cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI BAPPEKO X Wakhidatun Nafi’atus Sholikah; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.46618

Abstract

HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA PEREMPUAN PENGGUNA TIKTOK Rizka Ayu Febriani; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46624

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan penerimaan diri pada remaja perempuan pengguna tiktok. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Subyek pada penelitian ini adalah mahasiswi perempuan di salah satu jurusan di perguruan tinggi yang berusia 18-21 tahun sebanyak 473 yang merupakan pengguna media sosial tiktok. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian yakni skala body image dan skala penerimaan diri yang disusun oleh peneliti yang didasarkan pada aspek-aspek dari tiap variabel. Data yang telah didapatkan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product moment pearson bantuan SPSS versi 23.00 for mac. Hasil koefisien korelasi sebesar 0,784 (r = 0,784) yang menunjukkan tingkat koefisien korelasi pada penelitian memiliki tingkat yang kuat, dengan taraf sig. sebesar 0,000 (p<0,05). Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa adanya hubungan antara body image dengan penerimaan diri pada remaja perempuan pengguna tiktok. Kata Kunci : Body Image, Penerimaan diri, Perempuan, Tiktok Abstract This study aims to determine the relationship between body image and self-acceptance in young women using tiktok. This research was conducted with a quantitative approach. The subjects in this study were 473 Psychology students of University X aged 18-21 years who were users of social media tiktok. The sampling technique used is simple random sampling technique. The instrument in this study was the body image scale and self-acceptance scale which were compiled by the researcher based on the aspects of each variable. The data that has been obtained is then analyzed using the Pearson product moment correlation technique with the help of SPSS version 23.00 for mac. The results of the correlation coefficient of 0.784 (r = 0.784) which indicates the level of the correlation coefficient in this study has a strong level, with a level of sig. of 0.000 (p<0.05). Thus, it can be concluded that there is a relationship between body image and self-acceptance in adolescent girls who use tiktok. Keywords : Body Image, Self Acceptance, Women, Tiktok
HUBUNGAN ANTARA KESEPIAN DAN KONTROL DIRI TERHADAP REMAJA YANG MENGALAMI SMARTPHONE ADDICT Nadia Rucita; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46647

Abstract

ABSTRAK Smartphone addict didefinisikan sebagai penggunaan smartphone yang berlebihan sehingga berpotensi menggaggu kegiatan sehari hari. Semakin dalamnya individu tenggelam dalam dunia maya yang terdapat dalam smartphone, maka kecenderungan individu untuk menjauh dari kehidupan sosialnya semakin tinggi. Salah satu penyebab munculnya adiksi ponsel adalah kesepian dan kontrol diri yang dimiliki individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dan kontrol diri terhadap remaja yang mengalami smartphone addict. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan partisipan siswa SMK. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala smartphone addict, kesepian dan kontrol diri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar ketiga variabel. Data dikumpulkan melalui proses penyebaran link berupa google form kepada siswa siswi di SMK. Hasil yang didapat dari penelitian yang dilakukan adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kesepian dan kontrol diri dengan smartphone addict pada siswa SMKN Y. Kata kunci :Smartphone addict, Kesepian, Kontrol Diri, dan Siswa. ABSTRACT Smartphone addict is defined as excessive use of a smartphone so that it has the potential to interfere with daily activities. The deeper the individual is immersed in the virtual world contained in the smartphone, the higher the tendency of the individual to stay away from his social life. One of the causes of the emergence of mobile phone addiction is loneliness and self-control that individuals have. This study aims to determine the relationship between loneliness and self-control of adolescents suffer smartphone addicts. In this study, the method used is a quantitative approach with vocational students as participants. The sampling technique in this study used random sampling. The instrument in this study used a smartphone addict, loneliness and self-control scale. The data analysis technique used in this study is simple regression analysis which is used to determine the relationship between the three variables. The data was collected through a link distribution process in the form of a google form to students inSMK. The results obtained from the research conducted are that there is a significant relationship between loneliness and self-control with smartphone addicts in SMKN Y students Keywords: Smartphone addict, Loneliness, Self-Control and Students
HUBUNGAN HEALTH BELIEF MODEL DENGAN PERILAKU KEPATUHAN TERHADAP PROGRAM VAKSINASI COVID-19 PADA MAHASISWA Naufal Ferdian Zuhdi Pratama; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46649

Abstract

Abstrak Pemerintah resmi melakukan program vaksinasi Covid-19, dan terdapat fenomena Pro-kontra pada program vaksinasi Covid-19, sehingga adanya masyarakat yang menolak melakukan program vaksinasi pemerintah. Namun pada akhir bulan September 2021 angka penerimaan vaksinasi covid-19 meningkat dan membuat Indonesia menerima peringkat 6 dunia dalam jumlah orang yang menerima vaksin. Health Belief Model bisa dijadikan dasar untuk menganalisis factor yang berhubungan dengan penerimaan vaksid covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Health Belief Model (HBM) dengan Perilaku Kepatuhan terhadap program vaksinasi covid-19 pada Mahasiswa. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 362 Mahasiswa dan Penelitian ini melibatkan mahasiswa dengan rentang umur 18-25 tahun yang sudah melakukan vaksin Covid-19 tahap 1 ataupun tahap 2. Penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi product moment yang menunjukkan adanya hubungan antara health belief model dengan perilaku kepatuhan vaksinasi covid-19 pada mahasiswa. Berdasarkan data hasil pada penelitian ini diketahui nilai signifikansi sebesar 0.000 lebih besar dari 0,05 sedanglan nilai koefisien korelasi memperoleh nilai sebesar 0,718 sehingga terdapat hubungan signifikan dengan arah positif. Kata Kunci: Health Belief Model,Perilaku Kepatuhan,Vaksinasi Covid-19 Abstract The government officially carries out the Covid-19 vaccination program, and there are pros and cons phenomena in the Covid-19 vaccination program, so there are people who refuse to carry out the government vaccination program. However, at the end of September 2021, the number of receiving Covid-19 vaccinations increased and made Indonesia ranked 6th in the world in the number of people who received the vaccine. The Health Belief Model can be used as a basis for analyzing factors related to receiving the COVID-19 vaccine. This study aims to determine the relationship between the Health Belief Model (HBM) and Compliance Behavior towards the Covid-19 vaccination program in students. Quantitative method is the method used in this research. The sample of this research was carried out by 362 students and this study involved students with an age range of 18-25 years who had taken the Covid-19 vaccine stage 1 or stage 2. The data analysis technique used was the product moment correlation technique which showed a relationship between the health belief model and adherence to covid-19 behavior in students. Based on the results of this study, it is known that the significance value of 0.000 is greater than 0.05 while the correlation coefficient value is 0.718 so that there is a significant relationship with a positive direction. Keywords: Health Belief Model, Compliance Behavior, Covid-19 Vaccination
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI Christina Prisillia Parlin; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46650

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan employee enagement pada karyawan bagian produksi. Metode dari penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Subjek yang digunakan sebanyak 40 karyawan bagian produksi dan didapatkan dengan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala yang terdiri dari skala persepsi dukungan organisasi dengan skala employee engagement. Untuk analisis data menggunakan uji korelasi product moment dengan SPSS 25.0 for windows. Berdasarkan pada hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat adanya hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan employee engagement pada karyawan bagian produksi, dikarenakan nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0.001 > 0.05 dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.509. Maka, bisa disimpulkan bahwasannya terdapat hubungan signifikansi yang positif antar variabel. Maknanya bahwa apabila tingkat persepsi dukungan organisasi yang dimiliki oleh seorang karyawan tinggi maka semakin tinggi employee engagement pada diri karyawan tersebut, dan sebaliknya bila persepsi dukungan organisasi yang dimiliki oleh seorang karyawan rendah maka semakin rendah employee engagement yang dimiliki oleh karyawan tersebut. Kata Kunci: persepsi dukungan organisasi, employee engagement, karyawan produksi. Abstract This study aims to determine the relationship between perceived organizational support and employee enagement of production employees. The method of this research is quantitative method. The subjects used were 40 employees of the production division and obtained by saturated sampling technique. This research data collection uses a scale consisting of a perceived organizational support scale with an employee engagement scale. For data analysis using product moment correlation test with SPSS 25.0 for windows. Based on the results of data analysis, it shows that there is a relationship between perceived organizational support and employee engagement in production employees, because the significance value obtained is 0.001 > 0.05 with a correlation coefficient of 0.509. So, it can be concluded that there is a positive significant relationship between variables. This means that if the perceived level of organizational support possessed by an employee is high, the employee engagement will be higher, and conversely if the perceived organizational support for an employee is low, the employee engagement will be lower. Keywords: perceived organizational support, employee engagement, production employee.
HUBUNGAN ANTARA JOB CHARACTERISTICS DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARYAWAN PT X Thalita Imania Tiurmaida; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46654

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara job characteristics dengan employee engagement pada karyawan PT X. Metode yang digunakan yakni menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80 karyawan bagian manajemen. Teknik pengumpulan data menggunakan skala employee engagement dan skala job characteristics. Pada penelitian ini menggunakan analisa data product moment dengan menggunakan program SPSS versi 25.0 for windows. Hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat hubungan antara job characteristics dengan employee engagement pada karyawan PT X. Hal ini dibuktikan dari taraf signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,865. Berdasarkan hasil analisis data tersebut disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara job characteristics dengan employee engagement pada karyawan PT X, sehingga semakin tinggi job characteristics maka akan semakin tinggi pula employee engagement, dan berlaku sebaliknya. Jika nilai job characteristics yang didapatkan rendah, maka nilai employee engagement yang akan didapatkan juga rendah.Kata Kunci: Karakteristik pekerjaan, keterikatan karyawan, karyawan, pekerjaan.AbstractThis study aims to determine the relationship between job characteristics and employee engagement at PT X employees. The method used is a quantitative approach. The subjects used in this study were 80 employees of the management department. The data collection technique used an employee engagement scale and a job characteristics scale. In this study using product moment data analysis using SPSS version 25.0 for windows. The results of data analysis showed that there was a relationship between job characteristics and employee engagement in PT X employees. This was evidenced by a significance level of 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of 0.865. Based on the results of the data analysis, it is concluded that there is a significant and positive relationship between job characteristics and employee engagement in PT X employees, so that the higher the job characteristics, the higher the employee engagement, and vice versa. If the value of the job characteristics obtained is low, then the value of employee engagement that will be obtained is also low.Keyword: job characteristics, employee engagement, employees, work.
HUBUNGAN KEPUASAN KERJA DENGAN LOYALITAS KERJA PADA MARKETING KONTRAK PT. X CABANG SURABAYA Raditya Seta Sukma; Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46655

Abstract

Abstrak Kewajiban pekerja dalam suatu perusahaan memunculkan banyak fenomena di lingkungan pekerjaan. Fenomena tersebut dapat berbentuk fenomena positif maupun fenomena negatif. Fenomena kepuasan kerja merupakan salah satu fenomena positif dalam perusahaan. Akomodasi, lingkungan pekerjaan dan beban pekerjaan menjadi faktor yang menyebabkan fenomena ini muncul. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja dengan loyalitas kerja di PT. X cabang Surabaya. Metode pengambilan sampel penelitian ini menggunakan probability cluster sampling dengan karakteristik telah berkerja sebagai marketing kontrak PT. X, minimal satu tahun. Jumlah subjek penelitian mencapai 30 orang dengan data diperoleh melalui instrument penelitian berupa kuesioner yang disusun menggunakan turunan dari indikator loyalitas kerja dan indikator kepuasan kerja. Teknik analisa data parametrik dilakukan dengan Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini memperoleh korelasi senilai 0,808. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang kuat antara kepuasan kerja dengan loyalitas kerja pada marketing kontrak PT. X. Kata kunci : Kepuasan Kerja, Loyalitas Kerja, Karyawan Marketing kontrak Abstract The obligations of workers in a company give rise to many phenomena in the work environment. This phenomenon can be in the form of a positive phenomenon or a negative phenomenon. The phenomenon of job satisfaction is one of the positive phenomena in the company. Accommodation, work environment and workload are factors that cause this phenomenon to appear. This research aims to determine the relation of job satisfaction and job loyalty at PT. X Surabaya branch. The sampling method of this research uses probability cluster sampling with characteristic of has worked as marketing contract minimum a year. The amount of research subjects reached 30 people with data obtained through a research instrument in the form of a questionnaire arranged using derivatives of job loyal indicators and job satisfaction indicators. Parametric data analysis techniques were performed using pearson product moment. The results of this study obtained a correlation coefficient of 0.808. The results of this study indicate that there is a strong relationship between job satisfaction and job loyalty on the marketing contract of PT. X Surabaya branch. Keywords : Job satisfaction, Job Loyalty, Marketing Contract
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN MIXING Brilliant Dennisloriza Gray Setyayu Putri; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46656

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan bagian mixing. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh sehingga, seluruh anggota populasi menjadi subjek penelitian yang berjumlah 50 karyawan bagian mixing dengan berstatus karyawan tetap. Instrumen pada penelitian ini yaitu berupa skala beban kerja dan skala kelelahan kerja. Jenis instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah skala likert. Data yang diperoleh selanjutnya, dianalisis dengan menggunakan uji korelasi product moment dengan bantuan software SPSS 24.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi r sebesar 0,775 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang searah antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada karyawan bagian mixing. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi beban kerja maka, semakin tinggi pula kelelahan kerja pada karyawan bagian mixing. Sebaliknya jika semakin rendah beban kerja maka, semakin rendah pula kelelahan kerja. Kata Kunci : Beban Kerja, Kelelahan Kerja, Mixing. Abstract The purpose of this research is to determine the relationship between workload and job burnout in mixing employees. This research was conducted using correlational quantitative research methods. The sampling technique used is a saturated sampling technique so that all members of the population become research subjects totaling 50 employees of the mixing section with the status of permanent employees. The instrument in this research is in the form of a workload scale and a job burnout scale. The type of instrument used in this study is a Likert scale. The data obtained were then analyzed using the product moment correlation test with the help of SPSS 24.0 software for windows. The results of the analysis showed that the correlation coefficient r was 0.775 with a significance level of 0.000 (p <0.05). These results indicate that there is a unidirectional relationship between workload and job burnout on employees in the mixing department. This proves that the higher the workload, the higher the job burnout of the employees in the mixing department. On the other hand, the lower the workload, the lower the job burnout.Keywords: Workload, Job Burnout, Mixing.
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DENGAN PERILAKU INOVATIF PADA GURU Tutuk Noviasari; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46784

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perceived organizational support dan perilaku inovatif di kalangan guru. Metodologi penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif berkorelasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan seluruh anggota populasi berjumlah 60 guru. Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan skala perceived organizational support dan skala perilaku inovatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi pearson product moment menggunakan software SPSS 25.0 for Mac. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perceived organizational support dengan perilaku inovatif pada guru. Hal ini dibuktikan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,709. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara perceived organizational support dengan perilaku inovatif. Hal ini menunjukkan bahwa jika angka perceived organizational support semakin tinggi maka semakin tinggi pula tingkat perilaku inovatif pada guru. Hal ini berlaku juga sebaliknya, jika angka perceived organizational support cenderung rendah maka perilaku inovatif pada guru juga akan rendah.Kata Kunci: Perceived Organizational Support, Perilaku Inovatif, GuruAbstractThis study aimed to determine the relationship between perceived organizational support and innovative behavior among teachers. This research methodology uses correlated quantitative research methods. This study used a saturated sampling technique with all population members totalling 60 teachers. This study uses a questionnaire with a perceived organizational support scale and an innovative behavior scale. The data obtained were analyzed using the Pearson product-moment correlation test using SPSS 25.0 for Mac software. The results of data analysis show that there is a relationship between perceived organizational support and innovative behavior in teachers. This is evidenced by a significance level of 0.000 (p <0.05) with a correlation coefficient of 0.709. Based on the analysis results, it can be concluded that there is a significant and positive relationship between perceived organizational support and innovative behavior. This result shows that the higher the perceived organizational support, the higher the level of innovative behavior in teachers. This result also applies to the contrary, if the number of perceived organizational support tends to be low, the innovative behavior of teachers will also be low.Keywords: Perceived Organizational Support, Work Innovative Behavior, Teachers
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN RUMAH SAKIT X SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Tina Gusmara Dewi; Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46788

Abstract

AbstrakStres kerja merupakan sebuah permasalahan karyawan yang dikarenakan adanya beban kerja melebihi kemampuan dari karyawan tersebut. Salah satu aspek yang berkontibusi dalam stres kerja adalah kecerdasan emosi. Dimana individu dengan kecerdasan emosi yang tinggi diasumsikan dapat menekan stres kerja menggunakan cara-cara yang baik. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja pada karyawan Rumah Sakit X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menyebarkan kuisioner dua variabel. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan cara purposive sampling, dimana karyawan Rumah Sakit X akan diambil berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 80 karyawan Rumah Sakit X, kemudian akan diambil 30 karyawan untuk menjadi subjek tryout dan 50 karyawan sebagai subjek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS versi 21.0 for Windows. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa kecerdasan emosi berpengaruh secara signifikan negatif terhadap stres kerja, dengan nilai sebesar 0,00 (sig. < 0,05). Nilai koefisiensi pearson correlation adalah 0,936 yang artinya kedua variabel memiliki kategori keeratan sangat kuat. Sehingga diperoleh hasil bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi, maka semakin rendah stres kerja yang dimiliki karyawan Rumah Sakit X.Kata Kunci: kecerdasan emosi, stres kerja, rumah sakit XAbstractJob stress is an employee problem that is caused by the workload that exceeds the ability of the employee. One aspect that contributes to job stress is emotional intelligence. Where individuals with high emotional intelligence are assumed to be able to reduce work stress using good ways. Therefore, this research was conducted with the aim of knowing the relationship between emotional intelligence and work stress on employees of Hospital X. The method used in this study was quantitative by distributing a questionnaire of two variables. This study uses a non-probability sampling technique by means of purposive sampling, where the employees of Hospital X will be taken based on predetermined criteria. The sample in this study consisted of 80 employees of Hospital X, then 30 employees will be taken to be the subject of the tryout and 50 employees as the research subject. The data analysis technique used is the Pearson product moment correlation technique with the help of SPSS version 21.0 for Windows. From this study, it was found that emotional intelligence had a significantly negative effect on work stress, with a value of 0.00 (sig. <0.05). The Pearson correlation coefficient value is 0.936, which means that the two variables have a very strong relationship category. So that the results obtained that the higher the emotional intelligence, the lower the work stress of the employees of Hospital X.Keywords: emotional intelligence, job stress, Hospital X

Page 58 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue