JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles
260 Documents
Narsistik Era Digital: Investigasi mendalam harga diri dan intensitas penggunaan media sosial
Darmawan, Kevin;
Pratikto, Herlan;
Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9787
The rapid development of social media can affect student development, one of which is Instagram which ranks at the top as the social media platform that shows the most narcissistic side. This study aims to determine the relationship between self-esteem and intensity of Instagram social media use with narcissistic tendencies in college students. The population in the study was 941 students. Participants in the study were 281 students using accidental sampling techniques. The instruments in the study used the Guttman scale and Likert scale. The method used for data analysis is multiple regression with the help of SPSS 25.0 for windows. The results showed that there was a positive relationship between self-esteem and intensity of Instagram social media use with narcissistic tendencies in college students. The advice conveyed is able to control feelings when getting praise from other individuals when uploading activities on Instagram and reduce the intensity of Instagram use so as not to become a very intense user (classified as high) which can lead to narcissistic tendencies. Perkembangan media sosial yang berkembang pesat mampu mempengaruhi perkembangan mahasiswa, salah satunya adalah Instagram yang menempati urutan teratas sebagai platfrom media sosial paling banyak menunjukkan sisi narsistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan intensitas penggunaan media sosial instagram dengan kecenderungan narsistik pada mahasiswa. Populasi pada penelitian adalah 941 mahasiswa. Partisipan pada penelitian adalah 281 mahasiswa dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen pada penelitian menggunakan skala guttman dan skala likert. Metode yang digunakan untuk analisis data adalah regresi berganda dengan bantuan SPSS 25.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara harga diri dan intensitas penggunaan media sosial instagram dengan kecenderungan narsistik pada mahasiswa. Saran yang disampaikan mampu mengendalikan perasaan ketika mendapatkan pujian dari individu lain saat mengunggah aktivitas di instagram dan mengurangi intensitas penggunaan Instagram agar tidak menjadi pengguna yang sangat intens (tergolong tinggi) yang dapat memunculkan kecenderungan narsistik.
Hubungan Responsibility Dengan Kecenderungan Kecanduan Game Online
Saputro, Bagas Dwi Wahyu
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9788
This study aims to determine the relationship between responsibility and the tendency to be addicted to online games in East Surabaya. This research was conducted with a sample of 102 participants, aged 10-19 years. The sampling technique used simple random sampling. Data was taken using google form. This study used a Likert scale on responsibility and online game addiction variables. Data analysis was calculated using the Spearman rho correlation analysis method. The results in this study indicate that there is a negative relationship between responsibility and the tendency to be addicted to online games. This research is expected to contribute to reducing and preventing online game addiction behavior in adolescents. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara responsibility dengan kecenderungan kecanduan pada game online di Surabaya Timur. Penelitian ini dilakukan dengan partisipan sebanyak 102 sampel pada responden yang berusia 10 sampai 19 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data pada penelitian ini diambil menggunakan bantuan google form. Penelitian ini akan menggunakan skala likert pada variable responsibility dan kecanduan game online. Analisis data penelitian ini akan menggunakan metode analisis korelasi spearman’s rho. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif antara responsibility dengan kecenderungan kecanduan game online. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengurangi serta mencegah perilaku kecanduan game online pada remaja
Peran EFC: Stres Akademik dalam Menunggu Kenaikan Kelas?
Salsabiila, Rizka Afifa;
Meiyuntariningsih, Tatik;
Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9789
Academic stress is stress that arises from academic demands, requiring students to master and excel in all aspects related to their school subject in a short amount of time. This research aims to determine the relationship between emotion-focused coping and academic stress among students who waiting for a grade increase. This study is quantitative research employing purposive sampling technique for sample selection. The study included by 151 subjects who were active students aged around 15-18 years. The measurement tools used in this study were the academic stress scale and the emotion-focused coping scale. The data analysis technique used was the Person Product Moment correlation, which revealed a negative correlation between emotion-focused coping and academic stress experienced by the students. Stres akademik adalah stres yang timbul dengan stressor yang berasal dari tuntutan akademik, sehingga siswa dituntut untuk dapat dan harus menguasai semua hal yang berkaitan dengan pelajaran di sekolah dalam jangka waktu yang sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotion focused coping dengan stres akademik pada siswa yang menunggu kenaikan kelas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 151 subjek dengan kriteria seorang siswa siswi aktif berusia 15 – 18 tahun. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala stres akademik dan skala emotion focused coping. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Person Product Moment dengan hasil yang didapat adalah terdapat hubungan negatif antara emotion focused coping dengan stres akademik yang dialami oleh siswa siswi.
Bagaimana Peran Mindful Parenting dalam Mengatasi Stres Pengasuhan pada Ibu yang Memiliki Anak Usia Middle Childhood ?
Ramadhini, Nurul Dwi Putri;
Meiyuntariningsih, Tatik;
Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9790
This study aims to understand the correlation between mindful parenting patterns and the level of stress felt by mothers when caring for children with middle childhood age at the great children's institution (AHE) Morosunggingan Jombang. This research is classified as correlational research. The sample in the study was 50 mothers. The sampling method used was purposive sampling. Data were taken by applying the mindful parenting assessment scale and the level of stress in parenting. The use of data to conduct Spearman Rho correlation analysis with the help of SPSS 22. There is a strong and opposite correlation between mindful parenting and maternal parenting stress. High levels of mindful parenting are associated with low levels of parenting stress in mothers. Conversely, if the level of mindful parenting is low, then the level of parenting stress in mothers tends to be high. Therefore, the hypothesis in this study is accepted. Penelitian ini bertujuan untuk memahami korelasi antara pola pengasuhan yang penuh kesadaran dengan tingkat stres yang dirasakan oleh ibu ketika merawat anak dengan usia middle childhood di lembaga anak hebat (AHE) Morosunggingan Jombang. Penelitian ini tergolong penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian sebanyak 50 orang ibu. Pemilihan metode sampling yang dipakai yaitu purposive sampling. Data diambil dengan mengaplikasikan skala penilaian mindful parenting dan tingkat stres dalam pengasuhan. Penggunaan data untuk melakukan analisis kolerasi Spearman Rho dengan bantuan SPSS 22. Terdapat korelasi yang kuat dan berlawanan antara mindful parenting dan stres pengasuhan ibu. Tingkat mindful parenting tinggi berhubungan dengan tingkat stres pengasuhan yang rendah pada ibu. Sebaliknya, jika tingkat mindful parenting rendah, maka tingkat stres pengasuhan pada ibu cenderung tinggi. Dengan itu hipotesis dalam penelitian ini, diterima.
Motivasi Belajar Siswa : Bagaimana Peran Dukungan Sosialnya?
Raharja, Ayang Talita Dinda;
Suroso, Suroso;
Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9791
This study aims to determine the relationship between social support and student motivation at SMA IPIEMS Surabaya. The hypothesis put forward is that there is a positive relationship between social support and students’ learning motivation at SMA IPIEMS Surabaya. This research design uses a correlational quantitative research method. The research was conducted on 221 students who were students at SMA IPIEMS Surabaya. The instruments used in this study were the learning motivation scale according to Sardiman’s theory (2012), and the social support scale according to House’s theory (2013). This study uses Product Moment correlation analysis from Karl Pearson. This data analysis was carried out with the help of the Statistical Package For The Social Sciences (SPSS) program for windows version 25. Based on the results of the data analysis that had been carried out, it was found that social support and learning motivation found a Pearson correlation coefficient of 0.695 and a significance level of 0.000 ( (p<0.01) From the test results, the hypothesis in this study is accepted.These results indicate that there is a significant positive relationship between the two variables of this study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar siswa di SMA IPIEMS Surabaya . Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara dukungan sosial dengan motivasi belajar siswa pada sekolah SMA IPIEMS Surabaya. Desain Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif korelasional. Penelitian dilakukan terhadap 221 siswa yang merupakan siswa-siswi di SMA IPIEMS Surabaya. Instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah skala motivasi belajar sesuai dengan teori Sardiman (2012), dan skala dukungan sosial sesuai dengan teori House (2013). Penelitian ini menggunakan analisis korelasi Product Moment dari Karl Pearson. Analisis data ini dilakukan dengan bantuan program Statistical Paackage For The Social Sciences (SPSS) for windows versi 25. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan didapatkan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar ditemukan nilai koefi sien korelasi pearson correlation sebesar 0,695 dan taraf signifikasi sebesar 0,000 ((p<0,01). Dari hasil uji tersebut maka hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan pada kedua variabel penelitian ini.
Perilaku konsumtif pada wanita pengguna produk kecantikan: Apakah berhubungan dengan fear of missing out dan citra tubuh?
Anggraini, Rafidah Dwi;
Rini, Rr. Amanda Pasca;
Saragih, Sahat
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9800
This study aims to determine the relationship between Fear of Missing Out (FoMO) and Body Image with Consumptive Behavior in early adulthood consumers of beauty products. The research method used in this research is quantitative. Subjects were selected using accidental sampling of 111 participants. The data collection instrument used a consumptive behavior scale, a fear of missing out scale, and a body image scale. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis with the help of the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 26.0 for windows program. The results of the data analysis show that (1) there is a significant relationship between Fear of Missing Out (FoMO) and Body Image with Consumptive Behavior; (2) there is a significant relationship between Fear of Missing Out (FoMO) and Consumptive Behavior; (3) there is no significant relationship between Body Image and Consumptive Behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dan Citra Tubuh dengan Perilaku Konsumtif pada masa dewasa awal pengguna produk kecantikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Subjek dipilih menggunakan accidental sampling sebanyak 111 partisipan. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala perilaku konsumtif, skala fear of missing out, dan skala citra tubuh. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda dengan bantuan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) 26.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang signifikan antara Fear of Missing Out (FoMO) dan Citra Tubuh dengan Perilaku Konsumtif; (2) terdapat hubungan yang signifikan antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan Perilaku Konsumtif; (3) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Citra Tubuh dengan Perilaku Konsumtif.
Psychological Well-Being Korban Kekerasan Dalam Pacaran: Adakah Peranan Forgiveness?
Prasetyo, Andry Henry;
Meiyuntariningsih, Tatik;
Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9801
Psychological well-beingis self-assessment or self-evaluation resulting from the experiences and ambitions of an individual's life. Individuals have a positive attitude towards themselves and others, make their own decisions, regulate their behavior, have meaningful life goals and are able to fulfill their potential and are able to manage their environment according to their needs. The purpose of this study was to determine the relationship between forgiveness and psychological well-being in victims of dating violence. The research design uses quantitative methods to achieve research objectives. The subjects of this study were victims of dating violence in Surabaya, totaling 95 women. The measuring instrument uses forgiveness and psychological well-being scales, dating violence to find subject criteria. The data analysis technique uses the Spearman Brown correlation test. The results show that there is a significant positive relationship between forgiveness and psychological well-being in victims of dating violence. The hypothesis that says there is a relationship between forgiveness and psychological well-being in victims of dating violence is accepted. Psychological well-being adalah penilaian atau evaluasi diri yang dihasilkan dari pengalaman dan ambisi hidup individu. Individu memiliki sikap positif terhadap dirinya sendiri dan orang lain, membuat keputusan sendiri, mengatur perilakunya, memiliki tujuan hidup yang bermakna dan mampu memenuhi potensi dirinya serta mampu mengelola lingkungannya sesuai dengan kebutuhannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara forgiveness dengan psychological well-being pada korban kekerasan dalam pacaran. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif untuk mencapai tujuan penelitian. Subjek penelitian ini adalah korban kekerasan dalam pacaran di Surabaya yang berjumlah 95 perempuan. Instrumen alat ukur menggunakan skala forgiveness dan psychological well-being, kekerasan dalam pacaran untuk mencari kriteria subjek. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Brown. Hasil terdapat hubungan positif yang signifikan antara forgiveness dengan psychological well-being pada korban kekerasan dalam pacaran. Hipotesis yang berbunyi ada hubungan antara forgiveness dengan psychological well-being pada korban kekerasan dalam pacaran diterima.
Kesepian pada Mahasiswa: Bagaimana Peran Sosial Adjustment dan Pet Attachment ?
Harjanto, Ade Pradipta;
Sukiatni, Dwi Sarwindah;
Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9802
Every year when entering the new school year there are always students from outside the region or from their place of origin to pursue proper education in big cities. Obstacles and challenges faced by students such as loneliness are often experienced by overseas students, as well as factors that cause such as social adjustment. In addition, attachment to pets is also a factor in loneliness, therefore this study aims to determine the relationship between social adjustment and pet attachment with loneliness in overseas students in Surabaya. The design in this study used questionnaire information collection, while the subjects in this study were overseas students in the Sukolilo sub-district of Surabaya city, totaling 100 people. In this study using correlational qualitative methods. The results in this study show that there is no relationship between social adjustment and loneliness and there is a relationship between pet attachment and loneliness in overseas students in Surabaya. The conclusion in this study is that the first hypothesis is rejected and the second hypothesis is accepted, while the third hypothesis cannot be tested because it does not meet the prerequisite test. Setiap tahun ketika memasuki tahun ajaran baru selalu ada mahasiswa yang dari luar daerah atau mernatau dari tempat asal untuk menempuh pendidikan yang layak di kota-kota besar. Rintangan dan tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa seperti kesepian kerap kali dialami oleh mahasiswa rantau, adapun faktor yang menyebabkan seperti penyesuaian sosial. Selain itu kelekatan dengan hewan peliharaan juga menjadi faktor dalam kesepian, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social adjustment dan pet attachment dengan kesepian pada mahasiswa rantau di Surabaya. Desain dalam penelitian ini menggunakan pengumpulan informasi kuesioner, adapun subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa rantau yang ada di kecamatan Sukolilo kota Surabaya yang berjumlah 100 orang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif korelasional. Hasil dalam penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan antara social adjustment dengan kesepian dan terdapat hubungan antara pet attachment dengan kesepian pada mahasiswa rantau di Surabaya. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa hipotesis pertama ditolak dan hipotesis kedua diterima, adapun hipotesis ketiga tidak dapat diuji karena tidak memenuhi uji prasyarat.
Peran religiusitas dalam meminimalisir perilaku agresif pada remaja
Listiani, Intan;
Noviekayati, IGAA;
Rina, Amherstia Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9803
Aggressive behavior is a social psychological behavior that is prone to be experienced by adolescents. Especially middle youth aged 15-18 years. This study aims to determine the correlation between religiosity and aggressive behavior in adolescents. This research is a quantitative study with a correlational approach. The population in this study were all students of class X and XI at one of SMA X in Mojokerto. The total population is 618 students. While the number of samples in this study were 243 students. The sampling technique used is purposive sampling. Data collection is applied using a scale of religiosity and aggressive behavior scale. The correlation analysis uses the Pearson Product Moment correlation. The results of the study showed that there was a negative and significant relationship between religiosity and aggressive behavior in adolescents in grades X and XI at one of SMA X in Mojokerto. That is, the higher the religiosity of adolescents, the lower the aggressive behavior. Conversely, the lower the religiosity of adolescents, the higher the aggressive behavior. Perilaku agresif merupakan perilaku psikologi sosial yang rentan dialami oleh remaja. Khususnya remaja madya yang berusia 15-18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara religiusitas dengan perilaku agresif pada remaja. Penelitian ini sebuah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Adapun populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X dan XI di salah satu SMA X yang berada di Mojokerto. Jumlah populasi nya ialah 618 siswa/siswi. Sedangkan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 243 siswa/siswi. Teknik sampling yang digunakan ialah purposive sampling. Pengumpulan data yang diaplikasikan menggunakan skala religiusitas dan skala perilaku agresif. Analisis korelasi nya menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara religiusitas dengan perilaku agresif pada remaja kelas X dan XI di salah satu SMA X yang berada di Mojokerto. Artinya, semakin tinggi religiusitas remaja maka semakin rendah perilaku agresif nya. Sebaliknya, semakin rendah religiusitas remaja maka semakin tinggi perilaku agresif nya.
Perilaku Asertif pada Mahasiswa Psikologi : Apakah ada Peranan Konsep Diri ?
Purnomo, Rafliansyah Ikhwan Muharram;
Suroso, Suroso;
Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9804
Assertive behavior is the ability possessed by individuals to communicate what other people want, feel, think while respecting personal rights and the rights of others. One of the factors that influence assertive behavior is self-concept, when individuals believe and evaluate themselves positively the self-confidence will arise to carry out a behavior, one of which is assertive behavior. This study aims to analyze the relationship between self-concept and the assertive behavior of psychology students at the University of 17 August 1945 Surabaya. The hypothesis put forward is that there is a positive relationship between self-concept and assertive behavior in psychology students at the University of 17 August 1945 Surabaya. The research design uses a correlational quantitative research method. The study was conducted on 191 participants with an age range of 18-25 years who were psychology students at the University of August 17 1945 Surabaya class of 2019 and 2020. The instrument used in this study was the Assertive Behavior scale according to the theory of Alberti and Emmons (2002) and the self-concept scale according to with the theory of Calhoun and Acocella (1995). The data obtained were analyzed using the Spearman rho correlation technique with the help of SPSS 25 for Windows. Based on the results of the data analysis that has been done, it is found that there is a positive and very significant relationship between self-concept and assertive behavior. Perilaku asertif adalah kemampuan seseorang untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkannya kepada orang lain dengan tetap menghormati hak-hak pribadi dan orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku asertif adalah konsep diri yang dimana semakin individu yakin dan mampu menilai dirinya dengan positif maka akan menimbulkan keterbukaan dan kepercayaan diri untuk melakukan sebuah perilaku salah satunya perilaku asertif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep diri dengan perilaku asertif mahasiswa psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Hipotesis penelitian ini yaitu ada hubungan positif antara konsep diri dengan perilaku asertif pada mahasiswa psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Desain penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian dilakukan terhadap 191 partisipan dengan usia 18-25 tahun yang merupakan mahasiswa psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya angkatan 2019 dan 2020. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala Perilaku Asertif dengan menggunakan teori Alberti dan Emmons (2002) dan skala Konsep diri dengan menggunakan teori Calhoun dan Acocella (1995). Data yang didapatkan dianalisis dengan teknik korelasi Spearman rho dengan SPSS 25 for Windows. Berdasarkan analisis data penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif dan sangat signifikan antara Konsep diri dengan Perilaku Asertif.