuan pada laki-laki yang dipicu oleh ketiadaan figur ayah dan perasaan kesepian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek remaja perempuan usia 16-21 tahun, melibatkan 151 responden melalui teknik kuota sampling. Pengumpulan data menggunakan skala Likert, meliputi skala cinderella complex (Dowling, 1980), skala fatherless (Lamb, 2010), skala loneliness (1996). Hasil menunjukan secara simultan fatherless dan loneliness memiliki hubungan positif dengan cinderella complex. Secara parsial fatherless memiliki hubungan yang positif dengan cinderella complex, begitu juga pada loneliness dengan cinderella complex secara parsial memiliki hubungan positif. Kata Kunci: Cinderella complex, ketiadaan peran ayah, kesepian, remaja berpasangan
Perilaku Prososial Online pada Generasi Z: Bagaimana Peranan Penalaran Moral? Amanah, Nur Izzah; Suroso, Suroso; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 2 No 04 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v2i04.12545

Abstract

Salah satu bentuk teknologi informasi yang berkembang pesat adalah media sosial. Di mana seiring berjalannya waktu, media sosial selain digunakan untuk berkomunikasi, mencari informasi, hiburan, sarana jual-beli online, personal branding, kini dapat digunakan untuk menolong seseorang secara online, hal ini disebut dengan perilaku prososial online. Prososial online sendiri dapat dipengaruhi salah satunya berhubungan dengan penalaran moral seseorang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah generasi Z yang berusia 18-24 tahun yang ada di Kota Surabaya dan melibatkan 123 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode skala Likert, yaitu skala perilaku prososial online (Eisenberg Mussen, 1989), dan skala penalaran moral (Gerwitz, 1992). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah spearman’s rho. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara penalaran moral dengan perilaku prososial online. Artinya di mana semakin tinggi penalaran moral seseorang, maka semakin sering seseorang melakukan prososial online. Kata Kunci: Generasi Z; Penalaran moral; Perilaku prososial online