cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
POLA ASUH ORANGTUA SISWA BERPRESTASI NON-AKADEMIK Erlina Batari; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47433

Abstract

AbstrakSiswa ialah individu yang terdaftar dalam lembaga pendidikan yang ingin mengembangkan suatu potensi akademik dan non akademik. Prestasi non akademik yang dilakukan oleh siswa adalah untuk melengkapi kebutuhan siswa dalam mengembangkan hobi, bakat, dan minat siswa. Orang tua berperan sebagai pendidik pertama bagi seorang anak. Pola asuh yang diberikan oleh orang tua kepada anak akan memberikan suatu proses dalam segala kegiatan anak termasuk prestasi anak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola asuh seperti apa yang diberikan kepada anak yang memiliki prestasi di bidang non akademik. Metode pengumpulan data ada penelitian ini ialah metode kualitatif fenomenologi melalui wawancara semi struktur. Menggunakan metode fenomenologi, sehingga analisisnya berupa Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini dapat diuji dengan keabsahan kredibilitas dengan menggunakan teknik member check. Subyek pada penelitian ini berjumlah 3 orang partisipan dengan masing-masing partisipan memiliki prestasi non akademik dibilang olahraga. Dalam penelitian ini menemukan tiga tema induk yakni penerapan pola asuh, bentuk dukungan orang tua, dan perilaku dan sikap anak terhadap pola asuh yang diterapkan. Dari ciri-ciri keempat pola asuh yang ada, orang tua ketiga subjek siswa berprestasi non akademik menerapkan pola asuh demokratis. Orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis membuat anak yang memiliki segudang prestasi non-akademik dapat mengendalikan diri dan stress dengan baik selama latihan dan selama pertandingan, serta ceria dan memiliki hubungan erat dengan orang tua.Kata Kunci : Siswa, prestasi non-akademik, pola asuh orangtuaAbstractChildren who wants to develop an academic and non-academic potential by registering in educational institutions are also known as students. The non-academic achievements is used for complementing students' needs in order to develop hobbies, talents, and interest. Parents have the biggest role to be the main and first educators for a child. Parenting style will provide a process in children's activities including children's achievement. This research aimed to get a better understanding about parenting style which given to the children who have achivements in non-academic fields. The data collecting method that used in this research is qualitative with phenomenological approach through semi-structured interviews. Using the phenomenological method, with the result that formed interpretative Phenomenological Analysis (IPA). This research used member check as validity of credibility technique. This research contains of 3 participants with different non academic. From the characteristics of the four existing parenting styles, the parents of the three subjects of non-academic achievement students applied democratic parenting. Parents who apply democratic parenting make children who have a myriad of non-academic achievements able to control themselves and stress well during practice and during matches, as well as cheerful and have a close relationship with their parents.Keyword : Students, non-academic achievement, parenting style
GAMBARAN RESILIENSI PEREMPUAN DEWASA AWAL YANG MENGALAMI KEGAGALAN MENUJU HUBUNGAN PERNIKAHAN Pipit Yussi Tamiah Widiyawati; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47434

Abstract

AbstrakMemilih teman hidup dan membentuk sebuah keluarga merupakan salah satu tugas perkembangan bagi dewasa awal yang dapat dilakukan dengan adanya pertunangan, namun kesulitan maupun kegagalan bisa saja dialami oleh setiap individu misalnya Putri yang pernah mengalami kegagalan secara berturut-turut dalam menjalin hubungan menuju pernikahan. Individu dewasa awal diharapkan dapat mengetahui pentingnya memiliki kemampuan resiliensi dengan baik, agar dapat menghadapi peristiwa tidak terduga seperti adanya kegagalan hubungan menuju pernikahan, sehinga tugas perkembangan yang dijalani akan berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada perempuan dewasa awal yang mengalami kegagalan menuju hubungan pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik yang berfokus pada permasalah kegagalan hubungan yang dialami oleh subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi. Teknik analisa data dengan melakukan analisis tematik dan triangulasi sebagai uji keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan gambaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi pada subjek, antara lain gambaran resiliensi yang meliputi regulasi emosi, optimisme, kemampuan analisis masalah, empati, efikasi diri, serta pencapaian. Faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi meliputi faktor internal yang berasal dari efikasi diri dan faktor eksternal yang berasal dari dukungan sosial.Kata Kunci: resiliensi, dewasa awal, pernikahan.AbstractChoosing a life partner and forming a family is one of the developmental tasks for early adulthood that can be done with an engagement, but difficulties and failures can be experienced by every individiual, for example Putri who has experienced successive failure in a relationship leading to marriage. Early adult individuals are expected to know the importance of having good resilience skills, in order to be able to deal with unexpected event such as a failed relationship leading to marriage, so that developmental tasks are carried out well. This study aims to determine the description of resilience in early aduls women who experience failure towards marriage relationship. This study uses a qualitative method with an intrinsic case study approach that focuses on the problem of relationship failure experienced by the subject. Data were collected through semi-structured interviews and observation. Data analysis technique by doing thematic analysis and triangulation as a test of validity. The results of the study show an overview and factors that influence resilience in the subject, including a picture of resilience which includes emotion regulation, optimism, problem analysis skills, empathy, self-efficacy, and achievement. Factors that influence resilience include internal factors originating from self-efficacy and external factors originating from social support.Keywords: resilience, early adulthood, marriage.
RESILIENSI PADA WANITA DEWASA AWAL SETELAH KEMATIAN PASANGAN Dyah Reza Aini; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47435

Abstract

Abstrak Resiliensi merupakan kemampuan yang dimiliki oleh individu dalam beradaptasi, bangkit, serta bertahan dari keadaan menderita atau memilik permasalahan, yang mana hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk bangkit. Penelitian ini memiliki tujuan, untuk mengetahui proses tercapainya resiliensi yang dilalui oleh wanita yang ditinggalkan pasangannya dalam menjalani kehidupannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus sebagai. Penelitian ini memiliki tiga subjek dengan kriteria wanita diusia dewasa awal berusia 20-40 tahun yang ditinggal meninggal oleh pasangannya karena sakit. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur dengan teknik analisis data menggunakan data tematik. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan member checking. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini memunculkan dua tema utama yaitu latar belakang keluarga dan gambaran resiliensi atau proses tercapainya resiliensi yang dilakukan oleh partisipan. Perilaku resilien bisa muncul ketika terdapatnya kemauan, dukungan, serta pendorong dari dalam diri dan lingkungan yang positif. Individu bisa dikatakan resilien ketika ia mampu bertahan dan kembali bangkit dari keadaan terpuruknya. Kata kunci: resiliensi, wanita dewasa awal, kematian pasangan Abstract Resilience is the ability possessed by individuals to adapt, rise, and survive from suffering or having problems, which can only rely on themselves to rise. This study has a purpose, to determine the process of achieving resilience that is passed by women who are abandoned by their partners in living their lives. The type of research used is qualitative research with a case study approach. This study had three subjects with criteria for women in early adulthood aged 20-40 years who were left behind by their partners due to illness. The data collection technique used is semi-structured interviews with data analysis techniques using thematic data. Test the validity of the data in this study using member checking. The results obtained from this study raise two main themes, namely family background and a picture of resilience or the process of achieving resilience carried out by participants. Resilience behavior can emerge when there is a will, support, and encouragement from within and a positive environment. Individuals can be said to be resilient when they are able to survive and bounce back from their slump. Keywords: resilience, early adulthood, spouse death
RESILIENSI PADA REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA Talenta Adiyanti Putri; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47436

Abstract

AbstrakPerceraian orang tua memberikan dampak terhadap perkembangan kemampuan resiliensi anak. Kemampuan resiliensi penting dimiliki oleh remaja agar remaja yang mengalami keterpurukan dapat bangkit dan melakukan upaya yang positif dalam penyelesaian masalahnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan faktor yang mempengaruhi kemampuan resiliensi pada remaja korban perceraian orang tua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek terdiri dari dua orang yang memiliki usia 20-21 yang telah menjadi korban perceraian. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan hasil bahwa kedua subjek memiliki kemampuan resiliensi yang berbeda. Subjek Budi memiliki kemampuan resiliensi yang lebih baik dikarenakan masih adanya dukungan dari orang terdekat sehingga dapat membantu mengembangkan kemampuan resiliensi yang ada pada dirinya, yaitu subjek menjadi lebih mandiri dan menerima keadaan. Sedangkan subjek Cantik memiliki kemampuan resiliensi yang kurang baik karena subjek masih merasa pesimis, ragu akan masa depan, dan trauma terhadap pernikahan yang menyebabkan dirinya ragu akan keberhasilan suatu pernikahan.Kata Kunci: perceraian orang tua, resiliensi, remajaAbstractParental divorce has an impact on the development of children's resilience abilities. It is important for adolescents to have resilience abilities so that adolescents who experience adversity can rise up and make positive efforts in solving problems. The purpose of this study was to determine the description and factors that influence the ability of resilience in adolescent victims of parental divorce. The method used in this research is qualitative with a case study approach. The subjects are 20-21 years old who had become victims of divorce. Data were collected using interview techniques. Based on the research that has been done, it was found that the two subjects had different resilience abilities. Budi subjects have better resilience abilities because there is still support from the closest people so that they can help develop the resilience abilities that exist in themselves, namely the subject becomes more independent and accepts the situation. While Cantik has poor resilience because the subject still feels pessimistic, doubts about the future, and is traumatized by marriage which causes him to doubt the success of a marriage.Keywords: Parental divorce, resilience, adolescene.
PERAN OPTIMISME DALAM PROSES PENYEMBUHAN PENYINTAS COVID-19 DENGAN KOMORBID HIPERTENSI Raviika Widyasari Wowor; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47486

Abstract

Abstrak Komorbid hipertensi berisiko menyebabkan keparahan atau kematian pada penderita COVID-19. Optimisme memiliki peran penting sebagai penguat psikologis untuk mendukung kesembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti peran optimisme serta faktor-faktor optimisme dalam mendukung kesembuhan pada penyintas COVID-19 dengan komorbid hipertensi. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur. Adapun tiga subjek dalam penelitian merupakan penyintas COVID-19 dengan komorbid hipertensi yang pernah dirawat di rumah sakit karena COVID-19 dengan usia 50 tahun keatas dan memiliki kondisi hipertensi tingkat 1 atau diatasnya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan diuji keabsahan datanya menggunakan model triangulasi sumber data dokumen dan significant others. Penelitian mengungkap tiga tema utama yaitu pengalaman sebagai penyintas COVID-19 dengan komorbid hipertensi, peran optimisme dalam penyembuhan, dan faktor yang mempengaruhi optimisme. Pengalaman subjek meliputi konfirmasi positif, gejala yang dialami, respon diri dan lingkungan serta perubahan pasca COVID-19. Peran optimisme dalam penyembuhan menunjukkan dimensi ketetapan dan keluasan konsisten dengan subjek serta adanya dimensi optimisme personalisasi. Dukungan sosial dan religusitas/spiritualitas menjadi faktor yang konstan mempengaruhi optimisme subjek pada penelitian ini. Kata Kunci: optimisme, penyintas COVID-19, hipertensi. Abstract Comorbid hypertension is at risk of causing severity or death in patients with COVID-19. Optimism has an important role as a psychological reinforcement to support healing. This study aims to examine the role of optimism and factors of optimism in supporting recovery in COVID-19 survivors with comorbid hypertension. A qualitative approach with the case study method was used in collecting data through semi-structured interviews. The three subjects in the study were COVID-19 survivors with comorbid hypertension who had been hospitalized due to COVID-19 and were aged 50 years and over also had a hypertensive condition of level 1 or above. The data obtained were analyzed using thematic analysis techniques and tested the validity of the data using a triangulation model of document data sources and significant others. This study revealed three main themes, namely experiences as survivors of COVID-19 with comorbid hypertension, the role of optimism in healing, and the factors that influence optimism. Subject experiences include positive confirmation, symptoms experienced, self and environmental responses, and post-COVID-19 changes. The role of optimism in healing shows the dimensions of determination and breadth consistent with the subject as well as the dimensions of personalization optimism. Social support and religiosity/spirituality are constant factors influencing the subject's optimism in this study. Keywords: optimism, COVID-19 survivor, hypertension.
HUBUNGAN ANTARA HARDINESS DENGAN STRES PADA ATLET PELAJAR BELADIRI KOTA BLITAR Ar Rahman Dipta Anggara; Hermien Laksmiwati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47487

Abstract

Abstrak Atlet pelajar beladiri memiliki beragam tugas dan tuntutan untuk berprestasi dalam bidang olahraga, serta dituntut untuk menyeimbangkan kewajiban dalam akademik. Latihan jangka panjang, potensi cedera yang lebih besar, memperoleh prestasi, mengerjakan tugas, dan mendapatkan nilai yang bagus merupakan beberapa kondisi yang dapat berpotensi menyebabkan stres atlet pelajar. Sehingga diperlukan faktor protektif dalam menghadapi kondisi yang dapat menimbulkan stres, salah satunya dengan memiliki hardiness. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat adanya keterkaitan atau hubungan antara hardiness dengan stres pada atlet pelajar beladiri Kota Blitar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 95 atlet pelajar beladiri, penelitian ini dilakukan di Kota Blitar dengan melibatkan responden sebanyak 65 atlet pelajar beladiri. Peneliti menggunakan teknik analisa data dengan teknik korelasi pearson product moment yang memperoleh nilai korelasi sebesar -0,292 dengan nilai signifikansi 0,018. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi hardiness maka akan semakin rendah stres, sebaliknya semakin rendah hardiness maka akan semakin tinggi stres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan atau hubungan yang tidak terlalu kuat antara hardiness dengan stres pada atlet beladiri Kota Blitar. Hardiness dalam penelitian ini memberikan sumbangan sebesar 8,5% terhadap stres dan 91,5% stres dipengaruhi oleh faktor lainnya. Kata Kunci: Hardiness, Stres, Atlet Pelajar, Beladiri Abstract Martial arts student athletes have a variety of tasks and demands to achievement in sports, and are required to balance academic duty. Long-term training, potential for injury, getting achievements, doing assignments, and getting good grades are some of the conditions that can potentially cause stress for student athletes. So that protective factors are needed in dealing with conditions that can cause stress, one of which is having hardiness. This study has a purpose to see the relationship between.hardiness with.stress. The research method used is correlational quantitative. The population in this study was 95 student martial arts athletes, this research was conducted in Blitar by involving 65 student martial arts athletes as respondents. The data analysis technique used in this study is the Pearson product moment correlation technique which obtained a correlation value of -0.292 with a significance value of 0.018. These results indicate that the higher the hardiness, the lower the stress, conversely the lower the hardiness, the higher the stress. Researchers used data analysis techniques with the pearson product moment correleation which obtained a correlation value 0f -0.292 with a significance value is 0,018. Hardiness in this study contributed 8.5% to stress and 91.5% stress was influenced by other factors. Keywords: Hardiness, Stress, Student Athlete, Martial Arts
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DALAM BELAJAR DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA Nisyarulita Mujirohmawati; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47488

Abstract

Abstrak Siswa merupakan pelaksana dari proses pendidikan namun saat ini Indonesia sedang dilanda oleh pandemic Covid-19 yang sangat berpengaruh terhadap sektor pendidikan, kondisi ini menuntut siswa untuk dapat belajar lebih mandiri dikarenakan pembelajaran dilaksanakan secara hybrid. Kurangnya pemantauan secara langsung oleh guru serta banyaknya tuntutan tugas menyebabkan siswa melakukan penundaan dalam belajar atau disebut prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anatara regulasi diri dalam belajar dengan prokrastinasi akademik pada siswa pada kondisi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS di SMA X sejumlah 119 siswa. Dengan 38 siswa mengerjakan try out dan 81 siswa menjadi subjek penelitian. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala regulasi diri dalam belajar dan skala prokrastinasi akademik yang telah disusun berdasarkan teori yang sesuai dengan variabel yang telah dianalisis dengan program pengolah data SPSS 26.0 for windows Teknik analisis data menggunakan pearson product moment untuk uji korelasi. Dari analisa data dihasilkan nilai signifikansi 0,000<0,05 dan nilai peason correlation sebesar -0,540. Sehingga hasil penelitian ini menyatakan terdapat hubungan negative yang signifikan antara regulasi diri dalam belajar dengan prokrastinasi akademik pada siswa. Kata Kunci: regulasi diri dalam belajar, prokrastinasi akademik, siswa Abstract Students are implementers of the education process but currently Indonesia is being hit by the Covid-19 pandemic which is very influential on the education sector, this condition requires students to be able to learn more independently because learning is carried out in a hybrid way. The lack of direct monitoring by the teacher and the large number of task demands cause students to delay learning or what is called academic procrastination. This study aims to determine the relationship between self-regulation in learning and academic procrastination in students in the Covid-19 condition. This research uses correlational quantitative method. The population in this study were students of class X IPS in SMA X totaling 119 students. With 38 students doing a try out and 81 students being the subject of research. The instrument used in this research is the self-regulation scale in learning and the academic procrastination scale which has been compiled based on the theory in accordance with the variables that have been analyzed by the SPSS 26.0 data processing program for windows. The data analysis technique uses the Pearson product moment to test the correlation. From the data analysis, a significance value of 0.000 <0.05 was obtained and a peason correlation value of -0.540. So the results of this study stated that there was a significant negative relationship between self-regulation in learning and academic procrastination in students. Keywords: self-regulated learning, academic procrastination, student
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU KECENDERUNGAN KECANDUAN GAME ONLINE SELAMA PANDEMI COVID-19 PADA REMAJA DI KOTA SURABAYA Azzahra Yulia Pinasti; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47489

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan kecanduan game online selama pandemi covid-19 pada pada remaja di Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional yaitu untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas berhubungan dengan variabel terikat sehingga dapat menjawab hipotesis yang telah dirumuskan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu semua populasi dijadikan subjek yakni sejumlah 215 remaja yang sesuai dengan kriteria subjek penelitian dengan 35 remaja digunakan untuk tryout dan 180 mahasiswa digunakan untuk pengambilan data. Penelitian ini dilakukan menggunakan skala kontrol diri dan kecanduan game online yang akan dianalisis dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 17.0 for windows. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Product Moment Pearson Correlation dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar - 0,266. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kontrol diri dan kecenderungan kecanduan game online memiliki hubungan positif yang signifikan dengan tingkat hubungan yang lemah. Kata Kunci: Kontrol Diri, Kecenderungan Kecanduan Game Online, Remaja Abstract This study aims to determine the relationship between self-control and the tendency to become addicted to online games during the covid-19 pandemic in adolescents in the city of Surabaya. The method used is a quantitative research method with correlation, namely to determine the extent to which the independent variable is related to the variable so that it can answer the hypothesis that has been formulated. The sampling technique in this study was a saturated sample, namely all the population used as subjects, namely 215 adolescents who were in accordance with the research criteria with 35 adolescents used for testing and 180 people used for data collection. This research was conducted using a self-control scale and online game addiction which will be analyzed using the SPSS 17.0 for windows application. Analysis of the data used in this study is the Pearson Product Moment Correlation with a significance value of 0.000 (p<0.05) and a correlation coefficient of -0.266. These results indicate that self-control and online game addiction tendencies have a significant positive relationship with the level of a weak relationship. Keywords: Self-Control, Online Game Addiction Tendencies, Adolescent
DESKRIPSI PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA CAREGIVER PASIEN DENGAN PENYAKIT DEGENERATIF Salsabila Wulandari Aryatiningrum; Satiningsih Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47491

Abstract

Abstrak Menjadi seorang caregiver diusia yang masih muda bukanlah perkara mudah. Individu yang menjadi caregiver harus pintar membagi waktu antara perkuliahan dengan tugas perawatan. Mereka merawat orang terdekat yang terkena beragam penyakit dan salah satu penyakit yang banyak muncul adalah penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif banyak muncul pada individu berusia lanjut. Macam penyakit yang termasuk kedalam penyakit degeneratif adalah diabetes, penyakit jantung, dementia, dan lainnya. Perawatan yang diberikan berbeda pada tiap pasien. Oleh karena itu, caregiver harus selalu sedia untuk membantu perawatan. Hal ini menjadi salah satu beban yang dapat mempengaruhi psychological well-being seorang caregiver. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapat deksripsi mengenai psychological well-being anak muda yang menjadi caregiver pasien dengan penyakit degeneratif. Penelitian yang dilakukan menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara pada tiga partisipan berusia 20-21 tahun. Data yang berhasil didapatkan dianalisis dengan menggunakan metode tematik. Hasilnya menunjukkan deskripsi yang beragam dan bervariasi terkait psychological well-being ketiga partisipan. Kata Kunci: caregiver, psychological well-being, penyakit degeneratif. Abstract Being a caregiver at a young age is not an easy matter. The individual caregiver had to be clever about dividing the time between lectures and nursing duties. They care for those closest to you who exposed to a wide variety of illnesses and one of the most common illnesses is a degenerative disease. Many degenerative diseases occur in older individuals. Among the diseases included in degenerative diseases are diabetes, heart disease, dementia, and other diseases. Treatment is different for patients. Hence, caregiver was always available to provide care. It has become one of the psychological burdens of caregiver. Hence, the study aims to get decryption comparisons of young caregiver patients who are caregiver patients with degenerative diseases. Studies conducted using qualitative methodologies with an approach to case studies. The interview conducted on a semi-structured basis using the interview guidelines in three 20-21 - year - old participants. Successfully obtained data analyzed using thematic methods. The results suggest varied and varied descriptions of the three participants. Keywords : caregiver, psychological well-being, degenerative desease.
HUBUNGAN ANTARA PEER ATTACHMENT DENGAN REGULASI EMOSI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Nabilla Desmasari Kustanto; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47492

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peer attachment dengan regulasi emosi pada mahasiswa tingkat akhir. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional yaitu untuk mengetahui sejauh mana variabel bebas berhubungan dengan variabel terikat sehingga dapat menjawab hipotesis yang telah dirumuskan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampel jenuh yaitu semua populasi dijadikan subjek yakni sejumlah 189 mahasiswa jurusan psikologi yang sesuai dengan kriteria subjek penelitian dengan 39 mahasiswa digunakan untuk tryout dan 150 mahasiswa digunakan untuk pengambilan data. Penelitian ini dilakukan menggunakan skala peer attachment dan regulasi emosi yang akan dianalisis dengan menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS 22 for windows. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pearson Product Moment Correlation dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,525. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peer attachment dan regulasi emosi memiliki hubungan positif yang signifikan dengan tingkat keeratan hubungan yang sedang. Kata Kunci: peer attachment, regulasi emosi, mahasiswa tingkat akhir. Abstract This study aims to determine the relationship between peer attachment and emotion regulation in final year students. The method used is a quantitative research method with correlational techniques, namely to determine the extent to which the independent variable is related to the dependent variable so that it can answer the hypothesis that has been formulated. The sampling technique in this study was a saturated sample, that is, all of the population was used as a subject, namely 189 students majoring in psychology according to the criteria of the research subject, 39 students were used for the tryout and 150 students were used for data collection. This research was conducted using a peer attachment scale and emotion regulation which will be analyzed using the IBM SPSS 22 application for windows. Analysis of the data used in this study is the Pearson Product Moment Correlation with a significance value of 0.000 (p <0.05) and a correlation coefficient of 0.525. These results indicate that peer attachment and emotion regulation have a significant positive relationship with a moderate level of closeness. Keywords: peer attachment, emotion regulation, final-year students.

Page 62 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue