cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
cjpp@unesa.ac.id
Phone
+6282231445454
Journal Mail Official
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
CJPP
ISSN : 22526129     EISSN : 30634806     DOI : https://doi.org/10.26740/cjpp
Character Jurnal Penelitian Psikologi is a peer-reviewed journal that covers all topics in theoretical and applied psychology that is managed by Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Negeri Surabaya. This journal is published in January, May, and September by Universitas Negeri Surabaya.
Articles 1,052 Documents
Hubungan antara Work Life Balance dengan Job Hopping pada Karyawan Generasi Z di PT.X Surabaya Oktavianisa, Nur Afni; Halida, Arfin Nurma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p335-346

Abstract

Latar belakang penelitian ini berdasarkan fenomena tingginya perpindahan khususnya pada karyawan generasi Z yang lebih mengutamakan fleksibilitas tanpa mempertimbangkan masa kerja saat ini. Dengan adanya pertimbangan fleksibilitas, karyawan generasi Z mengutamakan adanya keseimbangan antara dua peran atau lebih yang dijalani. Perpindahan pekerjaan yang tinggi akan berdampak langsung pada perusahaan, maka dari itu pentingnya mengetahui faktor-faktor meningkatnya Job Hopping. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara Work Life Balance dengan Job Hopping pada karyawan generasi Z di PT.X Surabaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif untuk mengetahui korelasi variabel. Subjek penelitian yang digunakan berjumlah 169 karyawan generasi Z rentang usia 22-30 tahun pada saat ini. Dengan 30 karyawan sebagai subjek uji coba alat ukur dan 139 karyawan sebagai data penelitian utama. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa nilai koefisien korelasi yang diterima adalah -0.722. Berdasarkan nilai koefisien tersebut dapat diinterpretasikan bahwa adanya korelasi yang kuat serta signifikan antara Work Life Balance dengan Job Hopping pada karyawan generasi Z di PT.X Surabaya. Dengan arah hubungan negatif yang memiliki makna bahwa ketika tingkat Work Life Balance yang dirasakan karyawan rendah, maka tingkat Job Hopping karyawan akan tinggi. Berlaku juga sebaliknya, karyawan dengan tingkat Work Life Balance yang tinggi akan memiliki Job Hopping yang rendah. Abstract Background of this study based on the phenomenon of high turnover, especially among generation Z employees who prioritize flexibility without considering the current work period. With the consideration of flexibility, generation Z employees prioritize a balance between two or more roles that are carried out. High job turnover will have a direct impact on the company, therefore it is important to know the factors that increase Job Hopping. This study aims to identify the relationship between Work Life Balance and Job Hopping in generation Z employees at PT.X Surabaya. The research method used is quantitative to determine the correlation of variables. The research subjects used were 169 generation Z employees aged 22-30 years at this time. With 30 employees as test subjects for measuring instruments and 139 employees as the main research data. The results of this study revealed that the correlation coefficient value received was -0.722. Based on the coefficient value, it can be interpreted that there is a strong and significant correlation between Work Life Balance and Job Hopping in generation Z employees at PT.X Surabaya. With a negative relationship direction which means that when the level of Work Life Balance felt by employees is low, the level of employee Job Hopping will be high. The opposite also applies, employees with a high level of Work Life Balance will have low Job Hopping.
Konflik Kerja-Keluarga pada Guru Perempuan yang Sudah Berkeluarga di PAUD Inklusi Sholichah, Fayakun; Halida, Arfin Nurma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p347-359

Abstract

Guru pada sekolah inklusi memiliki tantangan tersendiri dalam mengemban perannya di sekolah. Adanya murid dengan berbagai jenis kebutuhan khusus tentunya membuat guru harus memiliki kompetensi tertentu untuk dapat menjalankan perannya dengan baik. Di samping itu, guru memiliki tanggung jawab untuk mengemban peran di rumah, terlebih guru perempuan yang dianggap bertanggung jawab atas tugas domestik. Hal tersebut membuat guru perempuan mengemban peran ganda, yang memicu munculnya konflik kerja-keluarga.  Penelitian ini berfokus pada gambaran serta solusi yang sudah dilakukan guru perempuan pada PAUD inklusi dalam mengatasi konflik kerja-keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur pada empat subjek dan significant others. Hasil data penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, dan terdapat tiga tema besar yaitu time based conflict, strain based conflict, dan behavior based conflict. Ketiga jenis konflik memiliki bobot yang berbeda. Subjek dalam penelitian menunjukkan munculnya konflik kerja-keluarga, dan masing-masing subjek mengemukakan beberapa solusi yang dirasa tepat dalam menangani konflik tersebut. Abstract Teachers in inclusion schools have their own challenges in carrying out their roles in schools. The existence of students with various types of special needs certainly makes teachers must have certain competencies to be able to carry out their roles well. In addition, teachers have the responsibility to carry out roles at home, especially female teachers who are considered responsible for domestic duties. This makes female teachers assume multiple roles, which triggers the emergence of work-family conflict. This study focuses on the description and solutions that have been done by female teachers in inclusion preschool in overcoming work-family conflict. Data collection was conducted with semi-structured interviews on four subjects and significant others. The results of the research data were analyzed using thematic analysis techniques, and there were three major themes, namely time based conflict, strain based conflict, and behavior based conflict. The three types of conflict have different weights. The subjects in the study showed the emergence of work-family conflict, and each subject put forward several solutions that felt appropriate in dealing with the conflict.
Makna Interaksi Parasosial dengan Idola K-Pop dalam kehidupan Remaja: Studi Fenomenologi Sindy, Elisabeth Novelia
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p500-507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna interaksi parasosial antara remaja dengan idola K-Pop dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lima partisipan berusia remaja akhir diwawancarai secara mendalam dan dianalisis secara tematik. hasil menunjukkan bahwa interaksi parasosial mencakup aspek kognitif, afektif, dan perilaku, serta berperan dalam membentuk identitas dan memberi motivasi. Idola dimaknai sebagai panutan karena adanya kesamaan nilai dan minat. Interaksi ini menjadi ruang reflektif yang mendukung perkembangan diri remaja. Abstract This study aims to understand the meaning of parasocial interaction between adolescents and K-Pop idols in their daily lives. A qualitative method with a phenomenological approach was employed. Five late-adolescent participants were interviewed in-depth, and the data were analyzed thematically. The findings indicate that parasocial interaction encompasses cognitive, affective, and behavioral aspects, and plays a role in shaping identity and providing motivation. Idols are perceived as a role models dua to shared values and interests. This interaction serves as a reflective space that supports adolescents’ personal development.
Hubungan Efikasi Diri dengan Kesiapan Kerja pada Mahasiswa Akhir yang Berkuliah di Surabaya Al Fajri, Achmad Muflih; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p360-369

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir dalam menghadapi transisi menuju dunia kerja yang kompetitif. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam meningkatkan kesiapan kerja adalah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 154 mahasiswa semester akhir sebagai partisipan. Instrumen yang digunakan terdiri dari General Self-Efficacy Scale dan Work Readiness Scale yang telah diadaptasi. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Form. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment, didahului oleh uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan kesiapan kerja (r = 0.579; p < 0.001). Artinya, semakin tinggi efikasi diri mahasiswa, maka semakin tinggi pula kesiapan kerja yang dimiliki. Temuan ini menunjukkan bahwa efikasi diri merupakan faktor penting yang perlu dikembangkan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan dunia kerja. Abstract This study is motivated by the importance of work readiness among final-year students as they transition into an increasingly competitive job market. One psychological factor that is presumed to play a role in enhancing work readiness is self-efficacy. This research aims to examine the relationship between self-efficacy and work readiness in final-year university students in Surabaya. The study employed a quantitative correlational approach involving 154 final-year students as participants. The instruments used were the adapted versions of the General Self-Efficacy Scale and the Work Readiness Scale. Data were collected online using Google Forms. Data analysis was conducted using the Pearson Product-Moment correlation test, preceded by normality and linearity assumption tests. The results showed a significant positive relationship between self-efficacy and work readiness (r = 0.579; p < 0.001). This indicates that the higher the level of self-efficacy, the greater the level of work readiness among students. These findings highlight that self-efficacy is an important psychological factor that supports students’ preparedness in facing the demands of the workforce.
Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Work Life Balance Pada Karyawan PT. X Panjaitan, Kristina Natalia; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p370-380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan work life balance pada karyawan di PT. X. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan 130 karyawan di PT. X sebagai sampel penelitian. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dilaksanakan menggunakan instrumen berupa skala psikologi yang dikembangkan peneliti. Skala psikologi yang dikembangkan peneliti terdiri dari iklim organisasi dan work life balance. Analisis data dilaksanakaan dengan uji korelasi pearson product moment menggunakan software SPSS 27.0 for Windows. Hasil analisis data memperhatikan tingkat signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) yang mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan work life balance. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0.679 (r = 0.679) sehingga menandakan bahwa hubungan tersebut tergolong dalam kategori kuat. Berdasarkan hasil dari uji hipotesis, dapat disimpulkan bahwa hubungan antar variabel signifikan sehingga memiliki makna terdapat hubungan antara iklim organisasi dengan work life balance pada karyawan di PT. X. Abstract This study aims to determine the relationship between organizational climate and work life balance in employees at PT. X. The research method used is quantitative correlation involving 130 employees at PT X as research samples. The research sample was selected using a saturated sample. Data collection techniques were carried out using instruments in the form of psychological scales developed by researchers. The psychological scale developed by the researcher consists of organizational climate and work life balance. Data analysis was carried out with the Pearson product moment correlation test using SPSS 27.0 for Windows software. The results of data analysis noticed a significance level of 0.000 (p<0.05) which indicates that there is a significant relationship between organizational climate and work life balance. The correlation coefficient obtained is 0.679 (r = 0.679), indicating that the relationship is classified in the strong category. Based on the results of hypothesis testing, it can be concluded that the relationship between variables is significant so that it means that there is a relationship between organizational climate and work life balance in employees at PT X.
Hubungan antara Grit dengan Flourishing pada Perawat di Rumah Sakit X Aridho, Himatul Jannah; Izzati , Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p381-391

Abstract

Tujuan penelitian ini guna mengetahui hubungan antara grit dengan flourishing pada Perawat di Rumah Sakit X. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan 106 perawat di Rumah Sakit X sebagai sampel penelitian. Sampel penelitian ini dipilih dengan Teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilaksanakan menggunakan instrument berupa skala psikologi yang terdiri dari grit dan flourishing. Analisis data dilaksanakan menggunakan uji korelasi pearson product moment yang memanfaatkan IBM SPSS statistic 26.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan tingkat signifikasi sebesar 0.000 (p<0.05) yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara grit dan flourishing. Koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0.768 (r=0.768) sehingga menandakan bahwa hubungan tergolong kategori kuat dan positif. Koefisien korelasi juga menunjukkan bahwa hubungan antar variabel yakni grit dan flourishing memiliki hubungan yang searah dan positif sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat grit pada perawat maka akan semakin tinggi juga tingkat flourishing dalam diri perawat. Di lain sisi, jika grit rendah maka akan menurunkan flourishing pada perawat di Rumah Sakit X. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan hipotesis dalam penelitian ini yang berbunyi “terdapat hubungan antara grit dengan flourishing pada perawat di rumah sakit X” dapat diterima. Abstract The purpose of this study is to determine the relationship between grit and flourishing among nurses at Hospital X. The research method used was a quantitative correlational study involving 106 nurses at Hospital X as the research sample. The research sample was selected using a saturated sampling technique. Data collection was conducted using a psychological scale instrument consisting of grit and flourishing. Data analysis was performed using Pearson's product-moment correlation test utilizing IBM SPSS Statistics 26.0 for Windows. The results of the data analysis showed a significance level of 0.000 (p<0.05), indicating a significant relationship between grit and flourishing. The correlation coefficient obtained was 0.768 (r=0.768), indicating that the relationship is strong and positive. The correlation coefficient also shows that the relationship between the variables, namely grit and flourishing, is positive and direct, meaning that the higher the level of grit in nurses, the higher the level of flourishing in nurses. On the other hand, low grit levels will reduce flourishing among nurses at Hospital X. Based on the research results, it can be concluded that the hypothesis in this study, which states that “there is a relationship between grit and flourishing among nurses at Hospital X,” is accepted.
Hubungan antara Kepuasan Kerja dengan Kesejahteraan Psikologis pada Karyawan PT. X Sati, Putri Lara; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p392-403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan kesejahteraan psikologis pada karyawan pada PT. X. Metode penelitian ini memakai metode penelitian kuantitatif dengan metode korelasional dengan skala psikologi yang dikembangkan peneliti untuk pengumpulan data. Pemilihan sampel penelitian memakai teknik purposive sampling. Sampel yang dipakai sebanyak 120 karyawan office di PT. X yang mempunyai masa kerja minimal dua tahun dan berstatus sebagai karyawan tetap. Penelitian ini memakai bantuan dari software SPSS versi 26 for windows untuk uji normalitas dengan uji Kolmogorov Smirnov dan untuk menganalisa data dalam melakukan uji korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa kedua variabel berdistribusi normal dan terdapat hubungan positif dan signifikan dari kepuasan kerja dengan kesejahteraan psikologis dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi 0,769 yang masuk dalam kategori kuat. Hasil peneltiian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja dengan kesejahteraan psikologis pada karyawan PT. X. Abstract This study aims to determine the relationship between job satisfaction and psychological well-being of employees at PT. X. This research method uses a quantitative research method with a correlational method with a psychological scale developed by researchers for data collection. The selection of research samples uses a purposive sampling technique. The sample used was 120 office employees at PT. X who have a minimum work period of two years and are permanent employees. This study uses the help of SPSS software version 26 for Windows for normality testing with the Kolmogorov Smirnov test and to analyze data in conducting the Pearson product moment correlation test. The results of this study indicate that both variables are normally distributed and there is a positive and significant relationship between job satisfaction and psychological well-being with a significance value of 0.000 (p <0.05) and a correlation coefficient value of 0.769 which is included in the strong category. The results of this study indicate that there is a positive and significant relationship between job satisfaction and psychological well-being of employees at PT. X.
Hubungan antara Optimisme dengan Kesejahteraan Subjektif pada Guru Yayasan X Nuswantari, Putri Prabasari; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p428-439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan kesejahteraan subjektif pada guru tetap yang bekerja di lingkungan Yayasan X. Optimisme merupakan sikap positif individu dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan, sedangkan kesejahteraan subjektif mengacu pada evaluasi individu terhadap kebahagiaan dan kepuasan dalam hidupnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, di mana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang guru tetap. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala optimisme dan skala kesejahteraan subjektif yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori yang relevan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 27.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara optimisme dengan kesejahteraan subjektif pada guru. Artinya, semakin tinggi tingkat optimisme yang dimiliki guru, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektif yang dirasakan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengembangan sikap optimis dalam mendukung kesejahteraan psikologis guru di lingkungan kerja pendidikan. Abstract This study aims to determine the relationship between optimism and subjective well-being in permanent teachers working in the X Foundation environment. Optimism is a positive attitude of individuals in dealing with various life situations, while subjective well-being refers to an individual's evaluation of happiness and satisfaction in his life. This study uses a quantitative approach with a correlational method. The sampling technique used is a saturated sample, where the entire population is used as a sample. The sample in this study amounted to 100 permanent teachers. The instruments used in this study are optimism scale and subjective well-being scale compiled by researchers based on relevant theories. Data analysis was carried out using the help of SPSS software version 27.0 for Windows. The results showed that there is a positive and significant relationship between optimism and subjective well-being in teachers. That is, the higher the level of optimism that teachers have, the higher the level of subjective well-being felt. This finding shows the importance of developing an optimistic attitude in supporting the psychological well-being of teachers in the educational work environment.
Hubungan antara Kepemimpinan Transformasional dengan Loyalitas pada Karyawan PT. X Angraini, Niken; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p417-427

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan loyalitas pada karyawan PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan  menggunakan skala psikologi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengumpulan data. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Studi ini melibatkan 103 karyawan di divisi pengiriman barang di PT. X, yang merupakan karyawan tetap, sebagai populasi yang diteliti. Penelitian ini didukung oleh perangkat lunak SPSS versi 26.0 for Windows untuk menganalisis data, untuk melakukan pengujian normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov dan pengujian korelasi pearson product moment oleh Carl Pearson. Temuan dari studi ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dan loyalitas, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,767 (r=0,767) yang tergolong dalam korelasi kategori kuat. Mengacu pada penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dengan loyalitas pada karyawan PT. X. Abstract This research was conducted to find out the relationship between transformational leadership and employee loyalty at PT X. Using a quantitative research methodology with a correlational framework, this study utilized psychological scales created by the researchers for data collection purposes. Saturated sampling method was used for participant selection. The study involved 103 permanent employees of the freight forwarding division at PT X as the target population. Data analysis was facilitated using SPSS version 26.0 software for Windows, which conducted normality test through Kolmogorov-Smirnov method and Pearson product-moment correlation analysis by Carl Pearson. The results showed a significant positive correlation between transformational leadership and loyalty, with a significance level of 0.000 (p<0.05) and a correlation coefficient value of 0.767 (r=0.767) which is included in the strong category correlation. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a significant positive relationship between transformational leadership and loyalty in PT X employees.
Hubungan antara Budaya Organisasi dengan Organizational Citizenship Behavior pada Guru di Yayasan X Lathifatunnisa, Salsabila; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p404-416

Abstract

Guru merupakan sumber daya yang penting dalam pendidikan yang bertugas lebih dari pengajar di dalam kelas, namun juga dituntut memiliki kepedulian tinggi untuk menjalankan tugas di luar tanggung jawab formal. Perilaku ekstra tersebut dikenal sebagai organizational citizenship behavior dan penting untuk ditingkatkan dalam lingkungan pendidikan. Organizational citizenship behavior dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, budaya organisasi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dapat diterapkan di institusi pendidikan.  Tujuan dalam penelitian ini ialah menelaah hubungan antara budaya organisasi dan organizational citizenship behavior (OCB) pada guru di Yayasan X. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan seluruh populasi sebanyak 126 guru sebagai responden melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala psikologi yang dikembangkan berdasarkan teori Organ (1988) untuk variabel organizational citizenship behavior dan teori Robbins & Judge (2017) untuk budaya organisasi. Analisis data dengan uji korelasi Pearson Product Moment mengungkap koefisien korelasi sebesar 0,762 (p=0,000 < 0,05), menunjukkan hubungan positif yang signifikan dan kuat antara kedua variabel. Temuan ini mengkonfirmasi adanya hubungan antara budaya organisasi dengan organizational citizenship behavior pada kalangan guru di Yayasan X. Kesimpulan dalam penelitian ialah terdapat hubungan yang signifikan anatra budaya organisasi dengan organizational citizenship behavior pada guru di Yayasan X. Abstract Teachers serve as vital educational resources whose responsibilities extend beyond classroom instruction, requiring high commitment to extra-role behaviors. These voluntary actions, known as organizational citizenship behavior (OCB), are particularly crucial for enhancement in educational settings. Among various influencing factors, organizational culture emerges as a significant determinant applicable to educational institutions. This study examines the correlation between organizational culture and organizational citizenship behavior among teachers at Foundation X. Employing a quantitative correlational design, the research implemented saturated sampling of all 126 teacher populations. Data collection utilized psychological scales developed from Organ's (1988) theory for OCB measurement and Robbins & Judge's (2017) framework for organizational culture assessment. Pearson Product Moment correlation analysis revealed a significant positive relationship (r=0.762, p<0.001), strongly indicating organizational culture's substantial association with organizational citizenship behavior manifestations. The findings confirm a statistically significant relationship between organizational culture and teachers' organizational citizenship behavior at Foundation X.

Page 99 of 106 | Total Record : 1052


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 1 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 9 No. 5 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 9 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 7 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 6 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 5 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 4 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 3 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 1 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 04 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 03 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020) Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 5 (2019) Vol. 6 No. 4 (2019) Vol. 6 No. 3 (2019) Vol. 6 No. 2 (2019) Vol. 6 No. 1 (2019) Vol. 5 No. 3 (2018) Vol. 5 No. 2 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 5 No. 1 (2018): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 3 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2017): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 01 (2016): Character Vol. 3 No. 3 (2015): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 3 No. 2 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 2 No. 3 (2014): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 3 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2013): Character : Jurnal Penelitian Psikologi More Issue