JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles
260 Documents
Stres Mahasiswa Tingkat Akhir: Bagaimana Peranan Self Disclosure?
Rimania, Nifa;
Pratikto, Herlan;
Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9824
The obstacles that final year students go through in completing their thesis really need someone as a place to complain so that they can reduce the burden that is being carried. The purpose of this study was to determine the relationship between self-disclosure and stress of final year students working on their thesis. This research method uses quantitative correlation. The population in this study were all final year students at the Faculty of Psychology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya with a total of 197 students, with a sample of 112 students taken using purposive sampling technique. Data analysis techniques using Pearson Product Moment correlation obtained the results that there is a positive and significant relationship between self-disclosure and stress of final year students working on their thesis. Hambatan yang dilalui mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi sangat membutuhkan seseorang sebagai tempat untuk berkeluh kesah sehingga bisa mengurangi beban yang sedang dipikul. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self disclosure dengan stres mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini seluruh mahasiswa tingkat akhir di fakultas psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dengan jumlah 197 mahassiwa, dengan perolehan sampel sebanyak 112 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self disclosure dengan stress mahasiswa tingkat akhir yang mengerjakan skripsi.
Kaitan psychological well being pada work engagement karyawan PT Semen Indonesia Distributor
Ilmiawan, Achmad Rouf;
Sukiatni, Sarwendah;
Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9825
Employees are the most valuable resource in an organization and providing them with a stable long-term career is a win-win situation for both the organization and the employee. Therefore, companies must have employees who have good work engagement. Employees with good work engagement will bring enthusiasm, dedication and appreciation to work. This research was conducted with the aim of knowing the relationship between psychological well-being and work engagement among PT Semen Indonesia Distributor employees. This study uses a correlational quantitative method. The population in this study were 300 employees of PT Semen Indonesia Distributor. Sampling in this study using accidental sampling technique. The participants used in this study were 173 employees of PT Semen Indonesia Distributor. The data collection method uses a Likert scale. The measuring instrument used is a modified scale of work engagement scale and psychological well being scale. Hypothesis testing in this study used Spearman's rho correlation with the help of SPSS (Statistical Product and Service Solution) for window version 25. The results of data analysis showed that the rho value = 0.207 with a significance of p = 0.015 (p <0.05) so that there is a positive relationship between psychological well being with work engagement on employees of PT Semen Indonesia Distributor. Karyawan adalah sumber daya yang paling bernilai dalam organisasi dan memberinya karir jangka panjang yang stabil adalah suatu situasi yang saling menguntungkan baik bagi organisasi maupun bagi karyawan. Oleh sebab itu perusahaan harus memiliki karyawan yang memiliki work engagement yang baik. Karyawan dengan work engagement yang baik akan memunculkan semangat, dedikasi dan penghayatan dalam bekerja. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan psychological well being dengan work engagement pada karyawan PT Semen Indonesia Distributor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 300 karyawan PT Semen Indonesia Distributor. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Accindental sampling. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 173 karyawan PT Semen Indonesia Distributor. Metode pengumpulan data menggunakan skala likert. Alat ukur yang digunakan adalah skala modifikasi skala work engagement dan skala psychological well being. Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan korelasi Spearman’s rho dengan bantuan SPSS (Statistical Product and Service Solution) for window versi 25. Hasil analisis data menunjukkan nilai rho sebesar = 0,207 dengan signifikansi sebesar p = 0,015 (p<0.05) sehingga ada hubungan positif antara psychological well being dengan work engagement pada karyawan PT Semen Indonesia Distributor .
Body dissatisfaction pada mahasiswi pengguna Tik Tok: adakah peranan perfeksionisme?
Dewi, Diah Puspita;
Pratikto, Herlan;
Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9827
Tik Tok's content regarding perfect appearance makes individuals feel dissatisfied and strive to achieve that perfection. Perfectionism is a potential factor for individuals experiencing body dissatisfaction. The purpose of this study was to determine the relationship between perfectionism and body dissatisfaction in female students using Tik Tok in Surabaya Raya. This research is of a quantitative type, the data collection instrument used the body dissatisfaction scale of Rosen and Reiter's theory (1995) and the perfectionism scale of Smith's theory, et al (2016). The research subjects were 180 female students using Tik Tok in Surabaya Raya. This research uses non-probability sampling technique. Data analysis technique using pearson product moment. The results of the analysis show a significant relationship between the two variables. The conclusion of this study is that perfectionism plays a fairly high role in the emergence of body dissatisfaction. Konten Tik Tok mengenai penampilan sempurna membuat individu merasa tidak puas dan berupaya untuk mencapai kesempurnaan tersebut. Perfeksionisme menjadi faktor potensial individu mengalami body dissatisfaction. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perfeksionisme dengan body dissatisfaction pada mahasiswa perempuan pengguna Tik Tok di Surabaya Raya. Penelitian ini berjenis kuantitatif, instrumen pengumpulan data menggunakan skala body dissatisfaction teori Rosen dan Reiter (1995) dan skala perfeksionisme teori Smith, et al (2016). Subjek penelitian berjumlah 180 mahasiswi pengguna Tik Tok di Surabaya Raya. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling. Teknik analisis data menggunakan pearson product moment. Hasil analisis menunjukkan hubungan signifikan antara kedua variabel. Kesimpulan penelitian ini adalah perfeksionisme berperan cukup tinggi atas timbulnya body dissatisfaction.
Fanatisme Suporter Bonek Ditinjau Dari Kematangan Emosi
Prilianti, Oktavia Dwi;
Noviekayati, IGAA;
Ananta, Aliffia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9828
Football is one of the most popular sports in Indonesia. Football is not far from its fans. Indonesia itself has a very fanatical support group and is no less than the supporters, namely Bonek. This study aims to determine the relationship between emotional maturity and fanaticism behavior in Bonek football fans in the Persebaya fans group on Telegram. This research uses quantitative research methods. The sampling technique used was a purposive sampling technique with 140 people as a sample. The instruments in this study used an emotional maturity scale whose validity was tested into 37 items and the fanaticism scale whose validity was tested became 24 items. Data analysis used Spearman Brown correlation. The results of the data analysis show that there is a relationship between emotional maturity and fanaticism behavior in Bonek football fans in the Persebaya fans group on Telegram with a negative relationship between the two variables. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the higher a person's emotional maturity, the lower the behavior of fanaticism, and vice versa. Sepak bola menjadi satu dari berbagai olahraga yang sangat diminati di Indonesia. Olahraga sepak bola tidak jauh dari suporternya. Indonesia sendiri memiliki suatu kelompok pendukung yang amat fanatik dan tak kalah dengan para suporter yaitu Bonek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku fanatisme pada suporter sepak bola Bonek di group Persebaya fans di Telegram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan 140 orang sebagai sampel. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala kematangan emosi yang diuji validitasnya menjadi 37 aitem dan skala fanatisme yang telah diuji validitasnya menjadi 24 aitem. Analisis data menggunakan korelasi Spearman Brown. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku fanatisme pada suporter sepak bola Bonek di group Persebaya fans di Telegram dengan hubungan negatif antara kedua variabel tersebut. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat diambil kesimpulan semakin tinggi kematangan emosi seseorang, maka akan semakin rendah perilaku fanatisme, begitu pula sebaliknya.
Parenting Self Efficacy Orangtua Yang Mempunyai Anak Berkebutuhan Khusus: Bagaimana Peranan Kecerdasan Emosinya ?
Inaya, Ilma Budi;
Meiyuntariningsih, Tatik;
Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9829
This study aims to determine the relationship between Emotional Intelligence and Parenting Self Efficacy. Emotional intelligence is the ability of individuals to recognize their own feelings, recognize the feelings of others, have the ability to manage emotions well towards themselves and others, have the ability to motivate themselves, and be able to build relationships with others. Parenting self efficacy is the parents' self-confidence or ability towards their ability to care for children so that they direct them to parenting patterns that are in accordance with the characteristics of the child. This research was conducted using quantitative methods to 110 research subjects with the criteria of parents who have children with any special needs. The data collection method for Emotional Intelligence and Parenting self-efficacy scales uses a sampling technique, namely purposive sampling technique. The results of the hypothesis testing used were the Pearson Spearman rhoCorrelation assisted by the Statistical Package for Social Science (SPSS) program version 25.0 for windows with the analysis results which means that there is a very significant and positive relationship between Emotional Intelligence and Parenting self-efficacy. So it can be concluded that Emotional Intelligence associated with Parenting self-efficacy parents who have children with special needs in Nganjuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Parenting Self Efficacy. Kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan individu untuk mengenali emosi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, kemampuan mengelola emosi dengan baik untuk diri sendiri dan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain. Parenting self efficacy adalah keyakinan atau kemampuan orang tua untuk mengasuh anaknya dengan cara bagaimana membimbing mereka dalam mengasuh anak agar sesuai dengan karakteristik anak. keyakinan atau kemampuan diri orangtua terhadap kemampuan mereka dalam mengasuh anak sehingga mengarahkan mereka kepada pola asuh yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif kepada 110 subjek penelitian dengan kriteria orangtua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus apapun. Metode pengambilan data skala Kecerdasan Emosional dan Parenting self efficacy dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling. Hasil uji hipotesis yang digunakan yaitu Spearman rho yang dibantu oleh program Statictic Package for Social Science (SPSS) versi 25.0 for windows dengan hasil analisis yang diperoleh bahwa terdapat hubungan positif dan sangat signifikan antara Kecerdasan Emosional dengan Parenting self efficacy pada orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Nganjuk. Maka dapat disimpulkan bahwa Kecerdasan Emosional berhubungan dengan Parenting self efficacy.
Dukungan Sosial dan Stres pada Remaja dengan Latar Belakang Orang Tua Bercerai
Putri, Nabillah Eka;
Meiyuntariningsih, Tatik;
Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9830
This study aims to identify social support relationships and stress in adolescents withdi vorced parents. Social support is a support for comfort and assistance from friendships, families, between individuals and groups with individual emotional closeness. The population of the study was 102 people. The study involved masing 22 males and 80 females with an average age of 14- 19 years. This take uses the scale of social support and stress. The analysis process uses a product moment correlation that shows a significant negative correlation between social support and stress in adolescents and the background of divorced parents. The higher the social support, the lower the stress experienced by teenagers with divorced parents. Rather, the lower the social support, the higher the stress experienced by teenagers with divorced parents. Penelitian ini bertujuaan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan stres pada remaja dengan latar belakang ora tua bercerai. Dukungan sosial merupakan sebuah dukungan kenyamanan dan bantuan yang didapatkan dari hubungan pertemanan, keluarga, antar individu maupun kelompok yang memiliki kedekatan emosional individu. Populasi pada penelitian ini sebanyak 102 orang. Penelitian ini melibatkan masing – masing 22 laki-laki dan 80 perempuan dengan rata-rata usia 14-19 tahun Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probilty sampling secara purposive sampling. Pengambilan ini menggunakan skala dukungan sosial dan stres. Proses analisis menggunakan korelasi product moment yang menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara dukungan sosial dan stres pada remaja dengan latar belakang orang tua bercerai. Semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah stres yang dialami remaja dengan latar belakang orang tua bercerai. Sebaliknya semakin rendah dukungan sosial maka semakin tinggi stres yang dialamiremaja dengan latar belakang orang tua bercerai.
Resiliensi Santri : Bagaimana peran Religious Coping menghadapi Quarter Life Crisis ?
Suryadiningrum, Belva Artanti;
Haque, Sayidah Aulia'ul;
Saragih, Sahat
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9831
This study aims to determine the relationship between religious coping and resilience in facing a quarter life crisis in students at the Islamic boarding school Assalafi Al Fithrah Surabaya. Resilience is the ability to develop and grow after experiencing loss or trauma. The population in this study was 996 people. This study involved 290 people aged 18-20 years consisting of grade 12 students consisting of male students and female students as research subjects. Data collection using religious coping scale with resilience Sampling technique using non-probability sampling technique by purposive sampling. Conversely, if religious coping is low, the level of resilience of Islamic boarding school students is also low, this proves that the hypothesis proposed by the researcher is accepted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religious coping dan resiliensi menghadapi quarter life crisis pada santri di pondok pesantren assalafi al fithrah surabaya. Resiliensi merupakan kemampuan untuk berkembang dan tumbuh setelah mengalami kehilangan atau trauma. Populasi pada penelitian ini sebanyak 996 orang. Penelitian ini melibatkan 290 orang yang berusia 18-20 tahun yang terdiri dari santri kelas 12 yang terdiri dari santri laki – laki dan santri wanita sebagai subjek penelitian. Pengambilan data menggunakan skala religious coping dengan resiliensi Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probabilty sampling secara purposive sampling. Hasil tersebut menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara religious coping dengan resiliensi pada santri di pondok pesantren. Sebaliknya jika religious coping rendah maka tingkat resiliensi santri pondok pesantren juga rendah hal ini membuktikan bahwa hipotesis yang diajukan oleh peneliti diterima.
Kecemasan Karir : Bagaimana Peranan Stres Akademik dan Hardiness pada Mahasiswa Akhir?
Wardani, Erika Renanda Putri;
Santi, Dyan Evita;
Kusumandari, Rahma
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9832
This study aims to determine 1) the relationship between academic stress and hardiness with future career anxiety in final students 2) the relationship between academic stress and future career anxiety in final students 3) the relationship between hardiness and future career anxiety in final students. In this study, a population of 121 people was obtained by purposive sampling technique. The analysis technique in this study uses multiple regression analysis to determine the effect of academic stress and hardiness with future career anxiety in final students. The measuring tools used in this study were the academic stress scale, the hardiness scale, and the career anxiety scale. The results of this study said there was a correlation of variables of academic stress and hardiness with future career anxiety in final students. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) hubungan antara stres akademik dan hardiness dengan kecemasan karir di masa depan pada mahasiswa akhir 2) hubungan antara stres akademik dengan kecemasan karir di masa depan pada mahasiswa akhir 3) hubungan antara hardiness dengan kecemasan karir di masa depan pada mahasiswa akhir. Pada peneltian ini memperoleh populasi sebanyak 121 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda guna mengetahui pengaruh stress akademik dan hardiness dengan kecemasan karir di masa depan pada mahasiswa akhir. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yakni skala stres akademik, skala hardiness, dan skala kecemasan karir. Hasil penelitian ini mengatakan adanya korelasi variabel stres akademik dan hardiness dengan kecemasan karir di masa depan pada mahasiswa akhir.
Kematangan emosi dengan kecenderungan perilaku agresif pada mahasiswa
Abubakar, Feliya;
Noviekayati, IGAA;
Ananta, Aliffia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9833
In recent years the phenomenon of aggressiveness in students has increased which does not reflect the role of the student figure. This study to determine the relationship between emotional maturity and the tendency of aggressive behavior in students. This research is a type of quantitative research using correlational research. The subjects in this study were 175 students in the city of Surabaya, who were selected through a simple random sampling technique. This data collection instrument used an aggressiveness scale and an emotional maturity scale. Data analysis techniques in this study used IBM Statistics version 26 for windows. The results of the non-parametric correlation test for Spearman's rho analysis were -0.978 which indicated that there was a negative relationship with a correlation score of 0.000 with p = 0.000 (p <0.01). This means that there is a significant relationship between emotional maturity and aggressive behavior. The lower the emotional maturity, the higher the aggressive behavior in students. And vice versa, the higher the emotional maturity, the lower the aggressive behavior in college students. Beberapa tahun terakhir fenomena agresivitas pada mahasiswa meningkat dimana tidak mencerminkan peran sosok mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dengan kecenderungan perilaku agresifpada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian korelasional. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 175 mahasiswa di kota Surabaya, yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrument pengumpulan data ini menggunakan skala agresivitas dan skala kematangan emosi Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM Statistics versi 26 for windows. Hasil uji korelasi teknik non parametric analisis spearman rho sebesar -0,978 dimana menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dengan skor korelasi 0,000 dengan p = 0.000 (p<0,01). Artinya terdapat hubungan signifikan antara kematangan emosi dengan perilaku agresif. Semakin rendah kematangan emosi semakin tinggi perilaku agresif pada mahasiswa. Begitupun sebaliknya, semakin tinggi kematangan emosi semakin rendah perilaku agresif pada mahasiswa.
Loneliness Dan Konformitas Dengan Kecenderungan Agresi Verbal Pada Pengguna Media Sosial Twitter
Anggraheni, Dyah Ayu Niken Ari;
Rini, Amanda Pasca;
Ariyanto, Eko April
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 1 (2023): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30996/jiwa.v1i1.9834
The purpose of this study was to determine the relationship between loneliness and conformity with a Tendency to verbal aggression behavior on Twitter social media users, to determine the relationship between loneliness and verbal aggression behavior on Twitter social media users, to determine the relationship between conformity and tendency verbal aggression behavior on media users. The research design used is a quantitative approach with a correlational type of research to determine the relationship between the independent variables and the dependent variable. Subjects who participated in this study were 154 respondents who were in Surabaya. Sampling using non-probability sampling by accidental sampling. The data collection method uses the Loneliness, Conformity a tendency to Verbal Aggression scales. Data analysis in this study using Multiple regression analysis correlation with the help of the SPSS version 24.0 program obtained correlation results of 0.00 <0.05 and F count 21,424 > F table 3.06. This means that there is a very significant and positive relationship between loneliness conformity and tendency verbal aggression behavior, there is a very significant relationship between loneliness conformity and tendency verbal aggression behavior, and there is no relationship between conformity and tendency verbal aggression. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui hubungan antara loneliness dan konformitas dengan kecenderungan perilaku agresi verbal pada pengguna media sosial twitter, untuk mengetahui hubungan antara loneliness dengan kecenderungan agresi verbal pada pengguna media sosial twitter, untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan kecenderungan agresi verbal pada pengguna media sosial twitter. Desain penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Subjek yang berartisipasi dalam penelitian ini sejumlah 154 responden yang berada di Surabaya. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling secara accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala Loneliness, Konformitas dan kecenderungan Agresi Verbal. Analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan korelasi Analisis regresi ganda dengan bantuan program SPSS versi 24.0 diperoleh hasil korelasi sebesar 0,00<0,05 dan F hitung 21.424 > F table 3.06. Artinya terdapat hubungan yang sangat signifikan dan bersifat positif antara loneliness konformitas dengan kecenderungan agresi verbal, terdapat hubungan yang sangat signifikan antara loneliness konformitas dengan kecenderungan agresi verbal, dan tidak ada hubungan antara konformitas dengan kecenderungan agresi verbal.