cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN PERILAKU INOVATIF PADA GURU Anastasya Trisnaning Putri; Umi Anugerah Izzati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47315

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan perilaku inovatif pada guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dimana seluruh populasi menjadi partisipan penelitian, dengan total 36 guru. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala persepsi dukungan organisasi dan skala perilaku inovatif yang dengan menggunakan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson product moment untuk mengetahui hubungan antara variabel X dengan variabel Y dengan bantuan program SPSS 25 for windows. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dukungan organisasi dan perilaku inovatif pada guru, dengan nilai signifikansi yaitu 0,000 (p<0,05) dan nilai korelasi pearson yaitu 0,645. Hal ini juga menunjukkan bahwa hubungan antara persepsi dukungan organisasi dan perilaku inovatif pada guru adalah hubungan yang kuat dan positif. Semakin tinggi persepsi dukungan organisasi, maka semakin tinggi perilaku inovatif pada guru.Kata Kunci: persepsi dukungan organisasi, perilaku inovatif, guruAbstractThis study aimed to determine the relationship between perceived organizational support and innovative behavior on teachers. This study used correlational quantitative research method. The sampling method in this study used a saturated sampling technique where the entire population became research participants, with a total of 36 teachers. The research data were collected using a perceived organizational support scale and innovative behavior scale which is a Likert scale. The data analysis technique used Pearson product moment correlation analysis to determine the relationship between two variables using SPSS 25 for windows software. The results of the data analysis showed that there was a significant relationship between perceived organizational support and innovative behavior in teachers at educational institute X, with a significance value of 0.000 (p <0.05) and a Pearson correlation value of 0.645. These results also showed that the relationship between perceived organizational support and innovative behavior on teachers of educational institute X is a strong and positive relationship. The higher the perceived organizational support, the higher the innovative behavior on teachers of educational institute X.Keywords: perceived organizational support, innovative behavior, teachers
HUBUNGAN ANTARA PAPARAN MEDIA DENGAN BODY IMAGE PADA REMAJA PEREMPUAN Maria Yori Edita Pamirma; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47316

Abstract

HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DENGAN KECENDERUNGAN BODY DYSMORPHIC DISORDER (BDD) PADA MAHASISWA Anggun Zoraya Br Sinaga; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47317

Abstract

STUDI FENOMENOLOGI: DAMPAK APLIKASI TIKTOK TERHADAP REMAJA AKHIR SHOPEE AFFILIATES Nadila Trisukma Devi; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47319

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk melihat dampak dari aplikasi Tiktok pada remaja khususnya yang terdaftar sebagai Shopee affiliates. Terdapat empat orang subjek dalam penelitian ini yang akan diwawancarai dengan pendekatan fenomenologi. Berdasarkan tujuan dan hasil analisis atas wawancara yang telah dilakukan maka simpulan penelitian ini adalah aplikasi Tiktok membawa dampak positif dan negatif kepada remaja yang tergabung dalam Shopee affiliates. Dampak positifnya adalah luasnya jangkauan pengguna maupun konten, isi konten yang mayoritas bermanfaat dalam keseharian, dan dapat menjadi sarana promosi serta sesuai dengan yang sedang viral. Sedangkan untuk dampak negatifnya adalah algoritma Tiktok yang tidak jelas, adanya hate comment, sehingga menimbulkan perasaan-perasaan negatif. Self control dan menjauhi permasalahan adalah mekanisme pertahanan diri yang dilakukan keempat subjek.Kata Kunci: aplikasi Tiktok, remaja akhir, shopee affiliates.AbstractThis study aims to see the impact of the Tiktok application on teenagers, especially those who are registered as Shopee affiliates. There are four subjects in this study which will be interviewed using a phenomenological approach. Based on the objectives and results of the analysis of the interviews that have been conducted, this study concludes that the Tiktok application has a positive and negative impact on teenagers who are members of Shopee affiliates. The positive impact is the broad reach of users and content, which is primarily helpful in daily life and can be a means of promotion according to what is currently viral. As for the negative impact, the Tiktok algorithm is not straightforward. There are hate comments, causing negative feelings. Self-control and staying away from problems are self-defense mechanisms that the four subjects do.Keywords: Tiktok application, late teens, shop affiliates.
BURNOUT AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENEMPUH TUGAS AKHIR Muhamad Sani Rosyad Hasbillah; Diana Rahmasari
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47320

Abstract

AbstrakMenyelesaikan tugas akhir untuk mahasiswa dapat menimbulkan burnout karena berbagai tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika faktor-faktor burnout pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Surabaya yang menyelesaikan tugas akhir artikel ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek sebanyak empat orang yang masing -masing berusia 21 hingga 22 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur, analisis data menggunakan teknik analisis data model Miles, Huberman, dan Saldana, dengan menganalisis data hasil wawancara yang selanjutnya dilakukan proses interpretasi data. Hasil dari penelitian ini memperoleh tiga tema besar yaitu penyebab terjadinya burnout, akibat dari burnout, dan cara mengatasi burnout. Penyebab terjadi burnout pada keempat subjek antara lain adalah relasi yang kurang baik dengan dosen, kurangnya penghargaan, work overload, dan merasakan ketidakadilan. Dari faktor penyebab tersebut kemudian burnout akademik berdampak pada mental dan keseharian dari setiap mahasiswa. Untuk menghindari dari burnout, subjek melakukan pendekatan baik melalui pendekatan internal maupun eksternal.Kata Kunci: Burnout, Faktor Burnout, Dampak BurnoutAbstractCompleting final assignments for students can cause burnout due to the various challenges and difficulties they face. The purpose of this study was to determine the dynamics of burnout factors in Psychology students at the State University of Surabaya who completed the final project of a scientific article. This study uses a qualitative method with a case study approach. The subjects were four people, each aged 21 to 22 years. Data collection techniques were carried out by semi-structured interviews, data analysis using data analysis techniques from the Miles, Huberman, and Saldana models, by analyzing the data from interviews which were then carried out by the data interpretation process. The results of this study obtained three major themes, namely the causes of burnout, the consequences of burnout, and how to overcome burnout. The causes of burnout in the four subjects include poor relations with lecturers, lack of appreciation, work overload, and feeling of injustice. From these factors, academic burnout has an impact on the mental and daily life of every student. To avoid burnout, the subject approaches both internally and externally.Keywords: Burnout, Burnout Factor, Burnout Impact
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG MENJALANI PERKULIAHAN HYBRID SAAT PANDEMI COVID-19 Elisa Noviana; Riza Noviana Khoirunnisa
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47327

Abstract

AbstrakMenurunnya kasus Covid-19 di Indonesia, membuah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia membuat kebijakan baru tentang pendidikan di Indonesia yaitu adanya hybrid learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan stres akademik pada mahasiswa yang menjalani perkuliahan hybrid saat pandemi Covid-19. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa jurusan psikologi yang menjalanakan perkuliahan hybrid sejumlah 365 mahasiswa, dimana 61 mahasiswa digunakan untuk tryout dan 304 mahasiswa digunakan untuk pengambilan data penelitian. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spearman rho dengan bantuan SPSS 26.0 for windows. Penelitian ini menunjukkan hasil korelasi sebesar -0.313. Hasil ini menunjukkan korelasi negatif yang berarti bahwa semakin rendah self efficacy maka semakin tinggi stres akademik mahasiswa. Hasil korelasi tersebut juga menunjukkan bahwa variabel self efficacy dan variabel stres akademik memiliki korelasi yang rendah.Kata Kunci : self efficacy, stres akademi, hybrid.AbstractThe decline in Covid-19 cases in Indonesia has prompted the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia to formulate a new policy regarding education in Indonesia, namely the existence of hybrid learning. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and academic stres in students undergoing hybrid lectures during the Covid-19 pandemi. This research was conducted on 365 students majoring in psychology who ran hybrid lectures, of which 61 students were used for tryouts and 304 students were used for research data collection. The analytical technique used in this research is spearman rho analysis with the help of SPSS 26.0 for Windows. This study shows a correlation of -0.313. This result shows a negative correlation, which means that the lower the self-efficacy, the higher the student's academic stres. The correlation results also show that the self-efficacy variable and the academic stres variable have a low correlation.Keywords : self-efficacy, academic stres, hybrid
PENGARUH ANONIMITAS TERHADAP SELF DISCLOSURE PADA GENERASI Z DI TWITTER Cintania Syaeischa Lyan Pramesti; Damajanti Kusuma Dewi
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47347

Abstract

Abstrak Generasi Z merupakan generasi yang lebih senang berbagi perasaan, emosi, pikiran, dan pengalaman mereka melalui media sosial, terutama di media sosial Twitter. Pembagian informasi yang berlebihan akan berpotensi menimbulkan risiko privasi bagi penggunanya. Risiko privasi ini dapat diminimalisir dengan meningkatkan anonimitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara anonimitas terhadap self disclosure Generasi Z di Twitter. Penelitian ini dilakukan pada lingkup media sosial Twitter dengan melibatkan 335 orang Generasi Z di Twitter yang berusia 12-27 tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah adaptasi dari skala Perceived Anonymity dan modifikasi dari skala Revised Self-Disclosure Scale. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh anonimitas terhadap self disclosure adalah analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa anonimitas berpengaruh signifikan terhadap self disclosure pada kalangan Generasi Z di Twitter. Analisis tambahan juga dilakukan untuk melihat hubungan antara kedua variabel dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0.373. Hasil koefisien korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel mempunyai arah hubungan yang positif dan termasuk dalam kategori hubungan yang lemah. Penelitian ini dapat bermanfaat untuk memberikan informasi mengenai kegunaan anonimitas dalam Twitter untuk melakukan self disclosure yang lebih positif, dan dapat digunakan sebagai referensi penelitian selanjutnya dengan variabel yang serupa. Kata Kunci: Anonimitas, self disclosure, Generasi Z, Twitter Abstract Generation Z is the generation that prefers to share their feelings, emotions, thoughts, and experiences through social media, especially on Twitter. Excessive sharing of information will potentially pose a privacy risk to its users. This privacy risk can be minimized by increasing anonymity. This study aims to determine whether there is an impact between anonymity on Generation Z's self disclosure on Twitter. This research was conducted in the scope of Twitter social media by involving 335 Generation Z people on Twitter aged 12-27 years. The measuring instrument used in this study is an adaptation of the Perceived Anonymity scale and a modification of the Revised Self-Disclosure Scale. The data analysis technique used to determine the effect of anonymity on self disclosure is simple linear regression analysis. These results show that anonymity has a significant effect on self-disclosure among Generation Z on Twitter. Additional analysis was also carried out to see the relationship between the two variables, with a correlation coefficient of 0.373. The correlation coefficient results indicate that the relationship between the two variables has a positive relationship direction and is included in the category of a weak relationship. This research can helps provide information about the usefulness of anonymity on Twitter to make a more positive self disclosure and can be used as a reference for further study with similar variables. Keywords: Anonymity, self disclosure, Generation Z, Twitter
EVERYONE DESERVES TO BE HAPPY: STUDI FENOMENOLOGI TENTANG KEBAHAGIAAN PADA ORANG MISKIN KOTA Ikhwan Fadlu Fantazilu; Nurchayati Nurchayati
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47349

Abstract

Abstrak Kemiskinan merupakan sebuah kondisi deprivasi, di mana pada umumnya hal tersebut hanya akan membuat manusia tidak bahagia. Namun berdasarkan studi di lapangan ditemukan terdapat orang-orang miskin yang tinggal di perkotaan masih dapat menunjukkan perasaan bahagia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengalaman bahagia di kalangan orang miskin di Kota Surabaya. Melalui penggunaan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini mengkaji lima orang miskin di Surabaya yang berpenghasilan di bawah garis kemiskinan BPS dan merasakan hidup bahagia dibuktikan melalui Oxford Happiness Questionnaires. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur secara mendalam. Hasil dari temuan di lapangan menunjukkan bahwa orang miskin yang hidup di perkotaan masih dapat merasakan bahagia. Faktor yang membuat orang miskin dapat menikmati hidup bahagia beragam, mulai dari dapat berkumpul dengan keluarga, terjalinya relasi positif dengan teman dan tetangga, merasakan adanya kehadiran Tuhan, terhindari dari perselisihan yang berkepanjangan, menerapkan nalar subsistent atau hidup sederhana sehingga terhindar resiko masalah finansial, beserta beberapa life events seperti melihat partisipasi anak dalam pendidikan yang lebih tinggi, hingga adanya bantuan pemerintah. Kata Kunci: Kebahagiaan, Kemiskinan, Kota Surabaya Abstract Poverty is a condition of deprivation which generally makes people unhappy. However, based on field studies, it was found that poor people who live in urban areas can still show feelings of happiness. The purpose of this study was to identify the experiences of happy among the poor in the city of Surabaya. Through the use of qualitative methods with a phenomenological approach, this study examines five poor people in Surabaya who earn less or below than BPS poverty line and feels happy as evidenced by the Oxford Happiness Questionnaires. Data was collected through in-depth semi-structured interviews. The results of the findings in the field show that poor people who live in urban areas can still feel happy. The factors that make them able to enjoy a happy life vary, ranging from being able to gather with family, establishing positive relationships with friends and neighborhood, feeling the presence of God, avoiding prolonged disputes, applying subsistent reasoning (simple living so as to avoid the risk of financial problems), as well as several life events such as seeing children's participation in higher education, to the existence of government assistance. Keywords: Happines, Poverty, Surabaya City
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI HARGA DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA PENGGUNA MARKETPLACE SHOPEE DI DAERAH SURABAYA Tarisna Aditya Wijaya; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i5.47350

Abstract

Abstrak Tujuanndalam penelitiannini ialah mengetahui hubungan kedua variable yakni persepsi harga dengan keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan sampel penelitian terdiri dari 110 pengguna e-commerce Shopee yang dilakukan pada masyarakat Surabaya. Pengambilan data subjek dilakukan dengan menggunakan skala likert mengenai variabel X yakni Persepsi Harga (Kotler, & keller., 2012) dan Variabel Y berupa Keputusan pembelian (Kotler, P., & Amstrong, 2010). Selanjutnya analisis data penelitian menggunakan rumus Product Moment Correlation dengan hasil uji korelasi menggunakan SPSS 26.0nfor windowsnyangndiperolehnhasil taraf sig.>0.05 dengan perolehan korelasi r=0.879 yang dapat diartikan bahwa adanya hubungan positif yang sangat kuat antara Persepsi Harga dengan Keputusan Pembelian, serta dapat juga ditafsirkan bahwa semakin tinggi Persepsi harga pada konsumen mengenai e-commerce Shopee semakinntinggi pula Keputusannpembeliannyang dilakukan oleh konsumen. Kata Kunci: Psikologi Konsumen , PersepsinHarga, KeputusannPembelian, Abstract The purpose of this study is to determine the relationship between the two variables, namely price perception and purchasing decisions. This study uses descriptive quantitative research with a sample consisting of 110 Shopee e-commerce users conducted in the Surabaya community. Subject data collection was carried out using a Likert scale regarding the X variable, namely Price Perception (Kotler, & Keller., 2012) and Variable Y in the form of Purchase Decision (Kotler, P., & Armstrong, 2010). Furthermore, the analysis of research data using the Product Moment Correlation formula with the results of the correlation test using SPSS 26.0 for windows which obtained the results of sig.> 0.05 level with the acquisition of a correlation r = 0.879 which means that there is a very strong positive relationship between Price Perception and Purchase Decision, and can also be interpreted that the higher the price perception of consumers regarding Shopee's e-commerce, the higher the purchasing decisions made by consumers. Keywords: Price perception, Purchasendecision, ConsumernPsychology
DAMPAK SIBLING RIVALRY PADA REMAJA KEMBAR Yustika Dwi Rahayu; . Satiningsih
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47432

Abstract

AbstrakKehidupan anak kembar merupakan hal yang menarik untuk diteliti, termasuk dalam hal sibling rivalry atau biasa disebut sebagai persaingan antar saudara. Terlebih apabila hal tersebut terjadi pada saudara yang kembar identik, dengan usia yang sama, jenis kelamin yang sama dan memiliki kemiripan pada wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak sibling rivalry terhadap perkembangan emosi remaja kembar identik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara semi-terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang atau 5 pasang remaja kembar dengan ketentuan seorang remaja kembar secara identik yang berusia 16 sampai 19 tahun. Teknik analisis data penelitian menggunakan IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh hasil bahwa bentuk sibling rivalry dapat dijelaskan melalui pola asuh orang tua, hubungan dengan saudara kembar, dan lingkungan sosial. Sibling rivalry sesekali muncul diantara anak kembar seperti pada saat ingin bersaing untuk menunjukkan siapa yang lebih unggul, namun hal tersebut tidak berlangsung lama. Dampak dari sibling rivalry yang mengarah pada perkembangan emosional yaitu secara positif dapat ditunjukkan dari rendahnya sibling rivalry seperti pada saudara kembar yang merasa bahwa perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh orang tua telah melimpah dan adil. Selain itu, perkembangan emosi positif juga dimunculkan melalui saling memahami antar saudara kembar.Kata Kunci: remaja kembar, sibling rivalry, perkembangan emosi.AbstractThe life of twins is an interesting thing to study, including the competition between siblings. Especially if it happens to an identical sibling, of the same age, the same gender and has a similarity to the face. This study aims to determine how the impact of sibling rivalry on the emotional development of identical twins adolescents. The approach used in this research is a qualitative approach with a phenomenological method. The data collection technique used is semi-structured interview. Participants in this study found 10 people or 5 pairs of teenage twins with the provision of identical twins aged 16 to 19 years. The research data analysis technique uses IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Based on the research that has been done, it is obtained that the form of sibling rivalry can be explained through parenting patterns, relationships with twins, and social environment. Sibling rivalry arose between the twins as when competing to show who was superior, but it didn't last long. The impact of sibling rivalry that leads to emotional development can be positively demonstrated by the low level of sibling rivalry as in twins who feel that the attention and affection given by parents is abundant and fair. In addition, the development of positive emotions is also raised through mutual understanding between twins.Keywords: twins, sibling rivalry, emotional development.

Page 61 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue